Author: Emaknya Benjamin br. Silaen

  • Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 3 dan 4)

    Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 3 dan 4)

    Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 3 dan 4) – Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat

    Bagian 1 klik disini

    Bagian 2 klik disini

    Aku Kesengsem pada Lelaki Itu

    Oleh Yuyu A.N. Krisna Mandagie

    UTRECHT – Kisah lain dialami oleh temanku, Amiatun. Setamat SMA di Pontianak, Kalimatan Barat, gadis cantik itu melanjutkan pendidikan ke sekolah tari di Bandung, Jawa Barat. Menjadi penari dan guru tari merupakan cita-cita gadis bertubuh semampai ini.

    Di Bandung, Amiatun kos di rumah ibu Supinah, janda seorang Belanda pegawai perkebunan teh. Memang, janda ini hidup dari menyewakan kamar-kamar di rumahnya yang tergolong besar dan terletak di jalan kelas satu di Kota Bandung. Selain menerima kos, ibu Supinah juga menerima turis-turis dari manca negara. Tetapi karena ibu Supinah fasih berbahasa Belanda, maka kebanyakan turis yang menginap adalah orang-orang Belanda. Di suatu sore yang sejuk sepulang dari sekolah,

    Amiatun melihat ada sebuah minibus di halaman rumah kosnya. Beberapa turis berkulit putih turun dari minibus dan berjalan memasuki rumah disambut ibu Supinah. Oleh ibu Supinah, Amiatun diperkenalkan dengan tamu-tamu asing itu. Mereka akan menginap selama tiga hari. Saat itu jantung Amiatun bergetar tatkala berjabat tangan dengan salah seorang laki-laki dari rombongan turis tersebut. “Gerard…,” kata lelaki itu.

    Aduh Mbak, aku hampir pingsan“, ungkap Amiatun, melukiskan perasaannya ketika itu. Berikut ini ceritanya: Laki-laki seperti Gerard selalu ada dalam angan-anganku. Beberapa tahun yang silam, keluarga kami tinggal di salah satu kota dimana banyak orang asing. Tetangga kami adalah pasangan muda asal Prancis yang hidup begitu harmonis. Sang suami begitu romantis memperlakukan istrinya. Aku yang saat itu masih gadis kecil merekam di dalam benakku, semua yang kulihat semasa kecil.

    Baca juga: Nikah Sama Bule Bukan Impian Saya

     

    Aku juga bermimpi kelak ingin bersuamikan laki-laki seperti laki-laki Prancis tetanggaku itu. Dan mimpi itu terbawa hingga saat aku berkenalan dengan Gerard. Mimpi-mimpiku seakan menjadi kenyataan. Laki-laki Prancis tetanggaku itu seakan-akan hidup di depanku. Aku kesengsem pada lelaki. Dan ternyata gayung bersambut. Gerard juga menyenangi aku. Maka kami berdua menjadi dekat. Dia begitu galant dan sopan. Namun tak terasa, rombongan Gerard akan berangkat ke Yogyakarta, lalu Bali dan langsung kembali ke Belanda. Maka hubungan kami dilanjutkan lewat surat dan kartu pos, juga lewat telepon. Perkenalan kami terjadi di bulan Agustus 1991, lalu aku dilamar dan langsung kawin pada bulan November tahun itu juga. Gerard mengikuti semua persyaratan yang diajukan keluargaku. Kami menikah dalam adat Jawa. Mungkin inilah pesta yang besar dan mewah yang pernah diadakan di kampungku.

    Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 3 dan 4)

    Dua minggu usai perhelatan, Gerard harus segera kembali ke Belanda, karena dia hanya boleh cuti dua minggu. Sedangkan aku, baru menyusul dua bulan kemudian, karena harus mengurus surat-surat kepindahan ke Negeri Belanda. Bulan Januari 1992, saat musim dingin mencapai puncaknya, aku berangkat menyusul Gerard ke Negeri Belanda. Untuk itu, dua minggu sebelumnya aku sudah mengirimkan surat dengan pos kilat. Sebab hubungan telepon di rumah Gerard terputus sejak pernikahan kami, entah mengapa. Sehingga satu-satunya caraku untuk menghubungi Gerard hanyalah lewat surat.

    Tiba di Schiphol Pagi-pagi buta pesawat KLM yang aku tumpangi mendarat di Bandara Schiphol. Hatiku berbunga-bunga membayangkan tak lama lagi akan bertemu dengan suami tercinta. Dari balik dinding kaca tembus pandang, aku melihat keluar. Di luar hari masih gelap. Aku baru tahu bahwa pada musim dingin matahari di belahan bumi Eropa menampakkan diri lebih lambat dari musim panas. Menurut ibu asal Ambon yang duduk di sebelahku dalam pesawat, matahari pada musim dingin muncul kira-kira jam 8 pagi.

    Setelah melewati pemeriksaan imigrasi dan pabean, aku berjalan menuju pintu keluar dengan ditemani ibu yang baik itu. Tetapi di ruangan penjemput aku tidak melihat sosok Gerard. Aku melayangkan pandangan ke seluruh penjuru, namun Gerard tidak ada. Jantung tersentak, aku mulai panik. Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku. Apakah surat kilat itu belum diterima. Tetapi itu tidak mungkin, karena sudah dua minggu surat aku kirimkan. Ibu Ambon yang baik hati itu menenangkan aku, karena kami sudah dua jam menunggu namun Gerard tak kunjung datang. Aku pun kemudian mampir ke rumah ibu Ambon di Amsterdam. Siang harinya dengan bantuan anak-anak ibu itu, aku berhasil menemukan nomor telepon baru milik Gerard.

    Tulisan Terkini

    Ternyata Gerard tidak begitu terkejut mengetahui istrinya sudah ada di Amsterdam, sebab dia pada pagi itu sudah menerima surat yang aku kirimkan. Cuma, dia bingung dimana aku berada. Lantas, aku dan Gerard pulang ke flat yang terletak di dekat kota Utrecht. Aku kembali terkejut untuk kedua kalinya, ketika memasuki flatnya yang hanya sebuah ruangan, tempat dimana Gerard makan, tidur dan menerima tamu.

    Aku sulit dihadapkan dengan kondisi ini. Sebab di rumah orang tuaku di Kalimantan, walaupun sederhana, setiap kegiatan dilakukan di ruangan tersendiri. Rumah kami seperti lazimnya rumah-rumah di Indonesia. Ada ruang tamu, ruang makan, ruang tidur, ruang kerja, ruang belajar, dll. Tapi di negeri yang maju ini, semua kegiatan dilakukan di satu ruangan. Rasanya aku belum dapat mengadaptasi keadaan ini. Selain itu, untuk mencapai ruangan dimana Gerard tinggal di lantai 3, aku harus menaiki anak tangga yang membuat napasku tersengal-sengal. Belum selesai rupanya keterkejutanku pada hari itu.

    Hari semakin sore. Di musim dingin matahari cepat sekali masuk ke peraduan. Jam baru menunjukkan angka 4, tetapi di luar hari sudah gelap.

    Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat (4)

    Curi Uang Celengan untuk Beli Roti

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 2)

    Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 2)

    Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 2). Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat ( bagian 1) klik disini

    *****

    Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat (2)

    Rahasia Sebuah Lemari

    Oleh : Yuyu A.N. Krisna Mandagie

    Kisah - Kisah Kawin Campur yang Tragis
    A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.
    Mignon McLaughlin

    AMSTERDAM-Waktu dua minggu terasa berlalu begitu cepat. Musim panas pun berakhir dan belahan Eropa memasuki musim gugur. Udara mulai dingin dan daun mulai berguguran. Tetapi aku belum mau beranjak dari pelukan laki-laki itu. Aku masih menginginkan kehangatannya.

    Dua minggu telah mengubah seluruh kehidupanku. Aku jatuh cinta pada Eduard. Aku tak mau kembali ke Jakarta lagi. Aku putuskan hubungan pertunanganku. Cincin kukirimkan kembali ke Jakarta. Keluarga kami di Indonesia heboh besar. Baik di Jakarta, Semarang maupun Manado. Tetapi terus terang, keadaan ini sebenarnya yang dikehendaki ibuku yang sok ke belanda-belandaan. Aku benar-benar jatuh cinta, dan tanpa menyelidiki lebih jauh, siapa sebenarnya Eduard itu, aku menerima lamarannya.

    Tulisan Terkini

    Eduard mengaku bekerja di sebuah perusahaan penerbangan yang cukup ternama di Belanda. Kami pun menikah di Indonesia. Yang paling berbahagia adalah ibuku yang waktu itu sedang sakit, karena memang ibu menginginkan aku menikah dengan orang Belanda. Tak lama ibu meninggal dunia. Aku bersyukur pada Tuhan karena ibu tidak sempat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku usai pemberkatan nikah. Karena seandainya ibu masih hidup dan mendengar apa yang dialami oleh putri bungsunya ini, ibu pasti akan sedih. Maklum, ibu sangat mendukung perkawinan kami.

    Selesai mengurusi surat-surat, dan setelah ibu dimakamkan, aku dan Eduard meninggalkan Jakarta menuju Amsterdam. Lalu aku langsung menjadi warga negara Belanda. Aku memasuki dunia baru, kehidupan baru di Amsterdam. Sebagai keluarga baru, kami menempati flat dengan dua kamar tidur di pinggiran Amsterdam. Eduard begitu menyayangiku. Kemesraan pengantin baru benar-benar aku nikmati.

    Suatu hari di bulan ketiga perkawinan, Eduard berkata kepadaku bahwa dia merencanakan akan mengganti semua perabotan di rumah, peninggalan istri tuanya. Eduard memang seorang duda. Kata Eduard, ia ingin semua perabotan baru, begitu pula mobil harus diganti baru. Aku kurang setuju dengan rencana tersebut. Sebab menurutku, biar saja kami memakai perabotan tua karena Eduard baru saja mengeluarkan banyak uang saat pernikahan kami di Jakarta.

    Tetapi Eduard tetap pada keputusannya. Menurut Eduard, uang gampang dicari, kami bisa pinjam di bank dan dibayar dengan cicilan dari gaji. Dan hal ini lumrah di Belanda. Akhirnya aku menyetujui dan menandatangani pinjaman uang di bank bersama dengan Eduard. Jumlahnya cukup besar.

    Enam bulan sesudah aku sah menjadi istri Eduard, aku dengan perasaan ingin tahu berhasil membuka lemari Eduard yang selalu dikunci rapat. Aku tidak pernah merencanakan untuk mencampuri urusan pribagi Eduard, karena dia selalu berkata privacy-nya jangan sampai diganggu oleh siapa pun, termasuk oleh istrinya. Dan ini komitmen kami berdua.

    Baca juga: Nikah Sama Bule Bukan Impian Saya

     

    Rahasia Sebuah Lemari

    Pada suatu pagi, entah mengapa Eduard pergi ke tempat kerja tanpa membawa kunci lemari. Kunci itu tergeletak di atas meja. Mungkin dia lupa. Aku sangat terdorong untuk membuka lemari tersebut. Maka kemudian aku pun membukanya.

    Di dalam lemari itu ada sebuah kotak yang terkunci. Tetapi aku bisa membuka karena anak kunci ada dalam rangkaian kunci lemari itu. Kotak itu penuh dengan surat-surat. Dengan rasa ingin tahu aku mulai membaca surat itu satu per satu. Dan terbongkarlah begitu banyak rahasia mengenai siapa Eduard itu. Tetapi aku tak perlu membeberkannya.

    Sebagai orang terpelajar, aku bisa memilah-milah persoalan. Aku tahu, mana masalah yang cukup untuk diriku sendiri saja, tetapi aku juga tahu mana masalah yang perlu kulaporkan pada polisi.

    Namun yang paling mengejutkan, ternyata Eduard hanyalah seorang sopir di perusahaan penerbangan. Rupanya ia selama ini berbohong dengan mengaku sebagai seorang petugas mekanik pesawat terbang. Aku benar-benar kecewa. Pada masa mudaku, tidak sembarang orang bisa “datang” kepadaku. Tetapi kini aku harus menerima kenyataan bahwa sekarang setiap malam aku tidur dengan seorang sopir bus.

    Tetapi apa mau dikata, semua sudah terjadi. Bak’ nasi sudah menjadi bubur. Meski begitu, aku mencoba bertahan. Berusaha mengubah bubur itu menjadi bubur ayam. Setiap hari aku hanya bisa mengelus dada dan setiap malam menangis. Aku hidup dalam tekanan, kebohongan dan kemunafikan. Tetapi aku berprinsip bahwa keluargaku di Indonesia tidak boleh mengetahui cerita sedih ini.

    Latar belakang budaya kami memang berbeda, kebiasaan-kebiasaan kami juga bertolak belakang. Ia kasar, pemabuk dan gemar pergi ke kasino. Ini menambah penderitaanku. Tetapi bila kami mulai berkasih-kasihan sebagai suami-istri, semua derita itu seakan sirna. Saat-saat itu Eduard sangat menyenangkan. Sesudah itu, aku kembali lagi pada penderitaan yang tak berujung. Keadaan ini berdampak negatif bagi jiwaku. Aku menghukum diriku sendiri dengan mengatakan diriku adalah perempuan rendahan sebab seks bisa membuatku lupa akan penderitaan. Betapa rendahnya seorang Albertina. Maka kepribadianku pun goyah, dan kesehatan merosot. Aku menjadi langganan dokter dan rumah sakit.

    Setelah bertahan hidup sebagai istri Eduard selama dua tahun, aku tak sanggup lagi. Maka kami pun bercerai. Setelah bercerai, aku menyangka sebagian penderitaan akan berakhir. Tetapi ternyata derita itu semakin bertambah. Seperti yang kututurkan tadi, beberapa bulan setelah pernikahan, kami meminjam uang di bank. Aku ikut menandatangani formulir pinjaman itu. Nah, disinilah penderitaan itu bersambung. Aku berkewajiban melanjutkan pembayaran pinjaman itu, walaupun kami sudah bercerai. Usai perceraian, Eduard menghilang bak di telan bumi. Alamatnya tidak jelas. Dia menjadi buronan polisi. Mungkin dia telah pindah ke negara lain dengan identitas lain pula.

    Dari tunjangan janda, aku dapat hidup dari hari ke hari sambil membayar cicilan pinjaman ke bank. Aku bersyukur pada Tuhan, di saat kejatuhanku, komunitas Indonesia yang ada di Belanda sangat membantu. Mereka menampungku secara cuma-cuma, setelah aku keluar dari flat karena Eduard tidak membayar uang sewanya. Kemudian dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik dan bahasa Belanda yang seadanya, aku diterima bekerja di sebuah bank asing. Hidupku mulai tenang.

    Beberapa tahun kemudian setelah hidup menjanda, aku menerima lamaran seorang laki-laki Indonesia. Ia mengerti dan memaklumi keadaanku. Waktu itu aku tidak secantik dahulu ketika masih muda. Aku kini seorang wanita yang sakit-sakitan, tetapi Robert mau mendampingiku, menerima diriku apa adanya. Kami menikah dan kini mempunyai tiga anak laki-laki yang sehat. Tetapi penyakitku semakin parah. Aku tetap saja sakit-sakitan, seminggu sekali harus cuci darah.

    Lanjutan bagian 3 Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 3 dan 4).

    Pembaca setia, sebelum menikah dengan siapapun itu, dan dari bangsa manapun, kenali baik-baik calon pasanganmu. Apalagi kalau berencana menikah dengan orang asing, sebaiknya kita mengunjungi dahulu negara calon kita bermukin. Kenalan dengan keluarga dan teman-temannya, cari tahu sebanyak mungkin informasi mengenai calon kita.

    *****

    Artikel sisi gelap Perkawinan Timur Barat pernah di muat media online sinarharapan.co.id sebagai tulisan bersambung, sayangnya linknya tidak bisa dibuka lagi yakni sinarharapan.co.id/berita/0507/19/sh09.html Mengapa semua kisahnya di Belanda, ya karena Yuyu A.N. Krisna Mandagie sebagai penulis dan keluarganya dalam beberapa tahun tinggal di Belanda.

  • Beberapa Kisah Kawin Campur yang Tragis

    Beberapa Kisah Kawin Campur yang Tragis

    Beberapa Kisah Kawin Campur yang Tragis. A good marriage is one which allows for change and growth in the individuals and in the way they express their love. Pearl Buck (1892 – 1973)

    Sahabat bloger, apakah kalian lebih banyak mendengar kisah-kisah kawin campur yang bahagia atau malah lebih sering mendengar sisi negatifnya?.

    Mencari si Belahan Jiwa (Foto gettyimages) Beberapa Kisah Kawin Campur yang Tragis
    Mencari si Belahan Jiwa (Foto gettyimages)

    Beberapa saat lalu, saya sedang bongkar-bongkar file-file di komputer saya. Membaca beberapa artikel, melihat banyak sekali koleksi foto-foto saya, dan kemudian saya menemukan satu file berisi kisah-kisah kawin campur yang ditulis oleh Yuyu A.N. Krisna-Mandagie.

    Artikel ini pernah di media online sinarharapan.co.id sayangnya linknya tidak bisa dibuka lagi yakni: sinarharapan.co.id/berita/0507/19/sh09.html *link sudah tidak aktif lagi 🙁 .

    Saya ingin menampilkan artikelnya di blog saya ini, mungkin ada yang tertarik mengetahui sisi lain pernikahan campur. Ada 13 halaman kisahnya, namun sayangnya mungkin semuanya adalah kisah yang sedih. Selamat membaca ..

    *****

    Sisi Gelap Perkawinan Timur Barat (1)

    Oleh Yuyu A.N. Krisna-Mandagie

    Pengantar Redaksi:

    Perkawinan adalah komitmen sakral legal antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk rumah tangga. Tapi seringkali kenyataan berbeda dengan harapan. Contoh kasus, kisah tentang derita perempuan Indonesia yang menikah dengan laki-laki Belanda.

    Hubungan sejarah emosional antar kedua bangsa ini ternyata sering membawa dampak buruk dalam rumah tangga mereka.

    Mulai hari ini Sinar Harapan menurunkan tulisan bersambung “Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat“.

    Tulisan berikutnya, mulai Rabu (20/7), dimuat di halaman 10. Penulis dan keluarganya dalam beberapa tahun belakangan ini tinggal di Belanda.

    AMSTERDAM- Perkawinan adalah komitmen sakral antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan cinta kasih mereka dalam satu kehidupan rumah tangga, baik suka maupun duka. Namun kadang apa yang diharapkan, diimpikan dan dicita-citakan sangat berbeda dengan yang apa yang dialami. Semoga pengalaman pahit yang dialami beberapa perempuan Indonesia yang bersuamikan Belanda seperti yang dituturkan dalam tulisan ini, menjadi pelajaran dan bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan untuk menikah dengan laki-laki dari belahan bumi lain, khususnya Barat ini. Berikut adalah ungkapan-ungkapan sejumlah perempuan Indonesia yang bersamikan orang Belanda.

    Tulisan Terkini

    Yu, aku harus cuci darah lagi besok. Kesehatanku menurun benar minggu ini,” tutur Albertina, perempuan Kawanua berwajah Timur Tengah, mantan pramugari yang kini hidup di Lelystad, Belanda, menghitung hari-harinya. “Mbak, aku terpaksa mencuri uang celengan Gerard untuk membeli roti,” kata Amiatun, perempuan lain yang tinggal di Utrecht. “Aku tak tahan, Mbak. Aku harus pindah dari rumah itu. Simon memukul aku lagi. Bank pas-ku diambil,” ujar Naning, wanita lain lagi, saat aku membuka pintu rumahku di Hilversum, Belanda. Wajahnya sembab dan bengkak biru kehijau-hijauan. Sambil menggenggam kalungnya yang putus-putus, Naning menangis di pangkuanku. Naning kini tinggal di Hoofddorp, kota KLM dekat Schiphol.

    Coba lemari es saja dikunci, Mbak,” keluh Anie, perempuan asal Karawang yang tinggal di Den Haag.

    Baca juga: Nikah Sama Bule Bukan Impian Saya

     

    Pramugari Garuda

    Cafe Majestic di samping toko serba ada Bijenkorf Amsterdam ramai, hampir tidak ada kursi yang kosong. Tempat ini memang populer sebagai tempat rendez vous kalangan tua dan muda. Duduk menikmati segelas ijs lemon tea, sinar matahari musim panas bulan Juli dan lalu-lalang manusia, mobil, trem, bus dan sepeda memberikan kenikmatan tersendiri bagi Albertina, perempuan kurus berkulit pucat dengan wajah Timur Tengah. Siang itu aku menemaninya sambil mendengar curahan hatinya. Begini ceritanya.

    Aku adalah Albertina, lahir sebagai putri bungsu dari tujuh bersaudara keluarga Kawanua baik-baik. Ayahku seorang pegawai, ambtenaar, yang berkedudukan cukup tinggi di daerah asal kami. Ibuku karena pengaruh lingkungan, sangat ke belanda-belandaan. Saudara-saudaraku yang berjumlah tujuh orang itu semuanya berhasil dalam kehidupannya berkat didikan yang keras dari kedua orang tua kami.

    Tahun 1975 aku diterima oleh Garuda Indonesia Airways (GIA) sebagai pramugari. Waktu itu, untuk menjadi pramugari, persyaratannya cukup berat. Harus bisa berbahasa Inggris dengan baik. Postur tubuh harus seimbang antara tinggi dan berat badan. Harus menarik. Pokoknya sangat berat. Karena memang saat itu pramugari yang dibutuhkan masih sangat kecil jumlahnya. Jadi kami benar-benar pilihan. Aku sangat bangga dan menjadi sombong dengan pekerjaan ini. Tahun pertama hampir seluruh kota besar di Indonesia aku jelajahi. Tahun kedua, kota-kota besar di Asia menjadi tempat persinggahanku. Singapura, Bangkok, Tokyo, adalah kota-kota yang tidak asing bagiku. Sarapan pagi di Jakarta, makan siang di Tokyo.

    Tahun ketiga, kota-kota besar di Eropa menjadi tempat yang tidak asing bagiku. Amsterdam, Frankfurt, Muenchen, Zurich, Roma, Paris, untuk sementara orang hanya sampai taraf memimpikan kota-kota itu, tapi bagiku kota-kota ini biasa aku kunjungi atau singgahi saat kerja maupun sekadar

    berlibur. Saat itu mengoleksi barang-barang porselin Italia menjadi tren di kalangan ibu-ibu yang berduit. Aku memanfaatkan situasi ini, berdagang barang-barang tersebut, jambangan bunga, lampu, meja, cermin rias. Pokoknya beraneka ragam proselin produksi Italia menjadi bagian dari bisnisku sebagai pramugari.

    Kehidupanku menjadi sangat jet set. Terbang kemana-mana. Singgah dimana-mana. Uang melimpah. Pergaulanku cukup luas. Aku memiliki kekasih anak keluarga Jawa yang terpandang. Pada saat itu aku adalah orang yang paling berbahagia. Kami sudah ditunangkan dengan laki-laki Jawa yang sangat aku cintai itu. Apalagi yang kurang dalam kehidupanku? Semuanya terpenuhi. Calon suami dari keluarga terpandang. Pekerjaannya pun bermasa depan yang cerah.

    Tahun 1979 aku menghabiskan liburan tahunan di Amsterdam, Negeri Belanda. Saat itulah bencana menyinggahi kehidupan pribadiku. Malam itu bersama dua temanku sesama pramugari, aku diundang oleh salah satu keluarga dari salah seorang teman itu. Seusai makan malam, kami lanjutkan dengan minum-minum sambil ngobrol. Di tempat inilah aku berkenalan dengan seorang pria Belanda totok, sebut saja Eduard. Laki-laki ini cukup handsome dan memikat. Aku tidak tahu apakah ini hanya pengaruh wine.

    Sejak malam itu dan malam-malam selanjutnya selama berlibur di Amsterdam menjadi malam kami berdua. Aku tidak ingat dan sadar bahwa aku sudah bertunangan. Kami ke Dusseldorf, kota belanja di Jerman. Eduard sangat royal membelanjakan uang bagiku. Dan aku menikmatinya. Apapun yang kuingini langsung dibeli.

    Lanjutan (Bagian 2) Rahasia Sebuah Lemari – Kisah-kisah Kawin Campur yang Tragis.

  • Menanam Bibit Bunga Musim Panas

    Menanam Bibit Bunga Musim Panas

    Menanam Bibit Bunga Musim Panas. Sahabat blogger, kali ini saya akan mengulas mengenai menanam bibit-bibit bunga musim panas. Pada judul ini yang akan saya ulas adalah bibit-bibit yang berupa umbi (bulb). Ulasan mengenai menanam bibit berupa benih akan menyusul kemudian.

    Sebagian besar umbi bibit (bulb) adalah dari tahun sebelumnya. Menjelang musim dingin, semua bunga musim panas saya bongkar, dan umbinya saya bersihkan, keringkan lalu simpan di gudang. Kini bibit-bibit bunga musim panas saya keluarkan kembali dan siap ditanam. Oh ya ada beberapa yang sudah mulai tumbuh loh, sepertinya umbi mengenal perubahan cuaca, masuk musim semi mulai tumbuh sendiri.

    Oh ya sering ada yang menanyakan kepada saya, „apakah bulb flower, setelah selesai berbunga, harus dibongkar dan di keringkan umbinya, apakah tidak bisa dibiarkan begitu saja di tanah?“. Sebenarnya bisa saja tanamannya (umbinya) berada dalam tanah (pot), tinggal gunting daun-daun yang telah kering. Berhubung pot-pot saya terbatas jumlahnya, maka ya selesai berbunga saya bongkar semua, untuk tanam bibit-bibit bunga musim berikutnya. Kalau yang punya taman luas, ya biasanya dibiarkan saja umbi-umbi bunganya berada dalam tanah. Jadi dari tahun ketahun akan tumbuh lagi sesuai musimnya, malah beranak pinak.

    Bibit-bibit (bulb) Bunga Musim Panas yang saya tanam, antara lain:

    1. Calla bahasa latinnya Zantedeschia

    Menanam Bibit Bunga Musim Panas. Umbi Bunga Calla aka Zantedeschia. Sebelah Kiri umbi bunga yang Kuning, Kanan umbi bunga yang Merah. Tanam pada 6 Februari 2013
    Umbi Bunga Calla aka Zantedeschia. Sebelah Kiri umbi bunga yang Kuning, Kanan umbi bunga yang Merah. Tanam pada 6 Februari 2013

    Saya menanam 3 macam Calla :

    • Calla berwarna merah. Bunga ini saya dapat dari suami tercinta sebagai kado hari Valentine tahun 2012. Umbinya sudah mulai tumbuh, jadi harus segera ditanam. Bibitnya saya rendam dalam air dulu, untuk merangsang pertumbuhan akar-akarnya.
    Rimpang Bunga Calla aka Zantedeschia. Bunganya akan Berwarna Merah
    Rimpang Bunga Calla aka Zantedeschia. Bunganya akan Berwarna Merah

    Bibitnya saya tanam pada 6 Januari, dan pada 28 Februari sudah tumbuh seperti dibawah ini.

    Tahun lalu bunga Calla merah seperti dibawah ini:

    Kado hari Valentine tahun 2012. Bunga Calla Warna Merah
    Kado hari Valentine tahun 2012. Bunga Calla Warna Merah
    • Calla berwarna kuning

    Bibitnya dari tahun lalu 2012. Bibitnya saya tanam pada 6 Januari 2013, dan mulai tumbuh pada 28 Februari, hingga saat ini daun pertama belum membuka.

    • Calla berwarna kuning dan Pink.

    Bibitnya saya tanam pada 7 April 2013. Bulb ini ukuran 14 cm. Satu kemasan berisi dua bulb, jadi satu akan berwarna kuning dan satu lagi akan berwarna pink. Saya membeli bibitnya bulan lalu. Dua Calla yang lain (sebelumnya) tidak ada keterangan ukurannya.

    Calla bahasa latinnya Zantedeschia. Nantinya akan Berwarna Kuning dan Pink
    Calla bahasa latinnya Zantedeschia. Nantinya akan Berwarna Kuning dan Pink

    2. Bunga Dahlia

    Ada banyak sekali jenis bunga dahlia. Kalau saya ke retail tanaman selalu lapar mata, karena jenis-jenis bunga dahlia cantik-cantik dengan warna bermacam-macam, semua mau dibeli :mrgreen:.

    Yang saya tanam :

    • Dahlia Park Princess umbinya dari tahun lalu, hiks 😥 begitu keluarkan dari gudang, ternyata banyak yang busuk. Ya ketika pindahan rumah pada November 2012, saya repot mengurus macam-macam, jadi umbi dahlia ini asal saya masukkan ke plastik berlubang, saya lupa kalau rimpangnya masih basah.

    Untunglah masih ada beberapa umbinya yang keras dan bisa ditanam kembali. Umbinya tidak saya rendam terlalu lama, cukup saya celup-celupkan sebentar ke air dan langsung tanam, karena umbinya sudah basah dan sudah ada yang tumbuh. Umbinya saya tanam pada 21 Februari 2013.

    Yang mau melihat bentuk bunga Dahlia Park Princess saya tahun 2012 klik disini.

    • Schmuck Dahlia

    Setelah umbinya direndam, umbi langsung ditanam pada 2 Maret 2013. Nantinya bunganya akan berwarna kuning.

    • Bunga dahlia (tidak tahu jenisnya)

    Tahun lalu saya mendapat tanamannya dari mama mertua, karena mungkin tahun lalu salah lokasi penanaman, jadi belum muncul bunganya, hanya daun-daunnya saja yang lebat. Bunga Dahlia butuh sinar matahari yang terik, jadi kalau tanam di lokasi yang tidak kena sinar matahari langsung, pertumbuhannya tidak optimal.

    Tanaman Bunga Dahlia diberikan pagar Penyangga supaya berdiri tegak
    Tanaman Bunga Dahlia diberikan pagar Penyangga supaya berdiri tegak

    3. Bunga Lili (Asiatic Lilien)

    Umbinya (4 buah) saya tanam pada 2 Maret 2013. Umbinya direndam dulu 24 jam sebelum penanaman. Selama belum tumbuh, cukup siram seminggu sekali, atau kalau tanahnya benar-benar kering. Penyiraman berlebihan, akan menyebabkan umbinya busuk.

    Tahun lalu saya pernah mencoba menanam umbi bunga Lili, berhubung saya belum tahu mengenai tanaman ini, jadi umbinya busuk semua karena terlalu banyak disiram. Belakangan ini ada beberapa pengunjung blog yang menanyakan bunga Lili, saya jadi tertarik juga mencoba menanam kembali. Kali ini sukses, tinggal tunggu bunganya mekar ;-).

    Pertumbuhan bunga Lili cepat sekali, dalam waktu sebulan bakal bunganya sudah besar, seperti dibawah ini. Saya penasaran kira-kira bunganya akan berwarna apa ya, karena dikemasan ditulis warnanya campuran.

    Bakal Bunga Lili sudah siap Membuka. Penasaran warnanya. Foto 8 April 2013
    Bakal Bunga Lili sudah siap Membuka. Penasaran warnanya. Foto 8 April 2013

    Apakah sahabat blogger mempunyai salah satu bunga seperti yang saya tanam? Sejak kapan kamu menanamnya dan warna apa yang kamu punyai? ;).

    Baca juga: Menanam Bibit Bunga Musim Panas bagian 2

     

    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

  • Jalan-jalan ke Hutan Yuk Melihat Hal yang Berbeda

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk Melihat Hal yang Berbeda

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk. Halo pembaca setia blogku, apakah kalian suka jalan-jalan ke hutan atau lebih memilih ke mall? kalau ke hutan enaknya melakukan aktifitas apa ya?. Kalau versi saya sebagai berikut:

    1. Olahraga

    Di Bad Rappenau, kota tempat tinggal saya sebelumnya ada hutan yang namanya Vulpinuswald. Dinamakan begitu karena lokasi hutannya dekat klinik Vulpinus.

    Suami tercinta menunjukkan, kalau di lokasi ini ada alat-alat untuk berolahrga. Seperti dibawah ini:

    2. Lomba Lari dan Jalan Sehat

    Ya sama saja seperti no 1 yakni berolahrga. Bedanya kali ini berolahrga bersama-sama 1300 peserta. Tujuannya untuk amal. Setiap orang yang turut serta akan bernilai sekian Euro yang akan dikumpulkan untuk menolong pengobatan seorang anak. Detail ceritanya klik Jalan Sehat untuk Robin.

    Acara ini berlangsung pada Agustus 2011, sedangkan tahun 2012 hanya suami yang turut serta, karena pada tahun tersebut dua sahabat saya sedang datang ke Jerman, jadi saya ada acara lain dengan kedua sahabat saya 😉 .

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk
    Walau semalamnya sempat hujan, untungnya lokasi Jalan Sehat tidak becek.

    3. Picknik dan Belajar Bahasa

    Setelah minggu-minggu sebelumnya selalu hujan, akhirnya pada Agustus 2012 kami dari kelas Integrasi bisa juga jalan-jalan ke hutan Vulpius. Di dalam hutan kami latihan untuk ujian akhir, lebih tepatnya melatih kemampuan berbicara. Thanks God kami semua sudah lulus ;).

    “What we are doing to the forests of the world is but a mirror reflection of what we are doing to ourselves and to one another.”

    ― Mahatma Gandhi

    Salah satu foto pada tulisan ini, saya ikutsertakan pada Turnamen Foto Perjalanan Ronde 18 yang diadakan oleh Regy Kurniawan dengan tema HUTAN. (url/blog sudah tidak aktif . soputan.wordpress.com/2013/04/02/turnamen-foto-perjalanan-ronde-18-hutan update 10.01.2017 )

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk! :mrgreen:

  • Paskah di Jerman

    Paskah di Jerman

    Paskah di Jerman. Biasanya Paskah identik dengan musim semi, cuaca cerah dan hangat. Tahun ini luar biasa, di hari paskah (minggu) ternyata salju masih turun, ya tipis sih. Cukup membuat menggigil karena suhu hanya diangka 5-7 derajat C dan anginnya kencang. Mungkin anak-anak tidak ada kegiatan mencari telur dialam deh, karena cuaca tidak bersahabat. Bisa-bisa anak-anak malah sakit.

    Libur paskah di Jerman berlangsung dari tanggal 29 Maret hingga 1 April. Jumatnya adalah hari Jumat Agung di Jerman disebut Karfreitag. Hari minggu & seninnya adalah hari Paskah, kalau minggu disebutnya Ostersonntag dan Seninnya Ostermontag. Hari sabtu 30 Maret tidak termasuk hari libur, namun bagi orang kantoran tentu saja jadi libur panjang dari hari Jumat hingga Senin, hari selasa baru normal kembali. Anak-anak sekolah sudah libur sebelum hari yang saya sebutkan diatas.

    Seperti Natal dan tahun baru, maka hari Paskah juga menjadi salah satu ajang dimana masyarakat menjadi konsumtif. Hadiah-hadiah, coklat, telur-telur hias, bunga-bunga dan 1001 macam lainnya.

    Karena tanggalan merah, jadi supermarket tutup hari Jumat, Minggu dan Senin. Kalau banyak liburnya seperti ini, biasanya masayarakat kalap, seakan-akan supermarket tutup setahun! Semuanya mau dibeli :lol:.

    • Hari Paskah kami berkumpul di rumah mertua. Mama mertuaku mengundang orangtuanya dan dua saudarannya. Jam 6.30 saya sudah sampai rumah mertuaku untuk bantu-bantu masak. Kami mulai masak jam 7.30 baru kelar hampir jam 12.

    Kue-kue di Hari Paskah semuanya bikin sendiri (bukan saya yang bikin :mrgreen: )

    Meja makan mertuaku di Senin Paskah

    Hadiah-hadiah Pasakah yang suami dan saya terima

    • Saya ada kerjaan, cuma tiap dua minggu sekali. Kerja apa Nel? Kerja babu :cool:, bersihkan rumah seorang lansia. Kerja tiga jam, lumayan ada pemasukan buat beli bunga. Di kali kedua bekerja dapat bonus paskah, yang penting isi amplopnya ya hehehe. Lebih dari gaji sehari kerja Puji Tuhan! :D. Lansianya ramah banget, dia tinggal sendiri dan maunya ngobrol melulu. Saya harus pintar-pinter stop obrolan supaya bisa kerja dan selesai tepat waktu. Oh ya rumahnya bersih, heran juga apanya yang saya bersihkan hehehe. Paling saya bersihkan semua ruangan dengan vakum cleaner, eh ya kamar tidur utama tidak perlu dibersihkan. Kata si oma tidak ada yang tidur disana, sipp mengurangi kerjaan.

    Trus ngepel kamar mandi, dapur, dan tangga. Sudah 2 kali selalu selesai setengah jam sebelumnya, si oma bilang udah tulis aja 3 jam kerja, ahh asyiknya ;). Si oma ini tinggal di lantai 1, dilantai dasar ada dua rumah, punya dia juga dikontrakin, tamannya luas. Good newsnya, di dekat pagar ada tanaman bunga Hortensia, sudah jadi pohon tinggi besar. Sudah banyak keluar tunas-tunasnya, akan mulai tumbuh kembali. Kalau sudah rimbun akan di stek dan aku akan dikasih, horeee!! ;).

    • Suami kuliah lagi (kampusnya di Heidelberg), ambil jurusan managemen keperawatan. Mulai 2 April 2013. Moga-moga dia bisa gantikan bos yang pensiun nantinya di kerjaannya *ngarep.com :D. Kuliahnya akan berlangsung selama dua tahun. Kenapa kuliah lagi? Jadi sekarang kan kerjanya keliling-keliling mengunjungi pasien-pasien (lansia) ke rumah-rumah. Sehari bisa dapat 25-30 orang yang harus dikunjungi. Katanya kerjaan perawat sangat menguras tenaga. Nah dengan kuliah lagi, nantinya akan bisa kerja di kantorannya, masih seputar perawat juga tapi lebih ke managemen dan tentunya jabatan juga jadi meningkat.

    Kuliahnya hanya di awal bulan. Hari Senin hingga jumat dari jam 8 hingga jam 5 sore. Jadi seminggu kuliah, hari lainnya bekerja. Hitung-hitung biaya kuliah hingga tamat sekitar 5800 Euro. Nah suamiku baru kasih tahu katanya hari senin dia akan ke Rathaus (semacam kantor walikota) jadi pemerintah ada program kasih bantuan untuk warga negaranya. Biaya pendidikan akan dibantu separuhnya, dan dananya akan dikasih setiap bulan. Puji Tuhan mungkin kita hanya akan keluarkan total sekitar 2500 hingga 3000 Euro saja, lumayan banget kan daripada tidak dapat sama sekali.

    • Dirumah kami air panasnya tidak keluar :(. Mesin pemanasnya rusak. Pemilik kontrakan (tinggal dilantai dasar) minta maaf berkali-kali. Tidak ada air panas mulai hari Jumat 29 Maret. Untungnya kamis malam kami sudah mandi. Menderita kalau cuci piring, airnya sedingin air es. Mau cuci muka juga dinginnn. Pantesan ko telapak tangan dan wajah jadi pecah-pecah, baru nyadar karena airnya super dingin!. Hari sabtu kami mandi di rumah mertua. Minggu merayakan paskah dan nginep di mama mertua jadi mandi disana juga, senin sebelum pulang dari mertua, mandi dulu. Hari selasa kan sudah hari kerja, jadi ya ada tukang yang datang bisa perbaiki mesinnya.

    Baca juga: 10 Ucapan Selamat Paskah dalam Bahasa Jerman

  • Edisi Bunga Musim Semi (Tamat)

    Edisi Bunga Musim Semi (Tamat)

    Edisi Bunga Musim Semi (Tamat). Sahabat blogger, ditulisan ini saya akan menuliskan cerita sisa koleksi bunga-bunga musim semi yang saya miliki. Mau disatukan saja semuanya disini, jadi judul berikutnya akan membahas mengenai menanam bibit-bibit bunga musim panas :mrgreen:.

    • Narcissus atau dikenal juga Dafodil. Adalah tumbuhan dengan bunga atraktif yang hidup di daerah beriklim sedang dan subtropis. Karena keindahan bunganya, beberapa jenisnya dikembangkan menjadi tanaman hias yang berbunga pada musim semi. Tumbuhan ini berasal dari Eropa, Afrika Utara, dan Asia.
    Pertumbuhan Bunga Narcissus aka Daffodil. Edisi Bunga Musim Semi (Tamat)
    Pertumbuhan Bunga Narcissus aka Daffodil
    Klasifikasi Ilmih :
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Liliopsida
    Ordo: Asparagales
    Famili: Amaryllidaceae
    Genus: Narcissus
    Narcissus Kecil saya satukan dengan Grape Hyacinth. Belum Muncul Bunganya
    Narcissus Kecil saya satukan dengan Grape Hyacinth. Belum Muncul Bunganya

    Saya mempunya 2 jenis Narcissus, yang ukurannya besar 12/14 cm dan yang ukurannya kecil. Yang kecil hingga saat ini belum muncul bunganya. Kira-kira ada 16 spesies Narcissus dan yang saya miliki adalah yang jenis Narcissus pseudonarcissus.

     

    Narcissus Orangery. Tapi Warnanya ga Orange ah malah Kuning, tetap Cantik
    Narcissus Orangery. Tapi Warnanya ga Orange ah malah Kuning, tetap Cantik
    • Spesies Narcissus, mengandung racun alkaloid lycorine, terutama di umbinya dan juga pada daunnya. Oleh karena itu tidak boleh dimakan ya ;).
    • Di Jerman, bunga Narcissus dikenal sebagai Osterglöckchen (lonceng Paskah), karena bunga ini akan bermekaran menjelang Paskah, dan bentuk bunganya mirip lonceng.

     

    • Crocus

    Crocus adalah genus tanaman yang berasal dari wilayah besar dari pantai dan subalpin di Eropa Tengah dan Selatan (termasuk kepulauan di laut Aegea), Afrika Utara dan Timur Tengah, sampai Asia Tengah ke Tiongkok barat.

    Bunga Crocus milikku hanya satu yang Muncul Bunganya
    Bunga Crocus milikku hanya satu yang Muncul Bunganya
    Klasifikasi Ilmih :
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Liliopsida
    Ordo: Asparagales
    Keluarga: Iridaceae
    Genus: Crocus

     

    Bunga Crocus milik saya hanya satu yang muncul bunganya. Warna bunga Crocus bermacam-macam, yang saya sering lihat dipasaran atau yang tumbuh di taman-taman adalah yang warna kuning, putih, ungu ataupun yang bergaris-garis misal bergaris ungu.

    • Camassia

    Camassia adalah genus dari enam spesies asli Kanada barat, dan barat Amerika Serikat.. Nama-nama umum termasuk Camas, Quamash, Indian hyacinth, dan hyacinth liar. Tanaman ini tumbuh di alam liar dalam jumlah besar di padang rumput yang lembab, mereka adalah tanaman abadi dengan daun linier basal berukuran 20 sampai 81 cm panjangnya, yang muncul pada awal musim semi. Warna bunganya bervariasi ada yang ungu pucat atau putih ungu atau biru-violet.

    Camassia Leichtlinii. Bunga Musim Semi yang Unik
    Camassia Leichtlinii. Bunga Musim Semi yang Unik

    Saya mempunyai dua jenis Camassia, yakni Camassia Leichtlinii dan Camasia Cusickii. Hingga saat ini yang Camasia Cusickii belum muncul bunganya.

    Klasifikasi Ilmih :

    Kerajaan: Plantae

    Divisi: Angiosperms

    Kelas: Monocots

    Ordo: Asparagales

    Keluarga: Asparagaceae

    Subkeluarga: Agavoideae

    Genus: Camassia

     

    Camasia Cusickii. Foto Paling Kanan per 28 Maret 2013
    Camasia Cusickii. Foto Paling Kanan per 28 Maret 2013
    • Schachbrettblum

    Saya sangat suka bunga yang satu ini, karena bentuknya yang sangat unik, kadang si bunga menghadap keatas, kadang menghadap kebawah. Oh ya selain yang ini ada juga yang warna putih, tapi tahun lalu bibitnya hanya ada yang warna campuran ungu saja.

    Schachbrettblum Bunga Musim Semi yang Cantik
    Schachbrettblum Bunga Musim Semi yang Cantik

     

    My Beautiful Schachbrettblum
    My Beautiful Schachbrettblum

    Masih ada beberapa tanaman-tanaman yang belum muncul bunganya. Entah salah dimana. Bulan depan terpaksa saya bongkar saja, lalu bersihkan umbinya.

    yang tidak muncul bunganya, antara lain:

    Bunga Lonceng. Schneeglöckchen

    Bibit Bunga Lonceng. Schneeglöckchen
    Bibit Bunga Lonceng. Schneeglöckchen

     

    Bunga Anemone Coronaria

    Bibit Bunga Anemone Coronaria. Bibitnya tanam 21 September 2012 Ternyata Cepat sekali Tumbuh
    Bibit Bunga Anemone Coronaria. Bibitnya tanam 21 September 2012 Ternyata Cepat sekali Tumbuh

    Bibitnya saya tanam 21 September 2012. Dalam beberapa hari, ternyata cepat sekali tumbuh. Begitu masuk winter ya saya taruh rumah, kemudian tanamannya malah jadi layu, disiram segar lagi. Tanamannya selalu mencari matahari, jadi hanya padat (bergerombol) dibagian depan. Jadi saya potong semua, dan bongkar umbinya, dan tanam lagi malah belum numbuh-numbuh hingga sekarang :cry:.

    Bunga Kaiserkronen

    Bibit Bunga Kaiserkronen. Umbinya Bau sekali
    Bibit Bunga Kaiserkronen. Umbinya Bau sekali

    Tanam dua bibit, tanamannya tambah tinggi, tapi ujung daunnya layu dan ada yang coklat, saya ganti tanah baru, sempat tumbuh sedikit, lalu hilang lagi. Bibitnya bau sekali (pahit) jadi tidak akan digigit tikus.

    Dibawah ini bunga-bunga musim semiku yang telah berbunga

     

    Cara penanaman bunga-bunga diatas, sama saja seperti menanam bibit bunga tulip atau bulb flower, yakni rendam dulu bibitnya 24 jam sebelum penanaman. Cukup disiram seminggu sekali. Jangan berlebihan disiram, karena umbinya bisa busuk. Jika tanaman sudah mulai tumbuh, bisa beri lebih banyak air.

    Bunga-bunga musim semi yang saya tanaman adalah bulb flower, jadi selesai berbunga, sisakan umbinya, keringkan dan simpan (dalam plastik berlubang) di tempat sejuk. Masuk musim gugur baru keluarkan lagi untuk ditanam kembali.

    Oh ya sering ada yang menanyakan kepada saya, „apakah bulb flower, setelah selesai berbunga, harus dibongkar dan di keringkan umbinya, apakah tidak bisa dibiarkan begitu saja di tanah?“. Sebenarnya bisa saja umbinya berada dalam tanah (pot), tinggal gunting daun-daun yang telah kering. Berhubung pot-pot saya terbatas jumlahnya, maka ya selesai berbunga saya bongkar semua, untuk tanam bibit-bibit bunga musim berikutnya. Kalau yang punya taman luas, ya biasanya dibiarkan saja umbi-umbi bunganya berada dalam tanah. Jadi dari tahun ketahun akan tumbuh lagi sesuai musimnya, malah beranak pinak. Tanamannya sadar diri loh, jadi kalau sudah musimnya mulai tumbuh deh.

     

    Sahabat blogger apakah kalian sudah pernah melihat bunga-bunga musim semi seperti yang saya posting disini? ;).

     

    When you face problems in life,

    don’t ask GOD to take them away.

    Ask Him to show His purpose,

    Ask ways how to live a day searching His purpose for you

    Happy Good Friday! :).

     

    Artikel terkait:

    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

  • Kisah Cintaku yang Kelabu dengan Bule

    Kisah Cintaku yang Kelabu dengan Bule

    Kisah Cintaku yang Kelabu dengan Bule. Ini kisah saya tahun 2007-2008. Saya menuliskannya pada tahun 2009, jadi pada saat itu saya belum mengenal suami saya. Dan selama ini tulisan ini tersimpan dengan rapih di file saya, karena saya malu menuliskan di blog :neutral:.

    Kisah Cintaku yang Kelabu. freecodesource.com
    Broken Heart

    Belakangan saya berpikir ulang, karena seringnya kata kunci yang masuk ke blog saya seperti : penipuan online dating site, pacaran bule online tidak pernah ketemu, wanita indo ditipu pria asing dari situs online, percintaan dgn pria bule, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta, cara penipuan bule, penipuan modus cinta di internet, penipuan cinta lewat fb, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta di internet, jangan pernah percaya cinta di dunia maya dengan bule, penipuan pria asing lewat facebook, no telp bule penipu

    Mungkin saya bisa berbagi dengan pencari tag atau kata kunci diatas, mengenai kisah sedih saya di masa lalu. Mungkin ada yang mengalami hal serupa atau apapun itu Anda bisa mengambil hal positifnya.

    Selamat membaca kisahku.

    Tulisan Terkini

    *****

    LDR (long distance relationship) saya berawal manis dan berakhir tragis, namun saat ini saya bahagia dan sudah bisa melupakan dan memaafkan masa lalu, walaupun dua hari belakangan ini masa lalu datang kembali dan saya seperti mengalami dilema.

    Tahun 2007 sekitar bulan Maret, saya bertemu (A.T) seorang pria Belgia yang usianya 19 tahun lebih tua dari saya. Kami bertemu di situs pertemanan lnm.eu (saat ini situsnya sudah tidak aktif lagi) mungkin bisa disebut dating service. Saya gunakan free member dan dia silver member. Saya bisa ikutan di situs tersebut atas undangan seorang teman. Bahasa yang digunakan di situs tersebut adalah Prancis dan bahasa Belanda, jadi saya sangat meraba-raba semua kata-kata disana. Pertama kali dia yang mengajak kenalan, lalu saya lihat status (divorced), umurnya, punya dua anak umur 18 dan 21 tahun, dan photonya, duuhhh ga banget deh!.

    Entah bagamaina ceritanya, kita jadi sering email-emailan dan dia konsisten mengirimi saya email hampir setiap hari. Saya tidak terlalu menanggapinya mengingat statusnya. Setelah beberapa waktu saya berani memberikan no. hp saya. Ya ampunn saya hampir tidak percaya kalau kuping saya ini bisa mengerti dengan jelas semua perkataan englishnya (mengingat beberapa kali saya pernah bicara dengan orang asing tidak paham apa yang dibicarakan). Suaranya duuhh bikin hati senang. (kelemahan wanita adalah pendengaran, langsung klepek-klepek deh kalau dengar rayuan).

    Hampir setiap hari dia telepon sebelum saya berangkat ke kantor, chat dari hp, dan email-emailan juga. Waktu A.T hadir di kehidupanku, saat itu saya sangat down karena adik perempuan saya menikah duluan, dan saya mendengar suara-suara sumbang tentang adik yang melangkahi kakaknya menikah. Namun karena A.T saya jadi bisa kuat dan bisa hadir di pernikahan adik saya, walaupun hanya di pemberkatan gereja saja, karena saya tidak sanggup mendengar perkataan miring orang-orang.

    Saat itu (di hari pernikahan adik saya) saya lebih memilih have fun dengan teman-teman saya ke mall, untungnya saya punya adik dan orangtua yang sangat mengerti dengan posisi saya, dan tentunya A.T.

    Saya pikir kami hanya berteman, namun suatu hari dia mengajak saya jadian, dan saya shock karena saya pikir pasti orang tua saya tidak akan setuju, dan anggapan miring tentang bule. Saya tantang kalau dia (A.T) memang serius dia harus datang ke Indonesia mengunjungi saya dan keluarga saya (niatnya supaya dia mundur, penolakan halus hehehe).

    Ternyata dia setuju akan datang, dan saya jadi pusing bagaimana mengatakan semuanya ke orangtua. Saya tahu ortu pasti tidak setuju karena perbedaan umur dan status dia, karena keluarga saudara-saudara saya pasti menganggap hal ini tidak wajar dan tidak bisa diterima masyarakat.

    Akhirnya dia datang ke Jakarta, dan saya jemput dia bersama kakak rohani saya dan adik laki-laki saya. Sumpah nervous banget!. Malam sebelum A.T datang saya tidak bisa tidur dan mengingat orangtua yang tidak setuju saya jadi tambah pusing.

    Singkat cerita dalam waktu 8 hari A.T di Indonesia, dia bisa bikin ortu saya berkesan dengan kepribadiannya yang sangat ramah. Kami makan malam di resto bersama keluarga saya, termasuk dengan kakak rohani dan suaminya. Dan malam itu di resto A.T minta izin ke ayah saya untuk jalin hubungan dengan saya. Ayah bilang asal saya bahagia terserah saya. Cihuyyy :).

    Hari minggu sore di akhir Oktober 2008, dia harus kembali ke negaranya. Dia meneteskan air mata selama perjalanan ke bandara. Saya jadi ikutan sedih :(. “Ko check in lama banget katanya mau keluar lagi say goodbye sama saya” tapi sudah hampir sejam tidak muncul juga, apa lupa?, atau saya pulang saja?” .

    Saya suruh dua adik saya pulang duluan karena saya mau tunggu sampai pesawat A.T take off. Waktu saya melangkah ke luar toilet, saya meliat seseorang nengok kanan kiri seperti mencari seseorang. Dia masih jauh diujung jalan menuju ke arah saya. Saya bisa lihat itu A.T. Kami berlari dan bertemu di tengah jalan itu (seperti film India hehehehe).

    Adik perempuan saya bilang, waktu A.T pergi, dirumah si mama sangat sedih, jadi diajak ke salon saja supaya sedikit senang. Mama bilang dia sedih A.T pulang ke negaranya, dia merasa seperti anak lelakinya yang pergi. Duuhh saya bahagia A.T bisa diterima keluarga saya.

    A.T kirim paket dari negaranya (Belgia): 2 tas untuk saya dan mama, papan catur dan pin-pin nya utk ayah saya, buku belajar bahasa Belanda dan beberapa hadiah kecil lainnya. Saya tidak pernah minta apa-apa termasuk saya tidak pernah minta uang, walaupun A.T berjanji dia akan kirim uang tiap bulan untuk persiapan pernikahan, namun dia tidak melakukannya, dan saya tidak pernah menanyakannya lagi.

    Beberapa bulan setelah kembali ke negaranya A.T jadi berubah, yang biasanya dia telepon hampir tiap hari kini tidak dilakukannya dengan berbagai alasan yang berusaha saya pahami. Saya jadi sering komplain karena alasan-alasannya.

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Mengunjungi Pameran Flora

    Mengunjungi Pameran Flora

    Mengunjungi Pameran Flora. Sahabat blogger, kalian pasti sudah tahu kan ya, kalau saya penggila tanaman, khususnya bunga-bunga. Nah minggu lalu ada pameran Flora dikota tempat tinggal saya, tentu saja tidak akan saya lewatkan acaranya ;). Nama eventnya gartenfestivals, berlangsung dari tanggal 15-17 Maret 2013. Suami dan saya pergi di hari kedua, tadinya mau pergi hari minggu, tapi saya katakan ke suami, kalau ramalan cuaca hari minggu akan hujan. Ah untung saja kami pergi hari sabtu, cuaca sangat cerah, matahari bersinar dengan indahnya, dan hari minggunya hujan!.

    Akhirnya sampai juga ke Lokasi, capee Jalan kaki ke sini. Pintu Masuk ke Pameran Flora. Mengunjungi Pameran Flora
    Akhirnya sampai juga ke Lokasi, capee Jalan kaki ke sini. Pintu Masuk ke Pameran Flora

    Dari rumah, kami jalan kaki ke lokasi, capeee ada kali 45 menitan jalan kesana. Lelahnya hilang begitu sampai didalam gedung pameran. Tiket masuk 7 EUR/orang (sekitar Rp.88.000). Yang bawa mobil, biaya parkirnya 5 EUR, untung saja kami jalan kaki, hemat pengeluaran, uangnya bisa beli bunga ;).

    Hiasan didekat Loket Tiket. Lebih Banyak Bunga Primula. Gartenfestivals 2013
    Tanaman Hias didekat Loket Tiket. Lebih Banyak Bunga Primula. Gartenfestivals 2013

    Apa saja yang di pamerkan di event gartenfestivals?

    • House & Garden Handcrafted

    Jalan-jalan ke pameran semacam ini, bikin lapar mata pengen beli ini itu, sayang harga-harganya tidak bersahabat, lebih mahal dari yang di jual dipasaran. Sewa gedungnya pasti mahal, jadi harga produk-produk yang dijual juga jadi mahal. Jadi kita nikmati saja, tanpa beli macam-macam.

    • Perabotan Rumah

    Macam-macam perabotan rumah tangga di pamerkan di lokasi ini. Suami lebih tertarik perabotan yang dibuat dari kayu. Maklum dulunya dia tukang kayu, jadi nurani pengrajin kayu masih melekat kuat 😎 .

    Pas masuk agak bingung, boleh potret-potret tidak ya. Lihat kanan kiri, kok cuma saya saja yang nenteng kamera. Awalnya ngumpet-ngumpet motretnya, makanya maaf saja kalau ada beberapa foto yang burem, karena cepat-cepat potretnya. Ahh ternyata ada yang motret juga, asyikk lanjutkan!. Masah tiket masuk mahal, tidak ada kenangan-kenangan yang dibawa pulang, iya toh teman-teman 😆 .

    • Aneka ragam jenis Pepohonan

    Pohon-pohon juga banyak yang dipamerkan (dijual) di sini, mulai dari yang imut-imut pendeknya, hingga yang setinggi foto dibawah ini. Harganya ga sanggup deh, ribuan EUR.

    Macam-macam Pohon di Jual juga di Pameran Flora
    Macam-macam Pohon di Jual juga di Pameran Flora
    • Beraneka Ragam Bunga-bunga

    Semuanya bagus-bagus, cantik-cantik. Ditahan-tahan supaya tidak beli yang macam-macam, karena ada yang diincer mau dibeli 😉 .

    • Green House

    Pengen punya green house, seperti gambar dibawah ini. Harganya mulai 2590 EUR, dirupiahkan bisa beli rumah sendiri deh. Untungnya punya suami yang dulunya tukang kayu, jadi nanti kalau kami punya taman, mau dibikinin, asyikk :wink:.

    Contoh Green House
    Contoh Green House
    • Bibit-bibit Bunga

    Yang dijual khusus bibit-bibit bunga musim panas. Saya cari bibit tulip tidak ada. Adanya amarilys, calla, dahlia, gladiol, bunga lili dll. Pokoknya banyak sekali bulb yang dijual disana. Saya tidak beli satupun karena mahal saudara-saudara 🙁 .

    Walaupun tiket masuknya mahal, saya tidak menyesal datang ke pameran ini, karena saya bisa ikut nimbrung ketika seorang ahli bunga anggrek, menjelaskan bagaimana cara merawat bunga Anggrek. Bunga anggrek saya kan belum muncul juga bunganya sampai saat ini. Kini saya tahu sebabnya.

    Menurut si ahli anggrek, akar tanaman anggrek harus kena matahari, jadi ditaruh dalam pot transparant. Tanaman anggrek saya memang sudah saya taruh pot transparant, tapi saya masukkin lagi ke pot dari batu, jadi ya akarnya tidak bisa kena sinar matahari :mrgreen:.

    Stand Bunga Anggrek
    Stand Bunga Anggrek

    Sudah puas mengelilingi semua area pameran, sudah beli barang yang suami dan saya inginkan. Mari kita pulang ;).

    Beli apa ya tuuhhh. Di potret malah merem
    Beli apa ya tuuhhh. Di potret malah merem

    Di pintu keluar masih bisa melihat-lihat patung-patung hiasan untuk taman. Bentuk dan warnanya bagus-bagus. Harganya Mulai 70 an EUR per patung.

    Mau tahu apa yang kami beli dari pameran Flora?

    Unik ya Kotak surat handmade nih
    Unik ya Kotak surat handmade nih. Harganya kalau di rupiahkan hampir 600rb

    Yaaa kotak surat yang unik. Kami sudah ngincer sejak datang, untung belum ada yang beli. Harganya 37 EUR. Ehh bisa-bisanya suamiku nawar, minta kurangin 2 EUR, lumayan dikasih euy!.

    Yang mau melihat pameran Flora tahun lalu di kota lain (Bad Rappenau) klik disini.

    Sahabat blogger weekend lalu kalian kemana? atau apa rencana kalian weekend ini? tidak dirumah saja kan? :D.

     

    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

  • Cantiknya Tulip Ungu Purple Prince Tulip

    Cantiknya Tulip Ungu Purple Prince Tulip

    Cantiknya Tulip Ungu Purple Prince Tulip. Selamat pagi Indonesia! saya kembali dengan edisi bunga tulip ya. Belum bosan kan melihat foto-foto tulip-tulip saya hehehe :lol:. Tulip merah, kuning, pink, bahkan tulip hitam sudah pernah saya kasih lihat di blog ini. Nah buat yang menantikan tulip ungu, sekarang saatnya kalian bisa menikmati keindahan tulip yang satu ini 😉 .

    Cantiknya Tulip Ungu Purple Prince Tulip. Tulip Ungu, aslinya lebih cantik bunganya daripada di gambar kemasannya
    Tulip Ungu, aslinya lebih cantik bunganya daripada di gambar kemasannya

    Klasifikasi Bunga Tulip:
    Kerajaan: Plantae
    Kultivar: Purple Prince
    Ordo: Liliales
    Famili: Liliaceae
    Subfamili: Lilioideae
    Genus: Tulipa

    Deskripsi Tulip Purple Prince (berdasarkan pengamatan saya):
    • Bibit ukuran 10/11 cm. Saya tanam 22 Oktober 2012. Baru kelihatan pertumbuhannya pertengahan Januari 2013. Begitu terlihat pertumbuhan saya masukkan rumah, karena suhu minus membuat tanah mengeras, sehingga tulip lambat tumbuhnya. Kamar tanaman saya suhunya 20-22 derajat C. Tulipnya tumbuh dengan pesat, kurang lebih sebulan muncul bunganya. Bunga muncul minggu kedua Februari (setelah 3,5 bulan penanaman).
    • Tanam 12 bibit (bulb), tumbuh dan berbunga semua.
    • Tinggi tanaman 35-40 cm.
    • Dedaunan berwarna hijau
    • Helaian bunga berjumlah enam dan bentuknya agak membulat.
    • Tinggi kelopak bunga 5-6 cm, diameter kelopaknya 4-5 cm.
    • Bunga Berwarna ungu
    • Bunga tidak berbau
    • Benangsari berjumlah 6-9 buah, berwarna kuning berserabut.

     

    Cantiknya Tulip Ungu
    Akhirnya Mulai Bermunculan Bunga Tulip Ungunya. 10 Februari 2013

    Ada sekitar seratus jenis tulip yang sering ditanam di kebun. Jika dilihat dari daun mahkota, bunga tulip ada yang memiliki daun mahkota yang tidak terbuka sewaktu mekar (masih seperti menguncup), daun mahkota yang terbuka lebar sewaktu mekar, pinggiran daun mahkota yang melengkung, dan pinggiran daun mahkota yang runcing.

    Kalau saya berkebun, selalu gunakan tanah dalam kemasan yang sudah bercampur pupuk. Saya beli di supermarket khusus tanaman. Merek yang saya gunakan composana.

    Kamera yang saya gunakan untuk memotret adalah kamera saku merek sony 4x optical zoom steadyshot dsc-w310.

    Purple Tulips
    Kelopak Tulip Ungu Membuka Lebar. 18 Feb 2013

     

     

    Video Menanam Tulip Ungu dari Bibit Hingga Berbunga

    Kalau kalian penasaran masih ada berapa tulip lagi yang saya punya, maka saya kasih bocoran deh, tinggal warna hijau dan campuran ko, double mix tulip namanya. Tulip hijau sengaja saya taruh diluar rumah, jadi ya pertumbuhannya juga lambat. Ketika benar-benar musim semi, saya masih bisa menikmati keindahan tulip :cool:.

    All Gardeners Live in Beautiful Places Because They Make Them so. 19 Februari 2013
    All Gardeners Live in Beautiful Places Because They Make Them so. 19 Februari 2013

    Demikianlah cerita saya mengenai Cantiknya Tulip Ungu Purple Prince Tulip. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Sumber : Wikipedia dan pengalaman pribadi

    Artikel lain mengenai menanam tulip di Indonesia:
    Menanam Tulip di daerah Tropis (Tangerang – Indonesia)
    Menanam Tulip hingga berbunga di Jogyakarta
    How to Grow Tulips in Warm Climates
    TULIP Khatulistiwa

     

    Baca juga:
    Tulip hitam Queen of Night
    Tulip di Indonesia
    Tulip Berbau Permen
    Memotret Bunga Tulip
    Perkembangan Bibit Tulipku
    Tips Penanaman Tulip

  • Mengenai usim Dingin di Jerman (4)

    Mengenai usim Dingin di Jerman (4)

    Mengenai usim Dingin di Jerman (4). Beberapa hari belakang ini saya sering chating dengan teman saya yang baru saja datang ke Eropa. Dia datang untuk menikah dan menetap di luar Indonesia. Teman saya ini datang tanggal 6 atau 7 Maret lalu, dan saat itu cuaca sudah cerah sekali. Suhunya sudah mencapai 19 derajat C.

    Beberapa hari kemudian ternyata salju turun lagi dan temperatur turun drastis. Teman saya ini bisa lihat salju tebal deh 😉 . Berhubung cuacanya dingin kembali, ya kami berbincang-bincang mengenai cuaca dingin. Teman saya bilang dia merasa kedinginan di rumahnya.

    Mengenai usim Dingin di Jerman (4)
    13 Maret 2013 jam 22.20 Oo God minus 4,2 derajat C. Untung Tanamanku sudah dalam rumah (Foto dok. pribadi)

    Saya tanyalah: “.. temperatur ruangnya berapa, pakai baju apa?”

    Dia bilang suhu ruang 20 derajat C. Dia pakai celana jeans, kaos biasa, kaos kaki dan sendal hotel, dan pakai sarung tangan (dalam rumah hihihi).

    Karena saya sudah hampir 2 tahun di Jerman dan sudah 2 kali melewati musim dingin, maka saya sedikit tahulah bagaimana mengatasi rasa dingin. Kalau tubuh kita kedinginan benar-benar tidak enak untuk melakukan aktifitas :?.

    Saran saya untuk teman saya untuk mengatasi dingin:

      • Naikkan temperatur penghangat ruang menjadi 23 derajat C. Temperatur segitu nyaman buat saya. Saya sering loh bolak balik melihat temperatur ruang, kalau suhunya 22 derajat C, mulai deh merasa „ko dingin ya“ lalu cek penghangat ruang apakah berfungsi. Suami dan saya biasanya cek semua pemanas di semua ruangan rumah kita. Kalau suhunya 24 derajat „ko gerah ya“ hehehe tidak ada puasnya :mrgreen:. Pokoknya 23 derajat C nyaman buat saya.
      • Jangan pakai celana jeans karena jeans menyerap dingin (saya pernah baca dimana lupa deh, google beberapa menit tidak ketemu penjelasan ilmiahnya). Pakai celana training kalau tidak ada ya celana bahan.
      • Kaos kaki wol.
      • Sweater dan jaket training.
      • Sendal rumah, kalau ada yang wol ya lebih bagus. Saya sih pakai sendal yang solnya agak tinggi, pemberian mama mertua. Punya sendal wol jarang dipakai, karena terbiasa pakai yang tinggi jadi merasa pendek pas pakai yang ceper. Pernah beli sendal rumah, bahan wol, tapi alasnya biji kapuk, jadi kalau jalan berisik. Suami komplain disuruh beli yang lain hehehe.
      • Makan yang banyak 😐 ; dengan makan maka tubuh kita akan bekerja dan menghasilkan panas.
      • Minum wine. Lebih sering dulu ketika saya baru sampai Jerman. Mau yang langsung ces pleng seglek vodka yang 30% keatas

    😆 .

      • Jangan berjam-jam hanya berkutat didepan komputer. Harus sering bergerak, jalan mondar mandir kelilingi semua ruangan di rumah, ya beraktivitas lah jadi tubuh juga membakar kalori.

    Perlengkapan tempur kalau mau keluar rumah:

    • Pakai long john dulu baru celana bahan.
    • Atasannya bisa 2-3 lapis.
    • Kaos kaki yang wol.
    • Syal, penting dipakai supaya leher tetap hangat.
    • Sepatu yang sesuai.
    • Jaket tebal.
    • Sarung tangan.
    • Penutup kepala, semacam topi tapi dari bahan wol.
    • Pelindung telinga (saya belum punya) belum butuh banget.

     

    Kalau saya, bagian tubuh yang paling tidak tahan dingin, tangan dan leher. Kalau keluar rumah harus pakai syal dan sarung tangan. Pelindung telinga dan penutup kepala tidak terlalu berpengaruh buat saya, jarang pakai.

    Pemanas Ruangan di Jerman

    Ada yang pakai kayu bakar, gas, listrik, minyak dll. Kalau di kontrakan saya gunakan District heating atau teleheating halahh apa pula itu :?:. Singkatnya ya: teleheating atau dalam bahasa Jerman disebut Fernwärme adalah sistem untuk mendistribusikan panas yang dihasilkan di lokasi tertentu (pusat), biasanya untuk kebutuhan pemanasan perumahan dan komersial seperti pemanas ruangan dan pemanas air. Panas diperoleh dari tanaman kogenerasi, pembakaran bahan bakar fosil, pemanasan panas bumi dan matahari juga digunakan, serta tenaga nuklir. Energi panasnya disalurkan melalui pipa-pipa ukuran raksasa ditanam dijalanan. Detailnya silakan disini.

    Video Model Pemanas Ruangan Pakai Minyak

     

    Kata suami, untuk wilayah tempat kami bermukim ini (Sinsheim), energinya diperoleh dari pembakaran sampah. Biaya kontrakan sudah termasuk biaya pemanas ruang, jadi ya kami tidak irit-irit pakainya, pokoknya bikin ruangan sehangat mungkin.

     

    Penggunaan air di Jerman

    Semua keran air dirumah ada pengatur panas dan dinginnya. Jadi kalau mau cuci piring, mandi, mesin cuci semuanya pakai air hangat. Kita tinggal atur mau seberapa panas. Kalau air sudah termasuk biaya kontrakan, jadi bisa agak boros air ya hehehe. Nah listrik harus bayar sendiri, jadi hemat penggunaannya.

    Pakai mesin cuci, jangan lupa atur air panasnya, tergantung bahan baju yang mau dicuci. Jangan bahan wol dicuci dengan suhu tinggi, bias-bisa celana panjang yang dimasukin keluarnya celana pendek :p . Kalau saya biasanya gunakan 30-40 derajat C.

    Demikianlah cerita saya Mengenai usim Dingin di Jerman (4). Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga:

  • 6 Hal yang Membuat saya Frustasi

    6 Hal yang Membuat saya Frustasi

    6 Hal yang Membuat saya Frustasi. Inilah yang membuat saya frustasi:

    1. Tanaman yang dipindah malah mati. Tanamannya sudah dipelihara beberapa bulan, ketika dipindahkan ke pot baru dan dikasih tanah baru plus pupuknya, dalam beberapa hari atau beberapa minggu kemudian mati.
    • Stockrose (Alcea Rosea) Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Hollyhocks. Tanaman ini sudah disayang-sayang, ada 5 benih yang berhasil tumbuh. Pas winter juga dimasukkin rumah supaya bertahan. Awal Februari saya pindah ke pot baru, karena kelihatannya pot lama, media tanahnya sudah tidak bagus lagi. Pot lama berisi 5 tanaman, jadi saya bagi dua. Ada yang tiga dan dua tanaman. Mati semuanya :(.

      6 Hal yang Membuat saya Frustasi. Stockrose (Alcea Rosea) Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Hollyhocks. Foto Kiri Masih Segar umur 6 Bulan. Foto Kanan setelah dipindah ke Pot Baru
      Stockrose (Alcea Rosea) Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Hollyhocks. Foto Kiri Masih Segar umur 6 Bulan. Foto Kanan setelah dipindah ke Pot Baru

     

    • Aloe vera. Aloe Vera dipisahkan dari anak-anaknya pada 12 Des 2012. Kenapa saya pindahkan, karena induknya kepayahan menopang 13 anaknya, posisinya juga sudah miring. Tragis, dalam waktu singkat, satu pot isi anak-anak aloe vera mati semua. Satu pot lagi induknya mati, untung 2 anak masih bertahan hingga kini, saya pisahkan ke pot kecil dulu. Padahal tanahnya sudah saya berikan yang khusus untuk kaktus dan sukulen. Entahlah mungkin cuacanya belum cocok, padahal saya lakukan pemindahan dalam rumah, jadi kan hangat suhunya. Mungkin benar buku yang saya baca, jenis kaktus kalau winter dalam masa tenang alias tidur. Tidur diganggu-ganggu ya marah kali ya 🙁 .

      Nasib Tragis pada Aloe Vera. Hanya Dua Anaknya yang Bertahan
      Nasib Tragis pada Aloe Vera. Hanya Dua Anaknya yang Bertahan

     

    Tulisan Terkini

    • Keduanya jenis sukulen. Yang satu mulai menciut, yang sebelahnya batangnya sudah kering

      Keduanya Termasuk Sukulen. Foto Kiri kenapa Mulai Menciut ya. Foto Kanan sepertinya tamat Riwayatnya
      Keduanya Termasuk Sukulen. Foto Kiri kenapa Mulai Menciut ya. Foto Kanan sepertinya tamat Riwayatnya
    • Rhododendron ku sakit, layu daun. Padahal awal bulan ini pas beli segar bugar. Diskonan loh cuma 1 Euro, normalnya sekitar 6 Euro an. Dari dulu pengen jenis tanaman ini. Pas beli dalam pot plastik, saya pindahkan ke pot baru, media tanah dari yang lama, saya sertakan juga. Mungkin salah pot ya, dari batu jadi dingin sekali potnya. Daun dan ranting-ranting bagian atas saya coba pangkas dan saya pindah kembali ke pot plastik. Terlihat beberapa daun mulai berdiri (segar) kembali, semoga bisa bertahan.

      Rhododendron ku sakit, layu daun. Padahal awal bulan ini pas Beli Segar Bugar. Dipindah Ke pot Baru ya Begini deh
      Rhododendron ku sakit, layu daun. Padahal awal bulan ini pas Beli Segar Bugar. Dipindah Ke pot Baru ya Begini deh
    • Sempervivum termasuk tanaman sukulen. Foto kiri 19 Des 2012, masih segar sekali ya. Nama “Sempervivum” berasal dari bahasa Latin Semper (“selalu”) dan vivus (“hidup”). Sempervivum disebut “selalu hidup” karena tanaman tahunan ini terus hidup di musim dingin dan sangat tahan terhadap kondisi sulit pertumbuhan. Karena media tanah sudah kering sekali, saya pindahkan ke pot baru dengan tanah baru ternyata.. semoga seperti namanya terus hidup ya semper.

      Sempervivum. Known as Liveforever
      Sempervivum. Known as Liveforever
      • Imuttnya Kaktusku. Foto kiri: 3 anak kaktus saya pisahkan tahun lalu. Dipisahkan menjelang musim dingin. Ternyata malah kering dan mati. Ehh induknya menghasilkan lagi anak-anak yang lumayan banyak. Saya akan pisahkan di musim panas saja, supaya aman ;).

        Imuttnya anak.anak Kaktus
        Imuttnya anak.anak Kaktus
      • Kaktus Jangkung. Dulu saya kesal dengan kaktus ini „..ko kamu terima sih ada yang ngasih tanaman menyeramkan seperti ini“ ujarku ke suami kala itu. Duri-duri induk kaktusnya sangat menyeramkan. Anak-anaknya juga menjalar kemana-mana, jadi harus dibuat penopang, (penyangganya). Ternyata di musim dingin, induknya mulai sakit, menghitam, dan mulai kering. Sudah kami coba ganti dengan tanah (pasir) baru. Sedih juga kalau mati kaktusnya hiks, semoga anak-anaknya bertahan hingga musim panas siap untuk dipisahkan.
        Kaktus ini Pemberian Pasien suamiku. Tragis nasibnya
        Kaktus ini Pemberian Pasien suamiku. Tragis nasibnya

        2. Tumbuh tidak seperti yang diharapkan.

        • Narcissus atau dikenal juga sebagai daffodil. Maunya saya tanamannya tegak, jangan letoy gitu, kesannya berantakan. Foto tengah tanamannya saya coba kerangkeng :D, sebelah kanan coba dibagi tiga bagian dan diikat.
        • Allium. Sama seperti Narcissus, harus diberikan penyangga supaya Alliumnya tegak.
          Dua Jenis Allium
          Dua Jenis Allium

          3. Benih tanaman tidak tumbuh-tumbuh. Sudah 2 kali coba selang waktu sebulan. Nanam benih tomat, cabe, cabe rawit, paprika dan benih beberapa macam bunga. Percobaan pertama sama sekali tidak ada yang tumbuh. Coba lagi akhirnya ada 3 yang tumbuh, tapi benih bunga sama sekali tidak tumbuh. Dua hari lalu coba tanam lagi lebih banyak bibit bunganya, semoga tumbuh, kalau tidak ya habis deh benih bunga-bungaku :(.

          Percobaan kedua nih akhirnya ada tiga yang tumbuh benih tomat dan cabe bulat
          Percobaan kedua nih akhirnya ada tiga yang tumbuh benih tomat dan cabe bulat

          4. Umbi tanaman (bunganya) bermasalah. Kalau tanaman atau bunga pertumbuhannya aneh, seperti ujung daunnya mengering atau agak layu. Nah patut dicurigai, coba bongkar, siapa tahu umbinya agak busuk atau berjamur seperti Allium milik saya. Kalau berjamur, bersihkan. Usap saja, singkirkan jamurnya dan tanam kembali, berikan tanah yang baru. Sepertinya saya memberikan terlalu banyak air, jadi umbinya lembab dan berjamur.

          Umbi Allium ku Bermasalah
          Umbi Allium ku Bermasalah

    5. Kapan berbunga nyaaa???

        • Weihnachtskaktus atau Christmas Cactus. Genus Schlumbergera adalah genus kecil kaktus dengan enam spesies yang ditemukan di pegunungan pesisir selatan-timur laut Brasil. Tanaman tumbuh di pohon atau batu di habitat yang umumnya teduh dengan kelembaban yang tinggi. Sebagian besar spesies Schlumbergera memiliki batang yang menyerupai daun-seperti bantalan bergabung satu dengan yang lain dan bunga yang muncul dari areoles di sendi. Sudah diganti tanahnya, tidak sering disiram sesuai pentunjuk perawatannya, namun hingga sekarang tidak muncul bunganya.

          My Christmas Cactus or Thanksgiving Cactus where is your flower
          My Christmas Cactus or Thanksgiving Cactus where is your flower
        • Kalanchoe. Tanaman ini termasuk sukulen, jadi tidak boleh terlalu banyak disiram. Saya beli Mei 2012. Cantik ya warna pinknya. Bunganya bertahan lama loh sampai 3 bulan. Nah tanaman ini bisa diperbanyak dari daun-daunnya, tinggal dipotong dan ditancamkan ketanah, kalau mulai muncul cabang-cabangnya bisa juga dipotong dan ditanam. Dari bagian yang dipotong akan tumbuh lagi cabang baru. Dari satu induk yang kecil imut-imut, saya sudah punya 16 anak-anak Kalanchoe. Sayang belum muncul bunganya.
        • Anggrek Phalaenopsis. Tahun lalu sekitar bulan Oktober 2012 saya mendapat dua tanaman anggrek dari teman saya Ni Luh. Waktu diberikan belum muncul bunganya. Hingga kini milik belum muncul juga bunganya. Sedangkan milik Iluh anggreknya sudah berbunga, milik mama mertua saya anggreknya juga sudah berbunga. Anggrek semua orang sudah berbunga, hanya milik saya yang belum :(. Semoga setelah dipupuk satu bulan belakang ini akan berbunga. Foto kanan, anggrek yang besar sudah ada anaknya, dan sudah saya pisahkan. Eh sepertinya muncul bakal anak lagi. Haduuuhhh beranak terus kapan berbunganya??? :(. Beberapa kali ke supermarket khusus tanaman, naksir lihat anggrek warna biru, cantik sekali!, sayang saya tidak naksir harganya sekitar 30 Euro dirupiahkan Rp.375.000 semoga anggrek milik saya warna biru ngarep.com hehehe.

    6. Cuaca yang tidak bersahabat. Yang terakhir nih yang membuat saya frustasi atau kesal, cuaca yang tidak bersahabat. Seminggu kemarin setiap hari sudah hangat suhunya, hingga 19 derajat celcius. Matahari bersinar cerah. Sayapun membeli beberapa jenis tanaman, dan sudah taruh diluar rumah. Ternyata salju turun lagi :(. Daripada tanaman-tanamanku tamat riwayatnya, jadi saya masukin rumah dulu. Semoga saljunya tidak lama ya, kan sudah masuk bulan Maret harusnya sudah musim semi dong!.

    Walaupun terkadang saya frustasi akan banyak hal diatas yang saya jabarkan panjang lebar, biasanya tidak lama ko. Dalam beberapa hari kemudian kangen lagi berkebun. Biasanya di waktu jeda tersebut saya akan melakukan aktifitas lain seperti nonton tv berjam-jam, bikin-bikin kue, jalan-jalan ke beberapa supermarket khusus tanaman, membaca majalah-majalah berkebun dan tentunya internetan.

    Seorang gardener sejati pasti punya cara untuk tidak berputus atas menghadapi semua masalah yang terjadi pada tanaman-tanamannya, pasti punya cara untuk mencari penyelesaiannya termasuk punya cara untuk menghibur diri sendiri ;).

    Nah sahabat blogger apa punya cerita menarik juga mengenai suka duka berkebun? Bagaimana cara kalian mengatasi frustasi atau jenuh dalam bercocok tanam, share di kolom komentar ya ;).

    Happy gardening!.

     

    Frustasiku tahun 2012 disini ya

     

    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

     

error: Content is protected !!