Sambal Ulek Andaliman

loading...

Sambal Ulek Andaliman. Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki berbagai macam makanan tradiosional. Bahkan jenis-jenis sambal dari masing-masing daerah berbeda bahan-bahan dan rasanya.

Untuk jenis sambal, saya hanya mengetahui ada sambal kecap, sambal ulek, sambal dabu-dabu (belum pernah coba, baru sebatas mendengar). Ternyata Wikipedia mencatat sedikitnya ada 15 macam sambal, seperti : sambal Asam, sambal Bajak, sambal Lado, sambal Belacan, sambal Kemiri, eh ada juga loh Sambal Setan, lucu namanya :D, detail lainnya klik disini

Saya lagi punya lumayan banyak tomat, sayangnya masih mentah alias warnanya masih hijau dan banyak yang masih keras. Tomat-tomat tersebut hasil kebun, jadi ceritanya tanaman-tanaman tomat saya sudah mati semua karena serangan cuaca dingin. Detail ceritanya klik disini.

Awalnya bingung juga tomat mentah bisa diolah menjadi apa?, hanya kepikiran mau di jadikan pajangan saja, karena bentuknya ada yang kecil imut-imut, ada yang lonjong. Nah mbak Kayka bilang bisa dibuat sambal ijo.

Di dapur ada cabai-cabai pemberian pasien suami, sudah beberapa hari tergeletak di dapur. Di kulkas ada banyak Andaliman (merica Batak) . Ketika bulan April lalu, saya minta mama tercinta untuk membeli dan bawa dari Jakarta, niatnya mau masak makanan khas Batak yakni Arsik (ikan mas bumbu kuning)  10 bulan berlalu Andalimannya belum pernah dipakai, Arsik pun belum jadi di masak, pernah juga kepikiran andalimannya mau buat campuran sambal selalu lupa!.

Nah langsung saja ke resepnya deh (kreasi sendiri) 😉 .

Sambal Ulek Andaliman

Bahan-bahan untuk Membuat Sambal Ulek Andaliman
Bahan-bahan untuk Membuat Sambal

Bahan-bahan:

  • Andaliman
  • 1 siung bawang putih
  • 1 siung bawang merah
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Cabai (tergantung selera pedasnya), kalau saya gunakan 5 buah.
  • Tomat (disini saya gunakan tomat ijo)

Cara Membuatnya:

  • Andaliman, bawang putih, bawang merah dan garam di ulek bersama hingga halus.
  • Cabai yang sudah dipotong-potong tambahkan kedalamnya, tambahkan sedikit gula pasir, ulek halus.
  • Tomat yang sudah dipotong-potong, tambahkan ke campuran diatas, ulek bersama hingga semua tercampur merata.
  • Panaskan wajan, beri sedikit minyak, tunggu agak panas, lalu campuran sambal di goreng sebentar. (Saya lakukan ini untuk mengurangi kandungan air dari sambal)
  • Masukkan sambal yang telah jadi kedalam wadah bertutup rapat, masukkan kulkas, dan siap disantap secukupnya setiap dibutuhkan 😉 .
Bahan-bahan untuk Membuat Sambal andaliman
Sambal Oelek andaliman

Kenapa saya gunakan Andaliman? Karena saya suka sensasi (rasa) menggigit, sensasi kelu atau mati rasa di lidah yang ditimbulkan rempah ini. Rasa kelu di lidah disebabkan adanya kandungan hydroxy-alpha-sanshool pada rempah tersebut. (sumber: Wikipedia.org)  Saya juga suka harumnya Andaliman.

Andaliman dikenal sebagai Merica Batak. Batak Pepper
Andaliman dikenal sebagai Merica Batak. Batak Pepper

Sebenarnya di supermarket ada banyak sekali saos-saos sambal, tapi saya belum menemukan yang rasanya benar-benar seperti saos buatan Indonesia. Banyak yang mengklaim super pedas, super hot dsb, ternyata tidak ada rasa pedasnya sedikitpun. Bagaimana mau pedas, kalau kandungan cabainya hanya 5%. Tapi kalau untuk orang-orang disini (Jerman) itu sudah sangat pedas loh!.

Sambal Cabe Belibis
Inilah Merek Saos Sambal Favorit saya. Sambal Pedas Indofood dan Sambal Cabe Belibis

Pernah juga mencoba merek sambal oelek, ternyata ada rasa agak asam, saya tidak suka. Saya kapok membeli macam-macam sambal disini. Paling kalau ada keluarga atau teman yang pas datang ke Jerman, saya titip mereka bisa 3-5 botol, dan yang sachet juga supaya bisa dibawa-bawa :D.  Kalau sedang tidak ada saos botolan, ya harus bikin sambal sendiri deh supaya puas dengan rasanya.

Oh ya saya mau tanya nih, kalian kalau membuat sambal gunakan blender untuk menghaluskan bahan-bahannya, atau gunakan yang tradisional alias gunakan ulekan dari batu? Apakah rasa sambalnya akan berbeda ketika gunakan blender dan ulekan batu?.

Ketika bulan Maret saya baru punya ulekan kayu, itupun sangat kecil, bikin sambalnya susah, karena cobeknya ringan.

Ulekan Kayu
Ulekan Kayu

Nah suatu hari ada promosi di supermarket, dijual ulekan dari batu, langsung dong saya beli, harganya 10 Euro. Sejak saat itu, mantap deh kalau mau bikin sambal ;-).

Ulekan Cobek Batu
Ulekan Cobek Batu

Siapa sih yang tidak suka sambal? Kalau saya, rasanya tidak lengkap kalau bersantap tidak ada pedasnya, kalau kamu bagaimana? 🙂 .

 

Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
Mangulosi Pada Pernikahan Batak
Perjuangan Membuat Ketoprak
Cinta via Biro Jodoh Online
Relationship – Beatifully Imperfect
Kontrakan Baru, Suasana Baru plus Repot!
Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

94 thoughts on “Sambal Ulek Andaliman

  • November 18, 2012 at 2:11 pm
    Permalink

    Wkwkwk.. Memang ya lidah orang Indonesia.. Sukanya yang pedes-pedes.. Nasi & sambal pun nikmat.. *btw jadi laparrrr*

    • November 18, 2012 at 4:36 pm
      Permalink

      Iyaaa Nov, ehh pakai garam sedikit atau ikan asin, jadi nasi panas, sambal trus ikan asin nikkmattt :D.

      • November 19, 2012 at 4:17 am
        Permalink

        gak ada ikan asin pun sama mangga muda Mbak.. maknyuss.. *ngiler saya huhu, tanggungjawab*

        hihihihi..

  • November 15, 2012 at 12:48 pm
    Permalink

    kayaknya kalau harus pindah ke europe saya bakal kurus nih karena ga napsu makan gara2 ga ada sambal yg pedas.. hihihi
    btw sambal bikinan kaka kayaknya enak.. belum pernah liat juga sambal Andaliman ini.. jadi pengen cobaa… 😀

    nyapurnama.com linknya dihapus karena domain tidak aktif lagi. 22.02.2016

    • November 15, 2012 at 5:32 pm
      Permalink

      Kalau Purnama pindah ke Eropa harus rajin bikin sambel sendiri :D, kalau mau cepat ya diblender tapi mungkin rasanya beda, lebih enak yang diulek pakai cobek 😀

  • November 12, 2012 at 12:49 pm
    Permalink

    siap untuk dicoba resep sambal andaliman nya mbak, pasti suamiku menyukainya 🙂

      • November 23, 2012 at 5:54 pm
        Permalink

        waahh enak tu sambelnya…..btw biasa dmn yg jual andaliman ya? salam kenal

        • November 23, 2012 at 6:03 pm
          Permalink

          Hai Sasmito salam kenal juga ya, kalau di Jakarta banyak di jual di psr Inpres Senen.
          Lokasi lain mungkin di tempat yg banyak orang Batak :D.

          • November 23, 2012 at 6:16 pm
            Permalink

            iya tu sebenarnya mo buat sendiri tp nyari bahannya susah…. aku paling suka masakan batak rempahnya tu yg bikin ketagihan hehehe….

  • November 11, 2012 at 3:35 pm
    Permalink

    thanks resepnya. kebetulan suami maiko penggemar berat sambel. cuman di sini kayaknya susah nyari yang namanya Andaliman. salam kenal.

  • November 11, 2012 at 7:49 am
    Permalink

    sambal oelek not bad lah, kalau kata orang jawa timbang ora ono walau memang agak asam dan terlalu manis. saya juga heran kenapa sambal-sambal yang dijual di barat itu makin mengeklaim dirinya hot / super hot artinya adalah makin masam bukan makin pedas.

    oh gitu to wujudnya andaliman, emang super tuh, dicampur saksang hehehehe. nice share

    url antondewantoro.wordpress.com is no longer available.
    This site has been archived or suspended for a violation of wp Terms of Service. Update 20.01.2017

  • November 10, 2012 at 2:14 pm
    Permalink

    Lebih marem *manteb* kalo sambalnya diulek Mba Nell, pernah nyoba ngeblender kandungan airnya jadi banyak banget. Hehehe.
    Pengen nyobain rasanya andaliman. Ngebayanginnya aja kok kayak ada semut di lidah gitu ya..

    • November 11, 2012 at 11:42 am
      Permalink

      Oo klo diblender jadi lebih banyak air nya toh. Iya kaya ada semut dilidah pas terasa “andaliman” nya :D.

  • November 9, 2012 at 9:43 am
    Permalink

    sambelnya bikin laperrrr 😀
    pengen makan bebek pake sambel jadinya 🙂

    (unisyifa.blogdetik.com linknya dihapus karena tidak aktif lagi. 04.10.2015)

  • November 9, 2012 at 9:34 am
    Permalink

    Jadi lapeeeeer…….:) terimakasih resepnya Mba Nella…mau coba ahh..:)

  • November 9, 2012 at 9:22 am
    Permalink

    saya sukaaaa banget mbak, meski saya punya penyakit magh sayang rasanya kalau ada sambal tapi tak dilahap hehe..

  • November 9, 2012 at 2:58 am
    Permalink

    ooooo…itu tho andaliman….akhirnya terjawab sudah 😀
    pernah denger sambel andaliman dari petugas resto hotel. pas saya tanya, apa itu sambel andaliman,
    “ya…pake andaliman mb…”
    “andaliman apaan mas?”
    “itu yg bisa bikin lidah bergoyang”
    saya : -.-“””””
    ternyata merica batak dan ternyata seperti itu bentuknya….hihi..
    info simple tapi precious bgt mb! 8)
    negri kita kaya akan sambel ya 😀

    • November 9, 2012 at 9:11 am
      Permalink

      Iya Dy dari Sabang sampai Merauke sambelnya beda-beda :D.

  • November 8, 2012 at 1:06 am
    Permalink

    Penasaran dengan rasanya…..keliatannya mantab ni sambal….:D

  • November 7, 2012 at 5:24 pm
    Permalink

    Nyummi 😀 itu pakai trasi gk hehehehe..

    url libertoa.wordpress.com.com is no longer available.
    This site has been archived or suspended for a violation of wp Terms of Service. Update 29.01.2017

  • November 7, 2012 at 12:04 pm
    Permalink

    Hmmm, ga mau ah. *ga doyan pedes, wkwkwk 😆

    url z1riders.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 08.01.2017

      • November 8, 2012 at 10:03 am
        Permalink

        Wuaaa, makin ngga karuan mbak rasanya 😳

        url z1riders.wordpress.com is no longer available.
        The authors have deleted this site. Update 08.01.2017

  • November 7, 2012 at 10:18 am
    Permalink

    sekarang jarang maem pake sambel Mbak, perutnya gak tahan…
    tapi kl ketemu sambel yang pas…

    sakit perut urusan belakangan heeee

    • November 8, 2012 at 9:51 am
      Permalink

      Sambelnya kasih sedikit gula supaya tidak terlalu pedas :D.

      • November 8, 2012 at 7:11 pm
        Permalink

        hmmm..
        gitu ya Mbak…
        nanti dipraktekin Deh…. heheee..
        ini nih kl anak laki2 masalah dapur banyak gak taunya… eh bukan anak laki2 ding, saya aja…

          • November 8, 2012 at 11:11 pm
            Permalink

            Ada dong, itu asli dari Medan, klo di Jakarta banyak di psr Senen, kalau di wilayah Indonesia lainnya, mungkin yg banyak orang Bataknya hehehe

          • November 8, 2012 at 11:13 pm
            Permalink

            hmmmmm….

            memang kl pakai itu, pedasnya tambah jahat ya Mbak? hehee

  • November 7, 2012 at 8:37 am
    Permalink

    Ada juga toh cowek yang dari batu model nya di deplok gitu, niar ajah ndak punya 😀

    • November 7, 2012 at 9:13 am
      Permalink

      Memang jarang-jarang ada tuh cobek batu, makanya pas ada di supermarket langsung saya beli :).

  • November 7, 2012 at 6:08 am
    Permalink

    Mbak Nell, saya juga penggila sambal.. kayaknya sebentar lagi saya ngecess deh.. liat tomat hijaunya bikin gemes.. :))

      • November 9, 2012 at 11:26 am
        Permalink

        Hehe.. iya, nanti kucoba, Mbak. 🙂

  • November 7, 2012 at 4:43 am
    Permalink

    Alamaak, sambal andaliman..?? Puanaaas, pedees menggigit.. Tapi muaantaab, szweeeebzzz…

  • November 7, 2012 at 2:24 am
    Permalink

    Andaliman, saya baru tahu rempah ini. Pernah dengar entah di mana
    Wah, kok di sana ada juga yah lesung batu

    Salam kenal yah, Mbak 🙂

    • November 7, 2012 at 9:11 am
      Permalink

      Hai Anazkia terima kasih sudah berkunjung.
      Lesung batu tsb produk impor dari salah satu negara Eropa.

  • November 6, 2012 at 1:53 pm
    Permalink

    lihat nya juga sudah pedas enak enak gitu…heee makyuss

  • November 6, 2012 at 11:02 am
    Permalink

    Aku sukanya bikin sambel pake blender Nel.. Dulu sih ngulek gitu, tapi hasilnya ga alus2.. padahal kayaknya udah sepenuh jiwa dan raga ngerjainnya.

    Sayangnya, karena suami ga suka sambel.. jadi sekarang pake sambel terasi botolan aja, beli di toko indonesia.. 🙁

    • November 7, 2012 at 9:09 am
      Permalink

      Aku belum punya blender Be. Emang susah halusnya sih, sampe lengan kanan berotot nguleknya :D.

  • November 5, 2012 at 5:48 pm
    Permalink

    saya pecinta sambal…makan tiada lengkap tanpa sambal.

    url hensamfamily.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 10.01.2017

    • November 6, 2012 at 9:27 am
      Permalink

      Ada dong Den, produk impor nih tapi lupa asal mana karena banyak bahasa yang tertera di dusnya.

  • November 5, 2012 at 11:17 am
    Permalink

    Pake ulekan batu dong, mbak Nella. Tapi ulekan yang saya punya beda dari yang ada di foto ini. Alasnya agak lonjong melebar. Gilingannya bulat. Jadi kalo ngulek harus pake 2 tangan. Ini model ulekan kalo di Sumatera Barat, tapi waktu di Lampung ternyata juga ada yang jual model seperti ulekan Padang. Lebih mantap pake ulekan model begini, karena full power nguleknya hehehee…. ( nb : walaupun orang batak, saya kurang cocok masakan yang ber-andaliman. Suka mules abis makannya…hahaha )

    • November 6, 2012 at 9:24 am
      Permalink

      Hai Maria, saya sudah punya ulekan batu, dan yang kayu jadi tidak dipakai dulu deh. Kamu pakai andalimannya jangan kebanyakan :D.

  • November 5, 2012 at 9:28 am
    Permalink

    sayangnya sampai sekarang belum berani makan yang ekstra pedas saya 🙁

    url masrois.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 20.01.2017

    • November 5, 2012 at 10:48 am
      Permalink

      Ya jangan yang ekstra, yang biasa aja :D. btw Selamat Ultah ya Rois :).

      • November 5, 2012 at 10:50 am
        Permalink

        lagi belajar dikit dikit .. 😀 (diejek ma temen2 je) haha
        Iya, Makasih ya mbak 🙂

  • November 5, 2012 at 8:35 am
    Permalink

    Sambal ini weunaaak dimakan pakai nasi panas 😀
    Asam2 pedas!

    • November 5, 2012 at 8:40 am
      Permalink

      Benar Eka, pakai nasi panas trus coba ada ikan asin tambah enak lagi deh :D.

      • November 6, 2012 at 6:35 am
        Permalink

        Whoaaa ini jam maksi di sini, aku abis makan tapi baca ini koq lapar lagi 😆

  • November 5, 2012 at 7:41 am
    Permalink

    aha! kalau aku nyebutnya sambal kemiri atau sambal Batak :D. resep kakak memang gak pakai kemiri ya kak? Favoritku juga itu. Enak dimakan sama ikan goreng atau lalapan :). Orang Indonesia belum sah katanya makan kalau tak pakai sambal hahahaa 😀 aku suka banget kalau pedas, tapi tubuhku alergi. langsung sariawan kalau sudah “agak” pedas. Tapi aku keras kepala sih, biar ajalah sariawan, pokoke makan pedas huahahaa #dasarmanusia 😀

    • November 5, 2012 at 8:39 am
      Permalink

      Ooo bisa pakai kemiri toh
      kemirinya di ongseng2 dulu?
      besok coba bikin sambel lagi ah
      mauliate buat infonya Messalin :).

      • November 7, 2012 at 8:14 am
        Permalink

        iya kak digongseng dulu kemirinya, trus diulek pake gilingan batu.. ahh maknyuuss 😀 sami-sami kak, happy cooking 🙂

  • November 5, 2012 at 3:27 am
    Permalink

    Wow mantap…
    Meski tinggal di luar negeri tetap ingat masakan kampung halaman.
    Hehehhe 🙂

  • November 5, 2012 at 2:12 am
    Permalink

    wah, wah,, bikin saya keringetan bacanya,,
    hot banget
    *lap kening

  • November 5, 2012 at 1:33 am
    Permalink

    tergantung kondisi mba. jenis makanan sama kondisi perut.
    kalo lagi mules ya stop dulu. besoknya nyambel lagi hi hi

  • November 5, 2012 at 1:13 am
    Permalink

    wow..that’s so tempting Sis..I love sambal, of any kind.. 🙂
    I wanna try your kind of sambal..lebih pedas lebih sedap..hehe
    That merica batak or lada hitam as we call it, are very rare use in making sambal, but I love cooking beef using it..the black peer beef is my favorite.. 🙂

    Thank you for the sharing Sis…have a wonderful Monday.. 🙂

    url katrinafarahdianayusof.wordpress.com dihapus pemilik blognya. katrinafarahdianayusof.wordpress.com is no longer available.

    The authors have deleted this site. Update 07.01.2017

    • November 5, 2012 at 8:34 am
      Permalink

      Hello Katrin, thanks you for your nice comment. Also for you have a wonderful Monday :).

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: