Tag: kencan dunia maya

  • Kedua Kalinya Mejeng lagi di Media karena Nikah sama Bule

    Kedua Kalinya Mejeng lagi di Media karena Nikah sama Bule

    Kedua Kalinya Mejeng lagi di Media karena Nikah sama Bule. Mumpung Benjamin sedang tidur pulas, asyikkk jadi saya bisa internetan nih 😀 . Jadi bisa menceritakan satu hal kalau saya mejeng lagi di media cetak & online.

    Jadi ada wartawan yang mengirim email ke saya, bilang kalau dia mau buat liputan dengan tema orang-orang yang mendapat jodoh melalui dating service (biro jodoh online). Pak wartawan bilang agak sulit mencari narasumber yang mau berkisah tentang hal tersebut, dan ybs membaca postingan saya yang berjudul Cinta via Biro Jodoh Online . Pada postingan tersebut saya panjang lebar membahas mengenai bagaimana saya bertemu Frank melalui media online.

    Nah pak wartawan ingin mengutip postingan saya dan mewawancarai saya melalui email, telp bahkan ingin bertemu langsung. Email pak wartawan saya balas 3 hari kemudian, saya bilanglah kalau wawancara via email saya tidak bisa, ribet ada si bocah (Benjamin) yang setiap saat bisa saja rewel jadi tidak bisa berlama-lama di depan komputer, kalau mau telp silakan, tapi kalau bertemu langsung ya silakan datang kerumah saya hihi tapi kan jauhhh ya 😆 . Jadi saya katakan “..jika ingin mengutip tulisan saya silakan saja, asal menyebutkan sumbernya dari blog saya”.

    Baca juga: Pengalaman Mejeng di Majalah

    Senin, 15 September lalu bangun tidur seperti biasa online sebentar dari tablet. Cek ricek email, sosmed dll. Ketika cek blog saya bingung sudah jam 8 ini trafik blog tumben cuma diangka 600. Ternyata oo ternyata 6.000 an saudara-saudara hahah maklum mata masih 5 watt bangun tidur. Kaget ada apa gerangan yaaa? . Arsip blog saya sudah dibuka 3 ribu kali sekitar jam 8 tersebut.

    Eh ada komentar dari ito Nandito di postingan Peran Ayah Dalam Keseharian Bayi katanya saya mejeng di tribunnews.

    Kedua Kalinya Mejeng lagi di Media karena Nikah sama Bule
    Saya diberitahu salah satu blogger, kalau nama saya mejeng di koran online

     

    Saya klik link yang diberikan ito Nandito, lalu tablet saya berikan ke mama dulu karena saya lagi sibuk beres-beresin botol susu. Mama ngakak aja pas baca koran online tersebut.

    Mama : Huaahaha
    Saya : Napa ma? Ada yang lucu ? kenapa ???
    Mama : Masah nih namanya Frank ko ditulis Frank Benjamin hahaha
    Saya : (langsung ambil tablet dari mama dan membaca). Huahaha

    Kalian yang setia mengikuti blog saya ini tahu dong. Frank nama suami saya, Benjamin adalah nama anak saya.

    Pak wartawan tidak konfirmasi ke saya dulu sih, email sayapun tidak dibalas lagi, eh langsung tayang tulisannya di koran online hasil kutipan dari blog saya.

    Kedua Kalinya Mejeng lagi di Media. Mejeng di koran online
    Mejeng di koran online

     

    Bagi yang tertarik membaca tulisan di koran online tersebut silakan lewat biro jodoh mimpi …

    Efek dari masuk koran online tersebut, trafik blog saya melonjak luar biasa. Kalau biasanya sekitar 2.500-3.000 an perhari, nah pada 15 september tersebut blog saya page viewnya 12.900 . Entah kapan lagi best ever trafic akan tercapai, karena angka tersebut sangat fantastis buat saya :mrgreen: .

    12.900 Trafik terbaik yang dicapai dalam sehari selama 6 tahun ini ngeblog
    12.900 Trafik terbaik yang dicapai dalam sehari selama 6 tahun ini ngeblog

     

    Keesokan harinya (16 Sept), satu blogger lainnya bernama akang Gilang berkomentar di postingan saya. Akang membaca koran kalau ada tulisan mengenai saya 😀 . Ternyata turun versi cetaknya juga toh.

    Kedua Kalinya Mejeng lagi di Media karena Nikah sama Bule
    Diberitahu salah satu blogger kalau nama saya nonggol di koran

     

    Masih mantap trafik blog karena nama saya muncul di koran cetak.

    Hari kedua trafik masih mantapp. Page view hingga 7.500 an. Efek nonggol di koran hehe
    Hari kedua trafik masih mantapp. Page view hingga 7.500 an. Efek nonggol di koran hehe

     

    Karena mejeng di koran online dan cetak, saya jadi mendapat banyak email. Ada yang curhat mengenai pencarian jodoh, punya impian lihat luar negeri, pernah ikutan biro jodoh online namun belum beruntung dan curhat lainnya. Blog saya jadi mendapat banyak follower baru juga 😀 .

    Seperti best ever trafic sebelumnya, kalau naik dratis begini 1-2 hari. Hari-hari berikutnya langsung terjun bebas dan nyungsep hahaha.

    Trafik blog sudah normal kembali. Eh naik sedikitlah sekarang sudah di page view 3500 an perharinya
    Trafik blog sudah normal kembali. Eh naik sedikitlah sekarang sudah di page view 3500 an perharinya

     

    Apakah kamu pernah mejeng juga di media ? kalau boleh tahu karena apa ya ?😀 .

    Baca Juga :
    Mereka yang Nyasar ke Blog Saya – Tema Bule
    yang Bikin Meleleh
    10 Pertanyaan Mengenai Emaknya Benjamin
    Babenya Benjamin Manis Banget kalau Begini. Du Bist so Suss adalah ..
    Our wedding – Pernikahan Kami
    Orang Jerman itu ..
    Aturan Internetan di Jerman
    Cerita ketemu sama suami di online dating

  • Kekasih Online Bule Bagian 2

    Kekasih Online Bule Bagian 2

    Kekasih Online Bule Bagian 2. Mau cuap-cuap lagi seputar kekasih online. Bagian 1 klik disini ya.

    Kekasih Online Bagian 2 . “Love may be harder to find in some people, but when they do love you know it must be something marvelous.” ― Criss Jami
    “Love may be harder to find in some people, but when they do love you know it must be something marvelous.”
    ― Criss Jami

    Beberapa tips buat para single / status pacaran dengan orang asing. Sepenuhnya berdasarkan pemikiran saya, atau hasil obrolan saya dengan teman. Di ikuti syukur, kalau dianggap tidak penting terserah pembaca hehe 🙂 .

    Temanku Mita (nama disamarin saja ya) Mita sama seperti saya boru Batak, dia nikah dengan pria Jerman, belum setahun di Jerman, kita belum pernah kopi darat. Mita sering telp saya, kalau kita ngobrol pasti sampai baterai telp kita habis, dan kita ngobrolnya sekitar 4 jam an, gile lamanya yaa haha. Berdasarkan obrolan kita seperti dibawah ini:

    Status masih pacaran, tidak usahlah terlalu sering upload-upload foto kamu dan pacar (bule) ke media social. Beda ya kalau sudah resmi, sudah jadi suami istri, mau ngapain juga terserah.

    Mita cerita ada temannya (cewe) sebut saja namanya Cantik, si cantik sering sekali upload-upload foto bersama pacar (bule) nya, trus mereka putus, ganti pacar baru dan pajang lagi foto-foto mereka, eh putus lagi, ganti lagi yang baru begitu seterusnya. Aktifitas si Cantik sering sekali di update melalui media social, termasuk status “check in” di hotel ABC dengan si Mr. B (misalnya) penting banget ya aktifitas seperti itu sampai di update di media social, apalagi masih status pacaran?.

    Ngamuklah keluarga (ortu dan abang) si Cantik di Indonesia, si Cantik disuruh pulang ke Indonesia (Cantik entah kerja atau kuliah di luar negeri/LN) kata keluarganya sudah lama pula tinggal di LN belum juga dapat jodoh. Si Cantik sih tenang-tenang saja tinggal di LN, tidak ada yang usil, tidak ada yang kepo dengan kehidupan dia. Nah keluarga di Indonesia lama-lama panaslah, malu dong kalau sering di gunjingin tetangga, keluarga dan teman-teman yang membaca status atau melihat foto-foto Cantik di media social.

    Tidak perlu berkoar-koar kemana-mana, sampai seluruh dunia harus tahu kalau kamu punya pacar bule. Di media social sampai di tulis “in relationship” with .. trus putus ntar teman-teman kamu penasaran “ko putus?”. Tidak lama kemudian eh “in relationship” lagi “sama bule mana lagi nih?” teman-teman penasaran lagi. Kalau saya ko lebih sreg nulis “single” dan setelah resmi, setelah pasti punya suami baru profile di ganti “menikah”.

    Jangan terpesona melihat “wajah ganteng”. Seandainya orang ganteng bisa dapat diskonan ketika berbelanja, asyik sekali ya haha. Saya tidak merendahkan pekerjaan seseorang, namun di LN banyak loh pria-pria ganteng, mulai tukang sapu jalan, pelayan restoran, supir dan penggangguran sekalipun banyak yang berwajah ganteng.

    Teman Mita lagi nih, wanita Indonesia di LN, punya kerjaan bagus, namun berpacaran dengan brondong pengganguran, „ .. yang penting ganteng“ tapi lama-lama si cowo jadi parasit, tahu kan maksud saya, jadi apa-apa si cowo tinggal minta ke cewenya dong.

    Si dia tiba-tiba menghilang. Iya tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba hilang. Di telp ga pernah angkat, di telp ulang hp nya mati. Sms, email, surat tidak pernah dibalas. “Duuhh jangan-jangan si pacar online sakit?, kesusahan?, tabrakan? masuk rumah sakit?, pasti apa ada apa-apa deh”. Harus ke negara si dia nih untuk tahu kepastiannya, tapi tidak punya duit, bagaimana dong, duuhh s.o.s / h.e.l.p / status darurat. Percaya sama saya, si pria hanya tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk minta putus!.

    Pengalamanku: si cowo bilang kalau nikah nanti ga akan bisa punya anak lagi, beberapa waktu kemudian di vonis dokter kena kanker, saya disuruh cari pria lainnya yang lebih baik (sehat). Saya heran kemoterapi ko cuma sebulan?. Ternyata main gila ke Filipin sama cewe yg 30 tahun lebih muda. Ketahuan belangnya minta-minta maaf sambil nangis. Cape deh!. Detailnya disini.

    Ada lagi ngaku dipenjara. Saya sudah tahu kartunya. Minta putus!. Cape deh lagi. Sorry saya ga akan nangis ko kehilangan kamu 😆 .

    Baca juga: Nikah Sama Bule Bukan Impian Saya

    5 Ciri Bule Scammer Penipu Cinta (Pengalamanku yg nikah dengan Bule)

    Cek kerjaan dan isi dompetnya (tidak di kencan pertama ya!). Bule yang mendapat bantuan (tunjangan) dari pemerintah setiap bulannya tidak bisa menjadi sponsor untuk mendatangkan kamu ke negara si bule. Jangan berpikiran „ah siapa tahu nantinya, dia akan mendapat pekerjaan yang baik“ . Termasuk kalau pekerjaan si pria bukan kerja tetap ga bisa ya. Cek lagi minimal gaji yang disyaratkan kedutaan untuk si pria bisa jadi sponsor.

    Kalau kamu bilang “ya gak apa deh, yang penting cinta” .. ya silakan saja toh kamu yang akan menjalaninya 😉 .

    • Kalau kamu diundang datang ke negara si bule untuk dikenalkan dengan keluarganya, minta dia untuk membiayai keberangkatanmu (paling tidak separuhnya), itu artinya dia bertanggung jawab dan tidak pelit.

    Pikirkan status si dia diawal hubungan kamu, bukan setelah terjadi pernikahan.
    Apakah dia pernah menikah?.
    Apakah dia punya anak?. Orangtua pasti akan memikirkan kebahagian anak, bahkan membiayai juga. Jadi jangan komplain kalau calonmu membiayai anak-anaknya.
    Apakah dia 10, 20, 30 tahun lebih tua dari usia kamu bahkan lebih?. Kalau jalan ketemu teman atau keluarga lalu suami dikira bapak atau parahnya kakek kamu ya jangan marah.
    Apakah dia berbeda keyakinan dengan kamu?.
    Apakah pekerjaan dia sesuai dengan yang kamu mau? jangan setelah nikah menggerutu ah supir, tukang tembok, tukang ledeng, tukang listrik dll. Eh di LN pekerjaan ada ahli-ahlinya loh dan gajinya juga baik plus ada asuransi. (Jangan lihat status pekerjaan, lihat penghasilannya)
    Apakah dia perokok?
    Apakah dia tukang „dugem“?
    Apakah dia “peminum” yang saat sedang tinggi tidak bisa mengontrol diri (emosi)?
    Apakah dia benar-benar mencintaimu?.

    Cerita dari temanku Mita lagi nih: Ada teman dia cewe Indonesia. Sudah coba 5 kali proses bayi tabung masih gagal. Suami si wanita adalah bule UK yang punya 2 anak dewasa. Si wanita bersikeras harus punya anak, supaya kalau terjadi apa-apa dengan pernikahan, dia bisa dapat bagian dari suami. Pokoknya mati-matian harus punya anak supaya anak dapat bagian juga. Anak-anak suaminya sepertinya tipe reseh (soal materi), bisa dibayangkan berapa duit sudah habis untuk proses bayi tabung. Ga mau konflik mulu dengan anak-anak suami, jadi si wanita menetap di Indonesia. Nah lohh dulu sebenarnya nikah intinya karena cinta atau karena duit ..?

    Ada lagi: bulenya tinggal di Indonesia, ternyata menikahi wanita Indonesia hanya untuk mendapatkan visa menetap di Indonesia. Pasangan tersebut tinggal terpisah, aneh ya si wanita mau saja. Eh ketahuan bulenya bawa pelacur ke rumah. Duuhh dulu pas pacaran ga tahu kalau prianya suka main cewe?. Mereka lagi proses cerai.

    Masih ada lagi. Wanita ambil S2 di Jerman, kecantol pria Jerman. Tapi setelah nikah wanitanya jadi serba ga puas dengan keadaan mereka. Suami kerjaannya ga bagus, pendidikan jelas lebih hebat si wanita, gaji lebih besar si wanita. Tampang prianya jelek ga cakep juga tidak. Mau pisah, kasihan anak. Mungkin benar ya kata nenek, kalau pacaran sebaiknya ditempat terang, jadi terlihat jelas calon kita 😉 .

    Jika ada yang aneh dengan calonmu, coba tanya ke pihak lain, misal teman atau keluarga. Misal ya ada temanku pernah cerita. Temannya temanku lagi ada hubungan dengan pria Jerman, nah si pria bilang ke wanita (calonnya) harus punya pekerjaan begitu sampai di Jerman gubrakk.com bagaimana bisa dapat kerja kalau si wanita masih di Indonesia, oke sudah sampai Jerman mana bisa kerja kalau tidak lancar berbahasa Jerman?.

    Alasan si pria, nanti si pria harus bayar pajak lebih tinggi kalau si wanita tidak bekerja. Padahal kenyataannya pajak orang single itu lebih tinggi dari yang status menikah. Contohnya suamiku, setelah kami nikah, dia melapor kalau dia sudah menikah jadi status pajak dia turun satu level dari level 2 menjadi level 3 . Saya punya no pajak namun karena saya tidak bekerja, maka saya tidak bayar pajak, status saya di level 5. Kalau nantinya saya bekerja maka status pajak saya akan berubah dan Frank juga ikutan berubah.

    Sepertinya enak banget ya mereka yang mendapat bantuan (tunjangan) setiap bulan dari pemerintah. Saya pernah tanya ke Frank, bisa ga nih saya minta bantuan, kan ga kerja. Ya berapa euro kek buat duit jajan gitu loh 😆 . Ternyata ga bisa kakakk karena gajinya Frank diatas rata-rata.

    Tunjangan begini jadi banyak dimanfaatin orang asing (yang bebas visa masuk Jerman) mereka bekerja setahun, tahun berikutnya mengganggur dan mendapat tunjangan pemerintah.

    • Hati-hati curhat dengan teman (sahabat) mengenai hubungan kamu dengan pacar bulemu. Ada teman yang memang tulus akan memberikan nasehat baik, namun ada juga teman yang sirik (sinis) dengan hubungan kamu dan akan memberikan nasehat yang salah (menjerumuskan). Ada teman yang bahagia melihat kamu bahagia, namun ada juga teman yang TIDAK bahagia kalau kamu bahagia.

    Pokoknya jangan sampai salah pilih, jangan sampai menyesal dengan pilihanmu. Pikirkan baik-baik segala sesuatunya karena kamu yang akan menjalaninya.

    Sepertinya hampir semua ceritanya tidak enak ya, apa pasangan beda bangsa tidak ada yang berbahagia? Banyakk ko, makanya jangan sampai salah pilih. Nah Beberapa teman-temanku yang juga menikah beda bangsa seperti Noni di Medan dengan WN. Amerika, mbak Siti di Makassar dengan WN. Amerika, ada Fascha di Stockholm, Bebe di Helsingborg, Swedia, Atik di Islandia sepertinya mbak Atik akan menetap di Indonesia, lanjut ada mbak Kayka di Jerman, Nisa di Bulgaria, segitu dulu yang saya ingat. Yang ingin mengetahui cerita-cerita mereka silakan berkunjung ke blog mereka.

     

     

    Baca juga:
    Mejeng di Majalah
    Setelah Online, Saatnya Kopi Darat
    Kisah Cintaku
    Cinta via Biro Jodoh Online
    101 Romantic Ideas
    Wanita Ciptaan Terindah
    Cinta vs Uang Hati-hati Love Scam
    Kisah-kisah Kawin Campur yang Tragis

  • Kekasih Online Kapan Kita Kopi Daratnya?

    Kekasih Online Kapan Kita Kopi Daratnya?

    Kekasih Online Kapan Kita Kopi Daratnya?. Lucu deh kalau dengar teman yang bilang punya “pacar” tapi belum ketemu secara langsung. Pernah dengar istilah “pacar online“? iya jadi jadiannya baru secara online. Tolong jangan nyinyir atau sinis ke saya kalau kamu adalah salah satunya 😛 .

    Kekasih Online Kapan Kita Kopi Daratnya?
    Kekasih Online, Kapan Kita Kopi Daratnya?

    Saya sebagai salah satu wanita yang sudah malang melintang di dunia persilatan internet sejak tahun 1997 (ketahuan banget ya tuanya saya 😀 ) mau cerita lah sedikit aktivitas saya di dunia per chattingan (bukan blogging, baru ngeblog tahun 2009). Tahun 1997 saya mulai kuliah, dan saat itu baru mulai ada lab komputer dimana mahasiwa bisa gunakan internet secara gratis, itupun koneksinya ampun lemotnya (gratis tidak boleh komplen!) dan kita maksimal bisa gunakan internet selama 2 jam, karena sudah ada yang antri mau pakai juga. Bisa sih ke warnet cuma mahal. Kalau lab komputer lagi penuh, sampai bela-belain ke warnet di Fisip (saya di Mipa). Hp ketika itu belum secanggih sekarang, kalau ada fitur chatting pastinya masih mahal lah.

    Apakah saya berinternet-ria untuk mencari atau ada hubungan dengan perkuliahan? engga dong! hahaha. Teman saya dan saya yang punya hobi sama, kita asyik cari gebetan. Hmm salah satu alasannya chatting adalah memperlancar bahasa Inggris?. Sangking banyaknya teman chatting (mostly bule) sampai nulis data singkat mereka, malu dong kalau ketemu (chat) dilain hari nanya lagi dari awal asl please? masih pada ingat dengan istilah asl tersebut? hahaha.

    Apakah setelah melakukan pencarian (gebetan), setelah menghabiskan waktu di depan komputer (internet) selama berjam-jam, setelah menghabiskan begitu banyak duit untuk ke warnet, setelah membuang-buang waktu dengan teman-teman online saya tersebut, apakah saya mendapat pacar atau calon suami?. Jawabannya tidakkk!! 😥 .

    Selama 10 tahun lebih saya dibuai dengan asyiknya dunia perchattingan, dibuai dengan gombalan cowo-cowo sinting . Saya katakan sekarang kalau semua itu hanya buang-buang waktu. Teman-teman online hilang satu persatu. Kalau yang meninggalkan kesan tertentu (mungkin karena sering chat ya) bisa loh membuat saya melow “kemana ya si doi, ko ga online lagi?” sedih berhari-hari, malas makan, ngapa-ngapain tidak bersemangat, gilaa yaa? 😆 .

    Yang masih sedikit ku ingat tentang teman online:
    • Dulu saya punya teman, namanya Beni asal Kosova tinggal di Amrik. Kita ngobrol ngalur ngidul tentang banyak hal (lebih banyak ngomongin hal rohani), sama sekali dia tidak pernah nembak saya. Setelah sekian tahun tidak chat lagi, ternyata dia sudah menikah dan punya 3 anak. Dulu kan saya masih single, lalu saya minta si Beni mengenalkan (nyomblangin) dengan teman dia. Temannya bilang saya sudah banyak umur gile ga sopan!, padahal saat itu saya belum 30 tahun 😳 . Entah bagaimana ceritanya, akhirnya Beni dan saya curhat kalau kita dulunya saling suka, saya tuh nunggu kamu menyatakan cinta loh, ngengsi dong cewe duluan hahaha. Ya sudah kita tidak berjodoh. Beni dan saya hanya teman online, tidak pernah kopi darat.

    • Matthew tinggal di Amrik (Cincinnati Ohio), dengan cowo ini sudah menjurus ke pacar online, hampir jadian. Saya kalah bersaing dengan cewe Brazil, jadi Matt pilih tuh cewe. Gilanya si cewe Brazil juga nyamar, chat dengan saya, mencari tahu saya. Matt cowo pertama yang mengirimkan saya bunga di hari ultah saya ke 25. Dia menggirimkan surat ke adik saya dan bilang ke adik saya untuk memberikan kejutan di hari ultah saya. Nih cowo mengirimkan uang ke adik saya, untuk membelikan saya hadiah ultah dan buket bunga. Tapii kejutan rahasinya ketahuan saya duluan 😆 karena saya kaget waktu lihat sepucuk surat ditujukan ke adik saya dari Matt, dan saya penasaran, saya buka suratnya haha ga surprised lagi deh. Matt berasal dari keluarga broken home, adiknya punya anak diluar nikah, kerjaannya juga tidak jelas. Semua hal negative saya cari supaya saya bisa puas tidak lanjut dengan dia. Sempat ada drama dulu dengan si cowo ini, sampai saya berhasil mencari kata kunci password email dia, dari situ kebongkar kalau dia lagi pdkt juga dengan cewe Brazil, klo nga gitu pasti saya akan terus tergila-gila dengan dia. Hanya teman online, tidak pernah kopi darat.

    • Eric, cowo Belanda, tinggal di Maastricht, punya saudara kembar (cowo). Dia berhasil membuat saya tergila-gila, mabuk kepayang. Begonya saya tidak sadar, kalau saya hanya dianggap pelipur lara, pengungsir kesepian dia sepulang kerja. Bisa dibilang saya yang ngejar-ngejar dia. Pernah beberapa kali video chat. Dia bilang tidak akan mau ke Indonesia. Saya sempat beberapa kali menghilang, dan dia mencari saya. Selalu panggil saya baby, honey dan malangnya banyak wanita (termasuk saya) klepek-klepek kalau dipanggil begitu. Saya yang beberapa kali telp dia (dia tidak pernah, atau pernah 1 kali?, ah lupa) intinya saya yang selalu keluar modal. Dulu kan telp ke LN mahal ya. Girang bukan kepalang kalau dia balas sms. Disaat kita berdua hanya terpisah kota, ya saya pernah ke Belanda. Eric bahkan tidak bersedia ke kota saya berada (mahal tiket kereta), dan dia meminta kita bertemu di titik tengah. Kamu bukan tipe saya, kamu tidak tergila-gila dengan saya, jadi maaf saya sudah tidak mau jadi wanita bego selamanya. Hanya teman online, tidak pernah kopi darat.

    • Maarten, cowo Belanda lagi. Pernah nikah, punya anak 1. Kita kopi darat, dia jadi guide saya selama saya di Belanda. Saya ke Belanda pakai duit sendiri, bukan untuk kopi darat namun untuk mewujudkan impian saya melihat LN. Untung juga bisa ke Belanda, jadi bisa melihat tempat tinggal cowo ini. Tempat tinggalnya hanya 1 ruangan (sempit), dapur, ruang tamu, tempat tidur jadi satu. Kerjaannya tidak jelas, saya hanya diajak melihat tempat kerja dia dari jalanan. Punya sepeda doang (penting dikasih tahu? hehe). Merokok (ini yang bikin saya berat terima dia). Waktu beberapa minggu dengan dia, ko saya malah kasihan melihat dia (hidup seadanya/dibawah garis kemakmuran). Pas saya kembali ke Indonesia, dia mulai bikin drama, katanya dia penjara bla bla ..bla .. . Saya sudah tahu kartu cowo yang suka bikin drama, intinya minta putus!. Hey kapan kita jadian? Haha.

    • A.T, cowo Belgia, duda dengan dua anak (Dewasa). Cerita detailnya pernah saya ceritakan, klik disini.

    Kalau saya mulai dekat dengan pria-pria online, biasanya saya menyamar dan mencari tahu sebanyak-banyak tentang si pria. Saya mencari tahu, apakah semua yang si pria tersebut katakan sama persis kalau berbicara dengan orang lain.

    Berhubung sudah panjang cuap-cuap, jadi saya berikan kesimpulan saja

    Cowo bule itu benar-benar suka (jatuh cinta) dengan kamu:
    Kalau dia tidak gombal. Baru kenal seminggu sudah panggil baby, honey, sayang. Hati-hati jangan langsung percaya, jangan mabuk kepayang.
    Mau keluar modal. Jangan kamu dong (cewe) yang terus-terusan telp dia, sms dia, menggirimkan hadiah-hadiah.
    Jangan cepat percaya. Baru kenal 1 – 2 bulan sudah bilang serius mau melamar, padahal ketemu langsung (kopi darat) saja belum pernah.
    Tidak sabar untuk segera bertemu langsung denganmu. Jangan mau berlama-lama berhubungan hanya secara online hingga 1 tahun, 2 tahun bahkan lebih. Setelah 6 bulan, kalau dia bilang suka, minta dia mengunjungi kamu ke Indonesia (karena lebih aman buat si wanita). Tatap muka secara langsung sangat penting. Karena bisa saja kalian asyik berkomunikasi secara online, namun pas bertemu secara fisik lain rasanya. Ada yang bisa langsung tidak suka saat kopi darat (walaupun dulu-dulunya sudah jatuh cinta). Jadi lebih baik cepat bertemu, supaya bisa tahu perasaan masing-masing.
    Jangan pernah jatuh cinta 100%, jangan berharap banyak, jangan kasih kepercayaan kalau belum bertemu fisik.
    Jangan pernah menggirimkan uang kalau belum pernah bertemu secara langsung. Dengan alasan apapun!, sekalipun si pria/wanita bilang sudah dalam perjalanan ke Indonesia, namun tidak bisa keluar dari imigrasi (atau 1001 alasan lain) dan minta dikirimkan duit, walau bilang nanti akan diganti. Percaya saya, bule tidak pernah minta duit. Sayangnya banyak wanita yang bisa terperdaya, bisa memberikan duit ke kekasih online yang belum pernah ditemuinya langsung.
    Buat wanita, pakai otak mu, matikan perasaanmu sebelum kamu bertemu si pria secara langsung. Jangan berpikiran „.. perasaanku mengatakan dia baik“, „.. perasaanku dia jujur“, „.. perasaanku dia punya kerjaan bagus. ” .. perasaaku dia pasti akan melamarku, karena dia sudah menggirimkan hadiah-hadiah“. Haloo wanita jadilah wanita pintar, bukan wanita bodoh! Oke 😉 .

    At some point, in your life someone will love you more than you ever expected. Be patient, and learn to wait, because sometimes a patient person receives the best love story“. Source unkown.

    Klik kekasih online bagian 2

    5 Ciri Bule Scammer Penipu Cinta (Pengalamanku yg nikah dengan Bule)

    Baca juga:
    Cinta via Biro Jodoh Online
    Kisah Cintaku
    101 Romantic Ideas
    Wanita Ciptaan Terindah
    Cinta vs Uang Hati-hati Love Scam
    Being Single and Happy
    Mereka yang Nyasar ke Blog Saya – Tema Bule

  • Mejeng di Majalah

    Mejeng di Majalah

    Mejeng di Majalah. Apakah kamu pernah masuk majalah?, bukan majalah dewasa ya hehe 😆 . Beberapa waktu lalu saya diwawancarai untuk suatu rubrik majalah. Bukan majalah seputar gardening seperti hobi saya, melainkan seputar cari jodoh melalui media online.

    Berhubung saya sudah sering ditanya-tanya baik secara langsung atau per email, jadi pertanyaannya itu lagi itu lagi 🙄 . Jadi kali ini saya simpan, kalau ada yang tanya seputar cari jodoh lagi, *sstt jangan bilang-bilang, saya akan pakai jawabannya lagi 😉 .

    Berikut wawancaranya:

    1. Kapan Anda bertemu pertama kali dengan pasangan Anda? Jika ingat, boleh dengan tanggal dan bulan dan tahunnya, atau momen yang terjadi saat itu?. Ini maksudnya pertama kenalannya di online dating atau ketemuannya ya? kalau pertama kali bertemu langsung (copy darat) pada 26 Juni 2010.
    2. Bagaimana pandangan Anda tentang mendapatkan jodoh lewat website?. Saat ini banyak hal bisa dilakukan secara online. Termasuk mencari jodoh, jadi menurut saya sah-sah saja buat mereka yang mencari jodoh secara online. Rutinitas kesibukan sehari-hari mengurangi kesempatan kita untuk bergaul apalagi mencari jodoh, jadi dengan ada online dating sangat membantu mereka mencari pasangan yang cocok.
    3. Mengapa Anda memilih berusaha mencari jodoh lewat website?. Alasan karena saya mencari pasangan western alias bule. Berhubung di Jakarta saya tidak berada di lingkungan yang banyak orang asingnya, ya satu-satunya cara buat saya adalah mengikuti situs biro jodoh online.

    *besok-besok kalau ada pertanyaan ini lagi, akan saya sedikit revisi. “Berhubung wajah saya jauh dari kriteria CANTIK bagi pria Indonesia, tidak pernah ditembak (ha mati dong 😛 ), iyaa tidak pernah ada pria Indonesia yang mengajak saya pacaran, iihh kasihan banget ga sih?. Kemudian umur saya sudah lampu merah bagi pria Indonesia”.

    1. Mengapa Anda memilih website tersebut? Saya mengikuti 2-3 website serupa. Beruntung bertemu suaminya di asiandating.com. *sepertinya jawaban saya tidak nyambung haha.
    2. Dari mana Anda mengetahui website tersebut? Dari internet, lupa tepatnya dari mana. Iklan-iklan online dating semacam ini biasanya bisa muncul dihalaman depan website tertentu, atau iklan disisi kanan kiri email kita.
    3. Awalnya, apa harapan Anda dalam bergabung dengan website tersebut? Harapannya ya dapat jodoh yang cocok dong hehe.
    4. Sebelum dengan pasangan yang sekarang, apakah Anda sempat menjalin hubungan dengan orang dari website yang sama? Tidak.
    5. Siapa yang pertama kali menyatakan ketertarikannya? Si pria.
    6. Berapa lama sejak ‘berkenalan’ lewat website sampai akhirnya jadian? 4 bulan. Setelah pertemuan pertama kali di Jakarta kita saling suka, trus jadian deh.
    7. Setelah itu, bagaimana proses pendekatan yang terjalin antara Anda dan pasangan? Karena LDRS jadi pendekatannya melalui komunikasi melalui media online, misal email, ym, skype atau berkirim surat.
    8. Apa yang paling Anda suka dari pasangan Anda? Saya paling suka sifat dia yang sangat perhatian ke saya, dia romantis, termasuk dia membantu urusan rumah tangga seperti masak, cuci piring dll.
    9. Bagaimana Anda menyesuaikan diri dengan karakter pasangan Anda? Saya tidak kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan karakternya. Sejalannya waktu saya tambah mengenal sifat si dia.
    10. Apa trigger yang membuat Anda berujar, “Ya, saya menerimanya sebagai jodoh saya.” ketika bertemu dia secara langsung, saya merasa nyaman, kita nyambung komunikasinya. Itu yang menjadi triggernya.
    11. Setelah itu, apakah jalan menuju pernikahan berlangsung mulus? Apakah ada hambatan-hambatan tertentu? Apa saja? Puji Tuhan jalannya lancar hingga pernikahan.
    12. Bagaimana mengatasi hambatan tersebut? Tidak ada hambatan.
    13. Peristiwa atau momen apa yang paling berkesan selama Anda menjalin relationship? Momen paling berkesan bagi saya ketika si dia bisa berbaur dengan keluarga saya.
    14. Sekarang, bila menoleh ke belakang, apa yang Anda rasakan dengan kisah ‘berjodoh’ lewat website yang Anda alami?. Yang saya rasakan, saya sangat beruntung akhirnya bertemu jodoh saya melalui online dating.
    15. Apakah Anda menyarankan menggunakan media ini untuk wanita lain?. Iya saya sangat menyarankan untuk bergabung dengan online dating seperti yang saya ikuti. Asal kita tahu rambu-rambunya, misal kalau ada yang bilang suka (cinta) jangan langsung percaya 100%, harus gali informasi si calon dulu hingga bertemu keluarga si dia. Banyak scammer cinta, jadi kita harus hati-hati juga jangan langsung termakan rayuan gombal.

    Saya tidak tahu kapan majalah tersebut sudah beredar, karena saya kan di Jerman, jadi tidak bisa beli. Saya minta yang mewawancarai saya kirim soft copy nya ke email saya. Untung dia baik hati :smile:. Kemarin saya sms adikku minta belikan majalahnya, cihuyy adikku bilang sudah dibeli :mrgreen: .

    Mejeng di Majalah. Kami Mejeng di Majalah ini, Jarang-jarang kan bisa eksis begini hehe
    Kami Mejeng di Majalah ini, Jarang-jarang kan bisa eksis begini hehe

    Di wawancara tersebut saya menyebut situs dimana saya bertemu Frank, hmm seharusnya saya dapat bonus dong ya dari situs tersebut, karena belakangan jadi banyak yang nanya-nanya dan saya promosiin situs tersebut melulu.

    Saya telp mamaku di Indonesia, minta kirim majalahnya minggu kedua September bulan depan. Terjadilah percakapan singkat:

    Anak: “Ma, sudah lihat fotoku mejeng dimajalah ga?, sudah dibeli Roy majalahnya kan?” (*Roy adikku).
    Mama: “Iya sudah, kok bisa, kapan diwawancara, dapat honor berapa?”.
    Anak: “Eh busyett pertanyaannya borongan. Bisalah ma diwawancara lewat email, anakmu kan eksis lewat blog :D, ga dapat honor, biar tenar aja”.
    “Mak, cakep ga aku terlihat di majalah itu???” hahaha.
    Mama: “Cakep lah, cuma pendek banget”.
    Anak: “Yaelah iya lah pendek. Mamaku pendek bagaimana aku bisa tinggi?, dikira anak tetangga nanti, itu si Frank aja yang jangkung”.

    Teman-teman, maaf ya kolom komentar judul ini saya nonaktifkan, tolong berikan jempol “like” kalian saja sudah membuat saya senang sekali 😀 . Oh ya kalau mau memberikan komentar, silakan ditunggu di tulisan saya yang ada bunga-bunganya.

    Haha kamu masih pada nunggu link majalah yang ada nama saya dimuat? Penasaran melihat saya? *mulainarsis lagi 😛 . Oke daripada saya dibilang ngoceh tanpa bukti, silakang disini ya → Akhirnya Bertemu Jodoh setelah masuk klik lagi linknya, cerita bagian saya di halaman paling terakhir.

    Ecclesiastes 4: Two are better than one, because they have a good return for their work: If one falls down, his friend can help him up. But pity the man who falls and has no one to help him up!.

     

    Artikel Terkait:
    Setelah Online, Saatnya Kopi Darat
    Kisah Cintaku
    Cinta via Biro Jodoh Online
    101 Romantic Ideas
    Wanita Ciptaan Terindah
    Cinta vs Uang Hati-hati Love Scam
    Kekasih Online, Kapan Kita Kopi Daratnya?
    Mejeng di majalah, trafik blog melejit

  • Cinta via Biro Jodoh Online | Bertemu Bule Jerman

    Cinta via Biro Jodoh Online | Bertemu Bule Jerman

    Cinta via Biro Jodoh Online. Ladies pernahkan kalian mengamati istilah-istilah mesin pencari yang masuk ke blog kalian?, tiap hari saya rajin mengeceknya, dan saya seringkali tersenyum-senyum membacanya. Saya coba menggumpulkannya dalam 2 bulan belakangan ini, seperti ini ya :

    Perkawinan beda Negara, pacaran bule online tidak pernah ketemu, wanita indo ditipu pria asing dari situs online, pengalaman berumah tangga sama bule, percintaan dgn pria bule, bule benci salju, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta, cara penipuan bule, penipuan modus cinta di internet, penipuan cinta lewat fb, penipuan pria asing dengan modus cinta, penipuan modus cinta di internet, jangan pernah percaya cinta di dunia maya dengan bule, penipuan pria asing lewat facebook, no telp bule penipu, contoh pernikahan orang indonesia jerman.

    Istilah-istilah mesin pencari seperti diatas cukup menyumbangkan trafik ke blog saya. Selain itu banyak juga yang mengirim email ke saya, menanyakan bagaimana saya bertemu suami, bagaimana caranya mencari pasangan bule, apa suka dukanya menikah dengan orang beda bangsa, ribet ga mengurus surat-surat untuk menikah dan pindah ke negara lain, bagaimana penyesuaian di negara baru dan lain-lain. Oh ya bahkan banyak yang nitip minta dicarikan cowo bule hehehe.

    Tulisan Terkini

    Daripada tiap kali jawab email, mengulang jawaban yang sama (saya ketik ulang loh!), menurut saya lebih baik saya coba membuat beberapa judul dengan tema: Dimana berkenalan atau cari jodoh orang asing, bagaimana mengetahui bule yang serius atau cuma main-main saja, bagaimana menghindari penipuan cinta di dunia maya. Tema-tema lain mungkin akan menyusul ya. Jadinya tulisan-tulisan tersebut nantinya akan saya buat di profile saya misalnya.

    Untuk bahasan awal saya mau cerita:

    • Pertemuan awal
    • Ketemu di situs apa

    Saya bertemu (mulai kenalan dengan suami) melalui Biro Jodoh Online (dating online) pada awal Maret 2010. Nama situsnya asianeuro.com sekarang menjadi asiandating.com kalau buka keduanya sama saja. Situs tersebut khusus orang asing (Western) yang mencari pasangan asal Asia. Hayoo yang single langsung penasaran buka deh! 😉 .

    Saya mendaftar di situs tersebut dengan member gratisan, prinsip saya, pria yang harus keluar modal alias member berbayar haha.. Saat itu untungnya calon saya berpikiran sama dengan saya, jadi dia upgrade membershipnya sehingga kami bisa berkenalan lebih jauh melalui email. Kalau sama-sama member gratisan tidak bisa mengetahui email calon target kita dan tidak bisa berkomunikasi lebih lanjut, jadi hanya bisa kirim-kirim simbol suka “like” saja sampai salah satu upgrade member berbayar.

    Tapi ya, kalau kamu (cewe) mau upgrade member berbayar ya gpp juga ko, daripada target yang kamu lihat lewat begitu saja kan hehe, silakan coba 3 bulan member berbayar.

    Beberapa tahun sebelumnya, sebenarnya saya sudah pernah mendaftar ke situs online dating ini, namun tidak pernah beruntung. Jadi saya tutup keanggotaan saya. Nah penghujung tahun 2009 doa minta jodoh makin kenceng. Mintanya bule yang baik hati, yang tidak mempermainkan hati wanita, yang punya kerjaan bagus dan TIDAK MEROKOK!.

    Setiap hari hati saya terus menggerakkan saya untuk mendaftar kembali ke asianeuro.com. saya selalu menepis kata hati saya, “..dulu sudah pernah daftar tidak dapat yang baik”. Akhirnya awal bulan Januari 2010 saya mendaftar kembali.

    Saya buat profile saya sebaik mungkin, saya tuliskan kriteria seperti apa calon yang saya inginkan. Saya menuliskan kalau saya seorang yang rohani, saya guru sekolah minggu (saat itu), pokoknya saya tulis detail mungkin untuk menghindari para pria iseng yang hanya akan membuat patah hati.

    Situs tersebut juga meminta kita mengisi banyak data mengenai diri kita, memang agak mengesalkan, tapi hal ini berguna supaya mesinnya bisa mencocokkan dengan calon yang kriterianya mendekati pilihan kita. Kalau malas menjawab semua pertanyaannya bisa dicicil kerjain setiap hari.

    Pertanyaan-pertanyaannya di online dating untuk mencari calon yang sesuai dengan kriteria yang kita cari, antara lain:

    What is your favorite movie?
    What is your favourite book?
    What sort of food do you like?
    What sort of music do you like?
    How would you describe your dress sense and physical appearance?
    How would you describe your sense of humor?
    How would you describe your personality?
    What are your hobbies and interests?
    What countries have you traveled to (or where would you like to travel to)?
    How adaptative are you to having a partner from a different culture to your own?
    How would you spend a perfect romantic weekend?
    What sort of person would be your perfect match?

    Baca juga: WASPADA Trik Baru Scammer Bule Penipu Cinta di Instagram Tahun 2022

    Selama sebulan setelah join, ko ga nemu yang sreg, padahal semua bule ganteng sudah di dikasih jempol “likehahaha. Yang masuk ke inbox saya malah kebanyakan yang tidak benar semua!, alias bukan kriteria yang saya cari.

    Contohnya pria Perancis umur 50 an, meminta saya ke negaranya, katanya semua pengeluaran saya bayar sendiri dulu, setelah bertemu dia akan diganti. Parahnya si cowo cuma bisa bahasa Perancis gubrak.com deh.

    Ada lagi bule kerja di Jakarta, beberapa kali kita kirim-kirim pesan. Saya ga sreg ah karena statusnya duda, punya satu anak, bakalan di damprat nyokap kan haha. Ada lagi orang-orang kulit hitam agggrhhh para pria iseng apakah tidak baca profile saya yaa. Pokoknya harus sabar kalau join biro jodoh yaaa.

    Akhirnya pada bulan Maret 2010 (lupa awal atau akhir), ada pesan yang masuk ke inboxku, kalau bisa kirim pesan berarti member berbayar nih, asyikk. Ganteng bo! tapi ko rambutnya agak hitam, bule beneran ga ya 😛 ; tunggu jangan kegirangan dulu, coba cek profilenya, kerjaannya sebagai apa, pendidikan, agama, dll.

    Oke sepertinya profilenya cocok dengan yang saya cari. Akhirnya kita bisa saling kirim email, lalu chat di msn. Setelah beberapa waktu, saya sreg kasih no hp saya, lalu dia sering telp dan sms saya.

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

error: Content is protected !!