Category: Mixed Marriage

  • Pendaftaran Pernikahan Luar Negeri di Indonesia

    Pendaftaran Pernikahan Luar Negeri di Indonesia

    Pendaftaran Pernikahan Luar Negeri di Indonesia. Dibawah ini adalah langkah-langkah untuk melaporkan akte nikah (Luar negeri) Anda di wilayah Indonesia.

    Pendaftaran Pernikahan Luar Negeri di Indonesia

    Tidak perlu surat pengantar dari rt, rw, lurah ataupun camat, Anda langsung datang saja ke kantor catatan sipil di wilayah tempat tinggal Anda.

    Saya sudah print out UU Kependudukan RI No. 23 thn 2006 pasal 37 ayat 1, 2 dan 4 untuk menghindari oknum-oknum nakal yang bilang kalau masa lapor perkawinan sudah lewat, yang kemudian memanfaatkan untuk mencari keuntungan. Karena saya sering dengar cerita-cerita pelaku kawin campur yang tidak mengetahui undang-undang ini dikelabui petugas, di bilang masa lapor harus paling lambat 30 hari setelah pernikahan. Padahal yang sebenarnya isi Undang-undang tersebut adalah β€œPelaporan dilakukan dengan batas akhir 30 hari dari setelah kedatangan kita di Indonesiaβ€œ (dapat ditunjukan dengan cap Imigrasi pada pasport kita). Jadi jika perkawinan sudah dilaksanakan 3 tahun tapi kita baru pulang setelah 3 tahun tersebut dan sebelum 30 hari kita sudah submit dokumen maka kita tidak melanggar UU tersebut.

    Baca juga: Cerita Seru Tinggal di Jerman

    Dokumen yang diperlukan :
    – Akte nikah internasional atau yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
    dan dilegalisir KBRI setempat
    – Copy akte lahir (suami & istri)
    – Copy ktp dan kk
    – Copy paspor suami
    – Pas photo berdampingan ukuran 4×6 (melebar/width) dengan
    latar belakang berwarna merah sebanyak 3 lembar.
    -Siapkan Materai Rp.6000

    Tulisan Terkini

    Di kantor catatan sipil Indonesia :

    β€’ Di loket memang tidak ada loket pelaporan perkawinan asing jadi kita harus ke loket pembuatan Akta Perkawinan.
    β€’ Waktu normal pengurusan adalah 12 hari (ditulis dalam tanda terima dokumen).
    β€’ BIAYA resmi Rp. 130.000,- (untuk perkawinan antar bangsa, untuk perkawinan sesama WNI tetapi dilakukan di luar negeri dikenakan biaya Rp. 97.000) dan ada biaya tambahan untuk 2 orang saksi dari Kadis Capil (bersifat sukarela)

    A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.
    Wedding Cake. A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.
    Mignon McLaughlin

    Ketika membuat membuat tulisan ini, saya belum melaporkan perkawinan saya, karena belum ada rencana kembali ke Indonesia. Karena melakukan pernikahan catatan sipilnya di Switzerland, maka saya sudah ke KBRI di Swiss untuk menerjemahkan akte nikah sekaligus melegalisir akte nikah saya tersebut.

    Jika ada yang berminat mendapatkan draft UU Kependudukan RI No. 23 thn 2006 pasal 37 ayat 1, 2 dan 4 silakan download –> UU No. 23 Th 2006 ttg Administrasi Kependudukan

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

     

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
    β€’ Orang Jerman itu
    β€’ Cinta via Biro Jodoh Online
    β€’ Kisah Kawin Campur yang Tragis
    β€’ Mangulosi Pada Pernikahan Batak
    β€’ Relationship – Beatifully Imperfect
    β€’ Kontrakan Baru, Suasana Baru plus Repot!
    β€’ Musim Dingin di Jerman

  • Menetap di Belanda Melalui MVV

    Menetap di Belanda Melalui MVV

    Menetap di Belanda Melalui MVV. Beberapa hari yang lalu, salah seorang teman menanyakan kepada saya mengenai proses dan persyaratan MVV (untuk menikah dan menetap di Belanda). Semoga informasi ini juga berguna bagi Anda yang juga akan melalui proses MVV. Fyi (for you information) saya tidak menetap di Belanda, saya hanya ingin berbagi informasi dan meluangkan waktu saya dengan mengumpulkan informasi dari banyak sekali sumber, supaya Anda cepat berangkat dan menetap di Belanda πŸ˜‰ .

    Saya tahu pasti prosedur dan melengkapi berkas surat-surat MVV akan membuat Anda pusing tujuh keliling dan mungkin membuat Anda tidak selera makan, saya sendiri mengalami betapa ribetnya mengurus surat-surat ketika itu untuk melakukan pernikahan di Switzerland, Puji Tuhan Semua sudah berlalu πŸ™‚ Jadi mohon di baca baik-baik dan dipahami seluruh isi tulisan ini dari atas sampai bagian bawah, jika tidak paham dibaca lagi dan lagi dan lagi.

    Yang di maksud MVV (Machtiging tot Voorlopig Verblijf) adalah Izin Tinggal Sementara. Jika Anda ingin untuk tinggal lebih dari 90 hari di Belanda, maka harus mengajukan permohonan Izin Tinggal Sementara (MVV) terlebih dahulu dan melalui Ujian Integrasi MVV Visa Belanda. Selama permohonan MVV masih dalam proses, maka pemohon tidak bisa memperoleh visa Schengen untuk kunjungan singkat (1-90 hari) intinya tidak bisa ke luar negeri ya, dan keputusan permohonan MVV harus ditunggu di negara asal atau negara tempat tinggal pemohon.

    MVV berlaku bagi mereka yang akan tinggal bersama atau menikah dengan WN Belanda atau para Kennismigrant (high skill immigrant disebut juga tenaga ahli yang dibutuhkan di Belanda).

    Urutan Prosedurnya : Ujian integrasi warga (ujian kewargaan) – apply MVV – berangkat ke Belanda.

    Tulisan Terkini

    Apa itu ujian integrasi warga (ujian kewargaan)?

    Ujian integrasi warga adalah ujian yang harus dilakukan di Kedutaan atau Konsulat Belanda di negara di mana Anda tinggal. Ujian ini dilakukan sebelum keberangkatan ke Belanda. Bukti telah lulus ujian merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan Izin Tinggal Sementara (MVV). MVV diperlukan untuk memperoleh izin tinggal tetap di Belanda. Izin tinggal diperlukan untuk dapat menetap di Belanda lebih dari tiga bulan. Ujian ini dilakukan secara lisan dalam bahasa Belanda. Yang akan diuji adalah pengetahuan dasar tentang bahasa dan masyarakat Belanda. Mereka yang telah mempersiapkan diri dengan baik, mampu lulus untuk ujian integrasi warga ini.

    Ujian integrasi di kedutaan/konsulat di negara asal atau tempat tinggal resmi akan berlangsung melalui hubungan telepon dengan sebuah β€˜komputer berbicara’. Ujian ini terdiri dari dua bagian:

    1. pengetahuan tentang masyarakat Belanda
    2. ujian bahasa Belanda

    Contoh Ujian Integrasi MVV silakan klik Inburgeringscursus atau cari contoh lainnya dengan kata kunci Inburgeringscursus.

    Apa itu ujian dasar kemasyarakatan? Infonya silakan cari di youtube atau google ya.

    Buku Naar Nederland coba cari infonya di link ini http://www.naarnederland.nl di websitenya ada informasi dalam bahasa Inggris.

    Untuk mengajukan permohonan MVV Anda tidak harus membuat janji. Hubungi kedutaan melalui telepon 021-527 1904 (pilih 1 dari 3 pilihan). Anda dapat mengajukan permohonan MVV Anda di kedutaan tiap hari kerja antara jam 8:00 dan 10:30.

    Persyaratan MVV :

    untuk ke halaman berikutnya klik β‡’ Next/Lanjut

  • Legalisasi Akta Nikah Luar Negeri di KBRI

    Legalisasi Akta Nikah Luar Negeri di KBRI

    Legalisasi Akta Nikah Luar Negeri di KBRI . 6 September lalu, saya pergi bersama suami tercinta ke KBRI di Bern, Switzerland. Tujuannya untuk mengambil surat keterangan dari KBRI kalau saya sudah melaporkan pernikahan catatan sipil yang telah berlangsung di Thun, Swiss pada 20 Juli 2011.

    Selain surat keterangan tersebut saya juga mengambil akte nikah (bahasa Jerman) yang telah di terjemahkan ke Bahasa Indonesia dan telah dilegalisir oleh pihak terkait. Dengan berbekal kedua surat ini nantinya, jika saya ada kesempatan pulang ke Indonesia maka saya bisa ke catatan sipil di wilayah tempat tinggal saya dahulu untuk melaporkan pernikahan catatan sipil yang telah berlangsung di luar negeri (LN).

    Saat ini saya menetap di Jerman, namun karena saya melaksanakan pernikahannya di Switzerland, maka saya harus lapor dan minta surat keterangan (pengantar) dari Switzerland juga.

    Akte nikahnya saya antar ke KBRI di Bern, Switzerland pada 10 Agustus 2011 bulan lalu, saya dibantu oleh petugas KBRI bernama Lucy. Biaya untuk menterjemahkan akte nikah termasuk untuk legalisir ke instansi terkait di Swiss (the Chamber of Commerce) adalah 100 CHF per 10 Agustus 2011. Sebenarnya suratnya jika sudah selesai bisa dikirim per pos ke alamat saya, namun karena saya sudah pindah dari Swiss, petugasnya katakan saya bisa telp atau email KBRI untuk menanyakan jika suratnya sudah selesai, maka saya bisa ambil langsung ke KBRI.

    Ketika datang pertama kali ke KBRI saya harus mengisi biodata lapor diri dulu, padahal bisa dilakukan online untuk mempersingkat waktu, dasar saya malas saja menunda-nunda he-he-he.

    Paspor di stempel sudah lapor diri dan diberikan catatan nama saya ditambah dengan nama suami lalu di cap petugas KBRI πŸ˜‰ .

     

    Tulisan Terkini:

  • Pengalaman Pusingnya Apply Long Stay Visa Jerman

    Pengalaman Pusingnya Apply Long Stay Visa Jerman. Karena sudah beres, jadi saat ini saya bisa cerita pengalaman saya dengan lega dan rileks ;-). Disini saya mau cerita tentang proses apply long stay visa Jerman. Pada 10 Agustus 2011, suami dan saya pergi ke kedubes Jerman di Bern, Switzerland, tujuannya untuk apply long stay visa Jerman (sebelumnya kami tinggal di Swiss, namun sekarang sudah menetap di Jerman), kondisinya Visa Swiss saya akan berakhir 12 September 2011 jadi harus segera mendapat visa yang baru (Jerman).

    Semua berkas-berkas yang diminta sudah dipersiapkan dengan baik, seperti paspor, visa Swiss, akte lahir dan surat nikah kami (suami dan saya) dan lain-lain. Sempat kuatir juga karena beberapa surat seperti akte lahir saya tidak dalam bahasa Jerman, oh ya kalau apply long stay visa dari Jakarta, Indonesia maka semua surat-surat sudah HARUS diterjemahkan ke bahasa Jerman dahulu baru pihak kedubes mau terima berkas, sedangkan kondisi saya saat itu adalah apply visa dari kedubes Jerman di Switzerland.

    Hari itu 10 Agustus 2011 kami berdua tiba tepat jam 9 pagi di depan kedubes Jerman di Swiss, ada petugas yang berjaga diluar, suami mengutarakan maksud kedatangan kami berdua, lalu kami berikan paspor kami berdua ke petugas tersebut, lalu petugas melihat isi tas kami, dan diperiksa dengan seksama seluruh badan dengan alat khusus metal detektor, kemudian kami diperbolehkan masuk.

    Menunggu beberapa saat, nama saya dipanggil, didepan loket sudah ada seorang petugas wanita. Dia lega sekali karena saya datang dengan seorang yang bisa berbahasa Jerman (suami). Karena nampaknya si petugas tidak bisa berbahasa Inggris?. Sambil memeriksa kelengkapan berkas surat-surat saya, petugas menanyakan sesuatu dalam bahasa Jerman β€œbagaimana saya bisa kenal suami (Frank)β€œ saya tatap suami saya (Frank) dan tanya, maksud si petugas apa? Saya takut salah tangkap artinya dan jawab hal yang salah. Namun yang saya lakukan malah membuat si petugas menβ€œjudgeβ€œ saya tidak mengerti bahasa Jerman sama sekali.

    Oh ya FYI (for your information), salah satu syarat paling penting kalau apply long stay visa Jerman adalah kita harus bisa mengerti bahasa Jerman tingkat dasar, paling tidak percakapan ringan untuk sehari-hari, dan ini harus dibuktikan dengan sertifikat bahasa Jerman yang kita peroleh setelah mengikuti ujian di Goethe Institut, syaratnya hanya sertifikat ujian tingkat dasar A1.

    Si petugas bilang proses pembuatan visa 6-8 minggu, dan jika sampai detik-detik tanggal 12 September 2011 visa Jerman saya belum selesai (keluar), maka saya HARUS kembali ke Jakarta, Indonesia untuk ambil visanya disana, karena visa Swiss (permit) saya akan berakhir jadi tidak boleh stay di Eropa. Wahhhh siapa yang ga sewot, cuma ambil selembar kertas (visa) harus pulang pergi Jerman – Jakarta – Jerman yang berarti harus keluar uang buat beli tiket yang bisa dibilang tidak murah, hiks πŸ™ .

    Suami saya dan petugas saling bicara banyak hal untuk meyakinkan petugas kalau saya layak dapat visa dalam waktu secepat-cepatnya dan sesingkat-singkatnya tanpa proses berbelit-belit :D. Suami bilang saya sudah punya sertifikat level A1 dari Goethe Institut di Jakarta, suami punya pekerjaan yang baik dengan keuangan yang baik, punya rumah, punya asuransi, kalau di rumah, anggota keluarga di Jerman bicara banyak dalam bahasa Jerman, jadi saya bisa belajar bahasa ini. Nantinya setelah visa keluar saya pun akan lanjut kursus bahasa Jerman.

    Kemudian suami disuruh ke ruang sebelah untuk mengurus sesuatu, jadi si petugas bisa tes kemampuan bahasa Jerman saya, yang saya bisa jawab ya saya jawab, yang saya tidak mengerti pertanyaannya saya jawab β€œ Es tut mir leid, ich verstehe nichtβ€œ :P. Pertanyaan petugas antara lain : Kapan tiba di Swiss ; bagaimana saya bisa kenal suami, apa kenal orang lain di Swiss selain suami ; apa punya keluarga yang tinggal di Jerman ; apa masih punya orangtua di Indonesia ; di Indonesia tinggal dengan siapa ; apa punya kerjaan di Indonesia.

     

    Tiap hari berdoa semoga ada mujizat …

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Komunitas Kawin Campur Seluruh Dunia

    Komunitas Kawin Campur Seluruh Dunia

    Komunitas Kawin Campur Seluruh Dunia. Berikut ini saya informasikan tiga wadah perkumpulan bagi pelaku kawin campur warga Indonesia. Anda bisa bergabung dengan salah satu komunitas tersebut. Dengan adanya komunitas tersebut kita akan sangat terbantu sekali. Anda bisa saling berbagi informasi mengenai seluk beluk kawin campur, pengurusan surat-surat semacam visa, surat untuk persiapan menikah, informasi mengenai Imigrasi, informasi tentang UU Kewarganegaraan mengenai perkawinan campuran, anak-anak hasil kawin campur dan masih banyak lagi informasi lainnya.

    β€’ Organisasi perkumpulan wanita Indonesia yang menikah dengan non-Indonesia
    http://www.expat.or.id/orgs/srikandi.html

    β€’ Milis Komunitas Perkawinan Campuran – Melati Worldwide
    http://groups.yahoo.com/group/KPC-MELATI

    Website : http://www.kpcmelati.org

    β€’ MASYARAKAT PERKAWINAN CAMPURAN INDONESIA
    http://percaindonesia.com

    *ada iuran keanggotaan

    β€’ Forum KWI membernya banyak sekitar 10.000 jadi disini banyak yang punya pengalaman. KWI adalah forum Kekeluargaan Warga Indonesia di Luar Negeri. Forumnya di https://www.facebook.com/groups/KSCAPENS

     

    Baca juga: Kumpulan Postingan Mixed Marriage

  • Wedding Presents

    Wedding Presents

    Malam tadi sepulang kerja, saya bongkar-bongkar isi tas, ada satu kartu identitas penting yang saya cari. Nah ketika acara bongkar-bongkar tersebut, saya temukan satu amplop putih belum terbuka, diluarnya saya baca tertulis nama Frank, oh ya saya ingat waktu mau berangkat ke Swiss untuk pernikahan catatan sipil, amplop tersebut saya sengaja masukkan tas karena Frank bilang itu kartu ucapan buat nikahan kita dari teman kantorya, dan Frank bilang nanti bukanya setelah acara nikahannya.

    Ternyata sampai hari ini 6 Agustus belum dibuka juga he-he-he maaf lupa :D. Jadi tadi langsung saya kasih Frank amplopnya dan dia yang buka, lalu dia tunjukin isinya, ada kartu ucapan dan wahhh ada uang 25 Euro !!! πŸ™‚ :).

    Oh ya kami juga terima beberapa macam hadiah lain dari teman kantor ataupun dari pasiennya Frank sebagai hadiah pernikahan kami.

    This slideshow requires JavaScript.

     

    Tulisan Terkini

error: Content is protected !!