Tag: Sightseeing

  • Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen. Rencana awal suami dan saya akan liburan tahun baru ke Schwarzwald (Black Forest), salah satu tujuannya mau lihat rumah-rumah petani Jerman jaman dulu kala, seperti yang pernah saya lihat di Swiss klik disini, Eh kami malah menghabiskan waktu hanya di Emmendingen dan melihat kisru rumah tangga sahabat suami, yang belum tahu kisahnya klik disini.

    Rasanya sayang, kalau sudah jauh-jauh dari rumah, namun tidak ada tempat (menarik) yang kami jelajahi. Maka dihari terakhir liburan, kami sempatkan jalan-jalan di pusat kota Emmendingen. Cukup menarik, karena bangunan-bangunan di sana walau banyak yang sudah tua namun tetap terawat.

    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen

     

    Hari itu 2 Januari 2013 sekitar jam 10 pagi kami keliling Emmendingen. Hanya setengah jam, kami tidak bisa berlama-lama karena harus segera pulang, sore harinya suami harus bekerja kembali.

     

    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen
    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen

     

    Emmendingen adalah sebuah kota di Emmendingen, Baden-Württemberg, Jerman.

     

    Kota ini berada di tepi Sungai Elz terletak 14 km (8,7 mil) utara Friburg di Brisgau.

     

    Rumah Toko di Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Rumah Toko di Emmendingen

     

    Emmendingen - cityhall
    Emmendingen – cityhall

     

    Masih Ada Sisa Hiasan Natal
    Masih Ada Sisa Hiasan Natal

     

    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll

     

    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013

    Video Pusat kota Emmendingen

     

    Selama dua malam, suami dan saya menginap di penginapan “Engel”, semacam losmen lah, dalam bahasa Jerman istilahnya Gasthaus atau Pension. Nama lokasinya Tennenbach, masih diwilayah Emmendingan. Lokasi ini ditempuh sekitar 12 menit dari pusat kota Emmendingen. Jalan menuju ke penginapannya seperti ke puncak, jalannya berbelok-belok, hanya bisa dua mobil berlawanan arah. Kiri kanan jalannya terhampar pohon-pohon yang tinggi menjulang.

     

    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach
    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach

     

    Penginapannya di kelilingi pengunungan. Sungguh indah, sayang sekali kami tidak sempat berjalan-jalan disekitar penginapan, pertama cuaca sangat dingin, kedua kami tidak punya banyak waktu. Suatu hari nanti kami akan kembali lagi ke Tennenbach ;-).

    Penginapan Kami di Tennenbach
    Penginapan Kami di Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach

     

    Tarif kamarnya 37 Euro/malam/orang. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. Sarapannya makan sampai kenyang, sepuasnya :D.

    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri
    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri

     

    Video Pemandangan ke Penginapan di Tennenbach

     

    Suami dan saya lebih suka wisata alam, seperti melihat pegunungan, atau seperti ketika di Swiss melihat wisata Tebing di Aareschlucht, mendebarkan sekaligus menyenangkan klik disini.

     

    Kalau sahabat blogger suka wisata alam atau lebih suka ke mall? Masih ingat kah dimana lokasi wisata paling berkesan buat kamu?

     

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
    Paris je t’aime
    Liburan Swiss 2012
    Ramainya Bulan Oktober di München
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
    Museum Farmasi Jerman

  • Ramainya Bulan Oktober di München

    Ramainya Bulan Oktober di München

    Ramainya Bulan Oktober di München. Dari tanggal 3 hingga 16 Oktober lalu saya kedatangan tamu, yakni dua sahabat saya dari Jakarta. Visa sudah diurus 3 bulan sebelum keberangkatan mereka, semuanya berjalan lancar, tanpa kendala. Kedatangan mereka bertepatan dengan liburan kursus saya (tanggal 1 sampai 7 Oktober), maka beberapa hari saya bisa jalan-jalan dengan mereka ;-).

    Niat kedua sahabat saya, dalam waktu 13 hari mau mengunjungi beberapa negara-negara Eropa (negara-negara Schengen) seperti Jerman, Belanda, Itali, Swiss dan Paris, ternyata Itali dan Swiss tidak bisa dikunjungi karena keterbatasan waktu.

    Rasanya sayang sekali kalau pergi ke suatu negara, hanya singgah sebentar foto-foto di lokasi wisata terkenal, lalu berangkat lagi ke negara lain. Buat saya hal tersebut menguras tenaga dan juga butuh uang yang tidak sedikit, kalau mau naik bus bisa saja sedikit murah, namun waktu akan terbuang di jalan. Misal ketika kami pergi dari Jerman ke Paris menggunakan bus malam, butuh waktu 7 jam. Pergi dan kembali ke Jerman berarti sudah 14 jam waktu kami habiskan di jalan.

    Baca juga: jalan-jalan ke Paris – Paris je taime

     

    Liburan di Jerman pada bulan Oktober, tentu saja sayang dilewatkan untuk melihat perayaan Oktoberfest di München (Munich). Tahun 2012 ini acaranya berlangsung dari 22 September hingga 7 Oktober. Sejak tanggal 20 September saya mencoba mencari-cari hostel di München melalui internet, ternyata banyak sekali yang sudah penuh.

    1. Transportasi
    Kami pergi ke München menggunakan kereta api. Tiket untuk tiga orang 417 Euro, kami langsung beli tiket untuk pergi dan kembali ke tempat tinggal saya (Bad Rappenau). Tiket seharga 417 Euro, berarti perorang 139 Euro, mahal??? Kata suami saya „selamat datang di Jerman!“. Disini serba mahal hehehe, tidak ada bus menuju München. Jarak Bad Rappenau ke München sekitar 313 Km. Naik kereta butuh waktu sekitar 3,5 jam, dua kali ganti kereta.

    Ramainya Bulan Oktober di München. Jadwal Kereta Bisa Print Out di Mesin Pembelian Tiket atau dari Internet (Foto: dok. pribadi)
    Jadwal Kereta Bisa Print Out di Mesin Pembelian Tiket atau dari Internet (Foto: dok. pribadi)

    Ini kali pertama saya jalan-jalan sendiri tanpa suami, biasanya mengandalkan suami untuk membaca peta perjalanan, lihat jadwal kereta, harus ganti kereta dimana. Pokoknya, sebelumnya sepenuhnya mengandalkan suami, saya terima beres saja jalan-jalan dengan tenang :D.

    Bukti Pembayaran Tiket Kereta ke München (Foto: dok. pribadi)

    Hari itu saya harus benar-benar teliti membaca jadwal kereta, harus pindah distasiun mana, peron berapa, kereta nomer berapa, harus sigap mendengar informasi dalam kereta dan di stasiun, untung deh sudah sedikit menguasai Bahasa Jerman, jangan harap ada informasi dalam bahasa Inggris (kecuali di stasiun besar seperti Berlin, München, Stuttgart dll).

    Mau tiket kereta yang lebih murah? Bisa pergi di hari sabtu atau hari minggu. Beli tiket akhir pekan namanya Weekend Ticket tiket seharga 40 Euro, kamu bisa pergi kemana saja di Jerman, tiket berlaku untuk 5 orang.

    Murah sekali yaa, tapi siap-siap dengan waktu tempuh yang lama sekali dan ganti kereta lebih dari 5 kali hehehe, misalnya setelah balik dari München kami jalan-jalan ke Melsungen, jaraknya kurang lebih sama seperti ke München yakni 300 km an, waktu tempuhnya 6 jam, total pergi dan kembali 12 jam.

    Setelah sampai di München, kami membeli tiket kereta harian yang berlaku untuk kelompok, jadi lebih murah, bisa puas keliling naik kereta dalam kota. Bisa pilih zona 1-3 atau zona 1-6. Harga tiket zona 1-3 10,2 Euro. Kalau mau mengunjungi stadion bola Bayern München pilih yang zona 1-6, tiketnya lebih mahal sedikit ko.

    Tiba di Stasiun München Hauptbahnhof (Foto: dok. pribadi)

    2. Tempat Menginap di München

    Akhirnya satu hari sebelum berangkat berhasil dapat hostel, yang saya booking melalui booking.com. Namanya guenstigschlafen24 alamatnya Verdistraße 21 81247 München. Awalnya saya coba cek ke website hostelnya langsung ternyata sudah penuh hingga tanggal 7 Oktober, sedangkan kalau booking melalui booking.com masih ada kamarnya.

    Guenstig Schlafen24 Tempat Menginap di München (Foto: dok. pribadi)

    Kami pilih kamar yang Triple room harganya 140 Euro/kamar. Sarapan biayanya beda lagi, yakni 7 Euro (Kami pilih tidak sarapan, karena bawa sendiri). Lumayanlah kalau bayar bertiga jadi murah kan ;-). Booking hostel melalui booking.com kartu kredit tidak langsung dipotong untuk pembayaran, namun kami bayar ketika tiba di hostelnya, kami pilih pembayaran secara cash.

    *Kalau tidak ada perayaan apapun, tarif hostel lebih murah, dan sudah termasuk sarapan.

    Kamar Mandi Guenstig Schlafen24 München (Foto: dok. pribadi)

    Dari stasiun München Hbf naik kereta lagi selama kira-kira 10 menit, lalu turun di stasiun Obermenzing S-Bahn, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Günstig Schlafen 24 memiliki 55 kamar yang berada pada 5 gedung yang berbeda.

    Fasilitas hostelnya : Free Wi-Fi, parkir gratis, didekat hostel ada beberapa restoran seperti Mc. Donald, dan juga supermarket. Penginapan ini tidak menyediakan toiletries, hanya handuk yang mereka sediakan, jadi kalian harus membawa sendiri perlengkapan mandi.

    Untuk ukuran penginapan murah, jangan berharap ruang kamar yang mewah, pokoknya bisa bermalam dikamar yang bersih dan bisa mandi sudah cukup ;-).

    3. Kemana saja di München?

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Pameran Flora ala Jerman

    Pameran Flora ala Jerman

    Pameran Flora ala Jerman. Pada tanggal 15 dan 16 September 2012 lalu, di dekat tempat tinggal saya berlangsung pameran Flora. Jauh-jauh hari papan atau plang informasi acara sudah dipasang diberbagai tempat. Sebagai pecinta tanaman dan bunga-bunga, tentu saja saya ingin sekali mengunjungi acara tersebut. Pameran ini adalah yang ke empat kalinya di adakan di Bad Rappenau.

    Lokasi pamerannya di Salinen Park, dari jam 10 pagi hingga jam 6 sore. Tiket masuknya 6 Euro (sekitar Rp.72.000). Namun kalau dipikir-pikir lagi, pergi berdua dengan suami berarti tiketnya 12 Euro, dengan nilai segitu saya bisa membeli 2 atau 3 pot bunga (Frank juga punya pikiran yang sama).

    Tiga hari sebelum acara berlangsung, ternyata Frank dapat dua tiket gratis loh! Wah saya senang sekali!. ;-). Kami pergi di hari kedua, minggu 16 September, kami pergi sekitar jam satu siang. Lokasinya dipadati pengunjung. Di pameran tersebut ada sekitar 170 stand yang menawarkan produk mereka.

    Pameran Flora ala Jerman
    Hamparan Bunga-bunga Nan Cantik di Pintu Masuk (Foto: dok. pribadi)

    Dari pintu masuk, pengunjung disuguhi hamparan bunga-bunga yang ditata begitu indahnya, dengan kombinasi warna yang menyegarkan mata. Di pameran tersebut, banyak stand yang menjual bunga-bunga, tanaman (pohon), dekorasi taman dan sebagainya untuk mempercantik taman Anda. Buat yang berkantong tebal, acara hari itu adalah surga belanja bagi pecinta tanaman.

    Pameran Flora ala Jerman. Kincir kayu
    Barang-barang yang di Jual di Pameran Flora (Foto: dok. pribadi)

     

    Barang-barang yang di Jual di Pameran Flora
    Hayooo Siapa Berminat Membeli Bunga (Foto: dok. pribadi)

     

    Barang-barang yang di Jual di Pameran Flora
    Tanaman-tanaman Hias yang membuat Lapar Mata (Foto: dok. pribadi)

     

    Barang-barang yang di Jual di Pameran Flora
    Dengan Melihat-lihat Produk-produk yang di Gelar Sudah Cukup Puas (Foto: dok. pribadi)

    Saya tidak belanja apapun di pameran, karena harga-harga produk yang dijual ko ya mahal-mahal sekali! Berbeda dengan harga di pasaran. Namun saya cukup senang hari itu walau hanya melihat-lihat saja, karena saya jadi mendapat banyak sekali ide untuk taman saya, bagaimana mendekorasi taman, membuat cantik pot bunga, atau ide-ide lainnya misal untuk mengatur atau mengkombinasikan bunga-bunga 😉 .

    Aneka hiasan taman
    Dekorasi Untuk Taman (Foto: dok. pribadi)

     

    Bed Cover dan Sarung Bantal unik. Barang-barang yang di Jual di Pameran Flora
    Cantik Sekali ya Motif Bed Cover dan Sarung Bantalnya (Foto: dok. pribadi)

    Video Pameran Flora di Bad Rappenau

     

    Tulisan Terkini

  • Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht

    Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht

    Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht. Saya diprotes salah satu pembaca setia blogku, “mana cerita barunya, tiap hari dibuka masih yang itu-itu saja, nanti saya tulis komentar “JANGAN MALAS!” cuma bisa nyengir didepan suami tercinta, ya dia adalah salah satu pembaca setia blogku 😉 .

    Kalau saya menulis atau bercerita, saya ingin tulisan saya punya beberapa (banyak) informasi (sumber), kemudian tidak hanya sekedar tulisan saja, namun dilengkapi foto dan video. Untuk foto dan videopun harus di edit dulu, misal dikecilkan ukurannya, dibuat lebih terang, utak atik sana sini baru upload ke youtube (kalau dalam bentuk video).

    Buat saya, menulis butuh konsentrasi, butuh “mood”, dan harus berpikir! Jadi kalau judul baru tidak terbit di blog, maka saya lagi malas mikir yang ribet-ribet 😀 . Nah paling saya browsing sana sini, baca berita sana sini, komentar di blog teman-teman, atau sekedar nge “like” tulisan mereka yang berarti saya sudah membacanya.

    Oke, kembali ke judul tulisan diatas “Liburan Swiss’. Hari itu Rabu, 15 Agustus 2012, suami tercinta dan saya, kami mengunjungi wisata tebing (jurang), nama lokasinya Aareschlucht di Meiringen.

    Aareschlucht Meiringen. Liburan Swiss Part 6 - Wisata Tebing Aareschlucht
    Aareschlucht Meiringen 15.08.2012 (Foto: dok. pribadi)

    Walau hari itu cuaca agak hangat, dari penginapan saya sudah berpakaian tertutup (lengan pajang, celana panjang) dan membawa jaket. Saya berpikir mungkin saja sangat dingin, karena kami akan sesekali menelusuri terowongan batu yang lembab dan berair.

    Tiket masuk Aareschlucht 7.5 CHF kira-kira Rp. 71.250
    Tiket masuk Aareschlucht 7.5 CHF kira-kira Rp. 71.250 (Foto: dok. pribadi)

    Tiket masuk 7,5 CHF per orang (kurs Rp.9500, berarti tiketnya Rp.71.250), buat saya harganya tersebut murah ;-). Lokasi ini buka jam 8.30 dan tutup jam 17.30, mungkin saja ada waktu-waktu tertentu hingga malam hari, namun harus ditemani pemandu wisata, dan ada biaya tambahan lagi. Karena lokasinya berbahaya dilalui pada bulan-bulan tertentu (misal musim dingin) maka Aareschlucht ini tutup mulai 1 November dan akan buka kembali awal bulan April.

    Di Aareschlucht ini kita bisa menelusuri jurang sepanjang 1,4 kilometer dengan kedalaman 180 meter. Selama lebih dari 100 tahun wisata jurang ini dapat di akses pengunjung dengan jalur yang aman. Pengunjung dapat berjalan diatas panggung (kayu) dan sesekali harus melalui terowongan. Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam.

    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht
    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht (Foto: dok. pribadi)

    Ketika melalui terowongan harus hati-hati berjalan karena jalannya licin. Air menetes dari bagian atas dan dinding kanan kiri kita. Jangan kuatir, terowongannya dilengkapi lampu ko jadi amanlah buat pengunjung. Beruntung buat orang pendek seperti saya, tidak perlu kuatir kepala akan kena atap goa, nah buat orang yang tinggi hati-hati deh atap goanya yang tajam 😉 .

    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht
    Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam (Foto: dok. pribadi)

     

    Buat suami dan saya wisata Aareschlucht sangat indah. Diantara dua tebing tajam yang terbentang luas, ditengahnya dilalui sungai, airnya berwarna biru.

    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen
    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen (Foto: dok. pribadi)

    Tertarik mengetahui sejarah Aareschlucht silakan klik sejarah Aareschlucht dan legenda Aareschlucht

    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen. Lake of Brienz
    Lake of Brienz (Foto: dok. pribadi)

     

    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur
    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur (Foto: dok. pribadi)

     

    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur Innertkirchen
    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur Innertkirchen (Foto: dok. pribadi)

     

    Pengunjung bisa masuk melalui pintu barat atau pintu timur. Dan kami bisa naik kereta untuk kembali ke pintu masuk awal, jadi tidak perlu menelusuri kembali wisata jurang. Oh ya tiket masuk sudah termasuk tiket kereta, kereta akan datang setiap setengah jam 😉 .

    Tiket Masuk Aareschlucht Sudah Termasuk Tiket Kereta
    Baliknya Naik Kereta, Tiket Masuk Aareschlucht Sudah Termasuk Tiket Kereta (Foto: dok. pribadi)

     

    Video Aareschlucht.

     

    Berikut ini Video yang di unggah oleh Enerstomovie, dengan kualitas video yang lebih baik

     

    Tidak terasa sebentar lagi hari liburan akan segera berakhir 🙁

    Artkel terkait:
    • Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    • Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    • Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    • Hari keempat berwisata ke kebun binatang Zürich lanjut jalan-jalan di pusat kota Zürich

  • Liburan Swiss Part 5 – Pusat kota Zürich

    Liburan Swiss Part 5 – Pusat kota Zürich

    Liburan Swiss (Part 5) – Pusat kota Zürich. Tulisan ini masih mengenai jalan-jalan di Zürich. Kami (Eka & keluarga dan saya) memutuskan untuk mengunjungi museum mainan (Toys museum), sedangkan Frank masih ingin berjalan-jalan di kebun binatang (KB) Zürich, karena menurutnya sayang kalau tidak mengunjungi semua area KB. Karena tiket masuknya mahal.

    Berbekal petunjuk Peter (si mesin GPS) maka kami mencoba mencari alamat Toys museumnya. Harap-harap cemas karena museum tutup jam 5 sore, berarti masih ada 20 menit lagi. Tanya sana sini, kemudian kami parkir mobil di gedung parkir. Kami lanjut berjalan kaki, karena menurut petunjuk seorang pejalan kaki lokasinya sudah dekat.

    Di Zürich tidak bisa parkir sembarangan di jalan, kalaupun parkir harus lihat warna lokasi garis parkirnya, ada yang parkiran milik pribadi atau perusahaan, salah parkir siap-siap dapat surat tilang!. Akhirnya tibalah kami di depan museum, museumnya ada di pusat perbelanjaan dan sedikit masuk gang, Toys museum alamatnya Sammlung Franz Carl Weber Fortunagasse 15, 8001 Zürich. Museum sudah tutup!! Telat 10 menit 🙁 .

    Liburan Swiss Part 5 - Pusat kota Zürich. Depan Museum Mainan Zürich. Toys Museum
    Depan Museum Mainan Zürich. Toys Museum (Foto: dok. pribadi)

     

    Tiket masuk museum 4 CHF (kurs Rp. 9.700, jadi tiket kira-kira Rp. 38.800), di museum ini kita bisa melihat koleksi mainan-mainan di Eropa dari jaman dahulu kala abad ke 18 hingga abad ke 20. Mungkin lain kali kami berkesempatan kesini lagi ;-). Informasi lebih lanjut silakan klik website Toys Museum.

    Zürich adalah kota terbesar dan salah satu pusat perdagangan di Swiss. Selain Jenewa, Zürich juga menjadi salah satu kota terpenting di dunia.

    Di Zürich ada Universitas atau institut terkenal di Swiss, yakni ETH Zürich . Institut Teknologi ini telah menghasilkan lebih dari 20 penerima penghargaan Nobel. Albert Einstein bersekolah dan kemudian menjadi profesor di sini. Selain ETH; terdapat pula Universitas Zürich. Di universitas ini pernah bersekolah Ernest Douwes Dekker, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia. (sumber wikipedia).

    Pusat Belanja kota Zürich
    Mejeng di Pusat Belanja kota Zürich (Foto: dok. pribadi)

     

    Berhubung museum mainan tutup, jadi kami berjalan-jalan di pusat kota. Takjub lihat bangunan-bangunannya yang unik, takjub lihat orang-orang yang berlalu lalang dengan pakaian-pakaiannya yang serba modis, berkelas dan banyak merek terkenal :D.

    Pusat Belanja di Zürich
    Pusat Belanja di Zürich (Foto: dok. pribadi)

     

    Saya pernah dua kali mendarat di bandara Zürich, pada Januari 2011 dan Juni 2011, bandaranya sangat amat besar, pertama kalinya disana pakai judul „Tersesat di Bandara!“ ceritanya klik disini ; belajar dari pengalaman, maka kali kedua, lancar tidak nyasar lagi untuk keluar bandara ;-).

    Model Bangunan Salah Satu Restoran di Pusat Kota Zürich
    Model Bangunan Salah Satu Restoran di Pusat Kota Zürich (Foto: dok. pribadi)

     

    Puas selama satu jam-an berjalan-jalan di pusat kota dan sempat mampir ke salah satu toko (cuci mata!), maka kami kembali ke gedung parkir, dan mau menjemput Frank di KB: Zürich. OMG!!! (Oh my God) Parkir hampir 1,5 jam kena 6.60 CHF (1 CHF = kira-kira Rp.9700 Kurs BI) Kalau dirupiahkan Rp. 64.000.

    Mahalnya parkir di Zurich swiss
    Tiket Parkir di Zürich yang amit-amit Mahalnya (Foto: dok. pribadi)

    Normalnya tuh parkir 1-2 CHF/jam, di Zürich amait-amit dah!, lain kali kalau bawa mobil mau jalan-jalan dipusat kota sebaiknya lihat dulu tarif parkirnya ya ;-).

    Baru ingat Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia. Pendapatan dan gaji rata-rata yang diperoleh warga Zurich adalah terbesar di dunia. Sebut saja misalnya gaji guru sekolah dasar sebesar US$84 ribu atau Rp750 juta per tahun atau tertinggi di dunia untuk ukuran seorang guru. Karena itu, wajar pula jika biaya hidup di kota ini sangat tinggi :D.

    Setelah menjemput Frank, kami langsung mau ke penginapan di Interlaken. Hikss jauh banget 3 jam-an perjalanan. Oh ya, mumpung masih di Zürich, mampir ke kantor FIFA yuk, buat berfoto 😉 .

    The Home of FIFA. FIFA-Strasse 20 Zürich Switzerland. Berfoto di depan kantor FIFA Swiss
    The Home of FIFA. FIFA-Strasse 20 Zürich Switzerland (Foto: dok. pribadi)

     

    Artkel terkait:
    • Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    • Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    • Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    • Hari keempat berwisata ke kebun binatang Zürich lanjut jalan-jalan di pusat kota Zürich

error: Content is protected !!