Setelah melewati 2,5 hari di Breda, saya ingin sekali jalan jalan ke Amsterdam. Berdasarkan informasi dari teman teman yang sudah pernah ke Belanda dan juga dari info wisata yang sering saya lihat di internet, Amsterdam patut dikunjungi!
Adapun tempat – tempat menarik yang bisa dikunjungi di Amsterdam, antara lain adalah : museum Madame Tussauds, Rijkmuseum, Museum van Gogh, Ajax Amsterdam Arena, Dam Square, Red Light District dan lainnya.
Pagi itu 12 September 2009 teman saya dari Den Bosch datang menjemput saya di Breda, dialah yang menjadi guide saya lagi :D. Saya sudah menyiapkan semua keperluan untuk perjalanan kami dan baju ganti karena saya akan menginap satu hari ditempatnya.
Karena di Amsterdam tidak menginap (pergi pagi pulang sore) maka saya hanya berkesempatan mengunjungi dua tempat saja yakni Madame Tussauds dan “Red Light District”, kalau yang ke Red Light itu tentunya untuk memenuhi rasa penasaran saya akan tempat tersebut, karena tempat tersebut terkenal sedunia :P.
Psssttt, ada tiga tempat deh yang saya kunjungi, yang satu tempat nakal .. kalau di Indonesia bisa-bisa dibakar tempat semacam ini he-he-he! (walaupun sebenarnya bisa buat pengetahuan saja kan).
Jadi sebelum berkunjung ke Madame Tussaud dan Red Light District, kami melewati dua museum yakni Sex museum & Erotic museum. Saya dulu pernah baca ulasan Erotic museum di detik.com saya pikir waktu itu saya masuk museum yang di ulas di detik.com tersebut ternyata salahhhh, malah berkunjung ke Sex museum (karena pertama kali melewati tempat ini), kemudian saya malas berkunjung lagi ke Erotic museum (cuma beda beberapa blok) karena isinya pasti mirip, dan saat ini belum berminat membuat tulisan mengenai museum tersebut :P.
Saya lupa apa sempat berfoto ria ketika di Sex museum karena saya hanya menemukan satu foto di bawah ini, berfoto didepan patungnya Marilyn Monroe.
Cerita dari s’-Hertogenbosch Belanda – lanjutan Host family
Puas berfoto ria di Kinderdijk, maka teman saya (LM) dan saya melanjutkan perjalanan ke Den Bosch, ke tempat teman saya tersebut bermukim.
Dari Kinderdijk naik bus satu atau dua kali lalu naik kereta melewati atau turun di Breda lagi (agak lupa he-he-he) saya punya foto ketika di stasiun kereta tapi lupa juga di stasiun Breda atau tempat lain, saya liat jam pengambilan foto dari kamera 1.16 AM (dini hari waktu Indonesia), berarti saat itu jam 7.16 malam waktu Belanda, lihat masih terang ya walau sudah jam 7 malam 😀 .
Menunggu kereta ke Den Bosch
Akhirnya sampailah kami di Den Bosch, jam hampir menunjukkan pukul 9 malam, dan tentu saja semua toko sudah tutup, jadi mau beli makan malam juga sudah tidak bisa, jadilah kami masak dan makan seadanya.
Station_of_’s-Hertogenbosch at night . Source wikipedia.org
Keesokan harinya (8 Sept. 2010) kami jalan – jalan menikmati pemandangan di Den Bosch. Pertama mengunjungi katedral Saint John’s.
Katedral Saint John’s merupakan salah satu katedral terindah yang berada di Belanda, katedral ini dibangun pada abad ke 15. Ketika itu saya berkesempatan mengunjungi katedral ini dan masuk kedalamnya sambil mengambil gambar di beberapa bagian gereja. Saat itu katedral sedang di renovasi, namun proses renovasinya tidak sampai mengganggu para wisatawan yang sedang menikmati keindahan katedral ini.
Church Jans-Hertogenbosch. pic source Wikipedia.org
Tampak dalam katedral
Di gereja Sint-Jan s’-Hertogenbosch
Huaaaahhhhh pada foto di atas rambut saya berantakan, harap maklum ya karena pada bulan September angin sangat kencang dan saya paling malas sebentar sebentar sisiran, ribet ahh mau foto ya langsung foto saja, nanti Anda akan temui foto saya lainnya dengan rambut berantakan! salahkan pada angin yang bertiup kencang he-he-he 😛
Suasana Den Bosch
Patung Naga dan Underpass
Patung Naga emas adalah simbol dari kota Den Bosh, letak patung tersebut pas di depan stasiun kereta. Iseng fotoin underpass, letak rumah teman saya di bagian kanan, agak masuk sedikit belok ke jalanan diantara dua bangunan yang ada pohon tuh! Hehehe 😀
S’-Hertogenbosch termasuk ke wilayah North Brabant dengan luas daerah 91.26 km2 dan jumlah penduduk 136.499 jiwa (Populasi 1 January 2008). Disini terdapat kurang lebih 350 restoran, pubs dan café.
s-hertogenbosch market square
Ada satu toko yang menyediakan souvenir souvenir khas Belanda, seperti kaos, klompen, gantungan kunci, patung kincir, patung none Belanda dan jenis patung lainnya dengan berbagai ukuran, menurut saya harga ditoko tersebut cukup murah loh! dibanding toko lain di Den Bosh ;-). Lokasinya lihat foto “market-square” diatas, ada tiga bangunan besar, kiri – depan – kanan, Anda perhatikan bangunan pas di depan Anda, nah disana tokonya, pokoknya hanya ada toko tersebut di jajaran bangunan depan tersebut (maaapp lupa foto dari dekat).
cityhall Stadhuisdenboschnl
Lanjut Yuk!… jalan jalan keliling Den Bosch, dari pagi sampai malam, kalau lelah pulang dulu ngemil sambil memulihkan stamina, sudah segar dan capenya hilang ntar jalan lagi dehh 😀
suasana Cityhall s’-Hertogenbosch malam hari
mejeng di Cityhall
Den Bosch memiliki professional football club, yakni FC Den Bosch (first club of Dutch international player Ruud van Nistelrooy) dan juga menjadi tempat field hockey club HC Den Bosch, basketball team EiffelTowers Den Bosch. Pantas saja teman saya tersebut sangat menggilai olahraga hockey dan dia tergabung dalam salah satu team hockey disana.
Angin kencang bikin rambut berantakan, hiksss
Stasiun ‘s-Hertogenbosch dibuka pada 1 November 1863 dan terletak di Staatslijn H (Utrecht – Boxtel) dan Brabantselijn (Nijmegen – Tilburg). Pengoperasian stasiunnya ditangani oleh Nederlandse Spoorwegen.
Perron_Station_Den_Bosch
Dibawah ini adalah tempat – tempat yang bisa dicapai dari stasiun ‘s-Hertogenbosch: Utrecht, Amsterdam, Zaandam, Alkmaar, Eindhoven, Roermond, Sittard, Heerlen, Maastricht, Amsterdam Airport Schiphol, Zwolle, Deventer, Zutphen, Arnhem, Nijmegen, Tilburg, Breda, Roosendaal dan Oss..
Gold Dragon, symbol of s’-Hertogenbosch
Tanggal 9 September 2009 sore kembali ke Breda ke rumah ka Ester, naik kereta sendiri, turun dari kereta lanjut naik bus satu kali, walau agak takut, saya beranikan diri ajalah dan sempat muter muter karena naik bus dengan nomer yang salah, akhirnya sampai juga 😉 .
Tempat ketiga yang menjadi tempat saya menginap selama di Belanda adalah kota S’-Hertogenbosch, singkatnya orang orang menyebutnya Den Bosch, jika dilihat dari jadwal perjalanan saya dan dihitung hitung maka saya berada empat hari disana, namun tidak full empat hari karena saya lebih sering bolak balik antara Breda, Helmond dan Den Bosch yang tentunya menguras kantong untuk tiket bolak balik dengan kereta hehe 😀
Jadwal Liburan Belanda 2009
Saya akan cerita mengenai Den Bosch belakangan ya, karena sebelum pergi ke Den Bosch saya dan teman saya pergi jalan jalan dulu ke tempat lain ;-).
Di Den Bosch ada seorang teman inisialnya LM yang menjadi guide selama beberapa hari saya bersamanya,. Karena saya baru pertama kali ke luar negeri (LN) jadi belum berani berpetualang sendiri maka saya meminta teman saya tersebut untuk menjemput saya di Breda pada 7 September 2009.
Saya telah bersiap diri untuk dijemput, semua barang barang yang diperlukan selama menginap di Den Bosch sudah saya persiapkan hari sebelumnya supaya teman saya tidak menunggu lama 😉 . Pagi itu LM datang datang sambil membawa seikat bunga mawar (kali kedua dalam hidup saya dapat bunga dari pria, yang pertama waktu ultah ke 25 😀 )
Hari itu pertama kalinya saya pergi lebih jauh keluar Breda, jadi bersemangat euy! 😀 . Kami berjalan kaki sedikit ke halte bus, menunggu bus tujuan stasiun kereta, sebelumnya saya diberikan semacam tiket berlangganan ( Strippenkaart ) oleh ka Ester yang bisa digunakan di bus, jadi saya tinggal menunjukkan kartunya nanti akan diberi cap oleh supirnya, jumlah cap yang diberikan berdasarkan jaraknya, ke stasiun kereta tidaklah terlalu jauh, kalau tidak salah di kasih 2 atau 3 cap. Jadi tidak perlu bayar lagi ketika di dalam bus, namun kalau tidak mempunyai Strippenkaart, maka penumpang langsung beli karcis di supirnya.
strippenkaart. Karcis bus di Belanda
Selama saya di Belanda kalau naik bus belum pernah lihat ada kenek bus he-he-he jadi untuk urusan pembayaran bus langsung ke supirnya.
Sampailah kami di stasiun kereta “Breda”
Breda_station en.wikipedia.org
Ceritanya nih teman saya dan saya tidak mau langsung ke Den Bosch namun kami ingin terlebih dahulu mengunjungi Kinderdijk, di tempat ini banyak sekali windmill alias kincir angin dalam bahasa Belanda Windmolen yang menjadi seperti maskotnya Belanda selain bunga tulip 😀 .
Dari stasiun Breda, kami membeli karcis kereta tujuan Rotterdam, nanti dari Rotterdam naik bus lagi untuk sampai ke Kinderdijk, lalu setelah dari Kinderjik akan pulang ke tempat teman saya di Den Bosch.
Tiket tujuan Breda Rotterdam Breda seharga 16.10 Euro lalu dari Breda ke Den Bosch 7.80 Euro Hiksss baru nyadar saat ini kalau di rupiahkan mahal juga yaaaa 😛 .
Tiket Kereta Breda Rotterdam ; Breda – Den Bosch
Teman saya si LM ini ternyata belum pernah sama sekali ke Kinderdijk walaupun dia asli orang Belanda, ya mungkin sama seperti kalau kita orang Indonesia belum pernah mengunjungi Bali ya hehe .. alhasil setelah sempat nyasar naik turun bus dan bertanya ke beberapa orang, Yippieee!!! sampailah kami di Kinderdijk 😀 🙂 . Rasanya belum lengkap kalau ke Belanda tidak ke tempat kincir angin berada hehe.
Kincir Angin di Kinderdijk (sumber en.wikipedia.org)
Kinderdijk adalah salah satu tempat yang terkenal dengan kincir anginnya, disini terdapat 19 kincir angin tua (kuno) yang dibangun sekitar tahun 1740, disinilah terdapat jumlah terbesar kincir angin tua di Belanda.
Kincir angin di Kinderdijk adalah salah satu tujuan wisata terkenal di Belanda, dan pada tahun 1997 oleh UNESCO dimasukan dalam daftar situs peninggalan bersejarah yang dilindungi.
Selain Kinderdijk daerah lain yang juga terdapat kincir angin antara lain di : Drenthe, Friesland, Gelderland, Groningen, Limburg, Noord Brabant, Noord Holland dan Overijssel.
Di Belanda kincir angin memegang peranan penting yakni sebagai alat untuk mengalihkan dan membendung air, juga untuk menangkap dan mengalihkan banyak angin. Dengan adanya perkembangan teknologi kini kincir angin pun fungsinya lebih berkembang antara lain digunakan sebagai salah pembantu dalam bidang pertanian dan industri.
Waktu saya berada di Kinderdijk daerah tersebut sedang sepi dari pengunjung, kami sampai sekitar jam 4 atau 5 sore dan matahari bersinar sangat cerah, menurut saya rasanya sih panas he-he-he makanya saya juga agak malas berjalan jauh untuk berfoto ria, ditambah dengan sepatu boot yang saya gunakan yang bikin komplit deh cape dan pegelnya.
Foto Bidikanku Amsterdam Airport Schiphol. Saya menaruh semua foto-foto perjalanan saya di album flickr, Yihaaa!! proud to my self 🙂 . Tidak menyangka salah satu hasil bidikan kamera digitalku menarik perhatian “Schmap Amsterdam Guide”
Pada 9 Maret 2010, salah satu editornya, Claire Evans mengirimkan surat ke account flickr saya dan menginformasikan bahwa salah satu foto saya dengan judul “Schiphol Airport Amsterdam” terpilih untuk dimuat pada edisi 10 yang akan di terbitkan pertengahan Maret 2010.
Namun ini adalah publikasi tanpa dibayar alias saya tidak menerima apapun ketika foto tersebut di muat di majalah tersebut, hanya ada nama saya saja Nella Ria muncul nantinya 😉 . Sebenarnya pastilah banyak juga photographer handal yang dengan sukarela supaya foto bidikan mereka dimuat di majalah tersebut.
Sebelum tengat waktu 26 Februari 2010, saya sudah membalas surat tersebut, saya katakan saya memberikan izin untuk pemuatan foto saya tersebut.
Coba flash back ke 29 September 2009, hari dimana saya akan kembali ke Jakarta, setelah menikmati liburan selama 26 hari di Belanda. Saat itu suasana ramai sekali setelah check in, saya tidak dapat duduk hiks 🙁 jadi sambil menunggu pintu pesawat dibuka, saya melangkahkan kaki ke depan jendela yang besar sekali, bisa terlihat pesawat sedang bongkar muatan. Banyak banget tentengan yang akan saya bawa ke kabin saat itu, satu koper kecil 10 kg, laptop titipan teman, dan hand bag sayapun besar pula, plus jaket yang bikin ribett, lengkaplah ditambah tidak dapat duduk. 🙁
Daripada bengong ga jelas, pintu pesawat juga masih lama dibuka, saya iseng beberapa kali membidik kamera saya ke arah pesawat yang tampak dihadapan saya, sebenarnya pengen ambil foto diri dengan latar belakang pesawat tersebut, namun apa daya rasa malu minta tolong pada orang lain lebih besar he-he-he 😀
Nah, jadi ceritanya beberapa hari lalu saya cek flickr saya, ada surat lagi dari editor Schmap Guides yang menyatakan mereka sudah memuat foto saya tersebut pada edisi 10 Schmap Amsterdam Guide.
Foto Bidikanku Amsterdam Airport Schiphol
Dibawah ini link dimana foto saja dipajang, semoga bisa terbuka linknya 😉 http://www.schmap.com/amsterdam/shopping_localservices/#p=330615&i=330615_59.jpg
update 30.04.2017 hiks link nya sudah tidak aktif lagi.
Host Family in Helmond Belanda – lanjutan Host family
2. ::: Helmond :::
Helmond adalah sebuah kota di provinsi Brabant Utara di selatan Belanda. Terletak di sepanjang Sungai Aa dan Zuid-Willems timur Canal Eindhoven. Brabant Utara adalah sebuah provinsi besar Belanda, terletak di bagian selatan negara, berbatasan dengan Belgia di selatan, Sungai Meuse di utara, Limburg di timur dan Zeeland di barat, pusat diposisikan antara kota-kota pelabuhan Rotterdam dan Antwerpen dan kawasan Ruhr Jerman.
Helmond adalah sekitar 128 km dari Amsterdam dan Amsterdam Airport (Schiphol). bandara Amsterdam Schiphol (http://www.schiphol.nl) adalah ‘bandara internasional utama dan tersibuk ketiga di Eropa.
Seminggu setelah saya berada di Breda, barulah saya bertemu dengan ka Ephie. Senin itu pada sore hari 14 September 2009 saya dijemput di Breda (rumahnya ka Ester). Hari itu adalah kali pertama kami bertemu secara tatap muka langsung, sebelumnya kami hanya berkomunikasi via telp atau internet.
Dari ka Ephie lah saya mendapatkan invitation letter atau surat undangan sehingga saya bisa berkunjung ke Belanda (*mauliate godang sista ;-)) .
Ka Ephie yang jadi sponsor visaku. Akhirnya bisa jalan-jalan ke Eropa pertama kalinya
Alamaaakk .. banyak kali bawaanku dari Breda ke Helmond, padahal hanya akan menginap seminggu saja :D. Mulai dari koper kecil isi beberapa potong pakaian, kosmetik dan hand bag ku besar pula 😛 ditambah dua kantong plastik ku tenteng di tangan kiri dan kanan. Plastiknya berisi pesanan ka Rina (adiknya ka Ephie) yakni kwetiau goreng (beli matang dari Jakarta ketika hari “H” terbang), sayur daun singkong masih mentah. Keduanya tersimpan dengan baik di freezer ka Ester di Breda ;-). Ada lagi serenceng bumbu masak Royk*, bumbu rendang .. trusss karena hari itu ka Ester di Breda masak bubur ketan hitam dan disuruh bawa juga, ya sudah ku bawalah ke Helmond 😀 🙂 .
Di Breda kami mampir dulu ke supermarket untuk beli sesuatu daging atau ayam (*sedikit lupa he-he-he) Duuhh sepanjang jalan ka Ephie ko sepertinya kuatir sekali menceritakan kalau kami sudah telat kembali ke Helmond, katanya ka Rina sudah kelaparan, marah-marah nantinya karena telat makan, jadi sedikit takutt juga nih mungkin wajahnya ka Rina menakutkan ya? he-he-he
Sampailah kami di apartemen ka Ephie di Helmond, disana sudah menunggu ka Rina, suami dan putranya Nico .. ka Rina lagi sibuk masak, dan dia baik dan ramah kali 😉 .. mengobrol lah kami dalam bahasa Batak ku yang terbatas sambil kami masak, daun singkong yang ku bawa ku haluskan dengan blender dan dimasak dengan santan (*daun singkong tumbuk adalah makanan khas Batak), dan ka Rina katanya sudah lamaaa sekali tidak makan sayur tersebut, puaslah saat itu ya ka ;-). Selagi kami makan, Nico anaknya ka Rina komplain gak boleh kami bicara bahasa Indonesia pokoknya harus bahasa Belanda karena kan lagi di Belanda, saya gak bisa tauuuu 😀 😛
Inilah foto ka Rina, ramah kan wajahnya ;-).
Ka Rina dan putranya NicoKamarku di rumah si kakak
Inilah kamar saya selama di Helmond,ada jendelanya jadi bisa lihat-lihat pemandangan keluar tapi kalau mau tidur dan ganti baju hordengnya harus diturunkan, biar kata tinggal di lantai yang tinggi berbahaya juga kalau ada yang punya telescope dan ngintip narsis.com la yaau :D.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali ka Ephie sudah berangkat ke kantor, saya masih ngantuk berat, jadi lanjut tidurr .. setelah bangun ga berani mandi, dinginnn, memang ada air panas tapi malas nanti sajalah bbrrrr :(.
Masih pakai baju tidur beberapa lapis dan berkaos kaki juga 😀 enaknya ngeteh dulu hangatkan badan dan bikin sarapan, apa yang disiapkan semuanya tinggal ambil sendiri di lemari kalau mau dihangatkan tinggal masukkan microwave he-he-he .. Namanya lagi liburan jadi boleh dong sekali-kali makan banyak, lagipula sebelum liburan saya berhasil turunkan 7 kg berat badan, jadi bertambah beberapa kilo tak mengapa kan ;-).
Inilah menu sarapan saya,
Menu Sarapanku di Belanda
gambar sebelah kiri dan disebelah kanan adalah gambar sepiring besar cemilan yang tersedia di ruang tamu ka Ephie, benar-benar mantapp 😀
Hari pertama di Helmond ga kemana-mana mau istirahat saja, santai-santai nonton tv sambil ngemil dan baca-baca majalah kalau pas yang bahasa Belanda ya lihat gambarnya saja 😛 .. lalu sekali kali lihat pemandangan keluar jendela.
Pemandangan Luar Apartemen
Inilah tampak luar apartemen tempat ka Ephie ..
Apartemen Tampak dari Samping
Hari ketiga saya di Helmond, pagi-pagi saya izin mau main dulu ke tempat teman saya di Den bosch, besok kembali lagi .. Sudah berani dong naik kereta sendiri.
Ini Gambar stasiun kereta di Helmond, diluarnya adalah terminal busnya
Stasiun Kereta Helmond
Toilet Multifungsi (stasiun kereta Helmond).
Toilet Multifungsi di Stasiun Kereta Helmond
Selain digunakan untuk orang normal, bisa digunakan bagi penyandang cacat atau yang menggunakan kursi roda, dan untuk para ibu mau ganti popok bayi juga bisa, agar pintu terbuka harus masukkan uang logam dulu 50 cent.
Entah hari ke berapa saya berada di Helmond, malam harinya saya di ajak ke restoran Italia .. asyikk! Pesan spaghetti 🙂 🙂 . Tapi ini foto lagi siang hari, mau ke restonya melewati jembatan, seperti terlihat pada gambar dibawah ini 😉
Ponte in Helmond, The Netherlands take from google earth