Tag: Wisata Belanda

  • Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda

    Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda

    Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda . Keukenhof (yang dalam bahasa Belanda berarti Kebun Dapur) adalah sebuah taman bunga yang terletak di Lisse, Belanda, dan merupakan taman bunga terbesar di dunia.

    Saya mau lanjut menceritakan edisi jalan-jalan ke Belanda yang kami lakukan akhir April lalu. Bagi yang belum membca cerita awalnya silakan di Cerita Jalan-jalan ke Negara Kincir Angin.

    Kali ini hanya menceritakan jalan-jalan ke Keukenhof saja, karena setelah saya buat cerita dengan mengunjungi garden center malah jadi panjang sekali bahasannya. Makanya supaya tidak bosan bacanya saya buat postingan terpisah mengenai mengunjungi garden center.

    Bagi yang tertarik mengetahui sejarah dan bahasan lebih detail mengenai keukenhof silakan baca di website resminya keukenhof http://www.keukenhof.nl dan ada juga di http://en.wikipedia.org/wiki/Keukenhof

    Yang menarik buat saya di keukenhof:

    1. Pose lucu yang berfoto

    Memotret orang-orang yang lagi bergaya tenyata mengasyikan juga yaa πŸ˜€ . Mereka yang bergaya lucu tersebut bisa jadi orang yang mau dipotretnya atau tukang potretnya sendiri yang lucu. Saya sempat mengabadikan beberapa pose-pose lucu. Sayangnya kepikiran buat potret model begini setelah 2 jam di Keukenhof, kalau dari awal kepikiran wah saya bisa dapat banyak kali pose lucunya.

    Siapa yang sering berpose seperti pasangan ini. Wah keren sampai bawa tripod kamera loh. Eh kaki kameranya 4 apa namanya ya?. Kalau saya tidak mau pose begitu malu dilihat pengunjung haha
    Siapa yang sering berpose seperti pasangan ini. Wah keren sampai bawa tripod kamera loh. Eh kaki kameranya 4 apa namanya ya?. Kalau saya tidak mau pose begitu malu dilihat pengunjung haha

     

    Apapun dilakukan demi mendapatkan pose paling bagus. Rumput yang tidak boleh diinjak tidak digubris aturannya oleh pengunjung. Padahal larangan menginjak rumput ada plangnya. Kalau ditegor petugas, turisnya cuma bilang β€œsorry!” .

    Coba tebak, yang mana modelnya dan dimana si tukang potretnya.
    Coba tebak, yang mana modelnya dan dimana si tukang potretnya.

     

    Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda. Gaya berfoto sambil rebahan, senyum paling manis buat dijadikan profile pic sosmed
    Gaya berfoto sambil rebahan, senyum paling manis buat dijadikan profile pic sosmed

     

    Mungkin para turis (kebanyakan asia) tersebut berpikir kapan lagi bisa ke Keukenhof, belum tentu tiap tahun kesana, jadi sebisa mungkin bikin ratusan bahkan kalau bisa ribuan foto. Entahlah apa mereka menikmati pemandangan tamannya atau malah kehabisan waktu karena sibuk memotret sana sini πŸ˜€ .

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    2. Bunga Unik menurut pandangan mata saya

    Anggrek

    Saya lagi suka sekali dengan bunga anggrek, jadi cinta banget justru karena semua anggrek saya mati semua hehe. Tidak lama sebelum ke Belanda saya beli 4 anggrek untuk menggantikan yang mati. Makanya pas ke Keukenhof senang sekali ternyata ada ruangan khusus bunga anggrek.

    Paphiopedilum maudiae Femma. Anggrek selop yang di jual di Keukenhof Belanda. Saya punya jenis ini cuma belum berbunga. Slipper orchids paphiopedilum
    Paphiopedilum maudiae Femma. Anggrek selop yang di jual di Keukenhof Belanda. Saya punya jenis ini cuma belum berbunga. Slipper orchids paphiopedilum

     

    Anggrek warna biru? Benar atau hoax?

    Jauh sebelumnya saya kagum dengan jenis Phalaenopsis berwarna biru ini, sayangnya tidak kagum sama harganya yang 4 kali lipat Phalaenopsis biasa. Di Jerman harga anggrek biru sekitar 28 – 30 euro (sekitar Rp. 406.000) . Saat membuat tulisan ini saya sempatkan mencari informasi kebenaran anggrek biru melalui mesin pencari.

    Anggrek biru di keunkeunhof Belanda
    Anggrek biru di keunkeunhof Belanda

     

    Ternyata anggrek biru tersebut bukan warna biru alami melainkan hasil pewarnaan menggunakan pewarna makanan. Kalau alami akar anggreknya akan berwarna biru juga dong begitu tertulis disalah satu web bahasa Jerman yang pernah saya baca πŸ˜€ .

    Oh ya sebenarnya ada sih anggrek yang berwarna biru, tidak biru terang ya, melainkan agak kebiruan. Yang saya maksud adalah anggrek Cattleya yang Cattleya Portia ‘coerulea” bagian bibir dalam anggreknya warnanya benar-benar biru.

    Video ruang anggrek Keukenhof Belanda

     

    Beberapa foto dari ruang anggrek:

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Anggrek yang kuning saya punya, yang tengah anggrek selop saya punya juga
    Anggrek yang kuning saya punya, yang tengah anggrek selop saya punya juga

     

    Anggrek Vanda yang dipajang di keukenhof Belanda. Jenis ini tidak menggunakan media tanam, hanya digantung
    Anggrek Vanda yang dipajang di keukenhof Belanda. Jenis ini tidak menggunakan media tanam, hanya digantung

     

    Medinilla Magnifica. Anggrek asal Filipina
    Medinilla Magnifica. Anggrek asal Filipina

     

    3. Tulip-tulip nan cantik jelita

    Jalan-jalan ke Keukenhof tentu saja tujuan utamannya untuk melihat bunga tulip. Jadi bagi kamu yang tergila-gila dengan bunga ini, yang mencoba menanam masih gagal, yang ingin sekali ke Keukenhof namun belum terwujud, semoga bisa cuci mata melihat tulip-tulip berikut:

    Video taman Keukenhof 1 Mei 2015

     

    Mau berfoto sebaiknya punya kiat tersendiri, supaya hasil foto memuaskan. Ambil angle foto yang terbaik supaya tidak terlihat gendut. Pakaian apakah sudah rapih, syal tergulung rapih kah, rambut tergerai, make up masih kinclong?. Kebanyakan pusing ini itu malah tidak jadi berfoto. Ah pokoknya unik deh kalau lihat orang mau berfoto sibuk bebenah diri hehe.

    Video taman bunga tulip Keukenhof Belanda

     

    4. Oleh-oleh dari Keukenhof (Belanda)

    Beberapa contoh oleh-oleh yang bisa kamu beli saat mengunjungi Keukenhof dan juga kota lain di Belanda

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Artikel terkait :
    β€’ Penasaranku akan β€œRed Light District Amsterdam”
    β€’ Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam
    β€’ Jalan-jalan ke Tong Tong Fair Belanda
    β€’ Jalan-jalan ke Volendam Belanda

  • 3 Tanaman Bunga Exotic dari Belanda

    Sebelum pulang dari Belanda, kami (suami tercinta dan saya) singgah ke salah satu taman mawar di Lottum. Tempatnya luas sekali kira-kira 70.000 m2. Di taman ini kita akan menemukan ribuan mawar lebih dari 500 varietas yang berbeda dalam pot-pot.

    Ternyata di dekat pintu keluar masuk, ada dua meja yang terdapat tanaman-tanaman yang dijual selain mawar. Harganya tidak mahal. Kami membeli 3 jenis bunga. Senang banget!, bunganya indah πŸ˜‰ . Rosarium Lottum buka setiap hari senin hingga minggu, tidak ada biaya masuk!.

    Kalau ada yang suka dengan tanaman dan bunga-bunga, silakan berkunjung ke:

    Rosarium Lottum

    Broekhuizerweg 55, 5973 NW Lottum
    The Netherlands
    Tel: +31(0)77-463 2751
    Fax: +31(0)77-463 2752
    E-mail: [email protected]

    Video Lokasi Taman Mawar di Belanda

    3 Tanaman Bunga yang kami beli:

    1. Digitalis purpurea

    3 Tanaman Bunga Exotic dari Belanda
    Digitalis Purpurea a.ka. foxgloves 1.06.2012 (Foto: dok. pribadi)

     

    Digitalis purpurea or Lady's Glove
    Close-up Digitalis purpurea or Lady’s Glove (Foto: dok. pribadi)

    Digitalis purpurea (umumnya dikenal sebagai: Foxglove, Foxglove Ungu atau Lady’s Glove), adalah tanaman berbunga termasuk keluarga Plantaginaceae. Sebagian besar asli Eropa.

    β€’ Digitalis purpurea merupakan tanaman herba dua tahunan, daunya berbentuk spiral sederhana beraturan, tinggi 10-35 cm. Bunganya berbentuk tabung dan independen.
    β€’ Bunganya biasanya ungu tapi beberapa tanaman yang khususnya di bawah budidaya, mungkin berwarna pink, mawar, kuning, atau putih.
    β€’ Periode berbunga adalah awal musim panas, kadang-kadang dengan bunga tambahan dimusim selanjutnya.

    β€’ Tanaman ini mengandung digitoxin glikosida jantung pada daun, bunga dan biji, sehingga beracun bagi manusia dan beberapa hewan dan bisa berakibat fatal jika dimakan.
    β€’ Namun ekstrak dari daunnya secara klinis pengolahannya di rintis oleh William Withering, digunakan sebagai obat untuk gagal jantung, meningkatkan aliran urin dan memiliki pengaruh kuat pada jantung.
    β€’ Gejala keracunan digitalis: denyut nadi rendah, mual, muntah, dan tidak terkoordinasinya kontraksi dari berbagai bagian jantung menyebabkan serangan jantung dan akhirnya kematian.

    2. Mawar Favorite Hit

    Favorite Hit Rosen. Mawar dari Belanda
    Favorite Hit Rosen (Foto: dok. pribadi)

    3. Lupinus Perennis

    Bunga Lupin. Lupinus Perennis
    Lupinus Perennis (Foto: dok. pribadi)

    β€’ Keluarga: Pea (Fabaceae)
    β€’ Habitat: hutan terbuka kering
    β€’ Tinggi: 1-2 kaki
    β€’ Ukuran Bunga : 1/2 sampai 3/4 inci
    β€’ Warna Bunga: biru atau ungu
    β€’ Waktu Berbunga: Mei-Juli

    Lupinus perennis merupakan tanaman obat dalam keluarga Fabaceae, tersebar luas di bagian timur Amerika Serikat (dari Florida ke Maine), Kanada (selatan Ontario). Tumbuh di bukit-bukit pasir. Perbungaan panjang. Bunga dapat berkisar dari biru menjadi merah muda, tetapi yang paling sering biru atau ungu kebiruan.

    Jadi selesailah cerita saya mengenai jalan-jalan di Belanda, jika Anda tertarik membaca kisah sebelumnya, silakan klik judul berikut:

    Sumber: terjemahan bebas wikipedia.org

    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

  • Volendam Part II

    Volendam Part II

    Volendam Part II. Berikut ini adalah lanjutan cerita tentang Volendam, oh ya kalau Anda belum membaca cerita sebelumnya klik Liburan ke Negeri van Oranje.

    Belanda identik dengan para pengguna sepeda, dibawah ini beberapa foto hasil bidikan kamera digital saya.

    Volendam Part II
    Kota Volendam Belanda

     

    Kota Volendam Belanda
    Volendam Belanda

     

    Unik ya sepeda dorong sekaligus buat angkut anak. Kota Volendam Belanda
    Unik ya sepeda dorong sekaligus buat angkut anak. Kota Volendam Belanda

     

    Banyak sekali yang bersepeda di Volendam Belanda
    Banyak sekali yang bersepeda di Volendam Belanda

     

    Bus di Volendam Belanda
    Bus di Volendam Belanda

     

    Saya suka sekali melihat taman-taman, saya coba bandingkan antara taman-taman di Jerman dan Belanda.

    Model rumah di Volendam Belanda
    Model rumah di Volendam Belanda

     

    Model rumah yang unik di Volendam Belanda
    Model rumah yang unik di Volendam Belanda

     

    Taman depan rumah di Volendam Belanda
    Taman depan rumah di Volendam Belanda

     

    Gaya model rumah di Volendam Belanda
    Gaya model rumah di Volendam Belanda

     

    Indahnya Taman depan rumah di Volendam Belanda
    Indahnya Taman depan rumah di Volendam Belanda

    Lanjutannya baca: Jalan-jalan ke Tong tong Fair Pasar Malam di Belanda

     

    *(Foto-foto: dok. pribadi)

    Baca juga:

  • Liburan ke Negeri van Oranje

    Liburan ke Negeri van Oranje

    Liburan ke Negeri van Oranje. 26 hingga 29 Mei 2012 lalu, Frank dan saya liburan ke Belanda. Berangkat pagi-pagi sekali, jam 4.30, katanya sih menghindari macet, padahal tidak ada macet sama sekali. Ada Peter si GPS yang memberikan petunjuk jalan mana yang terbaik kami harus lalui. Ngantuk berat selama perjalanan Hoaaammm.

    Liburan ke Negeri van Oranje.
    Otw ke Belanda. (Foto: dok. pribadi)

     

    Jam 8.30 sudah masuk wilayah Belanda, selanjutnya menuju Volendam. Jauh banget harus 2 jam lagi di mobil, lanjut!. Tengah hari akhirnya sampai di Volendam, sang mentari pas bersinar dengan teriknya, Panas!.

    Volendam sebuah desa yang indah, merupakan nama kota di Belanda. Letaknya di bagian barat. Tepatnya di provinsi Noord-Holland, Belanda. Frank dan saya berkunjung ke pusat perbelanjaan, yang berada pelabuhan. Kiri kanan jalan yang kami lalui berderet toko-toko; mulai toko-toko dekorasi, toko-toko suvenir, toko pakaian, termasuk juga restoran-restoran. Toko-toko di pelabuhan Volendam buka 7 hari dalam seminggu.

    Kota Pelabuhan Volendam (Foto: dok. pribadi)

     

    Volendam sangat ramai oleh para wisatawan, yang paling mencolok wisatawan Asia, kalau mau bertemu warga Indonesia atau Malaysia, ya silakan ke tempat ini :D. Di volendam kita bisa berwisata dengan kapal, mau duduk-duduk di tepi pantai, atau makan-makan di restoran-restoran tepi pantai, bisa menjadi hal yang menyenangkan.

    Volendam merupakan objek wisata populer di Belanda, terkenal dengan perahu atau kapal-kapal memancing dan juga pakaian tradisional masih dipakai oleh beberapa warga. Volendam juga memiliki museum kecil tentang sejarah dan gaya pakaian.

     

    Museum Volendams (Foto: dok. pribadi)

     

    Jangan lupa, di toko-toko pelabuhan kita bisa berfoto dengan kostum tradisional Belanda. Cobalah jalan dulu cek harga-harganya, karena beberapa studio foto yang di ujung jalan lebih murah loh. Foto Frank dan saya ukuran 20×30 cm harganya 17,50 Euro, di beberapa studio lain harganya 20 Euro. Di etalase studio fotonya banyak foto-foto artis, ya tentunya untuk menarik perhatian pengunjung. Foto artis Indonesia yang berfoto dengan kostum tradisional Belanda antara lain: Melly Manuhutu, Kris Biantoro, Maya Rumantir, Miing β€œBagito Grup” dan lain-lain (*lupa nama-namanya he-he-he)

    Berfoto dengan Kostum Tradisional Belanda (Foto: dok. pribadi)

    Oh ya kalau mau membeli souvenir semacam gantungan kunci, magnet (tempelan) kulkas, keramik-keramik, di Volendam tempat termurah yang saya temui.

    Oleh-oleh dari Volendam (Foto: dok. pribadi)

     

    Untuk Taman saya, beli Bibit Bunga Tulip: Warna Biru, Pink dan Hitam (Foto: dok. pribadi)

     

    Bye bye Volendam. Kincir Angin, ciri khas Belanda (Foto: dok. pribadi)

    Bagian 2: Volendam part 2

     

    Baca juga:

  • Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam . Sampailah saya dan teman saya di dekat Museum Lilin Madame Tussaud, wahhhh ramaiii sekali, oh ya pantaslah 12 September 2009 hari ini kan sabtu, jadi banyak orang-orang yang berwisata :D.

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam. Ramainya Amsterdam
    Ramainya Amsterdam

    Entah apa nama tempat ini, lokasinya persis di depan Madame Tussaud, saat itu lapangan ini selain diramaikan oleh pengunjung, banyak pula pertunjukan jalan raya, seperti sirkus ukuran kecil, atraksi sulap kecil kecilan, akrobat atau orang yang berpantomin, oh ya tak kalah seru ada gerobak yang mempertunjukan sandiwara boneka dengan musik khas Belanda, sayangnya saya hanya mengambil gambar versi video dari handphone jadi hasilnya tidak bagus hikss :’(.

    Kereta Boneka dengan Musik Khas Belanda
    Kereta Boneka dengan Musik Khas Belanda

    Sudah hampir jam tiga sore, yuk! siap siap ke Madame Tussaud, sebelum itu berfoto dulu sekali aja ko hehe

    Berpose sebelum masuk museum
    Berpose sebelum masuk museum

    Museum Madame Tussaud buka setiap hari dari jam 10:00 pagi sampai 5:30 sore. Museum ini terletak di Dam Square, di jantungnya kota Amsterdam. Lokasi ini bisa dicapai dengan berjalan kaki kurang lebih 10 menit dari stasiun kereta Amsterdam atau jika Anda menggunakan transportasi umum bisa lihat Peta ke Museum Madame Tussaud

    Didalam museum ini Anda akan diajak kurang lebih 1 jam 15 menit menyaksikan glamornya dunia para politisi, artis, atau orang terkenal lainnya dan Anda akan takjub karena Anda merasa sedang berdiri dihadapan orang-orang ternama tersebut ;-).

    Oh ya kalau mengunjungi museum ini, satu hal yang tidak boleh dilupakan bawalah kamera Anda! bagus juga kalau ada handycam supaya Anda bisa merekam momen – momen Anda bersama patung lilin favorit ;-).

    Museum Lilin Madame Tussaud Amsterdam
    Museum Lilin Madame Tussaud Amsterdam

    Huhuhuhuhu, atrian masuk museum panjanggg sekali πŸ™ hiks! masuk ngga ..? ..ngga masuk ..? tapi kalau tidak masuk kapan lagi bisa berkesempatan mengunjungi tempat ini..

    Setelah mengantri (berdiri!) selama 1,5 jam akhirnya masuklah kami. Beberapa hari sebelumnya saya lihat di website museum ini ada diskon, namun pas datang langsung petugasnya bilang tidak berlaku diskon hikss .

    Harga tiket dewasa € 21,- Anak – anak (usia 5-15) € 16,- yang gratis untuk bayi sampai anak usia 4 tahun, kalau di rupiahkan dengan kurs saat itu sekitar Rp.270.000, pertama kalinya saya masuk museum dengan tiket semahal itu!, ya tak mengapalah daripada penasaran dan kapan lagi punya kesempatan langkah seperti ini, jadi tak perlu dipikirkan harganya, dan kalau lagi jalan-jalan jangan sering meng-kursnya pengeluaran Anda ke Rupiah karena pasti akan syok, dengan komentar β€œmuahall bangettt ..” he-he-he.

    Marie Tussaud atau yang lebih dikenal sebagai Madame Tussaud (lahir 1761, wafat 1850), lahir sebagai Marie Grosholtz di Strasbourg, Perancis. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam pembuatan patung lilin. Curtius mendidik Tussaud dalam seni patung lilin. Di tahun 1765, Curtius membuat patung lilin Marie-Jeanne du Barry, selir dari Raja Louis XV dari Perancis. Cetakan dari patung tersebut adalah benda tertua yang masih ada dari sejarah museum patung lilin ini.

    berfoto dengan Patung lilin Madame Marie Tussaud
    berfoto dengan Patung lilin Madame Marie Tussaud

    Tussaud membuat patung lilin pertamanya, yaitu patung Francois Marie Arouet de Voltaire, atau yang lebih dikenal hanya dengan Voltaire, di tahun 1777. Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dipatungkannya antara lain Jean Jacques Rousseau dan Benjamin Franklin. Selama Revolusi Perancis ia membuat penutup wajah jenasah bagi para tokoh yang menjadi korban. Ia rela untuk mencari kepala-kepala para korban yang terputus ini di tengah-tengah timbunan jenasah agar bisa menyelesaikan penutup wajah jenasah ini dengan sempurna.

    Patung Lilin George Bush, Lady Diana dan Justin Timberlake
    Patung Lilin George Bush, Lady Diana dan Justin Timberlake

    Ketika Curtius meninggal di tahun 1794, ia meninggalkan koleksi patung-patung lilinnya pada Tussaud. di tahun 1802, Marie Tussaud pindah ke London. Sebagai konsekwensi Perang Inggris-Perancis, ia tidak bisa kembali ke Perancis sehingga untuk hidup ia harus berkeliling Inggris dan Irlandia memamerkan karya-karyanya. Sekali waktu karya-karyanya itu pernah dipamerkan di Lyceum Theatre. Ia akhirnya memiliki tempat pameran permanen buat karya-karyanya di Baker Street, London, di tahun 1835 (di tempat yang disebut “Baker Street Bazaar”).

    Berfoto dengan Patung Lilin Tokoh-tokoh Terkenal. Patung Lilin menakjubkan
    Berfoto dengan Patung Lilin Tokoh-tokoh Terkenal. Patung Lilin menakjubkan

    Museum lilin Madame Tussaud kini telah berkembang menjadi sebuah tujuan wisata di London, berdampingan (hingga baru-baru ini) dengan London Planetarium di sisi baratnya. Museum ini telah memiliki cabang di Amsterdam, Las Vegas, New York City, Hongkong, Shanghai, Hollywood-Los Angeles, dan Washington D.C. Kini, patung-patung lilin Madame Tussauds terdiri atas tokoh-tokoh sejarah, keluarga kerajaan, bintang film, atlet tenar dan tokoh-tokoh kriminal yang tenar.

    Patung Lilin Pierce Brosnan, Jacko, Nicolas Cage & Marilyn Monroe
    Patung Lilin Pierce Brosnan, Jacko, Nicolas Cage & Marilyn Monroe

    Museum Madame Tussauds saat ini dimiliki oleh sebuah perusahaan wisata bernama Merlin Entertainments setelah mengakuisisi Tussauds Group pada bulan Mei 2007.

    Masih di Madame Tussaud
    Masih di Madame Tussaud

    Inilah pemandangan dari atas Madame Tussaud ..

    View dari atas Madam Tussaud
    View dari atas Madam Tussaud

    Saya temukan satu patung yang unik dengan ukuran besar, letaknya diatas pintu keluar museum. Menurut Anda mengenai apa patung ini …? πŸ˜€ .

    Patungnya Unik sekali
    Patungnya Unik sekali

    Sumber :
    id.wikipedia-Madame_Tussauds
    dan www.madametussauds.com/amsterdam

    Baca juga: Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

  • Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

    Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

    Penasaranku akan Red Light District Amsterdam . Kami naik kereta dari stasiun s’-Hertogenbosch tujuan Amsterdam, pemandangan sepanjang perjalanan buat saya sangatlah menyenangkan, jadi seperti anak kecil yang senang diajak jalan-jalan orangtuanya he-he-he. Untungnya nih kami dapat tempat duduk di kereta, karena kalau di jam – jam sibuk (kantor) kadang kereta penuh, tapi tenang saja, kondisi dalam kereta di Belanda ini tidak seperti kereta di Jakarta ko yang penuh sesak plus bau :D.

    Banyak juga loh orang – orang yang naik kereta membawa sepeda mereka tapi kebanyakan yang sepeda lipat, jadi ketika turun kereta bisa lanjut dengan sepeda ke tempat tujuan berikutnya. Udara di Belanda bersihhh sekali, karena banyak bangetttt orang-orang disini yang naik sepeda mulai dari anak kecil sampai para manula, jadi jangan heran banyak parkiran sepeda di mana – mana (kebalikannya kalau di Jakarta yang banyak malah parkiran motor πŸ˜› ).

    Amsterdam adalah ibu kota Belanda secara de jure, tertulis di dalam undang-undang dasar. Secara de facto, pusat pemerintahan, parlemen, mahkamag agung, ratu dan perwakilan negara asing berkedudukan di Den Haag.

    Kota Amsterdam memiliki penduduk sebanyak 742.951 jiwa dengan wilayah sebesar 219,07 km2. Kota ini secara administratif dibagi menjadi 15 bagian yang kurang lebih bisa disamakan dengan kecamatan di Indonesia tetapi disebut dengan istilah deelgemeente. (sumber id.wikipedia).

    Sekitar jam 11 pagi sampailah kami di Amsterdam, cuacanya hangattttt, ambil satu foto dulu ah buat kenangan, Ouuuww silauuu kena sinar matahari, sampai mataku merem merem :D.

    Penasaranku akan Red Light District Amsterdam. Depan Stasiun Amsterdam
    Mejeng dulu di depan Stasiun Amsterdam

    Kalau Anda lihat papan atau triplek triplek berwarna biru disepanjang stasiun Amsterdam, itu karena stasiun ini sedang direnovasi, konon renovasinya tidak kunjung selesai entah sudah berapa tahun dan entah sudah menghabiskan berapa banyak biaya.

    Saat itu Amsterdam ramai sekali, oleh penduduk lokal dan para wisatawan, trem yang lewat juga hampir semuanya terisi penuh. Kami (teman saya dan saya) menyusuri jalanan depan stasiun, dengan tujuan awal ke Red Light District (RLD).

    (RLD) ini bisa dicapai dengan berjalan kaki, sambil jalan teman saya tersebut menerangkan tempat – tempat yang kami lewati. Kami berhenti di satu toko souvenir (masih dekat stasiun), melihat lihat kalau ada barang yang murmer (murah meriah). Ditoko ini kami hanya beli dua atau tiga gantungan kunci, karena ditoko tersebut sebagian besar barangnya mahal! Jadi cukup puas untuk cuci mata.

    Lanjuttt jalan lagi :D, eh ada toko souvenir lagi, entah ada empat atau lima toko souvenir yang kami singgahi, pokoknya sepanjang jalan tersebut (masih area stasiun) banyakkkk sekali toko souvenirnya, jadi ditiap toko saya melihat – lihat kalau ada barang murmer saya beli dua atau tiga buah sovenir.

    Ada sesuatu yang unik, klompen ukuran besarrr, di toko ini saya tidak membeli apapun, tapi numpang mejeng dengan klompennya saja, sebelum dilihat pemiliknya, ayoooo ngaburrrr :D.

    Di toko Souvenir, klompennya jumbo euy
    Di toko Souvenir, klompennya jumbo euy

    Akhirnya sampai di Red Light District Amsterdam …

    Maapppp kalau nantinya ada gambar yang mungkin bagi Anda tampak agak vulgar, sekedar berbagi informasi he-he-he.
    PERHATIAN!!! Anak dibawah usia 17 tahun, DILARANG!! Baca tulisan ini .. segera tutuppp! πŸ˜€ :P.

    untuk ke halaman berikutnya klik β‡’ Next/Lanjut

  • Yuk! Berwisata ke Amsterdam

    Yuk! Berwisata ke Amsterdam

    Setelah melewati 2,5 hari di Breda, saya ingin sekali jalan jalan ke Amsterdam. Berdasarkan informasi dari teman teman yang sudah pernah ke Belanda dan juga dari info wisata yang sering saya lihat di internet, Amsterdam patut dikunjungi!

    Adapun tempat – tempat menarik yang bisa dikunjungi di Amsterdam, antara lain adalah : museum Madame Tussauds, Rijkmuseum, Museum van Gogh, Ajax Amsterdam Arena, Dam Square, Red Light District dan lainnya.

    Pagi itu 12 September 2009 teman saya dari Den Bosch datang menjemput saya di Breda, dialah yang menjadi guide saya lagi :D. Saya sudah menyiapkan semua keperluan untuk perjalanan kami dan baju ganti karena saya akan menginap satu hari ditempatnya.

    Karena di Amsterdam tidak menginap (pergi pagi pulang sore) maka saya hanya berkesempatan mengunjungi dua tempat saja yakni Madame Tussauds dan β€œRed Light District”, kalau yang ke Red Light itu tentunya untuk memenuhi rasa penasaran saya akan tempat tersebut, karena tempat tersebut terkenal sedunia :P.

    Psssttt, ada tiga tempat deh yang saya kunjungi, yang satu tempat nakal .. kalau di Indonesia bisa-bisa dibakar tempat semacam ini he-he-he! (walaupun sebenarnya bisa buat pengetahuan saja kan).

    Jadi sebelum berkunjung ke Madame Tussaud dan Red Light District, kami melewati dua museum yakni Sex museum & Erotic museum. Saya dulu pernah baca ulasan Erotic museum di detik.com saya pikir waktu itu saya masuk museum yang di ulas di detik.com tersebut ternyata salahhhh, malah berkunjung ke Sex museum (karena pertama kali melewati tempat ini), kemudian saya malas berkunjung lagi ke Erotic museum (cuma beda beberapa blok) karena isinya pasti mirip, dan saat ini belum berminat membuat tulisan mengenai museum tersebut :P.

    Saya lupa apa sempat berfoto ria ketika di Sex museum karena saya hanya menemukan satu foto di bawah ini, berfoto didepan patungnya Marilyn Monroe.

    xxx Museum Amsterdam. Yuk! Berwisata ke Amsterdam
    xxx Museum Amsterdam

     

    β€’ Penasaranku akan Red Light District Amsterdam
    β€’ Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

  • Cerita dari s’-Hertogenbosch Belanda

    Cerita dari s’-Hertogenbosch Belanda

    Cerita dari s’-Hertogenbosch Belanda – lanjutan Host family

    Puas berfoto ria di Kinderdijk, maka teman saya (LM) dan saya melanjutkan perjalanan ke Den Bosch, ke tempat teman saya tersebut bermukim.

    Dari Kinderdijk naik bus satu atau dua kali lalu naik kereta melewati atau turun di Breda lagi (agak lupa he-he-he) saya punya foto ketika di stasiun kereta tapi lupa juga di stasiun Breda atau tempat lain, saya liat jam pengambilan foto dari kamera 1.16 AM (dini hari waktu Indonesia), berarti saat itu jam 7.16 malam waktu Belanda, lihat masih terang ya walau sudah jam 7 malam πŸ˜€ .

    Menunggu kereta ke Den Bosch
    Menunggu kereta ke Den Bosch

     

    Akhirnya sampailah kami di Den Bosch, jam hampir menunjukkan pukul 9 malam, dan tentu saja semua toko sudah tutup, jadi mau beli makan malam juga sudah tidak bisa, jadilah kami masak dan makan seadanya.

    Station_of_'s-Hertogenbosch at night . Source wikipedia.org. Cerita dari s'-Hertogenbosch Belanda
    Station_of_’s-Hertogenbosch at night . Source wikipedia.org

     

    Keesokan harinya (8 Sept. 2010) kami jalan – jalan menikmati pemandangan di Den Bosch. Pertama mengunjungi katedral Saint John’s.

    Katedral Saint John’s merupakan salah satu katedral terindah yang berada di Belanda, katedral ini dibangun pada abad ke 15. Ketika itu saya berkesempatan mengunjungi katedral ini dan masuk kedalamnya sambil mengambil gambar di beberapa bagian gereja. Saat itu katedral sedang di renovasi, namun proses renovasinya tidak sampai mengganggu para wisatawan yang sedang menikmati keindahan katedral ini.

    Church Jans-Hertogenbosch. pic source Wikipedia.org
    Church Jans-Hertogenbosch. pic source Wikipedia.org

     

    Tampak dalam katedral
    Tampak dalam katedral

     

    gereja Sint-Jan s'-Hertogenbosch
    Di gereja Sint-Jan s’-Hertogenbosch

    Huaaaahhhhh pada foto di atas rambut saya berantakan, harap maklum ya karena pada bulan September angin sangat kencang dan saya paling malas sebentar sebentar sisiran, ribet ahh mau foto ya langsung foto saja, nanti Anda akan temui foto saya lainnya dengan rambut berantakan! salahkan pada angin yang bertiup kencang he-he-he πŸ˜›

    Suasana Den Bosch
    Suasana Den Bosch

     

    Patung Naga dan Underpass
    Patung Naga dan Underpass

    Patung Naga emas adalah simbol dari kota Den Bosh, letak patung tersebut pas di depan stasiun kereta.
    Iseng fotoin underpass, letak rumah teman saya di bagian kanan, agak masuk sedikit belok ke jalanan diantara dua bangunan yang ada pohon tuh! Hehehe πŸ˜€

    S’-Hertogenbosch termasuk ke wilayah North Brabant dengan luas daerah 91.26 km2 dan jumlah penduduk 136.499 jiwa (Populasi 1 January 2008). Disini terdapat kurang lebih 350 restoran, pubs dan cafΓ©.

    s-hertogenbosch market square
    s-hertogenbosch market square

     

    Ada satu toko yang menyediakan souvenir souvenir khas Belanda, seperti kaos, klompen, gantungan kunci, patung kincir, patung none Belanda dan jenis patung lainnya dengan berbagai ukuran, menurut saya harga ditoko tersebut cukup murah loh! dibanding toko lain di Den Bosh ;-). Lokasinya lihat foto β€œmarket-square” diatas, ada tiga bangunan besar, kiri – depan – kanan, Anda perhatikan bangunan pas di depan Anda, nah disana tokonya, pokoknya hanya ada toko tersebut di jajaran bangunan depan tersebut (maaapp lupa foto dari dekat).

    cityhall Stadhuisdenboschnl
    cityhall Stadhuisdenboschnl

    Lanjut Yuk!… jalan jalan keliling Den Bosch, dari pagi sampai malam, kalau lelah pulang dulu ngemil sambil memulihkan stamina, sudah segar dan capenya hilang ntar jalan lagi dehh πŸ˜€

    suasana Cityhall s'-Hertogenbosch malam hari
    suasana Cityhall s’-Hertogenbosch malam hari

     

    mejeng di Cityhall
    mejeng di Cityhall

    Den Bosch memiliki professional football club, yakni FC Den Bosch (first club of Dutch international player Ruud van Nistelrooy) dan juga menjadi tempat field hockey club HC Den Bosch, basketball team EiffelTowers Den Bosch. Pantas saja teman saya tersebut sangat menggilai olahraga hockey dan dia tergabung dalam salah satu team hockey disana.

    Angin kencang bikin rambut berantakan, hiksss
    Angin kencang bikin rambut berantakan, hiksss

    Stasiun ‘s-Hertogenbosch dibuka pada 1 November 1863 dan terletak di Staatslijn H (Utrecht – Boxtel) dan Brabantselijn (Nijmegen – Tilburg). Pengoperasian stasiunnya ditangani oleh Nederlandse Spoorwegen.

    Cerita dari s'-Hertogenbosch Belanda
    Perron_Station_Den_Bosch

    Dibawah ini adalah tempat – tempat yang bisa dicapai dari stasiun ‘s-Hertogenbosch:
    Utrecht, Amsterdam, Zaandam, Alkmaar, Eindhoven, Roermond, Sittard, Heerlen, Maastricht, Amsterdam Airport Schiphol, Zwolle, Deventer, Zutphen, Arnhem, Nijmegen, Tilburg, Breda, Roosendaal dan Oss..

    Gold Dragon, symbol of s'-Hertogenbosch
    Gold Dragon, symbol of s’-Hertogenbosch

    Tanggal 9 September 2009 sore kembali ke Breda ke rumah ka Ester, naik kereta sendiri, turun dari kereta lanjut naik bus satu kali, walau agak takut, saya beranikan diri ajalah dan sempat muter muter karena naik bus dengan nomer yang salah, akhirnya sampai juga πŸ˜‰ .

     

    Baca juga:
    β€’ Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam
    β€’ Liburan ke Negeri van Oranje

  • Kincir Angin Belanda lanjutan Host family

    Kincir Angin Belanda lanjutan Host family

    Kincir Angin Belanda lanjutan Host family

    3. Host family di S’-Hertogenbosch

    Tempat ketiga yang menjadi tempat saya menginap selama di Belanda adalah kota S’-Hertogenbosch, singkatnya orang orang menyebutnya Den Bosch, jika dilihat dari jadwal perjalanan saya dan dihitung hitung maka saya berada empat hari disana, namun tidak full empat hari karena saya lebih sering bolak balik antara Breda, Helmond dan Den Bosch yang tentunya menguras kantong untuk tiket bolak balik dengan kereta hehe πŸ˜€

    Jadwal Liburan Belanda 2009. Kincir Angin Belanda lanjutan Host family
    Jadwal Liburan Belanda 2009

     

    Saya akan cerita mengenai Den Bosch belakangan ya, karena sebelum pergi ke Den Bosch saya dan teman saya pergi jalan jalan dulu ke tempat lain ;-).

    Di Den Bosch ada seorang teman inisialnya LM yang menjadi guide selama beberapa hari saya bersamanya,. Karena saya baru pertama kali ke luar negeri (LN) jadi belum berani berpetualang sendiri maka saya meminta teman saya tersebut untuk menjemput saya di Breda pada 7 September 2009.

    Saya telah bersiap diri untuk dijemput, semua barang barang yang diperlukan selama menginap di Den Bosch sudah saya persiapkan hari sebelumnya supaya teman saya tidak menunggu lama πŸ˜‰ . Pagi itu LM datang datang sambil membawa seikat bunga mawar (kali kedua dalam hidup saya dapat bunga dari pria, yang pertama waktu ultah ke 25 πŸ˜€ )

     

    Hari itu pertama kalinya saya pergi lebih jauh keluar Breda, jadi bersemangat euy! πŸ˜€ .
    Kami berjalan kaki sedikit ke halte bus, menunggu bus tujuan stasiun kereta, sebelumnya saya diberikan semacam tiket berlangganan ( Strippenkaart ) oleh ka Ester yang bisa digunakan di bus, jadi saya tinggal menunjukkan kartunya nanti akan diberi cap oleh supirnya, jumlah cap yang diberikan berdasarkan jaraknya, ke stasiun kereta tidaklah terlalu jauh, kalau tidak salah di kasih 2 atau 3 cap. Jadi tidak perlu bayar lagi ketika di dalam bus, namun kalau tidak mempunyai Strippenkaart, maka penumpang langsung beli karcis di supirnya.

    strippenkaart. Karcis bus di Belanda
    strippenkaart. Karcis bus di Belanda

     

    Selama saya di Belanda kalau naik bus belum pernah lihat ada kenek bus he-he-he jadi untuk urusan pembayaran bus langsung ke supirnya.

    Sampailah kami di stasiun kereta β€œBreda”

    Stasiun Kereta di Breda Belanda
    Breda_station en.wikipedia.org

    Ceritanya nih teman saya dan saya tidak mau langsung ke Den Bosch namun kami ingin terlebih dahulu mengunjungi Kinderdijk, di tempat ini banyak sekali windmill alias kincir angin dalam bahasa Belanda Windmolen yang menjadi seperti maskotnya Belanda selain bunga tulip πŸ˜€ .

    Dari stasiun Breda, kami membeli karcis kereta tujuan Rotterdam, nanti dari Rotterdam naik bus lagi untuk sampai ke Kinderdijk, lalu setelah dari Kinderjik akan pulang ke tempat teman saya di Den Bosch.

    Tiket tujuan Breda Rotterdam Breda seharga 16.10 Euro lalu dari Breda ke Den Bosch 7.80 Euro Hiksss baru nyadar saat ini kalau di rupiahkan mahal juga yaaaa πŸ˜› .

    Tiket Kereta Breda Rotterdam ; Breda - Den Bosch
    Tiket Kereta Breda Rotterdam ; Breda – Den Bosch

     

    Teman saya si LM ini ternyata belum pernah sama sekali ke Kinderdijk walaupun dia asli orang Belanda, ya mungkin sama seperti kalau kita orang Indonesia belum pernah mengunjungi Bali ya hehe .. alhasil setelah sempat nyasar naik turun bus dan bertanya ke beberapa orang, Yippieee!!! sampailah kami di Kinderdijk πŸ˜€ πŸ™‚ . Rasanya belum lengkap kalau ke Belanda tidak ke tempat kincir angin berada hehe.

    Kincir Angin di Kinderdijk (sumber en.wikipedia.org)
    Kincir Angin di Kinderdijk (sumber en.wikipedia.org)

     

    Kinderdijk adalah salah satu tempat yang terkenal dengan kincir anginnya, disini terdapat 19 kincir angin tua (kuno) yang dibangun sekitar tahun 1740, disinilah terdapat jumlah terbesar kincir angin tua di Belanda.

    Kincir angin di Kinderdijk adalah salah satu tujuan wisata terkenal di Belanda, dan pada tahun 1997 oleh UNESCO dimasukan dalam daftar situs peninggalan bersejarah yang dilindungi.

    Selain Kinderdijk daerah lain yang juga terdapat kincir angin antara lain di : Drenthe, Friesland, Gelderland, Groningen, Limburg, Noord Brabant, Noord Holland dan Overijssel.

    Di Belanda kincir angin memegang peranan penting yakni sebagai alat untuk mengalihkan dan membendung air, juga untuk menangkap dan mengalihkan banyak angin. Dengan adanya perkembangan teknologi kini kincir angin pun fungsinya lebih berkembang antara lain digunakan sebagai salah pembantu dalam bidang pertanian dan industri.

    Waktu saya berada di Kinderdijk daerah tersebut sedang sepi dari pengunjung, kami sampai sekitar jam 4 atau 5 sore dan matahari bersinar sangat cerah, menurut saya rasanya sih panas he-he-he makanya saya juga agak malas berjalan jauh untuk berfoto ria, ditambah dengan sepatu boot yang saya gunakan yang bikin komplit deh cape dan pegelnya.

     

    Baca juga:
    Cerita dari s’-Hertogenbosch Belanda
    Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda

  • Host Family in Helmond Belanda

    Host Family in Helmond Belanda

    Host Family in Helmond Belanda – lanjutan Host family

    2. ::: Helmond :::

    Helmond adalah sebuah kota di provinsi Brabant Utara di selatan Belanda. Terletak di sepanjang Sungai Aa dan Zuid-Willems timur Canal Eindhoven. Brabant Utara adalah sebuah provinsi besar Belanda, terletak di bagian selatan negara, berbatasan dengan Belgia di selatan, Sungai Meuse di utara, Limburg di timur dan Zeeland di barat, pusat diposisikan antara kota-kota pelabuhan Rotterdam dan Antwerpen dan kawasan Ruhr Jerman.

    Helmond adalah sekitar 128 km dari Amsterdam dan Amsterdam Airport (Schiphol). bandara Amsterdam Schiphol (http://www.schiphol.nl) adalah ‘bandara internasional utama dan tersibuk ketiga di Eropa.

    Seminggu setelah saya berada di Breda, barulah saya bertemu dengan ka Ephie. Senin itu pada sore hari 14 September 2009 saya dijemput di Breda (rumahnya ka Ester). Hari itu adalah kali pertama kami bertemu secara tatap muka langsung, sebelumnya kami hanya berkomunikasi via telp atau internet.

    Dari ka Ephie lah saya mendapatkan invitation letter atau surat undangan sehingga saya bisa berkunjung ke Belanda (*mauliate godang sista ;-)) .

    Ceritaku menginap di Helmond Belanda
    Ka Ephie yang jadi sponsor visaku. Akhirnya bisa jalan-jalan ke Eropa pertama kalinya

    Alamaaakk .. banyak kali bawaanku dari Breda ke Helmond, padahal hanya akan menginap seminggu saja :D. Mulai dari koper kecil isi beberapa potong pakaian, kosmetik dan hand bag ku besar pula πŸ˜› ditambah dua kantong plastik ku tenteng di tangan kiri dan kanan. Plastiknya berisi pesanan ka Rina (adiknya ka Ephie) yakni kwetiau goreng (beli matang dari Jakarta ketika hari β€œH” terbang), sayur daun singkong masih mentah. Keduanya tersimpan dengan baik di freezer ka Ester di Breda ;-). Ada lagi serenceng bumbu masak Royk*, bumbu rendang .. trusss karena hari itu ka Ester di Breda masak bubur ketan hitam dan disuruh bawa juga, ya sudah ku bawalah ke Helmond πŸ˜€ πŸ™‚ .

    Di Breda kami mampir dulu ke supermarket untuk beli sesuatu daging atau ayam (*sedikit lupa he-he-he) Duuhh sepanjang jalan ka Ephie ko sepertinya kuatir sekali menceritakan kalau kami sudah telat kembali ke Helmond, katanya ka Rina sudah kelaparan, marah-marah nantinya karena telat makan, jadi sedikit takutt juga nih mungkin wajahnya ka Rina menakutkan ya? he-he-he

    Sampailah kami di apartemen ka Ephie di Helmond, disana sudah menunggu ka Rina, suami dan putranya Nico .. ka Rina lagi sibuk masak, dan dia baik dan ramah kali πŸ˜‰ .. mengobrol lah kami dalam bahasa Batak ku yang terbatas sambil kami masak, daun singkong yang ku bawa ku haluskan dengan blender dan dimasak dengan santan (*daun singkong tumbuk adalah makanan khas Batak), dan ka Rina katanya sudah lamaaa sekali tidak makan sayur tersebut, puaslah saat itu ya ka ;-). Selagi kami makan, Nico anaknya ka Rina komplain gak boleh kami bicara bahasa Indonesia pokoknya harus bahasa Belanda karena kan lagi di Belanda, saya gak bisa tauuuu πŸ˜€ πŸ˜›

    Inilah foto ka Rina, ramah kan wajahnya ;-).

    Host Family in Helmond Belanda
    Ka Rina dan putranya Nico
    Host Family in Helmond Belanda
    Kamarku di rumah si kakak

    Inilah kamar saya selama di Helmond,ada jendelanya jadi bisa lihat-lihat pemandangan keluar tapi kalau mau tidur dan ganti baju hordengnya harus diturunkan, biar kata tinggal di lantai yang tinggi berbahaya juga kalau ada yang punya telescope dan ngintip narsis.com la yaau :D.

    Keesokan harinya, pagi-pagi sekali ka Ephie sudah berangkat ke kantor, saya masih ngantuk berat, jadi lanjut tidurr .. setelah bangun ga berani mandi, dinginnn, memang ada air panas tapi malas nanti sajalah bbrrrr :(.

    Masih pakai baju tidur beberapa lapis dan berkaos kaki juga πŸ˜€ enaknya ngeteh dulu hangatkan badan dan bikin sarapan, apa yang disiapkan semuanya tinggal ambil sendiri di lemari kalau mau dihangatkan tinggal masukkan microwave he-he-he .. Namanya lagi liburan jadi boleh dong sekali-kali makan banyak, lagipula sebelum liburan saya berhasil turunkan 7 kg berat badan, jadi bertambah beberapa kilo tak mengapa kan ;-).

    Inilah menu sarapan saya,

    Menu Sarapanku di Belanda. Host Family in Helmond Belanda
    Menu Sarapanku di Belanda

    gambar sebelah kiri dan disebelah kanan adalah gambar sepiring besar cemilan yang tersedia di ruang tamu ka Ephie, benar-benar mantapp πŸ˜€

    Hari pertama di Helmond ga kemana-mana mau istirahat saja, santai-santai nonton tv sambil ngemil dan baca-baca majalah kalau pas yang bahasa Belanda ya lihat gambarnya saja πŸ˜› .. lalu sekali kali lihat pemandangan keluar jendela.

    Pemandangan Luar Apartemen
    Pemandangan Luar Apartemen

    Inilah tampak luar apartemen tempat ka Ephie ..

    Apartemen Tampak dari Samping
    Apartemen Tampak dari Samping

    Hari ketiga saya di Helmond, pagi-pagi saya izin mau main dulu ke tempat teman saya di Den bosch, besok kembali lagi .. Sudah berani dong naik kereta sendiri.

    Ini Gambar stasiun kereta di Helmond, diluarnya adalah terminal busnya

    Stasiun Kereta Helmond
    Stasiun Kereta Helmond

    Toilet Multifungsi (stasiun kereta Helmond).

    Toilet Multifungsi di Stasiun Kereta Helmond
    Toilet Multifungsi di Stasiun Kereta Helmond

    Selain digunakan untuk orang normal, bisa digunakan bagi penyandang cacat atau yang menggunakan kursi roda, dan untuk para ibu mau ganti popok bayi juga bisa, agar pintu terbuka harus masukkan uang logam dulu 50 cent.

    Entah hari ke berapa saya berada di Helmond, malam harinya saya di ajak ke restoran Italia .. asyikk! Pesan spaghetti πŸ™‚ πŸ™‚ .
    Tapi ini foto lagi siang hari, mau ke restonya melewati jembatan, seperti terlihat pada gambar dibawah ini πŸ˜‰

    Ponte in Helmond, The Netherlands take from google earth
    Ponte in Helmond, The Netherlands take from google earth

    Baca juga:
    β€’ Cerita dari S Hertogenbosch Belanda
    β€’ Wisata Kuliner di Belanda

error: Content is protected !!