Kisah Cintaku yang Kelabu

loading...

Kisah Cintaku yang Kelabu. Ini kisah saya tahun 2007-2008. Saya menuliskannya pada tahun 2009, jadi pada saat itu saya belum mengenal suami saya. Dan selama ini tulisan ini tersimpan dengan rapih di file saya, karena saya malu menuliskan di blog :neutral:.

Kisah Cintaku yang Kelabu. freecodesource.com
Broken Heart

Belakangan saya berpikir ulang, karena seringnya kata kunci yang masuk ke blog saya seperti : penipuan online dating site, pacaran bule online tidak pernah ketemu,  wanita indo ditipu pria asing dari situs online, percintaan dgn pria bule, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta, cara penipuan bule, penipuan modus cinta di internet, penipuan cinta lewat fb, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta di internet, jangan pernah percaya cinta di dunia maya dengan bule, penipuan pria asing lewat facebook, no telp bule penipu

Mungkin saya bisa berbagi dengan pencari tag atau kata kunci diatas, mengenai kisah sedih saya di masa lalu. Mungkin ada yang mengalami hal serupa atau apapun itu Anda bisa mengambil hal positifnya.

Selamat membaca kisahku.

*****

LDR (long distance relationship) saya berawal manis dan berakhir tragis, namun saat ini saya bahagia dan sudah bisa melupakan dan memaafkan masa lalu, walaupun dua hari belakangan ini masa lalu datang kembali dan saya seperti mengalami dilema.

Tahun 2007 sekitar bulan Maret, saya bertemu (A.T) seorang pria Belgia yang usianya 19 tahun lebih tua dari saya. Kami bertemu di situs pertemanan lnm.eu (saat ini situsnya sudah tidak aktif lagi) mungkin bisa disebut dating service. Saya gunakan free member dan dia silver member. Saya bisa ikutan di situs tersebut atas undangan seorang teman. Bahasa yang digunakan di situs tersebut adalah Prancis dan bahasa Belanda, jadi saya sangat meraba-raba semua kata-kata disana. Pertama kali dia yang mengajak kenalan, lalu saya lihat status (divorced), umurnya, punya dua anak umur 18 dan 21 tahun, dan photonya, duuhhh ga banget deh!.

Entah bagamaina ceritanya, kita jadi sering email-emailan dan dia konsisten mengirimi saya email hampir setiap hari.  Saya tidak terlalu menanggapinya mengingat statusnya. Setelah beberapa waktu saya berani memberikan no. hp saya. Ya ampunn saya hampir tidak percaya kalau kuping saya ini bisa mengerti dengan jelas semua perkataan englishnya (mengingat beberapa kali saya pernah bicara dengan orang asing tidak paham apa yang dibicarakan). Suaranya duuhh bikin hati senang. (kelemahan wanita adalah pendengaran, langsung klepek-klepek deh kalau dengar rayuan).

Hampir setiap hari dia telepon sebelum saya berangkat ke kantor, chat dari hp, dan email-emailan juga. Waktu A.T hadir di kehidupanku, saat itu saya sangat down karena adik perempuan saya menikah duluan, dan saya mendengar suara-suara sumbang tentang adik yang melangkahi kakaknya menikah. Namun karena A.T saya jadi bisa kuat dan bisa hadir di pernikahan adik saya, walaupun hanya di pemberkatan gereja saja, karena saya tidak sanggup mendengar perkataan miring orang-orang.

Saat itu (di hari pernikahan adik saya) saya lebih memilih have fun dengan teman-teman saya ke mall, untungnya saya punya adik dan orangtua yang sangat mengerti dengan posisi saya, dan tentunya A.T.

Saya pikir kami hanya berteman, namun suatu hari dia mengajak saya jadian, dan saya shock karena saya pikir pasti orang tua saya tidak akan setuju, dan anggapan miring tentang bule.  Saya tantang kalau dia (A.T) memang serius dia harus datang ke Indonesia mengunjungi saya dan keluarga saya (niatnya supaya dia mundur, penolakan halus hehehe).

Ternyata dia setuju akan datang, dan saya jadi pusing bagaimana mengatakan semuanya ke orangtua. Saya tahu ortu  pasti tidak setuju karena perbedaan umur dan status dia, karena keluarga saudara-saudara saya pasti menganggap hal ini tidak wajar dan tidak bisa diterima masyarakat.

Akhirnya dia datang ke Jakarta, dan saya jemput dia bersama kakak rohani saya dan adik laki-laki saya. Sumpah nervous banget!. Malam sebelum A.T datang saya tidak bisa tidur dan mengingat orangtua yang tidak setuju saya jadi tambah pusing.

Singkat cerita dalam waktu 8 hari A.T di Indonesia, dia bisa bikin ortu saya berkesan dengan kepribadiannya yang sangat ramah. Kami makan malam di resto bersama keluarga saya, termasuk dengan kakak rohani dan suaminya. Dan malam itu di resto A.T minta izin ke ayah saya untuk jalin hubungan dengan saya. Ayah bilang asal saya bahagia terserah saya. Cihuyyy :).

Hari minggu sore di akhir Oktober 2008, dia harus kembali ke negaranya.  Dia meneteskan air mata selama perjalanan ke bandara. Saya jadi ikutan sedih :(. “Ko check in lama banget katanya mau keluar lagi say goodbye sama saya” tapi sudah hampir sejam tidak muncul juga, apa lupa?, atau saya pulang saja?” .

Saya suruh dua adik saya pulang duluan karena saya mau tunggu sampai pesawat A.T take off. Waktu saya melangkah ke luar toilet, saya meliat seseorang nengok kanan kiri seperti mencari seseorang. Dia masih jauh diujung jalan menuju ke arah saya. Saya bisa lihat itu A.T. Kami berlari dan bertemu di tengah jalan itu (seperti film India hehehehe).

Adik perempuan saya bilang, waktu A.T pergi, dirumah si mama sangat sedih, jadi diajak ke salon saja supaya sedikit senang. Mama bilang dia sedih A.T pulang ke negaranya, dia merasa seperti anak lelakinya yang pergi. Duuhh saya bahagia A.T bisa diterima keluarga saya.

A.T kirim paket dari negaranya (Belgia): 2 tas untuk saya dan mama, papan catur dan pin-pin nya utk ayah saya, buku belajar bahasa Belanda dan beberapa hadiah kecil lainnya. Saya tidak pernah minta apa-apa termasuk saya tidak pernah minta uang, walaupun A.T berjanji dia akan kirim uang tiap bulan untuk persiapan pernikahan, namun dia tidak melakukannya, dan saya tidak pernah menanyakannya lagi.

Beberapa bulan setelah kembali ke negaranya A.T jadi berubah, yang biasanya dia telepon hampir tiap hari kini tidak dilakukannya dengan berbagai alasan yang berusaha saya pahami. Saya jadi sering komplain karena alasan-alasannya.

 

untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

172 thoughts on “Kisah Cintaku yang Kelabu

  • November 11, 2013 at 12:13 am
    Permalink

    Aduh mba, bacanya ampe satu per satu, kata demi kata mengayati juga kisahnya. Keanya daerah sekitar sumatera n jawa itu mudah ntuk kopi darat ya mba.m. Klo blog gni bule bsa bca dg terjmhan bhs gk ya?

    • November 11, 2013 at 9:12 am
      Permalink

      Bisa ko, suamiku sering baca-baca blog saya ini. Dibagian kanan atas halaman depan ada google translatenya. Cuma ya gitu deh kadang ngaco terjemahannya, makanya saya harus nulis sesuai eyd 😀 .

  • October 20, 2013 at 6:52 am
    Permalink

    Saya memiliki pengalaman yg sama semoga kita bisa bikin komunitas korban bule kali jeng. Soalnya hati saya masih galau. Orang itu mengaku tentara Amerika dng nama Sergeant Mark Greene bahasanya sopan,indah bener bikin klepek2 tapi untung saya gak nyampe ketipu wong saya blusuan ke US Army cari tahu tentang dia

    • October 20, 2013 at 10:36 am
      Permalink

      Hati-hati jeng, masah iya army punya waktu internetan ga mungkin deh ya 😉 .

  • October 18, 2013 at 9:09 am
    Permalink

    Wahh wahh wahh, parah jg yah kejadiannya, bs sampai sedetail begitu..
    Klo saya sih kurang suka yah dg mencari jodoh di online, pasti nanti ditipu, dll deh..
    Bener bgt kak, sbg wanita hrs punya harga diri..

    • October 18, 2013 at 3:46 pm
      Permalink

      Hai Ditta salam kenal ya. Terima kasih sudah membaca tulisan saya 😉 .

  • September 23, 2013 at 6:20 am
    Permalink

    salam kenal mbak.. membaca ceritanya bisa dijadi pelajaran buat kita agar lebih berhati2 lagi.. benar wanita yang baik2 hanya untuk laki2 yang baik juga

  • September 11, 2013 at 6:59 am
    Permalink

    waduh…akhir yang mengharukan dan membahagiakan

  • September 10, 2013 at 5:52 am
    Permalink

    Hey mba, seru nih baca kisah nya
    Aq tertarik bngt baca cerita yg tentang pacaran sm bule2 gni, soalnya pacar q jg bule, qta udh saling kenal lebih dari 3 tahun, qta ngelaluin masa2 sulit selama 2 tahun pertama, d mulai dri dy manjalin hubungan sm cewe indonesia yg lain selain aq padahal waktu itu aq sm ni bule lg pdtk, sampe cewe ini ngaku2 d hamilin sm cowo aq, tp untungnya kebenaran akhirnya terungkap klo ternyata cewe ini bohong, dy cm gk terima d tinggalin sm pacar q dn pacar q ini lebih milih aq, aq d caci maki sm cewe ini dari facebook, tp y udahlah emang dasar cewe gila, dan udh setahun belakangan ini lancar2 bngt dan rencananya mw nikah klo aq udh lulus kuliah, dy udh kunjungin aq 3 kali ke indonesia 🙂 mudah2an semuanya berjalan lancar, amin 🙂

    • September 10, 2013 at 8:46 am
      Permalink

      Hai Ayu terima kasih sudah berbagi cerita di sini. Semoga hubungan kalian berdua kedepannya lancar ya 🙂 .

  • Pingback: Mejeng di Majalah | Pursuing My Dreams

  • Pingback: Artikel Menikahi WNA | Pursuing My Dreams

  • Pingback: Cinta vs Uang, Hati-hati Internet Love Scams! | Pursuing My Dreams

  • Pingback: Cinta via Biro Jodoh Online | Pursuing My Dreams

  • July 25, 2013 at 9:39 am
    Permalink

    10 jempol buat mbak #pinjem jempol tetangga juga nie akhirnya #..:D
    Aq SANGAT..SANGAT..SANGAT…SETUJU !!!!! Emang dasar udah dari sononya kalo cewe thailand itu sukanya keGatelan, suka foya2 en pamer.. aq pernah ribut besar ama pacarku jg gara2 cewe “brengsek” thailand, yaa mgkn gak semua tp 10:100. Tp bener2 yaa sesuatu… mereka gak peduli mau sdh atau belum merried kalo ama org laki “ngranyap”… aq blg seperti ini karena aq ada pengalaman buruk mbak nella.. sampe darah BONEK’ku mendidih !!! Sorry aja bukannya aq cemburu, tapi jijik kalo inget..bener2 gak nyangka aja. Setidaknya aq bangga jadi wanita indonesia yang masih bisa membawa diri, tahu sopan santun, bisa menghargai dan menghormati org laen terlebih pasangan kita..

    • July 25, 2013 at 11:41 am
      Permalink

      Hai Ratna haha bisa aja jempol tetangga di pinjam 😆 . Iya banyak juga wanita yang melakukan apapun asal mereka dapat yang diinginkannya 🙁 .

      • July 26, 2013 at 11:57 pm
        Permalink

        iiiihhhh….aq jadi gemesss yaaa… siapa sih si A T tuch mbak…. sumpah pengen nimpukin tuch hidung belang, sudah tua koq gak inget umur.. !!!!

  • July 20, 2013 at 7:51 am
    Permalink

    Bersyukur ya Mbak tdk jadi dgn pacar yg tukang boong,diganti dgn yg lebih baik.

  • July 19, 2013 at 10:39 am
    Permalink

    Honestly, ak nangis loh kak baca kisah kakak ini :”

    (monyetjungkirbalik.blogspot.com linknya dihapus karena tidak aktif lagi. 04.10.2015)

  • July 17, 2013 at 1:11 pm
    Permalink

    Wow.. ternyata sebelumnya ada cerita ini hehehe.. menarik Kak trims sudah menulis ini yaaahhh

  • Pingback: Setelah Online, Saatnya Kopi Darat | Pursuing My Dreams

  • June 19, 2013 at 3:41 am
    Permalink

    wah ka, sedih bener ya ceritanya. syukurlah sudah berakhir. temen kantorku juga ada ka yang digituin. pacaran sama bule. waktu itu dia datang ke indo dan aku juga beberapa temen pernah dikenalin. hari – hari terakhir tinggal di indo ( cuma 2 minggu di sini ) dia mulai jd orang yg tidak menyenangkan ( menurut temenku ). pas balik ke negaranya, mereka YM-an dan di YM dia bilang kalau dia tidak pernah ingin menjadikan temenku istrinya, hanya sekedar teman YM-an saja. padahal dr hasil chat mereka, mereka udh ngomongin soal tetek-bengek urusan pernikahan 2 negara 2 budaya ini. malah temenku udah siap pindah lagi, tp tuh cowok ‘ ngelepehin ‘.

    ” beberapa kali A.T menyapa saya di ym tetapi saya acuhkan, atau saya jawab singkat-singkat. Dia menemukan blog saya ini dan pernah 2-3 kali menuliskankan komentar. Tidak penting menurut saya! ” – setuju ka ! 🙂 .

    ” Satu hal yang bisa saya nasehatkan, kalau kalian menjalin hubungan dengan orang asing a.k.a bule, jaga baik-baik harga diri kalian (Wanita), karena kalau sudah hilang tidak bisa diganti dengan apapun ” – thanks for the tips ! 🙂

    • June 19, 2013 at 8:24 am
      Permalink

      Kalau baru 1-2 kali ketemuan (tatap muka) jangan berharap banyak, karena masih penjajakan. Masing-masing punya sifat dan kepribadian, namanya beda bangsa ya, mungkin ada sifat yg ga bisa diterima lawan jenis. Kalau si co suka dengan kita (wanita) ya cowonya yang menunjukkan rasa sukanya. Kalau saya belum bisa jadi tipe yang ngejar2, capee, maunya sih dikejar pria ya hehe :D.

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: