Mengunjungi Garden Center di Belanda. Postingan ini adalah jilid ketiga dari edisi jalan-jalan ke Belanda. Sesuai janji saya sebelumnya, kali ini akan bercerita mengenai garden center yang kami kunjungi.
Saya suka sekali mengunjungi garden center . Seringkali kalau kesana pulangnya hanya membeli tanaman harga 1 euro pun hati sudah senang (gampang sekali bikin diri sendiri bahagia haha). Senang karena saat saya ke tempat tersebut bisa banyak belajar. Melihat bagaimana menata tanaman jadi cantik di potnya, mengatur tanaman disekeliling supaya cantik, menyangga tanaman supaya tidak patah, dan banyak ilmu lainnya yang saya dapatkan ketika mengunjungi garden center.
Garten Center di Belanda
Apa sih garden center? sok kebarat-baratan aja bicaranya π .
Garden center adalah toko/perusahaan retail yang menjual berbagai tanaman dan produk-produk berkebun. Ditempat ini kamu bisa mendapatkan macam-macam tanaman dari bibit, tanaman muda nya, hingga tanaman jadi.
Supermarket tanaman di Belanda
Ada juga pupuk dan anti hama. Peralatan berkebun bisa juga kamu beli disini, termasuk hiasan kebun seperti patung-patung bisa kamu dapatkan. Singkat katanya garden center itu adalah supermarket tanaman. Kalau kamu suka berkebun pasti betah berlama-lama di tempat ini dan tidak mau pulang, semua mau di lihat secara detail dan kalau ketemu barang diskonan maunya diborong hehe π .
*klik gambar untuk melihat ukuran besar
Borong benih bibit bunga yukk cantik-cantik loh lihat gambar kemasannya
Aneka pupuk dan obat anti hama. yang bawah hotel serangga
Macam-macam herbal dan salad
Cabenya sudah merah siap dipetik. Garten center di Belanda
Garten center yang saya kunjungi ketika di Belanda namanya Intratuin. Lengkap sekali supermarket tanaman tersebut. Lapar mata melihat begitu banyak tanaman dan berbagai barang untuk berkebun. Bagiamana tidak mau borong kalau harga-harganya lebih murah dari di Jerman π .
*klik gambar untuk melihat ukuran besar
tanaman yang dijual garten center di Belanda
Lahan sempit buat berkebun atasi dengan nanam dipot gantung
tanaman air
Clematis cartmanii cantik sekali bunganya
Lihat apa lagi ..
Pohon buah. Garten center Belanda
Pohon cerry alias Prunus avium regina. Keren model rambatannnya
Pohon serba berry
Berbagai mawar di garden center belanda
Berbagai jenis wisteria
Ternyata di garden center ini ada tempat bermain anak. Jadi Ben kami bawa main bentar, wah senang sekali dia. Saat itu Ben belum bisa jalan, baru bisa berjalan dengan berpengangan.
Video Benjamin asyik main di Garden Center Belanda
Kalau garden center di Jerman seringkali saya jumpai larangan untuk memotret, nah karena di Belanda tidak saya lihat ada larangan jadi saya potret-potret dan sempat buat video singkatnya π .
Video Garden Center di Belanda
Apakah kamu termasuk yang suka juga mengunjungi garten center? atau malah lebih suka belanja online saja? .
Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda . Keukenhof (yang dalam bahasa Belanda berarti Kebun Dapur) adalah sebuah taman bunga yang terletak di Lisse, Belanda, dan merupakan taman bunga terbesar di dunia.
Saya mau lanjut menceritakan edisi jalan-jalan ke Belanda yang kami lakukan akhir April lalu. Bagi yang belum membca cerita awalnya silakan di Cerita Jalan-jalan ke Negara Kincir Angin.
Kali ini hanya menceritakan jalan-jalan ke Keukenhof saja, karena setelah saya buat cerita dengan mengunjungi garden center malah jadi panjang sekali bahasannya. Makanya supaya tidak bosan bacanya saya buat postingan terpisah mengenai mengunjungi garden center.
Memotret orang-orang yang lagi bergaya tenyata mengasyikan juga yaa π . Mereka yang bergaya lucu tersebut bisa jadi orang yang mau dipotretnya atau tukang potretnya sendiri yang lucu. Saya sempat mengabadikan beberapa pose-pose lucu. Sayangnya kepikiran buat potret model begini setelah 2 jam di Keukenhof, kalau dari awal kepikiran wah saya bisa dapat banyak kali pose lucunya.
Siapa yang sering berpose seperti pasangan ini. Wah keren sampai bawa tripod kamera loh. Eh kaki kameranya 4 apa namanya ya?. Kalau saya tidak mau pose begitu malu dilihat pengunjung haha
Apapun dilakukan demi mendapatkan pose paling bagus. Rumput yang tidak boleh diinjak tidak digubris aturannya oleh pengunjung. Padahal larangan menginjak rumput ada plangnya. Kalau ditegor petugas, turisnya cuma bilang βsorry!β .
Coba tebak, yang mana modelnya dan dimana si tukang potretnya.
Gaya berfoto sambil rebahan, senyum paling manis buat dijadikan profile pic sosmed
Mungkin para turis (kebanyakan asia) tersebut berpikir kapan lagi bisa ke Keukenhof, belum tentu tiap tahun kesana, jadi sebisa mungkin bikin ratusan bahkan kalau bisa ribuan foto. Entahlah apa mereka menikmati pemandangan tamannya atau malah kehabisan waktu karena sibuk memotret sana sini π .
*klik gambar untuk melihat ukuran penuh
Naik ke panggung ini ngantri loh. Saya malu jadi pusat perhatian hehe. Si mbak dikanan manyun diselak motret mbak selfi kali ya
Seorang ibu berpose ala pelukis maestro dunia
Siap-siap antri saat ingin berpose ditengah hamparan bunga di taman keukenof
Untung si mas bawa tongsis jadi ga pegel mau foto zoom bunga tulip
Para pengunjung sibuk potret sana sini. Mau berfoto dengan latar belakang kosong tunggu keukenhofnya tutup haha
2. Bunga Unik menurut pandangan mata saya
Anggrek
Saya lagi suka sekali dengan bunga anggrek, jadi cinta banget justru karena semua anggrek saya mati semua hehe. Tidak lama sebelum ke Belanda saya beli 4 anggrek untuk menggantikan yang mati. Makanya pas ke Keukenhof senang sekali ternyata ada ruangan khusus bunga anggrek.
Paphiopedilum maudiae Femma. Anggrek selop yang di jual di Keukenhof Belanda. Saya punya jenis ini cuma belum berbunga. Slipper orchids paphiopedilum
Anggrek warna biru? Benar atau hoax?
Jauh sebelumnya saya kagum dengan jenis Phalaenopsis berwarna biru ini, sayangnya tidak kagum sama harganya yang 4 kali lipat Phalaenopsis biasa. Di Jerman harga anggrek biru sekitar 28 β 30 euro (sekitar Rp. 406.000) . Saat membuat tulisan ini saya sempatkan mencari informasi kebenaran anggrek biru melalui mesin pencari.
Anggrek biru di keunkeunhof Belanda
Ternyata anggrek biru tersebut bukan warna biru alami melainkan hasil pewarnaan menggunakan pewarna makanan. Kalau alami akar anggreknya akan berwarna biru juga dong begitu tertulis disalah satu web bahasa Jerman yang pernah saya baca π .
Oh ya sebenarnya ada sih anggrek yang berwarna biru, tidak biru terang ya, melainkan agak kebiruan. Yang saya maksud adalah anggrek Cattleya yang Cattleya Portia ‘coerulea” bagian bibir dalam anggreknya warnanya benar-benar biru.
Video ruang anggrek Keukenhof Belanda
Beberapa foto dari ruang anggrek:
*klik gambar untuk melihat ukuran penuh
Ruang anggrek di Keukenhof
Ini anggrek apa yaa. Mungkin Bromelia kali ya, lupa potret namanya
yang ada di ruang anggrek di Keukenhof
Anggrek cantik di keukenhof Belanda
Ada ruangan khusus anggrek di keukenhof Belanda
Anggrek yang kuning saya punya, yang tengah anggrek selop saya punya juga
Anggrek Vanda yang dipajang di keukenhof Belanda. Jenis ini tidak menggunakan media tanam, hanya digantung
Medinilla Magnifica. Anggrek asal Filipina
3. Tulip-tulip nan cantik jelita
Jalan-jalan ke Keukenhof tentu saja tujuan utamannya untuk melihat bunga tulip. Jadi bagi kamu yang tergila-gila dengan bunga ini, yang mencoba menanam masih gagal, yang ingin sekali ke Keukenhof namun belum terwujud, semoga bisa cuci mata melihat tulip-tulip berikut:
Video taman Keukenhof 1 Mei 2015
Mau berfoto sebaiknya punya kiat tersendiri, supaya hasil foto memuaskan. Ambil angle foto yang terbaik supaya tidak terlihat gendut. Pakaian apakah sudah rapih, syal tergulung rapih kah, rambut tergerai, make up masih kinclong?. Kebanyakan pusing ini itu malah tidak jadi berfoto. Ah pokoknya unik deh kalau lihat orang mau berfoto sibuk bebenah diri hehe.
Video taman bunga tulip Keukenhof Belanda
4. Oleh-oleh dari Keukenhof (Belanda)
Beberapa contoh oleh-oleh yang bisa kamu beli saat mengunjungi Keukenhof dan juga kota lain di Belanda
*klik gambar untuk melihat ukuran penuh
Serba keramik ada mug, celengan, klompen belanda
Oleh-oleh Belanda magnet dengan berbagai bentuk bernuansa Belanda
Oleh-oleh atau souvenir dari Belanda, serba keramik
Pajangan untuk souvenir dari Belanda. Bentuknya lucu-lucu
Warna orange khasnya Belanda. Kaos dan topi dengan warna orange bisa juga sebagai oleh-oleh dari Belanda
Kalau kamu suka bunga tulip bisa pilih pajangan ini sebagai oleh-oleh
Cerita Jalan-jalan ke Negara Kincir Angin. Membawa bayi (anak) dibawah usia 1 tahun bepergian jauh ternyata horror yaa π . Benjamin ngamuk melulu selama perjalanan liburan kami.
Kami berangkat ke Belanda tanggal 29 April 2015. Pagi harinya babenya Ben masih kerja dulu. 2 tahun lalu liburan ke Belanda sewa mobil, tahun ini pakai mobil pribadi supaya hemat biaya. 2 tahun lalu kami menginap di hotel, kali ini menginap dirumah teman kami di Woudenberg. Bisa menghemat begini jadi ada dana lebih dong buat beli bibit dan tanaman dari Belanda .
βkamu menyusul saja ya naik kereta!β kata babenya Ben, karena saat itu saya masih asyik menyiram tanaman-tanaman saya, padahal sudah mau berangkat. Ninggalin kebun selama 4 hari membuat saya kuatir. Untungnya kami liburan saat musim semi, jadi cuaca masih sejuk, tidak masalah tanaman tidak disiram selama kami liburan.
Babenya Benjamin ingin kami berangkat saat jam tidurnya Ben, tentu saja ide pak bos tercinta ini saya tolak mentah-mentah, masa mau pergi jam 3 pagi, pastinya saya masih ngantuk berat. Jadi hari itu kami berangkat sore jam 16.30 sudah duduk manis di mobil. Baru 15 menit perjalanan abang kicik yang namanya Benjamin mulai ngamuk yang pertama.
Perjalanan kami tidak langsung ke Belanda, kami menginap dulu di Aachen. Jarak tempuh perjalanan yang harusnya bisa 3 jam jadi telat sekali sampai di penginapan. 300 km perjalanan kami berhenti 4 kali, apa lagi kalau bukan karena abang kicik yang mengamuk melulu. Ben duduk di bangku anak, saya didepan samping babenya Ben yang menyetir dong. Pulangnya saya jadi duduk ditengah bersama Ben, tetap saja drama berlangsung π . Perjalanan luar negeri pertama kali buat Benjamin, termasuk pertama kali buat kami sebagai orangtua. Lain kali kalau pergi jauh, benar deh lebih baik pergi saat jam tidur anak!.
Saya ingin cerita 4 point dibawah ini, mengenai Keukenhof dan garten center inginnya buat postingan lebih detail tersendiri, supaya sobat berkebun saya senang bisa puas lihat lebih banyak foto-foto dan video. Doain saja supaya penyakit malas ngeblog menjauhi saya haha.
Penginapan (Jugendherberge Aachen dan rumah teman di Woudenberg).
Keukenhof (sepanjang mata memandang indah sekali bunga tulip dimana-mana)
Intratuin (garten center. Kalau tidak bawa kereta dorong Ben, saya bisa borong banyak tanaman deh).
Belanja dit toko asia di Amersfoort
1. Tempat menginap β’ Jugendherberge Aachen. Sewa kamar keluarga untuk 1 malam, plus sarapan biayanya 53,80 euro (Rp.753.000 kurs rp.14.000). Kamarnya ada 4 tempat tidur, Benjamin tidur sendiri dong π . Harus jadi member untuk bisa menginap. Biaya membership 27 euro per tahun (sekitar Rp.378.000) ada 4.000 Jugendherberge di seluruh dunia dan ternyata ada 1 di Indonesia. Kamarnya bersih, ada kamar mandi dalam, tidak ada tv.
Kenapa bisa murah? -mau cek out beresin kamar sendiri. Seprai dan sarung bantal di lepas lalu kasih ke resepsionis. -selesai sarapan, taruh alat makan ke tempat yang telah disediakan. Jadi tidak ada pelayan untuk beberes. -saat sarapan ambil roti maksimal 2 biji hehe ada ditulis tuh. Berhubung kami sarapan sudah sepi jadi bisa ambil lebih.
Saya kira di Aachen bisa jalan-jalan dulu, tidak tahunya keluar dari penginapan langsung lanjut ke Belanda, tahu begitu mending langsung ke Belanda aja kan.
Jugendherberge Aachen tempat kami menginap semalam. Pengen nginep murah jadi anggota Jugendherberge deh
β’ Menginap di rumah teman di Woudenberg. Kami menginap 3 malam dirumah sahabat saya Eva dan Gj. Eva adalah teman kuliah saya di UI. Eva dan suaminya orang Belanda bertemu melalui onlinedating, web yang sama babenya Ben dan saya bertemu. Tahun lalu Eva dan suami sudah mengunjungi kami 2 kali, jadi ceritanya gantian nih kami ke rumah mereka.
Eva punya kucing umur 8 bulan, tidak beda jauh dengan usia Benjamin. Nama kucing betina tersebut Lucky. Eva bilang kucingnya sudah disterilisasi jadi hilang rasa kepengen kawin haha. Waktu belum disteril seringkali si kucing ngeong-ngeong melulu saat βkepengenβ *skip tidak perlu dibahas lagi π .
Nah kasihan Lucky tiap hari dikejar-kejar Benjamin melulu. Terkadang lagi asyik lesehan disofa dikejar Ben, naik ke atas bangku, di uber-uber Ben juga.
Lucky kucing manis jangan takut sama Ben, ayoo main yuk
Video Benjamin mengejar Lucky
Video Ben tetap berusaha pengen ajak maen si kucing
Benjamin serasa dirumah sendiri, begitu sampai langsung main di lantai dan berantakin macem-macem. Biasanya Ben tidak mau digendong selain sama babenya dan saya. Nah sama Eva dan suaminya si Ben langsung lengket dan ramah, ketawa-ketawa melulu dia. Kata opung borunya Ben di Jakarta tanda tuh Eva bakalan punya anak hehe.
Biasanya Ben tidak mau digendong selain sama babenya dan emaknya. Nah sama Eva si Ben langsung akbrab loh
Ben serasa di rumah sendiri, berantakin rumah siapa kamu Ben, asyik main ya nak
2. Keukenhof 2015
Keukenhof (yang dalam bahasa Belanda berarti Kebun Dapur) adalah sebuah taman bunga yang terletak di Lisse, Belanda, dan merupakan taman bunga terbesar di dunia.
Tulips at the Keukenhof on 1 May 2015
Akhirnya kesampean juga mengunjungi Keukenhof. Sayangnya kami datang di hari yang salah, gilaaaa sumpek π₯ . Maju kena, mundur kena, ke samping kiri nyengool, ke kanan nyenggol. Mau potret sendirian susah. Orang-orang banyak yang heboh banget potret sana sini, termasuk foto selfie dengan berbagai gaya yang kocak. Heran seperti tidak pernah lihat bunga saja hahaha.
Keukenhof- Beautiful tulips
Keukenhof- Most beautiful Tulip Garden
Hari itu sumpek sekali karena di beberapa negara 1 mei diperingati sebagai hari buruh dan tanggal merah, jadi kesempatan orang-orang berlibur, long weekend banget saat itu. Di Belanda sendiri tanggal tersebut bukan hari merah, kalau di Jerman iya tanggal merah, makanya orang-orang dari negara tetangga berduyun-duyunlah mengunjungi keukenhof.
klik gambar untuk melihat ukuran besar
Pertama kalinya ke Keukenhof Belanda
Para pelukis ikut memamerkan karya mereka. Mahal-mahal banget lukisannya, harga sesuailah dengan lukisannya yang sangat cantik
Sudah jam 16.30 Keukenhof masih ramai begini
Ada 7 juta bibit tulip yang ditanam setiap tahunnya di taman Keukenhof, dari angka tersebut terdiri dari 800 jenis tulip. Puas sekali kalau bisa datang langsung.
Tema keukenhof tahun 2015 ini adalah Van Gogh. Van Gogh adalah pelukis terbesar dalam sejarah eropa. Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang Van Gogh silakan cari di guggle saja ya hehe.
Keukenhof 01 Mei 2015 ada yang kesana juga hari tersebut???. Gila ramenya
Tidak hanya bunga tulip yang ditanam di taman seluas 32 hektar tersebut, ada juga dafodil, muskari, calla dan bibit musim semi lainnya, termasuk ada ruangan khusus untuk anggrek, lili, begonia dan lainnya bunga musim panas.
Lihat bunga Begonia yang cantik-cantik jadi potret untuk mbak Netty di Nias
Anggrek biru di Keukenhof. Harganya sama saja seperti di Jerman kalau di rupiahkan 405.000. Ingat Edi di Riau nanya anggrek biru
Bunga Calla hitam di Keukenhof
Amaryllis yang warna bunganya unik
Tiap tahun taman Keukenhof hanya dibuka selama 2 bulan. Tahun 2015 ini dibuka dari 20 maret hingga 17 Mai 2015.
Harga tiket masuk dewasa 16 euro (Rp. 224.000 kurs Rp.14rb), anak 0-3 tahun gratis. Parkir mobil bayar 6 euro untuk seharian. Kalau datang rombongan tiketnya per orang 13,50 euro (Rp. 182.000) Suaminya Eva beli tiket rombongan buat kami berempat, Benjamin gratis .
klik gambar untuk melihat ukuran besar
Ditaman luar sumpek dengan pengunjung, dirumah kaca juga ga kalah sumpeknya
Senyum girang Benjamin setelah lihat dan pegang kambing
Papan selamat datang Keukenhof. Ada bahasa Indonesianya juga ya iyalah turis Indonesia buanyak banget
3. Garten Center Intratuin
Lokasinya tidak jauh dari rumah sahabatku, untung jarak dekat jadinya Ben masih anteng selama perjalanan. Saya puas cuci mata melihat bibit (umbi) bunga dan berbagai tanaman disana termasuk alat-alat untuk berkebun. Seandainya kami tidak bawa kereta dorong Ben, wah bisa borong banyak deh. Bagasi mobil kami penuh, isi kereta dorong Ben yang gede banget dan satu koper besar buat pakaian kami bertiga.
Garten Center di Belanda
klik gambar untuk melihat ukuran besar
Borong Bibit bunga nih cantik-cantik semua lihat gambar kemasannya
yang tergila-gila sama bunga Wisteria silakan menjerit heboh haha
Pohon buah Ara atau di Indonesia dikenal buah Tin. Ficus carica L
Macam-macam Umbi bunga
Hasil perburuan di Belanda <3
Bibit berupa umbi bunga yang saya beli, tree lily, dan 3 macam dahlia. Benih bunganya adalah:
bungkus warna ungu/biru petunia nana campacta Sebelahnya yangg hijau adalah nicotiana lime green Sebelahnya yang hitam adalah scabiosa black night Sebelahnya yang hijau adalah Moluccela laevis (bells of Ireland) Yang bawah lagi : phlox cherry caramel
Pulang happy gardening banget deh
4. Belanja di toko asia di Amersfoort
Amersfoort terletak di provinsi Utrecht. Amersfoort juga memiliki berbagai bangunan tua (dari abad pertengahan) seperti gereja, benteng/gerbang kota dengan kanal yang mengelilinginya, museum, gedung sekolah dan lain sebagainya. Mengunjunig kota ini mengingatkan saya pada Bad Wimpfen di Jerman, tempat yang beberapa kali saya kunjungi.
Amersfoort Belanda. Sebelum belanja ke toko asia kita jalan-jalan dulu melihat pusat kota. Cape jalan lalu makan es krim
Sahabatku Eva mengajak saya ke Amersfoort untuk belanja ke toko asia. Harga kebutuhan dapur dari Indonesia tuh jauh lebih murah di Belanda. Jadi saya beli 4 botol sambal, ada sambal bajak dll, beberapa bungkus kerupuk mentah, kerupuk palembang langsung saya makan dalam perjalanan pulang ke Jerman, air kelapa kemasan 1 liter, kecap, mie telor, bihun, mie instan goreng 10 bungkus, mie instan kuah 5 bungkus dan tepung bumbu.
Saya tidak mau beli banyak mie instan seperti 2 tahun lalu beli 2 kardus, hampir separuh saya buang karena expired, kelamaan tidak dimakan, padahal sudah sampai banyak juga saya kasih teman kursus. Oh iyaa saya beli ikan gembung juga. 1 bungkus isi 3 ekor ikan, jangan tanya harganya pasti lebih mahal dari Indonesia, yang penting saya puas banget nikmat makan ikan yang saya tahu namanya hehe.
Beli ikan gembung di toko asia di Belanda. Ikannya dari Thailand. Harga 47rb 3 ekor, kalau di Jerman 2 kali lipat harganya
Di toko asia belanda saya beli sekardus nih isinya. Mie instant lupa potret
Babenya Ben nyuruh saya beli durian, saya bilang daripada ngeluarin 5,50 euro (Rp. 82.000) lebih baik beli sambal bisa dapat 3 botol. Nyuruh beli pete juga, mahal bo, mending sambal aja favorit saya haha. Belanja habis 40 euro, 2 tahun lalu habis 100 euro karena beli beras, tahun ini kami tidak beli beras dari Belanda, karena hanya selisih harga 3 euro/5 kg dari toko dekat rumah kami. Babenya Ben bilang dia suka banget beras Jasmin yang dibeli di toko asia di Eindhoven. Tiap kali kami beli beras di Jerman, babenya Ben selalu membandingkan dengan beras dari toko asia di Eindhoven. Kirain bisa ketemuan kak Ephie yang tinggal di Eindhoven, ternyata si kakak pergi liburan pas hari minggunya, semoga liburan kami berikutnya bisa ketemuan, ingat 2 tahun lalu dibikinin lontong sayur enakk bangett π .
Terima kasih buat yang sudah membaca sampai selesai, postingannya panjang sekali karena sebagai kenang-kenangan buat saya juga π .
Taman Mawar di Lottum Belanda. Hari minggu 8 September minggu lalu, Frank dan saya menyudahi liburan kami di Belanda. Sejak awal akan pergi saya sudah menanyakan apakah bisa mengunjungi taman mawar di Lottum karena belakang ini saya jadi pecinta bunga mawar π .
Ternyata sehari sebelum kami pulang hujan deras sekali hingga dini hari di hari minggu. Saya tanya kembali kesanggupan suami tercinta, dia agak tidak mau karena cuaca tidak bersahabat. Dalam hati agak sedih karena paling setahun sekali berkunjung ke taman tersebut, berarti setahun sekali pula saya bisa membeli bunga yang harganya lebih murah dari di Jerman.
Ternyata kami menuju ke Lottum, asyikkk . Walau gerimis tidak menghalangi saya untuk memilih bunga inceran saya nantinya. Tidak masalah bunganya rontok terkena hujan, toh nanti akan mekar dari tunas-tunas bunga lainnya.
Tahun lalu kami tersesat berputar-putar lama hingga menemukan lokasi tamannya. Sebenarnya ada jalan pintas dengan naik kapal untuk menyebrang hanya 2 menit. Tahun lalu antriannya panjang dan kami kira mahal ongkos menyeberang. Ternyata hanya 2 Euro (Rp.15.000) hanya mobil yang bayar.
Tunggu Kapal datang yang akan Menyeberangkan kami ke Lottum
Hanya 2 menit ko Nyebrangnya dan Cuma bayar 2 Euro
Setelah menyeberang dalam 5 menit sampai di tamannya. Hanya Frank dan saya disana. Ya iyalah siapa yang mau hujan-hujan ko beli atau cari tanaman mawar hehe. Berhubung kami tidak bisa sering ke lokasi ini, walau hujan ya tidak masalah.
Umumnya kita Tahunya Bunga Mawar Hanya Berwarna Merah, tapi Pecinta Mawar Sejati Pasti tahu ada banyak sekali Warna bunga Mawar selain yang Merah begini
Hore Sampai Juga di Taman Mawar di Lottum Belanda
Pemandangannya seperti foto dibawah ini. Kamu bisa pilih tanaman mawar yang kamu sukai. Menurut saya harganya di lokasi ini tidak mahal. Mawar-mawarnya berbunga banyak sekali.
This slideshow requires JavaScript.
Sayang sekali keindahan mawar-mawarnya sedikit terganggu setelah guyuran hujan deras π .
Bunga Mawar Leonardo Da Vinci. Canti ya Bunganya Berlapis-lapis
Berleburg Rose
Schackenborg rose
Cherry Girl Rose
Kelopak Bunga Mawarnya Besar
Lanjut ..
Mainzer Fastnacht Rose
Mawar Queen of Hearts. Harganya 8,5 Euro sekitar Rp.127.000
Namanya Rose Andre Willemse. Sayang karena dikena hujan deras rusak deh
Cerita Kondangan Minggu Lalu. Sahabat blogger, saya ingin bercerita mengenai jalan-jalan saya minggu lalu. Seperti sekilas info yang saya sampaikan sebelumnya disini, kalau Frank dan saya pergi ke pesta nikahan teman saya di Belanda.
1. Perjalanan
Kita punya mobil pribadi tapi sudah tua usianya 13 tahun. Daripada kenapa-napa misal mogok dijalan (padahal tidak pernah), atau kuatir mobil bermasalah pas pulang, repot kalau masuk bengkel seperti sebelumnya, hiks sekali masuk bengkel habis 300-500 Euro (4,5 β 7,5 juta rupiah) jadi lebih baik sewa mobil saja. Biayanya hampir 2 juta rupiah untuk 4 hari, bisa pakai hingga 2000 km, kalau lebih ada perhitungannya lagi. Kita sih pakai sekitar 1100 an km.
Ketika Frank mau ambil mobil ditawarin macam-macam asuransi, petugasnya bilang kalau nabrak dan mobilnya rusak nanti bisa kena 500 Euro an. Frank bilang βya jangan nabrak dong..β, jadi dia tidak beli asuransi lagi, karena sudah beli asuransi tertentu ketika apply di website sewa mobilnya.
Kita berangkat kamis sore 5 September karena pagi Frank dan saya kerja dulu. Berangkat jam 3 sore dan persiapan belum maksimal. Ada aja yang belum beres pokoknya hectic. Namanya ibu-ibu ya, pikir saya, ini butuh itu butuh. Bawa majalah, bawa macem-macem padahal tidak digunakan dong haha.
Jerman ke Belanda jaraknya sekitar 387 km, kita tidak berhenti sama sekali di jalan untuk istirahat. Huhh bosan sekali sekitar 3,5 jam perjalanan hanya melihat jalanan dan beberapa kali kena macet. Beberapa kali juga saya nyindir βnih mobil keren banget apa tidak ada ac nya ya gilee panas bangetβ. Saat itu memang sedang panas sekali 35 derajat C. Setelah tahu utak atik ac mobil saya bikin dingin deh π .
Didepan Macet sudah Menanti
Macet lagi padahal Jalan Tol. Heheh gratis sih jalan Tolnya jadi ga boleh komplain
2. Tempat Penginapan
Kami menginap di βBed & Breakfast Jonkershoeveβ lokasinya di: Loon 51 Liessel, Belanda. Tarif 75 Euro per kamar per malam, harganya masih sama dengan tahun lalu. Tahun lalu kami menginap disitu karena ada teman kita di Liessel juga, nah tahun ini ternyata teman kita sudah ada acara lain dan kita tidak sempat bertemu.
Dari Liessel ke tempat pesta sekitar 1,5 jam, saya sudah menyarankan cari hotel di dekat tempat acara, eh Frank maunya di Liessel, dia bilang kangen mau dengar suara kodok di kolam taman penginapannya. Padahal sama sekali kita tidak sempat duduk-duduk di depan kolam, sama sekali tidak ada waktu jalan-jalan menikmati keindahan taman penginapan karena jadwal jalan-jalan kita padat.
Suka deh Asri serba hijau kiri kanan Jalan
Jendela dan Interior Ruang Makan di Penginapan
Lokasi penginapannya jauh dari kebisingan, hanya yang punya kendaraan pribadi baru bisa kesini karena tidak ada angkutan umum ke lokasi ini. Dari Jerman kita berangkat jam 3 sore, hampir jam 7 malam kita baru sampai. Setelah beres mengisi formulir untuk menginap Frank langsung ambil 2 botol bir dingin. Sejak diperjalanan dia sudah pengen banget minum bir dingin, untuk melepas rasa lelah. Habis dua botol ambil 2 botol lagi, kalau saya minum coca cola sajalah. Haha ternyata Frank bawa pajangan teddy bear dari kamar mandi rumah kita π .
Sampai Penginapan Langsung cari minuman Dingin
3. Pesta Pernikahan
Acaranya berlangsung dengan baik. Hari itu pemberkatan pernikahan teman saya Eva. Catatan sipilnya sudah berlangsung 2 hari sebelumnya. Awalnya kita sudah dikasih tahu supaya ke gereja saja, malam harinya saya terima email dari Eva, kalau kita sebaiknya ke rumah Eva dulu saja. Pas Frank dan saya sampai mereka sudah pada di jalanan dong mau berangkat. Hehe jadi malu kita ditungguin serasa tamu istimewa .
Acara gereja berlangsung jam 2 siang, jadi kami punya waktu 1,5 jam an untuk foto-foto dan menyantap makanan kecil dan minum kopi. Diakhir acara pemberkatan pernikahan, mamanya Eva menyematkan ulos ke Eva dan pasangannya. Pemberian ulos di iringi lagu Borhat Ma Dainang. Saya kan sudah lihat buku acara, wah ada lagu Batak siap-siap berlinang air mata nih pikir saya. Kejadian deh, ga tahu kenapa lagu Batak selalu bisa membuat yang mendengarnya menangis hiks. Bahkan teman Eva yang asli Jawa duduk di belakang saya banjir air mata. Dia sama sekali tidak mengerti lirik lagunya, tapi musiknya bisa membuat dia menangis.
Pemberkatan Pernikahan Temanku
Acara digereja berlangsung kurang lebih satu jam. Setelah selesai ibadah, jemaat yang hadir memberikan selamat kepada kedua mempelai. Banyak sekali yang hadir, termasuk teman-teman kursus integrasi Eva. Saya melihat lumayan banyak lah wajah-wajah asia, saya pikir mereka orang Indonesia. Mau negor sungkan, tapi ko mereka tidak menyapa saya sih π .
Ternyata setelah dikenalin Eva, teman-temannya tersebut asal Thailand dan satu asal dari Vietnam. Kalau melihat sekilas beneran mirip wajah wanita-wanita Indonesia loh. Teman Eva yang asli Indonesia ada 3 orang, dan yang 1 tersebut ikut hingga ke acara makan malam, jadi kita bisa mengobrol lebih banyak.
Di Eropa, umumnya untuk pesta pernikahan tamunya tidak banyak. Maksud saya yang ikut sampai acara makan malam biasanya hanya keluarga dan teman dekat. Tidak bisa semua diundang hingga jamuan makan, karena muahal sekali. Biasanya yang ikutan hingga jamuan makan sekitar 20-30 orang (plus minus). Bayangin saja menu makan misal satu orang minimal 60-70 euro (900rb rupiah β 1 juta rupiah per orang) bisa lebih tinggi lagi, kalau 100 orang yang diundang ngegoyang pohon duit dulu deh sampai rontok semua daunnya π .
Beberapa hari sebelum hari H, saya dikirimi email oleh temannya Eva yang mengkoordinir acara, saya ditanya mau makan apa. Jadi sudah ada daftar makanannya kita tinggal pilih.
Vorspeise Lachs/Garnele mit Curry Mayonnaise oder Carpacio
Hauptspeise Meerbarsch mit Hummersosse oder Tournedos mit Rotweinjus order Bernaissosse
Terima kasih ke canggihnya teknologi, Frank google ketemu deh foto-foto menu makanannya, jadi kita tahu nama yang aneh itu isinya apa dan kita jadi tidak salah pilih π .
Mari Makan. Lihat Waiternya yang dibawah Payung Gantenggg yaa
Makanan Pembuka Namanya Carpacio, isi daging asap enakk banget
Makan Utama Datang siap disantap
Makanan Utama Pilihan kami adalah daging dengan kuah anggur merah, masih ada kentang goreng. Tournedos mit Rotweinjus
Horeee Ice cream sebagai Makanan Penutup
Dari keluarga Eva yang datang adalah mama dan pamannya. Ayahnya Eva sudah wafat. Nah saya membayangkan ketika mama saya datang ke pernikahan saya tahun lalu. Mamaku bilang makanan di pestaku tidak enak, lebih enak curry wurst (kentang goreng dan sosis berbumbu) di Berlin. Jadi makanan di pesta yang mahal tidak enak di lidah mamaku dan makanan yang murah meriah cuma sekitar Rp.50.000 paling enak buat si mama haha.
Karena sama-sama orang Batak, jadi saya mengira-ngira mama temanku Eva bakalan seperti mamaku. Benerrr bangettt, ga enak katanya, kasihan juga sih kalau lidah Asia ketemu makanan Eropa tidak selera menyantap walaupun makanannya sudah dihias sedemikian menariknya.
Kalau saya sih sukaa dongg. Frank juga suka dan dia kasih nilai 9 untuk jamuan makan malam hari itu π .
Kado umumnya bentuk barang, ada juga yang memberikan duit tapi jarang sih. Saya ko malu kalau mau kasih duit, soalnya ke banting sama harga makanannya hehe. Frank bilang kalau kasih duit, pengantennya isi bensin ya menguap begitu saja tidak ada kesan yang tertinggal dari kado pernikahan. Seperti tradisi di Jerman kado di buka di depan yang memberikan π .
Sesekali Boleh Narsis ya. Teman-teman Cakep ga Kebayaku?
Jarang-jarang kita Bisa Foto Berdua Begini
4. Acara Sabtu
Tadinya mau ke Den Haag ada pesta rakyat di KBRI, sudah janjian dengan teman kita di Eindhoven, kak Ephie namanya. Tapi capee banget π Setelah pesta di hari jumat itu dari lokasi jamuan makan malam kita masih ke rumah Eva dan ngobrol-ngobrol hingga jam 1 dini hari.
Ketika pulang maklum bukan di negara sendiri, jadi nyasar dong di jalan tol butuh waktu 2 jam lebih sampai penginapan padahal pakai gps. Peter si gps tercinta membawa kita melalui hutan berantara dekat penginapan, pokoknya serem banget sudah membayangkan kalau di Indonesia bisa ada perampok kali deh kalau masuk hutan atau berkendara tengah malam. Jam 3 dini hari sampai di penginapan dan kita cape berat.
Besok paginya pas saya cek hp, untung kak Ephie bilang tidak usah ke Den Haag, jadi kita disuruh datang ke rumah dia jam 12 siang dan Kak Ephie hari sebelumnya pas bikin lontong sayur, lalu saya disuguhi dong, enakkk banget dan sambelnya pedasnya mantap!. Sudah 3 tahun tidak menyantap lontong sayur begini.
Umumnya Begini Model Rumah di Belanda, serba seragam sama modelnya
Tinggal di Apartemen Begini lebih Murah
Mau balik Ke Pengginapan Butuh waktu 30 menit
Hari Sabtu kala itu Mendung dan Gerimis seharian, malamnya hujan derass
Hari minggu 8 September, pagi jam 10 setelah sarapan Frank dan saya kembali ke Jerman. Cape deh kalau jalan-jalan singkat sekali hanya 3 malam. Nah pulangnya lewat taman mawar di Lottum. Tahun lalu saya membeli 3 tanaman disana. Tahun lalu saya hanya buat video singkat tamannya, dan tahun lalu saya belum terlalu suka tanaman jadi belum terlalu banyak potret tanaman-tanamannya, dan tahun ini banyak sekali mawar-mawar yang saya potretin. Tunggu ceritanya di postingan berikutnya, teman-teman pecinta gardening pasti suka :).
Di postingan kali ini, saya akan cerita mengenai wisata kuliner alias makan-makan di Belanda
Hari pertama di Belanda, malam harinya, kami di traktir makan oleh kak Ephie, di restoran Indonesia di Belanda. Menu makanan yang disajikan dimasak oleh orang Indonesia, dan rasanya benar-benar enak sekali.Restoran Indonesia di BelandaSelamat Makan
Rujak sebagai Makanan Penutup
Ketika di Tong Tong Fair, saya pesan Es Shanghai rasanya ko aneh sekali, entah mungkin lidah saya yang sedang tidak berfungsi? Hehehe .. jadi es Shanghai nya rasa buahnya asam, dan buahnya terlalu lembek, padahal harganya, amit-amit deh 4 Euro semangkok. Nah pas saya cerita ke kak Ephie dan kak Rina, sepulangnya kami, dibuatkan deh Es Shanghai, enakkk bangetttt!!! π .Es Shanghai racikan ka Rina dan Ka Ephie
3. Jajajan Pasar di Tong Tong Fair bikin lapar mata, saya cukup puas membeli empat potong Lumpia semarang, makan di tempat sambil menonton panggung musik. Pulangnya ketika di rumah Ka Rina saya dikasih nyicipin bubur sum sum yang di beli si kakak, sedap banget! π .
Wisata KulinerYumiee Indonesian SnacksCemilan alias jajajan Pasar, Harga pakai Euro!
Oleh-oleh dari Tong-tong Fair antara lain kremes ubi. Di tanah air saya sering beli cemilan ini. Nih cemilan nyampe Belanda jadi harga euro naik derjata ya haha π .
Kremes Ubi Indonesian snacks, 2 Euro perbungkus.Abon Sapi Asli Indonesia 5 Euro 3 bungkus
Balik ke Jerman disangu, 2 plastik bubur ketan, Enakk banget, makannya sedikit-sedikit π
Bubur Ketan Hitam (schwarzer reis)
4. Dua Kali sarapan di penginapan
Menu SarapankuMinuman Saat SarapanSarapan Rendah LemakPilihan Menu Sarapan di PenginapanPilihan Menu lainnyaMenu Sarapan di PenginapanAnda sering Sarapan di tempat tidur? Baca Baik-baik Slogan ini πBreakfast Rule
Penginapan Kami di Belanda. Selama tiga hari dua malam suami dan saya di Belanda, kami menginap di penginapan yang terletak di daerah pertanian dan peternakan. Nama penginapannya βBed & Breakfast ‘Jonkershoeve’ lokasinya di: Loon 51 Liessel, Belanda. Tarif menginapanya 75 Euro per kamar per malam.
Suka banget pemandangan begini. hampir sampai Penginapan
Dibawah ini foto-foto tempat kami menginap
*Klik gambar untuk melihat ukuran penuh (Foto-foto: dok. pribadi)
27 Mei 2012 bulan lalu, kami menghadiri pameran produk dan makanan Indonesia di Den Hag, Belanda. Nama pamerannya adalah Tong Tong Fair.
Tong Tong Fair adalah festival terbesar di dunia untuk budaya Indo (Eropa-Indonesia), diadakan setiap tahun di Belanda. Kami (suami tercinta dan saya) datang ke pameran ini bersama kak Rina sekeluarga dan kak Ephie.
Acara ini adalah campuran festival budaya, pameran dan festival makanan dibentuk menjadi satu, diadakan di beberapa tenda besar dan tribun. Salah satu atraksi terbesar adalah Tong Tong Festival, dengan ratusan pertunjukan berlangsung selama 12 hari.
Tong Tong Fair pertama kali diadakan pada tahun 1959, saat itu namanya adalah Pasar Malam Besar. Nama ‘Pasar Malam Besar‘ berasal dari bahasa Indonesia / Melayu. Sejak tahun 2009 namanya berubah menjadi Tong Tong Festival. Nama baru ini dipilih untuk menekankan hubungannya dengan ‘Tong Tong Foundation dan misi budayanya. Alasan lain adalah untuk membedakannya dari pameran lainnya dengan nama Pasar Malam.
Pameran berlangsung dari tanggal 17 Mei hingga 28 Mei 2012, mulai jam 12.00 hingga jam 10 malam. Tiket masuk pameran, untuk hari biasa orang dewasa 12 Euro, sabtu dan minggu 15 Euro, anak-anak 4,5 Euro. Kami berkunjung di hari sabtu, suami dan saya membayar 30 Euro untuk kami berdua. Menurut saya harga tiketnya mahal, padahal didalam kami tidak mendapat apapaun yang gratis, semisal souvenir, majalah atau makanan :-(.
Tong Tong Fair dan Tong Tong Festival diadakan di Malieveld di pusat kota Den Haag (Koningskade 1, 2596 AA Den Haag) lima menit jalan kaki dari Stasiun Sentral Den Haag, atau 30 menit dari Bandara Schiphol dengan menggunakan kereta api atau mobil, 3,5 jam dari Liessel dari kediaman kak Rina, dan penginapan suami dan saya.
Tong Tong Fair berada di lahan seluas 22.000 mΒ². Di Festival ini kita bisa melihat stand-stand makanan dan minuman khas Indonesia, teater kuliner, media dan seni pertunjukan, area bengkel, area untuk kuliah dan wawancara, daerah pasar, serta daerah untuk perdagangan.
Tong Tong Festival ini diselenggarakan oleh Yayasan Tong Tong. Tujuan dari Tong Tong organisasi adalah untuk mendorong Budaya Hindia Eurasia dan untuk memperluas pemahaman sejarahnya. Budaya Hindia Eurasia adalah budaya berabad-abad, yang dimulai ketika pedagang Eropa berlayar ke kepulauan Indonesia dan mendirikan pos perdagangan mereka.
*Klik gambar untuk melihat ukuran penuh (Foto-foto: dok. pribadi)
Tiket Masuk Tong Tong Fair 28 Mei 2012
Wonderful Indonesia
Aneka Kerajinan Tangan Khas Indonesia
Cemilan alias jajajan Pasar, Harga pakai Euro!
Panggung Musik Jazz
Ternyata Papasan dengan Ka Ephie dan Kak Rina
My Beloved husband π
Stand Tanaman Indonesia
Tong Tong Festival diadakan di Malieveld di pusat kota Den Haag
Tong Tong Festival ini diselenggarakan oleh Yayasan Tong Tong
Pedagangnya Banyak Orang Bule
Tong Tong Fair berada di lahan seluas 22.000 mΒ²
Yumiee Indonesian Snacks
Panggung Musik
Wisata Kuliner
Tong Tong Fair pertama kali diadakan pada tahun 1959
Makanan-makanan yang dijual bikin kangen tanah Air
Silakan Beli Produk-produk Makanan Indonesia
Ciri Khas Pasar Indonesia
Tong Tong Fair Berlangsung 17 Mei hingga 28 Mei 2012
Pengunjung Mulai Ramai
Tong Tong Fair 2012
Sumber: terjemahan bebas tongtongfestival.nl dan Wikipedia.org
Volendam Part II. Berikut ini adalah lanjutan cerita tentang Volendam, oh ya kalau Anda belum membaca cerita sebelumnya klik Liburan ke Negeri van Oranje.
Belanda identik dengan para pengguna sepeda, dibawah ini beberapa foto hasil bidikan kamera digital saya.
Kota Volendam Belanda
Volendam Belanda
Unik ya sepeda dorong sekaligus buat angkut anak. Kota Volendam Belanda
Banyak sekali yang bersepeda di Volendam Belanda
Bus di Volendam Belanda
Saya suka sekali melihat taman-taman, saya coba bandingkan antara taman-taman di Jerman dan Belanda.
Liburan ke Negeri van Oranje. 26 hingga 29 Mei 2012 lalu, Frank dan saya liburan ke Belanda. Berangkat pagi-pagi sekali, jam 4.30, katanya sih menghindari macet, padahal tidak ada macet sama sekali. Ada Peter si GPS yang memberikan petunjuk jalan mana yang terbaik kami harus lalui. Ngantuk berat selama perjalanan Hoaaammm.
Otw ke Belanda. (Foto: dok. pribadi)
Jam 8.30 sudah masuk wilayah Belanda, selanjutnya menuju Volendam. Jauh banget harus 2 jam lagi di mobil, lanjut!. Tengah hari akhirnya sampai di Volendam, sang mentari pas bersinar dengan teriknya, Panas!.
Volendam sebuah desa yang indah, merupakan nama kota di Belanda. Letaknya di bagian barat. Tepatnya di provinsi Noord-Holland, Belanda. Frank dan saya berkunjung ke pusat perbelanjaan, yang berada pelabuhan. Kiri kanan jalan yang kami lalui berderet toko-toko; mulai toko-toko dekorasi, toko-toko suvenir, toko pakaian, termasuk juga restoran-restoran. Toko-toko di pelabuhan Volendam buka 7 hari dalam seminggu.
Kota Pelabuhan Volendam (Foto: dok. pribadi)
Volendam sangat ramai oleh para wisatawan, yang paling mencolok wisatawan Asia, kalau mau bertemu warga Indonesia atau Malaysia, ya silakan ke tempat ini :D. Di volendam kita bisa berwisata dengan kapal, mau duduk-duduk di tepi pantai, atau makan-makan di restoran-restoran tepi pantai, bisa menjadi hal yang menyenangkan.
Volendam merupakan objek wisata populer di Belanda, terkenal dengan perahu atau kapal-kapal memancing dan juga pakaian tradisional masih dipakai oleh beberapa warga. Volendam juga memiliki museum kecil tentang sejarah dan gaya pakaian.
Museum Volendams (Foto: dok. pribadi)
Jangan lupa, di toko-toko pelabuhan kita bisa berfoto dengan kostum tradisional Belanda. Cobalah jalan dulu cek harga-harganya, karena beberapa studio foto yang di ujung jalan lebih murah loh. Foto Frank dan saya ukuran 20×30 cm harganya 17,50 Euro, di beberapa studio lain harganya 20 Euro. Di etalase studio fotonya banyak foto-foto artis, ya tentunya untuk menarik perhatian pengunjung. Foto artis Indonesia yang berfoto dengan kostum tradisional Belanda antara lain: Melly Manuhutu, Kris Biantoro, Maya Rumantir, Miing βBagito Grupβ dan lain-lain (*lupa nama-namanya he-he-he)
Berfoto dengan Kostum Tradisional Belanda (Foto: dok. pribadi)
Oh ya kalau mau membeli souvenir semacam gantungan kunci, magnet (tempelan) kulkas, keramik-keramik, di Volendam tempat termurah yang saya temui.
Oleh-oleh dari Volendam (Foto: dok. pribadi)
Untuk Taman saya, beli Bibit Bunga Tulip: Warna Biru, Pink dan Hitam (Foto: dok. pribadi)
Bye bye Volendam. Kincir Angin, ciri khas Belanda (Foto: dok. pribadi)
Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam . Sampailah saya dan teman saya di dekat Museum Lilin Madame Tussaud, wahhhh ramaiii sekali, oh ya pantaslah 12 September 2009 hari ini kan sabtu, jadi banyak orang-orang yang berwisata :D.
Ramainya Amsterdam
Entah apa nama tempat ini, lokasinya persis di depan Madame Tussaud, saat itu lapangan ini selain diramaikan oleh pengunjung, banyak pula pertunjukan jalan raya, seperti sirkus ukuran kecil, atraksi sulap kecil kecilan, akrobat atau orang yang berpantomin, oh ya tak kalah seru ada gerobak yang mempertunjukan sandiwara boneka dengan musik khas Belanda, sayangnya saya hanya mengambil gambar versi video dari handphone jadi hasilnya tidak bagus hikss :β(.
Kereta Boneka dengan Musik Khas Belanda
Sudah hampir jam tiga sore, yuk! siap siap ke Madame Tussaud, sebelum itu berfoto dulu sekali aja ko hehe
Berpose sebelum masuk museum
Museum Madame Tussaud buka setiap hari dari jam 10:00 pagi sampai 5:30 sore. Museum ini terletak di Dam Square, di jantungnya kota Amsterdam. Lokasi ini bisa dicapai dengan berjalan kaki kurang lebih 10 menit dari stasiun kereta Amsterdam atau jika Anda menggunakan transportasi umum bisa lihat Peta ke Museum Madame Tussaud
Didalam museum ini Anda akan diajak kurang lebih 1 jam 15 menit menyaksikan glamornya dunia para politisi, artis, atau orang terkenal lainnya dan Anda akan takjub karena Anda merasa sedang berdiri dihadapan orang-orang ternama tersebut ;-).
Oh ya kalau mengunjungi museum ini, satu hal yang tidak boleh dilupakan bawalah kamera Anda! bagus juga kalau ada handycam supaya Anda bisa merekam momen β momen Anda bersama patung lilin favorit ;-).
Museum Lilin Madame Tussaud Amsterdam
Huhuhuhuhu, atrian masuk museum panjanggg sekali π hiks! masuk ngga ..? ..ngga masuk ..? tapi kalau tidak masuk kapan lagi bisa berkesempatan mengunjungi tempat ini..
Setelah mengantri (berdiri!) selama 1,5 jam akhirnya masuklah kami. Beberapa hari sebelumnya saya lihat di website museum ini ada diskon, namun pas datang langsung petugasnya bilang tidak berlaku diskon hikss .
Harga tiket dewasa β¬ 21,- Anak β anak (usia 5-15) β¬ 16,- yang gratis untuk bayi sampai anak usia 4 tahun, kalau di rupiahkan dengan kurs saat itu sekitar Rp.270.000, pertama kalinya saya masuk museum dengan tiket semahal itu!, ya tak mengapalah daripada penasaran dan kapan lagi punya kesempatan langkah seperti ini, jadi tak perlu dipikirkan harganya, dan kalau lagi jalan-jalan jangan sering meng-kursnya pengeluaran Anda ke Rupiah karena pasti akan syok, dengan komentar βmuahall bangettt ..β he-he-he.
Marie Tussaud atau yang lebih dikenal sebagai Madame Tussaud (lahir 1761, wafat 1850), lahir sebagai Marie Grosholtz di Strasbourg, Perancis. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam pembuatan patung lilin. Curtius mendidik Tussaud dalam seni patung lilin. Di tahun 1765, Curtius membuat patung lilin Marie-Jeanne du Barry, selir dari Raja Louis XV dari Perancis. Cetakan dari patung tersebut adalah benda tertua yang masih ada dari sejarah museum patung lilin ini.
berfoto dengan Patung lilin Madame Marie Tussaud
Tussaud membuat patung lilin pertamanya, yaitu patung Francois Marie Arouet de Voltaire, atau yang lebih dikenal hanya dengan Voltaire, di tahun 1777. Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dipatungkannya antara lain Jean Jacques Rousseau dan Benjamin Franklin. Selama Revolusi Perancis ia membuat penutup wajah jenasah bagi para tokoh yang menjadi korban. Ia rela untuk mencari kepala-kepala para korban yang terputus ini di tengah-tengah timbunan jenasah agar bisa menyelesaikan penutup wajah jenasah ini dengan sempurna.
Patung Lilin George Bush, Lady Diana dan Justin Timberlake
Ketika Curtius meninggal di tahun 1794, ia meninggalkan koleksi patung-patung lilinnya pada Tussaud. di tahun 1802, Marie Tussaud pindah ke London. Sebagai konsekwensi Perang Inggris-Perancis, ia tidak bisa kembali ke Perancis sehingga untuk hidup ia harus berkeliling Inggris dan Irlandia memamerkan karya-karyanya. Sekali waktu karya-karyanya itu pernah dipamerkan di Lyceum Theatre. Ia akhirnya memiliki tempat pameran permanen buat karya-karyanya di Baker Street, London, di tahun 1835 (di tempat yang disebut “Baker Street Bazaar”).
Berfoto dengan Patung Lilin Tokoh-tokoh Terkenal. Patung Lilin menakjubkan
Museum lilin Madame Tussaud kini telah berkembang menjadi sebuah tujuan wisata di London, berdampingan (hingga baru-baru ini) dengan London Planetarium di sisi baratnya. Museum ini telah memiliki cabang di Amsterdam, Las Vegas, New York City, Hongkong, Shanghai, Hollywood-Los Angeles, dan Washington D.C. Kini, patung-patung lilin Madame Tussauds terdiri atas tokoh-tokoh sejarah, keluarga kerajaan, bintang film, atlet tenar dan tokoh-tokoh kriminal yang tenar.
Patung Lilin Pierce Brosnan, Jacko, Nicolas Cage & Marilyn Monroe
Museum Madame Tussauds saat ini dimiliki oleh sebuah perusahaan wisata bernama Merlin Entertainments setelah mengakuisisi Tussauds Group pada bulan Mei 2007.
Masih di Madame Tussaud
Inilah pemandangan dari atas Madame Tussaud ..
View dari atas Madam Tussaud
Saya temukan satu patung yang unik dengan ukuran besar, letaknya diatas pintu keluar museum. Menurut Anda mengenai apa patung ini β¦? π .
Penasaranku akan Red Light District Amsterdam . Kami naik kereta dari stasiun s’-Hertogenbosch tujuan Amsterdam, pemandangan sepanjang perjalanan buat saya sangatlah menyenangkan, jadi seperti anak kecil yang senang diajak jalan-jalan orangtuanya he-he-he. Untungnya nih kami dapat tempat duduk di kereta, karena kalau di jam β jam sibuk (kantor) kadang kereta penuh, tapi tenang saja, kondisi dalam kereta di Belanda ini tidak seperti kereta di Jakarta ko yang penuh sesak plus bau :D.
Banyak juga loh orang β orang yang naik kereta membawa sepeda mereka tapi kebanyakan yang sepeda lipat, jadi ketika turun kereta bisa lanjut dengan sepeda ke tempat tujuan berikutnya. Udara di Belanda bersihhh sekali, karena banyak bangetttt orang-orang disini yang naik sepeda mulai dari anak kecil sampai para manula, jadi jangan heran banyak parkiran sepeda di mana β mana (kebalikannya kalau di Jakarta yang banyak malah parkiran motor π ).
Amsterdam adalah ibu kota Belanda secara de jure, tertulis di dalam undang-undang dasar. Secara de facto, pusat pemerintahan, parlemen, mahkamag agung, ratu dan perwakilan negara asing berkedudukan di Den Haag.
Kota Amsterdam memiliki penduduk sebanyak 742.951 jiwa dengan wilayah sebesar 219,07 km2. Kota ini secara administratif dibagi menjadi 15 bagian yang kurang lebih bisa disamakan dengan kecamatan di Indonesia tetapi disebut dengan istilah deelgemeente. (sumber id.wikipedia).
Sekitar jam 11 pagi sampailah kami di Amsterdam, cuacanya hangattttt, ambil satu foto dulu ah buat kenangan, Ouuuww silauuu kena sinar matahari, sampai mataku merem merem :D.
Mejeng dulu di depan Stasiun Amsterdam
Kalau Anda lihat papan atau triplek triplek berwarna biru disepanjang stasiun Amsterdam, itu karena stasiun ini sedang direnovasi, konon renovasinya tidak kunjung selesai entah sudah berapa tahun dan entah sudah menghabiskan berapa banyak biaya.
Saat itu Amsterdam ramai sekali, oleh penduduk lokal dan para wisatawan, trem yang lewat juga hampir semuanya terisi penuh. Kami (teman saya dan saya) menyusuri jalanan depan stasiun, dengan tujuan awal ke Red Light District (RLD).
(RLD) ini bisa dicapai dengan berjalan kaki, sambil jalan teman saya tersebut menerangkan tempat β tempat yang kami lewati. Kami berhenti di satu toko souvenir (masih dekat stasiun), melihat lihat kalau ada barang yang murmer (murah meriah). Ditoko ini kami hanya beli dua atau tiga gantungan kunci, karena ditoko tersebut sebagian besar barangnya mahal! Jadi cukup puas untuk cuci mata.
Lanjuttt jalan lagi :D, eh ada toko souvenir lagi, entah ada empat atau lima toko souvenir yang kami singgahi, pokoknya sepanjang jalan tersebut (masih area stasiun) banyakkkk sekali toko souvenirnya, jadi ditiap toko saya melihat – lihat kalau ada barang murmer saya beli dua atau tiga buah sovenir.
Ada sesuatu yang unik, klompen ukuran besarrr, di toko ini saya tidak membeli apapun, tapi numpang mejeng dengan klompennya saja, sebelum dilihat pemiliknya, ayoooo ngaburrrr :D.
Di toko Souvenir, klompennya jumbo euy
Akhirnya sampai di Red Light District Amsterdam β¦
Maapppp kalau nantinya ada gambar yang mungkin bagi Anda tampak agak vulgar, sekedar berbagi informasi he-he-he. PERHATIAN!!! Anak dibawah usia 17 tahun, DILARANG!! Baca tulisan ini .. segera tutuppp! π :P.