June 3, 2020

Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama dan Cara Menanam Seledri dari Sisa Dapur

Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama dan Cara Menanam Seledri dari Sisa Dapur. Bentuk seledri di Jerman berbeda dengan di Indonesia, kalau di Jerman namanya Stangensellerie atau Staudensellerie Apium graveolens var. Graveolens, selain batang seledri ada pula umbi seledri Knollensellerie Apium graveolens var. rapaceum ini yang dipakai bagian umbi nya.

Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama dan Cara Menanam Seledri dari Sisa Dapur

Awalnya seledri batang (Stangensellerie) dipasaran ada daunnya panjang dan rimbun, entah mengapa beberapa bulan terakhir seledri batang tanpa daun yang tersedia. Mungkin banyak yang hanya butuh batangnya, dan bagian daun dibuang, jadi pemasok seledri meninggalkan bagian daunnya sebelum dikirim, entahlah.

Padahal daun seledri nya juga saya gunakan untuk masak sop atau buat di sayur. Cara menyimpan seledri batang, kalau dulu ada daunnya, saya pisahkan bagian daun dan batang.

Baca juga: Masak Sayur kangkung yang Enak dengan Saus Tiram

Cara menyimpan seledri agar awet:

  • Bagian daun saya bungkus terpisah dengan batang seledri nya. Saya bungkus dengan paper towel (tisu dapur yang tebal), lalu saya masukkan ke plastik ziplock taruh dikulkas..
  • Batang seledri saya potong dua atau tiga lalu saya bungkus paper towel dan simpan di plastik ziplock lalu taruh dikulkas.
  • Seledri jangan dicuci saat mau disimpan supaya tidak busuk.

Tulisan Terkini

Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan.

Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.

Tulisan Terkini

Video Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama

Ada tiga kelompok seledri yang dibudidayakan:

  • Seledri daun atau seledri iris (A. graveolens Kelompok secalinum) yang biasa diambil daunnya dan banyak dipakai di masakan Indonesia.
  • Seledri tangkai (A. graveolens Kelompok dulce) yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya dipakai sebagai komponen salad.
  • Seledri umbi (A. graveolens Kelompok rapaceum), yang membentuk umbi di permukaan tanah; biasanya digunakan dalam sup, dibuat semur, atau schnitzel. Umbi ini kaya provitamin A dan K.

Tonton juga: Kumpulan Video Menyimpan sayuran di kulkas agar tahan lama tetap segar

Cara menanam seledri dari sisa adalah sisakan beberapa cm batang dekat akar, taruh di wadah kecil isi air. Biarkan seminggu sampai tumbuh akarnya, lalu seledri siap ditanam di tanah. Kita bisa ambil seledri saat kita butuh.

 

Demikianlah pengalaman saya mengenai Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama dan Cara Menanam Seledri dari Sisa Dapur, semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini tipds dapur ini berguna yaa.

Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan teman mu, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 .

Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan tips dapur emak Benjamin berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

Baca juga: Wowww Pertama Kali nemu Telur Ayam Kembar

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany. However, I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom of two. I have a lot of passions for gardening.

View all posts by Emaknya Benjamin br. Silaen →
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: