Saya terkadang malas ngecek https://wordpress.com/notifications padahal seru kan jadi bisa komunikasi dengan para blogger yang meninggalkan komentar 😀 . Sekalinya ada waktu ngecek notif blog, saya merasa terhibur membaca komentar para blogger <3 .
Iya terhibur karena banyak komentar yang membuat saya senyum-senyum ketika membacanya. Kalau sudah banyak notifnya jadi hiburan tersendiri selama beberapa saat. Buat para blogger, maaf ya kalau misal setelah 1 atau 2 minggu kalian berkomentar, atau saya berkomentar di blog kalian, eh baru datang balasan berikutnya dari saya hihihi *udahbasikaliyaaa* 😆 .
Nah kemarin, ada satu notif dari wordpress yang nyempil. Ucapan selamat ultah buat blogku. Tidak terasa saya sudah 5 tahun ngeblog bersama WP.
Ucapan Selamat dari WordPress. Tidak terasa sudah 5 tahun saya bersama WP
Masih terbayang di ingatan saya, 5 tahun lalu di pertengahan Mei 2009. Postingan pertama saya adalah mengenai “Berburu tiket promo”. Iya saat itu saya ingin mewujudkan impian saya melihat LN untuk pertama kalinya, tujuan saya ke Belanda. Saya berangkat sendiri, ngumpulin duit sendiri selama 1,5 tahun.
Siapa yang menyangka juga, langkah pertama yang saya lakukan saat itu, membuat saya membuat impian berikutnya yakni “pengen seterusnya tinggal di luar negeri dan mencari jodoh”.
Pada Juni 2011, 2 tahun sejak langkah pertama saya tersebut, akhirnya saya dipertemukan dengan pria impian saya, dan pada tahun tersebut kami menikah di Switzerland, lalu pindah (menetap di Jerman). Tuhan Yesus menjawab doa-doaku, mewujudkan impianku jadi kenyataan.
..kemudian saat ini saya lagi menantikan kelahiran anakku. Due datenya pertengahan Juli 2014.
Jadi intinya, jangan pernah ragu dan takut untuk bermimpi, sekalipun impianmu kamu rasa tidak mungkin, atau mungkin ditertawakan sekelilingmu (seperti pengalaman saya), percayalah ada yang Maha Kuasa diatas sana yang mendengar doa dan impianmu.
Hiks hiks jadi melow ingat jalan hidupku tersebut. Melow karena bahagia ko, tangis bahagia hehehe. Udah ah ceritanya, ntar malah banjir air mata hahaha.
Menanam Tomat dari Bibitnya. Sobat berkebun, seperti tahun-tahun sebelumnya, maka tahun ini saya juga menanam beberapa jenis tomat. Saya tanam dari bibit/bijinya. Ada satu tanaman tomat yang saya beli jadi (ketika beli masih kecil sekali), namanya tomat botol (flaschentomaten), penasaran pengen lihat bentuknya 😀 .
Cuaca tahun ini bagus sekali, jadi sejak bulan Maret sudah mulai hangat, kalau tahun lalu bulan Mei saja masih dingin. Kalau dingin bibit tomat lama sekali tumbuhnya, malah sama sekali tidak tumbuh.
Menanam bibit tomatnya menggunakan wadah kecil dulu, supaya lebih mudah tumbuh.
Wadah atau media tanam bibit yang pernah saya gunakan : 1. Tray Penyemaian (isi tanah separuhnya, taruh bibit tomatnya, taburi tanah lagi kira-kira setengah cm, semprot air dengan perlahan) 2. Coconut coir (blok media tanam ini dari sabuk kelapa yang dihancurkan, media ini bagus menyerap dan menyimpan air). Blok tersebut rendam air hingga mengembang, lalu kasih lubang dibagian tengah, masukkin bibitnya dan rapatkan. 3. Wadah bekas air mineral (bentuk gelas) (wadah kecil ini paling mudah ditemukan, lubangin bawahnya).
Tray Penyemaian untuk menanam Bibit Tanaman
Coconut coir. Quelltabs. Media Tanam untuk bibit tanaman yang kecil sperti untuk bibit cabe, tomat, stroberi dll
Saya tanam bibit/biji tomatnya pada awal Maret 2014. Ketika malam hari, saya taruh didalam rumah karena kuatir kalau tengah malam suhunya ngedrop dingin sekali, maka akan menghambat si bibit tumbuh.
Nanam Bibit Tomatnya di wadah kecil dulu, setelah tumbuh beberap daun baru pindah ke wadah lebih besar
Wadah Penyemaian Tomat dan lainnya kalau siang taruh luar rumah
Dalam rumah pot-pot kecilnya saya taruh dibawah lampu tanaman (growing lamp), supaya cepat tumbuh 😉 . Setelah 1 hingga 2 minggu mulai tumbuh deh bibit-bibit tomatnya.
Bibit yang disemai kalau malam taruh rumah, dibawah growing lamp
Bibit tomatnya makin besar nih. Foto 2 April 2014
Tiap bulan ganti media tanamnya, supaya nutrisi buat si tanaman tetap terpenuhi. Ganti wadah juga nya karena bibitnya semakin tumbuh besar.
Setelah tanaman tomatnya agak besar berikan tanah baru dan pindahkan ke wadah lebih besar. Foto 25 April 2014
Keterangan Foto: No.1 tiga pot tomat bentuk buah pir No.2 satu tomat coklat, satu lagi tomat lonjong No.3 tomat botol yang saya beli jadi, cepat besarnya si tomat ini.
Hampir sebulan kemudian, setelah tanamannya dipindahkan ke wadah lebih besar, cuaca juga semakin hangat, maka tanaman tomat-tomatku sudah makin subur seperti dibawah ini:
Tanaman Tomat-tomatku Semakin suburr. Siap dipindah ke Wadah besar nih. Foto 17 April 2014
Foto No.1 tomat bentuk buah pir, no.2 satu tomat coklat, satu lagi tomat lonjong, no.3 tomat botol
Karena tanaman tomat-tomatnya sudah cukup besar, maka akan saya satukan semuanya di wadah besar. Saya gunakan green house mini, tutup green house akan saya lepas nantinya.
Di bagian bawah green house saya taruh umbi bunga-bunga musim semi, dan bagian atasnya akan saya tanam tomat-tomat
Dibagian bawah green house saya taruh banyak sekali umbi-umbi musim semi yang sudah selesai berbunganya. Saya bongkar bunga-bunga musim seminya, bersihkan umbi-umbinya dari daun dan batangnya. Jangan lupa name tag tanaman tetap disertakan, supaya tahu umbi bunga apa yang disimpan.
Umbi-umbi Bunga musim semi yang sudah saya bersihkan saya tanam dibagian bawah tanaman tomat
Saya baru lakukan metode begini, karena biasanya kalau umbi bunga-bunga musim semi saya simpan digudang, pas musim tanam lagi, saya malas mencari (mengeluarkan) dari gudang. Dengan metode ini, kalau tomat-tomat sudah selesai masa tanamnya (pada musim dingin), green house akan saya bongkar, dan umbi bunga musim semi saya pindahkan ke bagian atas green housenya.
Bisakah metode penyimpanana begini dilakukan di negara tropis?. Menurut saya bisa saja, asal pas umbi-umbinya akan ditumbuhkan lagi, umbi-umbinya harus didinginkan (cold treatment) simpan dikulkas. Jadi metode penyimpan yang saya lakukan ini istilahnya dormat ya (umbi-umbinya istirahat/tidur sekitar 5 bulan).
Oke kembali ke tanaman tomat lagi
Media tanam Tomat
Selain gunakan kompos (bikin sendiri), saya gunakan juga media tanam atau tanah (blumenerde) yang saya gunakan adalah tanah kemasan. Saya gunakan dua merek, yakni compo sana (khusus tomat dan sayuran) dan tanah keluaran supermarket REWE. Kedua merek ini adalah merek yang bagus di Jerman (berdasarkan penelitian majalah stiftung warentest blumenerde 2014) merek tersebut terbaik no 2 dan 3, yang bagus no.1 adalah tanah kemasan keluaran Pflanzen-koelle, sayangnya retail tanaman pflanzen-koelle jauh dari rumah saya.
Kenapa menggunakan tanah kemasan? karena rumah saya di lantai satu, tidak punya taman, tidak ada tanahnya jadi berkebunnya di balkon, semua tanaman tanam di pot.
Tanah Kemasan atau Media Tanam yang selalu saya gunakan untuk berkebun. 2 merek ini yang bagus di Jerman
Sejak dulu saya biasanya gunakan Compo sana, nah karena tuh merek mahal ya bo, dan saya butuh banyak tanah untuk membuat penuh green house, jadi saya kombinasi dengan tanah keluaran supermarket deh. Bukan iklan ya, saya hanya berbagi pengalaman saya 😉 .
Merek lain yang murah banyak banget (Frank biasanya bawel kalau saya beli yang murah dan hasilnya jelek, buat dia mending beli yang lebih mahal tapi hasil tanamnya memuaskan). Saran saya jangan lihat harga murahnya, tapi lihat kandungan apa saja yang ada di tanah kemasan tersebut, kamu tentunya ingin dong tanaman yang kamu tanam subur .
Cantiknya si Kuning Bunga Peoni Ludlowii. Sobat berkebun, akhirnya Peoni Ludlowii ditaman sudah berbunga. Awalnya saya ke taman Bad Rappenau, Peoni tersebut belum berbunga (hanya banyak sekali bakal bunganya) (Baca : Pohon Bunga Peony Ludlowii).
Kira-kira hampir sebulan kemudian saya ketamannya lagi (awal Mei 2014), bunga-bunganya sudah pada mekar, wah cantik sekali 🙂 .
Tanaman Bunga Peoni Ludlowii, seperti semak belukar ketimbang Pohon
Paeonia ludlowii (Ludlow’s Tree Peony) adalah semak tinggi sedang yang endemik di tenggara Tibet. (Tanaman endemik apabila keberadaannya unik di suatu wilayah dan tidak ditemukan di wilayah lain secara alami).
Di Tibet dikenal sebagai lumaidao yang berarti “Bunga Tuhan”. Nama daerah dalam bahasa Cina adalah 大 花 黄 牡丹 (da hua huang mu dan) yang berarti “bunga peony kuning besar”. Dalam bahasa Inggris kadang disebut peony pohon Tibet atau pohon peony Ludlow. Ini memiliki kuning murni, sedikit mengangguk, bunga berbentuk mangkuk, dan daun hijau muda besar, dua kali majemuk.
Seperti yang saya baca di Wikipedia kalau Peoni Ludlowii bunganya berwarna kuning, dan memang setelah saya lihat langsung warnanya kuning. Bunganya hanya satu lapis.
Plang Nama Bunga Peony. Taman Bad Rappenau
Cantik ya Kuningnya Bunga Peoni Ludlowii
Banyak juga kelopak bunganya yang sudah rontok, dan tampak buah/bakal biji/bibit pada bagian bunga yang telah rontok. Namun bakal biji tersebut masih hijau.
Bakal Biji Peoni Ludlowii ada dibagian dalam, bisa lihat bijinya kalau buahnya sudah hitam
Harus tunggu musim gugur hingga awal musim semi, dimana warnanya hitam dan bongkol bunganya terbuka sendiri, barulah kita bisa ambil biji bunga Peonynya.
Kalau punya taman rumah yang luas silakan deh tanam Bunga Peoni Ludlowii
Paeonia ludlowii, Strauch-Pfingstrose
Penanaman
Paeonia ludlowii kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias, kebanyakan karena dedaunannya yang halus. Dalam budidaya, ia tumbuh paling baik di tanah yang subur, netral hingga agak basa, dengan drainase yang baik. Spesimen lebih suka ditanam dalam dan tidak menyukai terlalu banyak air.
Di awal musim semi dan selama musim panas, pemberian kalium tinggi merangsang pembungaan yang lebih subur. Saat menumbuhkan spesies dari biji, sebaiknya pertama-tama direndam, dicampur dengan vermikulit lembab, dan disimpan pada suhu kamar sampai akar muncul setelah satu sampai tiga bulan.
Ludlow’s Tree Peony Species tanaman berkayu Peoni Ludlowii
Bagi yang ingin melihat biji/bibit Bunga Peoni Ludlowii ketika siap diambil silakan baca Pohon Bunga Peony Ludlowii. Pada halaman tersebut kamu juga bisa mengetahui bagaimana Cara Menumbuhkan Biji Peony (peony seed germination).
Pemandangan Taman Bad Rappenau pada Musim Semi. Awal Mei 2014
Demikianlah cerita saya mengenai Cantiknya si Kuning Bunga Peoni Ludlowii. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Suasana Musim Semi Salah Satu Kota di Jerman. Sahabat blogger, ini postingan terakhir mengenai suasana musim semi sekitarku. Berdasarkan perhitungan kalender memang masih musim semi, namun kenyataan di lapangan, cuacanya sudah terlalu panas untuk musim semi, tanaman-tanaman musim semipun sudah berakhir masanya.
Tanaman musim panas seperti mawar, dahlia, gladiol dll malah semakin lebat saja tumbuhnya. Mawar-mawar malah sudah banyak yang berbunga. Hebatt bangett deh belum musimnya sudah mekar 😉 .
Oh ya suasana musim semi postingan saya kali ini, berada di salah satu taman di Bad Rappenau. Kalau dari tempat tinggal saya sekitar 15 menitan naik kereta. Dulu saya tinggal di Bad Rappenau, dua sahabat Indonesia saya tinggal disana, suami juga kerja di Bad Rappenau, jadi ya saya masih seringlah jalan-jalan kesana.
Taman Kota di Bad Rappenau, Jerman. Mobil yang didepan tersebut adalah Petugas Taman yang akan menyiram Tanaman. Selain Petugas tidak boleh mobil lewat sini
Ada bunga apa saja di taman ini?
Tulip dimana-mana
Tulip-tulip di Taman Bad RappenauCantik-cantik perpaduan Warna tulipnya
Tamannya luas sekali, jadi bunga-bunganya buanyak banget. Masih tulip nih yaaa
Yang Mana Tulip Favoritmu
Indah sekali tulip Orange berikut
Kombinasi tulip orange dan Daffodil dobel flower
Hampir Pingsan sangking TERPESONA dengan Warna Orange tulipnya
Sudah separuh taman saya jalani
Pemandangan di Taman Bad Rappenau
Video Suasana Musim Semi di Taman Bad Rappenau
Di depan sana masih banyak tulip dan tanaman lainnya, tapi ada hyacinth dan daffodil yang tak kalah cantiknya. Jadi kita lihat dulu ya 😉 .
Hyacint kuning Pucat. Penanamannya dikombinasi dengan tulip dan daffodil
Cantik ya Bentuk bunga Daffodil nya
Senangnya Melihat Banyak bunga-bunga Indah begini. Ada Daffodil, Hyacint, tulip dll
Cape, ya udah duduk dulu yukkk 😀
Yang cape silakan duduk dulu, saya lanjut potret tanaman yaa. 14.04.2014 jam 11.35
Walau tulip putih bukan favorit saya, tetap suka memandanginya 😉 .
Menanam Bibit-bibit Bunga Musim Panas (Bagian II). Sahabat berkebun, saya lanjutkan ya cerita tanaman-tanaman musim panas milik saya 🙂 . Bagian I nya (Baca: Menanam Bibit-bibit Bunga Musim Panas)
Masih tanaman dibalkon belakang
• Hollyhocks dalam Bahasa Jerman disebut Stockrose (Alcea Rosea Nigra) dan Mirabilis jalapa (the four o’clock flower) Bunga pukul 4
Stockrose Hitam (Alcea Rosea Nigra) dan Mirabilis jalapa (the four o’clock flower) Bunga pukul 4
Terkadang saya kagum kalau lihat warna bunga yang hitam 😀 (tidak ada 100% hitam, hanya mendekati), jadi tahun ini saya coba tanam dari benih bunganya. Saya tanam di pot kecil dulu 3 benih, horeee tumbuh. Saya pernah nanam bunga warna hitam juga (Baca : Black Parrot – Tulip Kakatua Hitam 2014 dan Tulip Queen of Night 2013).
Penasaran pengen nanam bunga pukul 4 karena katanya bunga ini hanya mekar pas jam 4 sore. Jadi saya mau membuktikannya 😀 . Bibitnya ada bentuk umbi/root, baguslah jadi tidak perlu susah payah nanam dari benih. Mirabilis jalapa atau Bunga pukul 4 dalam bahasa Jerman di sebut Wunderblumen.
• Mawar-mawarku yang cantik
Mawar-mawarku, yang lainnya lain kali dipotret ini yang terbaik
Ketika musim dingin saya bungkus tanamannya, daun-daunnya tetap rontok. Nah musim semi mulai tumbuh kembali, dan saya sudah ganti media tanamnya dengan yang baru, termasuk memberikan pupuk yang tahan 6 bulan.
Di balkon belakang ini ada 1 pot besar sekali, sebelumnya saya tanam tulip-tulip, daffodil kecil dan Peony. Nah tulip-tulip dkk sudah selesai berbunga, saya bongkar potnya dan musim semi ini saya ganti dengan menanam bibit-bibit bunga Gladiol. Semua bibitnya dari tahun lalu. Dalam 1 pot besar ini, dibagian tengah saya tanam bibit dahlia, lalu di keempat tepi pot saya tanam bibit/umbi gladiol.
Umbi gladiol saya rendam air dulu 12 jam sebelum penanaman (untuk merangsang pertumbuhan akar), sebenarnya kalau direndam 24 jam bisa saja, cuma kadang saya males lanjutinnya atau pas tidak mood , jadi 12 jam saja direndamnya.
Hore bibit-bibit Gladiolnya mulai pada tumbuh
Saya nanam bibit-bibitnya 25 april 2014, setelah 2 minggu mulai pada tumbuh umbi gladiolnya, sedangkan dahlia belum tumbuh. Bibit-bibitnya makin cepat besar karena sudah seminggu an ini hujan sering turun. Terkadang matahari cerah, lalu tiba-tiba hujan deras.
• Bibit-bibit yang disemai, mulai pada tumbuh
Bibit-bibit yang mulai tumbuh dan masih kecil jangan terkena sinar matahari langsung
Ada tanaman tomat bentuk buah pir, stroberi, cabe (sudah 2 kali nanam, baru 1 aja yang tumbuh 🙁 ) dan terong.
Lebih detail foto yang diatas dan penyemaian lain :
Bibit-bibit yang disemai mulai tumbuh
No.1 tomat bentuk botol, saya beli tanaman jadi. Ketika beli masih kecil sekali. No.2 tomat lonjong dan tomat coklat, saya tanam dari bibitnya No.3 tomat bentuk buah pir No.4 terong, saya tanam dari bibitnya No.5 stroberi saya tanam dari bibitnya. Di toko pas ada proyek berkebun buat anak kecil, jadi saya iseng beli, eh ternyata numbuh .
• Sempervivum
Di Green house mini ada beberapa jenis sempervivum
Green housenya akan saya rapihkan, karena disitu akan saya tanam beberapa macam jenis tanaman tomat.
Dibawah ini foto tahun lalu penggunaan Green house mini (saya lepas tutupnya), jadi tahun ini mau bikin yang sama lagi 😉 .
Tidak punya halaman, tidak punya taman, tidak punya kebun, ehh kita bisa ko berkebun diatas balkon. Foto Okt 2013
Beberapa Sempervivum yang kecil-kecil saya satukan di satu pot. Saya gunakan media tanam khusus untuk kaktus, sukulen dan Sempervivum. Media tanam tersebut lebih banyak pasirnya. Setelah saya satukan seperti dibawah ini :
Beberapa jenis sempervivum saya satukan di satu pot
Sekarang mari melihat beberapa tanaman di tangga masuk rumah 🙂 :
Beberapa tanaman di tangga masuk rumah
Tanaman apa saja di tangga tersebut :
No.1 Lavender stoechas (French lavender, Spanish lavender, atau topped lavender), saya beli tanaman jadi (ditoko tidak ada benihnya). Awalnya saya taruh tempat kena matahari, ternyata semua bunganya layu, lalu saya pindahkan ke tangga masuk rumah (tidak kena matahari langsung) senangnya semua bunganya tegak lagi dan semakin banyak. Lavender jenis ini tidak wangi, cukup memandangi bentuk bunganya yang cantik <3 .
No.2 Iris air, saya beli tahun lalu sudah berupa tanaman jadi (ditoko tidak ada umbinya). Belum berbunga. Pot sudah sangat padat jadi saya pindah menjadi 3 pot (banyak anakannya).
No.3 dan 4 Sempervivum dari tahun lalu masih subur jadi biarkan saja di pot tersebut.
Tanaman-tanaman di Tangga masuk rumah. Ada Spanish lavender, Iris air, Sempervivum. Cemara kecil sudah hampir mati tidak perlu dipotret
Ada yang Coba Ngehack Akun Googleku. Pagi ini saya dapat pemberitahuan di email saya kalau ada seseorang yang mencoba menembus/masuk ke akun google saya.
Pada hari ini : Sabtu, 10.05.2014 Lokasi si hacker : di Palembang, Indonesia Alamat i.p nya : 114.79.32.215
Ada yang coba-coba ngehack akun google saya
Langsung saya coba cari alamat i.pnya di kolom komentar blogku, kali saja salah satu fans yang penasaran dengan saya ya? 😆 ternyata tidak saya temukan alamat i.p si hacker.
Sebenarnya saya tidak banyak menggunakan akun google ko, lagipula buat apa sih ngehack googleku? mau lihat isi email (gmail) saya ? Kaga ada isinya tauuu hehehe. Beneran deh, saya bikin akun google karena pada bulan Desember 2013 saya pernah kirim email 5 kali ke kantor pemerintah (lembaga akreditas penguruan tinggi Indonesia) melalui yahoo ko tidak dibalas, saya pikir yahoo error, jadilah saya buat Gmail.
Setelah itu Gmail tidak pernah saya buka lagi (eh kadang-kadang masih dibuka sih, berharap kalau ada jawaban email dari lembaga akreditas penguruan tinggi Indonesia), kemudian saya sadar dirilah kalau lembaga pemerintahan tidak bisa diandalkan untuk balas-balas email sibuk kale yaa, wong saya telp saja kaga ada yang bener semua nomernya 🙁 .
Balik lagi ke si om google. Nah Gmail, Google, youtube semuanya saling terhubung. Ribet kalau satu diganti passwordnya, semuanya harus ikutan di update.
Aktifitas internet selalu dari Jerman, nah pas di akses dari tempat lain ada pemberitahuannya
Biasanya selalu di buka dari Jerman, nah pas akun google dibuka dari tempat tidak biasa, maka saya dikirimi pemberitahuannya.
Informasi dimana posisi si hacker nya
Saya ikuti petunjuk si Google untuk verifikasi data saya, berikut menambah pengaman akun yakni dengan konfirmasi sms. Jadi kalau ada yang buka lagi bukan dari lokasi biasanya, maka harus konfirmasi melalui sms (ada kode yang di kirim ke hp saya).
Saya memperketat akun google dengan menambahkan verifikasi melalui sms
Model verifikasi kode dari sms seperti google tersebut juga berlaku di wordpress, WP malah saya ikuti duluan. Sebenarnya buat saya agak ngeselin, karena tiap kali saya login ke WP selalu ditanyain kode, dan saya harus cek kodenya di hp melalui sms (sms yang diterima gratis ko). Frank memang membuat komputer kami sama sekali tidak menyimpan cookies untuk alasan keamanan, misal kalau buka online bangking, paypal dll yang berhubungan dengan uang supaya aman.
Hayooo ngaku jadi siapa yang mau ngehack akun google saya??? .
Menanam Bibit-bibit Bunga Musim Panas. Sahabat berkebun, bibit-bibit bunga musim panas yang saya tanam sudah mulai tumbuh, malah ada yang sudah makin rimbun daunnya. Walaupun belum semuanya berbunga sih.
Satu hal yang patut disyukuri tidak datangnya salju ketika winter lalu, adalah cuaca jadi cepat hangat, jadi saya bisa menanam bibit-bibit bunga musim panas lebih awal 😎 .
Saya akan memperlihatkan tanaman-tanamn yang sudah mulai tumbuh ya, kalau yang belum tumbuh belum menarik untuk dipajang 😀 .
Pemandangan Balkon Belakang yang sudah mulai menghijau..
Balkon Belakang Tempat Saya Menyalurkan Hobi Berkebun.
Pertama kali lihat tanaman ini di Belanda, saya beli ketika jalan-jalan ke Belanda tahun 2012. Tanamannya akhirnya mati pas winter (padahal kalau di bungkus bisa hidup loh, sayang saya saat itu belum tahu banyak tanaman).
Akhirnya setelah 2 tahun mencoba (pertama gagal, tidak ada benih yang tumbuh), ternyata bisa juga saya membungakan tanaman ini. Benih bunganya sangat amat kecil seperti pasir, jadi susah-susah gampang menanamnya. Pernah beli tanaman jadi masih kecil sekali, mati ketika dipindah.
Benihnya berupa warna campuran, jadi kita akan tahu warnanya setelah tanamannya berbunga. Dikemasan benih tertulis, bunga akan muncul ditahun kedua (berarti 2014).
Foxglove atau lady’s glove horee tanam dari Benihnya ternyata bisa sampai berbunga. Foto 6 Mei 2014
Tanaman ini termasuk beracun (yang bunganya pink/ungu) (Baca: Tanaman Beracun, Jauhkan dari Anak-anak) yang saya tanam ternyata warna kuning. Saya penasaran 2 tanaman lainnya. 2 yang lain lagi sudah mati hiks 🙁 .
2 hari kemudian makin terlihat bunganya
Fingerhut dalam Bahasa Jerman. Bahasa Inggrisnya Foxglove. Bagian kanan yang kosong 2 tanamannya mati
Anemon ada yang untuk bunga musim semi ada pula yang untuk musim panas. 2 tahun lalu saya tanam yang bunga musim semi. Senang sekali tumbuh lebat (dalam rumah). Tanaman ini selalu mencari sinar matari, dan butuh banyak sekali air, kalau cuaca agak panas langsung layu, begitu disiram tegak dan segar lagi. Dahulu, karena saya kesal tumbuhnya ko seperti rumput liar jadi saya potong daun-daunnya, eh malah tidak tumbuh lagi hiks.
Anemon Bicolor. 6 Mei 2014 Tanaman ini butuh air yang banyak, jangan kena matahari langsung
Awal tahun ini saya tanam kembali (beli baru bibit/bijinya) horeee tumbuh dan akhirnya berhasil berbunga. Anemon yang saya tanam jenis Bicolor (dua warna/kombinasi)
Anemon cantik ya kombinasi warnanya. Baru satu yang mekar, lainnya sudah banyak bakal bunganya
Bunga Anemon selain butuh banyak air, jangan kena matahari yang terik karena akan layu. Saya taruh ditempat teduh, dibawah tempat makan burung liar.
Beli tanaman jadi tahun lalu. Pas winter saya bungkus. Ternyata walau sudah dibungkus tetap saja rontok daunnya. Awal April 2014 mulai tumbuh kembali daunnya.
Wisteria yang awalnya tanpa daun, kini mulai tampak pertumbuhannya. Foto 3 April 2014
Eh setelah dipindah ke pot baru, makin subur dan mulai tumbuh banyak sekali daunnya. Saya kombinasi tanaman ini dengan bunga Malve
Wisteria ku makin subur setelah dipindah ke Pot baru. Foto 6 Mei 2014
4.Bunga Dahlia
Ada yang umbinya dari tanaman tahun lalu (Baca : Bunga-bunga Dahliaku Bermekaran), ada pula yang bibitnya baru beli tahun ini (misal : Pompom Dahlia Franz Kafka) yang lainnya karena belum terlalu besar numbuhnya, akan saya potret lain kali.
5 jenis dahlia sudah begini suburnya
5 Macam Dahlia, ada yang pink, orange, pompom dll
Tanaman/bunga Dahlia termasuk kuat kena hujan deras berhari-hari, asal potnya besar dan bagian bawah harus bolong, supaya air berlebih bisa keluar.
5. Petunia dan Geranium
Petunia Mini dikasih Oma, sebelah kanan Geranium dari tahun lalu
Pemandangan sisi lain balkonku (masih balkon belakang)
Balkon Belakang, bagian ini masih banyak yang kosong
Semangat Musim panas deh, lili mulai terlihat banyak bakal bunganya, begonia gantung makin besar, terong, tomat
Kalau lagi hujan pot-pot tanaman saya jejer begini supaya dapat air gratis hahaha
1. Lili Tigrinum, tanam 1 umbi, ternyata umbinya membelah (kembar gitu deh yaa) Eh keduanya rame banget bakal bunganya. Penasaran lihat pas mekarnya. Semoga dapat banyak anakannya juga.
2. Lili Ungu Oriental, tanam 2 umbi. Sebell sampai 1,5 bulan tidak menunjukkan pertumbuhan. Mau disiram banyak kuatir umbinya busuk, jarang disiram kering. Dilema deh kalau nanam lili. Lebih bagus kalau umbinya sudah tumbuh sedikit ketika beli, jadi gampang tumbuh besarnya. Saya senang sekali ketika umbinya tumbuh horee 😆 .
3. Begonia Gantung Pendula Cascade, tanam 2 umbi. Baru mau coba tanam tahun ini karena banyak gardener Indonesia bicarakan betapa cantiknya begonia. Saya tidak cari tahu dulu di internet sifat tanaman ini. Bingung juga antara harus banyak air atau tidak. Karena sudah sebulan ko tidak tumbuh, saya google. Walahh ternyata umbi Begonia sebaiknya direndam air selama 24 jam baru ditanam (untuk merangsang pertumbuhan akar). Akhirnya numbuh juga deh, yang satu masih kecil.
Lili Tigrinum, Lili Ungu Oriental dan Begonia Gantung Pendula Cascade semoga makin besar dan Berbunga cantik yaa
Ketiga tanaman ini akhirnya mulai tumbuh setelah potnya saya taruh tempat kena sinar matahari langsung (sebulan ditanam sama sekali tidak ada pertumbuhan, mulai cemas dan kuatir hehe), lalu ketika hujan deras saya taruh tempat kena hujan 2 hari berturut-turut. Hari ketiga hujan saya pindahkan. Horeee akhirnya tumbuh. Saya baru beli bibit/umbinya tahun ini.
Lihat gambar bunga di kemasannya seperti berikut :
Gambar bunganya pas mekar. Lili Tigrinum, Lili Ungu Oriental dan Begonia Gantung Pendula Cascade
Ya ampunn pegel banget saya ngetik ko ga selesai-selesai nih ceritain tanaman. Jangan-jangan kalian yang baca juga pusing ya hahaha . Ya udahlah saya buat bersambung saja, karena saya ribet juga ngedit foto-fotonya satu persatu dan saya mau masak makan siang dulu yaa.
Hati-hati Penipu Cinta di Dunia Maya Masih Beraksi. Sahabat blogger, barusan saya terima email dari Sari. Ada yang mengirimkan paket dari Amerika berupa laptop dan perhiasan emas untuk dia. Ketika membaca kalimat pertama, saya kira Sari ingin tanya berapa pajak yang harus dibayar untuk barang yang dia beli online, saya kira juga dia mungkin membaca postingan saya dulu (Baca: Terima Paket dari Luar Negeri, Senang atau tidak?).
Kemudian saya lanjutkan membaca kalimat di emailnya ..
dear mba nella, salam kenal, saya mau tanya saya mendapatkan paket dari america berupa leptop dell tan perhiasan emas, tetapi barang itu tiba di head office malaysia saya di telp suruh membayar 1100usd, saya kaget minta ampun, uang dari mana segitu banyaknya, saya bilang ke temanku di america saya tdk sanggup membayarnya yang saya liat di foto dia melalui fast, bisakah barang itu kembali ke tangan pengirimnya apabila saya tidak mengambilnya?
trimakasih mba sebelumnya.
Selesai membaca, saya langsung tahu kalau itu modus penipuan. Huuuhh dasar penipu cinta, masah dari tahun 2011 sampai tahun 2014 ini modusnya masih itu-itu juga. Dasar penipu tidak kreatif!. Eh tapi baguslah kalau penipu tetap bego kan? 😆 Hahaha.
Hati-hati Penipu Cinta yang mengaku kirim barang Mewah
Saya biasanya tidak selalu membalas email yang masuk, saya lihat dulu mana yang penting untuk segera dibalas, mana yang hanya email curhatan saja dari pembaca blog saya.
Duuuhh Sari ko bilang “.. sayang juga kadonya tidak sampai ke kamu?”. Saya sudah bilang kalau itu penipuan”. Temanmu marah-marah?, ya harusnya kamu yang marah dong, kirim kado ko ada buntutnya minta duit??.
Penipu cintanya marah-marah karena target tidak transfer duitnya
Akhir kata, buat kalian para wanita atau pria Indonesia yang mencari jodoh/pasangan asing (bule) hati-hati jangan langsung percaya kalau teman online kalian mengaku-ngaku mengirimkan hadiah mewah. Sekalipun mereka memberikan bukti website pengiriman, atau screenshoot minta pajak dari jasa pengiriman JANGAN PERCAYA!!!. Namanya kado/hadiah ya pajak dan semua biaya harus ditanggung oleh yang mengirimkan dong.
Kalau kamu masih mau percaya dengan si penipu tersebut, ya terserah saja. Kamu kan sudah bertanya ke saya dan saya kasih buktinya kalau itu modus penipuan. Kalau kamu sayang barangnya, tidak mau putus dari pacar online kamu, dan rela dibohongi, rela keluar duit hingga ratusan juta untuk hal kosong, ya silakan saja.
Mengapa Komentar Sering ditutup?. Sobat blogger, jadi begini ya penjelasannya mengapa saya kadang “kumat” 😆 lagi menutup kolom komentar postingan saya:
• Banyak postingan kejar tayang bertema “Bunga-bunga musim semi”. Ga asyik dong ya kalau saya postingnya pas musim panas, bisa dibilang basi kali 😀 .
• Dengan ditutup/menonaktifkan komentar, memberi saya kesempatan (waktu) untuk mengunjungi blog sobat blogger. Kangeenn, pengen baca cerita-cerita seru kalian. Huuh sudah banyak postingan kalian yang terlewati oleh saya.
• Saya ingin berkunjung balik ke blog para pengomentar baru. Terima kasih ya kalian sudah berkomentar di postingan-postingan saya sebelumnya. Saya sempat sih ngintip blog kalian, baca profil kalian sekilas. Wow blog kalian bagus-bagus, sayangnya saya belum sempat membaca banyak dan meninggalkan komentar.
• Saya tidak bisa berlama-lama di depan komputer, maklum pot-pot bunga musim semi sudah harus dibongkar (baru sempat beberapa saja). Banyak bibit bunga musim panas menunggu giliran ditanam. Bunga Lili, Gladiol, Dahlia dll, ah betapa saya tidak sabar menanamnya. Saya akan senang pamerin bunga-bunga tersebut pas mekar nanti, iya mau pamer ke mamaku juga dong, mama datang ke Jerman Juli nanti 😉 .
• Banyak orderan bibit bunga belum bisa terlayani semuanya, padahal saya akan menutup olshop saya akhir Juni 2014 ini karena pertengahan Juli saya akan melahirkan 😉 .
• Banyak email hanya dibuka dan dibaca saja, dan belum dibalas semuanya. Ada email yang saya bingung mau jawabnya bagaimana, ada email yang bikin alis terangkat saat membacanya hehe, ada email yang bikin emosi “maksud lo apa sih??”. Saya bukan tipe orang yang bisa bolak balik langsung menjawab email yang masuk secara bertubi-tubi, apalagi email dari satu orang. Saya tipe yang hemat bandwidth internet, gunakan dengan bijak 🙂 balas yang perlu dibalas, balas yang penting dibalas. Ada juga email yang membuat saya senang membacanya. Terima kasih ya sudah berbagi cerita kegiatan berkebun kalian, terima kasih sudah mengirimkan foto-foto bunga dan tanaman kalian, terima kasih untuk curhatan sobat berkebun .
• Postingan saya belakangan ini lebih banyak mengenai berkebun. Menurut saya sementara hanya postingan informasi. Iya bagus-bagus bunga-bunganya, saya tahu ko kalian kagum lihat keindahannya, makanya kasih „like“ ya. Terima kasih, thank you, Danke schön teman-teman <3 .
Loddon Lily Bunga Lonceng yang Unik. Sahabat berkebun, sebelumnya saya posting mengenai pengalaman kegagalan saya (Baca : Bunga-bunga Musim Semi yang Gagal), nah kali ini saya perlihatkan yang membuat saya senang, tentunya yang berhasil berbunga dong 😀 . Postingan berikutnya juga akan berupa tanaman (yang berhasil berbunga), yang gagal sudah disatukan ceritanya.
*****
Loddon Lily (Leucojum aestivum) dikenal juga sebagai Gravetye Giant Summer snowflake, dalam bahasa Jerman disebut Knotenblumen. Bunga ini termasuk dalam keluarga Amaryllidaceace.
Umbinya mirip bunga daffodil, ukuran 14/+ besar yaa 😆 . Baca dari kemasannya, perkiraan tinggi tanaman 50 cm, bunga berbentuk lonceng. Satu batang (tanaman) bisa menghasilkan 5 bunga. Deskripsi dari kemasannya sama hasilnya dengan yang saya tanam 😎 .
Satu kemasan isinya 3 umbi (yang berbunga baru 1 umbi), saya tanam di satu pot. Ukuran pot 20cm. Sebelum ditanam umbinya saya rendam beberapa jam sebelum penanaman (untuk merangsang keluarnya akar). Saya tanam ketika musim gugur pada 27 Oktober 2013. Sejak ditanam, potnya saya taruh di loteng (gelap dan dinginnya sama seperti luar rumah).
Umbi Bibit Loddon Lily (Leucojum aestivum) atau Giant Summer snowflake
Hampir dua bulan sejak ditanam, baru bibitnya mulai tumbuh, yakni pada 12 Desember 2013. Minggu kedua Januari 2014 potnya saya taruh luar rumah supaya mendapat sinar/kena matahari.
Bibit umbi Bunga Loddon Lily (Leucojum aestivum) mulai tumbuh
Untung saja potnya saya pindahkan ke tempat teduh, karena saya curiga ko daunnya ada yang mulai menguning. Oohh kepanasan karena suhu musim seminya terlalu hangat sudah 23 derajat C, mirip awal musim panas.
Dua bulan kemudian, yakni pada awal April 2014 mulai terlihat bakal bunganya. Wah saya senang sekali (2 tahun sebelumnya saya gagal nanam bunga ini).
Giant Summer snowflake. Loddon Lily (Leucojum aestivum) mulai terlihat bakal bunganya. Awal April 2014
1 hari kemudian satu bunganya mekar dan terlihat 4 bakal bunga lainnya.
Horee satu bunga sudah mekar. Loddon Lily (Leucojum aestivum)
2 hari kemudian ..
Loddon Lily. Leucojum aestivum keluarga Amaryllidaceace. 05 April 2014
Spätblühende Knotenblume (Leucojum aestivum L.) 05 April 2014
2 hari kemudian ..
Loddon Lily kalau dilihat sekilas mirip dengan Lily of the Valley.
The snowflakes
3 hari kemudian ..
Summer Snowflake (Leucojum aestivum) 10 April 2014
Loddon Lily kalau dilihat sekilas mirip dengan Lily of the Valley. Cuma mirip, tapi keluarganya beda ko 😉 .
Nama latin Lily of the Valley adalah Convallaria majalis ; keluarga Asparagaceae. Bunganya harum.
Maiglöckchen (Convallaria majalis). Lily of the Valley
sedangkan :
Nama latin Loddon Lily adalah Leucojum aestivum ; keluarga Amaryllidaceace. Bunga tidak berbau. Ukuran bunganya lebih besar.
Sommer-Knotenblume (Leucojum aestivum)
Setelah baca-baca wikipedia, ternyata Loddon Lily (Leucojum aestivum) yang saya tanam ini termasuk Summer Snowflake, lah mengapa bibitnya beredar bersama bibit bunga musim semi lainnya?? 😕 . Sedangkan untuk Spring Snowflake nama latinya Leucojum vernum tanamannya lebih pendek.
Hayooo coba cari dimana bunga loncengnya?. Di bagian inilah tempat tepat untuk Loddon Lily, disini adem tidak terkena matahari langsung, namun tetap mendapat cahaya
Video Bunga Loddon Lily (Leucojum aestivum)
*Maaf ya kalau beberapa foto burem, maklum fotografer amatiran huahaha .
Bunga-bunga Musim Semi yang Gagal . Sahabat berkebun, saya ingin berbagi cerita mengenai tanaman/bunga musim semi saya yang gagal, alias tidak bagus tumbuhnya, alias tidak sampai keluar bunganya 😥 .
Proyek gagal ko dipamerin?. Hehe iya supaya kalian tahu kalau sayapun masih harus banyak belajar dalam hal berkebun. Tidak semua yang saya tanam berhasil.
Kalau saya hanya posting tanaman/bunga yang bagus dan selalu berhasil, saya bukan gardener sejati dong hehe, iya namanya tukang kebun pasti ada kalanya gagal kan?. Saat gagal ya putus asa, ngambek, mogok ga mau berkebun dulu. Nah setelah putus asanya hilang, balik lagi berkebun 😆 .
Rasa kesal karena gagal tidak lama-lama saya pendam, saya mulai lanjut menanam untuk berbagai bibit musim panas. Saya senang sekali karena sudah banyak tanaman/bunga musim panas saya tumbuh dengan baik.
Postingan kali ini akan saya perlihatkan dulu foto-foto tanaman/bunga yang gagal, yang jelek tuh, yang bikin kesal saya hehe (sekarang sih sudah bisa tertawa-tawa).
1. Tulip-tulip yang gagal
Tulip-tulipnya keliatan tumbuh bagus kan, tapi tidak satupun berbunga huhu. Foto kanan sudah terlihat bakal bunga tapi tidak mekar huhuhu
Ada tulip biru, ungu, pink, merah. Saya tanam di green house mini. Daun-daunnya terlihat bagus dan segar kan. Iya sampai kutu yang hijau menggerogoti tulip-tulip tersebut. Hiks tamat riwayat tulip-tulip tersebut. Gambar kutu hijau (Lihat: Beberapa Cara Membasmi Kutu Daun).
Saya hanya membasmi manual kutunya, karena lihat bentuk tulip-tulipnya sudah tidak bagus, saya sudah pasrah (malas). Ketika tanamannya sudah hampir kering, saya bongkar dan buang daun-daunnya. Umbinya sepertinya saya buang juga hahaha.
Nanam 8 biji tulip Red Impression hanya 2 yang keluar bunganya
Saya nanam tulip xxl, jumbo deh umbi/bibitnya. Tanam 8 yang keluar bunganya hanya 2 biji, itupun bentuk bunganya tidak cantik. Saya tidak puas. Ada 1 tulip ungu nyasar hehe.
Darwin hybrid xxl hasilnya jelek. Kecewa saya sungguh keciwa
Darwin hybrid xxl mix. Tanam 6 umbi hanya 2 yang keluar bunganya, warna merah. Saya tidak puas bentuknya tidak cantik. Bunganya bantet, batangnya pendek jadi bunganya mekar dekat permukaan tanah.
Double Late Orange. Awalnya tumbuh bagus, terlihat beberapa bakal bunga tapi tidak satupun mekar
Lilien Tulips tidak mekar bunganya
Geflammte tulip tidak keluar bunganya
Rococo Red Parrot tidak keluar bunganya
Tulip dobel flower cuma 2 yang berbunga
Tulip Crispa, Parrot dan Dobel Flower tanam di satu pot besar. Hanya beberapa yang mekar. Kecewa huhuhu
Ceritanya saya pengen ngikut para gardener yang saya sering lihat di Pinterest, dimana mereka nanam bibit-bibit (bulb flower) dalam pot kaca. Heran dehhh mereka ko bisa berhasil ya??.
Blue Parrot Bakal bunga tidak ada yang mekar huhuhu
Awalnya saya senang sekali, bulb tulipku tidak berjamur, saya berikan air dari tepi kaca. Bakal bunga keluar beberapa biji, ternyata tidak satupun mekar. Sungguh kecewa, padahal pot kacanya kalau siang saya masukkin rumah supaya tidak kepanasan, sore dan pagi saya keluarkan lagi.
Lihat foto tanda “X” tuh bunganya tidak mekar dan kering sendiri.
2. Iris
Baru pertama kali nanam iris, sungguh kecewa ko tidak keluar bunganya ya.
Iris ku cuma begitu aja, tidak keluar bunganya
Saya lihat punya orang yang umbinya seperti jahe atau kunyit bagus sekali Iris jenis tersebut. Sedangkan yang saya tanam bibit (bulbnya) seperti tulip. Musim tanam berikutnya saya mau coba Iris yang umbinya besar deh.
3. Hyacinthus
Hyacint biru bantet batangnya tidak tumbuh jadi bunganya tidak mekar sempurna
Hyacint kuning karena numbuhnya tidak bagus sudahlah saya tidak siram lagi jadi mati dooonggg
4. Fritillaria
Saya sudah senang awalnya, bibit-bibitnya numbuh semua, segar dan bagus. Nah musim semi kali ini aneh, suhunya kadang seperti musim panas. Jadi saya telat pindahin potnya.
Fritillaria Awalnya bagus, bakal bunganya banyak. Sayang telat pindahin kepanasan jadi mati huhuhu
5. Allium
Allium kecil numbuh seperti daun bawang saja, tidak keluar bunganya. Bibit yg besar ditengah itu Kaiser’s crown kaga numbuh huhuhu
Allium yang agak besar
Hampir tragis juga mati kepanasan, untung masih sempat dipindahkan sebelum daun-daunnya kering.
Allium yang lebih besar. Untung sebelum mati kepanasan sudah kupindahkan potnya ketempat teduh
Kedua Jenis Allium sudah terlihat bakal bunganya, semoga sampai mekar sempurna
Mengapa tulip-tulipnya gagal? Tidak tumbuh dengan baik?
• Cuaca akhir tahun lalu hingga tahun ini tidak jelas. Iya jadi yang harusnya winter suhunya minus, eh minusnya hanya kira-kira seminggu deh kalau dijumlahkan. Selebihnya agak hangat, dingin lagi, hangat lagi. Tulip-tulip tetangga yang ditanam ditaman langsung tidak bermasalah, karena dalam tanah, akarnya bisa leluasa kemana-mana cari makan. Seperti saya yang nanam tulip di pot repot harus banyak yang diperhatikan.
• Pemberian air tidak cukup. Jadi kan pot-pot tulip ketika ditanam saya taruh semuanya diloteng rumah (gelap dan dingin) kalau sudah tumbuh baru taruh balkon. Nah harusnya disiram seminggu sekali, kadang saya malas “ah dingin ko, tidak perlu banyak disiram”. Jadi kadang 10 hari sekali, kadang 2 minggu sekali geblek ya hahaha. Padahal mahluk hidup ketika musim dinginpun butuh cairan dong.
Kegagalan yang saya alami, tidak membuat saya kesal berlama-lama, justru ketika gagal saya jadi instropeksi, “ko bisa gagal ya?”. Setelah tahu kemungkinan dimana gagalnya, jadi nanti ketika nanam lagi, saya bisa belajar dari kegagalan kali ini 😉 .
Lihat Biji Pohon Bunga Peony Ludlowii. Melanjutkan postingan mengenai bunga peonya ya. Kali ini saya ceritakan yang jenis Ludlowii. Lokasi tumbuhnya peony ini masih sama yakni di taman Bad Rappenau. Cerita bunga Peony sebelumnya (Baca: Bunga Peony yang Mempesona).
Strauch-Pfingstrose. Peony ludlowii
Saat saya mengunjungi taman di Bad Rappenau tersebut, jenis Peoni Ludlowii ini belum ada satupun yang mekar, namun sudah banyak bakal bunganya. Saya jadi penasaran melihat bentuk bunganya. Kalau baca keterangan dari wikipedia, warnanya kuning.
Bunganya tidak berlapis-lapis seperti jenis peony lain. Kira-kira 2 minggu lagi saya akan mengunjungi si peoni tersebut untuk memotret bunga-bunganya 😉 .
Peony bud. Ini bakal bunganya, sudah banyak sekali
Paeonia ludlowii
Paeonia ludlowii, pohon peony Ludlow atau paeony Tibet, adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga Paeoniaceae, asli selatan timur Tibet.
Peony jenis ini lebih menyerupai semak belukar, dibandingkan bentuk pohon. P. ludlowii dapat tumbuh hingga 2,5 m (8 kaki). Bunga berbentuk mangkuk, berwarna kuning cerah, berukuran 12 cm diameter, dengan benang sari menonjol.
Ada 3 Pohon Peony ludlowii, belum ada yang mekar bakal bunganya
Biji Paeonia ludlowii
Ukuran besar loh, mirip tai kambing hehe
Menggumpulkan biji bunga Peony. Collect Peony Seeds
Biji Paeonia ludlowii. Paeonia lutea var. ludlowii seeds
Biji-biji Peony yang saya temukan tidak terlalu banyak, mungkin harusnya saya datang ke taman tersebut ketika musim gugur. Musim semi saat ini sudah berjatuhan bijinya. Nah biji-biji yang jatuh ada beberapa saya ambil, ko sudah pada bolong. Jadi yang saya kumpulkan yang masih menempel di buahnya (pada buah / kelopak bunga yang kering).
Kalau kamu tertarik mencoba menumbuhkan bunga peony dari biji bisa cari informasi di internet bagaimana menumbuhkan biji bunga Peony, gunakan kata kunci “peony seed germination”.
Seperti Melihat Pohon duit haha langsung saya petik semua biji Peonynya
Berikut ini saya akan berbagi tips/pengalamannya Gita (sobat berkebunku yang tinggal di Palembang) menumbuhkan biji Peony. Kenapa saya tidak gunakan informasi dari internet?, karena saya tidak kenal para gardener tersebut, lebih baik cari yang di Indonesia saja toh 😉 .
Oh ya yang dibahas disini adalag biji bunga peony ya, bukan benih bunganya. Kalau menumbuhkan dari benih ampunn nyerah sajalah, karena ukurannya seperti pasir, saya sudah malas duluan ngerjainnya hehe 😀 .
Biji Bunga Peony ludlowii masih dalam cangkang buahnya
Cara Menumbuhkan Biji Peony (peony seed germination) : • Biji direndam 24 jam, lalu tanam 1 sampai 2 bulan dipot biasa(mengikuti musim gugur untuk membentuk embrio akar). • Kunci germinasi biji peony adalahair dapat menyentuh embrio, jadi untuk mempercepat proses penyerapan air untuk masuk ke embrionya, permukaan biji bisa di gosok-gosok dengan kertas amplas (bijinya keras sekali).
• Biji yg ditanam diambil dan disimpan di kulkas sekitar 4 bulanan untuk membentuk embrio batang, baru bijinya akan bertunas. • Sesudah bertunas tanam di media yg disiapkan (pot) tempatkan ditempat sejuk, sesudah anakan tampak kuat baru letakan ditempat yg panas supaya rajin berbunga.
• Kalau menanam dari biji sekitar umur 3 tahun baru bunga Peony muncul. Bunga yang muncul tidak langsung cantik berlapis-lapis, bisa hanya selapis kelopaknya, juga kecil bunganya, bertahap akan mulai berlapis dan besar. • Peony termasuk bisa tumbuh di zona tropis yg panas, namun kurang tahan terhadap air yg berlebihan.
Biji Paeonia ludlowii yang berhasil saya kumpulkan:
Biji Paeonia ludlowii nya besar
Biji Paeonia ludlowii yang berhasil saya kumpulkan
Demikianlah cerita saya mengenai Lihat Biji Pohon Bunga Peony Ludlowii. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan. Sumber tulisan: • http://en.wikipedia.org/wiki/Paeonia_ludlowii • http://en.wikipedia.org/wiki/Peony • Pengalaman Gita di Palembang