Pendaftaran Pernikahan Luar Negeri di Indonesia

loading...

Pendaftaran Pernikahan Luar Negeri di Indonesia. Dibawah ini adalah langkah-langkah untuk melaporkan akte nikah (Luar negeri) Anda di wilayah Indonesia.

A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.
Wedding Cake. A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.
Mignon McLaughlin

Tidak perlu surat pengantar dari rt, rw, lurah ataupun camat, Anda langsung datang saja ke kantor catatan sipil di wilayah tempat tinggal Anda.

Saya sudah print out UU Kependudukan RI No. 23 thn 2006 pasal 37 ayat 1, 2 dan 4 untuk menghindari oknum-oknum nakal yang bilang kalau masa lapor perkawinan sudah lewat, yang kemudian memanfaatkan untuk mencari keuntungan. Karena saya sering dengar cerita-cerita pelaku kawin campur yang tidak mengetahui undang-undang ini dikelabui petugas, di bilang masa lapor harus paling lambat 30 hari setelah pernikahan. Padahal yang sebenarnya isi Undang-undang tersebut adalah “Pelaporan dilakukan dengan batas akhir 30 hari dari setelah kedatangan kita di Indonesia“ (dapat ditunjukan dengan cap Imigrasi pada pasport kita). Jadi jika perkawinan sudah dilaksanakan 3 tahun tapi kita baru pulang setelah 3 tahun tersebut dan sebelum 30 hari kita sudah submit dokumen maka kita tidak melanggar UU tersebut.

Dokumen yang diperlukan :
– Akte nikah internasional atau yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
dan dilegalisir KBRI setempat
– Copy akte lahir (suami & istri)
– Copy ktp dan kk
– Copy paspor suami
– Pas photo berdampingan ukuran 4×6 (melebar/width) dengan
latar belakang berwarna merah sebanyak 3 lembar.
-Siapkan Materai Rp.6000

Di kantor catatan sipil Indonesia :

• Di loket memang tidak ada loket pelaporan perkawinan asing jadi kita harus ke loket pembuatan Akta Perkawinan.
• Waktu normal pengurusan adalah 12 hari (ditulis dalam tanda terima dokumen).
• BIAYA resmi Rp. 130.000,- (untuk perkawinan antar bangsa, untuk perkawinan sesama WNI tetapi dilakukan di luar negeri dikenakan biaya Rp. 97.000) dan ada biaya tambahan untuk 2 orang saksi dari Kadis Capil (bersifat sukarela)

Ketika membuat membuat tulisan ini, saya belum melaporkan perkawinan saya, karena belum ada rencana kembali ke Indonesia. Karena melakukan pernikahan catatan sipilnya di Switzerland, maka saya sudah ke KBRI di Swiss untuk menerjemahkan akte nikah sekaligus melegalisir akte nikah saya tersebut.

Jika ada yang berminat mendapatkan draft UU Kependudukan RI No. 23 thn 2006 pasal 37 ayat 1, 2 dan 4 silakan download –> UU No. 23 Th 2006 ttg Administrasi Kependudukan

Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
Orang Jerman itu
Cinta via Biro Jodoh Online
Kisah Kawin Campur yang Tragis
Mangulosi Pada Pernikahan Batak
Relationship – Beatifully Imperfect
Kontrakan Baru, Suasana Baru plus Repot!
Musim Dingin di Jerman

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

81 thoughts on “Pendaftaran Pernikahan Luar Negeri di Indonesia

  • September 26, 2013 at 2:01 pm
    Permalink

    Mohon informasinya ya ibu. Ini mengenai properti hak milik sbg WNI yg nikah dgn WNA. Saya bingung nich dengan kabar dari teman2 yg simpang siur. Saya menikah 25 Mei 2013 dan sebelum menikah saya sudah membuat surat pra nikah di notaris, namun surat pra nikah itu dibuat disni (luar negeri). Dan saya belum mendaftarkan perkawinan saya di catatan sipil Indonesia.
    Pertanyaan saya:

    1. Apakah status saya sebagai pemilik properti yg ada di Indonesia hilang setelah saya menikah mei lalu, mengingat saya sudah membuat surat pra nikah sebelum menikah yg di buat di hadapan notaris yg isinya hartamu hartaku, cuma saya belum mendaftarkan perkawinan saya di catatan sipil di Indonesia.

    2. Behubungan dgn pertanyaan di atas, masih bisa kah saya mendaftarkan perkawinan saya di catatan sipil walaupun sudah lewat waktunya, mengingat saya menikah Mei 2013 lalu. Dan haruskan saya membuat kembali surat pra nikah di Indonesia lg? Karna semua untuk melindungi aset yg saya miliki sebelum menikah dgn WNA.
    Atas informasinya, terima kasih ya…

    • September 26, 2013 at 4:26 pm
      Permalink

      Dear bu Titi, surat pra nikah tersebut maksudnya prenup ya? sudah disahkan di pengadilan negeri di Indonesia?.
      1. Kalau sudah punya surat prenup properti tetap milik ibu.
      2. Silakan di daftarkan ke catatan sipil, kalau misal ibu tinggal di LN dan belum pernah ke Indonesia maka tidak terlambat untuk mendaftarkannya. Syarat mencatatkan pernikahan adalah dalam 30 hari setelah kedatangan pertama kali ke Indonesia, dibuktikan dengan paspor kita. Misalnya saya sudah hampir 3 tahun saya masih tinggal di LN jadi tidak masalah buat saya (tidak terlambat).
      Surat perjanjian pra nikah hanya bisa dibuat sebelum menikah. Kalau misal seseorang punya properti di Indonesia dan tidak membuat pre nup maka ybs dalam setahun setelah pernikahan harus memindahkan kepemilikan ke orang lain (misal keluarga) atau menjualnya, karena kalau ketahuan akan disita negara. Namun di beberapa kasus ada orang-orang yang lancar-lancar saja menjual propertinya, mungkin belum melaporkan ke capil kalau ybs menikah jadi status masih single.
      Ibu silakan bergabung juga di grup KWI (kekeluargaan Warga Indonesia di LN) linknya https://www.facebook.com/groups/KSCAPENS Banyak sekali informasi berguna seputar kawin campur yang bisa kita share ataud apatkan di grup tsb.

  • September 16, 2013 at 1:41 pm
    Permalink

    Hallo Mba,,Artikelnya sangat membantu..Thanks dah berbagi info..Sy jg nikah di ngr suami,,lalu balik ke Indo untuk ngurus visa menetap di ngr suami..Wkt itu sy nga’ blm sempat laporan ke KBRI krn wkt yg mepet,,jadi sy balik ke Indo dg akte nikah asli dari ngr suami,,sy di Indonesia sekitar 2 bln untuk nunggu aplikasi visa sy disetujui..Apakah pihak Capil akan mendenda sy jika oneday sy dtg lagi ke Indonesia untuk menetap dan melaporkan pernikahan saya?? Thanks before 🙂

    • September 16, 2013 at 2:55 pm
      Permalink

      Hai Nonny kalau sudah nikah trus pernah datang ke Indonesia ya harus lapor, kalau terlewat sepertinya kena denda. Berapa jumlahyna kurang tahu, karena saya sendiri belum lapor karena belum ke Indonesia sejak menikah. Oh ya join forum KWI banyak sekali informasi seputar kawin campur yang bisa kita dapatkan di grup tersebut alamatnya https://www.facebook.com/groups/KSCAPENS

  • September 12, 2013 at 2:11 pm
    Permalink

    Email lengkapnya apa ya sis? Yahoo? 😀

    • September 19, 2013 at 2:21 am
      Permalink

      Sis, kmrn i kirim email ke sis. email i kaori.japan.. atas nama lia. Di email i tulis subjek perkawinan campuran. Thanks

  • September 11, 2013 at 5:15 pm
    Permalink

    Sis, ada alamat email atau fb? banyak yg mau ditanyakan ke sis, soalnya sis udah pengalaman dlm hal ini. mohon bantuan, petunjuknya 😀 perlu ga didaftarkan ke uk cos i akan tinggal sementara di uk, and mau kembali, menetap diindonesia selamanya? maaf ya byk tanya, thanks ;D

  • September 10, 2013 at 2:39 pm
    Permalink

    Mbak Nella.. Saya akan menikah dengan warga negara Maroko yang sudah tingal dan menetap lama di Amerika Serikat. Rencananya kami akan melangsungkan perkawinan di Indonesia. Pertanyaan saya, apakah calon suami saya harus mengurus surat-surat di Amerika atau di Maroko? Karena setelah menikah kami akan tinggal di Amerika. Mohon bantuannya ya Mbak Nella 🙂

    • September 11, 2013 at 11:30 am
      Permalink

      Hai Hana karena calonmu wn. Maroko jadi surat-surat dia ya dari Maroko. Sebaiknya cari informasi lebih lanjut di kedutaan Maroko di Amerika, atau bisa buka websitenya 😉 .

  • September 10, 2013 at 9:09 am
    Permalink

    apakah cukup hanya mencatat perkawinan kita di kantor catatan sipil di indonesia saja? Atau perlu ke kedutaan? Sempat terpikir, apa lbh baik menggunakan jasa untuk mengurus pernikahan? bingung jdnya :/

    • September 11, 2013 at 11:28 am
      Permalink

      Cukup ke catatan sipil saja, tidak perlu gunakan calo kan tinggal bawa akte nikahnya dan lapor ke catatan sipil 🙂 .

  • September 10, 2013 at 7:19 am
    Permalink

    hi sis, i baca artikelnya, keren 😀 i bingung, rencana i akan menikah dgn wna di indonesia. Setelah menikah, calon suami akan kembali ke uk dan i sementara tinggal di indonesia dl karena ada kerjaan. setelah 2 tahun menikah, kami berencana tinggal di uk selama Beberapa tahun dan kembali lagi ke indonesia dan menetap di indonesia selamanya. Yg jd pertanyaan, bisakah i tinggal dan bekerja di uk beberapa tahun setelah i menikah? bagaimana agar i tetap menjadi wni setelah menikah? Thanks 😀

    • September 10, 2013 at 8:49 am
      Permalink

      Hai sis Lillye kita akan tetap WNI walaupun kita tinggal di luar Indonesia. Jika kita mengajukan jadi warga negara lain, baru deh status WNI kita berakhir. 🙂 .

  • August 13, 2013 at 3:41 pm
    Permalink

    Halo Mbak Nella,

    Salam kenal..
    Saya sudah menikah hampir 4 thn oktober ini, saya menikah dengan WN Belanda di America thn 2009. Saya belum mendaftarkan pernikahan saya di catatan sipil Indonesia karena pada saat itu kita tinggal di Belanda. Dan sekarang kami memutuskan akan berangkat ke Indoneia dan akan tinggal disana akhir september ini.
    Karena saya akan mengajukan Kitas utk suami saya dan salah satu persyaratannya adalah surat bukti pelaporan perkawinan.
    Apakah UU Kependudukan RI no. 23 tersebut berlaku utk case saya ini.
    Jika iya, bisakah mbak Nella mengirimkan draft UU tersebut ke email saya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    Salam,
    Sylvie

    • August 14, 2013 at 6:48 pm
      Permalink

      Hai Sylvie salam kenal juga ya 🙂 . Kalau selama 4 tahun belum pernah sama sekali ke Indonesia tidak masalah ko, jadi begitu ke tanah air langsung di laporkan saja pernikannya. Pelaporan dilakukan dengan batas akhir 30 hari dari setelah kedatangan kita di Indonesia“ (dapat ditunjukan dengan cap Imigrasi pada pasport kita). Sudah saya email ya undang-undangnya 😉 .

      • August 14, 2013 at 8:42 pm
        Permalink

        Saya sempat beberapa kali ke indonesia untuk liburan, tapi karena saya pikir saya tidak tinggal di Indonesia makanya saya tidak pernah mendaftarkan ke catatan sipil. Tetapi sekarang tiba-tiba saya dan suami memutuskan mau tinggal di Indonesia.
        Apakah masih bisa, mbak?
        Thanks much buat replynya..

        • August 15, 2013 at 10:11 am
          Permalink

          Didenda sih krn sudah pernah ke Indo tapi tidak lapor, dicoba saja mbak. Saya juga belum lapor jadi kurang tahu brp dendanya.

  • July 11, 2013 at 10:50 am
    Permalink

    Hi..Ms Nella.
    Thanks bnget artikelnya,
    saya mau tanya kalau saya sudah register of married, trus dapat akta nikah., trus mau di terjemahin ke bahasa indonesia di penang, saya harus kasih ke sapa utk translatenya, klo di indo kan hrs penerjemah tersumpah. trus di penang ga ada KBRI adany konsulat, abis diterjemahin mau dilegalisir KBRI saya hrs ke kuala lumpur lagi atau di konsulat bisa ?makasih banyak.

  • June 19, 2013 at 8:14 am
    Permalink

    mbak, akte suami juga ditranslate ke Indonesia ?

    • June 19, 2013 at 8:45 am
      Permalink

      Sepertinya iya Cha di terjemahkan dulu, coba tanya ke KBRI bisa terjemahin disana. Aku tuh belum daftarin pernikahanku, karena belum pulang ke tanah air. Bulan Mei lalu mamaku mau daftarin ternyata harus ada surat kuasa dari aku dan Frank, makanya ntar ajalah kalau pulang :D. Kamu thn ini ke Indonesia ya Cha?, ntar kasih tahu hasil lapornya ya ;).

      • June 19, 2013 at 8:49 am
        Permalink

        kalo banyak kuliat di website gak perlu akte lahir suami deh mbak 🙁
        akunpas baru nyampe di Swedia, langsung lapor nikah di KBRI sih, dpt selembar kertas yang menyatakan udh nikah di Swedia, tar bekal itu juga aku bawa ke capil 🙂
        Tar aku kasih laporan deh kl udh kelar urusannya itu, kira2 masih bisa bikin prenup gak yah? kan belom kedaftar di Indo?

        • June 19, 2013 at 9:09 am
          Permalink

          Baguslah klo ga perlu akte lahir suami, irit biaya translate :D.
          Cha kita tidak bisa lagi bikin prenup karena kita sudah nikah.
          Pre nup bikin seebelum nikah, tanda tangan kedua belah pihak,
          setelah pre nup jadi urus pengesahannya di pengadilan, baru nikah deh ;).

          • June 19, 2013 at 9:10 am
            Permalink

            kali aja prenup diitung dr pernikahan tertulis resmi di Indo, secara di Indo kan blm terdaftar mbak 😛

  • May 27, 2013 at 4:09 pm
    Permalink

    hello sis. Aku lagi ada kesulitan buat daftar pernikahan di indo.
    Kira2 berapa lama ya proses pendaftaran nya?
    Lalu setelah pernikahan saya di korea, saya sudah melapor ke kedubes RI di sana dan oleh kedubes RI sana diberikan certificate n report of marriage buat pelaporan di indo. Itu dalam bhs ingrgris. Apakah perlu diterjemahkan lagi ke dlm bhs indo?
    N tolong kirim uu nya ke emailku ya sis. Aku coba download tp failed.
    Thanks 🙂

    • May 27, 2013 at 9:53 pm
      Permalink

      Dear Zee,

      barusan saya email undag-undangnya. Saya sendiri belum melaporkan pernikahan saja, karena saya belum ke Indonesia. Ibu saya pernah mencoba melaporkan, namun petugas membutuhkan surat kuasa dari saya dan suami, jadi saya tunda dulu pelaporannya. Menurut info yang pernah saya dengar prosesnya cepat ko, karena kita hanya menyertakan pengantar dari KBRI dan akte nikah yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

  • May 24, 2013 at 4:20 pm
    Permalink

    hi nela salam kenal dr jkt
    Boleh dong tlg email sy uu no 23 ini
    Vielen dank

    • May 24, 2013 at 5:03 pm
      Permalink

      Dear Pak Okvin salam kenal juga. UU nya sudah saya email barusan ;).

  • May 24, 2013 at 6:59 am
    Permalink

    Hallo Mba Nella,

    Saya Eka dari Jakarta, menikah dengan suami warga negara Australia – Des 2012.
    Bisa minta tolong untuk di imel-kan UU Kependudukan RI No. 23 thn 2006 pasal 37 ayat 1, 2 dan 4 ke 3kanita@gmail.com.
    Terima kasih untuk blog-nya sangat bermanfaat 🙂

      • May 31, 2013 at 1:38 am
        Permalink

        Mba Nella,

        Jika ingin melapor ke catatan sipil di Jakarta, haruskah suami istri datang untuk tanda tangan Surat Nikah? Karena rencananya, hanya saya yg akan pulang kampung, karena homesick heheheh 🙂 makasih sebelumnya.
        Saya senang membaca blog Mba Nella 🙂 saya ada blog tapi ttg travelling, belum update lagi :p

        • May 31, 2013 at 8:06 am
          Permalink

          Dear Eka, kamu saja yang mendaftarkan, asal bawa syarat-syarat untuk pihak suami, misal paspornya. Blog Eka apa? cantumkan dong disini supaya bisa dikunjungi ;).

  • May 21, 2013 at 5:10 pm
    Permalink

    Hai Nella…
    Salam kenal and makasih untuk infonya,Boleh di emailkan UU RI No. 23.
    Oh ya bulan depan rencana nya saya akan menikah di san fransisco, berapa lama proses untuk legalisir akte nikah di konsulat? Apakah saya harus menterjemahkan dulu akte nikah nya baru di legalisir di konsulat RI di san fransisco?
    Terima kasih
    Salam
    Erna

    • May 21, 2013 at 5:19 pm
      Permalink

      Hai Erna,

      sudah saya email ya. Akte nikahnya dibawa ke KBRI atau konsulat di San Fransisco, nanti disana di terjemahkannya. Ketika ke Indonesia untuk melaporkan pernikahan, sertakan terjemahannya.

  • May 14, 2013 at 6:58 am
    Permalink

    Hi Nella,

    Saya berniat menikah dengan orang Jerman di Hong Kong (dia tinggal di HK). Pertanyaannya, kita tetap harus menikah secara agama apa bisa di catatan sipil sana untuk tetap bisa didaftarkan di capil Indo? Karena yang saya tau kan untuk daftar di capil Indo harus pernikahan secara agama. Thx 🙂

    • May 14, 2013 at 8:20 am
      Permalink

      Dear Blau81,iya harus menikah secara agama & sipil, baru bisa didaftarkan di Indonesia.

  • May 14, 2013 at 1:17 am
    Permalink

    hi mba, saya masih bingung memutuskan mau menikah dimana, karena kita beda agama, calon saya orang aussie, jadi sekarang kita sedan searching tentang pernikahan beda agama dan beda negara. pusing juga ya, ribet ternyata. tolong minta saran nya ya mbak. makasih

  • May 3, 2013 at 9:09 pm
    Permalink

    hi,,mba Nella tulisannya berguna bgt,kebetulan bulan depan saya mau balik ke Indonesia boleh donk copy UU Kependudukannya.terima kasih sebelumnya.

  • April 29, 2013 at 11:35 pm
    Permalink

    Hi Nella, … Thank you for posting, bermanfaat banget niiih. Kebetulan saya menikah dengan warga negara Jerman dan kita rencana akan holiday di Indonesia bulan Juni. Tanya dong, seandainya kita tidak melapor di Indonesia, tetapi sudah catatan sipil disini disadvantagenya apa ya….Anyway, boleh minta diemailin ngga UU Kependudukan RI No. 23 thn 2006 pasal 37 ayat 1, 2 dan 4. Biar saya pelajari kembali…

    • April 29, 2013 at 11:42 pm
      Permalink

      Hai Erika, barusan sudah saya email ya Undang-undangnya. Selagi masih wni sebaiknya di catatkan di negara kita :).

  • April 16, 2013 at 1:31 am
    Permalink

    halo mbak nela boleh minta draft uu no 23 nya? thanks

  • April 5, 2013 at 5:23 am
    Permalink

    hai kak Nella…. huhu aq senang banget baca blog kk… jadi inspirasi aku nech he he he he… kak aku mau nanya nech… kalo untuk WNA dari USA kira-kira sama gak ya sama negara Europe aturannya? kebetulan pasangan aq dari USA dan memang gak tau apa-apa mengenai pernikahan campuran… btw, minta undang-undangnya sekalian ya kak… tengkuy so much… Tuhan berkati pernikahan KK…

  • Pingback: seribu pengunjung dari indonesia | pasangan jerindo

  • March 14, 2013 at 2:44 am
    Permalink

    Hai Nella,

    Boleh saya minta diemailkan UU RI No. 23 ke email saya di evelyn.natha@gmail.com ? Rencananya saya akan pulang minggu depan. Terima kasih.

    Salam,
    Evelyn

  • March 10, 2013 at 6:05 am
    Permalink

    Ʈƕǎƞƙƴǒǘ.. Ats share nya… Bagus banget ya, emg d indos sering ad oknum yg memanfaatkan keadaa. Saya perlu bantuan info nya, saya ad rncana menikah tahun depan dg WNA. Pertanyaan sya.. Dr segi hukum lebih menguntungkan atau lbh aman qita melakukan pernikahan d negara asal suami atau d indos ? Ngra asal calon swmi sya australia dan saya asli jakarta. Prosedur apa saja yang harus saya jalanin ? Saya ingin pernikahan nanti tercatat resmi di kedua belah pihak. Oh ya mba clon swmi saya ingin melakukan legal maried nya d aussy dan pertunangan kita d indos. Mohon saran dan masukan nya .Trima kasih ats jwbn nya …(Email saya tati.yushar@gmail.com)

  • February 19, 2013 at 11:42 am
    Permalink

    hi mbak jika baru pulang Indonesia setelah 5,10 tahun gimana mustinya ga da masalah kan 30 hari setelah kedatangan. boleh minta UU.nya? thanks mbak

  • February 19, 2013 at 11:28 am
    Permalink

    info ini sgt membantu terima kasih diShare iya kalimat ‘ setelah kembali ke Indonesia ‘ jadi setelah 10 tahun ya ga masalah kan. mbak boleh ga mnta draft UU.nya. makasih

    • February 19, 2013 at 5:18 pm
      Permalink

      Mbak Sukma saya sudah email ya draft undang-undangnya. Iya ga masalah mbak, tapi kalau mau diwakilkan juga bisa mbak, asal ada surat kuasa dari kedua pasangan.

      • May 5, 2013 at 2:05 pm
        Permalink

        Mbak Nelly… aq jg blom daftar kawin di capil ( sdh 8 thn merit dan ada 2 anak )… tp pd thn ke 4, aq udah prnh balik Indonesia krn ada urusan tertentu dan gak kepikir buat ngedaftar. jd apakah ada sanski buat keterlambatan mendaftar kawin di capil Indonesia.

        • May 5, 2013 at 10:46 pm
          Permalink

          Klo ke Indonesia lagi langsung lapor saja mbak Julie, kurang tahu jumlah dendanya.

  • February 13, 2013 at 5:08 am
    Permalink

    Hi mbak terima kasih atas infonya,…saya mau tanya apakah sama kalo kita menikah dengan WNA dari Iran? soalnya saya dengar WNA Iran untuk masuk indonesia saja banyak syaratnya…mohon infonya mbak…:)…thank u

    • February 13, 2013 at 7:26 pm
      Permalink

      Hai mbak Hany, maksudnya untuk pedaftaran pernikahannya?.
      Mbak apakah sudah bergabung dengan KWI (Kekeluargaan Warga Indonesia di Luar Negeri) banyak sekali informasi yang bisa kita dapatkan di grup tersebut klik disini

      • April 12, 2013 at 11:17 am
        Permalink

        Hai mbak makasih infonya,saya mau nanya itu kopi KTP dan KK nya dari suami atau berdua? bisa email UU nya?

        • April 12, 2013 at 11:27 am
          Permalink

          Hai sis Alya saya barusan emailnya untuk draft Undang-undangnya.
          KTP & KK hanya milik saya. Suami menyertakan kopi passportnya.

    • September 27, 2013 at 7:20 am
      Permalink

      mba hany ada email nya ga ?
      aku jg nikah dgn wn Iran ..kita bisa sharing nih

  • November 28, 2012 at 2:27 pm
    Permalink

    Hi Mbak.. thanks banget infonya.. bisa bagi UU nya? karena saya mo laporin surat nikah ke jakarta. TIA

  • November 8, 2012 at 6:25 pm
    Permalink

    Halo Mbak, infonya penting banget buat saya. Bisa tolong dikirim UU tentang pendaftaran pernikahan itu, karena saya akan menikah di Belanda. Harus di laporkan dan dilegalisir di KBRI dulu ya. Kalau perjanjian pranikah yang di buat di Belanda , itu bisa berlaku di Indonesia atau tidak? Terima kasih atas infonya yang sangat bermanfaat ..Salam buat suami dan keluarga ya…ini alamat email saya : fatimah_maria@yahoo.com

    • November 8, 2012 at 10:58 pm
      Permalink

      Hai Maria, saya sudah email ya UU Kependudukan RI No. 23.
      Karena saya tidak membuat perjanjian pra-nikah jadi saya kurang tahu mengenai hal ini, sebaiknya Maria bergabung di https://www.facebook.com/groups/KSCAPENS ; KSCAPENS adalah media untuk orang-orang Indonesia yang tinggal di LN dan banyak yang mix-marriage, bisa tanya disana, banyak sekali rekan-rekan yang bisa membantu.
      Semoga lancar ya pernikahanmu :).

  • October 11, 2012 at 11:21 am
    Permalink

    Halo, makasih ya infonya. Mau tanya boleh, kira2 berapa ya dendanya kalo terlambat melaporkan pernikahan? saya sudah menikah 2 tahun lalu dan sudah ke Indonesia 1 tahun kemudian tp berhubung kepergian saya ke Indo karena orangtua sakit jadi tidak ada waktu untuk ngurus pendaftaran pernikahan di Jkt. Nah akhir tahun ini saya akan ke Indo lagi dan berniat untuk mendaftarkan pernikahan sekaligus karena sudah punya bayi saya ingin mengurus kewarganegaraan untuk bayi saya.

  • August 29, 2012 at 11:11 pm
    Permalink

    Horas Ito.. klo menikah sesama WNI d swiss susah ga ya?? soalnya saya berencana menikah disini sesama WNI, tapi saat ini saya berstatus mahasiswa. Salam

    • August 30, 2012 at 8:53 am
      Permalink

      Horas ito Sitanggang, untuk jelasnya coba tanyakan ke KBRI di Swiss, bisa pertelepon : +41-31-352 0983/84 ; email: konsuler@indonesia-bern.org atau datang langsung Elfenauweg 51 3006, Bern Switzerland. Petugas disana sangat membantu ;-).

  • Pingback: tata cara pencatatan nikah luar negeri di catatan sipil indonesia « pasangan jerman indonesia

  • June 12, 2012 at 11:28 am
    Permalink

    Say,, boleh minta info persyaratan menikah di swiss,,calon orang swiss and stay disana,,,dokumen, legalisasi,,,prosedurnya,,bla..bla..gimana ya???mumet.com,,
    many thanks ya :)GBU

  • February 3, 2012 at 2:52 am
    Permalink

    Hai…Nella
    udah ak trima UU RI nya…thx…ya….
    hehehe sebenarnya ak ga bisa masak sih tp ak ingin nyoba…:)

  • February 1, 2012 at 3:45 pm
    Permalink

    hey…Nella…
    aku suka baca2 ceritamu menarik sekali, sampai ga bosan membacanya 🙂
    trs aku catat tuh resep2 kue yg km buat hehehe
    n pengalaman2 mu di negri orang 😉

    oya ak mau dong draft UU kependudukan RI No.23 itu
    kirim ke email ak ya…..e_desti@yahoo.com
    thx ya

    oya km jarang ada di YM ya….ak pingin ngobrol2 lho…ma km 🙂

    salam……GBU

    • February 1, 2012 at 7:34 pm
      Permalink

      Hai Evi, barusan sudah saya kirim ya UU RI No. 23. Silakan dipraktekkan resepnya ;-). Saya sangat amat jarang online di ym, silakan ke email saya kalau ada yang penting.

      • June 15, 2012 at 4:57 am
        Permalink

        hi say,mau tny sidikit info dong….calon sy org swiss,tp sy blm pernah ke swiss coz visa ud 3x ditolak dgn alasan mesti kawin dl…trs gmn ya cr buat permohonan surat kawin by email ke kedutaan swiss….thxs

        ya…

        • June 15, 2012 at 11:27 am
          Permalink

          Hai Cathy, berarti harus nikah di Indonesia dulu? Ko gitu ya, waktu saya sih lancar2 saja apply visa, pertama untuk kunjungan dulu, kedua kali saya urus permohonan untuk nikah di Swiss sekaligus apply visa menetapnya. Mungkin case tiap orang beda-beda kali. Kamu bisa minta draft syarat2 untuk menikah ke kedutaan Swiss, kamu bisa datang atau tanya via email.

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: