5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya

5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya. Halo para pembaca yang setia, siapa yang jaman sekarang tidak terhubung dengan sosial media?. Pasti dong entah punya akun facebook, twitter, Instagram dll. Pada kesempatan ini saya mau membahas sedikit mengenai intrik di facebook.

1. Minta Vote teman

Dulu saya senang hati melakukan permintaan teman untuk vote mereka dalam berbagai ajang di facebook, entah anak teman ikut kontes atau teman facebook saya yang ikutan berbagai kontes. Namun sejak suami tercinta memberitahukan ada hal terselubung dibalik vote begitu ya saya jadi sangat hati-hati dan pilih-pilih siapa yang saya akan vote. Saya akan baca baik-baik ketentuan sampai akhir klik nya.

Hal terselubung yang seringnya di abaikan pengguna facebook adalah vendor/pemilik konten yang menyelenggarakan ajang vote akan meminta data-data kita. Coba perhatikan kalimat pada foto dibawah ini:

5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya. penyelenggara yang bikin ajang kontes di facebook yang minta vote akan mendapatkan biodata facebook kita, dari profile, data teman hingga email kita

penyelenggara yang bikin ajang kontes di facebook yang minta vote akan mendapatkan biodata facebook kita, dari profile, data teman hingga email kita

Baca juga: Kesal dimasukkan ke Grup di Facebook, Ini Cara Keluarnya

 

Kalau kita klik okay, maka penyelenggara kontes tersebut kita berikan akses bebas untuk dapat melihat biodata kita, mulai profile kita, daftar teman dan email kita. Data-data yang mereka peroleh tentu saja secara gratis, akan dipakai untuk kepentingan yang kita tidak tahu, kemungkinan besar buat periklanan atau dijual.

Ada pula ajang kontes minta vote yang mengajak si pemberi vote untuk ikutan daftar atau membuat akun dulu di website penyelenggara barulah bisa vote teman kita. Padahal saya cuma ingin membantu teman, bantuin nge-vote dia, tapi kalau disuruh ikutan daftar jadi member, ya tidak jadi deh nge-votenya, sorry ya friend bukannya tidak mau bantu namun saya tidak berminat jadi membernya 🙁 .

 

2. Kuis-kuis

Belakangan makin banyak lagi kuis-kuis keluar, malah sekarang banyak yang dalam bahasa Indonesia. Pengguna makin senang dong jadi makin paham karena dalam bahasa kita. Saya masih ingat yang lumayan sering muncul di feed FB saya adalah tebak wajah mirip selebritis atau kuis tebak umur. Yang umur asli 30 tahun hasil kuis penampilan wajah umur 20, pemikiran umur 40, siapa yang tidak senang hasilnya manis begitu, wajah awet muda, pemikiran dewasa.

Seberapa dari kalian yang ikutan kuis memperhatikan kalau pemilik konten merampas banyak sekali data pengguna kuisnya?. Kalau contoh konten minta vote diatas hanya minta profile pic, daftar teman dan email, nah konten kuis-kuis an lebih dahsyat nyolongnya, minta data profile, daftar teman, timeline post, ulang tahun, riwayat pendidikan, kota kelahiran, kota tempat tinggal, foto dan like. Gila ya sampai like ternyata berguna juga di intip loh.

Konten kuis ini lebih dahsyat minta data kita, semuanya bisa dilihat si pembuat app kalau kita sudah klik okay

Konten kuis ini lebih dahsyat minta data kita, semuanya bisa dilihat si pembuat app kalau kita sudah klik okay

 

Mereka yang ikutan kuis, saya yakin jarang yang memperhatikan hal ini, mereka akan klik lanjut, lanjut dan klik okay terus sampai pertanyaan kuis keluar. Tanpa sadar kita sudah memberikan izin/akses sebebasnya bagi pemilik konten untuk melihat data-data kita, tentu saja data-data kita mereka dapatkan secara gratis, toh kita sudah klik okay sampai akhir.

 

3. Akun tidak keurus jadi sarang tag porno dan jualan

Si pemilik akun kemungkinan besar tidak pernah membuka akunya lagi. Seram sekali melihat foto-fotonya, saya jadi kena tag foto-foto syur porno, langsunglah saya unfriends. Saya iseng cek profilenya ternyata si pemilik akun ada 6 anggota keluarga yang berteman, saya ko mikirnya kenapa keluarga atau teman dekat tidak memberitahukan ke pemilik akun untuk buka fb dia dan hapus konten dewasa/konten porno tersebut?. Adik saya pernah juga kena model konten dewasa begitu, kebetulan saya pas online jadi langsung saya beritahu dia. Hapus menghapus konten biasanya bisa dilakukan melalui komputer, jadi sayalah yang menghapus konten tidak pantas di akun adikku.

Tag jualan sering menjengkelkan juga. Asal tag-tag barang dagangan, bikin kalimat: kalau tidak suka silakan untag sendiri ya.. yee sudah nge-tag sembarangan trus kasih kerjaan ke pemilik akun untuk ngapus tag nya. Saya sudah mengatur setting akun saya, akan di tahan dulu tag nya sampai saya setujui baru muncul di timeline saya.

Kalau saya kesal karena bolak balik di tag, sebelum saya remove tag (hapus tag) akan saya klik report post.

Kalau saya kenal baik yang punya akun, akan saya sindir saja, “.. hati-hati kalau nge-tag, jangan sembarangan dan jangan kebanyakan, kalau orang tidak suka bisa dilaporkan postinganmu“. Trus dia bilang: “.. iya kak dari 50 ku tag sekarang sisa 43 kemana ya sisanya?” . ” .. Salah satu nya saya remove tag sendiri, karena saya tidak bisa beli jualanmu, kan saya di LN ngapain pula ikut di tag? 😛 “tapi tenang saja kali ini saya tidak klik report post ko” 🙂 senyum manis menjawab dia.

 

4. Nge-like, nge-tag, nge-share, komen

Kalau kamu tidak mengatur/melakukan perubahan apapun pada data setting FB, maka setiap kali kamu nge-like, nge-tag, komen dll, aktifitas kamu tersebut akan muncul di feed teman-temanmu.

Saya : sis bagaiman pesanmu sudah dibalas si C?
Teman : belum tuh, sibuk kali, biarinlah. Siapa tahu dia tidak mau jual
Saya : Sibuk apaan?, wong dia tiap 5 menit nge-like, nge-share, nge-tag macam-macam konten di fb ko. Kerja kantoran sih, bilang sibuk ini itu, tidak ada waktu ini itu, nyatanya ngelike dan fb an sempat tuh.

Makanya ya kalau kamu ngaku sibuk, jangan sekali-kali aktif di sosmed (FB) karena bakalan ketauan. Apalagi kalau misal berteman dengan bos, manager atau rekan kantor. Ngaku sibuk tapi keliatan loh aktifitas kamu di FB 😆 . Kecuali kalau dilakukan saat jam istirahat ya wajar saja, toh aktifitas ngelike, nge-tag, komen dll ada ketauan jam nya juga loh.

 

5. Jual Beli like

Pernah lihat status atau konten begini : “Katakan amin dan berikan like supaya si adik A sembuh dari sakitnya”. “Berikan like supaya bapak dari adik B berhenti merokok“. “Berikan like supaya C yang meninggal karena kecelakan masuk surga“. Sadis ya foto-foto orang sekarat bahkan yang meninggal di umbar di sosmed. Saya sering bertanya-tanya apakah keluarga yang kemalangan tahu kalau foto-fotonya dipergunakan di sosmed?.

Atau “..klik gambar ini dan lihat apa yang akan terjadi” .. ting tong ternyata kamu masuk jebakan betmen haha tidak ada apapun yang terjadi 😛 .

Saya pernah baca artikel (sayang lupa simpan linknya) kalau minta like atau komen adalah penipuan (scam). Like yang diperoleh akan dikumpulkan dan diperjual belikan. Halaman fan page nya setelah like banyak sekali terkumpul akan berubah jadi fan page bisnis. Komennya tidak penting yang penting adalah jumlah likenya. Semakin banyak like semakin banyak duit yang akan dihasilkan.

Kalau kamu tidak percaya silakan cari di google masukkan kata kunci : jual beli like facebook akan keluar banyak sekali informasinya.

Saya pernah lihat mamaku dan sodaraku ada yang ikutan komen-komen dan nge-like. “Aminn semoga lekas sembuh ya“, begitu tulis mamaku tercinta. Makkk tidak perlu bilang amin ke konten begitu ya, itu bohongan loh! 😆 .

Pernah juga mamakku lapor “kenapa nih tablet mama katanya kena virus, banyak halaman terbuka“. Nah loh kan makanya jangan sembarangan klik link yang judulnya membuat penasaran, ujungnya jebakan betmen.

Advertisements
Advertisements

67 Comments

  1. febriminato January 15, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 15, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 15, 2016
  2. febriminato January 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 14, 2016
      • febriminato January 14, 2016
        • Emaknya Benjamin br. Silaen January 14, 2016
          • febriminato January 14, 2016
          • libertoaminwp January 14, 2016
  3. Liberto Amin January 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 14, 2016
      • Liberto Amin January 14, 2016
  4. fanny fristhika nila January 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 14, 2016
  5. cumilebay.com January 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 13, 2016
  6. Melissa Octoviani January 12, 2016
  7. ysalma January 12, 2016
  8. febriminato January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 13, 2016
      • febriminato January 13, 2016
  9. adelinatampubolon January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 13, 2016
  10. jampang January 12, 2016
  11. galuhluhga January 12, 2016
  12. denaldd January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 12, 2016
  13. Arman January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 12, 2016
  14. mrspassionfruit January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 12, 2016
  15. mayang_koto January 12, 2016
  16. Oma Kiarra January 12, 2016
  17. winnymarlina January 12, 2016
  18. Ira January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 12, 2016
  19. shiq4 January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 12, 2016
  20. ameliatanti January 12, 2016
  21. Ria Angelina January 12, 2016
  22. gustina January 12, 2016
  23. joeyz14 January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 12, 2016
  24. adhyasahib January 12, 2016
  25. dani January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 12, 2016
      • dani January 12, 2016
  26. Rideralam January 12, 2016
  27. Bibi Titi Teliti January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 12, 2016

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: