Cinta via Biro Jodoh Online

Cinta via Biro Jodoh Online. Ladies pernahkan kalian mengamati istilah-istilah mesin pencari yang masuk ke blog kalian?, tiap hari saya rajin mengeceknya, dan saya seringkali tersenyum-senyum membacanya. Saya coba menggumpulkannya dalam 2 bulan belakangan ini, seperti ini ya :

Perkawinan beda Negara, pacaran bule online tidak pernah ketemu,  wanita indo ditipu pria asing dari situs online, pengalaman berumah tangga sama bule, percintaan dgn pria bule, bule benci salju, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta, cara penipuan bule, penipuan modus cinta di internet, penipuan cinta lewat fb, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta di internet, jangan pernah percaya cinta di dunia maya dengan bule, penipuan pria asing lewat facebook, no telp bule penipu, contoh pernikahan orang indonesia jerman.

Istilah-istilah mesin pencari seperti diatas cukup menyumbangkan trafik ke blog saya. Selain itu banyak juga yang mengirim email ke saya, menanyakan bagaimana saya bertemu suami, bagaimana caranya mencari pasangan bule, apa suka dukanya menikah dengan beda bangsa, ribet ga mengurus surat-surat untuk menikah dan pindah ke negara lain, bagaimana penyesuaian di negara baru dan lain-lain. Oh ya bahkan banyak yang nitip minta dicarikan cowo bule hehehe.

Daripada tiap kali jawab email, mengulang  jawaban yang sama (saya ketik ulang loh!), menurut saya lebih baik saya coba membuat beberapa judul dengan tema :  Dimana berkenalan atau cari jodoh orang asing, bagaimana mengetahui bule yang serius atau cuma main-main saja, bagaimana menghindari penipuan cinta di dunia maya. Tema-tema lain mungkin akan menyusul ya. Jadinya tulisan-tulisan tersebut nantinya akan saya buat di profile saya misalnya.

Untuk bahasan awal saya mau cerita:

  • Pertemuan awal
  • Ketemu di situs apa

Saya bertemu (mulai kenalan dengan suami) melalui Biro Jodoh Online (dating online) pada awal Maret 2010. Nama situsnya asianeuro.com sekarang menjadi asiandating.com kalau buka keduanya sama saja. Situs tersebut khusus orang asing (Western) yang mencari pasangan asal Asia. Hayoo yang single langsung penasaran buka deh! 😉 .

Saya mendaftar di situs tersebut dengan member gratisan, prinsip saya, pria yang harus keluar modal alias member berbayar. Saat itu untungnya calon saya berpikiran sama dengan saya, jadi dia upgrade membershipnya sehingga kami bisa berkenalan lebih jauh melalui  email. Kalau sama-sama member gratisan tidak bisa mengetahui email calon target kita dan tidak bisa berkomunikasi lebih lanjut, jadi hanya bisa kirim-kirim simbol suka “like” saja.

Beberapa tahun sebelumnya, sebenarnya saya sudah pernah mendaftar ke situs tersebut, namun tidak pernah beruntung. Jadi saya tutup keanggotaan saya. Nah penghujung tahun 2009 doa minta jodoh makin kenceng. Mintanya bule yang baik hati, yang tidak mempermainkan hati wanita, yang punya kerjaan bagus dan TIDAK MEROKOK!. Setiap hari hati saya terus menggerakkan saya untuk mendaftar kembali ke asianeuro.com. saya selalu menepis kata hati saya, “..dulu sudah pernah daftar tidak dapat yang baik”. Akhirnya awal bulan Januari 2010 saya mendaftar kembali.

Saya buat profile saya sebaik mungkin, saya tuliskan kriteria seperti apa calon yang saya inginkan, saya menuliskan kalau saya seorang yang rohani, saya guru sekolah minggu (saat itu), pokoknya saya tulis detail mungkin untuk menghindari pria-pria iseng yang hanya akan membuat patah hati.

Situs tersebut juga meminta kita mengisi beberapa data mengenai diri kita. Memang agak mengesalkan, tapi hal ini berguna supaya mesinnya bisa mencocokkan dengan kriteria yang mendekati pilihan kita. Kalau malas menjawab pertanyaan-pertanyaannya bisa dicicil kerjain setiap hari.

Pertanyaan-pertanyaannya di online dating untuk mencari calon yang sesuai dengan kriteria yang kita cari, antara lain:

What is your favorite movie?
What is your favourite book?
What sort of food do you like?
What sort of music do you like?
How would you describe your dress sense and physical appearance?
How would you describe your sense of humor?
How would you describe your personality?
What are your hobbies and interests?
What countries have you traveled to (or where would you like to travel to)?
How adaptative are you to having a partner from a different culture to your own?
How would you spend a perfect romantic weekend?
What sort of person would be your perfect match?

Selama sebulan setelah join, ko ga nemu yang sreg, padahal semua bule ganteng sudah di dikasih jempol “likehahaha. Yang masuk ke inbox saya malah kebanyakan yang  tidak benar semua, alias bukan kriteria yang saya cari. Contohnya pria Perancis umur 50 an, meminta saya ke negaranya, katanya semua pengeluaran saya bayar sendiri dulu, setelah bertemu akan diganti. Parahnya si cowo cuma bisa bahasa Perancis gubrak.com deh. Ada lagi bule kerja di Jakarta, beberapa kali kita kirim-kirim pesan. Saya ga sreg ah karena statusnya duda, punya satu anak, bakalan di damprat nyokap kan. Ada lagi orang-orang kulit hitam agggrhhh para pria iseng apakah tidak baca profile saya yaa.  Pokoknya harus sabar kalau join biro jodoh yaaa.

Akhirnya pada bulan Maret 2010 (lupa awal atau akhir), ada pesan yang masuk ke inboxku, kalau bisa kirim pesan berarti member berbayar nih, asyikk. Ganteng bo! tapi ko rambutnya agak hitam, bule beneran ga ya :P, tunggu jangan kegirangan dulu, coba cek profilenya, kerjaannya sebagai apa, pendidikan, agama, dll. Oke sepertinya profilenya cocok dengan yang saya cari. Akhirnya kita bisa saling kirim email, lalu chat di msn. Setelah beberapa waktu, saya sreg kasih no hp saya, lalu dia sering telp dan sms saya.

 

untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

261 thoughts on “Cinta via Biro Jodoh Online

  • Pingback: THE NINE FROM SHINING AQUAMARINE | The Ordinary Trainer writes ...

  • November 30, 2013 at 2:51 pm
    Permalink

    Selamat malam…

    Mb mau tanya bagaimana caranya untuk membedakan pacar orang asing yabg baik dan benar2 serius dengan kita dengan pria asing gadungan?. Jika harus meng-check ke negaranya sangat jauh dan terbatas dengan biaya?.

    Saya banyak baca kasus tentang scrammer love (contoh malaysia), bahkan si pria asing itu sudah datang ke ke malaysia tsb namun setelah tiba dan tinggal disana si pria tsb baru mengeluarkan aksi jahatnya, pertama berpura2 saat pembayaran hotel kartu kreditnya rusak lalu minta wanita tsb untuk menalangi terlebih dahulu. Kemudian saat mereka berhubungan seks ternyata si pria merekam dan pada akhirnya si pria tsb mengancam dan meminta sejumlah uang dalam bentuk besar.

    Saat saya pertama join dengan zorpia.com dan berkenalan serius dengan salahsatu engineer marine dari southampthon-skotlandia. Awalnya saya sama sekali saya tidak curiga namun perlahan saya sadar saat mengenai uang (kebetulan saya konsultan budget planner and investment). Sekarang saya bingungkan bagaimana cara menghindar dari dia dan sekaligus ingin sekali menjebak dia dengan membongkar segala kejahatannya dia terhadap saya?

    Semoga mb bisa membantu saya dan sangat terimakasih atas pengalamannya ya..

    Salam
    Dian

    • December 2, 2013 at 3:48 pm
      Permalink

      Hai Dian, kalau yang serius ga gombal. Kalau yang serius bersedia ketemuan di Indonesia, mendatangai kita (wanita) duluan. Belum nikah ko sudah mau berhubungan s**? wanitanya harus bisa jaga diri, jangan langsung gampang percaya.

      Kalau sudah ketauan minta duit, langsung disudahi aja mbak hubungannya, jangan di lanjutkan, karena ngabisin waktu juga toh.

  • November 27, 2013 at 9:43 pm
    Permalink

    Hallo Mba Nella! Salam Kenal.
    Seru baca2 mencari jodoh. Saya juga mau ikutan sukses cari bule hahahha
    Kemaren memang dapet beberapa bule dari online site asiandating ini juga, busyet… itu scammer smua, item2 ghana semua dari US sana.
    masa iya segitu banyak yang masuk scammer semua. hahahhaha
    Selain dari Ip address, bisa dilacak dari mana lagi ya kalo ini scammer smua?
    Ada saran mbak? Boleh dong dibagi gimana mencari lokasi mereka selain dari IP Addressnya.

    makasih ya mbak.
    Sukses terus. GBU

    • November 27, 2013 at 11:41 pm
      Permalink

      Hai Sasha salam kenal juga ya 🙂 . Scammer lama-lama ketahuan klo baru kenal sdh gombal, panggil baby, honey dll. Paling ketahuan ujung2nya minta duit dg berbagai cara.

    • November 30, 2013 at 2:55 pm
      Permalink

      Mb bagaimana cara melacak dari no IP?

  • November 27, 2013 at 6:01 pm
    Permalink

    Saya baru mendaftar di asiandating tapi saya sangat bingung karena pesan yang masuk cepat hilang

  • November 21, 2013 at 11:45 am
    Permalink

    Wah, aku juga kenal dari datingsite tapi khusus muslim. Biarpun email dari admin pake do’a-do’a gak ngejamin membernya relijius. Aku juga nulis di blogku step by step apply visa K-1 dapetin fiance US visa . Tulisannya menarik…

  • November 15, 2013 at 8:49 am
    Permalink

    makasih info link jdohnya mbak”…hehehehe

  • November 10, 2013 at 11:49 pm
    Permalink

    Wah…perfect.. Mank niatnya nyari jodoh bule ya mbak. Trus adaptasi dg keluarganya bgmn caranya mba? Kn bisanya keluarga cuek” tp kn psti ada sja jd bhan pmbicraan.

  • November 5, 2013 at 8:24 am
    Permalink

    hallo mba,,heheheh cerita mu seru uey,,aku udh gabung di asiandating 3 bulanan kali ya,,ga ngitung jg hehheh,,tp ko yang inbox banyak bgt yang gak bener,,setelah minta id skype ngobrol dan tiap yang di bahas mesum,,aduhhh males deh,,,tapi butuh saran nih mba,,,apakah semua bule ngomgnya sex sebelum menikah? karena menurut mereka itu sih sah sah aja,,,karena banyak bgt bule yang saya temui semua sama,,,dan saya tinggalin,,alhasil saya tak mendapatkan apa apa sampai saat ini hahhaha,,share dong mba,,bule itu senang dengan wanita yang seperti apa?cantik?sexy?atau malah wanita yang sederhana?

    Thx
    Rossi

    • November 5, 2013 at 9:21 am
      Permalink

      Hai Rossi, bule senang wanita yang sederhana, rambut hitam, kulit gelap (padahal saya pengen kulit saya lebih terang 😀 ) .

      • November 5, 2013 at 3:19 pm
        Permalink

        hahhah,,aduhh saya mesti gelapin kulit dong?:D mana rambut saya merah kaya main layangan hehehhe,,,wkwkkw
        saya awalnya tidak pernah tertarik untuk menikah dgn bule mba,,tapi ko makin lama tmn saya pada nikah ma bule dan baik baik, dan suka ngiri dengar kalau suami bulenya yg sering melayani istri gak kaya lokal suka gensi kalau masak dll,,,huuuffff tmn ku ada di belanda jerman UK, dan yang terakhir berangkat bulan september kmrn nikah with pria france,,,bahagia bgt deh mereka,,hehheh,,pingin nyusul ke france tapi kapan ya,hehheheh thx ya mba nella udh share,,kalau aku main ke germany bolehkah kita bertemu? 😀

        • November 5, 2013 at 4:29 pm
          Permalink

          Para pria disini melakukan juga tugas rumah tangga seperti memasak dan cuci piring. Iya boleh ketemuan kalau Rosse ke Jerman ya 😉 .

  • November 5, 2013 at 8:17 am
    Permalink

    hallo mba,,heheheh cerita mu seru uey,,aku udh gabung di asiandating 3 bulanan kali ya,,ga ngitung jg hehheh,,tp ko yang inbox banyak bgt yang gak bener,,setelah minta id skype ngobrol dan tiap yang di bahas mesum,,aduhhh males deh,,,tapi butuh saran nih mba,,,apakah semua bule ngomgnya sex sebelum menikah? karena menurut mereka itu sih sah sah aja,,,karena banyak bgt bule yang saya temui semua sama,,,dan saya tinggalin,,alhasil saya tak mendapatkan apa apa sampai saat ini hahhaha,,,

    • November 5, 2013 at 9:20 am
      Permalink

      Hai Rossi jaman dulu skype belum terlalu banyak digunakan spt sekarang ini ya, lagipula saya taku berskype kalau belum yakin benar dengan orangnya. Kalau ketemu bule yg begitu ga usah dilanjutkan pertemanannya, cari yang sesuai dengan kriteriamu 😉 .

  • October 31, 2013 at 5:39 am
    Permalink

    Alhamdulillah, I find our my husband from Canada from dating online.

  • October 9, 2013 at 10:42 am
    Permalink

    Thx berat yah sudah mau sharing, semoga bisa ketularan nih. Tak lupa pula moga langgeng till death do you part yah 🙂

  • September 27, 2013 at 2:23 am
    Permalink

    Hi nella.. salam kenal.

    Ceritanya menarik.. I sent to one of my friend as inspiration.
    How’s German? How often that you back Indonesia.

    Rgd
    Summer

    • September 27, 2013 at 11:18 am
      Permalink

      Hi Summer salam kenal juga :). Saya hampir 3 tahun belum ke Indonesia.

  • September 13, 2013 at 11:05 am
    Permalink

    buat mhbak Nella happily ever after..

  • Pingback: Kondangan ke Negara Tetangga | Pursuing My Dreams

  • September 4, 2013 at 2:57 pm
    Permalink

    Mbk.. kalau saya minta alamat emailnya boleh gak mb? mau tanya tp malu kalau mau dishare disini….makash mb…

  • September 3, 2013 at 5:24 pm
    Permalink

    Ya ampun… entah aq yg trll bnyk baca berita ttg human traficking dan penipuan brkedok dating online ato mmg g prnh tau ada kisah yg bs happy ending… keren bngt sumpah! aq jg mupeng bngt ke Luar Negri n pny suami bule… tp kyknya cr yg ditempuh mba Nella mcm itu trll ekstrim dan g cocok bwt kluargaku.. direstuin ga ya kl kyk gt crnya… (╥﹏╥) pengen bngt.. kl cuman mw pny temen yg bs diajak ngobrol pake bhs inggris gt bs g ya? halah! mana mau y mreka? kan emg niatnya cr asian woman..
    tinggal di jerman asik bngt ya mba? sy lulusan pertanian… bnyk lapangan pekerjaan g disana ya? ide ini terlintas hbs bongkar2 blogmu mba… ヽ(*≧ω≦)ノ

    • September 3, 2013 at 6:21 pm
      Permalink

      Hai Titik, banyak juga ko yg happy ending. Lusa suami & saya akan ke Belanda, teman kuliahku (cewe) beruntung ketemu jodoh, dan akan menikah. Temanku bertemu jodohnya ya melalui dating online yg saya ceritakan. Klo minta dicarikan bule saya beneran ga ada stok ya, klo tanya caranya saya ga pelit ko berbagi cerita, bahkan kasih tahu triknya 😉 . Tinggal di Jerman asyik dong, udaranya bersih, peraturan berjalan dengan baik, orang2nya ga kepo hehe. Nah untuk kerjaan coba rajin googling deh 🙂 .

  • August 30, 2013 at 7:51 pm
    Permalink

    mba salam kenal
    bisa nyasar ke blog ini n baca postingan mba
    jd ada 1 pertanyaan mengganjal saya
    kalo cowo bule tertarik married dengan cewe asia krn apa yaa??
    ada teori: orang asia seneng liat postur badan & warna bola mata org western, sementara org western senang dengan kulit coklat sawo matangnya org asia, yg kesimpulannya: manusia tidak ada puasnya hehe

    teringat cerita kakek-nenek yg hidup sblm jmn kemerdekaan: orang sumatra mau nikah sama orang jawa aja impossible banget, apalagi nikah beda negara, apalagi nikah sama belanda
    wah bisa dianggap pengkhianat kali ya hihi

    jangan lupa jawab pertanyaanku yg mengganjal yo mba’e yg cantiq

  • August 30, 2013 at 6:00 am
    Permalink

    Mbk saya mo curhat n nanya dikit nih….gimana caranya kita tahu kalo bule yg kirim foto , email ‘serius’ ke kita tuh gak bohong sama kita ? saya dapat kiriman email n foto-foto dari bule yg minat sama saya mbk ke email pribadi saya..dia cerita panjang lebar ttg dirinya n bilang yg intinya mo serius memulai relationship setelah sempat baca profil saya di asiandating.
    pas pertama dia kirim pesan lwt web saya msh bs baca n catat alamat emailnya (krn selanjutnya dia minta kirim2an email via email pribadi aj, gak lewat web asiandating), saya balas emailnya ke alamat email pribadinya (karena dia minta alamat email pribadi saya). .hanya waktu saya lihat kembali (besoknya), profil dia ternyata sudah di switched off oleh asiandating…saya jd curiga , ni bule beneran ada gak ?he..he… Meski beberapa hr kmd dia menepati janjinya utk kirim foto2 n ’email serius’ itu sih , hanya saya msh bingung mbk…takutnya dia bohongin !
    berhubung saya msh baru ikutan web spt itu, saya harap mbk bisa bantu saya jelasin ya…

    • August 30, 2013 at 8:34 am
      Permalink

      Klo baru 1-2 kali ngobrol ga ketahuan. Kita bisa tahu sejalannya waktu. Tiap orang punya prinsip masing-masing, ada yg mau cari pilihan sebanyak-banyaknya. Ada juga tipe spt suamiku, setelah dia lihat profilku cocok sama dia, trus dia matikan profilnya, padahal dia sengaja upgrade supaya kita bisa kirim-kirim pesan.

      • August 30, 2013 at 9:03 am
        Permalink

        kalau matikan profil tuh caranya gmn mb? maksud saya ,yang matikan dari webnya atau kita sendiri bisa ? Trus kalau kita balas email dari member yang berbayar bisa kan ? asal salah satu member harus berbayar, gitukah mbk? Karena masih baru jadi saya masih belum paham banget..

        • August 30, 2013 at 10:53 am
          Permalink

          Matikan profil alias tutup akun kita hehe 😀 . Iya bisa balas email, asal salah satu member berbayar 😉 .

          • August 30, 2013 at 11:54 am
            Permalink

            Oooo…gt ya mbk…he…he…abis baru kali ini mbk ikutan daftar di web online kyky gitu..jadinya masih bingung aja, belum paham sepenuhnya..
            ini aja coba daftar di asiandating karena terinspirasi kisah suksesnya mbk dapat jodoh bule di media online..Semoga bisa sukses kayak mbk nella…Jangan kapok jawab email saya ya…Makasih banget ya mbk….

  • Pingback: Mejeng di Majalah | Pursuing My Dreams

  • August 28, 2013 at 11:46 am
    Permalink

    mba mohon info dong klo disana kalau pekerjaan transportasi itu sopir atau di dinas perhubungan ya..trims ya mba…

    • August 28, 2013 at 1:16 pm
      Permalink

      Hai Evita, wah macam-macam jenis sih, mending tanya langsung ke ybs. Walaupun supir disini ga spt supir di Indo lah. Layak lah gajinya.

  • August 28, 2013 at 11:10 am
    Permalink

    Mba… Klo ikutan biar member gratisan tetep bisa upload foto?? Ato mesti berbayar??

  • August 26, 2013 at 12:57 pm
    Permalink

    Mbk…sy mo.nanya, kl.kita dah jd member asiandating dan sy dpt message (email) dr member lain tp gak bs dibuka kenapa ya mbk? Apa mungkn org itu dah gak akft lg jd member? Ato gmn ? Sempt bs dibuka sekali tp bsk nya mo bls email dah ketutup. Gak bs lg. Bs bantu sy mbk jelasinnya knp?

    • August 26, 2013 at 2:32 pm
      Permalink

      Klo kalian berdua sama-sama member gratisan tidak bisa kirim2 pesan. Hanya bisa kirim2 simbol “like” . Salah satu harus member berbayar.
      Dulu saya member yg gratisan, nah ada yg sreg dg profil saya, lalu dia upgrade, jadi kita bisa komunikasi lebih lanjut. Orangnya akhirnya jadi suamiku 🙂 .

      • August 26, 2013 at 3:21 pm
        Permalink

        Padahal di sdh bs krm email ke sy dan sempat memberi alamat emailnya pribadi spy selanjutnya sy kirim email balasan ke alamat emailnya itu hy sy belum sempat catat mbk…besoknya sy mau baca emailnya lg kok gak bisa mbk..mungkn member berbayarnya dah hanis kali ya? Jd dah gak bs lagi
        ..ya gmn mb?…he..he..

        ..

        • August 26, 2013 at 7:00 pm
          Permalink

          Wadu sayang sekali belum sempat catat emailnya. Nunggu si cowo upgrade deh 😀 .

  • Pingback: Artikel Menikahi WNA | Pursuing My Dreams

  • Pingback: Cinta vs Uang, Hati-hati Internet Love Scams! | Pursuing My Dreams

  • August 24, 2013 at 4:24 am
    Permalink

    Seru seruuuuu… banyak juga ya yang berhasil via situs dating gituuuu~
    Aku juga pengeeen nikah sama buleeeee 😀 😀

  • Pingback: Sambal Ulek Andaliman | Pursuing My Dreams

  • August 17, 2013 at 6:14 am
    Permalink

    Ceritanya mbak kok sama ya seperti aku, tp aku blm menikah, Dan skrg lg mau memulai pendekatan dengan seorang bule… Dan situs yang mbak daftar, aku jg di situ lho. 🙂
    Aku pengen banget sharing sma mbak kl boleh, gmn mbak?

  • August 16, 2013 at 5:20 am
    Permalink

    Seneng jg baca pengalamannya mb..apa pria bule begitu mempertimbangkn usia wanita seperti pria indonesia?

    • August 16, 2013 at 10:36 am
      Permalink

      Hai Din, bule ga mempertimbangkan usia wanita, kalau sudah cocok ya lanjut 😉 .

      • August 17, 2013 at 7:01 am
        Permalink

        Kl.daftar di asiandatg english nya hrs fasih banget dong mbk? Trus usia sebnry jg hrs dicantumkn? Kl bule sebenry ‘seleranya’ spt apa sih ? Spy sy jg berhasil ni kyk mbk..krn dl.pernh ikut biroonline tp belum berhasil..

        • August 18, 2013 at 12:29 pm
          Permalink

          Hai Dini klo cowonya ga dari english speaking country ga fasih banget ko englishnys, asal nyambung klo ngobrol ya lanjut aja.

          • August 18, 2013 at 1:41 pm
            Permalink

            oke deh mbk…makash banget…

  • August 10, 2013 at 7:50 am
    Permalink

    Mbaaak… makasih sudah sharing… tulisan mbak jadi motivasi banget buat saya,
    saya juga sekarang sedang cari jodoh, dari dulu suka banget mas2 bule, moga2 penantian bertahun-tahun berhasil 🙂 Dulu sempat suka sama orang Inggris, tapi gagal… 2 tahun tidak ada seorang yang special di hati, pengen dapat yang baru, orang yg baik, cinta saya apa adanya, dewasa dan serius… berdoa setiap hari, cari sahabat pena di Eropa, nitip ke teman di LN, ikut biro jodoh online juga sudah bekali-kali (tapi sampe sekarang belum ketemu… di biro online malah ketemu banyaknya scammers lol, karena sudah sering ikut jadi hati2 bangeeetttt)… Umur mulai kepala 3, banyak banget pertanyaan “kapan kawin”, “jangan pilih2” dsbnya yang bikin sy kesel dan eneg… memang wanita telat menikah tidak boleh memilih? langsung comot saja? kasihan sekali kami… Tapi saya percaya, suatu hari mimpi saya akan terwujud, dengan orang yang terbaik, di saat yang tepat… 🙂 doakan ya mbaaak 🙂

    Baca cerita mbak, sy juga jadi terharu dan hampir nangis… nikah sama bule memang gak segampang yang dikira orang, bule juga manusia biasa, ada yang kaya – miskin, ganteng – gak ganteng dsb… hidup di negara orang juga tantangan, gak semuanya indah, tapi asal bisa beradaptasi sy rasa semua bisa teratasi… semoga kehidupan rumah tangga mbak langgeng dan hepi selalu :)) salam dari Jakarta.

    • August 10, 2013 at 9:02 am
      Permalink

      Hai Gadissa terima kasih sudah berbagi pengalamanmu 😀 . Menurut saya lebih baik telat nikah drpd nikah dg orang yang tidak tepat. Jangan putus asa ya terus cari belahan jiwamu, saya doakan kamu mendapat yg terbaik 😉 .

      • August 10, 2013 at 2:28 pm
        Permalink

        bener banget mbak… sy selalu punya keinginan untuk menikah dengan orang yang saya cintai, seseorang yang bisa jadi sahabat saya sampai akhir hayat, bukan karena takut umur makin tua atau karena omongan orang. segala sesuatu yang melalui proses akan membuat kita jadi lebih dewasa dan menghargai hal tersebut… (karena memang penuh perjuangan dapatnya, gak instan :))… makin semangat cari Mas Bule yang baik, sy yakin ada di suatu tempat! hahahaaa

        • August 10, 2013 at 6:54 pm
          Permalink

          Seperti keyakinan saya akhirnya bisa dipertemukan, saya juga yakin kamu bisa Gadissa. Tetap SEMANGAT ya berusaha 😉 .

          • August 10, 2013 at 6:57 pm
            Permalink

            siap mbak, terima kasih yaa… have a great weekend! ^^

  • August 9, 2013 at 7:58 pm
    Permalink

    mbak nella mau tanya waktu taruh foto di asiandating fotonya seperti apa?beda cowok bule serius sama enggak gimana tahunya? soalnya mau daftar .makasih mbak nella

    • August 9, 2013 at 8:19 pm
      Permalink

      Dear Izebelle kita tidak bisa menilai serius atau tidaknya seseorang hanya dari foto. Setelah berkomunikasi baru ketauan. Tapi dari foto terkadang kita bisa menilai seseorang, misal foto cowonya lagi posisi pegang rokok dan disampingnya ada botol minuman keras, nah kamu bisa menilai, cocok kah dengan kriteriamu? 😀 . Contoh lain cowonya berpose dengan anak kecil, lihat status dia mungkin punya anak, masuk kah kriteriamu. Semoga beruntung ya 🙂 .

  • August 8, 2013 at 8:54 am
    Permalink

    Ka Nella..saya sangat suka membaca blog-nya…saya pengen share cerita dan mhn pencerahan..boleh tdk saya minta email ka Nella..dibalasnya gak perlu buru2, klo ka Nella ada wkt luang aja 🙂 ada bbrp hal ttg budaya jerman yg ingin saya tanyakan..hehe..
    Makasih sblmnya ka..

  • August 8, 2013 at 3:44 am
    Permalink

    Hihihihihi..mbaaa cerita kita sama..beberapa kali gagal online dating dan akhirnya berhenti total dr online dating..ehhh teman pria yang saya ketemu dr online dating (indonesiancupid.com) 2,5 th yg lalu-tp selama itu hanya berteman, akhirnya yg mjd bf sy skr..hihi (tp wkt kmi sama2 di online dating, dia pilih org lain dan sy pilih org lain)….

      • August 8, 2013 at 8:56 am
        Permalink

        Aminnnn..makasih ka..
        Boleh tidak saya minta alamat email ka? Mau tanya2 ttg budaya Jerman 🙂 makasih sebelumnya Ka..

  • August 7, 2013 at 6:13 am
    Permalink

    pengen cari pacar bule gimana cara,nya kasih tau dong

    • August 7, 2013 at 9:19 am
      Permalink

      Anna sudah baca artikelnya atau belum? caranya sudah saya jabarkan ko disitu 😀 .

  • August 3, 2013 at 7:42 pm
    Permalink

    ngakak kenceng baca ada yang keywordnya: no telp bule penipu. Kira-kira kenapa ya pengen tahu nomer telpon bule penipu.

    Nggak pernah terlintas dalam otak akan berjodoh dengan bule, malah dulu sukanya lokal yang kulitnya eksotis. Kena hukum karma karena menghina dina temen yang maunya sama bule aja.

    • August 4, 2013 at 12:40 am
      Permalink

      Yg nyari no telp itu curiga kali dg bule yg dia kenal, soalnya banyak sekali scammer, ngaku bule padahal orang kulit hitam.

  • July 26, 2013 at 12:24 pm
    Permalink

    Wah enak ya mbak,,,saya pengen ϐά̲̣Ϟƍe̲̅ţ tinggal ∂ï luar negri Mbak boleh minta emailnya Ъќ ?”̮♡hϱϱ♡hϱϱ♡hϱϱ♡”̮

  • Pingback: Petunjuk Melakukan Pernikahan di Swiss | Pursuing My Dreams

  • July 18, 2013 at 1:25 am
    Permalink

    nemu juga cerita kak nela dan suami, asli inspiratif banget, dibukukan kayanya keren kak 🙂

  • Pingback: Setelah Online, Saatnya Kopi Darat | Pursuing My Dreams

  • July 13, 2013 at 6:43 am
    Permalink

    tolong di balas ya.. ke alamat email saya langsung, .aku sangat penasaran nih, and aku sangat butuh bantuan jawaban anda itung-itung berbagi dengan saya, bahasa inggris anda sangat baik ya ? and si pria ketika datang ke indonesia untuk bertemu anda, dia tinggal di mana ? kalau dia tinggal di hotel atau penginapan, apakah anda yang memesan tempat itu sebelumnya ? dan siapa yang membiayai anda ketika anda memutuskan ke negara si pria yang sekarang menjadi suami anda. ?
    itu aja kok pertanyaan saya, tapi sebelumnya terima kasih atas bantuan anda atas jawaban untuk pertanyaan saya

    • July 13, 2013 at 11:59 am
      Permalink

      Hai Yuni, saya lama mikir klo pakai bhs Inggris :lol:. Pakai bhs Indonesia aja ya. Saya 2x kopi darat di Jakarta:
      1. Mantan, dia tinggal di hotel, saya yg pesanin kamar hotelnnya, biaya2 ya dia yg bayar.
      2. Pria yg akhirnya jd suami, nginep dirumah ortuku, ada kamar tamu, sdh feeling kali ya klo kami lanjut hehe.

      Sebelum memutuskan menikah, saya berkunjung dulu ke negara si calon tinggal, bertemu keluarga dan bbrp temannnya. Biayai kepergian dibiayai sepenuhnya oleh calon saya. Ada teman lain sih bayar 50:50 ketika berkunjung, tergantung komunikasi kedua belah pihak tentunya.

  • July 9, 2013 at 9:26 am
    Permalink

    ka nel, kenalin nama aku zusraa hariati lubis ka, panggilan zuzu. sama2 orang batak kok kita 🙂
    kak aku mau sharing ka, gini.. aku udah lama gabung di asiandating.com. sebulan yang lalu aku menerima pesan dari laki-laki turki, dari sekian banyak laki-laki yang show their interested in me cuma dia yang pas menurut aku ka, tipe kebapak2an, mapan, punya keluarga yang harmonis, tapi ka sayangnya dia udah umur 30an, sedangkan aku masih 20. punya suami luar yang penyayang keluarga benar2 impian aku ka. dari sekian banyak laki-laki di website itu hanya dia yang benar2 ingin mengenal aku lebih jauh, dia mengajakku berkirim email setiap hari dan mencerittakan kehidupan masing2. dia adalah business man yang serius mencari istri dan ingin segera menikah. dia sangat perhatian, lembut, dan nyaman diajak berkomunikasi, apalagi dia sangat respect terhadap perbedaan budaya. dia ingin datang ke Medan bulan Oktober nanti ka, tapi aku belum siap memperkenalkan dia ke keluarga sebelum aku mengenali keluarga dn kehidupannya langsung. aku enggak ingin mamah kecewa atas keinginanku, apalagi aku anak perempua satu2nya, terlebih lagi aku anak pertama ka. jadi aku memutuskan biar aku saja yang yang datang ke turki bareng 1 orang teman aku, aku memang bisa merbahasa inggris ka, tapi masih sering gagu jika berbicara langsung dengan native speaker. makanya aku minta membawa 1 teman yang benar2 lancar bahasa inggris sekaligus sebagai penjaga aku selama diperjalanan agar tetap aman sampai pulang nanti. aku ingin lebih dulu mengenal kebiasaan2 mereka, keluarganya, budaya, dan sikapnya langsung ka. dan jika memang dia sesuai dengan yang aku idamkan aku akan kembali ke Medan dan bisa bercerita ke keluarga. di Medan, dan beberapa bulan berikutnya giliran dia yang akan datang ke Medan sehingga keluarga bisa berkenalan langsung dengannya. sampai saat ini yang aku pusingkan adalah masalah umur ka, apakah menurut kaka kami terlalu jauh? aku takut keluarga tidak merestui hubungan kami jika tahu jarak usia kami yang terlalu jauh ka, mohon ka bagi saran dan nasehatnya apakah ada yang salah dalam keputusan yang aku buat.
    terima kasih banyak ka 🙂

    • July 9, 2013 at 10:49 am
      Permalink

      Hai Zuzu, kalau masalah perbedaan umur, itu tergantung pilihan kita masing-masing. Klo kamunya sendiri bgm?, ada baiknnya juga tanya pendapat orangtuamu, tanya secara tidak langsung, misalnya bgm pendapat orangtua terhadap pasangan beda usia yg bedanya terlalu jauh. Kalau saya sih oke saja lelakinya lebih banyak umurnya.

      Saya setuju kamu ke negara si pria tidak sendirian ;). Kamu ke negara yg asing, bertemu orang asing, jadi ya harus berjaga-jaga juga. Kabarin lagi ya kelanjutannya ;).

  • July 7, 2013 at 7:40 am
    Permalink

    Hi mbak.
    saya mohon bantuan dari mbak. Saya seorang mahasiswa dan ada mata kuliah kami mengenai Cross Culture Undrstanding. Dan proffesor kami memberi tugas untuk meneliti orang indo yang menikah dengan pria/wanita asing.
    Saya juga ingin mengajukan beberapa pertanyaan dan kalau tidak keberatan mbak bisa mengirim jawaban ke e-mail saya
    anggimentari_3ap1@yahoo.com atau angiementari@yahoo.com
    Pertanyaan saya adalah
    1. Mengapa anda memilih mixed marriage?
    2. Di tahun menikah yang keberapa anda dan suami mbak mengalami masalah seperti bahasa, makanan ,lingkungan sosial, dan cara berfikir ?
    3. Dan bagaimana mbak mengatasi masalah tersebut?
    4. Dan yang terakhir jika mbak sudah memiliki anak sistem mana yang mbak gunakan untuk mendidik anak apakah dengan kultur indo atau kultur suami mbak ?
    Terima kasih dan besar sekali bantuan yang saya harapkan dari mbak dan kalau mbak sempat saya mohon sekali untuk jawaban yang secepatnya. ke e-mail saya 🙂
    terima kasih mbak.

    • July 7, 2013 at 10:58 am
      Permalink

      1. Mengapa anda memilih mixed marriage? karena sampai umur 30 thn tidak ada pria sebangsa yang melamar saya hehe. Saya ingin sesuatu yang berbeda, saya ingin melihat dunia luar itu sebabnya saya memilih pria asing menjadi pasangan saya.
      2. Di tahun menikah yang keberapa anda dan suami mbak mengalami masalah seperti bahasa, makanan ,lingkungan sosial, dan cara berfikir ? Saat ini kami menjalani tahun kedua pernikahan. Sejauh ini tidak ada masalah dalam rumah tangga. Tahun pertama kami menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Tahun kedua kami gunakan bahasa Jerman karena saya sudah mengikuti kursus Integrasi jadi mulai bisa berbahasa Jerman. Jika saya kangen dengan makanan Indonesia, saya akan buat sendiri, bisa pesan bahan-bahan makanan Indonesia secara online melalui Toko Indonesia di Jerman. Saya tidak menemukan kendala dengan lingkungan sekitar. Cara berfikir: orang Jermani cenderung blak blakan, kalau enak bilang enak (misal makanan), kalau tidak enak bilang secara jujur, berbicara jujur tidak berputar-putar, langsung ke intinya.
      3. Dan bagaimana mbak mengatasi masalah tersebut? Sejalannya waktu saya bisa (harus) menyesuaikan dengan keadaan tersebut.
      4. Dan yang terakhir jika mbak sudah memiliki anak sistem mana yang mbak gunakan untuk mendidik anak apakah dengan kultur indo atau kultur suami mbak ?. Berhubung saya belum mempunya anak, jadi anggap saya seandainya nanti saya punya anak, maka saya akan gunakan kombinasi kultur Indonesia dan Jerman. Misal kalau dari kultur Indonesia hendaknya memanggil orang yang lebih tua dengan sapaan yang lebih halus, tidak seperti di Jerman dimana kita bisa langsung panggil namanya, ke orangtua juga begitu. Kultur di Jerman: tidak boleh memukul anak, karena si anak bisa melapor ke polisi dengan tuduhan kekerasan terhadap anak, menurut saya masih ada baiknya dengan kultur Indonesia dimana orangtua bisa menghukum anak untuk memberi efek jera.

      Nanti saya email ya :).

  • July 4, 2013 at 12:49 pm
    Permalink

    Mbak cariin sy kenalan bule please ini nope saya 021666081

    • July 4, 2013 at 12:58 pm
      Permalink

      Indahhh kamu ikutan biro jodoh saja, saya ga punya stoknya 😆 .

  • June 24, 2013 at 5:10 am
    Permalink

    gara2 mau cari tau seberapa dingin eropa pas musim dingin, jadi mampir ke blog mu mbak. so happy ada yang berhasil dari web dating online. langgeng2 terus ya.

  • June 19, 2013 at 11:06 am
    Permalink

    waaah kita sama bgt ya pengen nya cowo bule sama pengen tinggal di LN tp susah nyari cowo yg bener2 serius bahkan di situs dating sekalipun. suami mbak english nya fasih ga? terus mbak kan tinggal di jerman jd belajar bhs jerman jg dong? 😀

    • June 19, 2013 at 1:20 pm
      Permalink

      Terus cari ssma ketemu ya ;).Suamiku keseringan bicara bhs Inggris pdhl aq ngobrol dg dia pakai bhs Jerman 😀

  • June 5, 2013 at 2:43 pm
    Permalink

    Hai mba, saya suka dengan tulisannya. Jujur, sederhana, apa adanya and terbuka banget. Saya juga sedang menjalin hubungan dengan cowok asal Inggris yang saya temui dari situs jodoh khusus muslim. Kita sudah ketemuan dan sebelum ketemuan pun sudah ada pembicaraan mengenai pernikahan dan tanya-tanya gimana tata cara kalo menikah di Indonesia, dsb. Keluarga dan temen-temannya pun sudah tahu tentang saya, begitupun sebaliknya. Tapi pada saat ketemuan untuk pertama kali kok rasanya terkadang saya speechless dan nggak tau apa lagi yang mau diomongin, padahal udah banyak juga yang diomongin seperti pekerjaan, keluarga, teman-teman, sampai rencana kalau saya ikut dia ke Inggris dan gimana cara saya beradaptasi nantinya. Kita ketemuan dan menghabiskan waktu bersama selama seminggu. Dia juga nanya, “kok kamu kadang jadi pendiam. Apa karena masih malu sama saya?” Saya cuma bilang, kita kan baru ketemu untuk pertama kali jadi saya mungkin masih merasa gimana gitu…Tapi setelah dia pulang ke negaranya saya jadi khawatir apakah kediaman saya itu bakal jadi nilai minus bagi saya buat dia. Nah, saya mau tanya, dulu waktu pertama kali ketemu / copy darat, mba Nella ngomongin apa aja sama suami sehingga setelahnya langsung cocok, terus proses melamar dan menikah kok sepertinya cepat. Maaf ya mba, jadi curcol. Masih galau nih dengan hubungan saya dan dia. Hehe….Terima kasih sebelumnya.

    • June 5, 2013 at 3:55 pm
      Permalink

      Hai Astrid terima kasih untuk sharenya. Saya juga termasuk tipe pendiam sptmu ko :D, ya tipe orang kan beda2, ada yg rame, ada yg harus deket dulu baru bisa ngobrol lebih banyak. Lagi calonku kala itu ke Indo, yg pertamaseminggu, ya tiao hari nge-mall hehe, datang je 2 kali saya malah kerja seminggu, ya fia jalan2 keliling kota dg keluargaku.

  • June 2, 2013 at 4:26 am
    Permalink

    Waaaa mba kereenn perjalanan cintanya! Doain aku segera nyantol juga yak, aku juga asiandating mania nih 😀
    Lagi deket sama cowo Amrik, dia US Army officer & semoga segera melamar..

  • May 30, 2013 at 5:39 pm
    Permalink

    Aku sekarang lg pacaran sama bule amrik udh 5 bulan dan kenal dari dating site juga hheee, aku kopdarnya di hongkong dan berlanjut dia kesini, doain ya smoga rencana nikah taun depan terlaksana 🙂

  • May 30, 2013 at 5:10 am
    Permalink

    Awesome sistaa…. 🙂
    Semoga saya bisa beruntung seperti anda

  • May 28, 2013 at 2:06 pm
    Permalink

    ingin punya ke inginan yg menjadi nyata…

  • May 20, 2013 at 3:56 am
    Permalink

    Wow awesome doakan aq juga y kak lagi beriman cari pasangan cow perancis Ђę² :p..Ђę² :D..Ђę² :p..Ђę²:D.. :

    • May 28, 2013 at 2:11 pm
      Permalink

      lam kenal ya …..suku apa nancy

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: