Apa yang Terjadi Setelah 1,5 Bulan Saya Tutup Akun Facebook?

Halo pembaca setia blogku, ceritanya akhirnya saya menutup akun Facebook (FB) saya. Saya lupa kapan tepatnya saya bergabung dengan FB yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini, mungkin sedikitnya sudah 7-8 tahun, karena saya tinggal di Jerman saja sudah masuk tahun ke enam.

Saya juga kagum pada diriku hahaha sotoy gaya benar!. Beneran saya ko akhirnya bisa mantap sekali menutup akun saya loh, padahal friendlist saya ada sekitar 700 an. Banyak teman-teman gereja, teman kuliah, teman kantor dan sejak saya tergila-gila dengan hobi berkebun, teman saya banyak sekali dari hobi ini, dan tentunya beberapa teman blogger yang akhirnya kami saling dekat bisa terhubung di Fb.

Apa yang Terjadi Setelah 1,5 Bulan Saya Tutup Akun Facebook?

My Sweet Boy Benjamin as Background on my Tablet

Bapaknya Benjamin juga heran kenapa saya menutup akun saya, dia bilang kalau saya tidak akan bisa tahu lagi kabar teman-teman saya di tanah air. Entah mengapa saya merasa biasa saja tidak ada sedih sedikitpun πŸ˜€ .

Baca juga: Kesal dimasukkan ke Grup di Facebook?, Ini Cara Keluarnya

 

Berikut beberapa alasan mengapa saya memutuskan menutup akun FB saya:
●》pada akhirnya saya menyadari kalau saya menghabiskan waktu banyak sekali untuk ber fb-ria. Tentu saja saya suka sekali komen sana sini, masuk berbagai forum yang saya ikuti dan berkomentar kalau misal saya punya pengalaman. Forum yang saya ikuti macam-macam, ada beberapa forum pernikahan beda bangsa, forum wni yang tinggal di LN, parenting, beberapa komunitas berkebun dalam dan luar negeri.

Mungkin kalau di total dalam sehari waktu yang saya gunakan untuk fb an sampai 3-5 jam. Bangun tidur buka fb, tiap kali ke dapur cek fb (tablet selalu taruh di meja makan), pokoknya bolak balik buka fb melulu seharian πŸ˜† .

Sebenarnya akun fb saya atur supaya tidak bisa di lacak, saya aktifkan hanya yang punya mutual friends bisa add atau kirim pesan ke saya. Nah ternyata banyak yang menghubungi saya karena membaca blog saya. Kalau belum berteman tentu saja semua pesan akan masuk “other box“. Saya baru tahu mengenai “other box” ini beberapa tahun terakhir, dan saya terima banyakkk sekali pesan dari mereka yang bukan dalam daftar teman saya. Banyak yang saya balas, banyak juga yang akhirnya saya acuhkan karena pesannya sudah lama (lebih 1-3 tahun) .

●》saya tipe yang lupa waktu saat didepan komputer. Niat awal hanya mau 5-10 menit buka fb karena ada hal penting mau dilihat atau pesan dibalas, lah ternyata lihat jam di komputer sudah 2 jam saya ber fb-ria, sebentar lagi Benjamin akan bangun dari tidur siangnya. Lain waktu niat hanya balas komen-komen fb saya dan lagi saya lupa waktu dan bertanya pada diri sendiri “.. gilaaa ngapain saja saya sudah 3 jam?”. Baca blog tidak, balas komen blog tidak, blogwalking tidak, nulis blog tidak. Gila 3 jam saya habiskan hanya fb an, dan akhirnya jagoanku bangun dari tidur siangnya dan jam ber-internet ria berakhir sudah.

●》 Makin terkenal (dari blog) tentu saja memberikan dampak banyak orang yang ingin kenal diriku secara langsung, ingin lebih cepat ngobrolnya (misal lewat messenger). Sayangnya saya tipe yang tidak suka dengan messenger karena kalau chat dengan 1 orang maka saya tidak bisa mengerjakan hal lain. Bahkan permintaan ngobrol via skype juga tidak pernah saya tanggapi.

●》 banyak pertanyaan macam-macam via inbox. Mulai pertanyaan cari bule, minta kenalin dengan bule, pengen kerja di LN, bagaimana menghindari love scam, berbagi kisah cerita cinta (sukses/gagal), cara apply visa, cara sekolah atau kuliah ke Jerman, macam-macam pertanyaan mengenai hobi berkebun. Jujur saya senang berbagi pengalaman, saya berusaha sebisa mungkin dan sebaik mungkin menjawab pertanyaan, walau tidak bisa dipungkiri kadang ada saat kesal kalau saya kasih tahu pengalaman saya misal tema berkebun yang nanya ko ngeyel. Kalau ada pertanyaan yang saya tidak tahu jawabannya, sering saya carikan jawabannya melalui google misal nanya visa sering saya carikan linknya. Intinya saya sampai puncak kejenuhan dengan berbagai pertanyaan yang banyak sekali.

●》 tidak semua isi daftar friendlist adalah orang yang saya sukai. Mau di delete tidak enak hati, di unfollow juga tidak. Ada yang tipe hari ini jadi malaikat baik hati, besoknya berubah jadi setan ngatain suaminya sendiri di fb, lain hari orang yang sama memuji suaminya. Beberapa teman kuliah yang dulu nya asyik aja deh eh ko sekarang jadi tipe tukang nyinyir pemerintahan di tanah air dan statusnya sara melulu. Malah pernah saya dan beberapa teman dekat jadi adu argumen dengan beberapa si tukang nyinyir ini, lah ujungnya malah saya jadi bete kan, padahal belum lama ybs komenin baik foto anak saja.

●》 ada saat dimana saya kesal sendiri saat baca komen negatif nyinyiran lapak bibit/tanaman sesama seller di tanah air. Harga murah disalahin, “ongkir aja apa nutup harga segitu?”. Mahal juga di salahin. atau komen “Memang bisa numbuh tuh bibit” ; “memang tanaman itu bisa ditanam di Indonesia, memang pohon itu bisa berbunga?”. Mingkem deh saat keluar bunganya haha πŸ˜› . Dagangan orang dikomenin negatif eh ujungnya si tukang nyinyir ko malah malah mau beli tanaman tersebut, saya ketawa aja diceritain sih. Promosi dagangan di lapak orang lain, ko seperti tidak punya etika ya, kan bisa bikin promosi sendiri toh di fb dia sendiri (pernah beberapa kali moderator grup negor) saya sih jadi pengamat saja. Belum lagi banyak pedagang atau pembeli yang saling kena tipu tambah tidak nyaman saja ber fb-ria.

●》 ada pesan inbox yang kadang saya malas membalasnya. Malas sama orangnya ya malas juga kan balas pesannya. Tapi kalau tidak dibalas ya saya tambah tidak enak hati. Kalau akun fb sudah di tutup rasanya ko ploong banget hahaha.

●》 least buat not last, jagoanku Benjamin makin besar makin menuntut supaya saya emaknya ini bisa kasih waktu lebih banyak sama dia. Sering sekali saat saya didepan komputer, belum juga 10 menit yaa, si bocah langsung tarik-tarik tangan saya bilang “sitz (duduk)..sitz (duduk)” nyuruh saya duduk sambil main sama dia, atau disuruh duduk di sofa nonton saluran disney bersama. Saat saya online dari tablet, Benjamin sudah beberapa kali dorong-dorong tablet saya suruh saya taruh dan lagi-lagi bilang “sitz .. sitz” supaya saya duduk di lantai dekat dia bermain balok susun. Seringkali saya menolak karena sedang asyik kan.

Dengan menutup akun fb maka saya tidak lagi menjawab anakku dengan jawaban singkat sambil senyum palsu yang penting anaknya senang. Tidak lagi jawab singkat padat sambil pikiran dan mata saya tertuju pada layar tabet saya.

Mungkin kalau anak saya sudah masuk SD dia tidak akan butuh perhatian saya seperti saat ini selalu bermanja-manja dan mengajak saya selalu ikut aktivitas dia, mungkin nanti di masa depan malah saya merindukan saat-saat anak saya selalu nempel seperti perangko πŸ™‚ .

Baca juga: 5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya

 

Sesuai judul postingan ini, apa yang terjadi setelah 1,5 bulan saya menutup akun Facebook?:

●》 hidup (keseharian) saya jadi lebih rileks, tidak melulu tergoda lagi untuk buka tablet dan cek fb, untuk kepoin aktifitas si a, b, c dan seterusnya.
●》 punya waktu lebih banyak untuk bermain bersama anak.
●》 punya waktu lebih banyak untuk membaca blog-blog orang lain.
●》 punya waktu lebih banyak untuk membaca koran atau majalah.
●》 punya waktu lebih banyak untuk beberes rumah.
●》 punya waktu lebih banyak untuk beresin dua balkon rumah yang kini berantakan karena sudah musim gugur.
●》 tidak punya beban untuk membalas pesan inbox si a, b, c dan seterusnya, kalau pesan di email akan saya balas saat saya didepan komputer, atau saat suasana hati saya sedang baik.
●》 punya waktu lebih banyak untuk menyelesaikan draft blog yang kini sudah ada 40 haha. Saya sering sekali dapat ide ini itu, pengen nulis ini itu. Cari beberapa sumber tulisan eh ko malah kepikiran tema lain dan lagi lagi mencari sumber tulisannya. Saya beberapa kali mengatakan ke pembaca blog kalau saya tidak menerima permintaan untuk membahas suatu topik karena draft blog saya saja sudah 40 biji πŸ˜€ .

Jadi buat kalian yang berteman dengan saya di Fb kalau kalian tidak menemukan saya lagi di kolom pencarian, sudah tahu jawabannya ya. Kalian yang berteman dengan saya kalau lihat id emaknya benjamin kini tanpa foto dan kalau di klik ada keterangan akun di deaktivasi, begini teksnya:

Account Inactive
Close This account has been deactivated. Only you can see Emaknya on your friends list.
You have the option to unfriend Emaknya.

kalian bisa hapus nama saya ko.

Buat teman-teman terdekat saya seperti biasa kalian bisa menyapa saya via email, atau teman-teman dengan status apapun kita tetap bisa kita saling menyapa lewat komen blog atau email, dan di blog saya ada halaman kontak menuju ke email saya. Saya berusaha balas saat saya didepan komputer, saat anak saya tidur atau sedang asyik bermain. Mohon maaf kalau lama dibalas ya πŸ˜‰ .

 

Kalau suka dengan artikel ini, bagikan ke teman-temanmu ya.
Tidak sampai 10 detik ko untuk menekan tombol share dibawah ini.
Because share is care! – Terima kasih πŸ™‚

 

Advertisements
Advertisements

70 Comments

  1. Glentina Pasaribu February 20, 2018
    • Emaknya Benjamin br. Silaen February 20, 2018
  2. saribainbridge February 7, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen February 9, 2017
  3. denkspa December 14, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen December 15, 2016
  4. Kusdania Naibaho December 14, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen December 14, 2016
  5. Ndy Pada December 2, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen December 3, 2016
  6. Annefeyza avicenna November 21, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen November 22, 2016
  7. Lulu November 18, 2016
    • pursuingmydreams November 19, 2016
  8. Hwa Hwa Wong November 18, 2016
    • pursuingmydreams November 19, 2016
  9. hobilari November 18, 2016
    • pursuingmydreams November 18, 2016
  10. adelinatampubolon November 17, 2016
    • pursuingmydreams November 18, 2016
  11. YantiNurhida November 16, 2016
    • pursuingmydreams November 18, 2016
      • YantiNurhida November 22, 2016
      • YantiNurhida November 22, 2016
  12. niee November 16, 2016
    • pursuingmydreams November 18, 2016
      • niee November 19, 2016
        • pursuingmydreams November 19, 2016
  13. sofyan November 14, 2016
    • pursuingmydreams November 18, 2016
      • sofyan November 19, 2016
        • pursuingmydreams November 20, 2016
  14. Tutorial Blog November 12, 2016
  15. bebyrischka November 10, 2016
    • pursuingmydreams November 12, 2016
  16. coretandenina November 7, 2016
    • pursuingmydreams November 8, 2016
  17. fanny fristhika nila November 6, 2016
    • pursuingmydreams November 6, 2016
  18. Adhi Artadhitive November 5, 2016
    • pursuingmydreams November 6, 2016
  19. cumilebay.com November 4, 2016
    • pursuingmydreams November 5, 2016
  20. bremarsalia November 4, 2016
    • pursuingmydreams November 5, 2016
      • bremarsalia November 8, 2016
        • pursuingmydreams November 8, 2016
          • bremarsalia November 10, 2016
          • pursuingmydreams November 12, 2016
  21. Melissa Octoviani November 3, 2016
    • pursuingmydreams November 5, 2016
  22. shiq4 November 3, 2016
    • pursuingmydreams November 3, 2016
  23. Irfan Pinandhityo November 2, 2016
    • pursuingmydreams November 3, 2016
  24. monda November 2, 2016
    • pursuingmydreams November 3, 2016
  25. berliyandy November 2, 2016
    • pursuingmydreams November 3, 2016
  26. Arman November 1, 2016
  27. kerajinan bunga November 1, 2016
    • pursuingmydreams November 1, 2016
  28. BukuHarian November 1, 2016
    • pursuingmydreams November 1, 2016
  29. Herva yulyanti November 1, 2016
    • pursuingmydreams November 1, 2016
  30. Ulfarick November 1, 2016
    • pursuingmydreams November 1, 2016
      • Ulfarick November 2, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: