Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 2)

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

You may also like...

49 Responses

  1. Ceritaeka says:

    Bapakku bilang selidiki dulu bibit bebet bobotnya.
    Setiap anaknya mau menikah malah Bapakku kirim orang suruhan yang menyelidiki calon mantunya diam-diam (tentunya). Lulus fit and proper test bapak, baru tangan Bapak terbuka lebar.
    Agak senag juga Bapakku ribet begitu orangnya.

    Turut berduka buat Albertina.

  2. Ibnu Ch says:

    Widih..ngeri juga ya?? berati sebelum mengambil keputusan untuk masalah pernikahan musti di lihat seluk beluk dulu tentang pasangan nya.
    salam kenal.

    (ibnuch.com dihapus karena domain tidak aktif lagi. 09.07.2016 )

  3. siti says:

    ihhh sedih & seram juga bacanya, wah kalo aku untungnya udah setahun ini aku komunikasi sama ibu, dan adiknya dan juga temannya yang sekota dan baru ketemuan lagi di Jakarta kemarin, kadang parno juga makanya saya milih orang yang mau hijrah ke Indonesia jadinya nanti tetap akan lebih aman untuk saya, dan paling penting pre enuptial agreement sangat penting untuk pernikahan beda bangsa apalagi kalau tinggalnya di Indonesia, biar aset yang ada tetap aman dan mencegah hal -hal yang tak diinginkan dikemudian hari, semoga tak ada kasus yang seperti ini terjadi ya mbak, dan doakan biar nantinya kami semua lancar-lancar aja..

  4. pelajaran yang sangat berharga 🙂

  5. alamendah says:

    Kasihan sekali, ternyata Eduard hanya seorang sopir … 🙁

  6. cutisyana says:

    Mbak, ceritanya sedih dan serem banget.. Intinya nikah sama siapapun itu harus hati2 dan diliat bibit, bebet, bobotnya dulu ya..

  7. Fascha says:

    Kasian ya mbak, nyaris sama dengan kisahku 🙂
    Tapi namanya jodoh siapa yang tahu, tapi sebaik mungkin ada diteliti dulu asal usul calon suami 🙂

  8. aduh kak nella, miris ceritanya. semoga banyak hikmah yang diambil dari postingan ini apalagi kalau ini kisah real.
    aku pasti menunggu babak selanjutnya, gak sabar baca sepotong2 gini kak nella. kalau beneran buku, uda kutancap gas sampai abis begadang gak tidur. hahaha..

  9. RY says:

    Kisah nyata yg tragis ya Mbak. Mana di negeri orang dengan segala keterbatasan, tapi alhamdulillah dia bisa mendapat gantinya yg lebih baik 🙂

  10. Mba nellaaaaa koq sedih bgt hiks, serem aku bacanya

  11. mau nambah sedikit peringatan yg kakak tulis dibawah: dan berdoalah kepada Tuhan minta petunjuknya. Tuhan itu ngak pernah bohong lho :). ditunggu sambungannya kak, aku baca dari awal barusan 🙂

  12. Evi says:

    Kisah ini pasti sangat bermanfaat bagi gadis-gadis yang sedang mencari calon suami pria asing ya Mbak. Semoga mereka tidak terpeleset seperti Albertina. Semoga mereka dapat yg baik seperti Mbak Nella. Amin 🙂

  13. emmachan24 says:

    wah mataku berkaca kaca :’)

  14. ini fiksi mba ??

    duhhh ia ya bener kata prinsif jawa qta harus mengenal bibit bebet bobotnya dulu heheheh

  15. untuk ada Robert yang mau menerima apaadanya…..

  16. saya nunggu lanjutannya mbak ^_^

  17. ardika says:

    Hemm, keren banget nih kisahnya. Real story banget mbak

  18. aghla says:

    tragis sekali ceritanya Mbak Nella…
    semoga yg membaca bis mengambil pelajaran 🙂

  1. April 14, 2013

    […] ← Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 2) […]

error: Content is protected !!