Cerita Benjamin Masuk Taman Kanak-kanak

Cerita Benjamin Masuk Taman Kanak-kanak. Halo pembaca setia, kali ini saya mau cerita tentang abang Benjamin yang sudah masuk Taman Kanan-kanak sejak 4 Oktober 2017. Sebenarnya dari si bocah umur hampir 2 tahun mak mertua dan oma buyut Ben dari omongannya sudah seperti nyuruh kita masukin Benjamin sekolah. Namun berhubung saya ibu rumah tanga yang kerjanya dirumah, menurut suami dan saya belum waktunya Benjamin masuk sekolah. Kalaupun anaknya mau dimasukin, ya saya harus cari kerja supaya bisa bayar penitipan anak.

Eh ternyata saya hamil anak kedua, dan sekarang lanjut mengurus Lisa Marie. Jadi lupakan dulu tentang mencari duitlah, paling kalau ada rejeki dapat duit dari blog, eh sayangnya kalau duit dari wordads tuh baru setahun kekumpul 100 usd untuk minimal pencairan 😀 . Sedangkan Google Adsense nanti akan saya ceritakan kalau sudah cair ya 😉 .

Di Jerman seorang anak bisa masuk Taman kanan-kanak/TK (Der Kindergarten) mulai usia 3 tahun. Ada juga yang namanya Krippe dan Kita.

Anak 3 tahun pulang dari taman kanak-kanan

Tiap pulang TK pasti minta jatah Haribo. 17.10.2017

Apakah Perbedaan antara Krippe, Kita dan Kindergarten?

  • Daycare (krippe) mulai usia 0 sampai 3 tahun (umumnya). Grup kecil 8-10 anak. Lebih banyak yang menjaga. Di tempat ini anak belajar merangkak dan berjalan. Konon katanya Krippe ini jarang ditemukan, jadi anak biasanya dimasukkan ke Kita.
  • Preschool (Kita) mulai usia tiga tahun, terkadang bisa juga mulai anak 2 tahun kalau disekitar rumah tidak ada Krippe.
  • Taman Kanak-kanak (Kindergarten)  dari usia 3-6 tahun. 25 anak per grup/kelas. 2 guru kelas.

Sejak ultah Ben dibulan Juli bapaknya anak-anak sudah saya suruh bawa Benjamin untuk daftarin TK, datang langsung atau telp tempatnya lah. Nah ditunda melulu, malah saya yang disuruh ke TK nya nanyain. Iiihh kalau kita tinggal di Indonesia bakalan saya urus semua deh, nah ini kan kita di Jerman, suami dong yang sebaiknya ngurus kan hehe.

Akhirnya di minggu terakhir bulan September suami telp TK nya (Städtischer Kindergarten) kalau di tanah air nih TK negeri punya pemerintah kota setempat, eh rasanya di Indonesia tidak ada TK negeri deh ya? 😀 Adanya mulai SD negeri.

Pas telp tersebut ternyata ada bangku kosong buat anak 3 tahun. Nih suami sampai ditanya apa beneran Ben usianya sudah pas 3 tahun. Karena kalau dibawah usia 3 tahun masuknya Kita. Kita dikasih tanggal buat ketemuan dan lihat ruang kelasnya.

Cerita Benjamin Masuk Taman Kanak-kanak

Si bocah suka ngumpulin daun yang unik. Nih rute jalan pulang kita ke terminal bus. Minggu ini cuaca lagi kembali hangat jadinya tidak perlu pakai jaket 20.10.2017

Pertemuan pertama dengan bakal guru kelasnya Benjamin. Kita ngobrol di kelas grup 3 tahun. Saat itu sudah bubaran kelasnya karena kita disuruh datang jam 2 siang. Nah si Benjamin langsung suka tempatnya, suka bakal ruang kelas dia. Gurunya nyuruh Benjamin main main-mainan yang ada disitu saat suami dan saya ngobrol sama guru kelasnya. Si bocah langsung ngincer main kereta api dari bahan kayu.

Pertemuan pertama ini baru sebatas dikasih tahu kalau ada bangku buat Benjamin, lalu ditanya-tanya mengenai perkembangan Benjamin, sepertinya mau dinilai apa anaknya sudah siap masuk TK atau belum. Paling penting kalau mau masuk TK harus ada surat pengantar dari dokter anak.

Si Benjamin punya alergi terhadap telur dan kacang. Jadi sama sekali tidak boleh terima makanan kalau tidak tahu isinya. Gurunya bilang TK tersebut memang tidak menyediakan makanan siang. Paling makan salad panen dari kebun.

Besoknya suami telp dokter anak untuk bikin janji. Sudah datang hanya 30 menit saja, disuruh datang besoknya karena katanya pak dokter banyak yang mau ditanyain/diskusi sama suami buat bikin surat pengantar TK nya.

Obat-obatan yang dirumah sudah hampir semuanya lewat expired datenya. Banyak sekali obat-obatan tidak digunakan karena memang tidak ada kejadian gawat gitu. Pernah beberapa kali pakai obat buat dihirup saja, saat Benjamin sesak. Sedangkan suntikan untuk Syok anafilaktik tidak pernah digunakan.

Baca juga: Cerita Benjamin dan alerginya

Pak dokter nulis resep untuk 2 paket. 1 untuk ditinggal di TK dan 1 nya lagi buat dirumah. Kalau pergi-pergi misal kerumah omanya Benjamin selalu dibawa tas obat ini buat jaga-jaga saja sih.

Pulang dari dokter, suami langsung nebus obatnya. Untuk suntikan Syok anafilaktik disuruh ambil sore hari atau keesokan harinya. Nah suami bilang petugas apoteknya ramah sekali, „pak punya 2 anak ya?“, lalu dikasih 2 bungkus permen Haribo, dikasih koin untuk ngumpulin poin (padahal kalau pakai resep biasanya tidak dikasih). Lainnya dikasih apa lagi lupa, ya souvenir kecil gitu deh. Petugasnya jadi ramah karena suntikan untuk Syok anafilaktik itu satunya hampir 100 euro harganya (Rp.1,5 juta), dan dokternya minta disedikan 2. Belum termasuk obat lainnya. Kita tidak keluar biaya sepeserpun karena ditanggung asuransi.

Emergency plan school dari dokter anak. Isinya cara memberikan suntikan Anafilaksis

Emergency plan school dari dokter anak. Isinya cara memberikan suntikan Anafilaksis. (Gambar bisa di klik untuk memperbesar)

Jam belajar di TK nya ada yang 32 jam per minggu dan ada yang 35 jam per minggu. Kita pilih yang 32 jam. Senin sampai Jumat. Jam mulai masuk 7.30 hingga 13.45 kalau Jumat lebih cepat pulangnya sampai jam 13.

Biaya TK tergantung jumlah anak dalam keluarga. Semakin banyak anak (dibawah 18 tahun) semakin kecil biaya yang harus dibayar. Dibawah ini tabel biaya TK nya:

Harga iuran dayily care dan taman kanak-kanan di Jerman

Tabel daftar Harga Daily Care dan Taman Kanak-kanan di kota tempat tinggalku di Jerman

 

Buat Benjamin kita membayar 100 euro (Rp.1,5 juta) setiap bulannya, mak mertuaku bayarin separuhnya. Ada biaya tambahan 2x 20 euro (Rp.300rb) setiap tahunnya, uang tersebut digunakan untuk TK nya membeli air minum, sari buah, kado buat anak saat Paskah, Natal dan hari raya lain. Kado buat orang tua kalau hari ibu, hari ayah, bikin foto-foto dan keperluan lainnya.

Untuk biaya mungkin berbeda di setiap wilayah di Jerman

Daycare (krippe) biaya per bulannya 560€ Frankfurt.

Privaten Kinderkrippe 450 Euro Mannheim.

Städtischen Krippe, 316 Euro keluarga dengan 2 anak, Mannheim.

Privaten Kita 400€ (7-9h) Berlin.

340€ (plus 50€ makan siang) München.

Ada juga yang mahal sekali 1150€ (Rp.17,2 juta) (9 jam penitipan) biaya tersebut sudah untuk semuanya, mulai diaper, makan (organik), jalan-jalan, kegiatan belajar, cuci baju dll. Suasana seperti dirumah. Per grup 7 anak dengan 3 penjaga. Lokasi München.

Informasi lainnya mengenai biaya di kota-kota lain di Jerman silakan kalau ada yang butuh disini Krippenplatz kosten.

Benar dong keputusan memasukkan Benjamin ke TK pas usia 3 tahun, setelah lihat table biaya diatas kalau dibawah 3 tahun (kelas Kita) yang 35 jam biaya bulanannya 400 euro! (Rp.6 juta). Kalau misal saya kerja part time (minijob) yang gaji 500 euro (bebas pajak) sungguh tidak rela 400 euronya buat sekolah yang cuma main-main doang, dirumah juga bisa main ko haha 😆 .

Namun kalau kamu kerja full time ya pasti nutuplah biayanya kan. Oh ya banyak juga keluarga yang anak kecilnya supaya tidak masuk Krippe, seperti misalnya dijaga oma opanya, seperti keluarga yang tinggal di lantai bawah rumahku nih, kalau suami istri kerja, omanya datang jagain anak nya (2 thn).

Pertemuan kedua, kita menyerahkan berkas formulir yang sudah diisi, termasuk tas obat-obatannya Benjamin. Menyerahkan beberapa foto-foto untuk foldernya Benjamin. Foto-foto keluarga yang tujuannya kalau suatu kali anaknya keliatan murung/sedih nah gurunya akan kasih lihat foto-foto tersebut.

Mengenai Privacy anak. Nih ada formulirnya khusus yang harus ditanda tangan. Gurunya bilang akan ada jadwal jalan-jalan ke luar TK, mungkin ketemu orang pemerintahan, mungkin rekreasi ke suatu tempat. Nah pasti ada acara potret-potretnya dong, akan ada juga publikasi di majalah kota atau koran umum. Jadi orangtua harus pilih apakah bersedia atau tidak bersedia wajah anaknya dipublikasikan. Pernah ada keluarga yang pindahan dari Amerika, ketawa disodoroin formulir tersebut, si ibu bilang di Amrik setiap anak punya akun facebook 😀 .

Suasana musim gugur di Jerman

Jam 7 pagi naik bus masih gelap, setengah jam kemudian mulai terang. Gila banget dinginnya padahal belum winter. 15.11.2017

Di Jerman memang begitu, hak privacy dihargai. Kalau ortunya tidak mau wajah anaknya di publikasikan. Terpaksa pas fotonya sudah dicetak, dilihat dulu apakah ada wajah anak tersebut, kalau ada ya diganti foto lain, ribet yak haha.

Bapaknya Benjamin nanya ke saya mengenai hal ini, tentu saja saya bilang ya bolehlah wajah anakku di publikasikan. Eh si suami pakai bilang saya seorang bloger lagi iihhh apaan sih pikirku hahaha.

Antar jemput TK. Kalau suami kerja pagi yang mana dia sudah pergi jam 5.10 tentu saja jadi saya yang mengantar Benjamin. Kalau suami kerja siang, dia yang antar dan saya yang jemput. Lisa saya bawa hanya hari pertama saja, hari berikutnya selalu saya tinggal di rumah.

Kasihan cuaca sudah dingin sekali. Jadi sebelum pergi saya kasih susu dulu supaya tidurnya berlanjut.  Kamar tidur juga gelap karena roller door (Rollladen) baru saya gulung sepulang saya mengantar Benjamin. Mau jemput Benjamin jamnya Lisa tidur siang. Setelah dikasih susu langsung tertidur dia.

Pas Benjamin bayi ninggalin sendirian dirumah buat 1 jam rasanya kuatir, pas cerita ke suami ternyata dulu dia juga sering ditinggal sama ortunya ya, sudah berarti di Jerman memang biasa ninggalin anak dirumah.

Pas cerita ke mama mertua juga sama, mertuaku bilang dulu bapaknya Benjamin tidak pernah rewel, sering ditinggal. Pas saya ke pusat kota, lagi nunggu bus eh ada seorang lansia kenalanku, trus ditanya bayiku dimana?, kubilang kutinggal dirumah. Si oma bilang dia juga melakukan hal yang sama, saat jemput anaknya yang pertama dari TK.

Ninggalin bayi dirumah?.

  • Asal anaknya punya jam tidur teratur yang sama setiap harinya,
  • Anaknya belum bisa jalan, atau dibawah 2 tahun.
  • Jangan lupa kunci rumah selalu dibawa ya! Haha. Drama banget kan kalau tidak bisa masuk, anaknya didalam rumah sendirian. Kunci saya ada 2, selalu ada di tas. Setiap mau pergi selalu cek ulang apakah kuncinya ada ditas.
  • Ada jendela yang saya buka. Jendela di Jerman bisa dibuka sedikit saja. Tujuannya kalau apes lupa bawa kunci masih bisa buka ngakalin dari jendela. Kita tinggal di atas (bagian atap) Dachwohnung, jadi sepertinya tidak perlu kuatir banget ada maling nekat manjat haha.
  • Di Jerman alat transportasi ada jadwalnya, jadi saya tahu jam saya akan ada dirumah lagi. Bus ada jam datangnya yang pasti.

Minggu pertama di TK gurunya bilang Benjamin hanya 30 menit saja dulu, kuatir si anak belum bisa beradaptasi. Saat anaknya sudah didalam, saya bilang mau pulang nanti balik lagi. Ternyata anaknya protes karena sebentar sekali, dia tidak mau pulang 😯 .

Hari kedua ditambah setengah jam lagi. Si bocah protes lagi haha. Hari ketiga jadinya 2 jam, hari ke 4 sama 2 jam dan hari ke kelima 3 jam sekolahnya. Luar biasa semangat Benjamin untuk sekolah 😎 . Pagi hari dibangunin tidak pernah ada bantahan, dikasih susu langsung minum, lalu ganti baju. Untuk sarapan di TK nya ada jam makan bersama, bawa bekal dari rumah. Pulang sekolah tidak pernah tidur siang. Jam 20 atau paling telat 20.30 sudah tidur pulas si bocah.

 

Dedaunan berguguran di musim gugur. Musim gugur di Jerman

Kelakuan si bocah. Emaknya sudah males cerewet bilang sepatunya jadi kotor karena nyepak-nyepak dedaunan. 20.11.2017

 

Sampai disini dulu ya cerita mengenai Benjamin masuk TK. Awalnya niat mau bikin video seperti postingan anak lainnya. Ceritanya mama mertuaku ternyata subscribe ke saluranku, nah pikirku supaya bisa mengerti juga, saya maunya bikin teks (subtitles) bahasa Jermannya, atau Inggris, eh ternyata ko malah bakalan lama ya ngeditnya, makanya youtube cerita Benjamin dan Lisa sudah 4 bulan tidak ada yang baru haha 😆 .

 

 

PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

↑ Grab this Headline Animator

 

Sumber bacaan:
magazine/wissen/alter kindergarten kind geeignet
urbia.de/archiv/forum/unterschied zwischen krippe platz und kita platz
kindergarten-vergleich.de/betreuungsformen
rund-ums-baby.de/Krippenplatz kosten

Advertisements
Advertisements

30 Comments

  1. adhyasahib January 7, 2018
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 7, 2018
  2. niee December 8, 2017
  3. Pypy December 5, 2017
  4. Shiq4 December 3, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen December 3, 2017
  5. Susleni November 30, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen December 2, 2017
      • Susleni December 2, 2017
  6. Titik Asa November 29, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen November 29, 2017
  7. prih November 29, 2017
  8. ice_tea November 29, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen November 29, 2017
      • ice_tea December 3, 2017
  9. Melissa Octoviani November 27, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen November 27, 2017
  10. Oma Kiarra November 26, 2017
  11. Arman November 25, 2017
  12. mkstories4life November 25, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen November 27, 2017
  13. jessmite November 25, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen November 27, 2017
  14. Girindra Wiratni Puspa November 24, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen November 24, 2017

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: