Category: Tips Dapur

  • Kenapa Beras Bisa Berulat? Pengalaman di Dapur dan Penjelasan Tentang Larva Kutu Beras

    Kenapa Beras Bisa Berulat? Pengalaman di Dapur dan Penjelasan Tentang Larva Kutu Beras

    Kenapa Beras Bisa Berulat? Pengalaman di Dapur dan Penjelasan Tentang Larva Kutu Beras. Suatu hari di dapurku di Jerman, aku melakukan hal yang sangat biasa: menyiapkan beras untuk dimasak. Kemasan beras itu masih tersegel rapi ketika kubuka. Tidak ada tanda-tanda aneh dari luar. Seperti biasa, beras kutuangkan ke dalam mangkuk sebelum dicuci. Namun beberapa detik kemudian aku berhenti. Di antara butiran beras putih itu, ada sesuatu yang bergerak.

    Awalnya aku mengira hanya butiran beras yang bergeser atau mungkin bayangan air. Tetapi ketika kuperhatikan lagi dengan lebih teliti, terlihat jelas ulat kecil berwarna putih bergerak di sela-sela beras. Selain itu, di dalam beras juga terlihat serpihan halus seperti tepung beras dan beberapa serabut tipis berwarna putih yang mirip jaring laba-laba.

    Jujur saja, saat itu aku cukup kaget.

    Kalau penasaran seperti apa kondisi beras yang kutemukan saat itu, aku juga merekamnya di dapur. Di video ini terlihat larva kecil di antara butiran beras yang baru saja dibuka dari kemasannya.

    Yang membuatku semakin bingung, kemasan beras itu baru saja dibuka dan sebelumnya masih tersegel. Jadi muncul pertanyaan yang mungkin juga pernah terlintas di pikiran banyak orang: Bagaimana mungkin beras yang belum dibuka bisa berulat?


    Ulat Kecil Itu Ternyata Larva Kutu Beras

    Setelah mencari tahu, aku baru mengetahui bahwa ulat kecil yang terlihat di beras kemungkinan besar adalah larva kutu beras.

    Kutu beras dikenal dalam bahasa Inggris sebagai rice weevil, yaitu serangga kecil yang sering menyerang bahan makanan kering seperti:

    • beras
    • gandum
    • jagung
    • biji-bijian

    Serangga ini termasuk hama gudang yang memang sering ditemukan pada bahan makanan yang disimpan dalam jumlah besar. Yang menarik, telur kutu beras sering kali sudah ada sejak beras masih berada di gudang penyimpanan atau selama proses distribusi.

    Telur tersebut sangat kecil dan hampir tidak terlihat oleh mata manusia. Ketika kondisi lingkungan mendukung, telur itu akan menetas menjadi larva kecil berwarna putih, yaitu ulat yang akhirnya terlihat di antara butiran beras.

    Itulah sebabnya kadang kita bisa menemukan larva di dalam beras meskipun kemasannya masih tersegel.

    Tulisan Terkini

     


    Kenapa Ada Serpihan Beras dan Jaring Putih?

    Selain larva kecil, di dalam kemasan beras juga terlihat serpihan beras halus seperti tepung.

    Hal ini sebenarnya juga merupakan tanda yang cukup umum ketika beras mulai diserang serangga gudang. Larva kutu beras memakan bagian dalam butiran beras sehingga:

    • butiran beras menjadi rapuh
    • sebagian beras hancur menjadi serpihan halus
    • muncul serbuk seperti tepung beras

    Serabut putih yang terlihat seperti jaring laba-laba biasanya merupakan campuran dari serpihan beras, sisa aktivitas larva, dan bahan halus dari butiran beras yang rusak.

    Jika infestasi berlangsung cukup lama, tanda-tanda seperti ini biasanya akan semakin terlihat.


    Tanda-Tanda Beras Mulai Terinfeksi Hama

    Sebelum kita benar-benar melihat ulat, biasanya ada beberapa tanda awal yang bisa diperhatikan.

    Beberapa di antaranya adalah:

    • muncul serpihan beras halus seperti tepung
    • terlihat serabut putih tipis di antara butiran beras
    • ada lubang kecil pada butiran beras
    • muncul ulat kecil berwarna putih

    Jika sudah terlihat beberapa tanda ini, biasanya beras memang sudah mulai terinfeksi oleh hama gudang.


    Larva kecil di dalam beras yang terinfeksi kutu beras
    Larva kecil yang ditemukan di antara butiran beras yang baru dibuka dari kemasan.

    Apakah Beras Berkutu Aman Dimakan?

    Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang menemukan kutu atau larva di beras.

    Secara umum, kutu beras sebenarnya tidak beracun dan tidak berbahaya bagi manusia. Namun jika jumlahnya sudah cukup banyak, biasanya kualitas beras sudah menurun.

    Beras yang sudah lama diserang serangga biasanya:

    • memiliki bau agak apek
    • teksturnya lebih rapuh
    • rasanya bisa sedikit berubah

    Karena itu banyak orang memilih tidak menggunakan beras yang sudah terinfeksi parah.


    Fakta Menarik: Padi Ini Berasal dari Bulgaria

    Saat memperhatikan kemasan beras itu lebih teliti, aku menemukan sesuatu yang cukup menarik. Di kemasan tertulis bahwa padi yang digunakan berasal dari Bulgaria.

    Awalnya aku sempat heran, karena selama ini kita lebih sering mendengar padi berasal dari negara-negara Asia seperti Indonesia, Thailand, atau Vietnam.

    Ternyata beberapa negara Eropa juga memiliki lahan persawahan, termasuk Bulgaria. Padi ditanam di beberapa wilayah yang memiliki iklim lebih hangat dan sistem irigasi yang baik.

    Selain Bulgaria, beberapa negara Eropa lain yang juga menanam padi antara lain:

    • Italia
    • Spanyol
    • Portugal
    • Yunani
    • Prancis

    Produksinya memang tidak sebesar negara Asia, tetapi cukup untuk memasok sebagian kebutuhan beras di Eropa.

    Baca juga: 3 Cara Menyimpan Cabe Agar Tidak Cepat Busuk Awet 6 Bulan

     


    Pelajaran Kecil dari Dapur

    Pengalaman kecil di dapur ini ternyata membuatku belajar sesuatu yang baru.

    Kadang kita mengira kalau ada masalah pada bahan makanan pasti karena cara menyimpannya di rumah. Padahal bisa saja penyebabnya sudah terjadi jauh sebelumnya, misalnya saat beras masih disimpan di gudang atau selama proses distribusi.

    Sejak kejadian itu, aku jadi lebih teliti saat membeli dan menyimpan beras.

    Hal kecil di dapur ternyata bisa membuka wawasan baru juga.

    Kalau kamu sendiri, pernah tidak menemukan ulat kecil atau kutu di dalam beras yang baru dibuka?

    Kalau pernah, boleh cerita juga di kolom komentar. Menarik juga mendengar pengalaman orang lain, karena ternyata kejadian seperti ini cukup sering terjadi di dapur.

    Dan kalau kamu suka membaca cerita keseharian, pengalaman kecil di dapur, atau kehidupan kami di Jerman, kamu juga bisa follow blog ini supaya tidak ketinggalan tulisan berikutnya.

  • 3 Cara Menyimpan Cabe Agar Tidak Cepat Busuk Awet 6 Bulan

    3 Cara Menyimpan Cabe Agar Tidak Cepat Busuk Awet 6 Bulan

    3 Cara Menyimpan Cabe Agar Tidak Cepat Busuk Awet 6 Bulan. Hai pecinta makanan pedas, buat kamu yang sering nyetok cabai dalam jumlah banyak, atau yang suka berkebun lalu ingin kan cabe hasil panen bisa tahan lama dalam penyimpanan. Saya ingin berbagi 3 cara menyimpan cabe supaya awet dan tetap segar.

    3 Cara Menyimpan Cabe Agar Tidak Cepat Busuk Awet 6 Bulan

    Berapa lama cabe tahan di kulkas?

    Berapa lama cabe tahan di freezer?

    Tulisan Terkini

    Berikut ini 3 cara menyimpan cabe yang saya lakukan dirumah:

    1. Simpan cabe di suhu ruang saja jika ingin dikonsumsi atau diolah dalam beberapa hari. Misal seperti yang saya lakukan, saya simpan cabe di dalam kantong kertas, dengan cara begini berdasarkan pengalamanku cabe tahan 1-2 minggu, asal tidak ditaruh dekat kompor ya. Taruhlah cabe ditempat sejuk tidak kena sinar matahari.

    2. Menyimpan cabe di kulkas. Tidak asal masukin ke kulkas, namun ada tipsnya agar cabai tetap segar saat dismpan dikulkas. Jika hanya ditaruh dikantong plastic lalu masukkan ke kulkas maka suhu dingin akan membuat cabe cepat kering. Begini menyimpan cabe di kulkas agar tidak cepat busuk:

    • Tanpa dicuci, taruh cabe di wadah tertutup rapat. Alasi wadah dengan tisu tebal (paper towel), jangan terlalu banyak menaruh cabe disatu tempat supaya tidak bonyok dan rusak. Taruh 1 siung bawang putih kupas diatas cabe. Dengan cara ini cabe awet hingga 3 bulan.
    • Bungkus cabe dengan paper towel lalu masukkan ke plastik ziplock, simpan di kulkas bagian menyimpan sayur.

    3. Menyimpan cabe di Freezer.

    • Bisa cabe sudah digiling.
    • Cabe disimpan utuh.. baik cabe merah dan cabe rawit bisa disimpan di freezer.
    • Cabe yang disimpan di freezer bisa tahan hingga 6 bulan kesegarannya. Sebaiknya cabe dikonsumsi/diolah dalam waktu 6 bulan ya, hal ini untuk menjaga terbaik., lewat 6 bulan cabe utuh dalam freezer mulai kehilangan kualitasnnya dan terbakar karena suhu beku.
    • Bisa pula cabe sudah dipotong atau diiris saat mau disimpan di freezer.

    Video Cara Menyimpan Cabe 6 Bulan Tetap Segar

     

    Tonton juga: Dapur emak Benjamin – Kumpulan video cara menyimpan sayuran segar awet

    Demikianlah pengalaman saya mengenai 3 Cara Menyimpan Cabe Agar Tidak Cepat Busuk Awet 6 Bulan, semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini tips dapur ini berguna yaa.

    Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan teman mu, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan tips dapur emak Benjamin berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Serunya Membuat Blueberry Cake Bersama Anak

  • Tips Menyimpan Timun Tetap Segar Awet

    Tips Menyimpan Timun Tetap Segar Awet

    Tips Menyimpan Timun Tetap Segar Awet. Di supermarket, timun termasuk sayuran yang di taruh di bagian rak tanpa pendingin, nah begitu pula di rumah kalau ketimun mau di konsumsi dalam waktu seminggu, tetap segar kalau di taruh di suhu ruang saja tanpa perlu masuk kulkas.

    Tips Menyimpan Timun Tetap Segar Awet

    Menyimpan mentimun di dapur jangan dekat kompor supaya tidak kena hawa panas kompor. Bisa taruh timun nya di meja makan dan jangan kena sinar matahari, atau pojokan dapur yang agak gelap dan sejuk, cocok untuk menyimpan timun agar awet.

    Tulisan Terkini

    Namun kalau timun nya belum ada rencana mau di makan dalam seminggu, maka bisa simpan di kulkas supaya bisa tahan timun segar sampai 2 minggu an. Timun nya jangan di cuci saat masuk kulkas.

    Cara menyimpan timun yang sudah di kupas atau di potong, taruh dalam plastik ziplock atau bungkus paper towel dulu, masukkan plastik ziplock dan simpan di kulkas.

    Video Cara Menyimpan Timun Agar Tetap Segar dan Awet

    Cara menyimpan timun yang sudah dipotong tetap segar dengan silikon penutup makanan

    Food cover adalah penutup makanan elastis dari bahan food grade silicone, tidak berbau, aman untuk makanan.

    Baca juga: Masak Sayur Pak Coy Kenapa Pahit, apa penyebabnya?

    Tudung menjaga silikon yang dapat diregangkan memastikan penyimpanan yang kedap udara dan higienis. Potong sayur dan buah tetap segar lebih lama.

    Alat Food cover ini sangat elastis, ditarik akan melar, kesegaran makanan tetap terjaga berkat food cover. Pemakaian sangat mudah dan praktis, bahan mudah dicuci dan disimpan.

    Saya beli di DM (Jerman), untuk di Indonesia banyak di jual online seperti di Shopee, Tokopedia dan online shop lainnya cari saja dengan kata kunci “silikon penutup makanan, silikon cover sayur dan buah-buahan, Silikon Stretch Lids, dan penutup makanan”.

    FOOD COVER SILICON – silikon penutup makanan yang saya beli satu paket kalau dirupiahkan Rp. 39.000 dapat dua ukuran:

    Ukuran M, hijau: Ø 55 mm (dapat direnggangkan 45 hingga 65 mm)

    Ukuran L, transparan: Ø 80 mm (dapat direnggangkan 65 hingga 90 mm)

    Alat silicon besar saya gunakan untuk menutup tomat yang dipotong, buah seperti apel, pir atau jeruk lemon. Kalau lihat di web online shop Indonesia ada pula cover silicon untuk buah naga, semangka dan buah ukuran besar lainnya.

    Baca juga: 5 Penyebab Buah Timun Bengkok dan Cara Mengatasinya

    Video Cara Menyimpan Timun yang Sudah Dipotong Tetap Segar

    Baca juga: Wowww Pertama Kali nemu Telur Ayam Kembar
    Demikianlah share saya mengenai Tips Menyimpan Timun Tetap Segar Awet, semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini tipds dapur ini berguna yaa. Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan teman mu, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 ; Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan tips dapur emak Benjamin berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama dan Cara Menanam Seledri dari Sisa Dapur

    Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama dan Cara Menanam Seledri dari Sisa Dapur

    Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama dan Cara Menanam Seledri dari Sisa Dapur. Bentuk seledri di Jerman berbeda dengan di Indonesia, kalau di Jerman namanya Stangensellerie atau Staudensellerie Apium graveolens var. Graveolens, selain batang seledri ada pula umbi seledri Knollensellerie Apium graveolens var. rapaceum ini yang dipakai bagian umbi nya.

    Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama dan Cara Menanam Seledri dari Sisa Dapur

    Awalnya seledri batang (Stangensellerie) dipasaran ada daunnya panjang dan rimbun, entah mengapa beberapa bulan terakhir seledri batang tanpa daun yang tersedia. Mungkin banyak yang hanya butuh batangnya, dan bagian daun dibuang, jadi pemasok seledri meninggalkan bagian daunnya sebelum dikirim, entahlah.

    Padahal daun seledri nya juga saya gunakan untuk masak sop atau buat di sayur. Cara menyimpan seledri batang, kalau dulu ada daunnya, saya pisahkan bagian daun dan batang.

    Baca juga: Masak Sayur kangkung yang Enak dengan Saus Tiram

    Cara menyimpan seledri agar awet:

    • Bagian daun saya bungkus terpisah dengan batang seledri nya. Saya bungkus dengan paper towel (tisu dapur yang tebal), lalu saya masukkan ke plastik ziplock taruh dikulkas..
    • Batang seledri saya potong dua atau tiga lalu saya bungkus paper towel dan simpan di plastik ziplock lalu taruh dikulkas.
    • Seledri jangan dicuci saat mau disimpan supaya tidak busuk.

    Tulisan Terkini

    Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan.

    Perbandingan tiga jenis seledri: Stangensellerie (seledri batang) dan Knollensellerie (seledri umbi) yang umum di Jerman serta seledri daun yang sering digunakan dalam masakan Indonesia.
    Tiga jenis seledri yang berbeda bentuk dan penggunaannya: di Jerman lebih umum seledri batang dan umbi, sementara di Indonesia seledri daun lebih sering dipakai untuk masakan.

    Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.

    Tulisan Terkini

    Video Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama

    Ada tiga kelompok seledri yang dibudidayakan:

    • Seledri daun atau seledri iris (A. graveolens Kelompok secalinum) yang biasa diambil daunnya dan banyak dipakai di masakan Indonesia.
    • Seledri tangkai (A. graveolens Kelompok dulce) yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya dipakai sebagai komponen salad.
    • Seledri umbi (A. graveolens Kelompok rapaceum), yang membentuk umbi di permukaan tanah; biasanya digunakan dalam sup, dibuat semur, atau schnitzel. Umbi ini kaya provitamin A dan K.

    Tonton juga: Kumpulan Video Menyimpan sayuran di kulkas agar tahan lama tetap segar

    Cara menanam seledri dari sisa adalah sisakan beberapa cm batang dekat akar, taruh di wadah kecil isi air. Biarkan seminggu sampai tumbuh akarnya, lalu seledri siap ditanam di tanah. Kita bisa ambil seledri saat kita butuh.

     

    Demikianlah pengalaman saya mengenai Cara Menyimpan Seledri Tahan Lama dan Cara Menanam Seledri dari Sisa Dapur, semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini tips dapur ini berguna yaa.

    Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan teman mu, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan tips dapur emak Benjamin berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Wowww Pertama Kali nemu Telur Ayam Kembar

error: Content is protected !!