Tag: cerita bandara

  • Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air

    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air

    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air. Kamis 2 Oktober 2014 hari itu merupakan hari terakhir mama saya di Jerman. 90 hari sungguh tidak terasa berlalu begitu cepat. Mama menemani saya sebelum melahirkan hingga mengajari saya bagaimana mengurus Benjamin. Tiba saatnya mama harus kembali ke tanah air tercinta bertemu keluarga tercinta, keluarga di Jakarta senang sedangkan saya sedih hiks ๐Ÿ™ .

    Sebenarnya sejak awal mama berada di Jerman, dan saya membayangkan kalau mama hanya tiga bulan saja bersama saya, wah saya langsung sedih dan akan nangis tersedu-sedu. Maka setiap kali pikiran tersebut lewat, saya alihkan dengan membayangkan hal lain yang membuat hati saya bahagia, toh tahun depan mama bisa datang kembali kan yaa. Kalau si mama datang lagi nanti, Benjamin pastinya sudah bisa lari-lari ๐Ÿ˜€ .

    Pada 2 Oktober tersebut saya masuk kursus, saya minta babenya Benjamin beli timbangan koper yang saat itu sedang dijual disalah satu supermarket. Mama sms saya :, โ€œsetelah pulang kursus langsung pulang ya jangan ngelayap ke toko-toko. Koper mama kelebihan 3 kg nih, jadi harus dibongkar atau dikeluarkan beberapa barang, pulanglah cepat supaya ada yang gendong Benjamin duluโ€.

    โ€œYaelah maaakk suruh babenya si Ben aja yang jaga kenapa? pasti main komputer deh dia yaโ€ jawab saya dalam hati saja. Nyatanya saya masih sempat berlari ke salah satu toko tanaman, membeli sesuatu yang saya butuhkan, toh bus saya datangnya 10 menit lagi.

    Tiba di rumah, mama bilang, mama sedih sekali, tidak tahu kenapa ketika mengganti bajunya Benjamin jadi sedih dan menangis. โ€œWajarlah ma, aku aja sudah berhari-hari ini melow melulu, mewek melululah kalau kubayangkan mama akan kembali ke tanah air. Makanya udahlah kita pikirkan yang senang dan bahagia saja yaa, tahun depan mama kan bisa datang lagiโ€ sahutku.

    Tulisan Terkini

    Ketika kami makan siang saya yang berdoa hari itu, dan suara saya tersendat ditenggorakkan dan tidak bisa keluar sangking sedihnya. Bukan hanya saya, mama juga menangis. Hahaha kalau saat ini kami berdua sudah bisa tertawa-tawa ๐Ÿ˜† . Makanya saya baru bisa membuat tulisan ini. 1-2 minggu setelah mama kembali ke tanah air, baru saya menuliskan satu dua kalimat langsung menetes air mata saya, lebih baik saya pending ceritanya hingga perasaan saya sudah normal kembali.

    Di hari terakhir tersebut, mama memandikan Benjamin untuk terakhir kali. โ€œMak mandikanlah Benjamin, terakhir kali mak, nanti kangen loh ma dengan cucu mama tercinta iniโ€ hehehe gaya bujuk rayu saya supaya mama mau memandikan Benjamin.

    Sejak Benjamin lahir hingga hari itu 02 Oktober, tidak pernah saya memandikan Ben. Saya selalu jadi asisten mama atau babenya Benjamin saat Ben dimandikan. Kalau ada mereka berdua kenapa saya harus turun tangan toh hehe. Sejak mama di tanah air, sayalah yang paling sering memandikan Ben.

    Slideshow foto-foto Opung dan Benjamin

    Pesawat mama LH782 berangkat 21:30 ; boarding time 20:45 . Saya sudah lakukan online check-in 24 jam sebelum keberangkatan, jadi boarding pass sudah keluar dan saya print lalu berikan ke mama.

    Benjamin sudah siap Mengantar opung ke Bandara
    Benjamin sudah siap Mengantar opung ke Bandara

     

    Niatnya kami akan berangkat jam 17.30 dan molor hingga hampir jam 18.30 salahkan saya hehe babenya Ben sih sudah mulai ngomel ๐Ÿ˜ณ . Saya PD saja dua jam lebih cukuplah sampai ke bandara Frankfurt, toh biasanya butuh waktu tidak sampai 1,5 jam.

    Ternyata di beberapa tempat macet gilaa, mobil tidak benar-benar berhenti sih, tapi kalau cuma bisa melaju di kecepatan 50 km di jalan tol, ya jadi ketar-ketir juga, takut telatt. Awalnya kami masih ngobrol-ngobrol, lalu jadi hening karena deg-deg an mikirin bisa sampai tepat waktu ga ya ๐Ÿ˜ฅ .

    Puji Tuhan! tiba di bandara jam 8 malam. Boarding time 20 :45 dan jadwal pesawatnya berangkat 21:30. Saya deg-deg an lagi tuh, โ€œjangan-jangan counter chek-in buat serahkan koper antriannya panjangโ€ . Puji Tuhan lagi, ternyata counter check-in nya banyak ko, jadi penumpang tidak perlu antri lama.

    Diparkiran Bandara Frankfurt. 02 Oktober 2014 jam 8 malam
    Diparkiran Bandara Frankfurt. 02 Oktober 2014 jam 8 malam

     

    Model baru nih, jadi tidak ada petugasnya. Penumpang tinggal mendatangi mesin check-in, taruh koper diatas timbangan/ban berjalan, scan tiketnya ke mesin. Kalau berat koper tidak lebih beratnya akan keluar kertas laporan bagasi. Koper kecil untuk dibawa ke kabin tidak perlu ditimbang, karena pas babenya Benjamin taruh koper besar dan kecil, mesinnya tidak bereaksi ya artinya bawaan mama melewati berat yang diizinkan.

    Counter Check in otomatis tanpa petugas, tinggal taruh kopernya kalau berat tidak lebih akan keluar struk informasi, koper akan berjalan masuk
    Counter Check in otomatis tanpa petugas, tinggal taruh kopernya kalau berat tidak lebih akan keluar struk informasi, koper akan berjalan masuk

     

    Malam hari sebelum keberangkatan, ketika saya lakukan online check-in, saya coba minta (apply) supaya ada petugas yang menemani mama istilahnya special service. Soalnya mama saya kan hanya bisa bahasa Indonesia, saya kuatir mama nyasar menuju ke pesawatnya. Jadi ada beberapa pilihan, saya pilih option mama tidak bisa berjalan jauh sekali. Ujung-ujungnya keluar informasi supaya bawa kursi roda sendiri hahaha. Saya pikir ya sudahlah, saya toh cuma butuh petugasnya untuk menemani mama sampai ke pesawat.

    Pas mau masuk, ternyata kata petugasnya disuruh tanyain di lantai bawah. Babenya Ben lambreta pula, dan balik membawa kabar tidak baik. Katanya special service begitu harus bayar dan harus daftar ulang lagi. Yaelah beneran bikin kesal deh, wong di email yang saya terima tidak ada informasi yang menyatakan harus bayar ko.

    Daripada berdebat lagi, waktu semakin mepet untuk boarding, maka mama sudah mantap masuk tanpa pengawal. Saya bilang ke mama โ€œsetelah lewat pemeriksaan imigrasi lalu cari pintu Z52 ya maaaโ€. Kami masih bisa melihat mama sudah melalui loket imigrasi. Tahu ga sih si Mama loket imigrasinya pilih yang buat warga EU (Uni Eropa) hahaha. Mama pastinya tidak mengerti sih, yang penting sudah lolos dan petugas sudah cap paspor mama ๐Ÿ˜‰ . Saya pesan ke mama kalau sudah diruang tunggu sms atau miss call saya, nanti saya telp mama buat ngobrol dulu sebelum masuk pesawat.

     

    Sebelum mama lewat gerbang perpisahan, gerbang dimana mama menuju ke loket imigrasi dan kami hanya bisa memandangi saja. Saat itu saya melihat ternyata ada seorang ibu asia juga yang akan pergi seorang diri. Si ibu diantar anak perempuannya dan menantunya bule. Saya curi-curi pandang sambil mikir apakah dia orang Indonesia?.

    Setelah mama saya berlalu, si wanita menghampiri saya dan bertanya apakah saya dari Filipin?. Heran setiap kali bertemu orang asia tidak ada satupun yang menebak saya orang Indonesia, apakah orang Indonesia sangat sedikit ya di Jerman sini ? ๐Ÿ˜€ . Saya selalu dikira orang Filipina atau dari Thailand.

     

    Mama sudah diruang tunggu (saya telp mama) :
    Mama : โ€œkamu gimana sih Linnnn katanya pintu Z5, capeee mama jalan jauhhh sekali, tanya-tanya petugas dimana Z5, ditunjukin jauhh sekali. Lalu karena tidak ketemu, mama tunjukkinlah tiket mama, dibilang petugas pintunya Z52 dan petugasnya sambil nunjuk-nunjuk jam โ€. (Pasti maksud petugasnya cepat sudah harus masuk ruang tunggu) .

    Saya : โ€œMamiii aku kan bilangnya pintu Z52, bukan Z5. Aku bilang dua kali loh!โ€ sahut saya dengan nada pengen nangis dan ketawa โ€.

    Jadi pelajaran nih, berikutnya mama harus diajarin baca tiket, kalau perlu digaris bawahi no pintu dan no bangku pesawat.

    Mama sudah dalam pesawat (saya telp mama):
    Mama (bicara sambil ngos-ngos an) : โ€œkamu gimana sih Linnnn* bangkunya ko dipilih paling ujung pesawat, paling belakang ini, jauuhh masuknya. Mentok tidak ada bangku lainnya dibelakang. Ampunnn dah di ekor pesawatโ€.

    Saya (bengong sesaat) : โ€œMaaa semalam kan mama disampingku waktu kita pilih no bangku pesawat mama. 26C tuh 1 bangku dekat pintu pesawat. Pintu tengah. Mama masuk dari pintu mana??? โ€.

    Mama : โ€œmasuk lewat pintu depan, ngikutin orang-orangโ€.

    Saya: โ€œyaelahhh makkk, kan sudah dikasih tahu masuk lewat pintu tengahโ€.

    Mama : โ€œeh tunggu, ternyata masih banyak bangku dibelakang mama ko. Kirain paling ujung di ekor pesawat โ€. (Mungkin ada semacam tembok pemisah jadi mama kira dia paling belakang)

    Saya : โ€œYa iyalah kan semalam kita sudah lihat denah bangku pesawatnya. Bangku mama di bagian tengah pesawat ko, dekat pintu tengah. Duduk di pinggir jalan, supaya mudah kalau mau ke luar, misalnya ke toilet kan tidak perlu permisi ke orang disebelah. Pokoknya sudah aku pilihkan yang terbaiklah โ€.

    Mama : โ€œduuuuhh mandi keringat nih Linnnn*, jaket kulit si Andre** mama pakai kan karena berat sekali tidak bisa masuk koper lagi. Trus tadi mama minum air setengah liter. Mama lupa minum air yang bawa dari rumahmu, tadinya mau minum dijalan. Lupaaa, eh pas pemeriksaan, ditahan petugas, dikeluarkan botol minum tupperware. Disuruh buang, mama ga mau, rugi bener, mahal tupperware!. Trus disuruh minum airnya, karena tidak boleh buang airnya saja โ€.

    Saya : membayangkan petugas bicara dalam bahasa Jerman atau Inggris dan mama jawabnya bagaimana? Ini bikin saya ngakak makkk.

    Mama : โ€œtrus itu lagi, hp jadul mama, ampunn dah! tadi mama dibawa ke kantor petugas karena hp jadul tersebut kan tidak ada sim cardnya โ€.

    Saya : mungkin dianggap sebagai alat pematik bom kali ya hehehe. Makanya lain kali kalau ada hp tanpa sim card, masukkan ke koper besar saja.

    Mama : โ€œsudah dululah telpnya ya, mama cape banget, mandi keringat nih. Pulanglah kalian, nanti mahal bayar parkir bandaraโ€ .

    Saya : โ€œYaelah mama, masih sempatnya mikirin mahal parkiran hahaha. Yang penting mama sudah duduk dalam pesawat ya, aku tenang ma, bisa pulangโ€.

    *Nama saya Nella, tapi dikeluarga, nama panggilan saya Linang.
    **Andre adik saya paling kecil.

     

    Ketika mama transit di KL, mama telp saya. Hanya hampir 1,5 menit telp dengan no. Jerman ke hp saya kena 6 euro (sekitar rp.96.000) ya iyalah roaming memang mahal sekali. No hp Jerman mama hingga saat ini sudah sebulan lebih masih aktif. Lumayan saya bisa ngirit sms an ke mama, kena Rp.800 kalau dirupiahkan. Kalau mama sms saya dari simpati ke no Jerman, mama kena Rp.600.

    “Grandmother โ€” a wonderful mother with lots of practice”. ~Author Unknown

     

    Baca juga:
    โ€ข Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
    โ€ข Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    โ€ข Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku

  • Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping

    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping

    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping ini sebenarnya sudah basi, karena mama saya sudah berada di tanah air kembali. Saya berpikir ulang walau basi, mungkin saja ada yang memerlukan pengalaman mama saya kan yaa ๐Ÿ˜€ .

    Mama saya usia 58 tahun, pergi tanpa pendamping. Tujuan Jerman (bandara Frankfurt Am Main). Hanya bisa Bahasa Indonesia.

    Tiket mama sudah dibeli sejak akhir Januari 2014, rencana keberangkatan 5 Juli 2014. Mama datang dalam rangka saya mau lahiran, jadi supaya ada yang bantuin saya. Sebenarnya nekad ya beli tiket padahal visa belum diurus, kalau visa ditolak bagaimana? ๐Ÿ˜› .

    Bulan Januari sedang ada promo tiket Lufthansa, saya bilang ke Frank nanti dululah saya pikir-pikir dulu. Nah tuh kelamaan mikir seminggu, pas sudah mantap harganya mahal jadi naik. Hari itu tidak pikir panjang lagi langsung beli tiketnya (secara online di web Lufthansa, bayar pakai kartu kredit).

    Berangkat 5 Juli 2014 dari bandara Sukarno Hatta, jam 19 :35 . Terminal 2 untuk keberangkatan luar negeri. Kelas ekonomi bagasi yang diperbolehkan 23 kg, bawaan ke kabin 7 kg. Transit di Kuala Lumpur sekitar 1,5 jam.

    Biasanya Lufthansa transitnya di Singapur, nah sepertinya ada rute baru, jadi tidak lagi transit di Singapura, melainkan di Kuala Lumpur (KL) entahlah kalau sekarang ya. Beruntung juga sih transit di KL kan masih rumpun melayu jadi kalau mama butuh bantuan mungkin masih ada orang yang bisa bahasa Indonesia, ketimbang kalau di Singapur, mama tidak bisa bahasa Inggris.

    Visa mama saya akhirnya keluar juga lap keringat baca Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Saya sempat tidak bisa tidur mikirin tuh visa ko lama keluarnya. Akhirnya 9 hari sebelum keberangkatan visa diambil mama. Soalnya tiket sudah dibeli 6 bulan sebelumnya, kalau ditolak bagaimana nasib tiketnya? kalau disetujui kira-kira apakah 90 hari yang diminta disetujui? hanya punya waktu kurang dari 2 minggu untuk ubah tanggal keberangkatan kalau misal durasi tinggal di Jerman tidak sesuai permintaan. Puji Tuhan lancar, sesuai tanggal yang kami minta masa berlaku visa 90 hari (5 Juli sampai 2 Oktober 2014).

    24 jam sebelum keberangkatan saya lakukan online check-in jadi boarding pass mama sudah keluar, lalu saya email ke adik saya di Jakarta minta diprint dan kasih mama. Online check-in begini bisa menyingkat waktu, jadi tidak harus 2 jam sebelumnya check-in di bandara. Saya juga pilihkan (ubah) nomer bangku mama. Sebenarnya di tiket sudah tertera nomer bangku, namun kalau kita mau ganti masih bisa ketika online check-in. Saya pilih bangku yang dipinggir jalan, jadi mama mudah kalau mau keluar (misal ke toilet), kalau pas dapat bangku di tengah, repot minta permisi ke penumpang disebelah, apalagi kalau disampingnya bule halahh mama hanya bisa bahasa Indonesia.

    Hari H mama diantar kedua adik saya Roy dan Andre. Andre pakai baju seragam kantor (BUMN) karena dia minta izin petugas, akan masuk bantuin mama angkat koper sampai counter check-in. Sebenarnya pengantar dilarang ikut masuk, tapi coba pikir bagaimana mamaku harus angkat koper 25 kg dua kali? ๐Ÿ™ .

    Repot ya bandara di Jakarta ini, masa pengantar tidak bisa ikut sampai meja check-in?. Bayangkan mereka yang sepuh (lanjut usia) kalau pergi seorang diri. Harus 2 kali angkat koper yang berat. Pertama pas masuk ruangan check-in, angkat koper ke ban berjalan, lalu angkat koper kedua kali di counter check in.

    Saya saja yang masih muda (ceilehh muda ๐Ÿ˜› ) waktu pertama kali ke LN rasanya tulang remuk mengangkat koper lebih dari 20 kg seorang diri. Mau berlibur ko malah remuk tulang ๐Ÿ˜ฅ .

    Semoga kalau ada petugas bandara Soetta bandara tulisan saya ini. Mohon diubah sistem dibandara dong, supaya penumpang bisa diantar hingga ke counter check-in, atau paling tidak ada petugas yang bertugas angkat-angkat koper penumpang hingga ke meja check-in. Buat apa itu pajak Bandara Rp. 150.000??? kalau kenyataannya pelayanannya mengecewakan?.

    Di Eropa (Swiss, Belanda, Jerman saya baru pengalaman di sini) semua orang bebas berlalu lalang hingga ke counter check in. Toh nantinya ada loket/bagian imigrasi yang harus dilalui penumpang. Nah pengantar stop sampai di situ.

    Perlu diketahui ya, maskapai Lufthansa ini super ketat mengenai berat bawaan penumpang. Di tiket ditulis 23 kg (ekonomi) harus 23 kg tidak boleh lebih dan harus 1 koper. Bawaan ke kabin 7 kg. Kalau ada tentengan lain ke kabin silakan saja boleh ko, asal siap-siap repot nenteng ๐Ÿ˜› .

    Koper mama 25 kg, setahu saya kalau dari Jakarta masih agak longgar, dikasih lebih, namun kalau berangkat dari Jerman jangan harap dikasih lebih, tidak boleh lebih sedikitpun. Pengalaman kedua sahabatku Maria dan Gini Oktober 2012 mau kembali ke tanah air, total kelebihan koper mereka berdua 24 kg. Jadi mereka 3 kali bongkar koper di bandara, mengeluarkan banyak barang supaya koper benar-benar pas 23 kg per orang. Makanya kalau jalan-jalan belanjanya jangan kalap ye ๐Ÿ˜› . Hari itu Frank dan saya pulang dari bandara membawa banyak sekali barang-barang Maria dan Gini.

    Lanjut ke ceritanya mama (masih panjang nih, ambil kopi dulu gih atau cemilan hehe).

    Mama transit di KL selama 1,5 jam. Pesawat dari Jakarta hinga ke Jerman sama LH783 . Mama cerita, penumpang harus keluar dari pesawar dan membawa semua barang bawan dari kabin. Pengalaman saya dulu terbang dengan Malaysia air, transit di KL tidak turun ko. Ada penumpang turun ya silakan turun, ada yang naik ya ditunggui naik, yang mau lanjut ya tidak perlu turun, santai saja didalam pesawat.

    Ribet ya si Lufthansa, ngerepotin orang saja. Katanya sih pesawatnya mau dibersihkan. Lah memang pas di Jakarta tidak dibersihkan tuh pesawat?.

    Di jadwal mama tertera akan sampai bandara Frankfurt jam 06 :40 waktu Jerman tanggal 6 Juli. Jadi sehari ya naik pesawat hehe. Berangkat 5 Juli tibanya 6 Juli. Tepatnya terbang 14 jam, tepos dah pantat, panass ๐Ÿ˜› . Kalau bisa bahasa Inggris asyik bisa nonton tv di depan bangku. Lah mama manyun deh, mikirin yang indah-indah aja kali ya pas sampai Jerman mau ngapain ๐Ÿ˜‰ .

    6 Juli 2014 mama melangkahkan kaki di bandara Frankfurt untuk kedua kalinya. Pertama kali tahun 2012 mama datang ketika pemberkatan pernikahan saya datang bersama bapak dan adik saya Roy. Waktu itu bersama bapak dan adik saya datang menggunakan maskapai Qatar, jadi transitnya di timur tengah. Berhubung 2014 ini mama datang seorang diri saya tidak berani pilih maskapai timur tengah karena transitnya sangat amat merepotkan. Turun dari pesawat harus naik bus dan mencari counter check-in berikutnya pusing ๐Ÿ™ . Selain itu biasannya transit dengan maskapai timur tengah tuh lama sekali, saya dulu pernah 5 jam transitnya.

    Saya sudah pesan ke mama โ€œbegitu orang-orang mulai keluar pesawat, harus ikutan ya, jangan pakai tunggu-tunggu. Pokoknya ikutan orang satu pesawat sampai lewat imigrasi dan ambil koper. Jangan ke toilet, jalan harus cepat ya. Coba kenali beberapa orang, syukur-syukur ada orang Indonesia jadi kan ada temannyaโ€.

    Mama bilang tidak ada orang Indonesia, bule semua. Ah mama masah sih? ๐Ÿ˜› . Pramugari pramugara Lufthansa bule juga bisa bahasa Indonesia.

    Mama tercinta saya bekali surat sakti dalam bahasa Jerman dan Inggris.

    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Catatan kecil ini berguna buat mama ketika di Bandara, karena mama hanya bisa Bahasa Indonesia, kalau ada yg tanya-tanya tinggal sodori kertas ini

     

    Setiap ada penumpang yang keluar saya perhatikan โ€œini si mama nyasar kemana yaa ko tidak juga keluar?โ€.

    Menunggu dan menunggu .. terus menunggu mama tercinta โ€ฆ

    Dari kejauhan saya melihat mama keluar, mendorong troley besar. Walahh dan bawaannya banyak banget. โ€œ.. makkk makkkโ€ saya panggil-panggil tidak mendengar, terus saja si mama berjalan cepat mendorong troleynya. Akhirnya Frank yang mengejar, saya berdiri dan ikutan berlari kecil (saat itu saya hamil besar, sudah hari-hari menjelang lahiran).
    Langsung kupeluk si mama. Mata saya berkaca-kaca, antara kangen dua tahun tidak bertemu dan kasihan sekaligus pengen marah โ€œmaaakkk bawaannya ko banyak sekali. Bagaimana bawa seorang diri?. Sudah dibilang jangan bawa tentengan banyak!โ€. Gilee yaa ngomel-ngomellah saya dibandara hahaha.

    Jadi mama saya membawa satu koper besar, satu koper kecil yang dibawa ke kabin lalu tas punggung, masih ada plastik isi satu set bantal bayi untuk Benjamin dan jaket mama.

    Kalau koper besar pastinya masuk bagasi, jadi yang tentengan kecil-kecil itu yang bikin repot. Mana pas transit harus dibawa keluar pesawat. Mama bilang dia tidak berani naik tangga jalan karena tentengannya banyak takut jatuh, jadi naik tanggalah dia. Padahal tangga di bandara tuh tinggi banget ๐Ÿ™ .

    Ibu dan menantu bule. Sudah 2 kali mama mendarat di Jerman. 5 Juli 2014
    Berfoto dululah mak ya supaya ada kenang-kenangan, sudah 2 kali mendarat di Jerman. 5 Juli 2014

     

    Sambil mencari jalan keluar, ngobrol-ngobrolah saya dengan mama. Frank yang mendorong troley mama. Mulailah saya introgasi si mama hahaha saya tanya-tanya bagaimana perjalanan mulai dari Jakarta, pas transit dan pas mendarat di Jerman.

    Mama cerita:
    โ€ข Di bandara Frankfurt, mama bilang nyasarlah dia. Katanya โ€œmama sudah ngikutin orang-orang sepesawat keluar pesawat. Lah ko orang-orangnya kocar kacir ke segala arahโ€ hahaha. Nanya ke orang dibilang kesana, nanya ke orang lain lagi ditunjukkin ke sana tuh.
    โ€ข Akhirnya ketemu loket imigrasi. tepok jidat dulu petugasnya menghambat langkah mama, coba yaa itu surat sakti dari saya pakai diteliti dulu, diperiksa kalimat-kalimatnya dan di koreksi penulisan huruf besar kecilnya. Ampuuunn dah bapak imigrasinya lagi tidak ada kerjaan kali ya?. Wong yang teks Jerman sudah dikoreksi Frank loh. Frank bilang โ€œkenapa yang teks Englishnya tidak dikoreksi sekalian?โ€ ๐Ÿ˜› . Sayangnya kertasnya entah keselip dimana, tadinya saya mau scan hahaha.

    โ€ข Begitu mama keluar loket imigrasi jadi sekelilingnya sudah sepi, sudah sunyi senyap tidak ada lagi penumpang dilihat mama. Anehnya kenapa pula sih mama tidak sms saya, sms sayapun tidak dibalas. Padahal Frank dan saya sudah lama menunggu diluar โ€œko mama tidak keluar juga, banyak sekali penumpang sudah pada lewatโ€. Penumpang Lufthansa punya pintu keluar khusus.
    โ€ข Mama mau cari tempat ambil koper. Dia tanya-tanya orang (petugas) dengan menyodorkan surat sakti dari saya. Mama tiba di bagian pemeriksaan. Lah ini saya bingung dengan cerita mama, kalau lewat pemeriksaan kan yang mau berangkat ke LN ya, klo mau keluar sih tidak ada pemeriksaan lagi. Bawaan di taruh di ban berjalan, mama melewati metal detektor, tuh alat bunyi-bunyi melulu, ternyata mama ngantongin logam 2 euro ๐Ÿ˜› . Sama petugas mama diminta keluarkan isi money belt, petugasnya sambil ketawa-ketawa bilang โ€œmone .. money .. moneyโ€. Mama tidak bawa banyak uang cash ko, kalau tidak salah hanya sekitar 800 euro. Petugasnya tidak menghitung jumlah duitnya mama hanya dilihat saja. Ada aturannya sih kalau bawa banyak cash harus lapor.

    โ€ข Setelah tanya-tanya orang lagi, akhirnya mama sampai di tempat ambil koper, yang mana karena sih mama sudah lama sekali dalam bandara, jadi tuh koper mama sudah dipinggirin, jadi mama tinggal ambil sambil tunjukkin tiket ke petugasnya. Kata mama ada satu koper lain yang sudah dipinggirin, jangan-jangan pemiliknya nyasar juga ๐Ÿ˜› .
    โ€ข Mama tidak mungkin angkat koper besar dong ya. Mama sudah tahu harus sewa troley. Jadi sebelum berangkat sudah saya bilang โ€œjangan lupa bawa logam 2 euro untuk ambil troleyโ€. Nah mata mama sudah tidak jelas lagi. Didepan mesin mau masukkan logam 2 euro, mama tidak jelas lihat lobang di mesinnya. Pas ada seorang bapak mau ambil troley juga, si mama kasih uang logamnya sambil tunjuk ke mesin, jadi si bapak mengerti mama mau ambil troley. Jadi ya body language berguna ko kalau bepergian kita tidak tahu bahasa setempat ๐Ÿ˜‰ .

    Setelah bertemu Frank dan saya, dan kami sudah dekat parkiran maka troley akan kami kembalikan. Dorong troleynya ke tempatnya, nanti logam 2 euronya akan keluar dari mesin, kita ambil deh.

    Peminjaman troley di Bandara Frankfurt. 1 troley masukkan logam 2 euro
    Peminjaman troley di Bandara Frankfurt. 1 troley masukkan logam 2 euro

     

    Setelah itu bayar parkir. Tarif parkir bandara tuh emang gila-gilaan deh. Hampir 2 jam nih kena 9 euro (sekitar rp. 139.000 ) .

    Cerita baliknya ke tanah air bagaimana? tidak kalah serunya ๐Ÿ˜† Huahaha. Misalnya sudah tahu kan bepergian dengan pesawat dilarang membawa cairan. Nah mama lupa minum air putih bawa dari rumah saya. Ketika di bagian pemeriksaan, mama tidak rela botol minum tupperwarenya disuruh petugas buang ke tong sampah โ€œmahal boโ€ ๐Ÿ˜€ . Tidak boleh hanya buang isinya. Jadi di depan petugas mama minum hampir setengah liter air putih ๐Ÿ˜› .

    Baca juga:
    โ€ข Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    โ€ข Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
    โ€ข Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku

  • Megahnya Dubai International Airport

    Megahnya Dubai International Airport

    Megahnya Dubai International Airport. Setelah sekitar enam jam terbang terbang dari Jakarta, maka transitlah pesawat Emirates di bandara Internasional Dubai (Uni Emirate Arab). Kami mendarat pukul 06.30 waktu setempat dan akan berada di bandara ini sekitar 3,5 jam lalu berganti pesawat untuk penerbangan berikutnya. Jakarta dan Dubai beda 3 jam, dimana Dubai lebih lambat. Turun dari pesawat sudah ada dua bus besar yang menanti untuk mengantar kami ke lobby bandara.

    Turun dari bus, bagi penumpang yang akan melanjutkan penerbangan harus melewati pemeriksaan khusus (detail). Bagi pengguna sepatu boot dan jaket siap-siap disuruh lepas ya.

    Selesai pemeriksaan, maka kami bebas mengisi waktu luang sampai penerbangan berikutnya. Oh ya untuk awalnya sebaiknya ikuti orang-orang satu pesawat kalau tidak mau nyasar, karena bandara ini amat sangat luas. Mari kita ikuti orang-orang, Ooo mereka naik lift (besar sekali!). Keluar dari lift, bagi Anda yang baru pertama kali menjejakkan kaki di bandara ini akan berdecak kagum. Bandaranya luas bangett, baguss, terkesan mewah dan elegan, dengan jejeran toko-toko, resto dan shopping mall.

    Dubai menjadi tempat transit utama untuk penerbangan Asia โ€“ Eropa, yang saya perhatikan penerbangan yang mendapat tempat utama adalah Emirates Airlines, maskapai ini transitnya khusus di terminal 3. Menjadi salah satu terminal tersibuk di dunia, termasuk kategori tersibuk wilayah shopping mallnya juga kali ya he-he-he. Bandara Dubai memiliki 4 terminal, untuk Terminal 3 dibangun tahun 2004.

    Setiap tahunnya terminal 3 ini menampung kurang lebih 60 juta penumpang. Baru kali itu 21 Januari 2011 saya lihat orang-orang sibuk berbelanja di airport. Ya tentunya mereka (penggila belanja) memanfaatkan fasilitas duty free shop yang tersedia di bandara. Sampai saat ini Dubai masih banyak melakukan perluasan dan pengembangan bandaranya, sampai berdecak kagum melihat dari atas pesawat ketika akan landing dan take off melihat begitu banyak pengembangan yang dilakukan bandara ini.

    Buat yang berkantong tebal atau sedang beruntung menikmati fasilitas business class atau first class ya tidak perlu pusing-pusing menunggu sampai penerbangan berikutnya, karena kedua kelas tersebut disediakan fasilitas lengkap dan makanan berlimpah. Cuma bisa saya lihat saja ketika saya di Dubai airport he-he-he.

    Nah bagi orang seperti saya (pengguna ekonomi class) mau keluar bandara gak punya visa lokal, maka dari itu yok mari ya menikmati apapun yang tersedia di bandara. Dijamin gak kalah seru loh! :D.

    Yang pertama saya lakukan ketika transit, cari dulu counter check-in untuk penerbangan berikutnya. Dari pengurusan imigrasi ke counter check-in saja memakan waktu kurang lebih 30 menit, kalau sudah tahu lokasi buat check-in Anda bebas berpetualang, namun harus selalu perhatikan jam ya, jangan sampai ketinggalan pesawat ;-).

    Ketika akan kembali ke Indonesia (4 Februari 2011), saya kembali menjejakkan kaki di bandara ini untuk kedua kalinya, sudah lebih paham harus melakukan apa saja dibanding pertama kali. Namun yang kedua kali ini, saya ngantuk berat karena tidak bisa tidur sama sekali di atas pesawat. Alhasil saya tidur kira-kira 1,5 jam an di bandara, untungnya tidak ketinggalan pesawat he-he-he.

     

    Buat yang mau menelepon ke Dubai, misal ke hotel atau rumah di Dubai kode telp negara Dubai adalah 971.

    Sambil tidur, sambil menghayal, โ€œkapan ya bandara kita tercinta bisa seperti yang saya jumpai di negeri orang?โ€

     

    Baca juga: Tersesat di Bandara Zurich

  • Tersesat di Bandara Zurich

    Tersesat di Bandara Zurich

    Tersesat di Bandara Zurich . 21 January 2011 Ketika tiba di Bandara Zurich, I got lost!!! ๐Ÿ˜ฅ .

    Willkommen im Zurich, Selamat datang di Zurich. Tersesat di Bandara Zurich
    Willkommen im Zurich, Selamat datang di Zurich

    Jadi ceritanya ketika pintu pesawat dibuka saya mampir ke toilet dipesawat (gak tahan kebelet 8 jam terbang dari Dubai) pas keluar pesawat lagi-lagi saya mampir ke toilet bandara, saya sibuk bebenah, bersih-bersih diri, cuci muka, bedakan dll, saya lupa nasehat teman saya โ€œBegitu keluar pesawat jangan ke toilet dulu tapi harus ikuti arusโ€, artinya ikuti orang-orang dimana kamu satu pesawat itu melangkah, apa yang mereka lakukan sampai mereka keluar bandara.

    Entah mengapa saat itu saya begitu bodoh lupa nasehat tersebut padahal ketika perjalanan LN saya pertama (Belanda) tahun 2009 saya melakukan nasehat teman saya itu.

    Di toilet ada dua gadis bule melakukan hal yang sama, mereka asyik bebenah sambil asyik ngobrol dengan bahasa yang saya tidak mengerti, lalu mereka keluar dan tinggallah saya seorang diri, saya terus asyik berdandan, padahal 14 jam terbang gak mandi ngapain juga toh dandan? Hahahaha ..

    Singkat cerita, begitu saya keluar toilet โ€œWHATTTT!!!! .. Saya SENDIRIANNN!!! Emakkk!!! Huhuhuhuhu .. kemana nih??? .. ngak ngerti ๐Ÿ™ ๐Ÿ™ .. oke tenang .. jalan lurus dulu โ€ฆ

    Pengen nangis deh!!! Ngak ngerti harus kemana .. oke saya tanya satu petugas katanya naik kereta dulu lalu bla .. bla .. bla .. didalam keretapun cuma ada dua orang termasuk saya! ๐Ÿ™

    Keluar kereta, saya tanya petugas di deretan loket, saya mau ambil bagasi kearah mana ya? Dia bilang kearah sana bla .. bla .. bla .. oke saya ikuti petunjuk si petugas, tetap gak nemu jalan keluar.

    Train in Zurich airport
    Train in Zurich airport

    Jalan lagi, tanya lagi .. naik kereta lagi, jalan lagi .. naik kereta lagi .. kok sama ya tadi sudah dari sini, naik escalator yang sama, gileeee deh .. sebelum naik kereta lagi saya tanya seorang wanita petugas kebersihan, langsung dia bicara dengan nada 5 oktaf โ€œKein English!โ€ dodol.. stupidonya diriku kenapa bertanya dengan petugas tersebut, sekarang di Swiss kebanyakan masyarakat setempat ya tentunya bicara bahasa Jerman atau Swiss Jerman.

    Selama hampir 1,5 jam lebih saya hanya berputar-putar ditempat yang sama! Karena otak ini sudah buntu rasanya :P, lalu saya nyalakan telp genggam saya dengan terpaksa (saya memang ingin matikan telp selama liburan karena kena biaya mahal kalau keasyikan ber-sms-ria) saya smslah sang โ€œkekasihโ€ โ€œHuhuhuhu I got lost in the airport, what should I do here …?โ€

    Saya disuruh cari jalan keluar, bagasi saya sudah ada di bagian โ€œlost and foundโ€ .. satu pertanyaan โ€œdari tadi memang saya mau keluar tapi dari manaaaaa โ€ฆ?

    Eh ada petugas bandara (wanita) itu lagi, tadi saya sudah bertanya dengan dia, masah saya tanya lagi kedia, maluu .. tapi wanita itu ramah banget! Dan dia kelihatannya sudah mau pulang selesai bertugas. Saya bertanya hal yang sama lagi, saya bilang saya masih belum berhasil temukan bagasi saya dan yang sekarang saya ingin lakukan โ€œingin keluar bandara iniโ€ Thanks God wanita tersebut bilang ikuti dia nanti saya diantar ke pintu keluar ..

    Naik kereta lagi, si wanita itu ngobrol sesekali dengan rekan kerja pria. Keluar kereta kami naik escalator, lalu dia bilang (saya pasang kuping baik-baik!!!) lewati loket tersebut untuk pemeriksaan visa dulu setelah itu jalan lurus diluar pintu tersebut tempat pengambilan bagasi dan bagian lost and found juga disebelahnya.

    (Eitttsss dalam hati) sudah beberapa kali (5 kalian ada deh!) lewat loket-loket ini kan tadi, padahal diatas loket juga sudah ada tulisan โ€œPemeriksaan Pasporโ€ dodol pangkat seribu deh diriku huahahahah, tadi kenapa petugas di loket yang pertama kali saya tanya kok gak ngomong harus lewat Pemeriksaan Paspor dulu??? atau saya yang gak mudeng??

    Pemeriksaan visa cepat paling 5 menit ditanya beberapa hal, sempat kecut juga pemeriksaan visa sendirian bisa-bisa kena masalah nih! .. ternyata lancar visa saya di cap, lalu saya keluar, terlihat dua pintu dengan lampu merah dan hijau dibagian atas masing-masing pintu, (saya bicara pada diri saya) โ€œoke masuk lewati pintu yang hijauโ€ (artinya kita tidak perlu melalui pemeriksaan khusus, bagasi tidak bawa barang-barang berbahaya).

    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss
    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss

    Begitu keluar, OMG benarrr inilah tempat yang sejak awal saya mau tuju, ban berjalan tempat bagasi keluar, saat itu lokasi tersebut ya sudah sepi, saya menoleh ke samping, bagian lost and found .. hahahha itu dua koper saya sudah ditaruh diatas trolley, saya hampiri meja pemeriksaan, perlihatkan tiket saya dan saya katakan ke petugas disana itu bagasi saya ๐Ÿ˜‰ .

    Kali ini gak akan nyasar, saya dorong trolley saya, lihat petunjuk โ€œExit Zurichโ€. Wah mau nangis atau tertawa terbahak-bahak menceritakan kebodohanku pas lihat wajah penjemputku ya ๐Ÿ˜‰ .

    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss
    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss

    Moral of the story tersesat di Bandara :
    1. Ketika keluar pesawat HARUS ikuti arus, jangan sok kepedean memisahkan diri, kecuali kalau sudah puluhan kali Anda keluar masuk bandara tersebut.
    2. Cari loket pemeriksaan paspor dulu, setelah di cap, langkah berikutnya.
    3. Ambil bagasi.
    4. Terserah kalau mau ke toilet atau dandan.

    Baca juga: Terkagum akan Megahnya Bandara Dubai

  • Schengen Visa dan Terbang

    Schengen Visa dan Terbang

    Schengen Visa dan Terbang. Tulisan ini baru saya buat ketika beberapa teman saya lagi-lagi menanyakan bagaimana cerita liburan saya. Sepertinya kali ini penyakit โ€œmalasโ€ saya sedikit berkurang, mari kita lihat apakah tulisan ini akan selesai menceritakan sampai hari kepulangan saya ke Indonesia. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ™‚ .

    Schengen Visa dan Terbang
    Tulips at the Keukenhof on 1 May 2015

    Satu hari sebelum keberangkatan โ€ฆ

    Akhirnya terwujud juga liburan ke luar negeri (LN) untuk pertama kali, tolong dicatat โ€œPertama Kaliโ€ so kebayang deh bagaimana ribet, ruwet, bodoh, dan culunnya saya menghadapi semua hal yang akan terjadi. โ€œAhhh mengapa saya masih merasa belum siap, padahal tiket sudah ditangan dan saya punya waktu 3 bulan untuk mempersiapkan perjalanan tersebut, nyatanya sampai hari mau ambil visa saja belum siap. Tidak bisa mundurkan tanggal keberangkatan, tidak bisa dibatalkan lagi pokoknya 4 September 2009 suka atau tidak, siap atau tidak, harus berangkat!!!โ€

    Saya ingin cerita ketika ambil visa..

    Apakah benar visa akan saya terima hari itu? Bagaimana kalau ada hambatan lagi, bagaimana kalau ada hal-hal lain yang menghambat? .. Positive thinking sajalah, konsularnya kan mengatakan 3 September tinggal ambil visa. Mengingat cerita yang seru dibalik proses pengajuan pembuatan visa yang bikin jantungan selama beberapa hari (sudah saya ulas di halaman sebelumnya) so waktu mau ambil visa saya sedikit kuatir.

    Waktu pengambilan visa adalah jam 13.30- 14.30
    Hari itu saya masih masuk kantor setengah hari, setelah pamitan dengan teman-teman termasuk boss pergilah saya ke kedutaan.

    Sebelum masuk ke ruang pengurusan visa, pengunjung akan melewati metal detector kemudian diberikan kartu pengunjung dan kita harus menaruh barang-barang bawaan di dalam loker yang telah disediakan, dan tidak diperbolehkan membawa handphone keruangan pengurusan visa.

    Ambil nomer antrian seperti biasa dan menunggu sampai giliran saya tiba, saya mencoba menenangkan diri saat itu. ๐Ÿ™‚ Kemudian tibalah giliran saya. Saya berikan surat keterangan untuk pengambilan visa dan si konsular mencocokan dengan visa saya, beberapa saat kemudian dia menanyakan asuransi perjalanan saya dannnnnn โ€œmana foto copynya?โ€ si konsular bertanya .. โ€œOMG betapa bodohnya saya kenapa saya bisa lupa, tapi memangnya diperlukan?, sepertinya tidak ada di syarat pembuatan visa kalau harus siapkan copy surat asuransi???โ€ (Teriak saya dalam hati, sambil membela diri :D). Si konsular mengatakan saya punya waktu sampai 15.30 untuk berikan fotocopy asuransi perjalanan, baru visa akan diberikan.

    Keluarlah saya dan bertanya ke petugas apakah ada fasilitas fotocopy di kedutaan, ternyata tidak ada, lalu saya keluar dari kedutaan, saya bingung mau cari tempat fotocopy dimana?, Kuningan adalah daerah perkantoran semua, saya coba pergi ke dua gedung dan bertanya ke beberapa orang ternyata tidak ada tempat fotocopy disana, dan waktu terus berjalan โ€ฆ kemudian saya pergi ke pangkalan ojek saya minta diantar ke tempat fotocopy terdekat .. dannnnn ongkosnya Rp.15.000 pp โ€œmahal banget bang??โ€ Alasannya tempatnya jauh sekali. (Dasar! kesempatan dalam kesempitan, apa boleh buat memang salah saya)

    Akhirnya saya berhasil sampai kembali ke depan loket visa tanpa saya ngaca dulu apakah penampilan saya berantakan atau tidak karena naik ojek tadi, tidak sempat dandan dulu, sedikit keringatan plus jantung berdebar – debar dan thanks God loket visa belum tutup. Visa akhirnya saya dapatkan setelah diberikan beberapa wejangan termasuk saya harus lapor diri kembali ketika saya sudah kembali ke Jakarta. Nampaknya ini peraturan baru untuk lapor diri karena ada seorang pria mengeluhkan hal tersebut dia katakan dahulu tidak perlu lapor ketika sudah di Indonesia kembali.

    Saya istirahat sebentar melepas ketegangan, duduklah saya di dekat lokasi loker, membaca beberapa sms yang masuk ke hp saya sambil saya buka passport & visa saya, tangan saya gemetaran, benar-benar bergentar alias tremor untuk waktu agak lama hahahaha ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ saya tidak tahu apakah ini efek karena saya baru melewati satu kejadian yang buat jantung saya hampir copot atau karena saya begitu senangnya visa sudah ditangan saya. Dannnn ternyata saya melupakan satu hal yang saya sadari 3 hari sebelum saya harus kembali ke Indonesia, di visa saya ada kode yang mengharuskan saya melapor dalam 3 hari setelah saya tiba di Belanda. Nanti saya ceritakan bagaimana saya bisa melewati petugas di bandara Schipol ketika hari kepulangan saya hahahha .. jantungan lagi namun saya bisa lolos ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

    Note : Jika di Visa kamu ada kode โ€œBNL5 + 3 DAGENโ€ Ini artinya : Anda harus melaporkan diri kepada polisi asing dalam 3 hari kerja setelah tanggal kedatangan/Negara yang Anda kunjungi.

    Hari Keberangkatan 04-09-09

    Saya masih ingat hari itu 4 September 2009 adalah hari keberangkatan saya, namun pagi hari itu saya masih sibuk mengurus โ€œtetek bengekโ€ di bank hahhaha (โ€œJANGAN DI TIRU ya!!!โ€).
    Apa yang saya urusi di Bank? Pertama saya lupa nomer pin kartu atm Citibank saya, dan sekaligus minta ditambahkan nama marga di kartu atm saya supaya sama dengan nama di ktp dan saya juga menukarkan beberapa uang Rupiah ke Euro. Tetap merasa tidak cukup Euro yang akan saya bawa, semua Rupiah sudah terkuras dari tabungan hahahaha ..

    Urusan Bank selesai, pulanglah saya. Gawat!! tol Kebun Jeruk macet padahal sudah jam 11 siang. Beberapa kali mama saya sms menanyakan keberadaan saya. Pesawat saya jam 19.45 dan tengah hari itu saya masih sibuk dengan banyak urusan, belum lagi dengan urusan koper dan barang-barang saya dirumah yang belum selesai. Dannnn saya masih menyempatkan diri mampir ke BCA di Atrium Senen untuk mentransfer uang yang saya pinjam dari ayah saya untuk keperluan pembuatan Visa. (Selama 2 bulan saya pinjam kira-kira 25 juta di endapkan di tabungan, supaya kedutaan percaya saya punya cukup uang untuk perjalanan saya, begitu visa keluar uang saya kembalikan).

    Akhirnya sampai dirumah, niat mau tidur siang sebentar ternyata tidak bisa, urus sana urus sini, packing sana sini, check โ€“ check bawaan, oleh-oleh, titipan kue lapis, bika ambon, beberapa mie instant, bumbu bumbu masak, sayur daun singkong mentah, kwetiau matang masuk semua ke dalam koper. Begini ya nasib yang mau keluar negeri banyak yang minta dibawakan macam-macam dari tanah air. Saya akhirnya harus buat diri saya menyadari memang nasibbbb hehehe .. nanti saya ceritakan bagaiman saya lagi โ€“ lagi bisa lolos dari petugas di bandara Schiphol yang menemukan kwetiau matang di koper saya hahahah โ€ฆ

    Note : Berdasarkan saran dan pengalaman teman saya, maka semua makanan matang termasuk bumbu โ€“ bumbu saya bungkus rapi dengan kertas kado, memang sih akan tetap terdeteksi isinya ketika pemeriksaan namun paling tidak kesannya jadi seperti hadiah/kado/pesanan alias oleh โ€“ oleh yang special kan. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

    Jam 16.00 berangkatlah saya di antar adik saya (Roy) naik mobil, banyak yang ikut antar saya ke bandara hehehe .. my mother, dan sahabat saya (ka Yunani) dan suaminya (ko Sisi). Nantinya saya akan dijemput adiknya ka Yun di Belanda namanya ka Ester dan salah satu tempat saya tinggal adalah dirumahnya. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

    Gawatttt jalan tol ke bandara macetttt, ga tenang deh selama perjalanan .. karena sempat di beberapa bagian benar โ€“ benar tidak bergerak. ๐Ÿ™ ka Yun sedikit komplain kenapa saya tidak siap-siap lebih cepat, dikiranya pesawat saya jam 19.00 yang benar 19.45 ka .. agak tenang deh ya ๐Ÿ™‚

    Thanks God, setelah kurang lebih 1,5 jam sampailah kami di bandara di terminal 2 keberangkatan internasional, kami sibuk mencari cari pintu masuk sesuai nomer penerbangan saya. Kami sempat panik, kami kira saya harus antri disuatu antrian yang sangat panjang, bisa bernafas lega ternyata pintu untuk nomer penerbangan saya belum dibuka. Setelah tunggu beberapa menit dibukalah pintu masuknya, saya berpesan pada mama dan ka Yun supaya jangan langsung pulang, setelah cek in saya akan keluar lagi menemui mereka :).

    Saya sempat kesal pada mama saya karena menurut saya sangat cerewet, sweater disuruh dipakai, slayer taruh disana, ini disana, itu disitu aaaggggrrrggghhh .. bikin marah ..plus muka saya sudah jutek padahal mau liburan, saya benar โ€“ benar stress akan check in ditambah lagi dengan banyaknya petuah yang mama saya berikan, untunglah ka Yun menenangkan saya, iya saya tahu pastilah mama saya sangat kuatir karena anak gadisnya akan pergi ke tempat yang sangat jauh tanpa teman yang dikenal dan untuk pertama kali. Namun saya ingin mengalaminya semuanya sewajarnya, artinya saya pasti akan belajar dari pengalaman. Tersenyum kembali ๐Ÿ˜€

    Diatas trolley ada koper besar saya, beratnya ketika timbang di rumah adalah tidak sampai 20 kg (aturannya 20 kg bagasi) dan satu koper kecil yang bisa saya bawa ke kabin dan satu tas tangan saya (lumayan berat juga hand carry ini hehehe).

    Ribetnya check in di bandara Sukarno Hatta (Suta).
    Di pintu pertama ada petugas mengecek passport dan tiket saya kemudian bawaan kita harus diletakkan diban berjalan untuk discan isinya. Untuk pertama kalinya saya mengangkat koper seberat 20 kg HuHuHuHuHu ;( koper tersebut saya letakkan di ban berjalan kemudian diikuti koper kecil dan tas tangan saya. Karena saya seorang diri maka saya harus mengawasi semua bawaan saya, harus waspada terhadap tangan-tangan jahil yang sering saya dengar di bandara. Saya sangat panik ketika ketiga bawaan saya sedang melewati ban berjalan tersebut maka secepat mungkin saya sudah harus ada dipintu keluar bawaan saya, yang saya kuatirkan adalah tas tangan saya karena barang โ€“ barang berharga ada didalamnya, padahal saya juga membawa trolley besar, dannnnn karena kepanikan saya tersebut maka dengan terburu-buru saya dorong trolley melewati satu pintu dannnn bunyiiii terdengar Opppsssttt saya melalui pintu yang salah seharusnya trolley dilewatkan melalui pintu khusus dan saya baru saja mendorongnya melalui metal detector, tentu saja petugas di depannya sewot, saya bilang saja โ€œMaaffff pak baru pertama kali, maaf tidak tahuโ€ hehhehe pasti sudah terlihat tampang panik saya ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜›

    Barang โ€“ barang saya letakkan kembali di atas trolley dan saya mencari tempat saya harus check in untuk Pesawat MH 724 tujuan Kuala Lumpur. Saya kembali harus mengangkat koper seberat 20 kg seorang diri dan menaruhnya di atas timbangan. Remukkkk deh badan ini hehehehe ๐Ÿ™ .. Ternyata beratnya 23 kg, pura โ€“ pura ga tau aja karena setahu saya yang dibolehkan 20 kg eh! Ternyata ga masalah tuh! Nanti saya ceritakan bagaimana paniknya saya di Schipol ketika akan kembali ke Indonesia karena koper saya hampir 27 kg.

    Check in selesai, saya sudah bayar airport tax 150rb (untuk penerbangan keluar Indonesia) dan boarding pass sudah saya dapatkan. Selanjutnya mengurus BEBAS FISKAL, setelah tanya beberapa petugas sampailah saya di loket Bebas Fiskal, ternyata cukup memperlihatkan boarding pass ke si petugas bersamaan dengan kartu NPWP saya, langsung ditempelin sticker oleh si bapak petugas dan beres ;-).

    Note : Buat yang pengen ke LN usahakan miliki kartu NPWP, lumayan jadi tidak perlu membayar biaya fiskal, kalau kita tidak punya kartu ini maka kita harus membayar 3 juta (tolong koreksi kalau saya salah)

    Sedikit tenang .. Urusan check in selesai maka saya ingin keluar lagi karena waktu take off masih lama, menemui mama, adik dan 2 teman saya sempat berfoto 2 atau 3 kali :).

    Ngobrol โ€“ ngobrol, petuah lagi dari si mama, karena sekarang sudah tenang jadinya senang โ€“ senang sajalah di kasih petuah. Selesai dengan ngobrol siaplah saya masuk untuk menuju pesawat tak lupa ke toilet dulu untuk pasang money belt di badan saya (money belt adalah semacam tas pinggang yang di ikatkan ke perut, isinya passport, uang dan surat โ€“ surat berharga lainnya).

    Melalui pemeriksaan passport, visa, kemudian menuju ruang tunggu, disini menunggu kira โ€“ kira 30 mneit sebelum dipanggil masuk berdasarkan urutan bangku. Saya masih sempat menerima telp dan berkirim sms kepada teman โ€“teman. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
    Pesawat MH 724 tujuan Kuala Lumpur take off 19.45 hmmm pesawatnya ko kecil sih? Kata adikku ada tv nya, mana??? Saya duduk di aisle seat. Disebelah saya kosong dan di window seat adalah pria India. Benar โ€“ benar nga percaya sudah ada di atas pesawat menuju Kuala Lumpur dan langsung ke Belanda, saya sempat termenung beberapa saat, seperti mimpi rasanya, masih tidak percaya hehehehe โ€ฆ

    Penerbangan akan makan waktu dua jam, baru take off sudah disuguhi minum dan snack. Uh-Huuuu bau apa nih? .. ko ga hilang โ€“ hilang??? Bau ketekkkkk .. Aaggggrrrhh ternyata pria India di window seat, ko masih tercium baunya padahal ada jarak 1 kursi kosong. Pasrah deh ..

    Sebelum pesawat tiba di Kuala Lumpur penumpang diberikan makan malam, porsinya banyak, enakkk, kenyang .. melanggar aturan diet, makan nasi lewat jam 9 malam hahhaha ..

    Si pria India memberikan snacknya kepada saya, hanya basa basi saat itu saja, lainnya kami tidak bertegur sapa, kadang saya suka curi โ€“ curi pandang melihat penampilannya, sepertinya dia executive man tapi ko sayang bau badanโ€ฆ illfeel deh ..

    Note : Ketika saya ceritakan pengalaman ga enak ini kepada teman saya di Belanda, ternyata bisa loh kalau saat itu saya minta pindah bangku, tinggal bilang ke Pramugari saja, hmmm harus dicatat nih supaya ga ada cium bau ga enak lagi ketika di pesawat.

    Flight Detail:
    Date: September 04 2009
    Airlines: Malaysia Air
    Flight No: MH 724
    Origin: Jakarta Soekarno-Hatta International Airport (CGK), Terminal 2
    Destination: Kuala Lumpur International Airport (KL)
    Departure Time: 19.45 (scheduled), 20.00 (actual)
    Arrival Time: 22.45 (scheduled), 23.00 (actual)
    Class: Economy
    Seat: 16C
    Rate: $888 Nett. CGK โ€“ KL โ€“ AMS โ€“ AMS โ€“KL – CGK

    Baca juga: Mengunjungi Keukenhof Belanda

error: Content is protected !!