Apakah kamu pernah dimasukkan ke grup tanpa persetujuanmu?. Kalau dimasukan ke milis dulu sekali saya pernah. Kesal karena merasa tidak pernah daftar dan saya tidak tahu siapa yang sudah memasukkan saya ke grup tersebut :/ .
Nah kemarin saya dimasukkan ke grup di facebook. Namanya Ninja~Saga-Sejati. Sampai detik ini saya tidak tahu itu grup apaan dan untuk tujuan apa dibuat. Isinya orang-orang yang marah-marah karena dimasukkan kesana, dan mereka semua minta dikeluarkan.
Kesal karena saya dimasukkan ke grup yang tidak jelas grup apaan. Apa ada virus di FB yang bisa add otomatis ya?
Saya kasih tahu ya, walaupun kamu marah-marah tulis ditimeline grup tidak akan ditanggapi.
Jadi kita yang harus keluar sendiri 😉 .
Cara keluar dari grup di facebook : • Masuk ke tampilan depan grup tersebut (timeline). • Bagian atas kanan ada teks Joined/bergabung. • Setelah klik teks joined akan ada pilihan unfollow group dan leave grup, silakan pilih salah satu. • Akan muncul konfirmasi leave this group? (tinggalkan grup ini ?) klik kotak kecil dibawahnya. • klik kotaknya mencegah anggota lain memasukkan kamu kembali ke grup tersebut. • Langkah terakhir klik kotak kanannya yang teks Leave group. • Ketika akan meninggalkan grup kamu bisa melaporkan grup tersebut juga, kalau benar-benar grup tersebut tidak ada gunanya, tidak jelas grup apa.
Di tampilan depan grup lihat bagian atas kanan ada tulisan join, klik nanti pilih tinggalkan grup
klik kotaknya Mencegah anggota lain menambahkan Anda kembali ke grup ini. Klik laporkan grup juga yaa
Itu grup Ninja gile bener waktu saya mau keluar saya sempat potret, member awal 38 ribu ada penambahan 6 ribu, 24 jam kemudian menjadi 209.000 member.
Entahlah apa ini termasuk salah satu virus di facebook juga? saya tidak kenal yang memasukkan saya ke grup, dan saya yakin ybs juga tidak tahu kalau akun FB dia memasukkan banyak orang ke grup tidak jelas. Saya tahu karena saya pas cek notif fb.
Kalau ada yang dimasukkan ke grup ninja saga tersebut, tolong laporkan juga (report group).
Update 30.12.2015. Tulisan saya ini menjadi hits hehe. Ternyata lagi mewabah tahun 2015 ini banyak grup fiktif dan isinya tidak jelas yang bisa memasukkan banyak sekali member. Kalau kamu sudah berulang kali dimasukkan ke banyak grup. Cobalah keluar dari FB mu (sign out) lalu masuk lagi (login) dan ganti password kamu. Lakukan penggantian password secara berkala misal sebulan sekali untuk mencegah kena hack.
Kalau kamu si tukang memasukkan orang ke grup lalu teman-temanmu kesal dan unfriend kamu (kasihan banget haha) padahal kamu tidak melakukannya, bisa jadi akunmu dikendalikan mesin (virus). Cara mengatasinya sama seperti diatas keluar dari FB mu (sign out) lalu masuk lagi (login) dan ganti password kamu. Lakukan penggantian password secara berkala misal sebulan sekali untuk mencegah kena hack.
Kalau suka dengan artikel ini, bagikan ke teman-temanmu ya. Tidak sampai 10 detik ko untuk menekan tombol share dibawah ini. Because share is care! – Terima kasih 🙂
Ada yang Coba Ngehack Akun Googleku. Pagi ini saya dapat pemberitahuan di email saya kalau ada seseorang yang mencoba menembus/masuk ke akun google saya.
Pada hari ini : Sabtu, 10.05.2014 Lokasi si hacker : di Palembang, Indonesia Alamat i.p nya : 114.79.32.215
Ada yang coba-coba ngehack akun google saya
Langsung saya coba cari alamat i.pnya di kolom komentar blogku, kali saja salah satu fans yang penasaran dengan saya ya? 😆 ternyata tidak saya temukan alamat i.p si hacker.
Sebenarnya saya tidak banyak menggunakan akun google ko, lagipula buat apa sih ngehack googleku? mau lihat isi email (gmail) saya ? Kaga ada isinya tauuu hehehe. Beneran deh, saya bikin akun google karena pada bulan Desember 2013 saya pernah kirim email 5 kali ke kantor pemerintah (lembaga akreditas penguruan tinggi Indonesia) melalui yahoo ko tidak dibalas, saya pikir yahoo error, jadilah saya buat Gmail.
Setelah itu Gmail tidak pernah saya buka lagi (eh kadang-kadang masih dibuka sih, berharap kalau ada jawaban email dari lembaga akreditas penguruan tinggi Indonesia), kemudian saya sadar dirilah kalau lembaga pemerintahan tidak bisa diandalkan untuk balas-balas email sibuk kale yaa, wong saya telp saja kaga ada yang bener semua nomernya 🙁 .
Balik lagi ke si om google. Nah Gmail, Google, youtube semuanya saling terhubung. Ribet kalau satu diganti passwordnya, semuanya harus ikutan di update.
Aktifitas internet selalu dari Jerman, nah pas di akses dari tempat lain ada pemberitahuannya
Biasanya selalu di buka dari Jerman, nah pas akun google dibuka dari tempat tidak biasa, maka saya dikirimi pemberitahuannya.
Informasi dimana posisi si hacker nya
Saya ikuti petunjuk si Google untuk verifikasi data saya, berikut menambah pengaman akun yakni dengan konfirmasi sms. Jadi kalau ada yang buka lagi bukan dari lokasi biasanya, maka harus konfirmasi melalui sms (ada kode yang di kirim ke hp saya).
Saya memperketat akun google dengan menambahkan verifikasi melalui sms
Model verifikasi kode dari sms seperti google tersebut juga berlaku di wordpress, WP malah saya ikuti duluan. Sebenarnya buat saya agak ngeselin, karena tiap kali saya login ke WP selalu ditanyain kode, dan saya harus cek kodenya di hp melalui sms (sms yang diterima gratis ko). Frank memang membuat komputer kami sama sekali tidak menyimpan cookies untuk alasan keamanan, misal kalau buka online bangking, paypal dll yang berhubungan dengan uang supaya aman.
Hayooo ngaku jadi siapa yang mau ngehack akun google saya??? .
Hati-hati Penipu Cinta di Dunia Maya Masih Beraksi. Sahabat blogger, barusan saya terima email dari Sari. Ada yang mengirimkan paket dari Amerika berupa laptop dan perhiasan emas untuk dia. Ketika membaca kalimat pertama, saya kira Sari ingin tanya berapa pajak yang harus dibayar untuk barang yang dia beli online, saya kira juga dia mungkin membaca postingan saya dulu (Baca: Terima Paket dari Luar Negeri, Senang atau tidak?).
Kemudian saya lanjutkan membaca kalimat di emailnya ..
dear mba nella, salam kenal, saya mau tanya saya mendapatkan paket dari america berupa leptop dell tan perhiasan emas, tetapi barang itu tiba di head office malaysia saya di telp suruh membayar 1100usd, saya kaget minta ampun, uang dari mana segitu banyaknya, saya bilang ke temanku di america saya tdk sanggup membayarnya yang saya liat di foto dia melalui fast, bisakah barang itu kembali ke tangan pengirimnya apabila saya tidak mengambilnya?
trimakasih mba sebelumnya.
Selesai membaca, saya langsung tahu kalau itu modus penipuan. Huuuhh dasar penipu cinta, masah dari tahun 2011 sampai tahun 2014 ini modusnya masih itu-itu juga. Dasar penipu tidak kreatif!. Eh tapi baguslah kalau penipu tetap bego kan? 😆 Hahaha.
Hati-hati Penipu Cinta yang mengaku kirim barang Mewah
Saya biasanya tidak selalu membalas email yang masuk, saya lihat dulu mana yang penting untuk segera dibalas, mana yang hanya email curhatan saja dari pembaca blog saya.
Duuuhh Sari ko bilang “.. sayang juga kadonya tidak sampai ke kamu?”. Saya sudah bilang kalau itu penipuan”. Temanmu marah-marah?, ya harusnya kamu yang marah dong, kirim kado ko ada buntutnya minta duit??.
Penipu cintanya marah-marah karena target tidak transfer duitnya
Akhir kata, buat kalian para wanita atau pria Indonesia yang mencari jodoh/pasangan asing (bule) hati-hati jangan langsung percaya kalau teman online kalian mengaku-ngaku mengirimkan hadiah mewah. Sekalipun mereka memberikan bukti website pengiriman, atau screenshoot minta pajak dari jasa pengiriman JANGAN PERCAYA!!!. Namanya kado/hadiah ya pajak dan semua biaya harus ditanggung oleh yang mengirimkan dong.
Kalau kamu masih mau percaya dengan si penipu tersebut, ya terserah saja. Kamu kan sudah bertanya ke saya dan saya kasih buktinya kalau itu modus penipuan. Kalau kamu sayang barangnya, tidak mau putus dari pacar online kamu, dan rela dibohongi, rela keluar duit hingga ratusan juta untuk hal kosong, ya silakan saja.
Kisah dijadikan Kaki Tangan Scammer. Judul berikut akan panjang, daripada cerita disambung lebih baik disatu postingan saja ya, kalau kamu tidak punya waktu, silakan di bookmark ) .
Sahabat blogger, apakah kamu sudah sering mendengar cerita-cerita mengenai „love scammer“? atau kamu malah punya teman atau keluarga sendiri yang pernah tertipu? atau jangan-jangan justru kamu sendiri yang pernah punya pengalamannya? silakan sharing di kolom komentar, semoga pengalamanmu berguna buat yang lain supaya terhindar aksi jahat tersebut 😉 .
Tahun 2011 saya pernah cerita mengenai love scammer disini.
Ternyata sampai saat ini masih saja love scammer merajalela, dan malangnya banyak wanita yang tertipu. Saya heran sama mereka yang bisa jatuh cinta hanya secara online (belum pernah ketemu langsung, belum lihat mukanya langsung!) kemudian si wanita rela dan mau transfer uang untuk pujaan hati yang ternyata palsu!. Ada wanita yang pendidikan tinggi, ada wanita yang sudah menikah bisa juga dikibulin scammer 🙄 .
Teman-teman saya sering bilang, mereka banyak terima pesan di sosial media dari para scammer. Saya ko sama sekali tidak pernah terima ya?. Ternyata dari dulu saya sudah setting media sosial saya 😀 .
Atur settingan Facebook kamu untuk memfilter pesan yang masuk ke Inbox kamu
Nah baru-baru ini saya baru tahu kalau di facebook setelah diatur penerimaan pesannya, pesan inbox ada 2 macam: 1. Inbox dimana kita terima pesan dari teman-teman kita. 2. Other inbox (hanya bisa dilihat dari komputer) dari orang-orang yang tidak ada di daftar sebagai teman kita. Ternyata saya punya 48 pesan (tidak terbaca) sejak bertahun-tahun lalu ada yang dari 2010. Sebagian besar pesan dari scammer, ada beberapa nama yang sudah tidak bisa terbaca pesannya karena sudah ditandai (dilaporkan) orang lain sebagai scammer.
Ternyata di FB ada other inbox, isinya dari orang-orang tidak dikenal
Contoh gombalan pesan atau email si love scammer di sosial Media
Scammer yang ini sudah di laporkan orang lain sebagai scammer
Pengen Muntah baca isi pesan si scammer ini hahaha. Entah ke berapa ratus wanita dia kirim yg begini
Kalau terima pesan aneh begini tidak perlu ditanggapi, bule boongan alias scammer
Sudah baca sampai disini kamu masih bingung, “apaan sih love scammer?” hahaha. Oke singkatnya “love scammer” itu adalah penipu, bisa pria atau wanita. Kalau mengaku pria, mereka bilang adalah bule dengan dengan jabatan tertentu yang bikin calon korbannya „mabuk kepayang“. Baru sebulan si penipu bilang jatuh cinta ke targetnya, bilang mau menikahi si target. Cerita ujung-ujungnya minta duit.
Skenario scammer yang paling mudah dikenali: • Bule UK, entah insiyur, tentara atau jabatan mentereng lainnya. Dalam waktu singkat (sebulan atau bisa lebih cepat) bilang jatuh cinta dengan targetnya, bilang mau melamar. Padahal ngegombalnya baru di dunia maya. Si scammer bilang mau kirim paket mewah, isinya barang-barang mewah misal perhiasan atau handphone, lalu paketnya nyangkut di bea cukai Malaysia. Si penipu kirim resi pengiriman, seolah-olah beneran kirim paket. Si penipu minta targetnya bayarin dulu biaya kirim paketnya atau biaya keluarin paket dari bea cukai, bilang nanti diganti. Duuuhhh wanita kalau sudah jatuh cinta gelap mata, mauu aja disuruh transfer. Padahal paketnya tidak pernah sampai ke calon targetnya. Duit yang ditransfer berjuta-juta rupiah loh kalau di kurskan. Setelah itu hilanglah si penipu, mencari calon target berikutnya.
• Si penipu bilang karena dia sudah sangat jatuh cinta dan ingin segera menikahi si calon korban, maka si scammer bilang akan terbang ke Indonesia menemui wanita pujaan hatinya. Padahal baru kenal loh, baru sebulan (kalau saya ko malah ngeri dengan yang agresif begini). Telp lah si bule penipu atau kirim email, katanya sudah dalam perjalanan dari UK ke Indonesia, tapi nyangkut ketahan di imigrasi Malaysia tidak bisa keluar. Si penipu minta ditranferin duit supaya dia bisa keluar dari imigrasi, nanti diganti deh. Padahal bohong!.
Tulisan diatas hanya pembuka dari inti yang ingin saya sampaikan. Jadi scammer tersebut kini menggunakan orang Indonesia sebagai kaki tangannya.
Supaya benar-benar meyakinkan “wanita targetnya” maka si scammer ini merekrut orang Indonesia untuk ..
MARIAHOEVE, DEN HAAG – Acara Dharma Wanita di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Den Haag setiap Kamis kedua tiap bulan, baru saja bubar. Aku bergegas keluar karena masih ada keperluan ke pusat kota Den Haag. Tiba-tiba ibu Sari, yang dikenal sebagai aktivis di kalangan perempuan Islam, mendekatiku. “Mbak, mau minta tolong nih,” kata Sari.
“Memang ada apa?” aku balik bertanya. Tanpa menjawab pertanyaanku, ibu Sari malah langsung mengajakku ke rumahnya yang terletak di Mariahoeve, masih di kota Den Haag, tak jauh dari KBRI. Aku ikut saja masuk ke mobilnya. Rencanaku ke pusat kota Den Haag pun terlupakan.
Lalu kami tiba di rumah ibu Sari, di sebuah flat yang terletak di lantai 8. Di ruang tamu sudah ada seorang perempuan dan beberapa pemuda. Tamu perempuan itu memperkenalkan diri sebagai Sri. Aku belum sempat menyeruput kopi yang dihidangkan, Sri sudah terisak. Perempuan muda ini berasal dari gudang beras di Jawa Barat, Karawang.
Lalu Sri bercerita tentang kehidupannya. Begini penuturannya: Setamat SMA aku dikawinkan orang tuaku dengan pemuda sekampung. Aku tidak mencintai suamiku itu, tetapi sebagai gadis desa aku tak berani membantah. Perkawinan itu membuahkan seorang putri yang manis. Karena suami tidak mempunyai pekerjaan tetap, aku terpaksa harus bekerja. Untung aku pernah les mengetik dan bahasa Inggris.
Aku bekerja di perusahaan milik Belanda di Karawang. Itulah sebabnya selain bahasa Inggris aku bisa sedikit-sedikit berbahasa Belanda. Aku adalah karyawan yang rajin. Hasil pekerjaanku disukai atasanku. Di kantor aku adalah perempuan aktif dan penggembira. Mungkin ini akibat pergaulanku setiap hari dengan laki-laki yang sebagian besar adalah orang asing yang kreatif dan penuh inisiatif.
Ternyata situasi ini memberikan dampak yang negatif terhadap kehidupan pribadiku. Karena begitu pulang ke rumah, aku segera akan berhadapan dengan situasi yang jauh berbeda. Suami tidak bekerja, kurang inisiatif, mudah cemburu. Aku goyah. Aku mulai membuka diri dengan laki-laki asing di kantor. Ajakan makan siang berdua mulai aku ladeni. Dari makan siang meningkat ke makan malam. Aku mulai pulang ke rumah sedikit terlambat.
Alasan kerja lembur. Suamiku mulai curiga. Pertengkaran tak dapat dihindari. Hari demi hari makin menjadi-jadi. Puncaknya aku tidak pulang-pulang ke rumah. Aku kos di tempat lain. Mungkin perbuatan ini akan dikutuk oleh pembaca, karena aku istri yang tidak setia. Tetapi aku punya pandangan lain, seorang istri harus berani menjadi dirinya sendiri. Perkawinan bukan ikatan yang membatasi gerak istri untuk berubah. Mungkin karena perubahanku ini dinilai sangat negatif.
Tetapi kalau Anda berada di pihakku, maka penilaian itu akan menjadi lain. Apakah Anda sebagai istri akan bisa bertahan hidup bersama suami yang pemalas, yang tidak punya usaha dan inisiatif untuk mencari pekerjaan, bahkan selalu marah-marah, curiga dan cemburu?. Perbuatanku menjadi buah bibir para tetangga. Aku malu. Kami pun kemudian bercerai. Aku pindah ke kantor pusat di Jakarta. Nadia aku bawa.
Hubunganku dengan laki-laki asing yang nota bene adalah bosku terputus. Dia harus kembali ke tanah airnya. Aku pun mengisi kekosongan itu dengan laki-laki asing lainnya, Leo, seorang Belanda. Tetapi hubungan yang hanya just for fun ini kemudian berubah serius. Singkat ceritera, kami menikah secara Islam di catatan sipil. Kemudian kami sekeluarga pindah ke Belanda.
Karena keadaan perekonomian dunia terpuruk, perusahaan tempat kami bekerja bangkrut. Leo dan aku kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kami hidup dari jaminan sosial yang diterima Leo. Jumlahnya sedikit sekali. Kami harus membayar sewa rumah, listrik, telepon dll. Kemewahan yang kami alami di Jakarta berubah menjadi hari-hari penuh perhitungan. Saat itu Leo berubah.
Sifat aslinya mulai kelihatan. Dia tidak pernah manis lagi pada diriku. Nadia selalu menjadi tumpuan kemarahannya. Leo menjadi peminum. Aku tidak pernah mendapat uang. Belanja sangat dibatasi. Leo mengatur segala-galanya. Belanja mingguan kami lakukan bersama tetapi sesuai dengan selera Leo. Isi lemari es hanya Leo yang tahu. Setiap hari lemari es digembok dan hanya dibuka oleh Leo pada jam-jam tertentu. Pada jam 08.00 pagi lemari es dibuka untuk mengambil mentega, selai atau daging asap untuk isi roti, atau susu buat sarapan.
Selesai sarapan, semua bahan dimasukkan lagi lalu lemari es digembok. Lemari es dibuka pada jam 12.00 saat makan siang dan jam 18.00 saat makan malam. Nadia sering dibentak karena meminta es krim yang ada dalam lemari es. Adakah istri yang hidup seperti aku? Kehidupan rumah tangga kami bagaikan neraka. Aku tidak tahan. Beberapa hari yang lalu aku dan Nadia lari dari rumah. Untung ketemu ibu Sari di Den Haag Central Station.
“Mereka sudah seminggu di sini,” ujar ibu Sari yang juga bersuamikan seorang Belanda tetapi nasibnya sangat bagus, karena Rob, suaminya, adalah seorang suami dan ayah yang baik. Hal itu terlihat dari banyaknya pemuda Indonesia yang sering datang di tempat ini. Mendengar semua ceritera Sri, aku trenyuh. Aku menasihatinya supaya tidak kembali ke Indonesia, bertahan sampai mendapat izin tinggal. Sri sampai saat itu masih tetap memegang paspor Indonesia.
Aku berpendirian demikian setelah mendengar kehidupan Sri yang serba susah di Karawang. Walaupun bagaimana, hidup materi di Belanda jauh lebih baik daripada di Indonesia. Tapi menurut ibu Sari, besok Leo akan menjemput Sri dan Nadia. Beberapa bulan aku tidak mendengar berita tentang Sri, hingga pada perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus di Wisma Indonesia, Wassenaar, aku bertemu dengan ibu Sari. Dia bergegas menemuiku. “Sri dan Nadia sudah kembali ke Indonesia.
Leo membohongi mereka, diajak jalan-jalan ke Amsterdam tetapi mereka dibawa ke Schiphol dan langsung diurus terbang kembali ke Indonesia,” kata ibu Sari. Aku terpaku. Mungkin ini lebih baik bagi Sri dan Nadia. Aku berharap Sri membaca tulisan ini. Itulah permintaan Sri agar pengalamannya tidak terulang pada perempuan Indonesia lain. Dan aku sudah memenuhi janjiku pada Sri.
Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 5). Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat (7)
Aku Hanya Alat Reproduksi
Oleh: Yuyu A.N. Krisna Mandagie
Broken Heart
LOOSDRECHT – Belanda adalah sebuah negeri yang terletak di bawah permukaan laut. Contohnya, Bandara Internasional Schiphol terletak 4,5 meter di bawah permukaan laut. Di bidang pengaturan air, tak ada negara yang dapat menandingi Belanda. Di Belanda, air mempunyai fungsi sosial yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Rekreasi air berkembang dengan baik.
Loosdrecht adalah salah satu kota yang terkenal dengan wisata air. Kota ini terletak di pinggir Danau Loosdrecht yang cukup besar untuk ukuran Belanda. Walaupun tidak sebesar Danau Toba di Sumatera Utara atau Danau Tondano di Minahasa, Sulawesi Utara, Danau Loosdrecht sangat terkenal di Belanda. Di kota ini terdapat vila-vila dari aktor dan aktris dunia. Aktor Marlon Brando, Telly Savalas, semasa hidupnya sering berminggu-minggu berlibur di vila mereka di kota ini. Aktris Jean Seymour “Medicine Woman” yang keturunan Belanda sering nampak di kota ini. Vila-vila di kota ini dibangun dengan arsitektur yang menyatu dengan alam sekeliling danau.
Pada musim panas (Juni-Agustus) danau ini dipenuhi oleh perahu-perahu bermotor yang berseliweran dengan penumpangnya perempuan-perempuan bule berbikini yang mencari panasnya matahari. Tetapi bagi Ningsih, ibu muda beranak satu, semua keindahan yang ditawarkan oleh kota Danau Loosdrecht adalah semu. Beberapa tahun lalu perempuan ini disunting oleh Jansen, duda setengah baya. Dari luar saja, kita sudah dapat melihat bahwa pasangan ini “jomplang”.
Jansen seperti layaknya pria-pria asing berkulit putih dengan wajah mirip bintang film Harrison Ford. Sementara Ningsih masih polos seperti ABG kampung, tidak bermake-up, rambut lurus sebatas bahu. Rumah bagus di daerah yang berkelas di kota Loosdrecht adalah ukuran kesuksesan materi keluarga ini. Tetapi ada apa di balik itu?.
Suatu sore aku kedatangan tamu seorang ibu kenalan keluarga kami. Ibu ini membawa kiriman dari Indonesia buat Ningsih. Dia memintaku supaya mengantarnya ke rumah Ningsih di Loosdrecht yang letaknya dekat dengan Hilversum. Rumah Ningsih dengan rumahku hanya dipisahkan oleh lapangan bola.
Berdua kami berjalan kaki ke rumah Ningsih. Pagar besi rumah bagus itu tertutup rapat. Bel rumah beberapa kali kami tekan tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan dari dalam rumah. Kemudian seorang ibu tetangga Ningsih keluar dan menemui kami. “Mungkin keluarga Jansen sedang keluar,” ujarnya.
Menurut ibu (mevrouw) itu, keluarga Jansen agak lain dibandingkan keluarga-keluarga di wijk (lingkungan) itu. Mereka tidak bergaul dengan para tetangga. Ada kesan hidupnya eksklusif, atau sebenarnya ada sesuatu yang disembunyikan. Kehidupan orang Belanda terkesan individualistis.
Tetapi untuk bertegur sapa, itu hal yang lazim di kalangan mereka. Namun keluarga Jansen tidak pernah bertegur sapa dengan tetangganya. Bagaikan Pembantu Sore itu kami kembali lagi ke rumah Ningsih. Kali ini kami beruntung. Bel rumah yang kami tekan mendapat reaksi. Pintu rumah terbuka, sosok laki-laki Belanda berjalan ke luar dan menuju pagar. Pintu pagar dibuka dan lelaki itu dengan ramah mempersilakan kami berdua masuk.
Memasuki rumah menuju ke ruang tamu kami harus melewati dapur. Di ruang tamu, seperti layaknya keluarga-keluarga Belanda, pasti ada kursi “raja”, yang ukurannya lebih besar dari kursi-kursi lainnya. Kursi itu dikhususkan untuk sang suami. Jansen, suami Ningsih, langsung duduk di kursi “raja”, menunjukkan dialah kepala rumah tangga di keluarga itu.
Keadaan di Indonesia mendominasi percakapan sore hari itu. Jansen mengutak-atik kebobrokan Indonesia. Dia mengemukakan argumen dan analisis sebagai orang Barat. Arogan, sok tahu dan menggurui. Kepalaku menjadi pening. Percakapan kami berubah menjadi debat. Adu argumentasi.
Ningsih tidak mengikuti percakapan kami. Dia sibuk di dapur membuka kiriman yang dibawa oleh ibu temanku itu. Tak lama Ningsih muncul dengan nampan membawa cangkir-cangkir kopi. Ada penganan khas Belanda kue speculaas, kue kering cokelat berbumbu. Ningsih berjalan terbungkuk-bungkuk seperti gaya seorang batur (pembantu). Dia kelihatan gugup ketika meletakkan mangkuk besar milik Jansen di atas meja, kemudian mempersilakan mengambil cangkir berisi teh.
Ningsih kemudian masuk ke dapur. Lama dia tidak ke ruang tamu untuk bergabung bersama kami. Setelah Jansen memanggil, barulah Ningsih keluar dari dapur dan duduk di pojok ruang tamu sambil mengawasi bayinya. Dari seluruh pembicaraan kami mengenai masalah yang terjadi di Indonesia, Jansen selalu mengaitkan sosok Ningsih di dalamnya. Seolah Ningsih adalah Indonesia yang patut dikasihani. Dia dibawa ke Belanda supaya lebih maju dan modern.
Ningsih diam tidak bereaksi atau berkomentar atas ucapan-ucapan Jansen. Ada kesan Ningsih takut pada Jansen. Ketakutan seorang pembantu pada tuannya. Ningsih berasal dari keluarga kurang mampu di pinggiran kota Bogor. Bisa lulus SMA saja sudah suatu berkat yang harus disyukuri. Lewat sebuah biro jodoh amatir Ningsih berkenalan dengan Jansen. Jansen kemudian datang ke Bogor, ingin melihat Ningsih secara langsung.
“Setelah Thailand, aku ke Indonesia. Aku punya banyak koleksi foto dan riwayat hidup perempuan-perempuan Asia,” ujar Jansen dengan gaya arogan, menceriterakan pada kami kisah perjumpaannya dengan Ningsih. Dari segi materi Jansen beruntung. Pekerjaannya sebagai akuntan di perusahaan jasa yang besar di Belanda, menyebabkan dia dapat memiliki mobil BMW seri terbaru, rumah bagus di kawasan elite di kota Loosdrecht, pakaiannya bermerek. Dengan gaji yang bagus Jansen bisa berlibur tiap tahun.
Hanya karena Iba
Jansen berjumpa dengan Ningsih di Bogor. Menurut Jansen, Ningsih bukan tipenya. Tetapi setelah melihat keadaan keluarga Ningsih timbul rasa ibanya, ingin mengangkat kehidupan ABG kampung ini. Tetapi sebenarnya keluarga Ningsih kurang berkenan anaknya kawin dengan Jansen. Ada beberapa kejadian yang membuat keluarga ini tawar hati.
Pernah kejadian, ice cream yang dibeli oleh Jansen dimakan oleh salah seorang keponakan Ningsih yang berusia 7 tahun. Jansen marah luar biasa. Ada juga beberapa peristiwa lain yang menunjukkan Jansen adalah manusia yang penuh perhitungan. Ningsih belum lagi berusia 20 tahun ketika dia harus menerima lamaran Jansen yang berusia 54 tahun. Mereka akhirnya menikah. Ningsih pun diboyong ke Negeri Belanda. Negeri yang rata dan selalu dingin.
Ningsih menjadi warga negara Belanda. Waktu itu siapa pun yang menikah dengan warga Belanda boleh menjadi warga negara Belanda. Namun akibat berbagai ulah teroris, Pemerintah Belanda memperketat peraturan menyangkut izin tinggal dan kewarganegaraan.
Beberapa hari setelah bertamu ke rumah Ningsih, aku bertemu dengan Ningsih bersama bayinya di winkel centrum (pusat pertokoan) Kerkelanden dekat rumah. Usai berbelanja, Ningsih dengan setengah memaksa ingin mampir ke rumahku. Kami berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang kiri kanannya dirimbuni pokok mawar hutan berwarna merah muda. Pemandangan yang indah. Tetapi seindah itukah perasaan Ningsih? Karena aku melihat “pelangi” di bola matanya. Tiba di rumah, tangis Ningsih pecah.
“Mbak, ada hal yang ingin aku ceriterakan”, Ningsih membuka percakapan. Perkawinanku sebenarnya adalah sebuah perbudakan dalam bentuk lain. Aku setiap malam harus melayani permintaan Jansen. Dia ingin punya anak banyak dari rahimku. Tetapi Mbak sendiri tahu kehidupan di Belanda kan sulit. Semua harus dikerjakan sendiri. Menggaji pembantu? Kita bisa bangkrut.
Bayiku belum lagi setahun, Jansen sudah ingin aku hamil lagi. Jansen memang cinta anak-anak, tetapi dia tidak mencintaiku. Aku hanya dipakai sebagai alat reproduksi untuk menghasilkan anak baginya. Dia mengharuskan aku makan makanan yang bergizi tinggi agar melahirkan bayi yang sehat. Tetapi lihatlah, Mbak, tubuhku tetap saja kurus. Sebab biarpun aku makan tiap hari tetapi kalau hatiku selalu terluka, tidak tenang, tetap saja kurus. Jansen orangnya kasar, suka menghina dan menekan harga diriku sebagai seorang perempuan yang hidup miskin yang berasal dari Indonesia.
Hatiku berontak tetapi aku harus menerima keadaan ini karena di kandunganku saat ini sudah ada janin. Aku harus menunggu hingga anakku lahir dan cukup besar, barulah aku akan mengambil langkah-langkah yang tegas. Kekasaran Jansen tidak saja di dalam rumah, tetapi juga saat bertamu ke rumah orang lain. Pernah dia mengempiskan ban mobil suami temanku sesama orang Indonesia. Aku dipermalukan saat itu. Dan kejadian lain yang memalukan sering terjadi. Jansen sering membentak aku di muka teman-teman.
Dan yang paling tidak aku sukai bila dia sudah mulai membicarakan masalah yang terjadi di Indonesia. Walaupun sekarang aku sudah warga negara Belanda, tetapi jiwaku masih Indonesia. Aku tetap merah putih. Sore itu aku hanya bisa menasihati Ningsih supaya jangan terlalu memikirkan hal-hal yang bisa mengganggu kandungannya. Tak lama sesudah pertemuan itu aku dengar Ningsih keguguran.
UTRECHT – Kisah lain dialami oleh temanku, Amiatun. Setamat SMA di Pontianak, Kalimatan Barat, gadis cantik itu melanjutkan pendidikan ke sekolah tari di Bandung, Jawa Barat. Menjadi penari dan guru tari merupakan cita-cita gadis bertubuh semampai ini.
Di Bandung, Amiatun kos di rumah ibu Supinah, janda seorang Belanda pegawai perkebunan teh. Memang, janda ini hidup dari menyewakan kamar-kamar di rumahnya yang tergolong besar dan terletak di jalan kelas satu di Kota Bandung. Selain menerima kos, ibu Supinah juga menerima turis-turis dari manca negara. Tetapi karena ibu Supinah fasih berbahasa Belanda, maka kebanyakan turis yang menginap adalah orang-orang Belanda. Di suatu sore yang sejuk sepulang dari sekolah,
Amiatun melihat ada sebuah minibus di halaman rumah kosnya. Beberapa turis berkulit putih turun dari minibus dan berjalan memasuki rumah disambut ibu Supinah. Oleh ibu Supinah, Amiatun diperkenalkan dengan tamu-tamu asing itu. Mereka akan menginap selama tiga hari. Saat itu jantung Amiatun bergetar tatkala berjabat tangan dengan salah seorang laki-laki dari rombongan turis tersebut. “Gerard…,” kata lelaki itu.
“Aduh Mbak, aku hampir pingsan“, ungkap Amiatun, melukiskan perasaannya ketika itu. Berikut ini ceritanya: Laki-laki seperti Gerard selalu ada dalam angan-anganku. Beberapa tahun yang silam, keluarga kami tinggal di salah satu kota dimana banyak orang asing. Tetangga kami adalah pasangan muda asal Prancis yang hidup begitu harmonis. Sang suami begitu romantis memperlakukan istrinya. Aku yang saat itu masih gadis kecil merekam di dalam benakku, semua yang kulihat semasa kecil.
Aku juga bermimpi kelak ingin bersuamikan laki-laki seperti laki-laki Prancis tetanggaku itu. Dan mimpi itu terbawa hingga saat aku berkenalan dengan Gerard. Mimpi-mimpiku seakan menjadi kenyataan. Laki-laki Prancis tetanggaku itu seakan-akan hidup di depanku. Aku kesengsem pada lelaki. Dan ternyata gayung bersambut. Gerard juga menyenangi aku. Maka kami berdua menjadi dekat. Dia begitu galant dan sopan. Namun tak terasa, rombongan Gerard akan berangkat ke Yogyakarta, lalu Bali dan langsung kembali ke Belanda. Maka hubungan kami dilanjutkan lewat surat dan kartu pos, juga lewat telepon. Perkenalan kami terjadi di bulan Agustus 1991, lalu aku dilamar dan langsung kawin pada bulan November tahun itu juga. Gerard mengikuti semua persyaratan yang diajukan keluargaku. Kami menikah dalam adat Jawa. Mungkin inilah pesta yang besar dan mewah yang pernah diadakan di kampungku.
Dua minggu usai perhelatan, Gerard harus segera kembali ke Belanda, karena dia hanya boleh cuti dua minggu. Sedangkan aku, baru menyusul dua bulan kemudian, karena harus mengurus surat-surat kepindahan ke Negeri Belanda. Bulan Januari 1992, saat musim dingin mencapai puncaknya, aku berangkat menyusul Gerard ke Negeri Belanda. Untuk itu, dua minggu sebelumnya aku sudah mengirimkan surat dengan pos kilat. Sebab hubungan telepon di rumah Gerard terputus sejak pernikahan kami, entah mengapa. Sehingga satu-satunya caraku untuk menghubungi Gerard hanyalah lewat surat.
Tiba di Schiphol Pagi-pagi buta pesawat KLM yang aku tumpangi mendarat di Bandara Schiphol. Hatiku berbunga-bunga membayangkan tak lama lagi akan bertemu dengan suami tercinta. Dari balik dinding kaca tembus pandang, aku melihat keluar. Di luar hari masih gelap. Aku baru tahu bahwa pada musim dingin matahari di belahan bumi Eropa menampakkan diri lebih lambat dari musim panas. Menurut ibu asal Ambon yang duduk di sebelahku dalam pesawat, matahari pada musim dingin muncul kira-kira jam 8 pagi.
Setelah melewati pemeriksaan imigrasi dan pabean, aku berjalan menuju pintu keluar dengan ditemani ibu yang baik itu. Tetapi di ruangan penjemput aku tidak melihat sosok Gerard. Aku melayangkan pandangan ke seluruh penjuru, namun Gerard tidak ada. Jantung tersentak, aku mulai panik. Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku. Apakah surat kilat itu belum diterima. Tetapi itu tidak mungkin, karena sudah dua minggu surat aku kirimkan. Ibu Ambon yang baik hati itu menenangkan aku, karena kami sudah dua jam menunggu namun Gerard tak kunjung datang. Aku pun kemudian mampir ke rumah ibu Ambon di Amsterdam. Siang harinya dengan bantuan anak-anak ibu itu, aku berhasil menemukan nomor telepon baru milik Gerard.
Ternyata Gerard tidak begitu terkejut mengetahui istrinya sudah ada di Amsterdam, sebab dia pada pagi itu sudah menerima surat yang aku kirimkan. Cuma, dia bingung dimana aku berada. Lantas, aku dan Gerard pulang ke flat yang terletak di dekat kota Utrecht. Aku kembali terkejut untuk kedua kalinya, ketika memasuki flatnya yang hanya sebuah ruangan, tempat dimana Gerard makan, tidur dan menerima tamu.
Aku sulit dihadapkan dengan kondisi ini. Sebab di rumah orang tuaku di Kalimantan, walaupun sederhana, setiap kegiatan dilakukan di ruangan tersendiri. Rumah kami seperti lazimnya rumah-rumah di Indonesia. Ada ruang tamu, ruang makan, ruang tidur, ruang kerja, ruang belajar, dll. Tapi di negeri yang maju ini, semua kegiatan dilakukan di satu ruangan. Rasanya aku belum dapat mengadaptasi keadaan ini. Selain itu, untuk mencapai ruangan dimana Gerard tinggal di lantai 3, aku harus menaiki anak tangga yang membuat napasku tersengal-sengal. Belum selesai rupanya keterkejutanku pada hari itu.
Hari semakin sore. Di musim dingin matahari cepat sekali masuk ke peraduan. Jam baru menunjukkan angka 4, tetapi di luar hari sudah gelap.
Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 2). Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat ( bagian 1) klik disini
*****
Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat (2)
Rahasia Sebuah Lemari
Oleh : Yuyu A.N. Krisna Mandagie
A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person. Mignon McLaughlin
AMSTERDAM-Waktu dua minggu terasa berlalu begitu cepat. Musim panas pun berakhir dan belahan Eropa memasuki musim gugur. Udara mulai dingin dan daun mulai berguguran. Tetapi aku belum mau beranjak dari pelukan laki-laki itu. Aku masih menginginkan kehangatannya.
Dua minggu telah mengubah seluruh kehidupanku. Aku jatuh cinta pada Eduard. Aku tak mau kembali ke Jakarta lagi. Aku putuskan hubungan pertunanganku. Cincin kukirimkan kembali ke Jakarta. Keluarga kami di Indonesia heboh besar. Baik di Jakarta, Semarang maupun Manado. Tetapi terus terang, keadaan ini sebenarnya yang dikehendaki ibuku yang sok ke belanda-belandaan. Aku benar-benar jatuh cinta, dan tanpa menyelidiki lebih jauh, siapa sebenarnya Eduard itu, aku menerima lamarannya.
Eduard mengaku bekerja di sebuah perusahaan penerbangan yang cukup ternama di Belanda. Kami pun menikah di Indonesia. Yang paling berbahagia adalah ibuku yang waktu itu sedang sakit, karena memang ibu menginginkan aku menikah dengan orang Belanda. Tak lama ibu meninggal dunia. Aku bersyukur pada Tuhan karena ibu tidak sempat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku usai pemberkatan nikah. Karena seandainya ibu masih hidup dan mendengar apa yang dialami oleh putri bungsunya ini, ibu pasti akan sedih. Maklum, ibu sangat mendukung perkawinan kami.
Selesai mengurusi surat-surat, dan setelah ibu dimakamkan, aku dan Eduard meninggalkan Jakarta menuju Amsterdam. Lalu aku langsung menjadi warga negara Belanda. Aku memasuki dunia baru, kehidupan baru di Amsterdam. Sebagai keluarga baru, kami menempati flat dengan dua kamar tidur di pinggiran Amsterdam. Eduard begitu menyayangiku. Kemesraan pengantin baru benar-benar aku nikmati.
Suatu hari di bulan ketiga perkawinan, Eduard berkata kepadaku bahwa dia merencanakan akan mengganti semua perabotan di rumah, peninggalan istri tuanya. Eduard memang seorang duda. Kata Eduard, ia ingin semua perabotan baru, begitu pula mobil harus diganti baru. Aku kurang setuju dengan rencana tersebut. Sebab menurutku, biar saja kami memakai perabotan tua karena Eduard baru saja mengeluarkan banyak uang saat pernikahan kami di Jakarta.
Tetapi Eduard tetap pada keputusannya. Menurut Eduard, uang gampang dicari, kami bisa pinjam di bank dan dibayar dengan cicilan dari gaji. Dan hal ini lumrah di Belanda. Akhirnya aku menyetujui dan menandatangani pinjaman uang di bank bersama dengan Eduard. Jumlahnya cukup besar.
Enam bulan sesudah aku sah menjadi istri Eduard, aku dengan perasaan ingin tahu berhasil membuka lemari Eduard yang selalu dikunci rapat. Aku tidak pernah merencanakan untuk mencampuri urusan pribagi Eduard, karena dia selalu berkata privacy-nya jangan sampai diganggu oleh siapa pun, termasuk oleh istrinya. Dan ini komitmen kami berdua.
Pada suatu pagi, entah mengapa Eduard pergi ke tempat kerja tanpa membawa kunci lemari. Kunci itu tergeletak di atas meja. Mungkin dia lupa. Aku sangat terdorong untuk membuka lemari tersebut. Maka kemudian aku pun membukanya.
Di dalam lemari itu ada sebuah kotak yang terkunci. Tetapi aku bisa membuka karena anak kunci ada dalam rangkaian kunci lemari itu. Kotak itu penuh dengan surat-surat. Dengan rasa ingin tahu aku mulai membaca surat itu satu per satu. Dan terbongkarlah begitu banyak rahasia mengenai siapa Eduard itu. Tetapi aku tak perlu membeberkannya.
Sebagai orang terpelajar, aku bisa memilah-milah persoalan. Aku tahu, mana masalah yang cukup untuk diriku sendiri saja, tetapi aku juga tahu mana masalah yang perlu kulaporkan pada polisi.
Namun yang paling mengejutkan, ternyata Eduard hanyalah seorang sopir di perusahaan penerbangan. Rupanya ia selama ini berbohong dengan mengaku sebagai seorang petugas mekanik pesawat terbang. Aku benar-benar kecewa. Pada masa mudaku, tidak sembarang orang bisa “datang” kepadaku. Tetapi kini aku harus menerima kenyataan bahwa sekarang setiap malam aku tidur dengan seorang sopir bus.
Tetapi apa mau dikata, semua sudah terjadi. Bak’ nasi sudah menjadi bubur. Meski begitu, aku mencoba bertahan. Berusaha mengubah bubur itu menjadi bubur ayam. Setiap hari aku hanya bisa mengelus dada dan setiap malam menangis. Aku hidup dalam tekanan, kebohongan dan kemunafikan. Tetapi aku berprinsip bahwa keluargaku di Indonesia tidak boleh mengetahui cerita sedih ini.
Latar belakang budaya kami memang berbeda, kebiasaan-kebiasaan kami juga bertolak belakang. Ia kasar, pemabuk dan gemar pergi ke kasino. Ini menambah penderitaanku. Tetapi bila kami mulai berkasih-kasihan sebagai suami-istri, semua derita itu seakan sirna. Saat-saat itu Eduard sangat menyenangkan. Sesudah itu, aku kembali lagi pada penderitaan yang tak berujung. Keadaan ini berdampak negatif bagi jiwaku. Aku menghukum diriku sendiri dengan mengatakan diriku adalah perempuan rendahan sebab seks bisa membuatku lupa akan penderitaan. Betapa rendahnya seorang Albertina. Maka kepribadianku pun goyah, dan kesehatan merosot. Aku menjadi langganan dokter dan rumah sakit.
Setelah bertahan hidup sebagai istri Eduard selama dua tahun, aku tak sanggup lagi. Maka kami pun bercerai. Setelah bercerai, aku menyangka sebagian penderitaan akan berakhir. Tetapi ternyata derita itu semakin bertambah. Seperti yang kututurkan tadi, beberapa bulan setelah pernikahan, kami meminjam uang di bank. Aku ikut menandatangani formulir pinjaman itu. Nah, disinilah penderitaan itu bersambung. Aku berkewajiban melanjutkan pembayaran pinjaman itu, walaupun kami sudah bercerai. Usai perceraian, Eduard menghilang bak di telan bumi. Alamatnya tidak jelas. Dia menjadi buronan polisi. Mungkin dia telah pindah ke negara lain dengan identitas lain pula.
Dari tunjangan janda, aku dapat hidup dari hari ke hari sambil membayar cicilan pinjaman ke bank. Aku bersyukur pada Tuhan, di saat kejatuhanku, komunitas Indonesia yang ada di Belanda sangat membantu. Mereka menampungku secara cuma-cuma, setelah aku keluar dari flat karena Eduard tidak membayar uang sewanya. Kemudian dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik dan bahasa Belanda yang seadanya, aku diterima bekerja di sebuah bank asing. Hidupku mulai tenang.
Beberapa tahun kemudian setelah hidup menjanda, aku menerima lamaran seorang laki-laki Indonesia. Ia mengerti dan memaklumi keadaanku. Waktu itu aku tidak secantik dahulu ketika masih muda. Aku kini seorang wanita yang sakit-sakitan, tetapi Robert mau mendampingiku, menerima diriku apa adanya. Kami menikah dan kini mempunyai tiga anak laki-laki yang sehat. Tetapi penyakitku semakin parah. Aku tetap saja sakit-sakitan, seminggu sekali harus cuci darah.
Pembaca setia, sebelum menikah dengan siapapun itu, dan dari bangsa manapun, kenali baik-baik calon pasanganmu. Apalagi kalau berencana menikah dengan orang asing, sebaiknya kita mengunjungi dahulu negara calon kita bermukin. Kenalan dengan keluarga dan teman-temannya, cari tahu sebanyak mungkin informasi mengenai calon kita.
*****
Artikel sisi gelap Perkawinan Timur Barat pernah di muat media online sinarharapan.co.id sebagai tulisan bersambung, sayangnya linknya tidak bisa dibuka lagi yakni sinarharapan.co.id/berita/0507/19/sh09.html Mengapa semua kisahnya di Belanda, ya karena Yuyu A.N. Krisna Mandagie sebagai penulis dan keluarganya dalam beberapa tahun tinggal di Belanda.
Beberapa Kisah Kawin Campur yang Tragis. A good marriage is one which allows for change and growth in the individuals and in the way they express their love. Pearl Buck (1892 – 1973)
Sahabat bloger, apakah kalian lebih banyak mendengar kisah-kisah kawin campur yang bahagia atau malah lebih sering mendengar sisi negatifnya?.
Mencari si Belahan Jiwa (Foto gettyimages)
Beberapa saat lalu, saya sedang bongkar-bongkar file-file di komputer saya. Membaca beberapa artikel, melihat banyak sekali koleksi foto-foto saya, dan kemudian saya menemukan satu file berisi kisah-kisah kawin campur yang ditulis oleh Yuyu A.N. Krisna-Mandagie.
Artikel ini pernah di media online sinarharapan.co.id sayangnya linknya tidak bisa dibuka lagi yakni: sinarharapan.co.id/berita/0507/19/sh09.html *link sudah tidak aktif lagi 🙁 .
Saya ingin menampilkan artikelnya di blog saya ini, mungkin ada yang tertarik mengetahui sisi lain pernikahan campur. Ada 13 halaman kisahnya, namun sayangnya mungkin semuanya adalah kisah yang sedih. Selamat membaca ..
*****
Sisi Gelap Perkawinan Timur Barat (1)
Oleh Yuyu A.N. Krisna-Mandagie
Pengantar Redaksi:
Perkawinan adalah komitmen sakral legal antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk rumah tangga. Tapi seringkali kenyataan berbeda dengan harapan. Contoh kasus, kisah tentang derita perempuan Indonesia yang menikah dengan laki-laki Belanda.
Hubungan sejarah emosional antar kedua bangsa ini ternyata sering membawa dampak buruk dalam rumah tangga mereka.
Mulai hari ini Sinar Harapan menurunkan tulisan bersambung “Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat“.
Tulisan berikutnya, mulai Rabu (20/7), dimuat di halaman 10. Penulis dan keluarganya dalam beberapa tahun belakangan ini tinggal di Belanda.
AMSTERDAM- Perkawinan adalah komitmen sakral antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan cinta kasih mereka dalam satu kehidupan rumah tangga, baik suka maupun duka. Namun kadang apa yang diharapkan, diimpikan dan dicita-citakan sangat berbeda dengan yang apa yang dialami. Semoga pengalaman pahit yang dialami beberapa perempuan Indonesia yang bersuamikan Belanda seperti yang dituturkan dalam tulisan ini, menjadi pelajaran dan bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan untuk menikah dengan laki-laki dari belahan bumi lain, khususnya Barat ini. Berikut adalah ungkapan-ungkapan sejumlah perempuan Indonesia yang bersamikan orang Belanda.
“Yu, aku harus cuci darah lagi besok. Kesehatanku menurun benar minggu ini,” tutur Albertina, perempuan Kawanua berwajah Timur Tengah, mantan pramugari yang kini hidup di Lelystad, Belanda, menghitung hari-harinya. “Mbak, aku terpaksa mencuri uang celengan Gerard untuk membeli roti,” kata Amiatun, perempuan lain yang tinggal di Utrecht. “Aku tak tahan, Mbak. Aku harus pindah dari rumah itu.Simon memukul aku lagi. Bank pas-ku diambil,” ujar Naning, wanita lain lagi, saat aku membuka pintu rumahku di Hilversum, Belanda. Wajahnya sembab dan bengkak biru kehijau-hijauan. Sambil menggenggam kalungnya yang putus-putus, Naning menangis di pangkuanku. Naning kini tinggal di Hoofddorp, kota KLM dekat Schiphol.
“Coba lemari es saja dikunci, Mbak,” keluh Anie, perempuan asal Karawang yang tinggal di Den Haag.
Cafe Majestic di samping toko serba ada Bijenkorf Amsterdam ramai, hampir tidak ada kursi yang kosong. Tempat ini memang populer sebagai tempat rendez vous kalangan tua dan muda. Duduk menikmati segelas ijs lemon tea, sinar matahari musim panas bulan Juli dan lalu-lalang manusia, mobil, trem, bus dan sepeda memberikan kenikmatan tersendiri bagi Albertina, perempuan kurus berkulit pucat dengan wajah Timur Tengah. Siang itu aku menemaninya sambil mendengar curahan hatinya. Begini ceritanya.
Aku adalah Albertina, lahir sebagai putri bungsu dari tujuh bersaudara keluarga Kawanua baik-baik. Ayahku seorang pegawai, ambtenaar, yang berkedudukan cukup tinggi di daerah asal kami. Ibuku karena pengaruh lingkungan, sangat ke belanda-belandaan. Saudara-saudaraku yang berjumlah tujuh orang itu semuanya berhasil dalam kehidupannya berkat didikan yang keras dari kedua orang tua kami.
Tahun 1975 aku diterima oleh Garuda Indonesia Airways (GIA) sebagai pramugari. Waktu itu, untuk menjadi pramugari, persyaratannya cukup berat. Harus bisa berbahasa Inggris dengan baik. Postur tubuh harus seimbang antara tinggi dan berat badan. Harus menarik. Pokoknya sangat berat. Karena memang saat itu pramugari yang dibutuhkan masih sangat kecil jumlahnya. Jadi kami benar-benar pilihan. Aku sangat bangga dan menjadi sombong dengan pekerjaan ini. Tahun pertama hampir seluruh kota besar di Indonesia aku jelajahi. Tahun kedua, kota-kota besar di Asia menjadi tempat persinggahanku. Singapura, Bangkok, Tokyo, adalah kota-kota yang tidak asing bagiku. Sarapan pagi di Jakarta, makan siang di Tokyo.
Tahun ketiga, kota-kota besar di Eropa menjadi tempat yang tidak asing bagiku. Amsterdam, Frankfurt, Muenchen, Zurich, Roma, Paris, untuk sementara orang hanya sampai taraf memimpikan kota-kota itu, tapi bagiku kota-kota ini biasa aku kunjungi atau singgahi saat kerja maupun sekadar
berlibur. Saat itu mengoleksi barang-barang porselin Italia menjadi tren di kalangan ibu-ibu yang berduit. Aku memanfaatkan situasi ini, berdagang barang-barang tersebut, jambangan bunga, lampu, meja, cermin rias. Pokoknya beraneka ragam proselin produksi Italia menjadi bagian dari bisnisku sebagai pramugari.
Kehidupanku menjadi sangat jet set. Terbang kemana-mana. Singgah dimana-mana. Uang melimpah. Pergaulanku cukup luas. Aku memiliki kekasih anak keluarga Jawa yang terpandang. Pada saat itu aku adalah orang yang paling berbahagia. Kami sudah ditunangkan dengan laki-laki Jawa yang sangat aku cintai itu. Apalagi yang kurang dalam kehidupanku? Semuanya terpenuhi. Calon suami dari keluarga terpandang. Pekerjaannya pun bermasa depan yang cerah.
Tahun 1979 aku menghabiskan liburan tahunan di Amsterdam, Negeri Belanda. Saat itulah bencana menyinggahi kehidupan pribadiku. Malam itu bersama dua temanku sesama pramugari, aku diundang oleh salah satu keluarga dari salah seorang teman itu. Seusai makan malam, kami lanjutkan dengan minum-minum sambil ngobrol. Di tempat inilah aku berkenalan dengan seorang pria Belanda totok, sebut saja Eduard. Laki-laki ini cukup handsome dan memikat. Aku tidak tahu apakah ini hanya pengaruh wine.
Sejak malam itu dan malam-malam selanjutnya selama berlibur di Amsterdam menjadi malam kami berdua. Aku tidak ingat dan sadar bahwa aku sudah bertunangan. Kami ke Dusseldorf, kota belanja di Jerman. Eduard sangat royal membelanjakan uang bagiku. Dan aku menikmatinya. Apapun yang kuingini langsung dibeli.
Kisah Cintaku yang Kelabu dengan Bule. Ini kisah saya tahun 2007-2008. Saya menuliskannya pada tahun 2009, jadi pada saat itu saya belum mengenal suami saya. Dan selama ini tulisan ini tersimpan dengan rapih di file saya, karena saya malu menuliskan di blog :neutral:.
Broken Heart
Belakangan saya berpikir ulang, karena seringnya kata kunci yang masuk ke blog saya seperti : penipuan online dating site, pacaran bule online tidak pernah ketemu, wanita indo ditipu pria asing dari situs online, percintaan dgn pria bule, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta, cara penipuan bule, penipuan modus cinta di internet, penipuan cinta lewat fb, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta di internet, jangan pernah percaya cinta di dunia maya dengan bule,penipuan pria asing lewat facebook, no telp bule penipu
Mungkin saya bisa berbagi dengan pencari tag atau kata kunci diatas, mengenai kisah sedih saya di masa lalu. Mungkin ada yang mengalami hal serupa atau apapun itu Anda bisa mengambil hal positifnya.
LDR (long distance relationship) saya berawal manis dan berakhir tragis, namun saat ini saya bahagia dan sudah bisa melupakan dan memaafkan masa lalu, walaupun dua hari belakangan ini masa lalu datang kembali dan saya seperti mengalami dilema.
Tahun 2007 sekitar bulan Maret, saya bertemu (A.T) seorang pria Belgia yang usianya 19 tahun lebih tua dari saya. Kami bertemu di situs pertemanan lnm.eu (saat ini situsnya sudah tidak aktif lagi) mungkin bisa disebut dating service. Saya gunakan free member dan dia silver member. Saya bisa ikutan di situs tersebut atas undangan seorang teman. Bahasa yang digunakan di situs tersebut adalah Prancis dan bahasa Belanda, jadi saya sangat meraba-raba semua kata-kata disana. Pertama kali dia yang mengajak kenalan, lalu saya lihat status (divorced), umurnya, punya dua anak umur 18 dan 21 tahun, dan photonya, duuhhh ga banget deh!.
Entah bagamaina ceritanya, kita jadi sering email-emailan dan dia konsisten mengirimi saya email hampir setiap hari. Saya tidak terlalu menanggapinya mengingat statusnya. Setelah beberapa waktu saya berani memberikan no. hp saya. Ya ampunn saya hampir tidak percaya kalau kuping saya ini bisa mengerti dengan jelas semua perkataan englishnya (mengingat beberapa kali saya pernah bicara dengan orang asing tidak paham apa yang dibicarakan). Suaranya duuhh bikin hati senang. (kelemahan wanita adalah pendengaran, langsung klepek-klepek deh kalau dengar rayuan).
Hampir setiap hari dia telepon sebelum saya berangkat ke kantor, chat dari hp, dan email-emailan juga. Waktu A.T hadir di kehidupanku, saat itu saya sangat down karena adik perempuan saya menikah duluan, dan saya mendengar suara-suara sumbang tentang adik yang melangkahi kakaknya menikah. Namun karena A.T saya jadi bisa kuat dan bisa hadir di pernikahan adik saya, walaupun hanya di pemberkatan gereja saja, karena saya tidak sanggup mendengar perkataan miring orang-orang.
Saat itu (di hari pernikahan adik saya) saya lebih memilih have fun dengan teman-teman saya ke mall, untungnya saya punya adik dan orangtua yang sangat mengerti dengan posisi saya, dan tentunya A.T.
Saya pikir kami hanya berteman, namun suatu hari dia mengajak saya jadian, dan saya shock karena saya pikir pasti orang tua saya tidak akan setuju, dan anggapan miring tentang bule. Saya tantang kalau dia (A.T) memang serius dia harus datang ke Indonesia mengunjungi saya dan keluarga saya (niatnya supaya dia mundur, penolakan halus hehehe).
Ternyata dia setuju akan datang, dan saya jadi pusing bagaimana mengatakan semuanya ke orangtua. Saya tahu ortu pasti tidak setuju karena perbedaan umur dan status dia, karena keluarga saudara-saudara saya pasti menganggap hal ini tidak wajar dan tidak bisa diterima masyarakat.
Akhirnya dia datang ke Jakarta, dan saya jemput dia bersama kakak rohani saya dan adik laki-laki saya. Sumpah nervous banget!. Malam sebelum A.T datang saya tidak bisa tidur dan mengingat orangtua yang tidak setuju saya jadi tambah pusing.
Singkat cerita dalam waktu 8 hari A.T di Indonesia, dia bisa bikin ortu saya berkesan dengan kepribadiannya yang sangat ramah. Kami makan malam di resto bersama keluarga saya, termasuk dengan kakak rohani dan suaminya. Dan malam itu di resto A.T minta izin ke ayah saya untuk jalin hubungan dengan saya. Ayah bilang asal saya bahagia terserah saya. Cihuyyy :).
Hari minggu sore di akhir Oktober 2008, dia harus kembali ke negaranya. Dia meneteskan air mata selama perjalanan ke bandara. Saya jadi ikutan sedih :(. “Ko check in lama banget katanya mau keluar lagi say goodbye sama saya” tapi sudah hampir sejam tidak muncul juga, apa lupa?, atau saya pulang saja?” .
Saya suruh dua adik saya pulang duluan karena saya mau tunggu sampai pesawat A.T take off. Waktu saya melangkah ke luar toilet, saya meliat seseorang nengok kanan kiri seperti mencari seseorang. Dia masih jauh diujung jalan menuju ke arah saya. Saya bisa lihat itu A.T. Kami berlari dan bertemu di tengah jalan itu (seperti film India hehehehe).
Adik perempuan saya bilang, waktu A.T pergi, dirumah si mama sangat sedih, jadi diajak ke salon saja supaya sedikit senang. Mama bilang dia sedih A.T pulang ke negaranya, dia merasa seperti anak lelakinya yang pergi. Duuhh saya bahagia A.T bisa diterima keluarga saya.
A.T kirim paket dari negaranya (Belgia): 2 tas untuk saya dan mama, papan catur dan pin-pin nya utk ayah saya, buku belajar bahasa Belanda dan beberapa hadiah kecil lainnya. Saya tidak pernah minta apa-apa termasuk saya tidak pernah minta uang, walaupun A.T berjanji dia akan kirim uang tiap bulan untuk persiapan pernikahan, namun dia tidak melakukannya, dan saya tidak pernah menanyakannya lagi.
Beberapa bulan setelah kembali ke negaranya A.T jadi berubah, yang biasanya dia telepon hampir tiap hari kini tidak dilakukannya dengan berbagai alasan yang berusaha saya pahami. Saya jadi sering komplain karena alasan-alasannya.
Hati-hati Email Penipuan Mengatasnamakan Bank Ternama. Minggu lalu saya terima email yang mengatasnamakan Bank Mandiri. Merasa tidak menjadi salah satu nasabahnya, maka saya acuhkan email tersebut. Kata-kata di emailnya juga terlalu aneh buat saya “Terima kasih atas perbankan dengan kami”.
Ada link bank mandiri tercantum, saya lihat di website asli Bank Mandiri sama persis dengan yang ada di email yang saya terima, namun setelah saya coba kopi paste isi email dan arahkan kursor mouse ke link di email tersebut, maka terlihat website aslinya yakni „salonia-alexakis.gr“.
Setelah kopi paste ke ms. word Terlihat website yang di sembunyikan
Buat Anda yang menabung di Bank dan mengaktifkan online banking, sangat perlu diperhatikan website resmi bank nya. Kalau terima email dan ragu apakah dari bank tempat Anda menabung atau tidak, jangan mengklik link yang diminta atau membuka lampiran emailnya, karena bisa saja virus. Silakan telp customer service Bank nya atau mendatangi banknya. Setau saya bank tidak pernah meminta pembaharuan data secara online.
Iseng-iseng saya coba lacak (tracking) dari mana email dikirimkan melalui website http://www.ip-adress.com/trace_emailternyata email dikirim dari spanyol, masa iya Bank M ini internet providernya di Spanyol?.
Coba Tracking email si pengirim, ternyata dari Spanyol
Sebaiknya juga Anda mengaktifkan “spam box” di email Anda, jadi ketika ada pengirim tidak dikenal akan masuk ke inbox tersebut.
Isi Email yang saya terima :
From: Bank Mandiri [email protected]<– alamat emailnya sangat menyakinkankan To:[email protected] Sent: Wednesday, July 18, 2012 2:12 AM Subject: Bank Mandiri Pembaruan Penting Nasabah yang Terhormat, Terima kasih atas perbankan dengan kami. Silahkan login untuk memperbaiki informasi account online Anda
www dot bankmandiri dot co.id <<< disuruh klik
Salam
Copyright 2009. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. All Rights Reserved.
Ditawari Uang Melalui Internet? Hati-hati Penipuan! . Kalau sebelum-sebelumnya saya seringkali mendapat email dalam bahasa Inggris, nah hari ini email dalam bahasa Indonesia. Seorang wanita mengaku bernama Siti Rafiad asal Indonesia, menikah dengan orang asing, kemudian suaminya meninggal karena kecelakaan dan menawarkan sejumlah besar uang kepada saya, dengan imbalan supaya uang tersebut ditranfer ke rekening saya, jadi wanita ini butuh pihak lain.
Merasa tidak mengenal wanita ini, walaupun dia mengirimkan langsung ke alamat email saya, maka lebih baik email semacam ini langsung di hapus!.
Hati-hati Penipuan
Saya coba lacak (tracking) dari mana email dikirimkan melalui website http://www.ip-adress.com/trace_email, ternyata dari Dallas, Amerika Serikat. Padahal si wanita mengatakan bisa di hubungi di nomer telp London +447873485875, mungkin dia sedang berlibur ke Amerika 😉
Isi Emailnya :
From: Mrs. Siti Rafiad To: [email protected] Sent: Sunday, January 29, 2012 12:07 PM Subject: Dengan Hormat
Saya Mrs.Siti Rafiad , dari indonesia, saya sudah menikah dengan Mr.Jepther Luciano yang bekerja sebagai engineer dari england.saya menikah dgn Mr.Jepther Luciano pada tgl 21 Feb 2004 dan dia bekerja di subsea kontrak,minyak dan gas,petroleum,pengambilan minyak bumi,pemasangan pipa di Brunei Darussalam dari tahun 2002 dan habis kontrak tahun 2006.dan kami kembali ke negaranya di england pada saat itu saya sedang mengandung anak pertama kami dan saya melahirkan bayi perempuan di England. Pada tgl 06 August 2010 suami saya Mr.Jepther Luciano,anak saya dan saya sendiri .kami baru saja kembali dari mesjid karena ada pelantikan ustad yang baru dan tiba tiba ban mobil kami meledak lalu melanggar tiang jembatan dan stir mobil menghantam dada suami saya,kami segera melarikannya kerumah sakit tapi ditengah jalan suami saya meninggal dunia.alhamdulillah saya dan anak saya selamat. Setelah pengebumian suami saya tgl 06 August 2010 sebagai seorang muslim, keluarganya datang mengatakan mau mengambil alih semua harta suami saya,mereka tidak mendukung pernikahan saya dengan suami saya Mr.Jepther Luciano karena mereka tidak mendukung suami saya masuk islam,jadi saya terpaksa memberikan rumah beserta isinya dan semua informasi mengenai tabungannya.sejak nopember 2010,kami mengajukan masalah ini ke pengadilan bersama pengacara suami saya yang akan menyelesaikan masalah ini.tapi tidak ada kabar yang menyenangkan sejak saat itu. Suami saya mempunyai $2,800,000 us dollar (dua juta delapan ratus ribu dollar )dia depositokan uangnya di perusahaan sekuriti pribadi london.uang itu aman disimpan di perusahaan itu,karna kode yang dia gunakan adalah rahasia dengan nama yang berbeda dan dia hanya memakai nama depannya saja. keluarga suami saya tidak mengetahui mengenai uang tersebut.hanya saya dan pengacara saja yang mengetahui uang itu disimpan suami saya di perusahaan sekuriti pribadi.jadi kalau saya menerima balasan yang baik dari anda, saya akan memberi tau bagaimana langkah awalnya dan pengacara almarhum suami saya akan menmprosesnya melalui jalur hukum 100% legal. Saya sudah mengambil langkah mantap untuk memberikan rumah beserta isinya kepada keluarga suami saya dan mengambil uang tersebut.dan saya ingin kembali kenegara saya indonesia bersama anak saya untuk memulai kehidupan baru. Saya percaya anda tidak akan mengecewakan saya apabila uang itu berada ditangan anda. Saya mohon anda tolong menyimpan rahasia ini dan jangan memberitahukannya kepada orang lain. E-MAIL…( [email protected]) kalau anda bersedia membantu, tolong balas segera diemail diatas kemudian saya akan memberitahukan apa yang perlu diperbuat.saya tunggu jawaban anda di email ini dan anda juga bisa sms atau menghubungi saya di nomor +447873485875 Regards, Mrs.Siti Rafiad
Padahal saya sudah mengaktifkan spam box di account email saya, namun tetap saja email semacam ini bisa masuk ke inbox.
Jangan mudah tergiur dengan email semacam ini, apalagi dari orang yang tidak Anda kenal. Banyak kasus semacam ini berujung pada modus pencucian uang atau penipuan lainnya.
Hati-hati Anda bisa kena Hukum pencucian uang di Indonesia. Sanksinya cukup berat, dimulai dari hukuman penjara lima tahun minimum, maksimum 15 tahun, dengan denda minimum lima milyar dan maksimum 15 miliar rupiah.
Di Indonesia, hal ini diatur secara yuridis dalam UU RI No. 15/2002 tentang tindakan pidana pencucian uang, di mana pencucian uang dibedakan dalam dua tindak pidana.
Pertama. Tindak pidana aktif, di mana seseorang dengan sengaja menempatkan, mentransfer, menghibahkan, menbayarkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, menukarkan uang-uang hasil tindak pidana dengan tujuan mengaburkan atau menyembunyikan asal usul uang itu, sehingga muncul seolah-olah sebagai uang yang sah.
Kedua Dalam pasal 6 UU RI No. 15/2002, disebutkan tentang tindak pidana pencucian yang pasif yang dikenakan kepada setiap orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, penerima hibah, sumbangan, penitipan, penukaran uang-uang yang berasal dari tindak pidana itu, dengan tujuan sama yaitu untuk mengaburkan, menyembunyikan asal-usulnya. Hal tersebut dianggap juga sama dengan melakukan pencucian uang.
Jadi jika Anda menerima email seperti yang saya terima, lebih baik segera dihapus, tidak perlu ditanggapi atau dibalas 😉 .