Category: Facebook

  • Apa yang Terjadi Setelah 1,5 Bulan Saya Tutup Akun Facebook?

    Apa yang Terjadi Setelah 1,5 Bulan Saya Tutup Akun Facebook?

    Apa yang Terjadi Setelah 1,5 Bulan Saya Tutup Akun Facebook?. Halo pembaca setia blogku, ceritanya akhirnya saya menutup akun Facebook (FB) saya. Saya lupa kapan tepatnya saya bergabung dengan FB yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini, mungkin sedikitnya sudah 7-8 tahun, karena saya tinggal di Jerman saja sudah masuk tahun ke enam.

    Saya juga kagum pada diriku hahaha sotoy gaya benar!. Beneran saya ko akhirnya bisa mantap sekali menutup akun saya loh, padahal friendlist saya ada sekitar 700 an. Banyak teman-teman gereja, teman kuliah, teman kantor dan sejak saya tergila-gila dengan hobi berkebun, teman saya banyak sekali dari hobi ini, dan tentunya beberapa teman blogger yang akhirnya kami saling dekat bisa terhubung di Fb.

    Apa yang Terjadi Setelah 1,5 Bulan Saya Tutup Akun Facebook?
    My Sweet Boy Benjamin as Background on my Tablet

    Bapaknya Benjamin juga heran kenapa saya menutup akun saya, dia bilang kalau saya tidak akan bisa tahu lagi kabar teman-teman saya di tanah air. Entah mengapa saya merasa biasa saja tidak ada sedih sedikitpun 😀 .

    Baca juga: Kesal dimasukkan ke Grup di Facebook?, Ini Cara Keluarnya

     

    Berikut beberapa alasan mengapa saya memutuskan menutup akun FB saya atau bisa juga menjadi alasan kamu juga menutup akun Facebook:
    ●》pada akhirnya saya menyadari kalau saya menghabiskan waktu banyak sekali untuk ber fb-ria. Tentu saja saya suka sekali komen sana sini, masuk berbagai forum yang saya ikuti dan berkomentar kalau misal saya punya pengalaman. Forum yang saya ikuti macam-macam, ada beberapa forum pernikahan beda bangsa, forum wni yang tinggal di LN, parenting, beberapa komunitas berkebun dalam dan luar negeri.

    Mungkin kalau di total dalam sehari waktu yang saya gunakan untuk fb an sampai 3-5 jam. Bangun tidur buka fb, tiap kali ke dapur cek fb (tablet selalu taruh di meja makan), pokoknya bolak balik buka fb melulu seharian 😆 .

    Sebenarnya akun fb saya atur supaya tidak bisa di lacak, saya aktifkan hanya yang punya mutual friends bisa add atau kirim pesan ke saya. Nah ternyata banyak yang menghubungi saya karena membaca blog saya. Kalau belum berteman tentu saja semua pesan akan masuk “other box“. Saya baru tahu mengenai “other box” ini beberapa tahun terakhir, dan saya terima banyakkk sekali pesan dari mereka yang bukan dalam daftar teman saya. Banyak yang saya balas, banyak juga yang akhirnya saya acuhkan karena pesannya sudah lama (lebih 1-3 tahun) .

    ●》saya tipe yang lupa waktu saat didepan komputer. Niat awal hanya mau 5-10 menit buka fb karena ada hal penting mau dilihat atau pesan dibalas, lah ternyata lihat jam di komputer sudah 2 jam saya ber fb-ria, sebentar lagi Benjamin akan bangun dari tidur siangnya. Lain waktu niat hanya balas komen-komen fb saya dan lagi saya lupa waktu dan bertanya pada diri sendiri “.. gilaaa ngapain saja saya sudah 3 jam?”. Baca blog tidak, balas komen blog tidak, blogwalking tidak, nulis blog tidak. Gila 3 jam saya habiskan hanya fb an, dan akhirnya jagoanku bangun dari tidur siangnya dan jam ber-internet ria berakhir sudah.

    ●》 Makin terkenal (dari blog) tentu saja memberikan dampak banyak orang yang ingin kenal diriku secara langsung, ingin lebih cepat ngobrolnya (misal lewat messenger). Sayangnya saya tipe yang tidak suka dengan messenger karena kalau chat dengan 1 orang maka saya tidak bisa mengerjakan hal lain. Bahkan permintaan ngobrol via skype juga tidak pernah saya tanggapi.

    ●》 banyak pertanyaan macam-macam via inbox. Mulai pertanyaan cari bule, minta kenalin dengan bule, pengen kerja di LN, bagaimana menghindari love scam, berbagi kisah cerita cinta (sukses/gagal), cara apply visa, cara sekolah atau kuliah ke Jerman, macam-macam pertanyaan mengenai hobi berkebun. Jujur saya senang berbagi pengalaman, saya berusaha sebisa mungkin dan sebaik mungkin menjawab pertanyaan, walau tidak bisa dipungkiri kadang ada saat kesal kalau saya kasih tahu pengalaman saya misal tema berkebun yang nanya ko ngeyel. Kalau ada pertanyaan yang saya tidak tahu jawabannya, sering saya carikan jawabannya melalui google misal nanya visa sering saya carikan linknya. Intinya saya sampai puncak kejenuhan dengan berbagai pertanyaan yang banyak sekali.

    ●》 tidak semua isi daftar friendlist adalah orang yang saya sukai. Mau di delete tidak enak hati, di unfollow juga tidak. Ada yang tipe hari ini jadi malaikat baik hati, besoknya berubah jadi setan ngatain suaminya sendiri di fb, lain hari orang yang sama memuji suaminya. Beberapa teman kuliah yang dulu nya asyik aja deh eh ko sekarang jadi tipe tukang nyinyir pemerintahan di tanah air dan statusnya sara melulu. Malah pernah saya dan beberapa teman dekat jadi adu argumen dengan beberapa si tukang nyinyir ini, lah ujungnya malah saya jadi bete kan, padahal belum lama ybs komenin baik foto anak saja.

    ●》 ada saat dimana saya kesal sendiri saat baca komen negatif nyinyiran lapak bibit/tanaman sesama seller di tanah air. Harga murah disalahin, “ongkir aja apa nutup harga segitu?”. Mahal juga di salahin. atau komen “Memang bisa numbuh tuh bibit” ; “memang tanaman itu bisa ditanam di Indonesia, memang pohon itu bisa berbunga?”. Mingkem deh saat keluar bunganya haha 😛 . Dagangan orang dikomenin negatif eh ujungnya si tukang nyinyir ko malah malah mau beli tanaman tersebut, saya ketawa aja diceritain sih. Promosi dagangan di lapak orang lain, ko seperti tidak punya etika ya, kan bisa bikin promosi sendiri toh di fb dia sendiri (pernah beberapa kali moderator grup negor) saya sih jadi pengamat saja. Belum lagi banyak pedagang atau pembeli yang saling kena tipu tambah tidak nyaman saja ber fb-ria.

    ●》 ada pesan inbox yang kadang saya malas membalasnya. Malas sama orangnya ya malas juga kan balas pesannya. Tapi kalau tidak dibalas ya saya tambah tidak enak hati. Kalau akun fb sudah di tutup rasanya ko ploong banget hahaha.

    ●》 least buat not last, jagoanku Benjamin makin besar makin menuntut supaya saya emaknya ini bisa kasih waktu lebih banyak sama dia. Sering sekali saat saya didepan komputer, belum juga 10 menit yaa, si bocah langsung tarik-tarik tangan saya bilang “sitz (duduk)..sitz (duduk)” nyuruh saya duduk sambil main sama dia, atau disuruh duduk di sofa nonton saluran disney bersama. Saat saya online dari tablet, Benjamin sudah beberapa kali dorong-dorong tablet saya suruh saya taruh dan lagi-lagi bilang “sitz .. sitz” supaya saya duduk di lantai dekat dia bermain balok susun. Seringkali saya menolak karena sedang asyik kan.

    Dengan menutup akun fb maka saya tidak lagi menjawab anakku dengan jawaban singkat sambil senyum palsu yang penting anaknya senang. Tidak lagi jawab singkat padat sambil pikiran dan mata saya tertuju pada layar tabet saya.

    Mungkin kalau anak saya sudah masuk SD dia tidak akan butuh perhatian saya seperti saat ini selalu bermanja-manja dan mengajak saya selalu ikut aktivitas dia, mungkin nanti di masa depan malah saya merindukan saat-saat anak saya selalu nempel seperti perangko 🙂 .

    Baca juga: 5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya

     

    Sesuai judul postingan ini, apa yang terjadi setelah 1,5 bulan saya menutup akun Facebook?:

    ●》 hidup (keseharian) saya jadi lebih rileks, tidak melulu tergoda lagi untuk buka tablet dan cek fb, untuk kepoin aktifitas si a, b, c dan seterusnya.
    ●》 punya waktu lebih banyak untuk bermain bersama anak.
    ●》 punya waktu lebih banyak untuk membaca blog-blog orang lain.
    ●》 punya waktu lebih banyak untuk membaca koran atau majalah.
    ●》 punya waktu lebih banyak untuk beberes rumah.
    ●》 punya waktu lebih banyak untuk beresin dua balkon rumah yang kini berantakan karena sudah musim gugur.
    ●》 tidak punya beban untuk membalas pesan inbox si a, b, c dan seterusnya, kalau pesan di email akan saya balas saat saya didepan komputer, atau saat suasana hati saya sedang baik.
    ●》 punya waktu lebih banyak untuk menyelesaikan draft blog yang kini sudah ada 40 haha. Saya sering sekali dapat ide ini itu, pengen nulis ini itu. Cari beberapa sumber tulisan eh ko malah kepikiran tema lain dan lagi lagi mencari sumber tulisannya. Saya beberapa kali mengatakan ke pembaca blog kalau saya tidak menerima permintaan untuk membahas suatu topik karena draft blog saya saja sudah 40 biji 😀 .

    Jadi buat kalian yang berteman dengan saya di Fb kalau kalian tidak menemukan saya lagi di kolom pencarian, sudah tahu jawabannya ya. Kalian yang berteman dengan saya kalau lihat id emaknya benjamin kini tanpa foto dan kalau di klik ada keterangan akun di deaktivasi, begini teksnya:

    Account Inactive
    Close This account has been deactivated. Only you can see Emaknya on your friends list.
    You have the option to unfriend Emaknya.

    kalian bisa hapus nama saya ko.

    Buat teman-teman terdekat saya seperti biasa kalian bisa menyapa saya via email, atau teman-teman dengan status apapun kita tetap bisa kita saling menyapa lewat komen blog atau email, dan di blog saya ada halaman kontak menuju ke email saya. Saya berusaha balas saat saya didepan komputer, saat anak saya tidur atau sedang asyik bermain. Mohon maaf kalau lama dibalas ya 😉 .

     

    Kalau suka dengan artikel ini, bagikan ke teman-temanmu ya.
    Tidak sampai 10 detik ko untuk menekan tombol share dibawah ini.
    Because share is care! – Terima kasih 🙂

     

  • 5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya

    5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya

    5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya. Halo para pembaca yang setia, siapa yang jaman sekarang tidak terhubung dengan sosial media?. Pasti dong entah punya akun facebook, twitter, Instagram dll. Pada kesempatan ini saya mau membahas sedikit mengenai intrik di facebook.

    1. Minta Vote teman

    Dulu saya senang hati melakukan permintaan teman untuk vote mereka dalam berbagai ajang di facebook, entah anak teman ikut kontes atau teman facebook saya yang ikutan berbagai kontes. Namun sejak suami tercinta memberitahukan ada hal terselubung dibalik vote begitu ya saya jadi sangat hati-hati dan pilih-pilih siapa yang saya akan vote. Saya akan baca baik-baik ketentuan sampai akhir klik nya.

    Hal terselubung yang seringnya di abaikan pengguna facebook adalah vendor/pemilik konten yang menyelenggarakan ajang vote akan meminta data-data kita. Coba perhatikan kalimat pada foto dibawah ini:

    5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya. penyelenggara yang bikin ajang kontes di facebook yang minta vote akan mendapatkan biodata facebook kita, dari profile, data teman hingga email kita
    penyelenggara yang bikin ajang kontes di facebook yang minta vote akan mendapatkan biodata facebook kita, dari profile, data teman hingga email kita

    Baca juga: Kesal dimasukkan ke Grup di Facebook, Ini Cara Keluarnya

     

    Kalau kita klik okay, maka penyelenggara kontes tersebut kita berikan akses bebas untuk dapat melihat biodata kita, mulai profile kita, daftar teman dan email kita. Data-data yang mereka peroleh tentu saja secara gratis, akan dipakai untuk kepentingan yang kita tidak tahu, kemungkinan besar buat periklanan atau dijual.

    Ada pula ajang kontes minta vote yang mengajak si pemberi vote untuk ikutan daftar atau membuat akun dulu di website penyelenggara barulah bisa vote teman kita. Padahal saya cuma ingin membantu teman, bantuin nge-vote dia, tapi kalau disuruh ikutan daftar jadi member, ya tidak jadi deh nge-votenya, sorry ya friend bukannya tidak mau bantu namun saya tidak berminat jadi membernya 🙁 .

     

    2. Kuis-kuis

    Belakangan makin banyak lagi kuis-kuis keluar, malah sekarang banyak yang dalam bahasa Indonesia. Pengguna makin senang dong jadi makin paham karena dalam bahasa kita. Saya masih ingat yang lumayan sering muncul di feed FB saya adalah tebak wajah mirip selebritis atau kuis tebak umur. Yang umur asli 30 tahun hasil kuis penampilan wajah umur 20, pemikiran umur 40, siapa yang tidak senang hasilnya manis begitu, wajah awet muda, pemikiran dewasa.

    Seberapa dari kalian yang ikutan kuis memperhatikan kalau pemilik konten merampas banyak sekali data pengguna kuisnya?. Kalau contoh konten minta vote diatas hanya minta profile pic, daftar teman dan email, nah konten kuis-kuis an lebih dahsyat nyolongnya, minta data profile, daftar teman, timeline post, ulang tahun, riwayat pendidikan, kota kelahiran, kota tempat tinggal, foto dan like. Gila ya sampai like ternyata berguna juga di intip loh.

    Konten kuis ini lebih dahsyat minta data kita, semuanya bisa dilihat si pembuat app kalau kita sudah klik okay
    Konten kuis ini lebih dahsyat minta data kita, semuanya bisa dilihat si pembuat app kalau kita sudah klik okay

     

    Mereka yang ikutan kuis, saya yakin jarang yang memperhatikan hal ini, mereka akan klik lanjut, lanjut dan klik okay terus sampai pertanyaan kuis keluar. Tanpa sadar kita sudah memberikan izin/akses sebebasnya bagi pemilik konten untuk melihat data-data kita, tentu saja data-data kita mereka dapatkan secara gratis, toh kita sudah klik okay sampai akhir.

     

    3. Akun tidak keurus jadi sarang tag porno dan jualan

    Si pemilik akun kemungkinan besar tidak pernah membuka akunya lagi. Seram sekali melihat foto-fotonya, saya jadi kena tag foto-foto syur porno, langsunglah saya unfriends. Saya iseng cek profilenya ternyata si pemilik akun ada 6 anggota keluarga yang berteman, saya ko mikirnya kenapa keluarga atau teman dekat tidak memberitahukan ke pemilik akun untuk buka fb dia dan hapus konten dewasa/konten porno tersebut?. Adik saya pernah juga kena model konten dewasa begitu, kebetulan saya pas online jadi langsung saya beritahu dia. Hapus menghapus konten biasanya bisa dilakukan melalui komputer, jadi sayalah yang menghapus konten tidak pantas di akun adikku.

    Tag jualan sering menjengkelkan juga. Asal tag-tag barang dagangan, bikin kalimat: kalau tidak suka silakan untag sendiri ya.. yee sudah nge-tag sembarangan trus kasih kerjaan ke pemilik akun untuk ngapus tag nya. Saya sudah mengatur setting akun saya, akan di tahan dulu tag nya sampai saya setujui baru muncul di timeline saya.

    Kalau saya kesal karena bolak balik di tag, sebelum saya remove tag (hapus tag) akan saya klik report post.

    Kalau saya kenal baik yang punya akun, akan saya sindir saja, “.. hati-hati kalau nge-tag, jangan sembarangan dan jangan kebanyakan, kalau orang tidak suka bisa dilaporkan postinganmu“. Trus dia bilang: “.. iya kak dari 50 ku tag sekarang sisa 43 kemana ya sisanya?” . ” .. Salah satu nya saya remove tag sendiri, karena saya tidak bisa beli jualanmu, kan saya di LN ngapain pula ikut di tag? 😛 “tapi tenang saja kali ini saya tidak klik report post ko” 🙂 senyum manis menjawab dia.

     

    4. Nge-like, nge-tag, nge-share, komen

    Kalau kamu tidak mengatur/melakukan perubahan apapun pada data setting FB, maka setiap kali kamu nge-like, nge-tag, komen dll, aktifitas kamu tersebut akan muncul di feed teman-temanmu.

    Saya : sis bagaiman pesanmu sudah dibalas si C?
    Teman : belum tuh, sibuk kali, biarinlah. Siapa tahu dia tidak mau jual
    Saya : Sibuk apaan?, wong dia tiap 5 menit nge-like, nge-share, nge-tag macam-macam konten di fb ko. Kerja kantoran sih, bilang sibuk ini itu, tidak ada waktu ini itu, nyatanya ngelike dan fb an sempat tuh.

    Makanya ya kalau kamu ngaku sibuk, jangan sekali-kali aktif di sosmed (FB) karena bakalan ketauan. Apalagi kalau misal berteman dengan bos, manager atau rekan kantor. Ngaku sibuk tapi keliatan loh aktifitas kamu di FB 😆 . Kecuali kalau dilakukan saat jam istirahat ya wajar saja, toh aktifitas ngelike, nge-tag, komen dll ada ketauan jam nya juga loh.

     

    5. Jual Beli like

    Pernah lihat status atau konten begini : “Katakan amin dan berikan like supaya si adik A sembuh dari sakitnya”. “Berikan like supaya bapak dari adik B berhenti merokok“. “Berikan like supaya C yang meninggal karena kecelakan masuk surga“. Sadis ya foto-foto orang sekarat bahkan yang meninggal di umbar di sosmed. Saya sering bertanya-tanya apakah keluarga yang kemalangan tahu kalau foto-fotonya dipergunakan di sosmed?.

    Atau “..klik gambar ini dan lihat apa yang akan terjadi” .. ting tong ternyata kamu masuk jebakan betmen haha tidak ada apapun yang terjadi 😛 .

    Saya pernah baca artikel (sayang lupa simpan linknya) kalau minta like atau komen adalah penipuan (scam). Like yang diperoleh akan dikumpulkan dan diperjual belikan. Halaman fan page nya setelah like banyak sekali terkumpul akan berubah jadi fan page bisnis. Komennya tidak penting yang penting adalah jumlah likenya. Semakin banyak like semakin banyak duit yang akan dihasilkan.

    Kalau kamu tidak percaya silakan cari di google masukkan kata kunci : jual beli like facebook akan keluar banyak sekali informasinya.

    Saya pernah lihat mamaku dan sodaraku ada yang ikutan komen-komen dan nge-like. “Aminn semoga lekas sembuh ya“, begitu tulis mamaku tercinta. Makkk tidak perlu bilang amin ke konten begitu ya, itu bohongan loh! 😆 .

    Pernah juga mamakku lapor “kenapa nih tablet mama katanya kena virus, banyak halaman terbuka“. Nah loh kan makanya jangan sembarangan klik link yang judulnya membuat penasaran, ujungnya jebakan betmen.

  • Kesal dimasukkan ke Grup Facebook Ini Cara Keluarnya

    Kesal dimasukkan ke Grup Facebook Ini Cara Keluarnya

    Apakah kamu pernah dimasukkan ke grup tanpa persetujuanmu?. Kalau dimasukan ke milis dulu sekali saya pernah. Kesal karena merasa tidak pernah daftar dan saya tidak tahu siapa yang sudah memasukkan saya ke grup tersebut :/ .

    Nah kemarin saya dimasukkan ke grup di facebook. Namanya Ninja~Saga-Sejati . Sampai detik ini saya tidak tahu itu grup apaan dan untuk tujuan apa dibuat. Isinya orang-orang yang marah-marah karena dimasukkan kesana, dan mereka semua minta dikeluarkan.

    Kesal dimasukkan ke Grup Facebook Ini Cara Keluarnya. Kesal karena saya dimasukkan ke grup yang tidak jelas grup apaan. Apa ada virus di FB yang bisa add otomatis ya?
    Kesal karena saya dimasukkan ke grup yang tidak jelas grup apaan. Apa ada virus di FB yang bisa add otomatis ya?

     

    Saya kasih tahu ya, walaupun kamu marah-marah tulis ditimeline grup tidak akan ditanggapi.

    Jadi kita yang harus keluar sendiri 😉 .

    Cara keluar dari grup di facebook :
    • Masuk ke tampilan depan grup tersebut (timeline).
    • Bagian atas kanan ada teks Joined/bergabung.
    • Setelah klik teks joined akan ada pilihan unfollow group dan leave grup, silakan pilih salah satu.
    • Akan muncul konfirmasi leave this group? (tinggalkan grup ini ?) klik kotak kecil dibawahnya.
    • klik kotaknya mencegah anggota lain memasukkan kamu kembali ke grup tersebut.
    • Langkah terakhir klik kotak kanannya yang teks Leave group.
    • Ketika akan meninggalkan grup kamu bisa melaporkan grup tersebut juga, kalau benar-benar grup tersebut tidak ada gunanya, tidak jelas grup apa.

    Kesal dimasukkan ke Grup di Facebook Ini Cara Keluarnya. Di tampilan depan grup lihat bagian atas kanan ada tulisan join, klik nanti pilih tinggalkan grup
    Di tampilan depan grup lihat bagian atas kanan ada tulisan join, klik nanti pilih tinggalkan grup

     

    Kesal dimasukkan ke Grup di Facebook Ini Cara Keluarnya. klik kotaknya Mencegah anggota lain menambahkan Anda kembali ke grup ini. Klik laporkan grup juga yaa
    klik kotaknya Mencegah anggota lain menambahkan Anda kembali ke grup ini. Klik laporkan grup juga yaa

     

    Itu grup Ninja gile bener waktu saya mau keluar saya sempat potret, member awal 38 ribu ada penambahan 6 ribu, 24 jam kemudian menjadi 209.000 member.

    Entahlah apa ini termasuk salah satu virus di facebook juga? saya tidak kenal yang memasukkan saya ke grup, dan saya yakin ybs juga tidak tahu kalau akun FB dia memasukkan banyak orang ke grup tidak jelas. Saya tahu karena saya pas cek notif fb.

    Kalau ada yang dimasukkan ke grup ninja saga tersebut, tolong laporkan juga (report group).

     

    Update 30.12.2015. Tulisan saya ini menjadi hits hehe. Ternyata lagi mewabah tahun 2015 ini banyak grup fiktif dan isinya tidak jelas yang bisa memasukkan banyak sekali member. Kalau kamu sudah berulang kali dimasukkan ke banyak grup. Cobalah keluar dari FB mu (sign out) lalu masuk lagi (login) dan ganti password kamu. Lakukan penggantian password secara berkala misal sebulan sekali untuk mencegah kena hack.

    Kalau kamu si tukang memasukkan orang ke grup lalu teman-temanmu kesal dan unfriend kamu (kasihan banget haha) padahal kamu tidak melakukannya, bisa jadi akunmu dikendalikan mesin (virus). Cara mengatasinya sama seperti diatas keluar dari FB mu (sign out) lalu masuk lagi (login) dan ganti password kamu. Lakukan penggantian password secara berkala misal sebulan sekali untuk mencegah kena hack.

     

    Baca juga:
    Apa yang Terjadi setelah 1,5 bulan saya tutup Akun Facebook?
    Hati–Hati Upload Foto Pribadi di Media Sosial

     

    Kalau suka dengan artikel ini, bagikan ke teman-temanmu ya.
    Tidak sampai 10 detik ko untuk menekan tombol share dibawah ini.
    Because share is care! – Terima kasih 🙂

     

  • Fenomena Gonta Ganti Status Hubungan di Facebook

    Fenomena Gonta Ganti Status Hubungan di Facebook

    Fenomena Gonta Ganti Status Hubungan di Facebook. Siang ini ketika membuka account Facebook (FB) saya, ada yang membuat saya tersenyum senyum sendiri dan tentunya bertanya-tanya karena di beberapa milis yang saya ikutipun pernah dibahas mengenai fenomena ini, sehingga akhirnya saya menuangkan pertanyaan atau pemikiran saya mengenai fenomena seringnya mengganti status hubungan di situs pertemanan.

    Fenomena Gonta Ganti Status Hubungan di Facebook

    Saya menemukan paling tidak ada 5 teman dari 185 teman yang saya miliki pada hari ini mengganti status hubungan mereka:
    1. Married
    2. Yang Single berubah menjadi “In The Relationship
    3. Yang sudah in the relationship kemudian berubah menjadi “Ended Their Relationship
    4. Ada lagi “Open Relationship

    Baca juga: Kumpulan Artikel Relationships – Percintaan

    Namun sejauh ini saya belum menemukan dari status yang menikah berubah menjadi “ended their married (alias divorced)” Semogah semua teman-teman yang saya miliki mempunya pernikahan yang langgeng sampai maut memisahkan keduanya (sound so romantic hehehehe).

    Ada yang dalam beberapa minggu sedang happy – happy nya menemukan seorang kekasih sehingga hampir semua isi wall nya adalah tentang kebahagian kedua sejoli tersebut, namun tragisnya dalam beberapa minggu berikutnya tidak sampai hitungan bulan statusnya berubah menjadi “ended their relationship” dan tidak perlu pakai hitungan bulan tiba-tiba statusnya berubah lagi dari single menjadi “in the relationship with …

    Saya hanya bisa tersenyum senyum sendiri, ya memang bukan urusan saya tentunya ketika seseorang ingin berganti ganti status hubungan mereka, disini saya hanyalah menjadi seorang penonton atau pengamat fenomena tersebut seperti ketika saya menonton acara infotaimen yang isinya tentang para artis yang seringkali berganti ganti pasangan, dan saya melihat ternyata banyak loh teman-teman saya yang jadi seperti artis juga hehehehe. 😀

    An open relationship”, walaaahhh apa lagi istilah ini?
    Sejak bergabung dengan FB saya baru mengetahui istilah ini dan ada juga teman saya yang membuat status dia dengan istilah tersebut. Apakah mereka tahu dengan istilah tersebut? Saya penasaran mencari tahu artinya …

    Tentunya istilah tersebut umum di Negara-negara barat, berdasarkan penelusuran saya di internet, ada istilah “Open Marriage, Open Relationship” Wah saya pikir hanya ada “Open relationship” ternyata ada pula “Open Marriage” .. kacau beliau … hehehehe .. kenapa kacau? .. Mari lihat alasannya .. Kalau hubungan terbuka tanpa status gitu tepat kah dibilangnya? ko ada yang mau ya hubungan tanpa status yang jelas?, atau ada juga istilah HTS hubungan tanpa status tapi berkomitmen? Ha sudah jelas tanpa status tapi diminta komitmen? LOL 🙂 .

    Menurut Yahoo Answer : An open relationship denotes a relationship (usually between two people) in which participants are free to have other partners; if the couple making this agreement are married, it is an open marriage.”

    It probably means that your two friends are sleeping together (or with whoever) but it’s nothing serious.”

    Dan menurut wikipedia istilah open relationship” mungkin mengacu ke istilah “O.R.F.F.s” (open relationship friends forever), atau bisa juga istilahnya “B.F.F.” “best friends forever.” Waahhhh!!! Kalau begitu mengapa harus dalam suatu hubungan kalau ingin hanya sekedar sebagai “Teman baik selamanya” dan tidak ada sesuatu yang serius???.

    Kesimpulannya menurut saya “Open relationship” dua orang yang lain jenis yang sedang dalam suatu hubungan/pacaran namun keduanya tidak saling terikat, artinya kalau masing-masing mereka kedepannya menemukan orang lain yang lebih baik ya tentunya pasangan yang sekarang tidak berhak marah. Jadi buat apa pacaran dong? Hanya kalian-kalian yang menganut paham ini bisa menjelaskan.

    Terjawab sudah rasa penasaran saya akan istilah diatas 🙂 🙂

    Baca juga: 5 Fakta Facebook yang Kadang diabaikan Penggunanya

error: Content is protected !!