Tag: Jalan-jalan Eropa

  • On The Way Wisteria Tree Blauregen

    On The Way Wisteria Tree Blauregen

    On The Way Wisteria Tree Blauregen. Before I didn’t know about this tree, I never stop my walked and looked at that tree. Until I saw when the tree has full blooming. Oh, my God, it was so beautiful 🙂 .

    On The Way Wisteria Tree Blauregen. Wisteria Tree in full bloom Sinsheim Germany
    Wisteria Tree in full bloom Sinsheim Germany

     

    The tree called Wisteria. The tree grows on the pedestrian. This tree can grow 20–30 m long. In Germany called Blauregen. Blau = blue ; regen = rain. Called so because the flower looks like the raindrop.

    Wisteria tree on the winter time. 19 Jan 2015
    Wisteria tree on the winter time. 19 Jan 2015

    Read also: How to plant Wisteria From Pods – Cara Menanam Biji Pohon Wisteria

    Many of my gardening friends in Indonesia fascinated about wisteria. So when the seeds come in autumn or spring season I go there and collecting them.

    Wisteria seed pods. If you want get wisteria from seed, you have to wait at least 13 years to see the first flower
    Wisteria seed pods. If you want to get wisteria from seed, you have to wait at least 13 years to see the first flower

     

    In response to The Daily Post weekly photo challenge: “On the Way”

     

    My gardening post you can find here (with bahasa)
    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

  • Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen. Rencana awal suami dan saya akan liburan tahun baru ke Schwarzwald (Black Forest), salah satu tujuannya mau lihat rumah-rumah petani Jerman jaman dulu kala, seperti yang pernah saya lihat di Swiss klik disini, Eh kami malah menghabiskan waktu hanya di Emmendingen dan melihat kisru rumah tangga sahabat suami, yang belum tahu kisahnya klik disini.

    Rasanya sayang, kalau sudah jauh-jauh dari rumah, namun tidak ada tempat (menarik) yang kami jelajahi. Maka dihari terakhir liburan, kami sempatkan jalan-jalan di pusat kota Emmendingen. Cukup menarik, karena bangunan-bangunan di sana walau banyak yang sudah tua namun tetap terawat.

    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen

     

    Hari itu 2 Januari 2013 sekitar jam 10 pagi kami keliling Emmendingen. Hanya setengah jam, kami tidak bisa berlama-lama karena harus segera pulang, sore harinya suami harus bekerja kembali.

     

    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen
    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen

     

    Emmendingen adalah sebuah kota di Emmendingen, Baden-Württemberg, Jerman.

     

    Kota ini berada di tepi Sungai Elz terletak 14 km (8,7 mil) utara Friburg di Brisgau.

     

    Rumah Toko di Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Rumah Toko di Emmendingen

     

    Emmendingen - cityhall
    Emmendingen – cityhall

     

    Masih Ada Sisa Hiasan Natal
    Masih Ada Sisa Hiasan Natal

     

    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll

     

    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013

    Video Pusat kota Emmendingen

     

    Selama dua malam, suami dan saya menginap di penginapan “Engel”, semacam losmen lah, dalam bahasa Jerman istilahnya Gasthaus atau Pension. Nama lokasinya Tennenbach, masih diwilayah Emmendingan. Lokasi ini ditempuh sekitar 12 menit dari pusat kota Emmendingen. Jalan menuju ke penginapannya seperti ke puncak, jalannya berbelok-belok, hanya bisa dua mobil berlawanan arah. Kiri kanan jalannya terhampar pohon-pohon yang tinggi menjulang.

     

    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach
    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach

     

    Penginapannya di kelilingi pengunungan. Sungguh indah, sayang sekali kami tidak sempat berjalan-jalan disekitar penginapan, pertama cuaca sangat dingin, kedua kami tidak punya banyak waktu. Suatu hari nanti kami akan kembali lagi ke Tennenbach ;-).

    Penginapan Kami di Tennenbach
    Penginapan Kami di Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach

     

    Tarif kamarnya 37 Euro/malam/orang. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. Sarapannya makan sampai kenyang, sepuasnya :D.

    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri
    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri

     

    Video Pemandangan ke Penginapan di Tennenbach

     

    Suami dan saya lebih suka wisata alam, seperti melihat pegunungan, atau seperti ketika di Swiss melihat wisata Tebing di Aareschlucht, mendebarkan sekaligus menyenangkan klik disini.

     

    Kalau sahabat blogger suka wisata alam atau lebih suka ke mall? Masih ingat kah dimana lokasi wisata paling berkesan buat kamu?

     

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
    Paris je t’aime
    Liburan Swiss 2012
    Ramainya Bulan Oktober di München
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
    Museum Farmasi Jerman

  • Paris je t’aime

    Paris je t’aime

    Paris je t’aime. Tahun 2009 adalah pertama kalinya saya jalan-jalan ke Eropa, namun saat itu belum kesampaian untuk jalan-jalan ke Paris. Hingga satu tahun saya menetap di Jerman, belum juga impian tersebut terwujudkan.

    Nah baru Oktober 2012 ini, bersama kedua sahabat saya Maria dan Gini (dari Jakarta), kami bertiga berpetualang di Paris 😉 .

    1. Transportasi
    Awalnya kami ingin berangkat tgl 4-6 Oktober, ternyata tidak ada bus lagi karena sudah mempet kepergian kami. Mau naik kereta mahal sekali, pergi pulang bertiga sekitar 500 Euro.

    Akhirnya kami mundurkan satu minggu kepergian ke Paris, sehingga kami bisa booking tiket untuk naik bus. Kami berangkat tgl 11 Oktober malam (jam 11.10) tiba di Paris pagi hari 12 Oktober sekitar jam 6 pagi, dan kembali ke Jerman tgl 13 oktober jam 4 sore, sampai di Jerman tanggal yang sama.

    Bus yang kami gunakan Eurolines. Pergi ke Paris dan kembali ke Jerman, untuk tiga orang biayanya 241 Euro. Harga tersebut sudah termasuk biaya service 4 Euro untuk 3 orang, jadi perorang membayar 80 Euro sekian cent, murah kan, dibandingkan naik kereta bisa dua kali lipatnya ;-).

    Tiket bus kami beli secara online, bayar dengan kartu kredit, lalu kami mendapat tiketnya melalui email, dan kami print out.

    Terminal Bus nya kami pilih di Heidelberg (Heidelberg, Hbf. Europa Bus Haltestelle) supaya mudah dicapai dari tempat tinggal saya di Bad Rappenau. Halte busnya ada di depan Mc. Donald Heidelberg. Sedangkan terminal bus di Paris yakni Gallieni-gare routiere international.

    Stasiun Bus Euroline di Paris yakni Gallieni-gare Routiere International
    Jam 6 Pagi kami tiba di Stasiun Bus Euroline di Paris yakni Gallieni-gare Routiere International (Foto: dok. pribadi)

    Baca juga: Ramainya Bulan Oktober di München

    2. Tempat Menginap di Paris
    Seperti ketika di München, maka yang di Paris ini, kami juga memilih yang tidak mahal, cukup bintang**. Nama hotelnya Misterbed alamatnya 2 Avenue Du General De Gaulle, 93170 Bagnolet Paris. Pokoknya asal bersih, ada air panas untuk mandi dan bisa tidur, sudah cukup.
    Sarapan di Hotel 8 Euro/orang. Parkir mobil 10 Euro/hari. Kami memilih untuk tidak sarapan hotel, beli makanan sendiri lebih murah.

    Paris je t'aime. Penginapan Murah di Paris. Mister Bed City Bagnolet
    Penginapan Murah di Paris. Mister Bed City Bagnolet (Foto: dok. pribadi)

    Kamar kami pilih triple room, tarifnya 71 Euro/kamar/malam. Ditambah pajak dll, maka total yang kami bayar 74 Euro. Dibagi 3, berarti perorang membayar sekitar Rp. 25 Euro.

    Tarif Kamar Hotel Mister Bed Paris
    Tarif Kamar Hotel Mister Bed Paris (Foto: dok. pribadi)

    Hotel kami booking melalui booking.com kartu kredit tidak langsung dipotong untuk pembayaran, kami membayar ketika sudah tiba di hotelnya.

    Kamar Mandi Hotel Mister Bed City Bagnolet Paris
    Kamar Mandi Hotel Mister Bed City Bagnolet Paris (Foto: dok. pribadi)

    Hotel ini kami pilih karena dekat dengan terminal bus Eurolines (Gallieni-gare routiere international). Kami bisa jalan kaki 10 menit ke hotelnya, dan paling penting hotelnya dekat dengan stasiun kereta bawah tanah (metro) Gallieni station. Bisa jalan kaki paling 3 menit. Naik metro dari stasiun Gallieni (line 3) dalam waktu 15 menit kita sudah sampai di pusat kota Paris ;-).

    Bus kami tiba di terminal Gallieni-gare routiere international Paris pagi hari jam 6 : 15, sedangkan menurut lembaran booking hotel, kami baru bisa check-in di jam 2 siang. Kami coba ke hotelnya siapa tahu boleh titip barang-barang kami, kemudian kami kan bisa jalan-jalan sambil menunggu waktu check-in hotel. Ternyata resepsionis hotelnya baik sekali loh! dengan senang hati dia menerima titipan barang-barang kami. Namun di luar masih gelap, si resepsionis bilang kalau tempat-tempat wisata dan toko-toko baru buka lewat jam 8. Jadi kami duduk-duduk di hotel, sambil menunggu sang mentari menampakkkan diri.

    Saya biasanya cari referensi hotel melalui tripadvisor.com; kalau sudah dapat nama hotel yang diinginkan, saya baca komentar dari orang-orang yang sudah pernah menginap dihotel tersebut. Tentu kita tidak mau dong, begitu sampai di kamar hotel, ternyata kamarnya kotor, kasurnya ada kutu busuknya, atau air panas tidak keluar dll, makanya penting untuk mencari referensi, salah satunya melalui tripadvisor.com. Setelah yakin dengan hotel yang kita pilih, maka saya booking melalui booking.com.

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Ramainya Bulan Oktober di München

    Ramainya Bulan Oktober di München

    Ramainya Bulan Oktober di München. Dari tanggal 3 hingga 16 Oktober lalu saya kedatangan tamu, yakni dua sahabat saya dari Jakarta. Visa sudah diurus 3 bulan sebelum keberangkatan mereka, semuanya berjalan lancar, tanpa kendala. Kedatangan mereka bertepatan dengan liburan kursus saya (tanggal 1 sampai 7 Oktober), maka beberapa hari saya bisa jalan-jalan dengan mereka ;-).

    Niat kedua sahabat saya, dalam waktu 13 hari mau mengunjungi beberapa negara-negara Eropa (negara-negara Schengen) seperti Jerman, Belanda, Itali, Swiss dan Paris, ternyata Itali dan Swiss tidak bisa dikunjungi karena keterbatasan waktu.

    Rasanya sayang sekali kalau pergi ke suatu negara, hanya singgah sebentar foto-foto di lokasi wisata terkenal, lalu berangkat lagi ke negara lain. Buat saya hal tersebut menguras tenaga dan juga butuh uang yang tidak sedikit, kalau mau naik bus bisa saja sedikit murah, namun waktu akan terbuang di jalan. Misal ketika kami pergi dari Jerman ke Paris menggunakan bus malam, butuh waktu 7 jam. Pergi dan kembali ke Jerman berarti sudah 14 jam waktu kami habiskan di jalan.

    Baca juga: jalan-jalan ke Paris – Paris je taime

     

    Liburan di Jerman pada bulan Oktober, tentu saja sayang dilewatkan untuk melihat perayaan Oktoberfest di München (Munich). Tahun 2012 ini acaranya berlangsung dari 22 September hingga 7 Oktober. Sejak tanggal 20 September saya mencoba mencari-cari hostel di München melalui internet, ternyata banyak sekali yang sudah penuh.

    1. Transportasi
    Kami pergi ke München menggunakan kereta api. Tiket untuk tiga orang 417 Euro, kami langsung beli tiket untuk pergi dan kembali ke tempat tinggal saya (Bad Rappenau). Tiket seharga 417 Euro, berarti perorang 139 Euro, mahal??? Kata suami saya „selamat datang di Jerman!“. Disini serba mahal hehehe, tidak ada bus menuju München. Jarak Bad Rappenau ke München sekitar 313 Km. Naik kereta butuh waktu sekitar 3,5 jam, dua kali ganti kereta.

    Ramainya Bulan Oktober di München. Jadwal Kereta Bisa Print Out di Mesin Pembelian Tiket atau dari Internet (Foto: dok. pribadi)
    Jadwal Kereta Bisa Print Out di Mesin Pembelian Tiket atau dari Internet (Foto: dok. pribadi)

    Ini kali pertama saya jalan-jalan sendiri tanpa suami, biasanya mengandalkan suami untuk membaca peta perjalanan, lihat jadwal kereta, harus ganti kereta dimana. Pokoknya, sebelumnya sepenuhnya mengandalkan suami, saya terima beres saja jalan-jalan dengan tenang :D.

    Bukti Pembayaran Tiket Kereta ke München (Foto: dok. pribadi)

    Hari itu saya harus benar-benar teliti membaca jadwal kereta, harus pindah distasiun mana, peron berapa, kereta nomer berapa, harus sigap mendengar informasi dalam kereta dan di stasiun, untung deh sudah sedikit menguasai Bahasa Jerman, jangan harap ada informasi dalam bahasa Inggris (kecuali di stasiun besar seperti Berlin, München, Stuttgart dll).

    Mau tiket kereta yang lebih murah? Bisa pergi di hari sabtu atau hari minggu. Beli tiket akhir pekan namanya Weekend Ticket tiket seharga 40 Euro, kamu bisa pergi kemana saja di Jerman, tiket berlaku untuk 5 orang.

    Murah sekali yaa, tapi siap-siap dengan waktu tempuh yang lama sekali dan ganti kereta lebih dari 5 kali hehehe, misalnya setelah balik dari München kami jalan-jalan ke Melsungen, jaraknya kurang lebih sama seperti ke München yakni 300 km an, waktu tempuhnya 6 jam, total pergi dan kembali 12 jam.

    Setelah sampai di München, kami membeli tiket kereta harian yang berlaku untuk kelompok, jadi lebih murah, bisa puas keliling naik kereta dalam kota. Bisa pilih zona 1-3 atau zona 1-6. Harga tiket zona 1-3 10,2 Euro. Kalau mau mengunjungi stadion bola Bayern München pilih yang zona 1-6, tiketnya lebih mahal sedikit ko.

    Tiba di Stasiun München Hauptbahnhof (Foto: dok. pribadi)

    2. Tempat Menginap di München

    Akhirnya satu hari sebelum berangkat berhasil dapat hostel, yang saya booking melalui booking.com. Namanya guenstigschlafen24 alamatnya Verdistraße 21 81247 München. Awalnya saya coba cek ke website hostelnya langsung ternyata sudah penuh hingga tanggal 7 Oktober, sedangkan kalau booking melalui booking.com masih ada kamarnya.

    Guenstig Schlafen24 Tempat Menginap di München (Foto: dok. pribadi)

    Kami pilih kamar yang Triple room harganya 140 Euro/kamar. Sarapan biayanya beda lagi, yakni 7 Euro (Kami pilih tidak sarapan, karena bawa sendiri). Lumayanlah kalau bayar bertiga jadi murah kan ;-). Booking hostel melalui booking.com kartu kredit tidak langsung dipotong untuk pembayaran, namun kami bayar ketika tiba di hostelnya, kami pilih pembayaran secara cash.

    *Kalau tidak ada perayaan apapun, tarif hostel lebih murah, dan sudah termasuk sarapan.

    Kamar Mandi Guenstig Schlafen24 München (Foto: dok. pribadi)

    Dari stasiun München Hbf naik kereta lagi selama kira-kira 10 menit, lalu turun di stasiun Obermenzing S-Bahn, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Günstig Schlafen 24 memiliki 55 kamar yang berada pada 5 gedung yang berbeda.

    Fasilitas hostelnya : Free Wi-Fi, parkir gratis, didekat hostel ada beberapa restoran seperti Mc. Donald, dan juga supermarket. Penginapan ini tidak menyediakan toiletries, hanya handuk yang mereka sediakan, jadi kalian harus membawa sendiri perlengkapan mandi.

    Untuk ukuran penginapan murah, jangan berharap ruang kamar yang mewah, pokoknya bisa bermalam dikamar yang bersih dan bisa mandi sudah cukup ;-).

    3. Kemana saja di München?

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Liburan Swiss 2012 (Tamat)

    Liburan Swiss 2012 (Tamat)

    Liburan Swiss 2012 (Tamat). Satu hari sebelum liburan berakhir, kami habiskan waktu untuk shopping!! ;-). Suami masih punya voucher belanja 50 CHF, dari kantornya dulu ketika dia bekerja di Swiss. Nilai voucher segitu ga ada apa-apa sih, paling beli 2 potong baju :-(. Namun yang penting bisa cuci mata di pusat perbelanjaan he-he-he.

    Kami pergi ke kota Thun. Awalnya mau naik kereta, sampai di stasiun kereta dan cek di mesin ATM, tiket kereta untuk ke Thun sekitar 50 CHF, berdua berarti 100 an CHF; Padahal jaraknya tidak terlalu jauh. Kami urungkan naik kereta, dan kami pakai mobil dari penginapan, lebih murah isi bensin mobil daripada naik kereta :D. Naik mobil tidak sampai 30 menit.

    Video Perjalanan dari Interlaken ke Thun

     

    Swiss identik dengan banyaknya terowongan-terowongan dijalan raya, misalnya seperti dibawah ini sengaja saya rekam.

     

    Di pusat perbelanjaan, harus bayar kalau mau ke toilet. Gak tanggung-tanggung mahalnya 1 CHF. (kira-kira Rp.9500), masukkan uang logam ke kotak di pintu masuk. Harus masukkan pas 1 CHF; (ga boleh uang receh yang lebih kecil nilainya), pintu akan terbuka otomatis. Anehnya Cuma toilet wanita yang harus bayar!.

    Liburan Swiss 2012 (Tamat)
    Toilet Umum di Pusat Perbelanjaan Kota Thun (Foto: dok. pribadi)

     

    Mau siram toilet tinggal injak bulatan hitam ya, tidak ada petunjuk untuk penggunaannya loh, tapi dulu sudah pernah dikasih tahu ko ;-).

    Toilet unik
    Kalau ketemu Toilet Model Ini Jangan Bingung ya 😀 (Foto: dok. pribadi)

    Rangkuman Jalan-jalan Swiss

    Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    Hari keempat berwisata ke kebun binatang Zürich lanjut jalan-jalan di pusat kota Zürich
    Hari kelima mengunjungi wisata tebing (jurang) Aareschlucht di Meiringen
    Hari keenam Shopping di kota Thun
    Hari ketujuh Liburan berakhir!. Karena searah jalan pulang, kami berniat mau mengunjungi kebun raya Bern (BOGA Bern), sayang sekali tidak ketemu lokasinya, tanya beberapa orang dijalan, mereka tidak tahu, tanya Peter si GPS, malah dibawah muter-muter. Jadi kami memutuskan langsung pulang ke Jerman.

    Selama di Swiss kami menginap di Apartemen Hapimag. Hanya yang jadi member bisa menginap di tempat tersebut. Eka yang punya chanel ke penginapan ini, so terima kasih banyak buat Eka ;-).

    Penginapan di Swiss
    Hapimag Swiss. Dapur, Ruang Tamu, Balkon (Foto: dok. pribadi)

     

    Penginapan di Swiss
    Dua Kamar Tidur di Apartmen kami (Foto: dok. pribadi)

     

    Penginapan di Swiss
    Kamar Mandi Penginapan. Ini Kamar Mandi Eka, punya saya berantakan, malu potretnya hehehe (Foto: dok. pribadi)

     

    Penginapan di Switzerland
    Pemandangan Bagian Belakang Penginapan dari Jendela Kamarku (Foto: dok. pribadi)

     

    Apartemen di Interlaken, tampak Gunung Es
    Dari Balkon Apartemen di Interlaken, tampak Gunung Es (Foto: dok. pribadi)

    Video pemandangan Interlaken dari Balkon Apartemen

     

    Frank dan saya sempatkan beberapa kali jalan-jalan disekitar penginapan. Di lokasi ini banyakkk sekali turis-turis Asia.

    Interlaken Swiss. Lain kali Harus dicoba nih Naik Kereta Api Mendaki ke Gunung
    Interlaken Swiss. Lain kali Harus dicoba nih Naik Kereta Api Mendaki ke Gunung (Foto: dok. pribadi)

     

    Kasino di Swiss
    Sebelah Penginapan ada Kasino, Yang Berminat Semoga Beruntung yaa (Foto: dok. pribadi)

    Tahun-tahun mendatang kalau ada kesempatan lagi ke Interlaken ingin coba Paragliding dan pengen mengunjungi gunung salju abadi Jungfrau.

     

    Samping Penginapan di Interlaken, Tahun depan pengen mendaki ke Gunung salju Abadi Jungfrau
    Samping Penginapan di Interlaken, Tahun depan pengen mendaki ke Gunung salju Abadi Jungfrau (Foto: dok. pribadi)

    Berhubung keduanya mahal, jadi mulai menabung lagi ;-).

    Video kota Interlaken

     

    Sebelum berangkat liburan, saya cari informasi melalui banyak sumber di Internet, mengenai lokasi-lokasi apa saja yang patut dikunjungi di Swiss. Nah dibawah ini daftar yang saya buat. Dari 14 tempat hanya 5 tempat yang kami kunjungi. Dalam satu hari kami hanya pergi ke satu lokasi, sehingga kami benar-benar menikmatinya ;-).

    My Switzerland List

    1. Zürich zoo. Zürichbergstrasse 221 Zürich. The zoo is open 365 days a year. 9.00 – 18.00. (Masoala Rainforest 10.00 – 18.00). Fees: Adults 22 CHF. Children up to 6 years free.

    2. Toy Museum Zurich. Sammlung Franz Carl Weber Fortunagasse 15, 8001 Zürich. Telefon 044 211 9305. Monday to Friday 02.00 – 05.00 p.m. Saturday 01.00 – 04.00 p.m. Sunday closed. High days and holidays closed. Fees: 4 CHF. Description: A collection of Swiss toys from throughout history.

    3. UNOG – Palais des Nations . The buildings of the united nations in Geneva. 8 – 14 avenue de la Paix 1211 Geneva 10, Geneva, Switzerland. In July and August open non-stop from 10 a.m. to 4 p.m. (tours start at 10:30 a.m., last tour at 4 p.m.). Fees: Adults: CHF 12.- per person. School children and youths (aged 6 to 18): CHF 7.- * per person. Groups (minimum of 20 adutls): CHF 10.- per person.

    4. Botanischergarten. BOGA Bern. Altenbergrain 21 CH-3013 Bern. Tel. +41 31 631 4945. Öffnungszeiten. Mai bis Oktober 09.30 Uhr bis 17.30 Uhr. 365 Tage im Jahr geöffnet. Der Eintritt ist frei.

    5. Meiringen Aareschlucht. Aareschlucht AG CH-3860 Meiringen. Öffnungszeiten: 8.30 – 17.30 Uhr ; 8.30 – 22.00 Uhr während der Abendbeleuchtung ; ab 17.30 – 22.00 Uhr Eintritt nur beim Westeingang!. Admission: 7.50 CHF individuals, children under 6 free, free parking, no parking fees. The Haslital, one of the large valleys in the Alps region. It stretches from the Grimsel to the Brienz. The flat valley floor of the lower valley is called by an imposing rock, “Kirchet” separated from the upper valley. In tens of thousands of years, the Aare River through the limestone rock of “Kirchet” eroded a path and created a 1.4 km long, up to 200 m deep gorge, in parts only 1 – is 2 feet wide.

    6. Emmental AOC Show Dairy. Affoltern im Emmental. Emmentaler Schaukäserei AG | Schaukäsereistrasse 6 | 3416 Affoltern im Emmental | Schweiz. Telefon +41 (0)34 435 16 11. Die Schaukäserei ist jeden Tag geöffnet – auch an Sonn- und Feiertagen.

    7. Lake Lucerne – the scenic beauty of the lake can be discovered on the many different cruises offered by paddlewheel steamers and motor vessels. Pilatus, Rigi, Stanserhorn – excursion mountains made accessible by cableways, offering up picture-book panoramas of the regions around Lucerne.

    8. The World Heritage – Old City of Berne-. Canton of Berne N46 56 53.016 E7 27 1.008 Founded in the 12th century on a hill site surrounded by the Aare River, Berne developed over the centuries in line with a an exceptionally coherent planning concept. The buildings in the Old City, dating from a variety of periods, include 15th-century arcades and 16th-century fountains. Most of the medieval town was restored in the 18th century but it has retained its original character.

    9. Cruise of the Mermaid by Swissboat. 4, Quai du Mont-Blanc CH – 1201 Geneva. Duration : 1 hour to 1h15. Departures 11.15 am ; 13.30 pm ; 15.30 pm ; 16.30 pm* 17.15 pm * Only on Thursday, Friday, Saturday and Sunday . Price for the complete cruise (without any stop) Adults Sfr 15.- / 12.50€: Children Sfr 9.- / 7.50€: This 1 hour guided tour will make you discover the major attractions of the lake of Geneva : the stone of Niton, the Water Fountain, the Black Harbour, the Diodati house, The UN building, the castle of Bellerive, the Mermaid, and many more interesting sites. Don’t miss this unique opportunity to sightseeing one of Europa’s most beautiful lake on our comfortable cruising ships.

    10. Sattel Mostelberg . Fussgängerhängebrücke Raiffeisen Skywalk 374 m – Hängebrücke-Feeling! Sattel-Hochstuckli AG Postfach 36. 6417 Sattel. Arrival by car (Eumatt, 6417 Sattel). From Zurich via Hwy. Zurich-Chur, exit Schindellegi, direction Schwyz (approx. 40 min). From Zug via Aegerital (approx. 20 min). From Lucerne via Hwy. Zug-Schwyz, exit Schwyz, direction Pfäffikon-Sattel (approx. 40 min.)

    11. Gstaad. Romantic vacations in Switzerland are unthinkable, without paying a visit to Gstaad. This place is situated at the juncture of the Alpine valley, between the Bernese Oberland and the Vaud Alps. This is one such place, where you will find different fashionable accessories and is one of the best ski resorts. The hotels are small and cozy, with airy rooms, fireplaces etc, which are best suited for spending some quiet evenings, with your beloved, in your hotel room.

    12. A lovely little spot Aran. In Aran sur Villette, there’s a wonderful place for a picnic, with views of Lake Geneva and the vineyards. A top tip for a break amid the vineyards, with trees for shade.

    13. Val de Travers. Jura & Three-Lakes
    14. The World Heritage -Swiss Alps Jungfrau-Aletsch-. Or Mount.Titlis.

    -Tamat-

    Baca Juga:
    Liburan Swiss 2012
    Liburan Swiss 2012 (Part 2)
    Liburan Swiss (part 3)
    Liburan Swiss (Part 4)
    Liburan Swiss (Part 5)
    Liburan Swiss (Part 6)

  • Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht

    Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht

    Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht. Saya diprotes salah satu pembaca setia blogku, “mana cerita barunya, tiap hari dibuka masih yang itu-itu saja, nanti saya tulis komentar “JANGAN MALAS!” cuma bisa nyengir didepan suami tercinta, ya dia adalah salah satu pembaca setia blogku 😉 .

    Kalau saya menulis atau bercerita, saya ingin tulisan saya punya beberapa (banyak) informasi (sumber), kemudian tidak hanya sekedar tulisan saja, namun dilengkapi foto dan video. Untuk foto dan videopun harus di edit dulu, misal dikecilkan ukurannya, dibuat lebih terang, utak atik sana sini baru upload ke youtube (kalau dalam bentuk video).

    Buat saya, menulis butuh konsentrasi, butuh “mood”, dan harus berpikir! Jadi kalau judul baru tidak terbit di blog, maka saya lagi malas mikir yang ribet-ribet 😀 . Nah paling saya browsing sana sini, baca berita sana sini, komentar di blog teman-teman, atau sekedar nge “like” tulisan mereka yang berarti saya sudah membacanya.

    Oke, kembali ke judul tulisan diatas “Liburan Swiss’. Hari itu Rabu, 15 Agustus 2012, suami tercinta dan saya, kami mengunjungi wisata tebing (jurang), nama lokasinya Aareschlucht di Meiringen.

    Aareschlucht Meiringen. Liburan Swiss Part 6 - Wisata Tebing Aareschlucht
    Aareschlucht Meiringen 15.08.2012 (Foto: dok. pribadi)

    Walau hari itu cuaca agak hangat, dari penginapan saya sudah berpakaian tertutup (lengan pajang, celana panjang) dan membawa jaket. Saya berpikir mungkin saja sangat dingin, karena kami akan sesekali menelusuri terowongan batu yang lembab dan berair.

    Tiket masuk Aareschlucht 7.5 CHF kira-kira Rp. 71.250
    Tiket masuk Aareschlucht 7.5 CHF kira-kira Rp. 71.250 (Foto: dok. pribadi)

    Tiket masuk 7,5 CHF per orang (kurs Rp.9500, berarti tiketnya Rp.71.250), buat saya harganya tersebut murah ;-). Lokasi ini buka jam 8.30 dan tutup jam 17.30, mungkin saja ada waktu-waktu tertentu hingga malam hari, namun harus ditemani pemandu wisata, dan ada biaya tambahan lagi. Karena lokasinya berbahaya dilalui pada bulan-bulan tertentu (misal musim dingin) maka Aareschlucht ini tutup mulai 1 November dan akan buka kembali awal bulan April.

    Di Aareschlucht ini kita bisa menelusuri jurang sepanjang 1,4 kilometer dengan kedalaman 180 meter. Selama lebih dari 100 tahun wisata jurang ini dapat di akses pengunjung dengan jalur yang aman. Pengunjung dapat berjalan diatas panggung (kayu) dan sesekali harus melalui terowongan. Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam.

    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht
    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht (Foto: dok. pribadi)

    Ketika melalui terowongan harus hati-hati berjalan karena jalannya licin. Air menetes dari bagian atas dan dinding kanan kiri kita. Jangan kuatir, terowongannya dilengkapi lampu ko jadi amanlah buat pengunjung. Beruntung buat orang pendek seperti saya, tidak perlu kuatir kepala akan kena atap goa, nah buat orang yang tinggi hati-hati deh atap goanya yang tajam 😉 .

    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht
    Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam (Foto: dok. pribadi)

     

    Buat suami dan saya wisata Aareschlucht sangat indah. Diantara dua tebing tajam yang terbentang luas, ditengahnya dilalui sungai, airnya berwarna biru.

    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen
    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen (Foto: dok. pribadi)

    Tertarik mengetahui sejarah Aareschlucht silakan klik sejarah Aareschlucht dan legenda Aareschlucht

    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen. Lake of Brienz
    Lake of Brienz (Foto: dok. pribadi)

     

    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur
    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur (Foto: dok. pribadi)

     

    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur Innertkirchen
    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur Innertkirchen (Foto: dok. pribadi)

     

    Pengunjung bisa masuk melalui pintu barat atau pintu timur. Dan kami bisa naik kereta untuk kembali ke pintu masuk awal, jadi tidak perlu menelusuri kembali wisata jurang. Oh ya tiket masuk sudah termasuk tiket kereta, kereta akan datang setiap setengah jam 😉 .

    Tiket Masuk Aareschlucht Sudah Termasuk Tiket Kereta
    Baliknya Naik Kereta, Tiket Masuk Aareschlucht Sudah Termasuk Tiket Kereta (Foto: dok. pribadi)

     

    Video Aareschlucht.

     

    Berikut ini Video yang di unggah oleh Enerstomovie, dengan kualitas video yang lebih baik

     

    Tidak terasa sebentar lagi hari liburan akan segera berakhir 🙁

    Artkel terkait:
    • Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    • Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    • Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    • Hari keempat berwisata ke kebun binatang Zürich lanjut jalan-jalan di pusat kota Zürich

  • Liburan Swiss Part 5 – Pusat kota Zürich

    Liburan Swiss Part 5 – Pusat kota Zürich

    Liburan Swiss (Part 5) – Pusat kota Zürich. Tulisan ini masih mengenai jalan-jalan di Zürich. Kami (Eka & keluarga dan saya) memutuskan untuk mengunjungi museum mainan (Toys museum), sedangkan Frank masih ingin berjalan-jalan di kebun binatang (KB) Zürich, karena menurutnya sayang kalau tidak mengunjungi semua area KB. Karena tiket masuknya mahal.

    Berbekal petunjuk Peter (si mesin GPS) maka kami mencoba mencari alamat Toys museumnya. Harap-harap cemas karena museum tutup jam 5 sore, berarti masih ada 20 menit lagi. Tanya sana sini, kemudian kami parkir mobil di gedung parkir. Kami lanjut berjalan kaki, karena menurut petunjuk seorang pejalan kaki lokasinya sudah dekat.

    Di Zürich tidak bisa parkir sembarangan di jalan, kalaupun parkir harus lihat warna lokasi garis parkirnya, ada yang parkiran milik pribadi atau perusahaan, salah parkir siap-siap dapat surat tilang!. Akhirnya tibalah kami di depan museum, museumnya ada di pusat perbelanjaan dan sedikit masuk gang, Toys museum alamatnya Sammlung Franz Carl Weber Fortunagasse 15, 8001 Zürich. Museum sudah tutup!! Telat 10 menit 🙁 .

    Liburan Swiss Part 5 - Pusat kota Zürich. Depan Museum Mainan Zürich. Toys Museum
    Depan Museum Mainan Zürich. Toys Museum (Foto: dok. pribadi)

     

    Tiket masuk museum 4 CHF (kurs Rp. 9.700, jadi tiket kira-kira Rp. 38.800), di museum ini kita bisa melihat koleksi mainan-mainan di Eropa dari jaman dahulu kala abad ke 18 hingga abad ke 20. Mungkin lain kali kami berkesempatan kesini lagi ;-). Informasi lebih lanjut silakan klik website Toys Museum.

    Zürich adalah kota terbesar dan salah satu pusat perdagangan di Swiss. Selain Jenewa, Zürich juga menjadi salah satu kota terpenting di dunia.

    Di Zürich ada Universitas atau institut terkenal di Swiss, yakni ETH Zürich . Institut Teknologi ini telah menghasilkan lebih dari 20 penerima penghargaan Nobel. Albert Einstein bersekolah dan kemudian menjadi profesor di sini. Selain ETH; terdapat pula Universitas Zürich. Di universitas ini pernah bersekolah Ernest Douwes Dekker, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia. (sumber wikipedia).

    Pusat Belanja kota Zürich
    Mejeng di Pusat Belanja kota Zürich (Foto: dok. pribadi)

     

    Berhubung museum mainan tutup, jadi kami berjalan-jalan di pusat kota. Takjub lihat bangunan-bangunannya yang unik, takjub lihat orang-orang yang berlalu lalang dengan pakaian-pakaiannya yang serba modis, berkelas dan banyak merek terkenal :D.

    Pusat Belanja di Zürich
    Pusat Belanja di Zürich (Foto: dok. pribadi)

     

    Saya pernah dua kali mendarat di bandara Zürich, pada Januari 2011 dan Juni 2011, bandaranya sangat amat besar, pertama kalinya disana pakai judul „Tersesat di Bandara!“ ceritanya klik disini ; belajar dari pengalaman, maka kali kedua, lancar tidak nyasar lagi untuk keluar bandara ;-).

    Model Bangunan Salah Satu Restoran di Pusat Kota Zürich
    Model Bangunan Salah Satu Restoran di Pusat Kota Zürich (Foto: dok. pribadi)

     

    Puas selama satu jam-an berjalan-jalan di pusat kota dan sempat mampir ke salah satu toko (cuci mata!), maka kami kembali ke gedung parkir, dan mau menjemput Frank di KB: Zürich. OMG!!! (Oh my God) Parkir hampir 1,5 jam kena 6.60 CHF (1 CHF = kira-kira Rp.9700 Kurs BI) Kalau dirupiahkan Rp. 64.000.

    Mahalnya parkir di Zurich swiss
    Tiket Parkir di Zürich yang amit-amit Mahalnya (Foto: dok. pribadi)

    Normalnya tuh parkir 1-2 CHF/jam, di Zürich amait-amit dah!, lain kali kalau bawa mobil mau jalan-jalan dipusat kota sebaiknya lihat dulu tarif parkirnya ya ;-).

    Baru ingat Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia. Pendapatan dan gaji rata-rata yang diperoleh warga Zurich adalah terbesar di dunia. Sebut saja misalnya gaji guru sekolah dasar sebesar US$84 ribu atau Rp750 juta per tahun atau tertinggi di dunia untuk ukuran seorang guru. Karena itu, wajar pula jika biaya hidup di kota ini sangat tinggi :D.

    Setelah menjemput Frank, kami langsung mau ke penginapan di Interlaken. Hikss jauh banget 3 jam-an perjalanan. Oh ya, mumpung masih di Zürich, mampir ke kantor FIFA yuk, buat berfoto 😉 .

    The Home of FIFA. FIFA-Strasse 20 Zürich Switzerland. Berfoto di depan kantor FIFA Swiss
    The Home of FIFA. FIFA-Strasse 20 Zürich Switzerland (Foto: dok. pribadi)

     

    Artkel terkait:
    • Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    • Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    • Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    • Hari keempat berwisata ke kebun binatang Zürich lanjut jalan-jalan di pusat kota Zürich

  • Liburan Swiss (Part 4) – Kebun Binatang

    Liburan Swiss (Part 4) – Kebun Binatang

    Apakah Anda suka berwisata ke kebun binatang?. Apakah kebun binatang menarik buat anak-anak saja? orang dewasa (belum punya anak) ataupun masih single suka juga kah berwisata ke tempat ini? He-he-he penasaran saja karena banyak sekali anak-anak di kebun binatang yang saya kunjungi hari itu.

    Oh ya saya baru kali ini berkesempatan mengunjungi kebun binatang di Luar negeri. Sebelum berangkat liburan saya coba cari di internet tempat-tempat apa saja yang bagus dan menarik dikunjungi di Swiss, nah kebun binatang Zürich adalah salah satunya ;-).

    Mejeng dulu ya disamping Empang, sambil menunggu Bebek-bebek Cantik lewat (Foto: dok. pribadi)

     

    Kebun binatang (KB) Zürich buka setiap hari sepanjang tahun, dari jam 09 pagi hingga jam 6 sore (Bulan November tutuap jam 5 sore.

    Tiket masuk 22 CHF (*dengan kurs + Rp.9000) kalau dirupiahkan Rp. 198.000. Anak-anak hingga usia 6 tahun GRATIS: Usia 6-16 separuh tiket dewasa.

    Sedikit penasaran dengan tiket masuk kebun binatang Ragunan, Jakarta (karena sudah lamaaa sekali tidak kesana 😀 ) . Ternyata hanya Rp.5000 kalau mau mengunjungi Pusat Primata Schmutzer tiketnya Rp. 6000 – Rp.7500 ya total tidak sampai Rp.15.000. Tiket masuk KB Bandung Rp.20.000. Hmmm kalau dibandingkan ke KB. Zürich berlipat kali lipat ya (Makin cinta tanah air deh, gak pakai mahal! 😎 .

    Kalau ada yang tahu websitenya KB. Ragunan dan Pusat Primata Schmutzer mau dong diinformasikan ke saya. Tempat wisata terkenal ko ya ga nemu websitenya, sudah bolak balik tanya mas google.com.

    Das Pipi eines Elefanten. Setiap hari Gajah minum 110 Liter dan kencingnya 80 Liter, bisa separuh bath up (Foto: dok. pribadi)

     

    Di KB. Zürich melihat:

    • Hewan-hewan yang hidupnya di Rainforest
    • Hewan-hewan asal Madagaskar
    • Kura-kura raksasa
    • Berang-berang Eopa
    • Hewan-hewan Ampibi, seperti katak dll. Kataknya juga bermacam-macam warna dan jenisnya, ada juga yang beracun.
    • Gajah Asia
    • Konservasi Kelelawar
    • Harimau, Badak dan Zebra, Macan Tutul Putih, kambing Arab, Singa asal India, Orang Utan asal Sumatera (Pongo pygmaeus abeli )dan Sulawesi, Pinguin biasa, Buaya asal Filipina.

     

    Toilet di Kebun Binatang Zürich Gratis, yang penting Bersih sekali (Foto: dok. pribadi)

     

    Slideshow Foto-foto di KB: Zürich

    This slideshow requires JavaScript.

     

    Setelah hari sebelumnya dengan berat hati menghapus beberapa video dan foto-foto, maka di kebun binatang bisa buat beberapa video singkat ;-).

    Video Berwisata ke Kebun Binatang di Zürich

     

    Artikle terkait:
    • Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    • Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    • Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    • Hari keempat berwisata ke kebun binatang Zürich lanjut jalan-jalan di pusat kota Zürich
    • Hari kelima mengunjungi wisata tebing (jurang) Aareschlucht di Meiringen
    • Hari keenam Shopping di kota Thun
    • Hari ketujuh Liburan berakhir!. Karena searah jalan pulang, kami berniat mau mengunjungi kebun raya Bern (BOGA Bern), sayang sekali tidak ketemu lokasinya, tanya beberapa orang dijalan, mereka tidak tahu, tanya Peter si GPS, malah dibawah muter-muter. Jadi kami memutuskan langsung pulang ke Jerman.

  • Liburan Swiss 2012

    Liburan Swiss 2012

    Liburan Swiss 2012. Pulang liburan disambut setumpuk tugas-tugas rumah tangga yang harus dikerjakan:
    1. Sekoper baju-baju kotor yang harus dicuci. Untung ada mesin cuci, tinggal tekan tombol-tombol si mesin langsung kerja, satu jam kemudian tinggal jemur deh. Kasihan juga tuh mesin dalam sehari bisa dua kali kerja, dalam dua hari berhenti dulu ya.
    2. Baju-baju yang sudah kering menumpuk di sofa ruang tamu. Cuaca panas begini (sampai 36 derajat C) makin malaslah buat setrika pakain. Pengennya makan es krim atau tidur aja.
    3. Tanaman dan bunga-bunga dilihat satu persatu, mana yang sekarat, mana yang butuh pertolongan sesegera mungkin hehehe. Untungnya ada temanku Ni Luh yang baik hati bersedia datang dua kali ke rumahku untuk menyiram tanamanku. Kalau Tanaman dan Bunga-bunga dalam rumah amanlah sehat dan segar, paling tanaman yang diluar rumah agak-agak layu, setelah disiram besoknya segar lagi.

    Memang cuaca minggu ini sedang panas banget, melebihi panasnya kota Jakarta. Untung kedua nih, kursus saya sedang libur, baru mulai lagi 3 September bulan depan. Tidak terbayang deh dengan panas 36 derajat C harus jalan kaki, mau pakai payung malu dilihatin orang, kalau di Jakarta banyak orang berpayung-ria, disini orang-orang malah ingin kulit mereka terbakar matahari. Manusia tidak ada puasnya ya, yang kulit putih ingin jadi coklat, yang sudah ireng seperti saya pengen agak sedikit putih :P.

    Curhat kerjaan rumah tangga disudahi dulu ;-). Kali ini, saya ingin cerita mengenai liburan kami (suami dan saya) bersama teman kami Eka, suami dan putra mereka. Kami berangkat 10 Agustus dan kembali 17 Agustus. Kembalinya bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, bertepatan pula dengan ulang tahun adik ipar saya.

    Aktivitas hari pertama liburan kami.

    1. Tanggal 11 Agustus 2012, kami mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz.

    Di lokasi ini kita bisa melihat bangunan rumah-rumah orang Swiss jaman dahulu kala, pertanian dan peternakan, tamannya, termasuk alat-alat atau mesin-mesin yang orang-orang Swiss gunakan sehari-hari, misal untuk membuat keju, wine dan lain-lain.

    Ballenberg Open-Air Museum berada di jantung Swiss antara daerah Haslital Meiringen-Hasliberg dan Interlaken. Letak museum ini di daerah berbukit dan berhutan di Brienz dikelilingi oleh pemandangan pegunungan yang indah.

    Tiket masuk 20 CHF (dewasa), anak sampai umur 6 tahun gratis, anak 6-16 thn 10 CHF. Rombongan minimal 10 orang, per orangnya 18 CHF. 1 CHF = kira-kira Rp. 9600.

    Jam buka museum jam 10 hingga jam 5 sore. Harus kuat jalan kalau mau ke lokasi ini karena kita harus berjalan kaki. Kadang mendaki bukit kadang turun, untung datang masih pagi jadi cuaca belum panas sekali, tapi pulangnya cape, malas jalannya, mau naik delman harus bayar 12 CHF perorang, kami pilih jalan kaki! :P. Kami berada di museum ini 5 jam-an.

    Apa saja yang bisa kita lihat di museum ini:
    1. Lanskap arsitektur Bangunan atau rumah-rumah kuno orang Swiss jaman dahulu kala.

    Bangunannya dibedakan menjadi 13, berbeda gaya rumah dan karakteristiknya. Disini kita bisa melihat bentuk rumah dari hampir setiah wilayah Swiss, berdasarkan lokasinya, antara lain
    • Jura, rumah petani dari La Chaux-de-Fonds NE tahun 1617.
    • Bernese Midlands, rumah petani dari Madiswil BE tahun 1709.
    • Central Midlands Rumah dari Villnachern AG tahun1630.
    • Central Switzerland Rumah dari Sachseln OW tahun1600 dan pertengahan abad 19.
    • East Midlands
    • Eastern Switzerland
    • West Midlands
    • Bernese Oberland
    • Valais
    • Grisons
    • Alpine
    • Ticino

    Bangunan-bangunan rumahnya masih komplit dengan nomer rumahnya, kita bisa masuk kedalamnya dan melihat perabotan kuno, berikut foto-foto pemilik rumahnya.

    Liburan Swiss 2012. Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Rumahnya Besar Sekali ya (Foto: dok. pribadi)

     

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Peralatan Dapur dan Meja Makan Orang Swiss Tempo Dulu (Foto: dok. pribadi)

     

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Perabotan Orang Swiss Tempo Dulu (Foto: dok. pribadi)

     

    2. Peternakan

    Ada yang unik di museum ini, yakni kita bisa melihat hampir 250 hewan ternak asli, antara lain: lebah, merpati, burung, ayam, bebek, angsa, kelinci, kambing, domba, babi, sapi dan lembu, kuda dan keledai.

    Saya baru pertama kali lihat keledai raksasa, awalnya saya kira kuda, eh ternyata beneran keledai ;-).

    Video Katalanischer grossesel ; Giant Donkey

     

    Di Museum Ballenberg ini kita juga akan menjumpai hewan peternakan yang berada dalam bahaya kepunahan.

    Karena hewan-hewan tersebut hidup di tanah lapang yang sangat luas, jadi pengelola museum memasang pagar listrik, yang mencegah hewan-hewan melarikan diri.

    Hati-hati kalau bercengkrama dengan hewan-hewan ya, suami tercinta ngelus-elus kambing kecil kemudian Frank membiarkan jempolnya di isap-isap si kambing, eh lama-lama digigit, berdarah deh, untungnya pas saya ada bawa antiseptik tangan. Trus ada kambing yang lama-lama agresif gigit-gigit ujung bawah blazer dan tas saya. Anak-anak yang main-main dengan hewan-hewan tersebut sih baik-baik saja ko, karena mereka didampingin orangtua mereka.

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Kita Bisa Bercengkrama dengan Hewan-hewan (Foto: dok. pribadi)

     

    3. Kerajinan Tangan

    Kita bisa melihat para pengrajin menunjukkan keahlian mereka, seperti membuat roti, kue, keju, kayu-ukiran, pembakaran kapur, membuat kain tenun, produksi cokelat, tembikar dan lain-lain. Barang, makanan atau kerajinan tangannya juga diperdangangan, silakan membeli sebagai oleh-oleh.

    Di museum ini kita bisa melihat kerajinan tangan yang berbeda dan hidup setiap harinya.
    Kalau Anda tertarik mengikuti kursusnya silakan cek infonya di http://www.ballenbergkurse.ch .

     

    4. Taman dan Ladang

    Rasanya tidak lengkap ya rumah tanpa taman. Nah disini kita bisa menikmati keindahan bunga-bunga yang terdapat di kebun-kebun. Kalau di pagar, buka pagarnya, silakan masuk, jangan lupa tutup kembali begitu keluar ;-).

    Selain bunga-bunga indah ditaman, kita bisa juga menjumpai kebun-kebun sayur.

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Baru lihat pohon tembakau, memang sebesar ini ya? (Foto: dok. pribadi)

     

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    We Really Love Garden (Foto: dok. pribadi)

     

    Slideshow Foto-foto Wisata ke Open-Air Museum Ballenberg

     

    Dengan kamera saku yang saya punya, saya buat video-video singkat dan kemudian saya satukan, sayangnya memori kamera cepat penuh, sehingga tidak bisa buat foto lagi atau video lainnya.

    Video durasi 5:05 Wisata ke Open-Air Museum Ballenberg

     

    *semua foto-foto dan video adalah koleksi pribadi

    Bagian II mengunjungi Schangnau
    Bagian III mengunjungi kota Luzern.

  • Wisata Kuliner di Belanda

    Wisata Kuliner di Belanda

    Wisata Kuliner di Belanda. Cerita di Belanda sebelumnya:

    Di postingan kali ini, saya akan cerita mengenai wisata kuliner alias makan-makan di Belanda

    • Hari pertama di Belanda, malam harinya, kami di traktir makan oleh kak Ephie, di restoran Indonesia di Belanda. Menu makanan yang disajikan dimasak oleh orang Indonesia, dan rasanya benar-benar enak sekali.
      Restoran Indonesia di Belanda. Wisata Kuliner di Belanda
      Restoran Indonesia di Belanda
      Restoran Indonesia di Belanda
      Selamat Makan

      Restoran Indonesia di Belanda
      Rujak sebagai Makanan Penutup
    • Ketika di Tong Tong Fair, saya pesan Es Shanghai rasanya ko aneh sekali, entah mungkin lidah saya yang sedang tidak berfungsi? Hehehe .. jadi es Shanghai nya rasa buahnya asam, dan buahnya terlalu lembek, padahal harganya, amit-amit deh 4 Euro semangkok. Nah pas saya cerita ke kak Ephie dan kak Rina, sepulangnya kami, dibuatkan deh Es Shanghai, enakkk bangetttt!!! 😉 .
      Restoran Indonesia di Belanda
      Es Shanghai racikan ka Rina dan Ka Ephie

      3. Jajajan Pasar di Tong Tong Fair bikin lapar mata, saya cukup puas membeli empat potong Lumpia semarang, makan di tempat sambil menonton panggung musik. Pulangnya ketika di rumah Ka Rina saya dikasih nyicipin bubur sum sum yang di beli si kakak, sedap banget! 😉 .

      Wisata Kuliner tong tong fair
      Wisata Kuliner
      Aneka Jajanan Pasar. Indonesian Snacks at Tong tong fair Holland
      Yumiee Indonesian Snacks
      Tong tong fair Holland. Cemilan alias jajajan Pasar, Harga pakai Euro!
      Cemilan alias jajajan Pasar, Harga pakai Euro!

      Oleh-oleh dari Tong-tong Fair antara lain kremes ubi. Di tanah air saya sering beli cemilan ini. Nih cemilan nyampe Belanda jadi harga euro naik derjata ya haha 😛 .

      Kremes Ubi Indonesian snacks, 2 Euro perbungkus.
      Kremes Ubi Indonesian snacks, 2 Euro perbungkus.
      Abon Sapi Asli Indonesia 5 Euro 3 bungkus dari Tong tong fair Belanda
      Abon Sapi Asli Indonesia 5 Euro 3 bungkus

      Balik ke Jerman disangu, 2 plastik bubur ketan, Enakk banget, makannya sedikit-sedikit 😉

      Bubur Ketan Hitam (schwarzer reis)
      Bubur Ketan Hitam (schwarzer reis)

      4. Dua Kali sarapan di penginapan

      Menu Sarapanku di penginapan Belanda
      Menu Sarapanku
      Sarapan di penginapan Belanda. Juice dan susu
      Minuman Saat Sarapan
      Menu sarapan di Bed and Breakfast Belanda
      Sarapan Rendah Lemak
      Pilihan Menu Sarapan di Penginapan Bed and breakfast Belanda
      Pilihan Menu Sarapan di Penginapan
      Aneka roti untuk sarapan. Bed and breakfast Belanda
      Pilihan Menu lainnya
      Bed and breakfast Belanda
      Menu Sarapan di Penginapan
      Anda sering Sarapan di tempat tidur? Baca Baik-baik Slogan ini. Pajangan Kata mutiara
      Anda sering Sarapan di tempat tidur? Baca Baik-baik Slogan ini 😛
      Pajangan Kata mutiara
      Breakfast Rule

      Baca juga:
      Jalan-jalan ke Pasar Malam di Belanda
      Penasaranku akan “Red Light District Amsterdam

  • Volendam Part II

    Volendam Part II

    Volendam Part II. Berikut ini adalah lanjutan cerita tentang Volendam, oh ya kalau Anda belum membaca cerita sebelumnya klik Liburan ke Negeri van Oranje.

    Belanda identik dengan para pengguna sepeda, dibawah ini beberapa foto hasil bidikan kamera digital saya.

    Volendam Part II
    Kota Volendam Belanda

     

    Kota Volendam Belanda
    Volendam Belanda

     

    Unik ya sepeda dorong sekaligus buat angkut anak. Kota Volendam Belanda
    Unik ya sepeda dorong sekaligus buat angkut anak. Kota Volendam Belanda

     

    Banyak sekali yang bersepeda di Volendam Belanda
    Banyak sekali yang bersepeda di Volendam Belanda

     

    Bus di Volendam Belanda
    Bus di Volendam Belanda

     

    Saya suka sekali melihat taman-taman, saya coba bandingkan antara taman-taman di Jerman dan Belanda.

    Model rumah di Volendam Belanda
    Model rumah di Volendam Belanda

     

    Model rumah yang unik di Volendam Belanda
    Model rumah yang unik di Volendam Belanda

     

    Taman depan rumah di Volendam Belanda
    Taman depan rumah di Volendam Belanda

     

    Gaya model rumah di Volendam Belanda
    Gaya model rumah di Volendam Belanda

     

    Indahnya Taman depan rumah di Volendam Belanda
    Indahnya Taman depan rumah di Volendam Belanda

    Lanjutannya baca: Jalan-jalan ke Tong tong Fair Pasar Malam di Belanda

     

    *(Foto-foto: dok. pribadi)

    Baca juga:

  • Liburan ke Negeri van Oranje

    Liburan ke Negeri van Oranje

    Liburan ke Negeri van Oranje. 26 hingga 29 Mei 2012 lalu, Frank dan saya liburan ke Belanda. Berangkat pagi-pagi sekali, jam 4.30, katanya sih menghindari macet, padahal tidak ada macet sama sekali. Ada Peter si GPS yang memberikan petunjuk jalan mana yang terbaik kami harus lalui. Ngantuk berat selama perjalanan Hoaaammm.

    Liburan ke Negeri van Oranje.
    Otw ke Belanda. (Foto: dok. pribadi)

     

    Jam 8.30 sudah masuk wilayah Belanda, selanjutnya menuju Volendam. Jauh banget harus 2 jam lagi di mobil, lanjut!. Tengah hari akhirnya sampai di Volendam, sang mentari pas bersinar dengan teriknya, Panas!.

    Volendam sebuah desa yang indah, merupakan nama kota di Belanda. Letaknya di bagian barat. Tepatnya di provinsi Noord-Holland, Belanda. Frank dan saya berkunjung ke pusat perbelanjaan, yang berada pelabuhan. Kiri kanan jalan yang kami lalui berderet toko-toko; mulai toko-toko dekorasi, toko-toko suvenir, toko pakaian, termasuk juga restoran-restoran. Toko-toko di pelabuhan Volendam buka 7 hari dalam seminggu.

    Kota Pelabuhan Volendam (Foto: dok. pribadi)

     

    Volendam sangat ramai oleh para wisatawan, yang paling mencolok wisatawan Asia, kalau mau bertemu warga Indonesia atau Malaysia, ya silakan ke tempat ini :D. Di volendam kita bisa berwisata dengan kapal, mau duduk-duduk di tepi pantai, atau makan-makan di restoran-restoran tepi pantai, bisa menjadi hal yang menyenangkan.

    Volendam merupakan objek wisata populer di Belanda, terkenal dengan perahu atau kapal-kapal memancing dan juga pakaian tradisional masih dipakai oleh beberapa warga. Volendam juga memiliki museum kecil tentang sejarah dan gaya pakaian.

     

    Museum Volendams (Foto: dok. pribadi)

     

    Jangan lupa, di toko-toko pelabuhan kita bisa berfoto dengan kostum tradisional Belanda. Cobalah jalan dulu cek harga-harganya, karena beberapa studio foto yang di ujung jalan lebih murah loh. Foto Frank dan saya ukuran 20×30 cm harganya 17,50 Euro, di beberapa studio lain harganya 20 Euro. Di etalase studio fotonya banyak foto-foto artis, ya tentunya untuk menarik perhatian pengunjung. Foto artis Indonesia yang berfoto dengan kostum tradisional Belanda antara lain: Melly Manuhutu, Kris Biantoro, Maya Rumantir, Miing “Bagito Grup” dan lain-lain (*lupa nama-namanya he-he-he)

    Berfoto dengan Kostum Tradisional Belanda (Foto: dok. pribadi)

    Oh ya kalau mau membeli souvenir semacam gantungan kunci, magnet (tempelan) kulkas, keramik-keramik, di Volendam tempat termurah yang saya temui.

    Oleh-oleh dari Volendam (Foto: dok. pribadi)

     

    Untuk Taman saya, beli Bibit Bunga Tulip: Warna Biru, Pink dan Hitam (Foto: dok. pribadi)

     

    Bye bye Volendam. Kincir Angin, ciri khas Belanda (Foto: dok. pribadi)

    Bagian 2: Volendam part 2

     

    Baca juga:

error: Content is protected !!