Berikut ini beberapa contoh hadiah-hadiah yang suami saya (Frank) terima dari pasien-pasien ketika Frank mengunjungi para pasiennya. Keseringan dapat coklat, namun sayangnya saya bukan pengemar sejati coklat, jadi biasanya Frank yang makan coklatnya, kalau Frank sedang tidak pengen makan coklat ya si coklat terpajang lama di atas meja, saya paling kadang-kadang saja tergoda manisnya si coklat :D.
Karena saat ini sedang summer, Frank juga terkadang terima buah-buahan dari kebun para pasiennya, kadang dapat buah apel, ceri, ketimun, yang baru-baru ini terima buah plum.
Malam tadi sepulang kerja, saya bongkar-bongkar isi tas, ada satu kartu identitas penting yang saya cari. Nah ketika acara bongkar-bongkar tersebut, saya temukan satu amplop putih belum terbuka, diluarnya saya baca tertulis nama Frank, oh ya saya ingat waktu mau berangkat ke Swiss untuk pernikahan catatan sipil, amplop tersebut saya sengaja masukkan tas karena Frank bilang itu kartu ucapan buat nikahan kita dari teman kantorya, dan Frank bilang nanti bukanya setelah acara nikahannya.
Ternyata sampai hari ini 6 Agustus belum dibuka juga he-he-he maaf lupa :D. Jadi tadi langsung saya kasih Frank amplopnya dan dia yang buka, lalu dia tunjukin isinya, ada kartu ucapan dan wahhh ada uang 25 Euro !!! 🙂 :).
Oh ya kami juga terima beberapa macam hadiah lain dari teman kantor ataupun dari pasiennya Frank sebagai hadiah pernikahan kami.
Museum Farmasi Jerman Bagian 2. Setelah selesai melihat-lihat ruangan 5 Museum Farmasi Jerman, sekarang kita lanjut yuk ke Ruang 6.
::: Ruang 6 :::
Toko Farmasi sebagai tempat kerja.
>> Farmasi Officina Apotik umum pertama dikembangkan dari warung abad pertengahan di lingkungan gereja atau di pasar pada toko-toko yang terbuat dari bangunan permanen, kemudian semakin meningkat terletak ke daerah pusat seperti pasar, dan kota-kota. Berbeda dengan situasi toko obat saat ini, pada abad 17-18 OFFICINA (area penjualan dan produksi) atau officine tidak menawarkan akses ke klien. Dia harus menyerahkan resep dokter kepada apoteker melalui jendela. Jadi meja di tengah ruangan tidak dapat dianggap sebagai counter tetapi sebagai meja persiapan dimana obat tersebut dicampur sesuai resep. Jika klien tidak bisa masuk ruangan, maka ia setidaknya bisa melihat ke dalam toko.
*klik gambar untuk melihat ukuran besar
Farmasi Officina
OFFICINA dari biara Ursulin di Klagenfurt, Austria, 1730
Pengunjung dibawa ke latar belakang sejarah abad ke 18, yang disebut Bamberg-officine terdiri dari furnitur asli, misalnya meja persiapan yang sangat berharga dari periode usang dari “Farmasi Pengadilan” di Bamberg, dan penyelesaian dibuat dalam gaya yang sama, diperuntukkan pertama bagi apotik untuk pengadilan pangeran-uskup dan nantinya untuk publik.
Dari Biara Ursulin di Klagenfurt Offizin lain di koleksi museum sebagai contoh apotek farmasi biara tidak terbuka untuk umum . Tahun 1730 di massa penobatan arabesque menunjukkan waktu pembuatannya sedangkan IHS huruf adalah simbol untuk Yesus Kristus.
Koleksi Ruang 6 Museum Farmasi Heidelberg, Jerman
Laci Bahan Obat
Laci bahan Obat
Perabotan dari abad 18. Bamberg, Pengadilan Farmasi
::: Ruang 7 :::
>> Ruang Herbal dan Penyimpanan (Gudang) Pertama bahan baku obat dalam jumlah besar dimasukkan dan disimpan disini. Sebagai gudang untuk menyimpan bahan herbal dan bahan-bahan padat lainnya, ruangan dipenuhi dengan bau harum rempah-rempah segar dan kering, yang kebanyakan dibuat pada abad ke-18.
Mari Masuk Ruang 7 – Koleksi Peralatan dan Herbal
Ruang 7. Gudang Penyimpanan Farmasi abad ke 17 dan 18. Museum Farmasi Jerman
Beragam peralatan yang bisa dipergunakan tangan untuk pengolahan bahan disimpan di sini, seperti pisau dan papan yang digunakan untuk memotong-motong akar dan kulit kayu, lalu mortir dan mangkuk untuk menghancurkan juga merupakan bagian-bagian penting dari peralatan.
Ruang 7 – Koleksi Peralatan Farmasi
Ruang 7 – Koleksi Peralatan dan Herbal
Ruang 7 – Koleksi Peralatan Farmasi Jerman
::: Ruang 8 dan 9 :::
Mohon maaf saya hanya punya foto-foto dibawah ini, bingung juga nih, mungkin lupa masuk ke ruang 8 dan 9 , karena di foto-foto saya tidak ada keterangan ruangan tersebut, di website museum pun tidak ada bahasan tentang ruang 8 dan 9.
Ruang 8. Dedikasi terhadap Obat
Ruang 8. Gudang alat-alat Farmasi
Label Tincture Pressure
Alat Tincture Pressure. Mesin Pembuat Tincture
::: Ruang 10 :::
Sekarang mari kita lanjutkan perjalanan ke ruang yang tak kalah penting bagi tenaga Farmasi, yakni Laboratorium.
Ruang Laboratorium terletak di “Menara Apoteker “, merupakan bagian dari benteng yang dibangun pada abad 15. Memberikan kesan mendalam bagi pengunjung ketika melihat arsitektur menara dengan dinding yang kuat dan kubah tinggi
::: Ruang 11 :::
Toko Belanja Museum
Disini pengunjung bisa membeli berbagai macam souvenir untuk koleksi atau untuk diberikan sebagai hadiah, seperti miniatur pot untuk sirup dan salep. Permen, sabun buatan tangan, berbagai macam miniatur alat-alat farmasi yang terbuat dari kaca dan kayu. Miniatur mortir dan timbangan, bahkan miniature interior ruang apotik dalam ukuran kotak korek api menjadi salah hal yang sayang untuk dilewatkan sebagai oleh-oleh dari Museum Farmasi Jerman.
Miniatur Ruang Apotek di Museum Farmasi Heidelberg, Jerman
Dibawah ini adalah video perjalanan kami keluar dari Zweisimmen, Switzerland. 27Juli 2011. Akhirnya kami pindahan juga dari Swiss ke Jerman.
Karena jalanannya kecil hanya bisa untuk dua mobil berlawanan arah, jadi Frank harus konsentrasi tingkat tinggi ketika mengendarai truk besar, saya tidak boleh bicara banyak! wuahhh galak bener abangnya.. jadi saya buat video singkat ini saja untuk menghilangkan kejenuhan.
Pemandangannya sangat indah, namun buat pengendara harus ekstra hati-hati jangan menikmati pemandangan ya, karena salah-salah bisa masuk jurang loh! Yang bisa menikmati pemandangan khusus buat penumpang seperti saya he-he-he
Setelah masuk jalan tol saya bebas mau bicara apa saja, bisa lanjut ngobrol sepuasnya dengan suami ;-).
Hati-hati Email Penipuan dari Orang Sekarat. Saya baru saja menerima email ini, dari seorang yang mengaku sekarat dan mau menyumbang untuk korban bencana alam tsunami di Indonesia. Dasar sinting! Emang tsunami kapan? sudah lama kali!, sok mau menyumbang ke yatim piatu, janda-janda dan korban bencana alam di Indonesia.
Hati-hati penipuan melalui Email. (Foto: gettyimages)
Setelah saya cek melalui Email Tracking, ternyata pelakunya berada di negara yang namanya Pantai Gading, negara ini perkembangan ekonominya telah dikikis oleh kekacauan politik yang ditimbulkan oleh korupsi dan penolakan reformasi, intinya negara miskin kali yaa.
From: Ebigali To: (BLANK) ——-> scammer mengirim secara acak, biasanya gunakan fasilitas Bcc. Jadi semua penerima tidak bisa melihat, semua penerima email. Sent: Sunday, July 24, 2011 6:16 PM Subject: Donation for the affected Disasters people in Indonesia.
From Mrs Ebigali Tuku,
Abidjan, Cote D’Ivoire
Donation for the affected Disasters people in Indonesia.
I do recognised the surprise this letter will bring to you, most especially as it comes from a stranger.I am Mrs Ebigali Tuku i am in the hospital due to my sickness,i read in a magazines what happened in the world today tsaumi disasters and i decided to offer this donation to them because i saw this people that affected and they are suffering,expecially the children.
I am donating this sum of Four million,Eight Hundred Thousand United State Dollars.(USD$4.800,000)to the ophanages and widows and most people that was affected by tsaumi and disasters,but the money is in the Security Company and deposited inside a Trunk Box as family valueable here in Abidjan Ivory coast.
So i want you to help to retrieve and receive the Fund,then use it for the affected people.
Recently, my Doctor told me that I have serious sickness which is cancer problem. The one that disturbs me most is my stroke sickness.
Having known my condition I decided to donate this fund to the affected people,so you to utilize this money the way I am going to instruct herein.
I want you to use this fund for orphanages, widows and most affected people in Indonesia.
I am not afraid of death hence I know where I am going. I know that I am going to be in the bossom of the mighty God.
I don’t need any telephone communication in this regard because of my Critical Condition of health which the Doctor said that i should call or answer any telephone call because of my health condition.
As soon as I receive your reply I shall give you the contact of the security company here in Abidjan,so that you will contact with them and instruct them to bring the Trunk Box(Fund) to you in your address with their courier immunities.
Please always be prayerful and also put me in your daily prayers,assure me that you will act accordingly as I Stated herein.
Hoping to receive your reply.
Regards.
Mrs.Ebigali Tuku. ____________________
*Ini adalah email penipuan! Hati-hati ketika Anda mendapatkannya! Lihat email recipent kosong. Para penipu mengirim email secara acak. Jangan dibalas, lebih baik langsung dihapus.
Wowww Pertama Kali nemu Telur Ayam Kembar. Lihat foto di bawah ini, ada satu telur yang paling besar kan?
Swiss Eggs
Dua hari lalu saya membeli 3 telur ayam dari pemilik kontrakan, dia mempunyai peternakan ayam disamping rumah.
Ayam-ayam peliharaan pemilik bapak kontrakan. Januari 2011
Satu telur harganya 60 cent chf, *kurs bca hari ini 25 Juli 2011 (1 chf = Rp.+ 10.400) jadi satu telur harganya Rp.6200. Oh iya bukan mau bicarakan nilai tukar mata uang, oke lanjut ke soal telurnya haha.
Siang ini saya masak makan siang, menunya Knödel (kentang), wortel, tomat. Karena hampir setiap hari lauknya ayam goreng, maka kali ini saya ingin dengan telur ceplok sebagai lauknya.
Saya lihat ada telur ayam paling besar, maka saya pilihlah, saya pecahkan diatas pengorengan, wahhhhh telur kembar, kuningnya ada dua, pantesan telurnya besar sekali. Maklum agak-agak norak langsung saya potret karena seumur hidup baru pertama kali ini ketemu telur ayam kembar 😉 .
Nah mitosnya nih, katanya kalau ketemu/mendapatkan telur dengan dua kuning dalam satu cangkang: akan punya anak kembar (ternyata anak saya tidak kembar haha), segera menikah (bagi yang belum nikah), mendapat kemakmuran, mendapat kesuburan dll.
Home Sweet Home in Zweisimmen. Setelah menempuh jarak kira-kira 421 KM, 6 setengah jam perjalanan dari Bad Rappenau (Jerman) akhirnya sampailah kami dirumah tercinta di Zweisimmen, Switzerland. Begitu lamanya waktu yang kami tempuh karena kami berhenti dua kali dalam perjalanan (biasanya perjalanan sekitar empat jam-an).
Yang pertama menghindari macet, Frank memilih perjalanan melalui Strasbourg yang terletak di Perancis bagian timur, kami berhenti di kota ini sekitar jam 8.20 untuk mampir di salah satu supermarket, belanja sedikit bahan makanan untuk masak di Swiss. Oh ya sekaligus numpang pipis gratis di toilet resto hehehe.
Jalanan Arah Strasbourg
Satu jam kemudian kami melanjutkan perjalanan, terkadang saya tak dapat melawan rasa kantuk karena lamanya perjalanan, saya tak boleh banyak bicara karena Frank bilang dia harus konsen nyetir, juga tak boleh mengajukan pertanyaan yang menggangu konsentrasi menyetir, duuhhh capee dehh hanya bisa dengar siaran radio plus musik dalam bahasa Jerman 🙁 .
Keluar dari Strasbourg saya lihat beberapa kali petunjuk jalan ke arah Paris 500 KM, setelah saya tanya Frank kira-kira makan waktu 4-5 jam kesana, maka saya jadi tidak berminat ahh.
Frank sempat menggerutu kalau macet, (seharusnya rencananya kami berangkat jam 4 pagi, supaya jalanan lancar) dia bilang : “kenapa sih kamu gak bangun jam 4 pagi tadi“ saya jawab : “kenapa cuma bangunin saya satu kali, harusnya bangunin beberapa kali dong hehehe ..“
Pemandangan sepanjang perjalanan sungguh indah, lapangan rumput nan hijau, terkadang melewati pohon-pohon menjulang tinggi, cuaca juga sangat bersahabat pada saya (saya tidak suka panas sinar terik matahari, sebaliknya dengan Frank). Hari ini suhu tertinggi 22,5 derajat dan agak mendung, sang mentari malu-malu bersinar.
Yang kedua kali (sekitar jam 11.30) kami berhenti di pom bensin yang ada tempat istirahatnya, ada mini market, ada toko-toko kecil, ada restorannya juga. Frank harus menukarkan euro-nya ke mata uang Swiss (swiss franc), ternyata kursnya tidak bagus. Setelah itu kami menikmati beberapa potong roti yang kami beli dari Perancis, Frank sambil menyeruput kopi sluurrrppp, saya lebih memilih minum air putih tanpa rasa yang saya bawa dari Jerman.
Sempat ada sepasang anak muda menghampiri kami minta tumpangan, mereka memegang karton ukuran besar bertuliskan “Bern“ sayangnya tujuan kami bukan ke Bern, dan lebih sayangnya lagi mobil kami penuh koper besar dan karton-karton, jadi tidak ada bangku kosong. Ketika akan keluar lokasi tersebut ternyata ada pasangan lain sekitar 4 atau 5 pasang orang yang minta tumpangan, dengan jempol mengarah ke mobil yang melewati mereka.
Tak pernah berhasil memotret sapi-sapi ukuran jumbo, selalu terlalu jauh jaraknya atau terlalu cepat laju mobil kami.
Sapi-sapi ukuran jumbo
Rumah ditinggal sekitar dua minggu, maka mau tak mau kami kerja bakti dulu membersihkan debu. Beberapa jam kemudian Frank asyik tertidur dengan tv menyala dan kacamatanya masih melekat. Saya bikin soup mie campur tomat dan telur kocok, laparrr setelah kerja bakti. Sambil menunggu hidangan siap, saya buka pintu balkon dapur.
Pemandangan dari Balkon Dapur.
.. “Oo rupanya gerimis, pemandangannya indah sekali!!!, lalu saya ambil kamera saya cekrak cekrek .. lah rupanya hujannya tidak nampak dalam fotonya“
Gerimis yang indah 19.07.2011Jam 18.30 Pemandangan dari Jendelah Samping Ruang Tamu
Sampai sini dulu ceritanya ya, saya mau menikmati sup panas ditengah cuaca dingin ini ^^ .
The winners of May Lufhtansa Quiz. (Foto: dok. pribadi)
Berkali-kali ikutan NewsletterQuiz Lufthansa iseng saja sih, akhirnya Hoorraayy saya menjadi salah satu pemenang untuk bulan Mei 2011. Lihat pemberitahuannya 16 Juni lalu di newsletter yang dikirim per email.
Hadiahnya berupa paket produk kecantikan dari Kiehl’s. Padahal per 14 Juni 2011 saya sudah menetap di Swiss dan Jerman. Saya coba hubungi customer servicenya, untunglah ternyata bisa di wakilkan pengambilan hadiahnya ;-).
Pagi ini saya dapat laporan dari adik saya kalau hadiahnya sudah diambil, dia bilang “kirain hadiahnya gimana gitu, ternyata hanya seperti sample produk saja“. Jawab saya :”ahh yang penting sudah menang!” he-he-he.
Nantinya kita bisa mendapatkan informasi dari Lufthansa, misal kalau ada promo harga tiket maka kita akan dikirimkan newsletter.
Bisa juga nge- like http://www.facebook.com/lufthansa kita bisa mendapat informasi seputar Lufthansa diseluruh dunia, termasuk bisa ikutan kuis-kuis dengan hadiah lebih besar ;-).
Hati-hati Penipuan Belanja Barang Elektronik via toko Online. Barusan baca milis ada yang kena tipu lagi dengan online shop di Batam
Shopping Online (Foto: gettyimages)
Korbanya membeli IPAD & BB Torch secara online ke* Rino Saputra* Jl. Plamboyan lantai dasar Nagoya Hill Blok C No.47 Batam-Indonesia atau di Jl. Imam Bonjol Nagoya Hill Blok A No.47 Batam.
Saya iseng tanya mr. Google.. wah .. wah .. wah ternyata banyak sekali yang sudah jadi korban penipuan. Uang sudah ditransfer, namun barang tidak kunjung datang, penjualnya tidak bisa dihubungi.
Saran saya kalau mau belanja online, (apalagi barang elektronik) : 1. Teliti dahulu untuk nama penjual atau nama & alamat toko onlinenya. Biasanya google banyak sekali membantu. 2. Lihat tampilan website toko onlinenya, apakah websitenya ala kadarnya saja, apakah ada komentar-komentar dari pembeli yang merasa puas atau malah kecewa. 3. Kalau ada kerabat atau teman di dekat alamat toko online tersebut, bisa minta mereka untuk cek keberadaan alamatnya, apakah benar ada atau hanya fiktif. 4. Berhati-hati kalau ada yang menawarkan barang elektronik dengan harga sangat sangat murah kemungkinan ada udang dibalik batu hehehe.
Semoga pihak berwajib bisa menangkap para pelakunya 😉 .
Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg. 10 Juli lalu saya dan Frank mengujungi Heidelberg. Sebenarnya pertama harus membahas mengenai kastil Heideilberg dahulu, namun karena museum farmasi Jerman lebih menarik perhatian saya, maka cerita mengenai kastil akan menyusul kemudian ya 😉 .
Museum Farmasi Jerman berada didalam area Kastil Heidelberg, dengan lebih dari 20.000 objek, koleksi museum ini terbesar dan terbaik di seluruh dunia yang mana mencakup dua ribu tahun sejarah ilmu kedokteran khususnya sejarah farmasi.
>>Jam Buka Museum
Bulan April – Oktober : tiap hari Jam 10.00 – 18.00, terakhir masuk jam 17.40
Bulan November – Maret : tiap hari Jam 10.00 – 17.30, terakhir masuk jam 17.10
>>Tiket Masuk Dewasa : 5 Euro Anak/pelajar : 3 Euro
*Kalau sudah beli tiket masuk kastil Heidelberg, maka masuk museum farmasi Jerman gratis.
Pengunjung diperbolehkan memotret seluruh koleksi didalam museum namun ada catatan penting, kita tidak boleh menggunakan lampu cahaya (blitz) pada kamera.
Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman
Mari kita mulai perjalanan menikmati Museum Farmasi Jerman yang menakjubkan!
::: Ruang 1 :::
Diruang ini selain ada meja resepsionis, kita juga bisa melihat satu lemari dengan empat rak berikut delapan pintunya dari periode Baroque, didalamnya terdapat banyak bagian potongan furnitur dan perlengkapan lain dari apotik. Tanggal tertua mebel adalah dari gudang farmasi kota Mosbach, Abad 17.
Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750
>>Sejarah Apotek dan Profesi Apoteker
Prinsip-prinsip kuno dari pengobatan, terutama hal-hal yang menarik dari abad 13 sampai abad 21 akan dibahas sebagai pengantar di ruang 2.
::: Ruang 2 :::
Pengantar Sejarah Farmasi
Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiKoleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiSelamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiKoleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiKoleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
Diruang ini pengunjung akan disuguhi penjelasan mengenai apotek pertama dan profesi apoteker di negara-negara berbahasa Jerman, pengembangan undang-undang Farmasi, peran apotek biara, pengaruh pengamatan alam dan alkimia lebih dari pengetahuan medis, perubahan intensif disebabkan oleh berkembang pesatnya ilmu alam, pengaruh signifikan dari kepribadian para ilmuwan, dan juga perubahan pelatihan akademik dan diferensiasi profesi farmasi di abad ke-19 dan 20, industrialisasi, farmasi tahun 1933-1945, pengembangan setelah perang, perubahan pendirian posisi farmasi dan apoteker adalah kata kunci hari ini di topik area pengantar.
Farmakope JermanMesin Destilasi UapEtiket ObatEtase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi JermanWadah dosis tunggal dalam ampulEtase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi JermanAspirin
Setelah puas berada di ruang pengenalan, mari kita memasuki area interaktif di ruang 3.
::: Ruang 3 :::
Sejak tahun 2007 ada daerah yang menarik untuk dikunjungi anak-anak yang juga berada di dalam museum farmasi Jerman, yakni ruang Farmasi Anak.
Interior ruangan dibuat sedemikian rupa dengan nuansa cerah khas anak-anak. Terdapat lemari dengan laci-laci yang bisa dibuka yang berisi berbagai macam bahan obat. Kita bisa meminta resep teh sehat di meja petugas di pintu masuk museum lalu kita bisa meracik sendiri teh dengan rasa sesuai dengan keinginan kita.
Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
Semua teh mengandung tiga bahan, kita bisa mengambil bahan-bahasnya dari rak obat. Kita bisa menggunakan mortir granit besar untuk mendapatkan minyak esensial dari bahan yang kita racik. Setiap anak dapat mengambil produk, menyiapkan teh yang lezat yang dikemas dengan label museum yang indah untuk dibawa pulang.
Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
Selanjutnya mari kita melangkah ke toko farmasi dari awal abad ke 19 yang berada di ruang 4.
::: Ruang 4 :::
Disini terdapat perabotan yang terbuat dari kayu Ceri yang pembuatannya berdasarkan instruksi pemiliknya Chr. J. Faulhaber. Koleksinya tersebut menghiasi “Farmasi Crown” di kota Ulm merupakan bagian dari “Farmasi sebagai tempat kerja” dan kini menjadi bagian dari museum farmasi Jerman.
Toko Farmasi Awal Abad 19
Setelah melewati kanopi menutup apotek di ruang 4, mari kita menuju ruang 5.
::: Ruang 5 :::
Tema besar berikutnya muncul setelah “Farmasi Crown”. Dengan bantuan dari koleksi yang luar biasa obat berharga dari abad 17 ke abad 19, Anda akan menemukan dasar produksi farmasi di 28 kasus. Lebih dari 1000 koleksi bahan baku yang mewakili berbagai zat medis dari periode ini: “materia medica”.
Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi JermanRuang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi JermanRuang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman
Ada obat lama ajaib yang terlupakan seperti unicorn, mumi, atau obat universal yang disebut “theriac” mengandung opium dan lebih dari 200 bahan lainnya. Koleksi di ruang ini membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Ruangan dibagi menjadi tiga “kerajaan alam” (regnae Naturae) sesuai dengan klasifikasi sejarah: kerajaan mineral, tumbuhan, dan hewan.
Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
Penerapan zat tumbuhan, mineral, atau hewan seringkali tampaknya aneh bagi kita, tapi itu terlibat dalam sistem medis konklusif sesuai dengan pengetahuan pada waktu itu.
Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
Setelah mengamati gambaran dari obat farmasi dan penerapannya, mari kita lanjutkan tur ke sebuah ruangan besar yang dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan rupa toko obat, dengan tema utama “Toko Farmasi sebagai tempat kerja“. Disini akan disajikan tiga bagian penting : OFFICINA, ruang untuk mengolah tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya, dan laboratorium.
Jadi ceritanya ada yang berkunjung ke blogku ini, bertanya tentang berapa kira-kira biaya hidup selama 14 hari untuk jalan-jalan di negara Swiss. Berhubung waktu Januari-Februari 2011 saya menumpang hidup, alias biaya selama saya menetap selama 2 minggu di Swiss sepenuhnya ditanggung sponsor saya yang sangat baik hati, jadi saya tidak membuat catatan berapa banyak pengeluaran selama saya disana.
Yang saya tahu untuk urusan tempat tinggal dan biaya hidup di Swiss mahal, malah masuk kategori negara termahal sedunia.
Menurut hasil studi UBS Bank, Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia yang disusul Jenewa pada posisi ketiga biaya hidup termahal di dunia.
Daripada ngarang atau menebak-nebak, barusan ini saya wawancaralah salah seorang teman baik saya yang biasa sering saya recoki untuk urusan seputar jalan-jalan. Namanya Kei Shinta http://keishinta.wordpress.com Pengalaman dia selama 14 hari di Swiss.
Rincian pengeluarannya :
Hotel USD 100/night Makan 3 kali, 100 USD/hari Transportasi 10 hari dengan swiss pas 500 CHF/10 hari Tiket masuk tempat wisata 14 hari 1000 CHF wkt itu musim gugur september 2010, dingin jadi sering makan 1 hari bisa 100 CHF, untuk urusan minum seringnya coca cola mulu.
*(Kurs Juni 2011, 1 CHF antara Rp. 9.000 – Rp. 9.500)
Kalau mau irit ya bisa minum air kran, gratis! air kran di Eropa bisa langsung diminum tidak perlu kuatir, lainnya halnya kalau beli air putih dalam kemasan, mahal malah lebih mahal dari di Indonesia.
Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia. Pendapatan dan gaji rata-rata yang diperoleh warga Zurich adalah terbesar di dunia. Sebut saja misalnya gaji guru sekolah dasar sebesar US$84 ribu atau Rp750 juta per tahun atau tertinggi di dunia untuk ukuran seorang guru. Karena itu, wajar pula jika biaya hidup di kota ini sangat tinggi.
Zurich, menjadi sangat terkenal dan mahal berkat tujuan wisata ke pegunungan Alpine. Kebijakan pajak yang rendah telah menarik banyak investor ke negara ini.
Jenewa menempati posisi ketiga biaya hidup termahal di dunia. Ini juga bisa terjadi karena gaji rata-rata yang diperoleh warga Jenewa merupakan tertinggi ketiga di dunia. Dengan bayaran sebanyak itu, warga Jenewa juga bisa berbuat lebih banyak. (Sumber: UBS Bank)
Jadi tergantung kita melihat dari sudut pandang mana kategori mahalnya tersebut, karena pendapatan tertinggi penduduknya juga menimbulkan biaya hidup yang masuk kategori termahal sedunia.
Kalau untuk urusan pajak, dibandingkan dengan negara Eropa lainnya seperti Jerman, pungutan pajak di Swiss lebih rendah.
Mengelola Sampah ala Jerman. Kali ini saya akan membahas mengenai metode pembuangan sampah di Jerman.
Menurut wikipedia, sampah merupakan material atau bahan sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.
Berdasarkan sifatnya, ada dua macam sampah :
1. Sampah Organik, dapat diurai (degradable) : yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
2. Sampah Anorganik, tidak terurai (undegradable) : yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.
Di Jerman, orang tak bisa membuang sampah sembarangan. Ada tempat khusus untuk setiap jenisnya. Untuk setiap jenis sampah tersebut tersedia bak sampahnya masing-masing.
Setiap perumahan, toko, kantor, restoran, supermarket dan industri di Jerman wajib memiliki minimum dua macam tong sampah yang disediakan dinas kebersihan pemerintah daerah setempat.
Tong yang tutupnya berwarna hijau digunakan buat pembuangan sampah organik yang bisa langsung dikomposkan, sedangkan tong bertutup abu-abu untuk pembuangan sampah multi atau nonorganik.
Disini (Bad Rappenau) Setiap hari kamis, kita akan melihat tong sampah berjejer rapi di pinggir jalan yang kemudian diambil oleh dinas kebersihan. Mobil sampahnya berupa truck box berukuran besar sehingga tidak ada bau sampah yang keluar. Karena saat ini sedang musim panas maka tong sampah berwarna hijau diangkut tiap minggu (hari kamis) oleh petugas, sedangkan yang berwarna abu-abu diangkut tiap dua minggu sekali.
Untuk sampah lainnya, seperti barang pecah belah, kertas, barang logam, pakaian dan lainnya kita harus mendatangi lokasi pembuangan sampah tertentu, harus perhatikan hari dan jam untuk buang sampahnya. Hal ini supaya tidak menggangu lingkungan sekitar dan menghindari suara berisik saat kita buang sampah. Di lokasi yang saya datangi hari dan jam buang sampah adalah hari senin sampai sabtu, jam 9 pagi sampai jam 7 malam.
Foto 1. Lokasi Pembuangan Sampah, yang saya kunjungi ini di Bad Rappenau
Foto 2. Schuhspende & Kleiderspende (bak sampahnya berwarna hijau) : Sampah sepatu dan Pakaian, kalau Anda memiliki banyak sepatu dan pakaian yang sudah tidak mau digunakan lagi, daripada bikin sumpek rumah silakan masukkan ke wadah pembuangan ini.
Yang tengah khusus untuk sepatu-sepatu bekas sedangkan bagian kiri dan kanan untuk pakaian-pakaian bekas.
Foto 3. Für Zeitungen/Zeitschriften (bak sampahnya berwarna coklat) : yang boleh dimasukkan hanya berupa sampah kertas. Seperti koran, majalah dan lainnya yakni semua sampah terbuat dari kertas.
Diluar tempat sampah diberi peringatan tidak boleh untuk sampah berupa dus atau karton, seperti dus susu, dus minuman ringan, dus makanan dll. Tapi ko saya lihat ada sampah karton tuh masuk juga, wah itu orang yang bandel atau tidak mengerti ya :D.
Foto 4. Dosen und Behälter aus Metall (bak sampahnya berwarna silver ada garis orange) : untuk sampah dari bahan logam atau kalengan, seperti kaleng minuman ringan, ( coca cola, sprite dll ), wadah makanan, dan lainnya yang terbuat dari logam.
Barang pecah belah dibedakan menjadi tiga, yakni :
Foto 5. Für Grünglas (bak sampahnya berwarna hijau) : untuk sampah berupa barang pecah belah (kaca / beling) berwarna hijau, seperti botol-botol minuman yang berwarna hijau silakan masukkan kesini.
Diluar tempat sampah diberi peringatan tidak boleh untuk sampah berupa keramik atau porcelain.
Foto 6. Für Braunglas (bak sampahnya berwarna coklat) : untuk sampah berupa barang pecah belah (kaca / beling) berwarna coklat, seperti botol-botol minuman yang berwarna coklat silakan masukkan kesini.
Diluar tempat sampah diberi peringatan tidak boleh untuk sampah berupa keramik atau porcelain.
Foto 7. Für Weissglas (bak sampahnya berwarna putih) : untuk sampah berupa barang pecah belah (kaca / beling) bening atau transparan, seperti botol-botol minuman silakan masukkan kesini.
Diluar tempat sampah diberi peringatan tidak boleh untuk sampah berupa keramik atau porcelain.
Kalau buang botol, harus pisahkan antara botol dengan tutupnya, tutupnya tersebut harus dibuang ke bak yang untuk sampah logam.
Kalau Anda ingin membuang barang-barang yang tidak dipakai lagi seperti , kursi, tempat tidur, atau perabot rumah tangga lain, bisa menelpon kantor pembuangan sampah. “barang-barang tidak terpakai” tersebut akan diangkut, asalkan diletakkan di pinggir jalan raya, untuk mempermudah pengangkutannya.