Ramainya Bulan Oktober di München

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

 

3. Kemana saja di München?

Marienplatz, adalah alun-alun di pusat kota München (Munich). Disini kita bisa menikmati indah dan megahnya gedung-gedung tua dengan berjalan kaki, menikmati makanan di restoran terbuka, mengunjungi toko souvenir atau sekedar mengamati orang-orang yang berlalu lalang.

Bangunan-bangunan Indah di Marienplatz, München (Foto: dok. pribadi)

Bangunan-bangunan Indah di Marienplatz, München (Foto: dok. pribadi)

 

Ramainya Bulan Oktober di München. Bergaya di Marienplatz (Foto: dok. pribadi)

Bergaya di Marienplatz (Foto: dok. pribadi)

 

Di Marienplatz banyak sekali toko-toko, buat yang suka belanja, puas-puasin belanja disini. Lokasi ini mirip Pasar baru di Jakarta.

Belanja .. belanja .. belanja saya hanya jadi pengawal hehehe (Foto: dok. pribadi)

 

Ramainya Marienplatz, München 05.10.2012 (Foto: dok. pribadi)

Ramainya Marienplatz, München 05.10.2012 (Foto: dok. pribadi)

 

Toko Bunga di Marienplazt (Foto: dok. pribadi)

Toko Bunga di Marienplazt (Foto: dok. pribadi)

Peminta-minta di Marienplatz sangat kreatif, menarik perhatian pejalan kaki yang berlalu lalang dengan cara mereka, seperti dibawah gambar dibawah ini. Oh ya ada satu lagi, seniman jalanan tidak sempat saya potret. Seorang lelaki muda, memainkan berbagai alat-alat masak, sehingga menghasilkan suara yang merdu, di depan si anak muda tersebut ada koper untuk pengunjung melemparkan recehan, ada kertas menerangkan kalau dia ingin membeli drum yang sebenarnya untuk bermusik. Sayang aksi si pria muda tersebut di berhentikan seorang petugas. Padahal bayak sekali orang yang berkumpul melihat aksinya dan merasa terhibur dan orang-orang disana ramai bertepuk tangan.

 

Seniman Jalanan di Marienplatz (Foto: dok. pribadi)

Seniman Jalanan di Marienplatz (Foto: dok. pribadi)

 

Video Seniman Jalanan di Marienplatz, München

 

Mengunjungi Gereja Church of Our Lady (Frauenkirche). Bisa jalan kaki dari Marienplatz. Tidak ada biaya masuk kedalamnya. Gereja ini adalah gereja Katedral abad ke 15. Dalamnya indah sekali, dan dirawat dengan baik. Tertarik membaca informasi lebih lanjut mengenai gereja ini silakan klik Munich Frauenkirche

Mengunjungi Gereja Church of Our Lady (Frauenkirche) (Foto: dok. pribadi)

Mengunjungi Gereja Church of Our Lady (Frauenkirche) (Foto: dok. pribadi)

 

Bagian Dalam Cathedral of Our Dear Lady (Foto: dok. pribadi)

Bagian Dalam Cathedral of Our Dear Lady (Foto: dok. pribadi)

 

Frauenkirche (München) (Foto: dok. pribadi)

Frauenkirche (München) (Foto: dok. pribadi)

Video Gereja Frauenkirche (München)

 

Beginilah pakaian ketika Oktoberfest berlangsung. Ketika kedua sahabat saya asyik berbelanja, maka saya memotret beberapa orang yang berlalu lalang dengan pakaian khas Oktoberfest.

Model pakaian Oktoberfest (Foto: dok. pribadi)

Model pakaian Oktoberfest (Foto: dok. pribadi)

 

Niat awalnya kami ingin mengunjungi stadion bola Allianz Arena mau melihat Klub Bayern München, ternyata tidak cukup waktu. Hari pertama, kami sampai München jam 12 siang, setelah check in dan menaruh barang ke hostel, sorenya kami jalan-jalan di Marienplatz dan sekitarnya, termasuk kedua teman saya belanja-belanja, sampai hotel jam 10 malam. Keesokan harinya belanja-belanja lagi dan menyempatkan mengunjungi gereja katedral. Ternyata kalau jalan-jalan hanya satu malam, paling sempat mengunjungi dua lokasi wisata saja.

Tidak Sempat ke club Bayern Munchen

Hikss Tidak Sempat ke club Bayern Munchen (Foto: dok. pribadi)

 

Kalau kamu akan jalan-jalan ke München dan ingin mengetahui lokasi-lokasi wisata yang sering dikunjungi orang-orang silakan klik Munich Attractions

Bawa apa dari München?. Saya hanya membawa kue Lebkuchenherz yang kedua sahabat dan saya dapatkan dari hostel tempat kami menginap dan saya membeli souvenir khas Bayern buat pajang dirumah.

Sejak menetap di Jerman, kalau saya mengunjungi suatu kota atau negara lain, saya cari souvenir kecil untuk pajang di rumah, jadi saya punya kenangan kalau saya sudah mengunjungi lokasi tersebut 😉 .

Typically German. Sebelah Kiri biskuit Lebkuchenherz dengan Kata-kata Romantis. Sebelah Kanan Souvenir dengan Pakaian Khas Bayern (Foto: dok. pribadi)

Typically German. Sebelah Kiri biskuit Lebkuchenherz dengan Kata-kata Romantis. Sebelah Kanan Souvenir dengan Pakaian Khas Bayern (Foto: dok. pribadi)

Jumatnya 5 Oktober 2012 kami kembali ke Bad Rappenau (rumah saya), naik kereta ICE dari Stasiun München Hauptbahnhof; keberangkatan 17:28, untung tidak ketinggalan kereta, karena kedua sahabat saya masih saja asyik belanja-belanja, padahal sudah diberitahu jadwal keretanya. Kereta di Jerman selalu tepat waktuuu ;-).

Jadwal Kereta dari München Pulang ke Bad Rappenau (Foto: dok. pribadi)

 

Pulang dengan Kereta Cepat ICE. Foto Sebelah kiri saya dengan sahabat saya Maria ; sebelah kanan sahabat saya Gini (Foto: dok. pribadi)

Biaya yang saya keluarkan untuk jalan-jalan ini:
Tiket kereta pergi – pulang 139 Euro
Hostel 140 Euro bagi bertiga jadi perorang bayar 46,67 Euro
Makan, minum dua hari 19 Euro
Souvenir 5,90 Euro
Total Pengeluaran saya : 210,57 Euro.

 

Video Jalan-jalan ke München, Jerman.

 

Baca juga:
Jalan-jalan ke Pasar Malam di Belanda
Liburan ke Negeri van Oranje
Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer
Penasaranku akan “Red Light District Amsterdam”
Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

Advertisements

101 Comments

  1. October 26, 2012
  2. ALI MAHBUB
  3. Nisa
  4. ALI MAHBUB
      • ALI MAHBUB
          • ALI MAHBUB
          • ALI MAHBUB
          • ALI MAHBUB
          • ALI MAHBUB
  5. Larasati
  6. 'Ne
  7. Gogo
  8. Gmc Paradise
  9. z1rider
  10. ded
  11. ALI MAHBUB
      • ALI MAHBUB
  12. hensamfamily
      • hensamfamily
  13. randompeps
      • kayka
  14. solehan hans
  15. solehan hans

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: