Tag: wisata kota tua

  • Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen. Rencana awal suami dan saya akan liburan tahun baru ke Schwarzwald (Black Forest), salah satu tujuannya mau lihat rumah-rumah petani Jerman jaman dulu kala, seperti yang pernah saya lihat di Swiss klik disini, Eh kami malah menghabiskan waktu hanya di Emmendingen dan melihat kisru rumah tangga sahabat suami, yang belum tahu kisahnya klik disini.

    Rasanya sayang, kalau sudah jauh-jauh dari rumah, namun tidak ada tempat (menarik) yang kami jelajahi. Maka dihari terakhir liburan, kami sempatkan jalan-jalan di pusat kota Emmendingen. Cukup menarik, karena bangunan-bangunan di sana walau banyak yang sudah tua namun tetap terawat.

    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen

     

    Hari itu 2 Januari 2013 sekitar jam 10 pagi kami keliling Emmendingen. Hanya setengah jam, kami tidak bisa berlama-lama karena harus segera pulang, sore harinya suami harus bekerja kembali.

     

    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen
    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen

     

    Emmendingen adalah sebuah kota di Emmendingen, Baden-WĂĽrttemberg, Jerman.

     

    Kota ini berada di tepi Sungai Elz terletak 14 km (8,7 mil) utara Friburg di Brisgau.

     

    Rumah Toko di Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Rumah Toko di Emmendingen

     

    Emmendingen - cityhall
    Emmendingen – cityhall

     

    Masih Ada Sisa Hiasan Natal
    Masih Ada Sisa Hiasan Natal

     

    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll

     

    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013

    Video Pusat kota Emmendingen

     

    Selama dua malam, suami dan saya menginap di penginapan “Engel”, semacam losmen lah, dalam bahasa Jerman istilahnya Gasthaus atau Pension. Nama lokasinya Tennenbach, masih diwilayah Emmendingan. Lokasi ini ditempuh sekitar 12 menit dari pusat kota Emmendingen. Jalan menuju ke penginapannya seperti ke puncak, jalannya berbelok-belok, hanya bisa dua mobil berlawanan arah. Kiri kanan jalannya terhampar pohon-pohon yang tinggi menjulang.

     

    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach
    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach

     

    Penginapannya di kelilingi pengunungan. Sungguh indah, sayang sekali kami tidak sempat berjalan-jalan disekitar penginapan, pertama cuaca sangat dingin, kedua kami tidak punya banyak waktu. Suatu hari nanti kami akan kembali lagi ke Tennenbach ;-).

    Penginapan Kami di Tennenbach
    Penginapan Kami di Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach

     

    Tarif kamarnya 37 Euro/malam/orang. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. Sarapannya makan sampai kenyang, sepuasnya :D.

    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri
    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri

     

    Video Pemandangan ke Penginapan di Tennenbach

     

    Suami dan saya lebih suka wisata alam, seperti melihat pegunungan, atau seperti ketika di Swiss melihat wisata Tebing di Aareschlucht, mendebarkan sekaligus menyenangkan klik disini.

     

    Kalau sahabat blogger suka wisata alam atau lebih suka ke mall? Masih ingat kah dimana lokasi wisata paling berkesan buat kamu?

     

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
    • Paris je t’aime
    • Liburan Swiss 2012
    • Ramainya Bulan Oktober di München
    • Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
    • Museum Farmasi Jerman

  • Taman Bunga Impian di Kota Tua

    Taman Bunga Impian di Kota Tua

    Taman Bunga Impian di Kota Tua. Sabtu minggu lalu, ka Ephie dari Belanda mengunjungi Frank dan saya. Ka Ephie datang bersama teman-temannya dari Belanda, dan mereka menginap di hotel di Heilbronn. Sementara teman-teman ka Ephie jalan-jalan ke Heidelberg, maka ka Ephie mengunjungi saya di Bad Rappenau. Terakhir saya bertemu langsung ka Ephie adalah pada tahun 2009, dan minggu lalu saya bertemu dia kembali „Wow, langsing sekali!“ ;).

    Ka Ephie datang khusus untuk mengucapkan selamat kepada Frank & saya atas pernikahan kami. Ka Ephie tidak bisa hadir di acara bulan lalu, karena pada saat yang sama dia sedang di New York.

    Kami bertiga (Ka Ephie, Frank dan saya) menghabiskan waktu hanya di Bad Rappenau. Pertama kami jalan-jalan mengunjungi pasar dekat rumah. Pasar ini khusus ada di hari rabu dan sabtu. Yang berjualan adalah para petani, yang menjual hasil kebun mereka, dan ada juga tukang daging. Kemudian kami ke toko roti, ka Ephie membeli banyak sekali roti-roti (kue-kue) khas Jerman untuk dibawa ke Belanda. Oh ya karena kami tidak menemukan Brezeln (sudah habis), maka kami ke toko roti satunya lagi, dekat stasiun kereta. Wah, ternyata Brezelnnya sudah habis juga, eh tapi si penjaga toko bilang kalau beli banyak dan bersedia menunggu 15 menit, maka dia akan membuat yang baru. Ka Ephie pesan 5 Brezeln.

    Sambil menunggu Brezeln matang, kami pergi ke kedai kopi diseberang jalan. Frank, ka Ephie dan saya ngobrol-ngobrol sambil sesekali menyeruput kopi (pahit) kami. Selain minum kopi, kami pesan 2 Brezeln yang diolesi butter, dan 2 potong erdbereen kuchen (kue strawberry). Setelah Frank mengambil pesanan brezeln di toko roti seberang jalan, maka kami bertiga lanjut jalan-jalan, kami mengunjungi kota tua Bad Wimpfen. Hari sebelumnya, saya baca koran, ada acara semacam pameran mengenai bunga dan taman pada tanggal 19 dan 20 Mei.

    Disepanjang jalan dekat Bad Wimpfen, mobil-mobil sudah berderet yang parkir, maka kami harus ke lokasi parkir yang agak jauh. Matahari sedang bersinar dengan teriknya, Huhuhu hitam deh kulit saya he-he-he.

    Slide Foto

    This slideshow requires JavaScript.

    Pada tanggal 19 dan 20 Mei 2012 kota tua bersejarah Bad Wimpfen dihias menjadi satu taman yang indah. Tiga air mancur bersejarah, dihias sedemikan rupa. Gang-gang dan lapangan ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang, teras toko-toko semarak dengan hiasan bunga-bunga beraneka warna didepannya.

    Jalan-jalan yang kami lalui, masih lapang untuk dilalui pengunjung, karena para pedagang, menaruh tenda-tenda jualan mereka berjauhan. Senang sekali melihat bunga-bunga beraneka jenis dan beraneka warna-warna cerah. Ada pula aneka pot-pot bunga, dekorasi (hiasan) yang cantik untuk menghias taman. Untung saat itu, saya tidak lapar mata, jadi cukup senang untuk melihat-lihat saja. Untung ada Frank, suamiku tercinta, jadi dialah yang menjelaskan ke kak Ephie tentang Bad Rappenau, Bad Wimpfen dan hal-hal menarik yang kami lalui.

    Kota tua selalu menarik untuk dikunjungi. Bangunan-bangunan bersejarah sejak tahun 1200 masih kokoh berdiri. Kita bisa mendapatkan banyak sekali objek-objek menarik untuk difoto. Kalau Anda tertarik mengunjungi museum, ada 5 museum di Bad Wimpfen yang bisa dikunjungi. Tiket masuknya tidak mahal, mulai 1,5 – 2,5 Euro. Tidak lupa kami menyempatkan diri, makan siang di restoran setempat, mencoba menu lokalnya. Ka Ephie dan saya, pesan menu yang sama yakni maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat (dua pangsit goreng ukuran besar, bawang, dan salad kentang), sedappp sekali!, sayang saladnya tidak habis, karena perut saya masih ukuran perut orang asia, tidak kuat menampung porsi makanan orang Eropa .

    maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat
    maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat

    Dikota tua ini hanya boleh dilalui oleh pejalan kaki, jalannyapun tidak diaspal, namun dibuat dari batu-batu yang disusun sedemikian rupa, kadang-kadang menurun, kadang-kadang harus mendaki, jadi jangan coba-coba pakai sepatu berhak ya kalau mau berwisata ke kota tua ;-).

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

    Baca juga:

  • Indahnya Kota Tua Bad Wimpfen

    Indahnya Kota Tua Bad Wimpfen

    Jumat, 20 Juli 2012. hari itu adalah hari pemberkatan pernikahan Frank dan saya. Sejak jam 10 pagi mama dan saya sudah mulai dandan dan memakai kebaya, kami dandan sendiri di apartemen, saya diberikan satu set alat rias dan make-up lengkap yang semuanya baru dan masih bersegel. Adik saya Wana yang menitipkannya ke mama, merek terkenal euy, pasti mahal deh!, makasih ya Wan ;-).

    Saya dandan sendiri, kemudian mamaku yang menyanggul dan menata rambut saya. Sanggul dan hiasan rambutnya dibawa mama dari Jakarta. Selesai membuat sanggul saya, mama menyanggul rambutnya sendiri. Dulu mamaku pernah mengikuti kursus merias wajah dan sanggul dari Martha Tilaar atau Sariayu, lupa yang mana he-he-he

    Jadi ketika mama dan saya sibuk dandan, saya mintalah Frank untuk mengajak jalan-jalan ayah dan adik saya Roy ke kota tua dekat tempat tinggal kami. Saya pikir daripada hanya berdiam diri di apartemen, maka lebih baik kaum prianya mempergunakan waktu sebaik mungkin. Kota tua selalu menarik untuk dikunjungi. Rumah-rumah dan gedung-gedung tua masih terpelihara dengan baik. Ayah, Roy dan Frank mengunjungi salah satu gereja di Bad Wimpfen, saya saja belum pernah masuk ke gereja tersebut.

    Selamat Datang di Kota Tua, Bad Wimpfen
    Kota Tua, Bad Wimpfen
    Frank dan Roy

    Informasi detail mengenai sejarah Bad Wimpfen klik disini

    Slide foto, masukkan password: silaen klik disini atau klik disini

     

    Tulisan Terkini

error: Content is protected !!