Tag: kehidupan di Jerman

  • Konflik Rumah Tangga di Jerman

    “.. Kalau kamu minum alkohol, kenapa saya tidak boleh?, kalau kamu sendiri merokok kenapa melarang saya merokok?, apa kamu boleh melakukan semuanya karena kamu kepala rumah tangga?”.

    Itulah sepenggal kalimat pertengkaran rumah tangga di Jerman, yang saya lihat sendiri untuk pertama kalinya.

    Sebelumnya saya cerita kalau suami saya (Frank) dan saya, kami akan liburan tahun baru ke Black Forest di Freiburg. Karena lokasinya berdekatan dengan rumah sahabat suami di Emmendingen, maka kami berkunjung dulu kesana. Malam tahun barupun kami lewati bersama keluarga teman suami saya tersebut.

    Sebut saja teman suami saya namanya Doni, dan si wanita bernama Nancy (keduanya nama samaran ya). Jadi keduanya sudah lama tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan. Jangan heran di Jerman hal semacam ini adalah sah-sah saja. Keduanya sudah pernah menikah kemudian berpisah dan mereka mempunya anak-anak dari pasangan mereka masing-masing, tapi anak-anak tidak tinggal bersama mereka.

    Doni dan Nancy baru mempunyai anak, usianya enam bulan. Karena hal ini juga kenapa suami dan saya mengunjungi mereka. Doni dan Nancy sama-sama seorang peminum, tiap hari berbotol-botol bir mereka habiskan bersama. Bir sudah ibarat air putih buat mereka (termasuk untuk sebagian besar orang Jerman). Selain bir, mereka berdua seorang perokok berat. Rokoknya yang kretek yang di linting sendiri pas mau ngerokok. Bau rokoknya bener-bener bisa sesak :(. Untunglah suami dan saya menginap di hotel.

    Hari pertama, kalau merokok mereka akan ke kamar mandi, karena alasan ada putra mereka yang masih bayi, masah iya mau di kasih hisap racun?. Jadi mereka bolak balik ke kamar mandi untuk merokok, kamar mandinya ada ventilator, mesin pengisap udara.

    Tadinya Frank dan saya mau jalan-jalannya tanggal 1 Januari. Paginya kira-kira jam 10 kami mampir ke rumah Doni, hanya untuk bilang „..selamat pagi“, dan berniat langsung pergi ke Black Forest. Ternyata Doni bilang kami harus makan siang bersama, karena sudah dipersiapkan.

    Frank dan Doni bilang mau pergi setengah jam, ini sudah satu jam belum balik-balik. Katanya mau isi bensin, beli 1 krat bir dan 2 botol wine, dekat rumah. Si bayi menangis terus, si Nancy mulai senewen dan bicara macam-macam (masih saya anggap wajar).

    Beberapa kali saya dengar bunyi sepatu suami, saya merasakan itu dia, tapi ko ga muncul-muncul di pintu ..

    Nah entah ada angin apa, entah kesambet setan mana, si Nancy ko mulai nyerocos mengatakan berbagai hal. Mulai dari ngedumel omanya Doni yang berkunjung tiap hari tapi tidak mau ngobrol dengan dia, lalu bayinya mulai nangis, ya saya gendong deh sambil berusaha menenangkan. Anaknya nangis, membuat si Nancy sedih, ya wajarlah, sama seperti adik saya di Jakarta, kalau anaknya menangis melulu malah ibunya ikutan nangis. Saya belum tahu ya soalnya kan belum punya bayi :D.

    Ketika di hotel, baru suami cerita, sebenarnya dia dan Doni pergi tidak lama, lalu mereka mampir ke tetangga dan ngobrol lama disana, si Doni merokok dan minum bir bersama si tetangga.

    Nancy membuka 1 botol wine yang baru di beli, saya di kasih satu gelas, Frank tidak minum karena nantinya harus menyetir mobil. Nancy terus bicara dan bicara makin ngelantur, betapa dia lelah menggurus bayi sekaligus rumah tangga. Doni yang awalnya heran pulang ko disemprot malah terpancing dan membalas perkataan Nancy, lah mereka jadi adu mulut. Padahal pas Doni mau pergi, Nancy memeluk dan mencium mesra Doni loh!.

    Wine saya sudah habis, begitu pula si Nancy dan dia meraih botol wine kembali untuk menuangkan ke gelas dia dan saya. Tiba-tiba botol wine di rampas Doni, maksudnya supaya Nancy berhenti minum. Nancy bilang “kalau begitu kamu juga jangan minum bir”. Mereka berdua berebutan botol bir dan akhirnya tumpahlah dan berantakan.

    Saya katakan ke Nancy, saya tidak minum lagi, satu gelas cukup. Saya rampas botol wine yang dipegang Nancy dan dan bergegas berlari ke kamar mandi dan akhirnya bisa mengunci pintunya. Lalu saya buang isi botol ke dalam kakus.

    Saya kembali ke ruang tamu, ternyata Doni dan Nancy merokok di depan bayi mereka. Walaupun jendela dibuka, tetap saja asap dari rokok membuat sesak. Frank dan saya sudah mencoba melarang tapi apa mau dikata mereka tidak mendengarkan kami.

    Doni dan Nancy tidak bekerja. Doni sudah pensiun dini, karena kesehatannya tidak mendukung lagi untuk bekerja, padahal usianya belum 50 tahun. Jadi tiap bulan Doni sudah dapat uang pensiun.

    Nancy kelahiran tahun 79, dulu dia pernah mengikuti kuliah tapi tidak selesai karena ketergantungannya pada alkohol. Dia pernah bekerja tapi tidak lama, apa lagi kalau bukan karena alkohol. Nancy sudah pernah masuk rumah sakit untuk rehabilitasi karena ketergantungan alkohol, sayangnya dia mengulang lagi dan lagi kembali ke alkohol, walaupun dia sering berjanji pada Doni untuk berhenti minum, ternyata sampai sekarang belum terlaksanakan.

    Nancy sering berurusan dengan polisi karena kalau mabuk sering bikin ulah di lingkungannya, tetangga melapor sehingga datang polisi. Doni menunjukkan ke Frank surat dari polisi. Beberapa waktu lalu Nancy berkelahi dengan tiga polisi, dan beberapa surat lain yang mengenai masalah mereka.

    Karena tidak jadi ke Black Forest maka suami mengajak saya berkeliling sekitar rumah Doni, supaya bisa melihat pemandangan sekitar. Walau dalam keadaan mabuk, Nancy ikut serta, begitu juga dengan bayinya.

    Sepanjang jalan Nancy menceritakan keburukan-keburukan Doni. Sambil terhuyung-huyung dia mendorong kereta bayinya. Frank juga mendorong keretanya, tangan kanan Nancy menggengam erat lengan kiri Frank. Frank bilang semoga Nella tidak cemburu, ko cemburu dengan orang mabuk toh :D.

    Kira-kira 500 meter dari rumahnya, Nancy berhenti, dan memencet bel, dia bilang itu rumah temannya, lalu temannya berbicara melalui radio penghubung di pintu. Nancy bertanya “ada bir atau wine kah, Nella dan saya mau mampir dan nih” langsung saya bilang “ehh saya tidak mau minum loh! Hanya mau jalan-jalan sebentar keliling kompleks”.

    Seorang wanita paruh baya keluar, Frank kenal dengan wanita tersebut. Nancy tetap merengek minta bir atau wine. Frank dan wanita paruh baya tersebut bikin kode dengan mata, maksudnya supaya jangan sampai masuk rumah dan dikasih minum. Saya ajak Nancy jalan kembali sambil mendorong kereta bayi. Frank dan wanita paruh baya bersembunyi di balik tembok dan membahas mengenai keadaan Nancy. Nancy jadi marah, dan sambil terhuyung-huyung menghampiri mereka.

    Kami lanjut jalan lagi, di ujung jalan Nancy minta berhenti, dia bilang mau ambil jaketnya yang ada di rumah temannya, saya bilang saya tidak mau masuk. Nancy bilang jangan cerita ke Doni kalau dia mampir ke rumah temannya, nanti Doni marah. Akhirnya kami janjian bertemu dalam waktu 20 menit. Frank dan saya sambil mendorong kereta bayi, kami keliling kompleks. 20 menit kemudian kami kembali ke tempat sebelumnya untuk bertemu Nancy. 10 menit kami tunggu Nancy tidak kunjung tiba. Udara hari itu sangat dingin, angin bertiup kencang. Akhirnya kami kembali ke rumah Doni. Doni sedang mencuci piring dan merapikan rumah.

    Jam enam sore bel berbunyi, ternyata Nancy pulang, tapi tidak sendiri, dia datang bersama dua temannya, pria dan wanita. Si pria naik ke tangga rumah Doni dengan terhuyung-huyung dan bicara ngelantur, dia membawa dua botol wine. Si wanita tampaknya baik-baik saja. Nancy mabuk tingkat tinggi.

    Saya mengajak suami kembali ke hotel karena saya tidak suka berada dilingkungan orang-orang sedang mabuk. Keesokkan harinya Doni bilang kalau teman-teman Nancy baru pulang jam enam pagi, mereka bicara terus hingga pagi hari.

    Frank dan saya kira, Nancy hanya alasan saja mengatakan mau mengambil jaket dirumah teman, pasti dia minum bersama kedua orang tersebut. “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik”. Berteman dengan pemabuk ya jadi pemabuk juga deh kalau tidak kuat iman.

    Saya bilang ke suami saya, saya mau tulis apa di blog saya, saya sudah terlanjur cerita di blog kalau kita akan jalan-jalan ke Black forest, tapi saya hanya dapat foto penginapan dan beberapa foto di Emmendingen. Lalu suami bilang “ya sudah cerita saja mengenai kehidupan di Jerman ini”. Ah sebenarnya saya pengennya tulis yang indah-indah dan bagus loh.

    Frank dan Saya berfoto dengan Anak Teman Kami. Gendong anak Orang lain dulu siapa tahu ketularan bisa punya anak sendiri
    Frank dan Saya berfoto dengan Anak Teman Kami. Gendong anak Orang lain dulu siapa tahu ketularan bisa punya anak sendiri

     

    *Judul awal tulisan ini Gagal ke Black Forest, saya sadar sih ga nyambung dengan isinya, dikomentari juga oleh Bung Iwan jadi saya ubah judulnya, supaya pas dengan isinya ;-).

     

    Oh ya kartupos untuk beberapa sahabat blogger sudah saya kirimkan ya, tapi maafkan tidak dari Black Forest, namun saya kirim dari kantor pos dekat rumah ;-).

    Tulisan Terkini

  • Sumber Belajar Bahasa Jerman

    Sumber Belajar Bahasa Jerman

    Sumber Belajar Bahasa Jerman. Belajar bahasa Jerman selain kursus integrasi yang saya ikuti selama tiga jam setiap hari Senin sampai Kamis, saya juga belajar dari beberapa sumber (kalau lagi mood 😀 ) :

    Sumber Belajar Bahasa Jerman
    Bahasa Jerman Penting dipelajari (Foto: gettyimages)
    1. Website langenscheidt.de detailnya di http://www.langenscheidt-unterrichtsportal.de/berliner_platz_neu_1553.html disana ada pilihan „Lehren“ (pengajar) dan „Lernen“ (pelajar). di keduanya ada latihan-latihan bahasa Jerman mulai dari tingkat awal. Untuk latihan soalnya silakan klik http://xportal.langenscheidt.de/berlinerplatz Kita bisa langsung mendapat penilaian setelah mengerjakan latihan-latihannya. (Dikursus saya gunakan buku berlinerplatz1, baru tingkat awal, website tersebut di beritahukan guru kursus).

    2. Website http://www.girls4teaching.com lihat bagian bawah ada pilihan Free German Video Lesson dan Free German Written Lesson, tinggal mana yang mau kamu pelajari, bahasa pengantarnya bahasa Inggris.

    3. German.about.com http://german.about.com/od/vocabularytips/a/Learn-German-Greetings.htm pelajaran mulai tingkat dasar, Bahasa pengantarnya bahasa Inggris. Setelah selesai level satu tinggal klik level selanjutnya.

    4. Deutschewelle klik http://www.dw.de/dw/0,,9677,00.html pelajaran mulai tingkat dasar, dilengkapi audio MP3 jadi kita bisa mendengar suaranya. Bahasa pengantarnya bahasa Inggris (saya baru temukan link tersebut Jumat lalu).

    5. Kadang saya singgah ke blog http://syams.wordpress.com Walau blog tersebut tidak di update lagi sejak tahun 2006, namun isinya bagus sekali karena semua penjelasan dalam bahasa Indonesia.

    Kursus Integrasi yang saya ikuti, adalah kewajiban bagi orang asing yang menetap di Jerman. Walau saya sudah pernah belajar di Goethe ketika di Indonesia selama satu tahun level A1.1-A.1.3, namun disini saya mengulang lagi dari awal, jadi lebih refresh dan enak mengikuti pelajarannya. Ketika di Goethe, sempat dua minggu tidak ikut kelas karena ke Swiss, jadi bingung ngikutin pelajarannya, nah ketika di Jerman baru benar-benar mudeng nih ngelanjutin 😉 .

    Kursus Integrasi yang harus diikuti sebanyak 600 Jam dan ada lagi beberapa jam kursus Politik (belum mulai). Biaya kursus hanya 1 Euro/jam, karena selebihnya di support pemerintah, enak ya ;-). Kursus dari level awal A.1. Nantinya ketika lulus akan mendapat sertifikat level B1. Dengan level tersebut paling tidak kita sudah bisa cas cis cus dalam bahasa Jerman.

    Kenapa pemerintah Jerman, mengharuskan orang asing harus mengikuti kursus bahasa? Karena banyak .. banyak sekali orang asing (pendatang) berpuluh-puluh tahun menetap di Jerman tapi mereka tidak mau berbaur dengan masyarakat setempat dan tidak mau menggunakan atau belajar bahasa Jerman. Bukan mau rasis, ambil satu contoh orang-orang Turki, banyak sekali wanita Turki hanya tinggal di rumah dan bertugas mengurus rumah tangga dan menjaga anak, hanya mengetahui dua kata bahasa Jerman “Hallo dan auf wiedersehen” dan tidak belajar bahasa di mana mereka menetap.

    Baca juga :
    Belajar Bahasa Jerman – Deutsch lernen
    Belajar dan Ujian Bahasa Jerman
    Karakter Khusus Bahasa Jerman
    Banyak Makna “Bitte” (Bahasa Jerman)
    Terima Kasih dalam Bahasa Jerman
    Bahasa Jerman bermanfaat dipelajari, Mengapa?
    101 Tips Kuliah ke Jerman
    Orang Jerman itu ..

  • Culture Shock di Jerman

    Culture Shock di Jerman

    Culture Shock di Jerman. Pengalamanku 7 bulan ini menetap di Jerman:

    Beginilah Penampilan Pohon-pohon di Musim gugur. Kurpark, Bad Rappenau, Jerman. Culture Shock di Jerman
    Pohon-pohon di Musim gugur
    1. Buat sebagian besar kalangan, paling penting di Jerman adalah : bir, rokok dan judi. Puji Tuhan, suamiku tercinta jauh dari itu semua. Terakhir kali suami cerita, dulu dia punya pacar asal surabaya, ayah si wanita bilang “mau dengan anakku, jauhi minuman keras, jauhi judi” nah jadi beberapa waktu lalu frank mikir kalau orang indonesia tidak suka pasangannya berjudi, makanya frank tidak mau join dengan seseorang untuk beli lotere lotto mengingat istrinya asal Indonesia. Padahal yang saya kasih tahu ke frank adalah pemikiranku secara logika saja he-he-he bukan berdasarkan ras atau suku bangsa.
    2. Kalau ada yang minum bir, wine terlalu banyak, kemudian mereka mulai bicara banyak dan ketawa-ketawa tidak jelas. Omongan orang tersebut menyinggung kita, maka jangan ditanggapi dan dimasukkan ke hati, “..anggap saja orang mabok biasalah ngomong ngaco dan tidak dipikirin dulu“. Beberapa kali saya pikirin kenapa dia bicara begitu, bicara begini, malah saya jadi meratapi dan nangis sendiri, betapa bodohnya saya ini hahahaha ..
    3. Di Indonesia, saya berasal dari keluarga baik-baik, maksudnya dengan ayah, ibu, adik-adik lengkap baik dan lurus-lurus jalannya. Tiap minggu ke gereja, saya dan adik-adik sejak kecil terlibat pelayanan di gereja. Teman-teman saya adalah teman-teman gereja dan 4 orang sahabat dari kuliah.

    • Tiba di jerman, saya mulai terkejut, kenapa banyak pasangan hidup bersama tanpa menikah ? (dan terang-terangan), kenapa banyak anak hasil dari hubungan tidak kudus? Kenapa banyak pasangan sejenis tanpa ragu tampil di muka umum dan bermesraan.
    • Kenapa banyak anak-anak muda menenteng minuman keras di sudut-sudut jalan?. Kenapa banyak wanita muda yang hamil atau dengan bayi mereka dan si wanita tersebut merokok atau minum minuman keras saat hamil atau di depan anaknya? (maka tidak heran jika anak muda (abg) merokok dan menengak minuman keras). Kenapa banyak yang tidak percaya Tuhan (ateis), padahal Nommensen, Orang Jerman pertama yang datang ke tanah Batak dan mengabarkan Injil, namun kalau orang Jerman ditanya apakah mengetahui Nommensen? boro-boro deh, gak kenal tuh! :P.

    1. Video 7 SIFAT COWO JERMAN SEBELUM KAMU PATAH HATI! https://www.youtube.com/watch?v=9kMwP9FGEQA
      1. Kenapa pemberkatan pernikahan dibolehkan sudah punya anak? dan saat pemberkatan nikah, saat itu juga anak mereka dibaptis. Kalau di Indonesia mana bisa seperti ini, menikah dulu baru bikin anak, lah di Jerman kebalikannya, bikin anak dulu baru pemberkatan. Perzinahan berkembang dengan baik disini 🙁 .
      2. Kenapa di tv Jerman, sering ada tayangan-tayangan tidak layak tonton, contohnya wanita atau pria bugil (naked) tanpa sehelai benangpun di badan yang tidak disensor tayangannya, kalau sudah tengah malam munculah iklan-iklan esek-esek dengan video ahh sudahlah tidak layak di jelaskan lagi!.
      3. Kenapa sebagian besar orang Jerman belakangan tidak suka memiliki anak? mereka lebih memilih memelihara binatang seperti kucing, anjing, kelinci dan lain-lain. Padahal biaya peliharaan binatang ini tidak bisa dibilang sedikit, malah bisa lebih mahal. Mereka bilang hewan tersebut adalah anak mereka, diperlakukan selayaknya manusia, punya tempat tidur sama seperti pemiliknya, makanannya khusus, daging, cemilan khusus dan lain-lain.

    • Dipelihara di dalam rumah, kucing atau anjing naik ke tempat tidur si pemilik, kalau sakit ada rumah sakit khusus hewan, ada salon khusus hewan juga. Seringkali saya liat tayangan di tv atau di sekitar saya, dalam satu keluarga, ada satu anak kecil, satu bayi dan si keluarga ini memelihara juga anjing yang sangat besar, kucing dan kelinci dan kandang peliharaannya tersebut didepan tempat tidur bayi mereka.
    • Atau satu cerita lain, ada wanita paruh baya sampai menggadaikan perhiasannya untuk kremasi dan pemakaman anjing peliharaannya. Aaahhhhh dunia makin edan???. Di Jakarta keluarga saya juga pelihara anjing ukuran kecil, tapi si anjing hanya boleh berada dihalaman rumah, tidak boleh masuk kedalam rumah, tugasnya adalah memelihara keamanan rumah. Kami tidak beli makanan khusus anjing karena mahal, kami kasih makanan yang kami masak atau hasil sisa makanan majikannya.

    Tidak semua hal yang saya lihat di sini bisa saya ceritakan ke keluarga di Indonesia, karena banyak hal yang bertentangan dengan norma-norma di Indonesia, bahkan kalau mau di bawa ke Firman Tuhan ya lebih gawat lagi.

    Aku jadi sering bergumul dalam doa untuk banyak hal, dan memang harus! saya berdoa supaya kutuk-kutuk (hal negatif) disekitar tidak turun ke kami di masa depan.

    Video ini kiranya bisa menggambarkan, supaya kita belajar menghitung hari-hari kita dengan hati bijaksana.

    Ajar Kami Tuhan Menghitung Hari-Hari
    Agar Kami Beroleh Hati Bijaksana
    Ajar Kami Bapa Hidup Dalam Jalan-Mu
    Agar Semua Rencana-Mu Digenapi

    Mulialah Nama-Mu Tuhan Dan Ajaib Jalan-Mu
    Bimbing Kami Di Setiap Waktu
    Besar Setia-Mu Tuhan Agunglah Karya-Mu
    Yesus Kami Bersyukur Pada-Mu

    Psalm 90:12 Lehre uns bedenken, daß wir sterben müssen, auf daß wir klug werden.

    Psalms 90:12 So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom.

    Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

    Happy Sunday Everyone. Selamat Beribadah!.

     

  • Lansia di Jerman

    Lansia di Jerman

    Lansia di Jerman. Status yang saya posting di salah satu media sosial yang saya ikuti : “30 November 2011, jam 8 pagi diluar masih gelap, dalam rumah aja tangan & kaki gemetaran karena dingin, apalagi diluar rumah :’( harus pergi sendiri pula, bagaimana ngomongnya nih wong masih blepotan, ah harus tetap SEMANGAT!! Demi sepotong roti. I’m sure God will help me 🙂 :)”

    Lansia di Jerman
    Tetap Bahagia di Masa Tua (Foto: gettyimages)

    Saya ada kerjaan lagi, kali ini hanya tiga jam saja bekerjanya. Dilokasi yang baru, yang membuat saya jadi was-was. Apalagi kalau bukan kendala bahasa Jerman saya yang ala kadarnya. Suami saya (Frank) meyakinkan, tidak perlu bicara banyak, sedikit berbicara dan sedikit mengerti bahasa Jerman sudah lebih dari cukup untuk tugas ini.

    Saya hanya perlu menemani seorang lansia (* wanita lanjut usia) selama tiga jam dirumahnya. Sebelum-sebelumnya saya sudah sering melakukannya. Ada dua lansia lain, pria dan wanita. Yang membuat saya sedikit kuatir kali ini adalah, saya belum mengetahui apa tugas yang harus saya lakukan, kalau dulu-dulu di rumah dua lansia lain, sebelum hari H, biasanya suami saya dan saya ke rumah lansianya dan kami diterangkan apa harus dilakukan pas hari H saya bekerja, harus buat sarapan, masak makan siang, kasih obat dan minum buat si lansia. Nah yang pagi ini tanpa pengarahan sehari sebelumnya.

    Malam sebelum hari H, Frank menunjukkan rute menuju ketempat saya bekerja. Jaraknya tidak jauh rumah, saya bisa jalan kaki kira-kira 10 menit. Malam itu pulsa HP (handphone) saya-pun diisi 30 EUR (sebelumnya sisa 13 cent :P) jaga-jaga kalau saya ada kendala ketika bekerja, jadi Frank bisa datang.

    Sebut saja nama si lansia ibu Anton. Saya tekan bel rumahnya, lalu pintu dibuka dan saya masuk, ada tangga marmer di samping kanan saya, “.. mana penghuninya ya..” disebelah kiri saya ada pintu lagi. Ooo saya mendengar suara dari atas, lalu saya melangkah naik, sudah lewat satu lingkaran tangga .. “.. lah mana pintunya nih ..” Hallo, Guten Morgen! sahut saya. Sambil terus melangkah menaiki tangga, wuihh banyak juga anak tangga yang saya lewati.

    Seorang wanita paruh baya, didepan pintu terbuka menyambut saya, “.. Guten Morgen, Ich bin Nella” kemudian saya disuruh masuk. Saya lepaskan jaket tebal dan juga sepatu saya, lalu saya diberikan sandal rumah. Wanita yang menyambut saya, sebut saja namanya ibu Eliz dia adalah anaknya ibu Anton. Ibu Eliz adalah rekan kerja suami saya, namun Frank bilang dia belum pernah bertugas menanggani ibu Anton.

    Kemudian saya diperkenalkan ke ibu Anton (sedang sarapan di meja makan dapur). Ibu Anton di kursi roda, setelah beberapa saat melihat, saya menduga ibu Anton pernah terkena stroke, karena beliau tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki sebelah kanan.

    Tugas saya adalah menemani ibu Anton selama ibu Eliz pergi untuk mengerjakan sesuatu. Ibu Eliz menginformasikan akan ada seorang terapis yang datang sekitar 9.30, saya disuruh buka pintu jika bel rumah berbunyi pada jam tersebut. Saya ditunjukkan bagaimana membuka pintunya. Di rumah-rumah disini (Jerman) ada seperti telepon dengan tombol untuk membuka pintu jika ada yang datang, dan kita juga bisa berbicara dengan orang diluar rumah, sebelum pintu dibuka melalui telepon tersebut. Ibu Eliz menunjukkan toilet dirumah tersebut, menunjukkan dua buah buku cerita berbahasa Jerman untuk saya berikan ke ibu Anton, jika dia ingin membacanya.

    Tiga jam tidak lama, waktu akan segera berlalu..” bisik saya dalam hati. Sebelum-sebelumnya saya bekerja 9 jam perhari menemani lansia. FYI (*for you information) ibu Anton hanya sedikit bisa berbahasa Jerman, fasihnya berbahasa Rusia. Gubrakkk.com saya juga hanya sedikit bisa berbahasa Jerman, tapi kalau Rusia angkat tangan deh he-he-he:P.

    Sebelum Ibu Eliz pergi, beliau juga mengatakan kalau ibunya biasanya tidak banyak bicara, jadi saya tidak perlu kuatir. Namun ternyata itu tidak sepenuhnya benar loh! Ibu Anton ternyata banyak berbicara (saya tidak mengerti artinya) dan beberapa kali ibu ini menangis. Saya berikan tissue yang ada di tas saya, ibu Anton menghapus airmatanya, lalu beliau bercerita lagi dan lagi sambil tangan kirinya ikut digerak-gerakkan menemani ceritanya. Oohhh Tuhan ..dalam hati saya. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang sedang diceritakan ibu Anton, kalau dia berbicara bahasa Jerman pasti telinga saya bisa menangkap satu dua kata, tapi saya sama sekali asing mendengarnya kalimat-kalimatnya, maka saya menduga beliau berbicara bahasa Rusia :’(.

    Saya hanya bisa mengusap-usap lengan kanannya yang dibalut selendang wol, sambil mendengarkan ceritanya. Dua kali saya mengusap air matanya yang jatuh dari mata kanannya. Jam 9.40 bel rumah berbunyi, saya melangkah untuk menekan tombol supaya pintu depan rumah terbuka. Seorang lelaki kurus paruh baya dengan kepala hampir plontos, melangkah masuk dan mengucapkan salam. Saya menduga-duga ini petugas terapisnya atau teman ibu Anton ya? :D.

    Ibu Anton dan si pria berbicara sangat akrab, dan ibu Anton banyak tersenyum. Oke setelah saya lihat beberapa saat ternyata si pria ini adalah petugas terapinya ibu Anton. Ibu Anton diangkat, dari sofa tempat dia duduk dipindahkan ke kursi kayu. Si petugas terapi mulai melakukan tugasnya, dia mengurut-urut telapak tangan bagian kanan ibu Anton, kemudian ibu Anton disuruh menggerakkan jari-jari tangan kanannya sendiri tanpa bantuan. Ibu Anton berusaha sekuat tenaga untuk menggerakkan jari-jari kanannnya, berkali-kali tangan kirinya mau memberi bantuan selalu ditepis oleh si terapi, maksudnya adalah jari-jari kanan harus bisa digerakkan sendiri tanpa bantuan sama sekali.

    Karena seringkali tangan kiri ditepis si terapis, maka ibu Anton hanya bisa tersenyum-senyum simpul, sambil meledek si pria tersebut dengan menjulurkan lidahnya ketika si terapis menunduk, ibu Anton tersenyum menoleh kesaya, saya bisa melihat dengan jelas pola tingkahnya ketika meledek si terapis he-he-he

    Sesekali juga si terapis berbicara dengan saya, menanyakan nama saya (Nella, nama yang indah puji dia), apa saya betah tinggal di Jerman, kalau bicara dengan suami pakai bahasa apa? “Inggris dong!”sahut saya :D.

    Si terapis bilang dia harus bisa menguasai beberapa bahasa asing karena banyak pasiennya orang Turki, Polandia, Rusia, jadi dia bisa bahasa tersebut dan tentunya juga bisa berbahasa Jerman, tapi dia bilang belum bisa berbahasa Thailand dan Inggris. Dia berbicara bahasa Rusia dengan ibu Anton. Buat saya, hmm ketika si terapis dan ibu Anton saling berbicara dengan bahasa Rusia, kedengarannya seperti ketika saya mendengar orang-orang berdoa dengan bahasa lidah atau bahasa Roh. Sangat indah, walau saya tidak mengerti arti kalimatnya.

    Kali ini Ibu Anton meringis-ringis menahan sakit, dia tetap berusaha sekuatnya. Jika sudah berhasil si terapis memberikan tepuk tangan sambil berkata “JA, PRIMA!!” lalu Pause (istirahat sebentar), lama-lama terapinya makin menanjak, jadi semakin berat, tangan kanan diangkat si terapis setinggi kepala, maka ibu Anton sesekali menangis, begitu pula ketika kaki kanannya diberikan terapi beberapa kali ibu ini menangis menahan sakitnya. Saya juga berikan tepuk tangan ketika ibu Anton berhasil menyelesaikan terapinya.

    Jam 10.15 terapinya selesai, ibu Anton kembali dipindahkan ke sofa. Si terapis pamitan untuk pulang. Kembali saya lanjutkan membacakan cerita dari buku cerita berbahasa Jerman, bukunya bagus dengan gambar yang bagus pula, tapi jangan ditanya apa saya mengerti semua isi ceritanya, boro-boro deh! :D. Kemudian, saya menambahkan air minum ibu Anton ke gelasnya.

    Sesekali saya berhenti membaca dan mengamati ruang tamu tempat kami berada, saya bilang ke bu Anton, rumahnya bagus, diatas lemari ada 11 bouquet bunga plastik warna merah dan pink, ditata apik disepanjang atas lemari, kemudian diatas kusen pintu ke dapur tertata rapi patung-patung kecil anak-anak, lalu saya melangkah melihat 4 frame besar foto di dinding, foto keluarga ibu Anton, lalu ada 6 pot tanaman di pojokan rumah. Wah ada satu piagam penghargaan dalam frame ditandatangi oleh minister-president Baden Württemberg semacam kepala pemerintahan. Isi piagamnya adalah ucapan selamat karena bapak dan ibu Anton sudah melewati 50 tahun pernikahan (golden wedding anniversary).

    Menurut suami saya, di Jerman mereka yang melewati 50 dan 60 tahun pernikahan akan dapat piagam (penghargaan) dari pemerintah setempat, kalau baru melewati 25 tahun belum mendapat surat penghargaan. Oh ya oma dan opanya Frank juga sudah melewati 50 tahun pernikahan ;-).

    Apakah saya akan menghabiskan masa tua di Jerman? Saya belum bisa jawab, dari pengamatan saya selama hampir lima bulan disini, kaum lansia tinggal sendiri dirumah, terpisah dengan anak mantu dan cucu. Kalau masih bisa beraktifitas, keluar rumah, sehat, bisa jalan dengan baik itu sangat luar biasa, jadi tidak bosan hanya dirumah saja, namun kalau si lansia sudah ditinggal pasangannya (suami atau istri wafat duluan), ko sepi ya dirumah sendirian, apalagi kalau si lansia sudah tidak bisa jalan, atau bahkan hanya bisa berbaring ditempat tidur, sendirian pula tanpa ada yang menemani dirumah, ya ko saya mikir jadi sedih ya? Hmm belum bisa jawab sekarang, tapi kalau Frank maunya tinggal di Indonesia, di Lombok tepatnya hahahaha, kenapa? Lain kali akan saya ceritakan ya.

    Positifnya masa tua di Jerman adalah pelayanan kesehatan sangat amat diperhatikan, ada perawat-perawat yang datang tiap hari kerumah, mencek kesehatan, mengganti diapers (popok untuk orang dewasa) memandikan dll.

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Online TV Jerman

    Online TV Jerman

    TV Jerman Online. Buat kalian yang ingin melatih kemampuan bahasa Jerman, khususnya di segi pendengaran (listening), cobalah sering-sering nonton online TV bahasa Jerman di link di bawah ini.

    Inilah yang saya lakukan setiap hari, kalau ditanya ngerti kah dengan percakapannya di tayangan TV tersebut? Jawaban saya “Boro-boro deh! waktu tiba di Jerman pertama kali, hanya mengerti satu dua kata, sudah tinggal tiga bulan Puji Tuhan, nambah ngertinya jadi dua tiga kata he-he-he“

    Maklum tiap hari kuping harus dipaksain mendengar percakapan bahasa Jerman, oh ya sering-sering juga ikut nimbrung kalau ada yang ngumpul lagi ngobrol-ngobrol.

    Website TV Online Jerman :

    Pertama : http://rtl-now.rtl.de

    Pilihan acaranya :

    Action : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_action.php

    Komedi : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_comedy.php

    Kriminal : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_crime.php

    Opera sabun : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_soap.php

    TV Show : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_show.php

    Bisa pilih tayangannya berdasarkan Top 10 atau Top rated

    *Untuk tayangan tersebut pilih saja yang Free

    ******************************

    Kedua : http://www.voxnow.de

    Pilihan acaranya :

    Dunia Hewan : http://www.voxnow.de/genre_tv_tiere.php

    Masak-memasak : http://www.voxnow.de/genre_tv_kochen.php

    Dokumentasi : http://www.voxnow.de/genre_tv_doku.php

    Kriminal : http://www.voxnow.de/genre_tv_crime.php

    Opera Sabun : http://www.voxnow.de/genre_tv_soap.php

    Majalah TV : http://www.voxnow.de/genre_tv_magazin.php

    *Untuk tayangan tersebut pilih saja yang Free

     
    Tulisan Terkini

error: Content is protected !!