Author: Emaknya Benjamin br. Silaen

  • Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta). Ini kali kedua saya apply Schengen visa, tahun 2009 saya apply via kedutaan Belanda karena pengundang saya dari sana, nah pada kesempatan ini sponsor saya bermukim di Swiss, jadi saya datang ke kedutaan Swiss untuk proses pengajuan visanya.

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)
    Apply Schengen Visa (Foto: gettyimages)

    Swiss bergabung menjadi anggota Schengen Country per 12 Desember 2008, dan pada umumnya persyaratan untuk pengurusan visanya kurang lebih sama untuk Negara Schengen.

    Menurut saya perbedaannya mengenai asuransi. Di kedutaan Belanda, asuransi perjalanan kita tunjukkan pada saat pengambilan visa, sedangkan kalau di kedutaan Swiss, asuransinya harus sudah disertakan atau dibeli sejak awal pada saat pengajuan visanya, kalau visa ditolak berarti resiko polis asuransinya ya hangus!.

    Adapun Visa Schengen berlaku untuk negara-negara yang disebut di bawah ini:

    1. Austria
    2. Belanda
    3. Belgia
    4. Ceko
    5. Denmark
    6. Estonia
    7. Finlandia
    8. Hongaria
    9. Islandia
    10. Italia
    11. Jerman
    12. Latvia
    13. Lituania
    14. Luksemburg
    15. Malta
      16.Norwegia
    16. Perancis
    17. Polandia
    18. Portugal
      20.Slovakia
    19. Slovenia
    20. Spanyol
      23.Swedia
      24 Yunani
    21. Swiss
    22. Liechtenstein (per 19 Desember 2011)

    Baca juga: Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Visa sudah bisa diajukan 3 bulan sebelum keberangkatan, dan kalau tidak ada masalah apapun (semua dokumen atau syarat sudah lengkap) maka visa sudah bisa diperoleh dalam waktu 10 hari 3 hari kerja (beberapa orang mungkin membutuhkan waktu lebih lama, berkenaan pengecekan host family/pengundang di Swiss). Saran saya sebaiknya visa diurus jauh – jauh hari, karena kita tidak pernah tahu hambatan apa yang bisa kita hadapi ketika pengurusan berlangsung.

    *Mulai tahun 2012 pengajuan visa ke Swiss harus membuat perjanjian dahulu melalui email [email protected] (info dari Wazzen yang sedang apply Swiss lagi).

    Dokumen yang harus dipersiapkan untuk Pengajuan Visa :
    1. Form Schengen Visa yang telah diisi lengkap (form bisa di download dari website kedutaan Swiss), atau silakan klik disini.

    1. Paspor yang masih berlaku (minimal 3 atau 6 bulan untuk amannya). Jika Anda sudah ganti paspor, maka paspor lama harus disertakan juga. Sertakan fotokopi halaman data pribadi paspor Anda.

    2. 2 (dua) lembar pasfoto berwarna terbaru ukuran 35*45mm ( 3X4 cm) ditempel diform aplikasi visa. (wajah Anda harus tampak 70-80% nya) bisa dilihat ketentuannya pada website kedutaan, atau silakan klik disini.

    3. Bukti tiket / booking tiket PP (saran saya jangan beli tiket dulu karena kalau visa ditolak maka tiket Anda bisa saja akan hangus, jadi cukup minta print out booking nya dari travel).

    4. Bukti kemampuan secara finansial diri sendiri (kopi rekening bank/buku tabungan / deposito 3 (tiga) bulan terakhir).

    5. Surat keterangan kerja (menerangkan berapa lama Anda telah bekerja, posisi, gaji Anda dan juga berapa hari Anda akan cuti bekerja).
      Contoh surat keterangan kerja (rekomendation-letter) silakan lihat blog teman saya Kei http://travellingwithkeishinta.wordpress.com/2012/05/28/recommendation-letter/

    6. Asuransi Perjalanan, yang berlaku di wilayah Schengen dengan pertanggungan minimal sebesar € 30.000,-. (saya gunakan AXA platinum 15 hari 43USD jangan lupa di fotokopi). Asuransi saya beli di SIRIUS TOUR alamat : Rukan Tanagamas Jl. Tanah Abang III/19 Blok C No.19 F Jakarta Pusat 10160 Telp : 021 – 3447338 ; fax : 021 – 3447330 Email : [email protected]

    7. Jika Anda tidak memiliki keuangan yang memadai untuk membiayai perjalanan Anda, maka bisa saja host person di Swiss menjadi sponsor Anda, untuk ini proses visa bisa beberapa minggu karena butuh pengecekan di Imigrasi/bagian terkait di Swiss.

    8. Membayar biaya pengurusan Visa sebesar Rp.750.000 (cash).

    Dokumen pembuatan visa yang diperlukan dari Pengundang (Host person di Swiss)

    1. Kopi paspor pihak pengundang (dan juga fotokopi izin tinggal, dalam hal ini jika pengundang bukan warganegara Swiss).

    2. Bukti kemampuan secara finansial sponsor (kopi rekening bank/buku tabungan 3 (tiga) bulan terakhir dan/atau slip gaji 3 (tiga) bulan terakhir).

    3. Saya juga menyertakan surat kontrak kerja Sponsor (ybs WN Jerman).

    4. Surat Undangan dari Sponsor (menerangkan periode Anda akan berada di Swiss, dan pihak sponsor akan menanggung semua kebutuhan Anda).

    *Catatan : Untuk pengajuan visa di kedutaan Swiss pihak kedutaan hanya berikan masa tinggal dua minggu (sampai 15 hari), kalau Anda mau tinggal lebih dari 2 minggu maka Anda harus ajukan 2 bulan sebelumnya karena harus ada proses khusus dengan pihak di Swiss. Untuk Asuransi yang mau tinggal lebih dari dua minggu bisa disertakan menyusul.

    Dua hari sebelum saya datang ke kedutaan, pihak sponsor saya mengirimkan via email untuk dokumen bagian dia (bisa juga kirim via fax). Kemudian saya datang membawa semua dokumen (bagian saya dan sponsor) tersebut diatas ke kedutaan Swiss pada 21 Desember 2010 (Langsung datang saja, tidak perlu telepon atau buat janji). Lokasi kedutaan ada di samping kedutaan Hongaria, deretan kedutaan Belanda, kalau Anda bawa kendaraan (motor) bisa parkir di kedutaan Belanda.

    Alamat kedutaan Switzerland di Jakarta :

    Jl. H.R. Rasuna Said
    Blok X 3/2, Kuningan
    Jakarta-Selatan 12950
    Phone: +62 21 525 60 61,
    Fax: +62 21 520 22 89
    E-mail :

    Informasi Umum: [email protected]

    Email Informasi Visa: [email protected]
    Website: www.eda.admin.ch/jakarta

    Saya tiba di kedutaan sekitar jam 08.40 pagi, tidak ada siapapun disana, dan petugas keamanan katakan loket baru di buka jam 09.00 beberapa saat kemudian datang 2 orang lagi,

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!

    Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!. Pagi ini, 31 Desember 2010 dipenghujung tahun 2010 saya mendapat kado tahun baru, yakni visa saya disetujui kedutaan Swiss, Hoorreee!!! Praise the Lord! :).

    Antara niat gak niat sebenarnya untuk pergi ke Swiss, mengingat saya masih harus kursus bahasa Jerman setiap sabtu (5 jam) dan kalau bolos lebih dari 3 kali berarti saya tidak lulus, bolos satu kali pelajaran saja sudah bikin pusing :-(, lalu rasanya sayang kalau hanya tinggal 2 minggu mengingat harga tiket yang mahal, pasporpun harus diperpanjang dulu, belum ini.. belum itu.. banyak pertimbangan kala itu yang membuat saya tidak nyaman untuk pergi, malah saya bilang ke “dia” kalau hati ga tulus mau pergi nanti pesawat saya bisa jatuh loh! 😛 Hahahah ..

    Setelah berpikir berulang kali, timbang sana sini dan berbicara dengan pujaan hati nun jauh disana hehehe .. saya putuskan perpanjang paspor (dengan setengah hati :D), setelah paspor selesai di awal Desember, mulailah saya mengumpulkan surat-surat yang dibutuhkan untuk mengurus visa. Tujuan saya kedutaan Swiss.

    Sedikit komplain pada keadaan “Kenapa ya kalau orang asing mau berkunjung ke negeri kita begitu mudahnya, tinggal apply visa on arrival di bandara ketika mereka tiba, sedangkan kalau kita ke luar negeri (Eropa/barat) ribettttt dengan urusan tetek bengek surat-surat yang bikin pusing”.

    Saya jadi ingat lagi kejadian Agustus 2009, kala itu saya dapat masalah dikedutaan Belanda, dimana jadwal saya untuk bisa apply visa dibuat jauh sekali, padahal saat itu saya sudah beli tiket, kalau saya tidak berangkat pada tanggal yang tertera maka tiket saya hangus, sekali lagi “Praise the Lord!” akhirnya semuanya beres ..

    Nah kejadian tahun 2009 tersebut bikin nyali saya sedikit ciut untuk apply visa di kedutaan Swiss.

    Saya baca tulisan seorang mengenai pengalaman dia, karena dari luar kota, maka jam 7 pagi dia sudah sampai di kedutaan (padahal baru buka jam 09.00) dan dia dapat antrian nomer 2. Lalu baca lagi mengenai pengalaman orang-orang ada yang diterima atau ditolak visanya dll.

    Ketika itu 21 Desember 2010 saya gunakan cuti terakhir saya untuk apply visanya. Beberapa minggu sebelumnya sudah sibuk cari-cari informasi mengenai bagaimana prosedur apply visa di kedutaan Swiss, saya baca-baca websitenya dan juga rajin berkomunikasi dengan rekan-rekan milis travelling yang sudah punya pengalaman sebelumnya.

    Saya sampai di kedutaan jam 08.40 saya pikir pasti sudah orang ngantri deh! (mengingat cerita rekan di milis yang datang jam 7 no. antriannya kedua), tapi ko sepi, saya tengok kanan kiri hanya saya dan adik saya saja yang berada di depan gerbang kedutaan, saya bilang ke satpam yang berdiri disana “mau apply visa” dibilang tunggu jam 9 baru buka. Ooo ternyata saya orang pertama loh! 😀

    Oh ya 2 hari sebelumnya pengundang/sponsor saya sudah mengirimkan semua surat-surat melalui email ke kedutaan, termasuk surat undangan yang dibutuhkan sebagai persyaratannya, jadi saya datang ke kedutaan dengan kopian semua surat-surat dan paspor asli saya.

    Pintu gerbang dibuka, tas dan barang-barang harus disimpan di loker, hp titip di satpam, tinggalkan ktp, dan saya diberi tanda pengenal untuk bisa masuk, sebelum masuk ke area kedutaan ada petugas yang memeriksa seluruh badan dengan suatu alat.

    Saya masuk suatu ruangan “deg-deg an euy! dihadapan saya ada ruangan yang dipisahkan kaca besar, lalu seorang wanita bule yang fasih berbahasa Indonesia menanyakan keperluan saya, dia salah satu konsularnya, dia memeriksa semua berkas surat saya sambil tanya macam-macam. Lalu saya disuruh keruang sebelah untuk proses interview. Kali ini petugasnya wanita Indonesia, saya di tanya buanyaakkkkk sekali pertanyaan sambil sekali sekali dia mengisi suatu form dari jawaban yang saya berikan.

    Tahun 2009 waktu apply visa dikedutaan Belanda, wawancara singkat deh! Kira-kira 10 menit saja, nah kalau di kedutaan Swiss makan waktu 45 menitan, ya mungkin karena hanya saja saja yang apply visa saat itu, jadi saya sekalian diajak ngobrol kali yaaaaa 😀

    Selesai interview saya kembali keruang pertama dan diberikan selembar kertas, tertera tanggal kapan saya bisa kembali untuk menanyakan visa saya, kalau visa ditolak maka biaya pengurusan visa Rp.750.000 akan hangus.

    Ternyata sorenya pihak kedutaan menelepon sponsor saya di Swiss, ditanya buanyakkkk hal juga seperti saya, mau di kros cek kali ya apa perkataan kami berdua sama heheheh .. entah semua kedutaan melakukan hal yang sama atau tidak, namun ini kali pertama saya tahu kalau pihak kedutaan sampai sedetail itu menghubungi pengundang di Swiss.

    Kalau di hitung-hitung berarti dalam 8 hari kerja saja visa sudah saya peroleh, padahal setahu saja paling tidak 10 hari kerja visa baru bisa diperoleh dan itu juga belum pasti dapat.

    Nah karena visa sudah saya peroleh, maka saya segera meluncur ke travel agent untuk bayar tiket yang telah saya booking. Tenanglah kini hatiku, tinggal ngurus koper dan isinya 🙂 🙂 :).

    Switzerland here I come! 😉

  • Auf Wiedersehen A.1.2 und Willkommen A.1.3

    Auf Wiedersehen A.1.2 und Willkommen A.1.3

    Auf Wiedersehen A.1.2 und Willkommen A.1.3. 10 minggu telah ku lalui lagi di Goethe Institut, 2 minggu terakhirnya sungguh tidak tenang menunggu hasil pengumuman hasil ujian yang telah saya ikuti. Guru kami mengatakan ada beberapa siswa yang tidak lulus :’( .. Nilai harus min. 60 untuk syarat kelulusan.

    Hari terakhir kami masih belajar, setelah istirahat pertama kami nonton film bersama gabungan dengan 2 atau 3 kelas lain. Temanya adalah orang-orang Turki yang jadi pendatang di Jerman. Di film tersebut ada 2 keluarga Jerman dan Turki, yang keluarga Jerman seorang wanita single dengan 2 anak abg (pria dan wanita), lalu yang keluarga Turki, seorang pria single dengan 2 anak juga (pria dan wanita), jadi ceritanya si wanita (Jerman) dan pria (Turki) saling jatuh cinta. Dua kebudayaan yang berbeda tentu saja saling berbenturan dan menjadi masalah. Usai menonton kami harus menjawab pertanyaan pada selembar kertas berkaitan dengan film yang kami tonton tadi, kami dibagi dalam beberapa kelompok.

    Setelah menonton film kami kembali lagi ke kelas dan melakukan permainan :D, namun kali ini banyak para teman-teman kursus yang tidak datang atau pulang lebih awal. Kami menikmati permainan-permainan tersebut sampai perut sakit karena terlalu banyak tertawa heheheh, kemudian selesai bermain kami diminta untuk menuliskan pada beberapa lembar karton mengenai kesan dan pesan selama kami belajar di Goethe, yang positif dan negatif.

    Lalu pembagian sertifikan, yang lulus langsung dapat sertifikat, dan ada tiga orang yang tidak dapat melanjutkan ke tikat A.1.3 karena nilainya dibawah standar.

    Thanks God saya lulus!!!! 🙂 🙂

    Selamat tinggal A.1.2 dan Selamat Datang A.1.3

    Foto bersama teman kursus Goethe hari terakhir teman-teman A.1.2. Auf Wiedersehen A.1.2 und Willkommen A.1.3
    Foto bersama hari terakhir teman-teman A.1.2

    Baca juga :
    Belajar Bahasa Jerman – Deutsch lernen
    Belajar dan Ujian Bahasa Jerman
    Karakter Khusus Bahasa Jerman
    Banyak Makna “Bitte” (Bahasa Jerman)
    Terima Kasih dalam Bahasa Jerman
    Bahasa Jerman bermanfaat dipelajari, Mengapa?
    101 Tips Kuliah ke Jerman
    Orang Jerman itu ..

  • Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat

    Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat

    Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat. Saya ingin share pengalaman saya perpanjang paspor dimana saya mengurus sendiri tanpa pihak travel ataupun calo. Paspor selesai dalam waktu 10 hari kerja.

    Dua hari yang amat sangat melelahkan telah saya lewati, semoga bisa jadi gambaran untuk Anda yang juga akan memperpanjang paspor atau membuat paspor baru (prosesnya juga sama).

    Tanggal 28 November 2010 sore hari saya beli amplop/map yang berisi 1 lembar form untuk pengajuan paspor, beli di koperasi imigrasi seharga Rp.7500.

    Adapun berkas fotokopi identitas diri yang harus disertakan dalam map tersebut :

    • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Akte lahir
    • Kartu Keluarga
    • Ijazah terakhir
    • Surat Nikah (jika sudah menikah)
    • Surat Rekomendasi dari Kantor
    • Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI

    Semua berkas fotokopian harus dengan kertas ukuran A4 JANGAN dipotong!

    Untuk berkas asli harus dibawa serta juga, akan diperiksa ketika Anda memasukkan berkas dan diperiksa ulang ketika proses wawancara.

    Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat. Contoh Draft Surat Keterangan kantor
    Contoh Draft Surat Keterangan kantor

    Prosedurnya

    Hari pertama 29/12/2010 :

    Saya datang jam 07.45 pagi (kantor buka 08.00) ternyata sudah banyak sekali orang yang datang, dan berkas sudah ditumpuk di pos satpam, harap harap cemas karena petugas bilang map yang akan diproses hanya sampai map ke 75, jadi map ke 76 akan ditolak dan bisa coba diajukan hari berikutnya.

    Hari itu Senin, jadi petugas imigrasi ada upacara bendera dulu, kantor mulai dibuka 08.15 dan map yang ditumpuk tadi mulai dibagikan no. antrian, saya yang datang 07.45 saja dapat no.65 hikss .. ternyata banyak orang-orang yang menumpuk berkasnya sejak jam 5 pagi.

    Saya tunggu sampai jam 9.45 nomer saya tidak kunjung dipanggil, padahal saya harus segera ke kantor karena jam kerja saya 10.30, maka saya telp adik saya minta untuk diwakilkan mengantri. Dan menurut informasi dari adik saya berkas saya baru dipanggil jam 3 sore, sangat lambatttt sekali bukan??
    Setelah nomer antrian dipanggil, berkas diperiksa kalau ada yang kurang akan disuruh bawa berikutnya kemudian nanti diberikan secarik kertas (tanda terima) tertera tanggal kapan Anda bisa datang untuk foto dan wawancara. Saya disuruh kembali tanggal 2 Desember 2010.

    Loket Pengajuan Paspor

    Hari kedua 02/12/2010

    Saya datang lebih pagi (07.35), seperti sebelumnya, sudah bisa menaruh slip/berkas Anda di pos satpam. Ketika kantor dibuka dan no antrian dibagikan saya dapat no.45 yakni 4045.

    Dibedakan nomer antrian yang akan melakukan pembayaran dan yang baru akan masukkan berkas pengajuan paspor, kalau untuk yang baru akan mengajukan paspor akan dibatasi sampai nomer 75

    Saya dipanggil di loket 3, diberikan slip untuk melakukan pembayaran, Pk. 09.00 menunggu kira-kira 30 menit baru nomer saya dipanggil untuk melakukan pembayaran Rp. 270.000.

    Kembali menunggu untuk giliran foto dan wawancara, jam 10.05 baru no. urut 13 sedangkan nomer saya 45 hiksss

    Banyak orang-orang yang hilir mudik, ada yang tadi pagi masih ngantri tiba-tiba sudah dipanggil untuk foto, ternyata si ibu tersebut gunakan calo..??

    Waktu menunjukkan pukul 12:00 jadi karyawan imigrasi istirahat dulu dan kembali bekerja jam 13.00 .. nasibbb harus menanti lebih lama.

    Saya merapikan diri ke toilet, pakai sedikit bedak, poles sana poles sini, wajah sudah lelah menanti ..

    Akhirnya jam 13:50 nomer saya dipanggil, OooO Thanks God!

    Ruang untuk foto dibagi dua, yakni ruangan untuk yang urus paspor sendiri dan satu lagi ruang bagi yang mengurus melalui pihak kedua (travel / calo).

    Di masing-masing ruangan hanya ada dua kamera, jadi bisa Anda bayangkan prosesnya jadi lama sekali, proses wawancara juga ditanggani oleh yang melakukan pemotretan, jadi wawancara dulu lalu fingerprint scanning kemudian dan Anda langsung di foto. Prosesnya tidak sampai 20 menit, malah saya ketika itu sepertinya hanya 10 menit ;-).

    Kalau lima tahun lalu cap jari dengan tinta yang bikin kotor sekarang sudah canggih secara scanning, jadi jari-jari kita tinggal ditempelkan ke alat scanning dan data sidik jari muncul dikomputer.

    Untuk foto Anda tidak boleh menggunakan softlens, waktu itu ada seorang wanita yang sibuk cari aqua untuk melepaskan softlensnya. Padahal tadinya saya mau gaya pakai softlens, untung saja tidak jadi hehehe :D.

    Pertanyaan wawancara yang diajukan ke saya :

    1. Nama
    2. Alamat
    3. Pekerjaan atau alamat kantor, sudah berapa lama bekerja di pt. tersebut
    4. Tujuan buat paspor, mau pergi kemana ..
    5. Apa sudah pernah punya paspor sebelumnya

    Saya sampai bergurau ke bapak yang mewawancarai saya : Pak .. senang deh dengan bapak prosesnya cepat sekali..!” lalu saya disuruh mengulang perkataan saya tersebut ke temannya, dan kami jadi saling tertawa :D.

    Saya diberikan slip untuk pengambilan paspor, lalu saya keluar sambil mengucapkan terima kasih dan senyum-senyum ke bapak yang sudah mewawancarai saya. Saya ke loket pengambilan paspor, slip saya di stempel oleh petugas wanita dan diinformasikan tanggal pengambilan paspor, disuruh datang beberapa hari setelah tanggal tersebut juga boleh karena kantor imigrasi sedang ramai sekali.

    Kalau yang ga mau repot bisa gunakan jasa travel / calo, dengar-dengar tarifnya mulai 400rb an – 800 rb an tergantung nego kalinya ya, bagi yang ga punya waktu atau sibuk daripada ngantri seharian, silakan gunakan jasa pengurusan tersebut :D.

    Oh ya menurut informasi pihak Imigrasi, pengajuan paspor bisa juga di ajukan secara online melalui http://www.imigrasi.go.id pilih layanan publik kemudian pilih layanan online, semua persyaratan diatas di scan hitam putih dan di upload tidak boleh lebih dari 100 kb, setelah itu akan keluar nomor registrasi, 2-3 hari kemudian kita datang ke kantor imigrasi yang telah kita pilih ketika daftar online. Konon prosesnya lebih cepat jadi ketika datang kita tinggal proses foto & wawancara, mungkin 5 thn ke depan saya akan coba apply secara online ;-).


    Alamat Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

    Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

    JL. MERPATI BLOK B12 NO. 3 KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT

    Telp : 021-6541209, 6541211
    Fax : 021-6541210, 6541213

    Catatan : Tulisan ini juga saya posting di http://birokrasi.kompasiana.com

     

     

  • Dasar Orang kurang kerjaaaannnn!!!

    Kira-kira sudah tiga bulanan ini saya menerima email yang sangat menganggu, yang isinya tentang ajaran-ajaran agama tertentu (Kristen & Muslim). Isinya terlalu memprovokasi dimana si penulis menyudutkan salah satu agama tertentu, yang tentunya bisa membuat marah pihak-pihak yang membaca isi email tertentu.

    Waktu awal-awal terima saya hanya baca sekilas saja satu dua email, lalu saya block email pengirimnya. Selanjutnya setiap hari tanpa saya baca lagi langsung saja saya block email-email tersebut daripada buang waktu untuk menanggapinya hehehe .. ternyata setiap hari hingga saat ini selalu saja ada kiriman email serupa dari alamat alamat email yang berbeda!.

    Dan yang lebih mengesalkan, sempat beberapa hari (barusan juga) saya terima komplain dari orang-orang yang menerima email serupa, jadi si pemilik email mengirimkan emailnya ke banyakkk sekali orang, dan mereka yang tidak suka email tersebut, tapi komplainnya kenapa harus me-“reply all” ????

    Dibawah ini contoh pengirim email-email berbau sara :

    saya iseng banget nyimpan ya hehehe 😛

    Remifa Mifare [[email protected]]
    hakekat hidup [[email protected]]
    hakekat satuen [[email protected]]
    Seruan Pertobatan [[email protected]]
    Hakekatku Hidup [[email protected]]
    Benpinter Tujuha [[email protected]]
    Benslamet Esatu [[email protected]]
    Akunasi Yousego [[email protected]]
    Gudang Garam [[email protected]]
    Beritamu Dinanti [[email protected]]
    Kabarmu Kutunggu [[email protected]]
    Berita Dinanti [[email protected]]
    Benny Aman [[email protected]]
    Imamat Rajani [[email protected]]
    Hakekat Hidup [[email protected]]
    Hakekat Hidup [[email protected]]
    Mahadewa Songo [[email protected]]
    Kabarmu Kutunggu [[email protected]]
    Mahadewa Telulas [[email protected]]
    Mumet Kon [[email protected]]
    Jesshua Hammashiah [[email protected]]
    Mahadewa Papat [[email protected]]
    Mahadewa Sepulo [[email protected]]

  • Yipeeeee Paket II dari Switzerland akhirnya datang :) :)

    Yipeeeee Paket II dari Switzerland akhirnya datang 🙂 🙂

    Yuhuuuu I’m so happy! Paket kedua dari Switzerland akhirnya datang juga, ternyata paket kedua ini ukuran dus nya tiga kali lebih besar dari yang pertama :D.

    Paket II

    Paket kali ini bisa diacungi jempol, dus saya terima dalam keadaan baik/rapih tidak rusak seperti paket pertama, bahkan dusnya di masukkan ke dalam plastik lagi. Kalau paket yang pertama dikenakan bea pos Rp.4000 sedangkan paket kedua ini biaya nya Rp.7.000 yang mana Rp.4000 nya tersebut adalah harga plastiknya.

    Paket kedua saya terima 12 Oktober 2010 yang berarti butuh waktu 33 hari pengiriman dari Swiss ke Jakarta.

    Isi paketnya
    whoooaa sembunyi dibalik keripik
    my lovely niece, Kiarra & my mother

    Huahahahahahah ponakanku (Kiarra) lucuuu bangettt deh, pleaseee don’t throw away the chipsss 🙂 🙂

    Please deliver me to onkel Frank in Suisse

     

    Tulisan Terkini

  • Akhirnya datang juga Paket I dari Switzerland

    Akhirnya datang juga Paket I dari Switzerland

    Akhirnya datang juga Paket I dari Switzerland. Saya sering mendengar kasus-kasus dimana pengiriman via pos tidaklah bisa diprediksi apakah barang kiriman sampai Indonesia dengan utuh atau malah hilang entah dimana. Dulu sekali saya pernah kirim satu buku dari kantor pos Jakarta ke luar negeri (LN) dan barangnya tidak sampai hingga saat ini, hilang entah kemana!.

    Jadi kali ini, ceritanya si dia mau kirim paket dari Switzerland, isi paketnya cemilan (keripik, kue, permen, beberapa kartu pos) kalau dikirim gunakan DH* atau jasa pengiriman sejenis ko ya sayang pikirku karena biayanya terlalu mahal, ditambah nantinya penerima di Indonesia akan dikenakan pajak atas paket yang diterima. (Dulu sekali saya pernah terima paket dari LN dan kena pajak 1,5 juta rupiah, hikss), berdasarkan pengalaman tersebut saya tidak bersedia dia kirim paket lewat jasa pengiriman. Padahal bukan saya yang bayar sih he-he-he

    Karena si dia terus bersikeras mengatakan bahwa paketnya akan dikirimkan dari kantor pos di Swiss dan biayanya tidak mahal (menurut dia :P). Akhirnya saya bersedia dikirimkan paket tersebut lagipula ada momen yang tepat untuk saya terima hadiah, yakni sebagai hadiah ultah saya ;-). Yeahhhhh tidak tanggung – tanggung dia kirim dua paket sekaligus :D.

    09 September 2010 paket dikirimkan, petugas kantor pos Swiss mengatakan paket akan sampai di Jakarta kurang lebih 10 hari, dan dia prediksi saya akan terima beberapa hari atau paling tidak pas ultah saya, ternyataaaa … tunggu punya tunggu, seminggu, 10 hari, dua minggu berlalu sudah namun paketnya tidak sampai juga di Indonesia, nian hati dia mau kirim sebagai hadiah ultahku terlewat sudah hehehe ..

    29 September 2010 pagi adik saya kirim sms, dia bilang paketnya sudah sampai, saya tanya satu atau dua paket, box kecil atau box besar..? :D.

    Yang datang adalah box kecil seukuran box sepatu, tak sabar menunggu sampai pulang kantor, kira – kira isinya apa saja ya 🙂 🙂 :).

    OMG kondisi box nya rusak bangetttt, ada secarik kertas dari petugas wilayah kecamatan menuliskan kalau box diterima mereka dapat keadaan terbuka. Mungkin dibuka ya box nya dikira ada barang berharga???. Saya pastilah tidak mau dikirimkan barang berharga lewat kantor pos. Setelah saya cek semua, Thanks God tidak ada yang hilang ;-).

    Akhirnya datang juga Paket I dari Switzerland
    Box nya rusakkkk

     

    Sempat marah, keselll melihat keadaan boxnya, namun setelah saya cek semua isinya tidak ada yang hilang, senang deh! 🙂

    Akhirnya datang juga Paket dari Switzerland
    Isi box yumieeee

     

    Akhirnya datang juga Paket I dari Switzerland
    Kartu Ultah dari dia, mama & adiknya

     

    Ponakanku (Kiarra) senang bangettt terima kartu pos dari Swiss, kartu pos khusus buat dia, tiap hari dia selalu pandangi gambar anjingnya 🙂 🙂 :).

    Ponakanku yang lucu
    Kiarra si imut 🙂

    Menantikan paket ke dua dengan H2C (harap harap cemas) hehehe 😀 .

  • Willkommen A1.2 Selamat Tinggal A1.1

    Willkommen A1.2 Selamat Tinggal A1.1

    Willkommen A1.2 Selamat Tinggal A1.1. Kelas A1.1 tak terasa sudah berakhir, selama dua bulan belajar bahasa Jerman dimulai sejak 17 Juli sampai 25 September 2010. Per level ada 10 kali pertemuan tiap minggu (sabtu) sekali pertemuan belajar selama 5 jam (mabok ga tuh haha), bagus juga materi jadi dipadatkan dan hemat di ongkos, hanya otak kudu kuat nampung pelajaran yang di kasih hehehe 😀 .

    Di pertemuan terakhir 25 September 2010 Pagi harinya (jam 11) saya sudah janjian dengan beberapa teman sekelas, kami melakukan daftar ulang untuk ke level selanjutnya (A1.2). Ada 3 atau 4 teman yang pindah hari kursus, awalnya kami di kelas siang (14.00 – 19.15) dan beberapa teman saya pindah ke kelas pagi. Di kelas ini sepertinya saya deh yang paling tua haha, yang lainnya adalah para siswa yang akan melanjutkan sekolah atau kuliah ke Jerman, sednagkan niat saya belajar bahasa Jerman karena akan menikah dan menetap di Jerman.

    Setelah selesai daftar ulang 5 orang teman bersama saya, kami pergi ke burger king, katanya mereka belum sarapan 😀 . Jadilah kami berfoto ria disana, kebetulan juga ada topi-topi nganggur, pakai ajalah!! 😀 .

    Willkommen A1.2 Selamat Tinggal A1.1
    Teman-teman dekat kursus Goethe, saat kami di BurgerKing Sarinah

    Kenyang makan di burger king, kami balik ke Goethe Institut mengikuti pelajaran terakhir di A1.1. guru kami akan komplain nih, katanya kami harus serius walau hari terakhir hehehe, kebanyakan becanda sih 😀

    Pelajaran terakhir

    30 menit sebelum kelas berakhir, kami melakukan 2 atau 3 macam permainan, seru banget sampai panasss, ngos ngos an, jadi makin akrab 😀 .

    Game seruuu 🙂 🙂

    HuHuHuHuHu sedih akan berpisah dengan beberapa teman termasuk guru kelas kami Herr Welly Kristianto, tapi senangnya masih bisa ketemua beberapa teman yang sama jadi enak deh belajarnya.

    Auf wiedersehen Selamat tinggal A.1.1 …

    A1.1 Goethekurs freunde

    Baca Juga :
    Orang Jerman itu ..
    Begrüßung – Ungkapan salam bahasa Jerman
    Peringkat Universitas di Jerman
    Bahasa Jerman bermanfaat dipelajari, Mengapa?
    101 Tips Kuliah ke Jerman

  • Bolu Kukus Ketan Hitam Part II

    Bolu Kukus Ketan Hitam Part II

    Bolu Kukus Ketan Hitam Part II. Hai cooking lovers terutama kamu yang suka sekali menyantap bolu ketan hitam, beberapa waktu lalu saya membuat bolu ketan hitamnya yang dipanggang di oven (baca: Bolu Panggang Ketan Hitam si Hitam Manis yang Menawan Hati). Nah! malam ini ingin sesuatu yang berbeda yakni mau mencoba bolunya yang versi dikukus 🙂 .

    Bahannya sama saja seperti versi di panggang, bedanya hanya cara manggang dan dikukusnya.

    Bahan I
    6 Butir telur
    250 gram tepung gula pasir
    ¼ sdt garam
    ½ sdt Vanilie bubuk
    1 sdt T.B.M

    Bahan II
    250 gram tepung ketan hitam
    1 sdt Baking powder

    Bahan III
    200 gram mentega dicairkan (kreasi saya : 150 gram mentega dan 50 cc minyak sayur)
    Minyak sayur dimasukkan setelah adonan kedua hampir masuk semua.
    2 sdm susu kental

    Cara Membuat :
    – Campur dan kocok bahan I hingga mengembang dan kental (dengan mixer kecepatan tinggi)
    – Masukkan bahan II sedikit demi sedikit hingga rata
    – (Matikan mixer) Tuang bahan III aduk perlahan hingga tercampur rata.
    – Tuang kedalam Loyang di kukus selama 30 menit.

    Bolu Kukus Ketan Hitam Part II. Adonan bolu ketan item siap dikukus
    Adonan bolu ketan item siap dikukus

     

    Adonan sedang dikukus yaa 😀

    Bolu Kukus Ketan Hitam Part II. Panci pengukus lapisi kain supaya air tidak mentes, tetesan air bisa merusak permukaan kue
    Panci pengukus sedang ngukus bolu ketan item

     

    Selama proses mengukus akan menghasilkan butiran air pada tutupnya, nah kalau airnya menetes akan merusak permukaan bolu. Tipsnya sudah air tidak menetes adalah lapisi tutup panci dengan kain serbet.

    catatan : hati-hati! ketika membuka tutup panci (ketika mau mengecek apakah kue sudah matang), uapnya panass sekali.

    Setelah 30 menit, berakhirlah penantian …

    Si bolu Hitam Manis siap disantapp. Bolu Kukus Ketan Hitam, part II
    Si bolu Hitam Manis siap disantapp

     

    Menurut saya, yang versi kukus ini kuenya lebih lembut dan sangat menggoda, pengen lagi .. lagi dan lagiii 😛 .

     

    Baca juga:
    Resep Brownies yang Simpel
    Aci Goreng Buatan Sendiri, ga kalah sama buatan abang jualan
    Pengen diet? Cobalah Salat Kentang
    Perkedel Kentang Panir
    Membuat Kue Nastar Enak
    Istilah Masakan Jerman – Indonesia
    Resep masakan lainnya

  • Baru 10 Minggu Belajar Bahasa Jerman, pusingtujuhkeliling

    Baru 10 Minggu Belajar Bahasa Jerman, pusingtujuhkeliling

    Baru 10 Minggu Belajar Bahasa Jerman, pusingtujuhkeliling. Tak terasa besok (25 September 2010) adalah hari terakhir belajar di kelas A1.1 Goethe-Institut Jakarta. Kemudian harus siap siap lanjut ke tingkat selanjutnya A1.2.

    Saya mulai kursusnya 17 Juli lalu, ambil waktu belajar khusus hari sabtu, supaya tidak menganggu jam kerja. Tiap hari sabtu belajar selama 5 jam, kelas dimulai jam 14.00 sampai 19.15 wib. Ada dua kali break, yakni jam 16.00 (30 menit) dan jam 18.00 selama 15 menit.

    Dahulu ketika pendaftaran maunya sih ambil kelas pagi yang mulai jam 8 (jadi pulang belajar bisa main ke mall hehehe) .. apa daya ternyata antrian seperti kereta api dan saya dapat nomer antrian seratus sekian, padahal pendaftaran buka jam 11 pagi dan ternyata banyak yang datang sejak pagi hari untuk antri.

    Setelah masuk ruang pendaftaran ada seorang bapak di meja registrasi pasti orang Batak tuh 😀 si bapak melihat nama saya dan berbicara bahasa batak “malo do ho marhata Batak?” molo malo marhata Batak malo ma ho anon marhata Jerman” terjemahan bebasnya kira-kira begini : Apakah kamu bisa ngomong batak? Kalau jago bahasa Batak nanti pintarlah ngomong Jermannya heheheh .. ku jawab singkat “”saotik saotik bo i ma” 😀 .. tiap hari ortu dirumah bicara bahasa batak, ngerti dong tapi kalau mau ngomong tuh vocab Batak mandek di otak aja hahahhaha 😛 .. lagipula ada ada ajalah apa coba hubungannya, kalau jago bahasa Batak jago pula nantinya saya bicara bahasa Jerman.

    Awalnya di kelas ada sekitar 20 an siswa, lama lama hilang satu persatu, entah karena alasan apa saya tidak tahu (pusing kali yaa :D). Selama 10 kali pertemuan saya paling tidak mendapat teman-teman baru yang menyenangkan, dan sepertinya saya nih yang paling tua di kelas hehehe ..

    Buku Kursus Bahasa Jerman A1 di Goethe-Institut Jakarta. Baru 10 Minggu Belajar Bahasa Jerman, pusingtujuhkeliling.com
    Buku Kursus Bahasa Jerman A1 di Goethe-Institut Jakarta

    Ada banyak alasan mereka yang belajar bahasa Jerman, salah satu yang pasti ya untuk mereka yang akan melanjutkan sekolah atau kuliah di Jerman, makanya teman-teman sekelas saya rata-rata anak sma (saya jadi berasa muda, dan gaul 😀 ).

    Awal awal belajar sih masih asyik ya karena pelajaran masih muda, ibarat mengenal huruf ya hehehe .. nah pas masuk pertemuan ke 5 dan seterusnya, tiap sabtu kepala saya panas karena tekanan pelajaran pusingggg dengan “bagaimana saat tepat penggunaan Akkusativ, Dativ”??? dan bagian bagian lain termasuk “haufaufgabe” (PR) yang bikin pusing tujuh keliling @#$%^&*:’( keine Ahnung! namun saya tidak putus asa, Demi masa depan maju terus pantang mundur, cayoooo tinggal dua tingkat lagi ko lulus A1.2 dan A1.3 setelah itu maka saya bisa urus visa :D.

    Buku Kursus Bahasa Jerman A1 di Goethe-Institut Jakarta
    Buku Kursus Bahasa Jerman A1 di Goethe-Institut Jakarta

    Jadi ceritanya besok kami (saya dan teman sekelas) akan melakukan pembayaran untuk ke jenjang selanjutnya, jadi kami sekelas akan datang pagi sekitar jam 11, kami nanti bisa sekelas lagi (asyik ya karena kami sudah saling kenal). Kemudian setelah selesai urusan registrasi besok kami mau ngeceng ke mall atau kemanalah pokoknya yang asyik buat makan dan ngobrol ;-). Yipieeee cant wait till tomorrow ;-).

     

    Baca juga :
    Belajar Bahasa Jerman – Deutsch lernen
    Belajar dan Ujian Bahasa Jerman
    Karakter Khusus Bahasa Jerman
    Banyak Makna “Bitte” (Bahasa Jerman)
    Terima Kasih dalam Bahasa Jerman
    Bahasa Jerman bermanfaat dipelajari, Mengapa?
    101 Tips Kuliah ke Jerman
    Orang Jerman itu ..

  • Mengapa Harus Ngamuk dulu Baru Komplain ditanggapi?

    Mengapa Harus Ngamuk dulu Baru Komplain ditanggapi?

    Entah sudah berapa kali satu satunya cara yang juga merupakan senjata pamungkas yang saya keluarkan adalah dengan cara komplain super keras dan ngamuk dulu baru komplain saya ditanggapi. Padahalkan hal tersebut mengeluarkan energi yang sangattt besar he-he-he :D.

    Pernah komplain untuk provider selular, kosmetik dannn lupa deh yang lainnya. Awalnya tentu saja saya akan baik baik menanyakan ke pihak yang berkepentingan untuk saya minta pertanggungjawabannya, atau untuk mencari jalan keluar dari masalah yang sedang saya hadapi. Saya akan bersikap manis dua, tiga atau empat kali, dan ketika hal tersebut tidak mendapat respon baru saja akan benar-benar ngamuk.com.

    Yang terakhir ini adalah komplain ke salah satu bisnis Pulsa. Jadi ceritanya 03 September 2010 lalu saya join bisnis pulsa (Pulsa Jatim) yang lain, karena yang terdahulu ditutup, nah yang tutup pertama ini (pulsaselular) baik, mereka benar-benar memberitahukan para anggotanya supaya menggunakan saldo tersisa karena akan tutup. Yang akan saya bahas disini adalah Pulsa Jatim yang tiba-tiba tutup sepihak. Ketika 13 September saya melakukan transaksi masih bisa tanpa masalah, dan saya malah tambah deposit, eh! Dua hari kemudian ya ko kelihatan belangnya, tiba-tiba melalui websitenya dinyatakan pulsa tersebut ditutup dan dialihkan ke pulsa lain.

    Setiap hari sejak 16 September saya tiap hari melakukan komunikasi via ym dengan customer service pulsa barunya, cape benar deh ngetik ym an via hp, mengulang hal sama tiap hari tapi janji-janji surga saja. Saya bahkan sudah menanyakan ke 2 milis bisnis yang saya ikuti mungkin ada orang lain yang bernasib sama dan bisa kasih solusi mengenai nasib deposit saya.

    Akhirnya kemarin tanggal 22 September 2010 saya kirim komplain keras melalui fax.

    Kepada Yth : Pemilik/pengelola Pulsa Jatim/ Bpk. Khusnul Gxoxxx

    Cc : Pengelola Pulsa Lixxas
    Fax : 031.869.05xx / P.Lixxas 031 866.77xx
    Perihal : Kapan Deposit P.Jatim saya diproses??????? PENIPUAN KAH ini???

    Saya RiaCells id : JP0172 no. master 083892238xxx Bergabung 03 September 2010 awalnya saya senang karena proses trx cepat, lancarr dan harga pulsa murah dibanding yg lain. Namun tanggal 16 September 2010 ketika saya akan isi pulsa via ym, jatim_refill sudah tidak terlihat lagi saya coba via sms ke banyak center ternyata yg muncul id saya di P. Lixxas & dinyatakan pin saya salah.

    ym CS pulsajatim_cs1 dan pulsajatim_cs2 sama saja nya sudah tidak terlihat lagi. Saya coba via sms ke banyak center 0857 33 010103 ; 0813 577 677 11 ; 0838 300 94 200 dan 08999.70.8899 dll tidak ada tanggapan, saya coba buka websitenya pulsajatim (website sudah tidak aktif) dinyatakan sudah ditutup dan dialihkan ke Pulsa Lixxas.

    Setiap hari sejak 16/09/2010 saya selalu melaporkan hal ini via ym ke CS P.Lixxas dihandle sdri. Via, Cak Ball dll, hanya janji2 angin surga saja, dibilang akan dibantu, pimpinan lagi rapat dll.. saya setiap hari ditanya2 hal yang sama utk nama, no. master dan data trx terakhir.

    Siang ini Setelah telp 031.867.70xx saya kirim ke center untuk aktivitas terakhir Yth: JP0172 Transfer saldo senilai 32.029 ke VIRTONCELLS (JP0197) berhasil sal: 205.907# Dep tunai kamis terakhir sampai jam 18.00. Buka kembali tgl 13. Trx jalan terus

    Saya kirim ke center 0813 577 677 11 dan 0838 300 94 200 tapi balasannya
    RIACELLS (PL1668), PIN tidak cocok! Saldo: 79.123#call center 031867.7000/031867.3333.trims

    Saya heran kenapa semua center PJatim langsung tiba-tiba tutup juga?????
    Harus kirim kemana??

    Tolong kepada Bpk. Khusnul Gxoxxx / pengelola Pulsa Jatim. Supaya deposit saya
    JP0172 dialihkan ke id saya di PL1668 silakan dicek didata base Anda, nama pemilik dan no. masternya sama.

    Data saya :
    id : JP0172
    nama : RiaCells
    no. master 083892238xxx
    ym : riaxelxx
    Bergabung 03 September 2010
    Trx terakhir : 13 September 2010 trx : X100 Ke 0817702xxx Vsn.1009052306972
    Aktivitas terakhir Yth: JP0172 Transfer saldo senilai 32.029 ke VIRTONCELLS (JP0197) berhasil sal: 205.907# Dep tunai kamis terakhir sampai jam 18.00. Buka kembali tgl 13. Trx jalan terus

    Yang menanti jawaban,
    Nella 2209210

    … dan Anda tahu tidak lebih dari 10 menit setelah saya kirim komplain tertulis, lalu masuklah pesan di hp saya kalau deposit saya dari Pulsa Jatim sudah dialihkan ke account pulsa lain saya yang masih aktif, Puji Tuhan, akhirnya masalah selesai :).

    Memang ya, menurut saya agak riskan juga bisnis pulsa semacam ini, banyak agen yang iming-iming harga murah lalu lokasi kantor pulsanya ini juga kita tidak tahu (walau ada alamatnya), karena saya di Jakarta dan biasanya bisnis pulsa semacam ini berdasarkan penelusuran saya lokasinya di daerah jawa, luar Jakarta atau daerah lain. Biasanya saya ikuti feeling saja, kalau feelingnya ga bagus akan suatu bisnis pulsa saya akan deposit sedikit saja, biarinlah bolak balik ke atm untuk tambah-tambah deposit daripada ada kasus agen pulsa tiba-tiba tutup sepihak.

     

    Tulisan Terkini

  • Bolu Ketan Hitam si Hitam Manis yang Menawan Hati

    Bolu Ketan Hitam si Hitam Manis yang Menawan Hati

    Bolu Ketan Hitam si Hitam Manis yang Menawan Hati. Berawal baca status ka Rina di Belanda yang sedang membuat atau menikmati kelezatan Bolu Kukus Ketan Hitam, saya selama berhari-hari jadi mupeng (*muka pengen), dengan semangat 45 walau pulang kantor sudah malam, saya nekad bikin kue tersebut daripada selalu terbayang-bayang si hitam manis dan tidak bisa tidur he-he-he 😀 .

    Baca juga: Cara Membuat Bolu Kukus Ketan Hitam

    Hari itu jumat 17 September 2010 waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, saya mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue, kebetulan mama saya hari sebelumnya ada persediaan teluar ayam negeri yang belum dimasukkan ke kulkas. Untuk tepung ketan hitam juga kebetulan ada (saya memang selalu simpan stoknya tepungnya yang sudah jadi).

    Bahan I
    6 Butir telur
    250 gram tepung gula pasir
    ¼ sdt garam
    ½ sdt Vanilie bubuk
    1 sdt T.B.M

    Bahan II

    Bolu Ketan Hitam si Hitam Manis yang Menawan Hati. Tepung Ketan Hitam, saya campur sedikit susu bubuk coklat
    Tepung Ketan Hitam, saya campur sedikit susu bubuk coklat

    250 gram tepung ketan hitam
    1 sdt Baking powder

    Bahan III
    200 gram mentega dicairkan
    2 sdm susu kental

    Cara Membuat :
    – Campur dan kocok bahan I hingga mengembang dan kental
    – Masukkan bahan II sedikit demi sedikit hingga rata

    Membuat kue bolu ketan hitam. Semua bahan di campur dengan mixer Jadul hehehe
    Semua bahan di campur dengan mixer Jadul hehehe

     

    • Tuang bahan III aduk perlahan hingga tercampur rata.
    Adonan membuat bolu panggang ketan hitam. Semua adonan telah bercampur
    Semua adonan telah bercampur
    • Tuang kedalam Loyang di panggang didalam oven kurang lebih 45 menit hingga matang.
    Adonan bolu ketan hitan Siap Masuk Oven
    Adonan bolu ketan hitan Siap Masuk Oven
    • Selain dipanggang bisa juga di kukus didalam panci pengukus.

    Setelah 45 menit, berakhirlah penantian …

    Resep bolu kukus ketan hitam
    Tampilan biasa tapi Rasa Luarr Biasa

    September tahun lalu ketika di Belanda, sempat juga bikin si hitam manis ini, dingin .. dingin di Belanda sambil menikmati teh panas dan si hitam yang hangat, Lekker! 🙂 🙂 🙂

    Cara Membuat Bolu Panggang Ketan Hitam
    Cake Ketan Hitam di Belanda

     

    Baca juga:
    Aci Goreng Buatan Sendiri
    Roti Boy SegiEmpat
    Dapur Mewah Impian Kami
    Pengen diet? Cobalah Salat Kentang
    Perkedel Kentang Panir
    Membuat Kue Nastar Enak
    Resep Brownies yang Simpel
    Resep masakan lainnya

error: Content is protected !!