Menanam Bunga Petunia dari Bibitnya. Sobat berkebun, saya ingin berbagi pengalaman saya menanam bunga Petunia dari bibit (benih) nya. Sebenarnya saya paling tidak suka menanam bunga atau sayuran dari bibit yang berupa benih. Kenapa .. ?. Kesel .. sebel .. frustasi 70% GAGAL melulu 🙁 .
Saya pernah beberapa kali sebar beberapa bungkus benih bunga tidak ada satupun yang tumbuh, makan ati kan! 😛 . Benih tanaman (bunga) susah tumbuh karena ukurannya yang super kecil seperti butiran pasir di laut. Beneran saya tidak lebay ko, coba saja lihat benih bunga Petunia.
Benih Petunianya saya peroleh tahun lalu, dari rumah ibu mertua saya. Di balkonya mertuaku khusus ditanam beberapa warna Petunia duo color. Ibu mertuaku senang aja setiap kali saya merapikan tanaman koleksinya. Kadang kalau saya berkunjung saya mengunting daun-daun tanaman yang menguning, atau membuang bagian bunga yang telah kering, atau batang tanaman yang mati saya buang.
Petunia duo Color cantik sekali ya. Ini jenis Petunia yang bunganya besar
Nah sembari merapikan, saya buka mata lebar-lebar dong, kalau tanaman beliau ada bibit (benihnya), kan saya bisa dapat gratisan hehehe . Biasanya menjelang musim dingin ibu mertuaku membantai semua tanamannya, taman dirapikan dan dibongkar.
Petunia ibu mertuaku. Ini foto tahun lalu 18 Agustus 2013 sudah bisa dikumpulkan benih bunganya
Tanaman (bunga) seperti Petunia akan mati karena tidak tahan dingin. Tanaman berumbi seperti dahlia dibongkar dan umbinya disimpan digudang. Sebelum Petunia ikutan dibabat habis, saya sudah duluan ngumpulin benihnya dong 😀 .
Dari bagian mana bunga Petunia bisa kita dapatkan benihnya? Kalau bunga-bunganya sudah kering, cabutin yang keringnya. Cabut bunganya dengan tangan. Nah biarkan bongkolnya pada tanamannya, karena bongkol bunganya ketika kering akan pecah, dan benih/biji Petunia akan keluar dengan sendirinya.
Kita bisa gunting batang bongkol bunganya, karena kalau mau kumpulan biji Petunianya saja agak susah karena lengket. Perlu diperhatikan, ketika kamu menggumpulkan benih Petunia kan ada daunnya ikut menempel, maka simpannya menggunakan tisu supaya daunnya kering sendiri dan tidak busuk.
Benih atau Bibit Petunia bisa kita jumpai ketika bunga sudah kering, bongkol bunga akan pecah dan bijinya terlihat seperti pasir
Saya sudah menggumpulkan banyak sekali benih Petunia, saya simpan (kumpulinnya) dalam plastik. Saya lupa selama 2 hari plastinya berada di tas, setelah saya keluarkan ya sudah lembab sekali dan daun-daunnya busuk 😥 . Benih Petunia memang masih menempel, cuma saya tidak bisa pisahkan karena benihnya berwarna hitam dan daun-daun Petunia busuk juga menjadi hitam. Jadi saya coba jemur, dengan harapan ada beberapa benih yang tetap bagus kualitasnya.
Lebih menarik kalau bisa lihat video bunga Petunianya kan yaa 😉
Berkebun di Balkon Rumah Begini Keadaannya Akhir Musim Panas. Hai sobat berkebun, maaf ya kalau belakangan saya jarang posting mengenai berkebun, karena sejak ada bos kecil Benjamin tidak bisa lagi leluasa semaunya internetan sepanjang hari. Baru nyalain komputer tuh anak bangun, lagi asyik-asyik potretin tanaman, waktunya pompa asi. Sedang semangat pengen cerita bunga dahlia yang baru mekar eh si bocah ngamuk minta susu ampunnn deh jambak-jambak rambut sendiri kapan me time aku dongg??? 😥 .
Nah mumpung si bocah tuh lagi tidur siang, saya sempatin utak-atik foto-foto kebunku dan berikan sedikit komentar buat foto-fotonya ya 😉 .
Pemandangan Balkon Depan *klik gambar untuk melihat ukuran besar
Tanaman di Balkon depan. Geranium gantung warna merah di turunin dulu karena hujan deras dan angin kencang
Tahun depan pengen nanam lebih banyak lagi, masih ada tempat luas kan tuh
Tanaman bunga-bunga di balkon depan ada dahlia, gladiol, hollylock dll
Stockrose Nigra (Alcea Rosea) Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Hollyhocks
Petunia duocolor, disemai baik-baik tidak tumbuh. Ngasal aja nyebarnya malah tumbuh bagus bibitnya
Musim panas malah hujan melulu, tanaman berumbi pada rusak dehhh
Pemandangan Balkon Belakang
Pemandangan Balkon Belakang. Berhubung hujan melulu tanaman tomat jadi ditutupi supaya tidak busuk
Dahlia-dahliaku bukan lalu kupkangkas habis daun-daunnya karena diserang laba-laba merah. Sekarang sudah lebatt lagi
5 Pot dahlia ku. Kalau berbunganya barengan bakalan ramai nih warna warni bunganya
Tanaman di balkon belakang
Tahun ini semua gladiol mengecewakan, tidak ada yang berbunga huhuhu daunnya coklat begitu
Tanaman-tanaman yang gagal tidak tumbuh ataupun pada rusak. Hancur hatiku hahaha
yokk lanjut yaa
Stoberi yang ditanam dari bibitnya, sudah berbuah aja loh. No. 4 foto baru-baru ini, itu setelah 4 bulan penanaman bibitnya
Bunga-bunga di Balkon belakang bulan Agustus ini
Saya baru beresin bongkar-bongkar pot tanaman nih
Lihat kebunku penuh dengan Bunga
Horeee Ranunculus bicolor pada numbuh. Sempat ragu waktu mau nanam bibitnya. Potnya saya taruh diantara tanaman tomat supaya terhindar dari matahari terik
Mama lagi asyik memanen tomat-tomatku
Terakhir mau kasih lihat dahlia xxl. Baru coba nanam tahun ini, ternyata cantik sekali. Tidak nyesel deh biar kata lebih mahal dari dahlia yang biasanya, sesuai namanya maka ukurannyapun besarr alias xxl. Tahun depan jadi pengen berburu bentuk dan warna lainnya 😉 .
dahlia xxl convoitise tanam 8 Mei 2014, tgl 26 Mei foto kanan tumbuhnya segitu
Sudah banyak bakal bunga lainnya. Cantik banget warna dahlianya
Dahlia xxl convoitise. Dahlia pink besar sekali. 1 tangkai 2 bunga
Gemes lihat warnanya yang lembut. Dahlia xxl convoitise
I grow plants for many reasons: to please my eye or to please my soul, to challenge the elements or to challenge my patience, for novelty or for nostalgia, but mostly for the joy in seeing them grow. -David Hobson-
Bagi yang tertarik melihat tulisan berkebun lainnya silakan klikdaftar isi kebunku
Demikianlah cerita saya mengenai Berkebun di Balkon Rumah Begini Keadaannya Akhir Musim Panas. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Lihat Kebunku Penuh dengan Bunga. Hai sobat berkebun, sudah hampir sebulan ya saya tidak bercerita mengenai tanaman atau bunga-bunga koleksi saya. Nah buat kalian yang sudah kangen dengan postingan bertema gardening sekarang cuci mata yuk lihat bunga warna-warni .
Cerita bertema pengalaman mamaku naik pesawat sampai Jerman tanpa pengawalan keluarga atau teman saya skip dulu yaaa 😀 .
Sudah seminggu ini hujan turun sepanjang hari, air hujannya sampai turun dan menggenangi tatakan pot tanaman-tanaman. Saya sih pasrah sajalah 🙁 . Paling untuk tanaman dan bunga tidak tahan banyak air saya akali supaya tidak lebih dari 2 hari terkena air hujan.
Misal tanaman tomat saya tutupi dengan plastik dan tidak saya siram lagi. Bunga-bunga Lili saya pindahkan potnya ke tepi (nempel ke tembok) kadang masih kena hujan juga, tidak banyaklah. Begonia juga saya pindahkan.
Berbagai macam Mawar, gladiol, dahlia tidak masalah kena hujan asal bagian bawah potnya bolong, jadi air berlebih akan keluar, Tong penampung air hujan buat nyiram tanaman dalam semalam langsung penuh, seandainya pemilik kontrakan saya ini punya tong besar lagi, kesempatan baik nih kalau hujan deras untuk nampung air 😉 .
Pertama saya perlihatkan tanaman-tanaman di tangga masuk rumah
Beberapa tanaman di Tangga masuk rumah. Bunga lilinya sudah mekar
Bunga Lili Oriental Ungu
Tanam bulan Februari 2014 baru mekar bulan Juli 2014. Nanam 2 umbi, keduanya keluar bunganya. Bunganya besar dan wangi. Oh ya saya tanam bibit/umbi yang tertulis dikemasannya akan warna ungu, ternyata pas berbunga ko pink. Harumnya mirip Lili Casablanca, atau memang semua bunga Lili harumnya sama ya ? 😀 . Tangga masuk rumah jadi harum semerbak <3 .
Nanam Bunga Lili Oriental Ungu ternyata pas mekar bunganya Pink. Bunganya besar dan harum
Sekarang lihat penataan pojok tanaman di ruang tamu yukk
Tanaman dalam rumah, supaya cantik lantainya alasi saja dengan kain berwarna. Bosan suasana ini paling ubah letak pot-potnya
Saya suka mengkombinasi tanaman dengan hiasan (pajangan) seperti contohnya souvenir dari Rusia Boneka 3 itu disebut Matroschka, nah kalau paling kiri miniatur rumah Batak
Tanaman dalam rumah, dijendela ruang tamu. Kalau bosan 2 bulan lagi ganti tanaman di ruang lain ke ruang tamu ini
Dari ruang tamu, kita ke balkon depan dulu ya 😎
Balkon Belakang Rumah. Sudah Seminggu ini hujan melulu
Ada bunga apa saja di balkon depan?
Bunga pukul empat sudah ramai banget bunganya. Kalau sore baru mekar, trus bunganya akan kuncup lagi.
Cantiknya Bunga Pukul Empat. Wunderblume, four o’clock flower (Mirabilis jalapa)
Saya nanam dari umbinya pada bulan April 2014, subur banget . Berdasarkan pengamatanku tanaman ini tidak tahan kena matahari terik. Taruh dibalkon depan deh, dipojokan begini suka deh si pukul 4 tersebut 😀 .
Disebut sebagai bunga pukul empat karena biasanya mekar saat pukul empat sore, dikarenakan adanya rangsangan cahaya, gerakan ini dinamakan dengan fotonasti (sumber : wikipedia).
Pot kiri Hollyhocks dalam bahasa Jerman disebut Stockrose, bahasa Latinnya Alcea Rosea. Kanan Tanaman Ketumbar nanam dari biji bibit
Pemandangan Balkon Depan. Foto 12 Juli 2014
Ada apa lagi? 2 pot terong, sudah berbunga, siap-siap keluar bakal buahnya. Ada kencur, tanaman ketumbar sudah pada numbuh, resehh deh hujan kan ketumbar ku jadi patah-patah daunnya hiks. Pot-pot kecil yang tampak pada gambar, itu penyemaian benih-benih bunga, belum sempat dipindahkan ke pot lebih besar.
Sisi lain Balkon depan
Apa yang istimewa di sisi balkon ini? 😎
Dahlia Feuervogel kalau dalam bahasa Indonesia artinya dahlia burung api. Dahlia ini termasuk jenis kaktus dahlia.
Dahlia Feuervogel
Masih ada lagi yang istimewa
Hollyhocks pink (Alcea Rosea) dalam bahasa Jerman disebut Stockrose. Tahun lalu beli tanamannya masih kecil imut-imut, akhirnya tahun ini berbunga. Bunganya berlapis (dobel flowered) sukaaa deh <3 .
Hollyhocks pink (Alcea Rosea). Foto 12 Juli 2014
Semoga belum bosan ya hehehe. Saya ajak kamu sekarang melihat tanaman-tanaman di balkon belakang. Disini lebih rame karena balkonnya lebih besar.
Pemandangan balkon belakang
Balkon Belakangku di Musim panas
Sudah rame bunga warna warni di Balkon belakang
Sisi lain balkon belakang
Masih di balkon belakang
Macam-macam tanaman tomat yang sudah banyak buahnya
Balkon Belakang rumahku
Tanaman di balkon Belakang
Begonia Gantung Pendula Cascade
Nanam 2 umbi, keduanya keluar bunganya. Daunnya besar, bunganya berlapis (dobel flower). Saya baru tahun ini coba-coba tanam bunga ini. Ternyata cantik juga 🙂 . Ada satu jenis begonia lagi yang saya tanam nanti kalau tumbuh akan saya update ya.
Bagian mana umbi begonia menghadap ke dalam tanah?. Dulu saya bingung nih, sudah pas mau nanam masah online dulu sih cari tahu di internet? 😛 . Jadi ya yang menghadap ke dalam tanah adalah bagian umbi yang rata, sedangkan bagian umbi yang ada celah (agak bolong) nya menghadap ke atas, karena dari celah tersebut akan tumbuh tunasnya. Namun menurut saya walaupun salah tanam posisi umbinya, tunasnya akan tumbuh menembus tanah dan mencari matahari ko, jadi ya tidak masalah.
Bibit saya tanam bulan Februari 2014, bunganya baru mekar awal Juli 2014 ini.
Begonia Gantung Pendula Cascade. Nanam 20.02.2014 Bunganya baru mekar pada bulan Juli
Tanam stroberi dari bibitnya sudah rimbun nih
Macam-macam Gladiol tapi belum berbunga
Kiri Easter lily alias Lilium longiflorum. Kanan Asiatic Lili Lolipop
Bunga-bunga Dahlia akan saya pangkas daun-daunnya, karena bentuk daunnya tidak bagus, ada yang kekeringan lalu ada juga yang daunnya kecoklatan sepertinya diserang laba-laba merah yang ukurannya super kecil 😥 .
Berbagai macam Dahlia. Paling kiri sudah dipangkas dahliannya, tinggal 3 pot lagi
4 macam Bunga dahlia
No. 1 Dahlia Pompom Franz Kafka. Saya baru tanam tahun ini, setelah berbunga, saya pangkas daun-daunnya karena banyak yang kering, lalu berikan tanah yang baru
No.2 dahlia Fire & Ice. Umbinya dari tahun lalu. Tahun lalu nanam 2 umbi gileee rimbunnya, jadi tahun ini cukup tanam satu umbi, sama aja ko rimbun juga.
No.3 dahlia Seerosenblütige Onesta, Umbinya dari tahun lalu. Bunganya belum mekar sempurna.
No.4 dahlia Schmuck-Dahlie Noordwijks Glorie. Umbinya dari 3 tahun lalu, tiap tahun saya tanam.
Bunga dahlia tidak tahan winter, jadi pas musim gugur, saya bongkar potnya dan umbinya saya angin-anginkan, setelah kering bungkus koran atau taruh wadah terbuka (JANGAN dari plastik karena akan busuk) kemudian simpan di gudang. Musim semi ditanam lagi deh.
Foto terakhir 😀
Kaktus Golden Barrel dan Sempervivum
I grow plants for many reasons: to please my eye or to please my soul, to challenge the elements or to challenge my patience, for novelty or for nostalgia, but mostly for the joy in seeing them grow. -David Hobson-
Bagi yang tertarik melihat tulisan berkebun lainnya silakan klikdaftar isi kebunku
Beli Stroberi Petik Langsung dari Ladangnya. Salah satu kegiatan mengasyikkan ketika musim panas adalah beli stroberi petik langsung dari ladangnya 🙂 . Kegiatan ini dalam bahasa Jerman disebut “erdbeere selber pflücken” . Dua kali saya mengajak suami ke ladang stroberi, sayangnya doi tidak mau “ngapain cape-cape petik sendiri, kalau pas musim panas begini stroberi banyak dijual dan murah” katanya 😛 .
Ketika awal-awal stroberi keluar dipasaran harganya 2,5 euro setengah kilo (kalau dirupiahkan kira-kira Rp.40.000), harga tersebut masih mahal. Walau mahal ga nyesel deh karena rasanya manis sekali dan buahnya besar-besar.
Oh ya strawberry yang saya maksud ini bukan stroberi dari supermarket, melainkan dari ladang stroberinya lalu dijual di kios stroberi. Stroberi dari supermarket, umumnya stroberi yang dibudidaya di rumah kaca, rasanya tidak semantap (semanis) yang dari ladangnya langsung.
Sukaa banget kalau sudah musimnya stroberi. Manis banget, puas-puasin makan stroberi selama musim panas
Sabtu 21 Juni minggu lalu, suami dan saya mengunjungi seorang teman kuliahnya pak suami di Besnheim. Sekitar 40 menitlah naik mobil dari rumah kami di Sinsheim. Kata suami, kota Bensheim dikenal sebagai tempat yang duluan hangat ketika musim semi (Frühling), nah mungkin salah satu alasan cuaca bagus tersebut makanya di Bensheim cocok berkebun Stroberi.
Saya pergi ke ladang stroberi bersama Layla, putri temannya suami. Dari rumah Layla ga sampai 5 menit jalan kaki ke ladangnya. Ketika di jalan saya tanya Layla berapa harga setengah kilo stroberi, Layla bilang 90 cent petik sendiri. Walahhh beneran harga segitu ???. Murah sekali !!! 😀 teriak saya dengan hebohnya. Secara baru minggu lalu saya beli 2,20 euro (harga tersebut sudah turun nih, awalnya 2,5 euro).
Kami tiba di kios Stroberi, saya baca rincian harganya : Stroberi Petik Sendiri 1 kg 1,8 euro (Rp.28.000) Stroberi sudah dipetikkin 1 kg 2,3 euro (Rp. 36.800)
Layla mengambil keranjang yang disediakan kemudian kami pergi ke ladang stroberinya.
Ikuti tanda ini untuk Jalan Menuju Ladang Stroberi
Sebelum sampai di ladang stroberi, kami melewati dahulu hamparan ladang gandum (Weizen). Di bagian pinggir jalan gandumnya sudah mengguning, sedangkan pada bagian tengah masih hijau.
Ladang Gandum di Bensheim Jerman
Orang Jerman Banyak makan roti, makanya disini banyak ladang Gandum
Gandum di bagian ini sudah Mengguning siap dipanen nih
Katanya Layla dibagian sini sudah habis stroberi yang matangnya, jadi lainnya masih kecil dan hijau, kita ke bagian sebelah yukk ➡
Layla bilang Stroberi dibagian ini sudah habis yang matangnya, jadi kami menuju ke bagian sebelah
Layla cepatttt bangett jalannya, bumil jalan pelan-pelan kaya ondel-ondel hahaha
Nah kami tiba di bagian yang tepat, ada beberapa orang yang sedang asyik memetik stroberi.
Di bagian ini banyak yang gede-gede stroberinya
Video Beli Strawberry petik langsung di ladangnya
Sebelum Layla dan saya pergi berburu stroberi, mamanya Layla bilang yang petik stroberi hanya boleh Layla, saya disuruh melihat-lihat saja, karena saya sedang hamil tua tidak bisa jongkong untuk petik stroberinya. Kebetulanlah saya jadi punya banyak waktu untuk potret sana sini dan buat video singkat, maklum ini kali pertama saya ke ladang stroberi .
Orang-orang yang asyik Petik Stroberi. Kalau dari bahasa yang mereka pakai sptnya orang-orang Rusia
Eh padahal saya beberapa kali jongkok jugal oh buat cari stroberi dan langsung melahapanya 😀 . Kapan lagi bisa melakukan kegiatan asyik begini ya hanya bisa ketika musim panas saja. Layla bilang “makan saja sepuasnya, lahap 1 stroberi satu stroberi lain taruh keranjang buat kita beli”. “huahahaha dari tadi juga sudah saya lakukan ko” .
Walau ada beberapa stroberi bentuknya berantakan namun buahnya besarr dan manisnya mantapp
Beberapa kali Layla menyodorkan stroberi yang besar untuk saya lahap, padahal sih sambil potret sana sinipun saya nyambi ngemilin stroberinya yang saya petik sendiri 😉 .
Asyiknya Petik Stroberi. Lahap satu, yang satu lagi masuk keranjang 😀
Hasil Perburuan kami 😆
Keranjang Stoberinya hampir penuh
Video Stroberi hasil Perburuan kami
Ketika mau pulang kami berpapasan dengan 2 ibu bersama anak mereka yang masih kecil, asyik nih bikin anak kecil bergerak (olahraga) ngumpulin stroberi 😀 .
Petik Stroberi kegiatan mengasyikkan juga buat anak-anak
Ini yang kami beli. Berat total stroberi yang Layla Petik 2,4 kg kami bagi dua deh
Musim panas begini asyiknya petik apa lagi yaaa 💡
Demikianlah cerita saya mengenai Beli Stroberi Petik Langsung dari Ladangnya, Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta berkebun lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 .
Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Update Kebun Sayuranku. Sobat berkebun, berikut ini saya ingin bercerita mengenai kebun sayuranku yaa. Agak lebay sih dibilang kebun wong hanya beberapa macam saja hehe 😀 .
1. Salat
Beberapa hari lalu saya mendapat tanaman salat dari seorang ibu (pasiennya Frank). Terakhir nanam salat sendiri 2 tahun lalu (salat yang besar). Setelah itu kapok sampai sekarang tidak mau nanam lagi, karena ulat-ulat yang asyik menikmati salat yang saya tanam 😛 . Paling saya nanam salat yang ukurannya kecil yang dalam 1,5 sampai 2 bulan bisa dipanen.
Nah berhubung ada yang kasih salat siap tanam, kan tidak enak juga ya mau nolak rejeki. Maka saya terima saja. Kebetulan ada pot panjang besar yang siap dibersihkan (bunga Foxglove dipotnya sudah selesai berkembang).
Tanaman Salat siap ditanam
Sebenarnya saya mau ambil benih bunga foxglovenya dari bongkol bunganya. Berhubung foxglovenya kotor, banyak kutu (hijau) saya malas nungguin sampai biji/benihnya matang sendiri ditanamannya. Jadi Foxglovenya saya buang. Saya sudah menanam lagi foxglove dari benihnya (beli benih dari toko).
Foxglove sudah selesai Berbunga
Penampakan Salat-salat setelah ditanam :
Salat-salatnya sudah ditanam, semoga tumbuh baik dan tidak ada datang ulat
Sejak Jumat lalu sampai akhir minggu ini cuaca lagi ramah nih, paling tinggi 24 derajat c. Sejuk sekali, bisa puas berkebun sekalipun siang hari.
Cuaca Minggu ini sedang sejukkk. Kiri jam 6.30 pagi aja 13 derajat C. Jam 3.30 sore 24 derajat ademm
2. Terong
Makin tambah besar tanamannya. Saya menanam dari benihnya. Kalau tahun lalu beli jadi tanamannya yang masih kecil (karena bibit/biji kemasan mahal bangett padahal cuma pengen nanam 1 biji 😛 ). Setelah dipanen saya kumpulkan bijinya, dan ditanam musim semi yang lalu. Tumbuh 3 buah. Nah saya lupaaaa taruh dimana sisa biji terongnya.
Tanaman Terong semakin besar
Daun-daunya yang bolong, itu dimakanin belalang yang kecil. Ampuunn deh berkebun banyak tantangannya 😥 . Jadi 2 hari sekali saya cek belakang daun terongnya untuk nangkap belalangnya. Selain hinggap di daun terong, tuh belalang hinggap di daun Hollyhocks (stockorose) juga.
3. Bawang merah, Bawang bombay dan Kencur
Kencur itu yang dibawah mamaku 2 tahun lalu, ternyata masih ada yang bertahan satu rimpang, eh tahun ini numbuh daunnya.
Kiri Kencur , kanan bawang merah
Bawang Bombay nanam tahun lalu dari bibitnya
Bawang dan Kencur aman tidak terkena hama 🙂 . Ketumbar baru nanam, belum tumbuh, ntar kalau sudah tumbuh saya potretin ya. Kalau mau lihat bentuknya tanaman ketumbar (Baca : Tanaman Ketumbar Siap Panen).
Pemandangan balkon depan, tempat tanaman tidak tahan panas
Sekarang kita di balkon belakang, disini saya menanam beberapa macam tomat yakni : tomat botol (beli jadi waktu masih kecil), lainnya nanam dari bibitnya : tomat coklat, tomat lonjong, tomat bentuk buah pir dan tomat Rio Grande.
Postingan saya sebelumnya mengenai tomat-tomatku (Baca : Menanam Tomat dari Bibitnya) 22 Mei lalu begini pemandangannya :
Senangnya saya tomat-tomatnya tumbuh subur. Foto 22 Mei 2014
Sekarang sudah makin lebat, dan sudah banyak bunga alias bakal buahnya, kecuali tomat Rio Grande karena saya baru tanam bibitnya pada 17 Mei lalu, jadi masih kecil.
Disinilah saya menanam beberapa Jenis tomat
Tomat-tomatku sudah banyak sekali bunganya, tinggal tunggu buahnya
Tampak depan beginilah tanaman tomat-tomatku
No. 1 tomat lonjong ; no. 2 tomat botol
Tomat yang sudah bebruah adalah tomat botol dan tomat lonjong, lainnya baru bakal bunganya yang banyak
Tomat Rio Grande masih kecil
Video Menanam Tomat dari Bibit Bisa Tumbuh Subur Begini | Berkebun di Balkon
Musim Panas Enaknya Ngapain?. Hai sobat blogger, ditempatku sini panasnya gila-gilaan. Jam 9.30 saja panasnya sudah 32 derajat C. Musim panas berdasarkan kalender akan dimulai tanggal 21 Juni nanti. Kemarin dengar siaran berita di radio, katanya cuaca pas libur Pfingsten (Pentakosta) kali ini terpanas terpanas sejak 50 tahun terakhir.
Temperatur Musim Panas 2014. Foto Kiri hampir jam 1 siang, suhu sedikit lagi nembus 26 derajat C. Kanan suhu pagi ini jam 9.30 pagi aja sudah 32 derajat ampunn dehh
Suhu dalam rumah kalau siang antara 27- 28 derajat C, suhu segitu aja rasanya sudah gerah sekali. Termometer luar rumah saya pindahkan supaya tidak kena matahari langsung, ternyata sama saja ya itu siang hari hampir 36 derajat C. Kemarin pas keluar rumah mau berkunjung ke rumah mertuaku, saya lihat di pusat kota suhunya 41 derajat C, kata Frank sih termometernya pas kena sinar matahari, makanya angkanya gila begitu.
Pagi tadi begitu bangun tidur jam 6.30 langsung saya siram semua tanaman-tanaman, kemudian nyetrika selama 2 jam. Mumpung masih pagi masih adem, saya babat semua baju-baju buat di setrika. Kemarin (malam) mau nyetrika ga sanggup, karena ruangan rasanya panas banget, badan juga gerahhh, bawaannya sudah malaslah melakukan kegiatan yang tambah bikin panas.
Antara jam 9 atau Jam 10 pagi Rolladen di ruang tamu dan kamar tidur saya turunin, karena dibalkon bagian belakang ini sang mentari ganas banget. Sekitar jam 4 atau jam 5 sore baru saya naikin rolladennya.
Kiri Ruang tamu, kanan kamar tidur. Mencegah Panas masuk Rumah Rolladen (Blind jendela) sudah diturunkan sejak pagi jam 9
Begini di Jerman Cara Agar Rumah Tidak Panas Saat Summer ☀🏘
Pintu balkon depan, saya buka lebar-lebar, karena disitu masih sejuk sekali, angin yang masuk membuat adem ruangan. Matahari akan bersinar dengan garangnya ke bagian depan ini mulai jam 2 siang sampai jam 6 – 7 sore.
Kalau lagi masak saya nyambi ngadem ke balkon depan. Dapur ini nembusnya ke balkon depan, bisa cuci mata lihat tanaman atau ngitungin orang lewat 😀 .
Dapur dan Ruang Makan yang tembus ke Balkon Depan Rumah
Kompornya dibagian kanan, tidak terpotret.
Tanaman-tanamanku untungnya hingga saat ini masih baik-baik saja, tidak seperti tahun lalu banyak yang mati 🙁 .
Tips melindungi tanaman saat musim panas: • Siram tanamannya saat pagi-pagi sekali, ketika mataharinya belum bersinar terik. Jadi tanamannya bisa menyerap air dan menyimpannya menghadapi garangnya mentari. Kemudian saat matahari menjelang terbenam siram lagi kalau dirasa butuh. Kalau ditempatku sini masih terang hingga hampir jam 10 malam, jadi kadang saya siram sekitar jam 8 malam.
• Kalau bisa jangan gunakan pot-pot plastik, karena plastik membuat tanaman semakin panas. Sayangnya pot tanah liat (terakota) mahal ya hahaha 😆 😛 . Jadi ya terpaksa tetap ada tanaman-tanaman menggunakan pot plastik, walau kadang saya di cerewetin Frank katanya “kasihan tanaman-tanamannya kepanasan pakai pot plastik” .
• Kalau menggunakan pot plastik, jangan gunakan yang warna hitam karena warna hitam membuat makin panas. Coba deh ketika panas banget kamu pakai baju warna hitam, pasti rasanya lebih panas kan ??? 😀 . Penjelasannya karena warna hitam tersebut memiliki penyerapan yang sempurna, menyerap radiasi dari tubuh kita atau sinar matahari dan tidak memantulkannya kembali,sehingga apabila kita memakai pakaian hitam badan kita akan cepat merasakan panas (penjelasan dari yahoo answer).
Kebun Tomatku jam 9.15 pagi ini mau ditutupi koran menghindari sengatan matahari
Beginilah setelah ditutupi koran ..
Saat Musim Panas beginilah saya melindungi tanaman tomat-tomat saya dari sengatan matahari. Foto Kanan, tanamannya tetap terlihat segar kan
Sebenarnya dari bulan lalu saya sudah cari-cari alat untuk menghindari sinar matahari di balkon. Semacam terpal, apa sih namanya dalam bahasa Indonesia? payung penahan matahari gitu deh ya 😀 dalam bahasa Jerman ada yang jenisnya Sonnenschirm, Ampelschirm, sonnensegel banyaklah modelnya, intinya untuk menutupi balkon.
Nah harganya tidak ada yang masuk dalam budgetku doong hahaha paling murah 20 an Euro (sekitar 320 rb rupiah). Saya mau beli yang harga segitu, kata Frank ambil yang ukurannya 2-3 meter aja jadi seluruh balkon tertutupi dan bisa taruh bangku buat duduk-duduk di balkon.
Ide dia sih bagus banget ya, cuma kalau dananya ga masuk saya ga mau ah masah cuma buat melindungi beberapa tanaman tomat harus keluar banyak duit, kalau begitu ya lebih baik beli tomatnya aja di supermarket, malah lebih murah, lagi melimpah ruah musim panas begini hehehe 😆 . Pengennya kan berkebun dengan dana seminimal mungkin 😛 . Jadi sementara ya ditutupi saja tanaman tomat-tomatnya dengan koran.
Beginilah pemandangan balkon belakang pagi tadi ..
Pemandangan Balkon Belakang. Pagi aja panasnya sudaha pool banget disini
Sisi lain Balkon belakang. Walau suhunya 36 derajat C untungnya semua tanaman masih baik-baik saja
Pohon Cerry Tetangga, semakin merah aja buahnya. Untunglah tuh Pohon tinggi besar bisa melindungi sedikit tanamanku
Pemandangan Balkon depan, yang adem kalau masih pagi hingga jam 12 siang
Pemandangan Balkon Depan, kalau pagi adem banget disini
Sisi lain Balkon Depan. Geranium yang digantung tahan panas loh asal disiram pagi dan sore
Balkon Depan Mulai Menghijau. Sobat berkebun, kalau kemarin-kemarin saya selalu memperlihatkan balkon belakang saya (Baca: Pagi yang Sejuk di Balkonku ; Menanam Tomat dari Bibitnya ; Menanam Bibit-bibit Bunga Musim Panas ) . Nah kali ini saya ajak kamu melihat balkon depan rumah saya. Balkon ini lebih kecil, kalau pagi sejukk sekali, serasa di puncak deh sangking ademnya <3 .
Dua hari lalu, jam 8 pagi bangun tidur saya semangat 45 buat berkebun . Melanjutkan kerjaan sehari sebelumnya, nyatuin mawar-mawar yang „bikin kesel“ karena jelek banget. Huhuhu saran saya nih ya, JANGAN beli root mawar yang di wax (dilapisi lilin). Murah sih (kalau dirupiahkan sekitar 25rb – 60rb) sebel murah harganya, murahan pula kualitasnya alias jelek! 😮 .
JANGAN beli root mawar yang dilapisi lili, kualitasnya jelek. Sumber gardeningknowhow.com
Ada 3 root yang saya beli tahun lalu, dan 2 tahun ini. Awal musim semi lalu saya pindahkan ke pot baru (terakota), saya kasih pupuk jangka panjang (langzeitdunger) yang bisa bertahan 6 bulan, kalau obat mirip-mirip lepas lambat istilahnya hehehe. Pupuknya ini bisa bertahan 6 bulan, melepaskan zat aktifnya sedikit-sedikit, jadi tidak perlu bolak-balik dipupuk.
Selain dipupuk saya berikan pula tanah (blumenerde) khusus untuk tanaman mawar. Coba kurang baik apalagi saya ke tanaman mawar-mawarnya? 🙄 . Bukannya tumbuh subur, malah batangnya mulai menghitam. Oke mungkin tidak tahan panas karena baru dipindahkan ke pot baru, lalu saya taruhlah pot-potnya di tempat teduh. Tidak berhasil juga! 😥 .
Jadi daripada banyak pot sia-sia, maka saya ingin menyatukan semua mawar jelek tersebut di satu pot.
5 jenis root mawar yang bikin kesel karena tidak tumbuh juga huhuhu
„Terserah kalianlah mawar-mawarku, mau tumbuh kek, mau nga kek, saya sudah melakukan yang terbaik untuk kalian!“ 😛 .
Saya punya beberapa mawar lain yang bagus-bagus, karena memang ketika beli ya jenis mawar yang bagus, daun-daunnya banyak dan subur, bunganya bagus. Mahal dong? Iyaaa harga normal kalau dirupiahkan 150-200rb, tapi saya nunggu akhir musim penjualannya jadi diskon 50% donggg.
Ini contoh bunga mawar-mawarku yang cantik
Bunga Mawarku Mekar Sempurna
Mawar Pomponella Ketika mekar
Berbunga kedua kalinya dengan lebat 11.08.2013
Nah saya lagi ngincer mawar warna lain, termasuk mawar David Austin. Tiap minggu saya ke retail tanamannya belum di diskon juga kakkk 😆 . Saya kalau ngider-ngider ke toko selalu sendirian (naik bus) supaya puas berlama-lama di lokasinya. Nanti begitu mawar-mawarnya diskon 50%, saya mau ajak Frank supaya bisa kesana naik mobil 😀 . Ga mungkin saya nenteng sendiri, berat boo! Hehe.
Oh ya saya belanja online, eh dapat bonus root mawar ungu. Pas paketnya datang kaget dong karena ko banyak root mawarnya. Wah ternyata dikasih 3 root. Rootnya tidak di lapisi lilin. Lihat sekilas kualitas bagus, banyak sekali mata tunasnya.
Panjang akarnya 25 cm, saya lagi mau cari pot yang bagus, jadi sementara ditanam di pot plastik dulu.
Rosen Sterling Silver. Dapat bonus root mawar pas belanja online, semoga nantinya berbunga cantik seperti digambar
Lanjut ngomongin balkon depan ya ..
Beginilah kalau lagi berantakan pas saya kerja
Berkebun membuat hati senang
Tanamannya Masih Berantakan yaa
Setelah root mawar-mawar beres, saya mengerjakan yang lainnya. Bongkar pot yang dibawah ini.
Mau Bongkar pot ini karena bunga-bunganya sudah mati
Yang bagian kiri tidak saya bongkar, karena bunga kosmosnya sedang bagus-bagusnya. Itu bibitnya saya tanam tahun lalu (sudah telat nanam dekat winter), pasrah aja numbuh atau tidak. Eh ternyata tahun ini malah tumbuh subur.
Cantik ya warna bunga Kosmosnya
Bagian kanan sudah kosong, bunga-bunganya sudah selesai berbunga, jadi saya pengen nanam jenis lain. Ada sample benih bunga campuran dari toko (lumayan gratis 😀 itu benih bunga sudah bercampur pupuk), pengen juga nanam zinnia, azalea, dan mohn (mohn Turki dan Swiss).
Mau tanam bibit bunga baru
Mau nanam bibit bunga Azalea, Zinia, mohn
Benih bunga ukurannya kan sangat kecil, seperti pasir. Jadi kalau hanya disebar begitu saja ditanah, sering tidak tumbuh, karena akarnya tidak kuat. Makanya saya gunakan Coconut coir alias Quelltabs atau tanahnya saya lapisi tissu lalu saya sebar benih bunganya.
Untuk benih bunga yang ukurannya super kecil saya tanam di Coconut coir alias Quelltabs. Sebelah kiri belum direndam air, kanan media Coconut coir siap ditaburi benih bunga
Jangan lupa kasih name tag tanaman ya, supaya kita tahu benih bunga apa yang kita tanam 😉 .
Pot siap di tanam dengan benih bunga yang baru
Kerjaan kedua selesai, masih tetap semangat 45, saya lanjut lagi. Menambahkan tanah baru dan pupuk jangka panjang ke bunga Geranium gantung. Saya punya 2 pot, satu pot besar isi 2 warna Geranium, 1 pot kecil hanya 1 warna. Senang banget kedua pot sudah banyak bakal bunganya.
Geranium Gantung, ada 2 pot. Sudah banyak bakal bunganya
Geraniumnya tersebut dari tahun lalu loh. Pas musim dingin, pangkas daun-daunnya, supaya mudah merawatnya. Taruh dalam rumah, tanam di pot kecil supaya tidak makan tempat.
Lanjut lagi, pindahin Petunia Mini ke pot baru (pot gantung). Saya dikasih bunga tersebut dari oma nya Frank. Makin lama ko subur menggila bunganya. Di taruh dekat jendela, bunganya jadi kegencet. Makanya saya pindahkan saja ke pot gantung.
Petunia Mini, lebih cantik kalau digantung kan
Petunia haus melulu. Bunga ini akan sangat layu kalau airnya tidak cukup. Kalau panas siram beberapa kali. Bunga ini tahan panas, asal airnya cukup.
Lanjut lagi dong yaa..
Baru pertama kali coba nanam bunga pukul 4 (Mirabilis Jalapa), ga nyangka ternyata ..
Terkagum-kagum Melihat Bunga Peony Raksasa. Judulnya ko hiperbola ya hehe 😀 . Beneran deh untuk pertama kalinya saya melihat langsung bunga peony yang jumbo (besar sekali), padahal tinggi tanamannya biasa saja ko. Diameter bunganya sejengkal telapak tangan saya, kira-kira 18 cm.
Senang hati deh kalau ke Taman Begini, serba hijau dimana-mana, ademmm rasanya. Taman di Bad Rappenau, Jerman
Sebelum saya perlihatkan Peony yang jumbonya, lihat Bunga Peony yang ukurannya biasa dulu ya. Karena saya juga melalui hamparan Peony yang ukuran biasa dulu, baru di ujung taman ketemu yang besar sekali 😉 .
Mencari Objek Foto di Taman
Oh ya lokasi tamannya masih sama seperti Peony yang sebelumnya saya potret, yakni di Taman Bad Rappenau, Jerman Saya berkunjung minggu pertama Mei 2014.
Dibagian ini Peonynya masih kuncup
Peony masih Kuncup semua
Ini sepertinya kalau Mekar Peony Putih
3 minggu kemudian (27 Mei 2014) wahhhh peony di lokasi ini, sudah pada bermekaran. Bunganya besar dan cantik ada 3 warna <3 .
Peony di taman Bad Rappenau bermekaran. Foto 27.05.2014
Cantik ya warna pink Peony nya
Peony Merah dan Putih
Video Bunga Peony Bermekaran (27.05.2014)
Balik lagi ke pemotretan awal Mei 2014
Di bagian ini Peonynya sudah mekar
Ada Beberapa Peony yang sudah Mekar
Sayang Peonynya Lusuh karena kena hujan hari sebelumnya
Peony yang ini kecil dan bunganya hanya satu lapis
Tetap Cantik kan yaa walau Peony nya kecil dan bunganya hanya satu lapis
Peony Ungu
Eh ada bunga Allium yang ikutan nimbrung di hamparan Peony .
Bunga Allium Ungu
Hamparan Bunga Allium
Video Bunga Allium
Nah kalau dibagian ini, sebelumnya sudah pernah saya posting bunga-bunganya (Baca : Bunga Peony yang Mempesona)
Jadi kali ini yang baru pada bermekaran yaa 🙂 .
Taman di Bad Rappenau, saya datang khusus untuk memotret Bunga Peony
Peonies king of flowers A symbol of spring, it is also used as a metaphor for female beauty and reproduction
Peonies are known as the flower of riches and honor
Peony Pink Masih agak kuncup
Bagian ini Peonynya sudah pada rontok. Tampak banyak buah (didalamnya ada biji/bakal bibit). Bisa diambil kalau sudah menghitam atau kalau sudah pecah buahnya. Tahun depan 2015, awal musim semi bisa diambil bijinya.
Bunga-bunga Peonynya sudah rontok, terlihat banyak buahnya, didalamnya adalah bijinya
Buah Bunga Peony, kalau mau ambil bijinya tunggu buahnya hitam
Fruit of Paeonia
Buah Peonya sudah pecah. Bijinya sudah jatuh semua. Ini yang mekar tahun lalu
Pagi yang Sejuk di Balkonku. Sahabat berkebun, balkon saya makin berwarna karena tanaman-tanaman semakin subur dan semakin banyak yang berbunga .
Senangnya saya tanaman-tanaman makin suburrr
Semalam hujan, jadi pagi ini keliatan segar (sejuk) sekali di balkon.
Pemandangan Balkon Belakang Pagi 26 Mei 2014 jam 9 pagi
Lebih detail tanaman-tanaman yang ada balkon belakang:
Mawar Kurfürstin sophie
Mawar Kurfürstin sophie (harum namun lemah), senangnya bakal bunganya banyakkk sekali, sangking banyaknya, rantingnya tidak kuat menahan. Bentuknya pas mekar sempurna (Baca: Bunga Mawar koleksiku 2013) .
Pohon Mawar Mc Cartney Belum menunjukkan tanda-tanda berbunga
Pohon Mawar Mc Cartney, hampir setiap hari saya mengecek, belum ada tanda-tanda muncul bakal bunga. Saya rajin siram dengan air cucian beras, sudah dikasih pupuk buat jangka panjang (6 bulan). Pasrah sajalah menunggu si mawar berbunga saat dia ingin hehehe . Bunganya ada harum agak kuat. Bentuknya pas mekar sempurna (Baca: Mawar dari Lottum Belanda).
si kuning Friesia Rose yang menawan hati
Mawar Friesia Rose, si mawar kuning ini yang paling duluan berbunga diantara mawarku lainnya. Wanginya kuatt sekali. Bunganyapun besar dan banyak.
Lanjut …
Foxglove, Digitalis Purpurea Finger Hut. Akhirnya mekar sempurna. Lebah Tertarik dengan Bunga ini
Foxglove, awalnya saya kira warnanya kuning ternyata mula-mula kuning mudah, akhirnya setelah mekar sempurna jadi pink. Kalau ingin mengundang serangga baik (lebah) datang ke kebunmu, salah satunya bisa coba tanam bunga Foxglove ini.
Saya tanam dari benihnya (ukurannya seperti pasir), susahhh, setelah 2 tahun mencoba akhirnya bisa tumbuh 🙂 .
Dahlia-dahlia makin subur, ada 3 pot sudah banyak bakal bunganya
Begonia Gantung Pendula Cascade yang belum digantung potnya. Ga nyangka ternyata tanamannya besar sekali, saya tanam 2 umbi. Nanti akan saya pindahin ke pot besar. Begonianya Belum berbunga
Lanjut teruss …
Kebun Tomatku, yang kunin itu bunga Marigold, di Indo dikenal sebagai Bunga Tai Ayam, guna Marigold mengusir serangga pengganggu alias hama
Fackellilie, Kniphofia Tritoma. Tanam rootnya tahun lalu akhirnya tahun ini keluar bunganya. Belum mekar sempurna
Kalau ingin mengundang serangga baik, Malve juga bisa jadi pilihan
Bunga Malve sudah banyak sekali bakal bunganya
Saya punya 3 pot Malve, ketika musim dingin yang lalu saya potong hingga tanamannya kira-kira 20 cm, sehingga mudah ditutupi/diselimuti. Kalau bunganya sudah rontok, di bongkolnya banyak sekali bijinya/bakal bibit. Nah biasanya saya malas ngumpulin bijinya, jadi berjatuhan dan pada numbuh deh 😀 .
Bunga Malve ini menarik kupu-kupu dan lebah berkumpul sekitarnya. Tinggi tanaman ini mencapai 1 meter
Menanam Tomat dari Bibitnya. Sobat berkebun, seperti tahun-tahun sebelumnya, maka tahun ini saya juga menanam beberapa jenis tomat. Saya tanam dari bibit/bijinya. Ada satu tanaman tomat yang saya beli jadi (ketika beli masih kecil sekali), namanya tomat botol (flaschentomaten), penasaran pengen lihat bentuknya 😀 .
Cuaca tahun ini bagus sekali, jadi sejak bulan Maret sudah mulai hangat, kalau tahun lalu bulan Mei saja masih dingin. Kalau dingin bibit tomat lama sekali tumbuhnya, malah sama sekali tidak tumbuh.
Menanam bibit tomatnya menggunakan wadah kecil dulu, supaya lebih mudah tumbuh.
Wadah atau media tanam bibit yang pernah saya gunakan : 1. Tray Penyemaian (isi tanah separuhnya, taruh bibit tomatnya, taburi tanah lagi kira-kira setengah cm, semprot air dengan perlahan) 2. Coconut coir (blok media tanam ini dari sabuk kelapa yang dihancurkan, media ini bagus menyerap dan menyimpan air). Blok tersebut rendam air hingga mengembang, lalu kasih lubang dibagian tengah, masukkin bibitnya dan rapatkan. 3. Wadah bekas air mineral (bentuk gelas) (wadah kecil ini paling mudah ditemukan, lubangin bawahnya).
Tray Penyemaian untuk menanam Bibit Tanaman
Coconut coir. Quelltabs. Media Tanam untuk bibit tanaman yang kecil sperti untuk bibit cabe, tomat, stroberi dll
Saya tanam bibit/biji tomatnya pada awal Maret 2014. Ketika malam hari, saya taruh didalam rumah karena kuatir kalau tengah malam suhunya ngedrop dingin sekali, maka akan menghambat si bibit tumbuh.
Nanam Bibit Tomatnya di wadah kecil dulu, setelah tumbuh beberap daun baru pindah ke wadah lebih besar
Wadah Penyemaian Tomat dan lainnya kalau siang taruh luar rumah
Dalam rumah pot-pot kecilnya saya taruh dibawah lampu tanaman (growing lamp), supaya cepat tumbuh 😉 . Setelah 1 hingga 2 minggu mulai tumbuh deh bibit-bibit tomatnya.
Bibit yang disemai kalau malam taruh rumah, dibawah growing lamp
Bibit tomatnya makin besar nih. Foto 2 April 2014
Tiap bulan ganti media tanamnya, supaya nutrisi buat si tanaman tetap terpenuhi. Ganti wadah juga nya karena bibitnya semakin tumbuh besar.
Setelah tanaman tomatnya agak besar berikan tanah baru dan pindahkan ke wadah lebih besar. Foto 25 April 2014
Keterangan Foto: No.1 tiga pot tomat bentuk buah pir No.2 satu tomat coklat, satu lagi tomat lonjong No.3 tomat botol yang saya beli jadi, cepat besarnya si tomat ini.
Hampir sebulan kemudian, setelah tanamannya dipindahkan ke wadah lebih besar, cuaca juga semakin hangat, maka tanaman tomat-tomatku sudah makin subur seperti dibawah ini:
Tanaman Tomat-tomatku Semakin suburr. Siap dipindah ke Wadah besar nih. Foto 17 April 2014
Foto No.1 tomat bentuk buah pir, no.2 satu tomat coklat, satu lagi tomat lonjong, no.3 tomat botol
Karena tanaman tomat-tomatnya sudah cukup besar, maka akan saya satukan semuanya di wadah besar. Saya gunakan green house mini, tutup green house akan saya lepas nantinya.
Di bagian bawah green house saya taruh umbi bunga-bunga musim semi, dan bagian atasnya akan saya tanam tomat-tomat
Dibagian bawah green house saya taruh banyak sekali umbi-umbi musim semi yang sudah selesai berbunganya. Saya bongkar bunga-bunga musim seminya, bersihkan umbi-umbinya dari daun dan batangnya. Jangan lupa name tag tanaman tetap disertakan, supaya tahu umbi bunga apa yang disimpan.
Umbi-umbi Bunga musim semi yang sudah saya bersihkan saya tanam dibagian bawah tanaman tomat
Saya baru lakukan metode begini, karena biasanya kalau umbi bunga-bunga musim semi saya simpan digudang, pas musim tanam lagi, saya malas mencari (mengeluarkan) dari gudang. Dengan metode ini, kalau tomat-tomat sudah selesai masa tanamnya (pada musim dingin), green house akan saya bongkar, dan umbi bunga musim semi saya pindahkan ke bagian atas green housenya.
Bisakah metode penyimpanana begini dilakukan di negara tropis?. Menurut saya bisa saja, asal pas umbi-umbinya akan ditumbuhkan lagi, umbi-umbinya harus didinginkan (cold treatment) simpan dikulkas. Jadi metode penyimpan yang saya lakukan ini istilahnya dormat ya (umbi-umbinya istirahat/tidur sekitar 5 bulan).
Oke kembali ke tanaman tomat lagi
Media tanam Tomat
Selain gunakan kompos (bikin sendiri), saya gunakan juga media tanam atau tanah (blumenerde) yang saya gunakan adalah tanah kemasan. Saya gunakan dua merek, yakni compo sana (khusus tomat dan sayuran) dan tanah keluaran supermarket REWE. Kedua merek ini adalah merek yang bagus di Jerman (berdasarkan penelitian majalah stiftung warentest blumenerde 2014) merek tersebut terbaik no 2 dan 3, yang bagus no.1 adalah tanah kemasan keluaran Pflanzen-koelle, sayangnya retail tanaman pflanzen-koelle jauh dari rumah saya.
Kenapa menggunakan tanah kemasan? karena rumah saya di lantai satu, tidak punya taman, tidak ada tanahnya jadi berkebunnya di balkon, semua tanaman tanam di pot.
Tanah Kemasan atau Media Tanam yang selalu saya gunakan untuk berkebun. 2 merek ini yang bagus di Jerman
Sejak dulu saya biasanya gunakan Compo sana, nah karena tuh merek mahal ya bo, dan saya butuh banyak tanah untuk membuat penuh green house, jadi saya kombinasi dengan tanah keluaran supermarket deh. Bukan iklan ya, saya hanya berbagi pengalaman saya 😉 .
Merek lain yang murah banyak banget (Frank biasanya bawel kalau saya beli yang murah dan hasilnya jelek, buat dia mending beli yang lebih mahal tapi hasil tanamnya memuaskan). Saran saya jangan lihat harga murahnya, tapi lihat kandungan apa saja yang ada di tanah kemasan tersebut, kamu tentunya ingin dong tanaman yang kamu tanam subur .
Cantiknya si Kuning Bunga Peoni Ludlowii. Sobat berkebun, akhirnya Peoni Ludlowii ditaman sudah berbunga. Awalnya saya ke taman Bad Rappenau, Peoni tersebut belum berbunga (hanya banyak sekali bakal bunganya) (Baca : Pohon Bunga Peony Ludlowii).
Kira-kira hampir sebulan kemudian saya ketamannya lagi (awal Mei 2014), bunga-bunganya sudah pada mekar, wah cantik sekali 🙂 .
Tanaman Bunga Peoni Ludlowii, seperti semak belukar ketimbang Pohon
Paeonia ludlowii (Ludlow’s Tree Peony) adalah semak tinggi sedang yang endemik di tenggara Tibet. (Tanaman endemik apabila keberadaannya unik di suatu wilayah dan tidak ditemukan di wilayah lain secara alami).
Di Tibet dikenal sebagai lumaidao yang berarti “Bunga Tuhan”. Nama daerah dalam bahasa Cina adalah 大 花 黄 牡丹 (da hua huang mu dan) yang berarti “bunga peony kuning besar”. Dalam bahasa Inggris kadang disebut peony pohon Tibet atau pohon peony Ludlow. Ini memiliki kuning murni, sedikit mengangguk, bunga berbentuk mangkuk, dan daun hijau muda besar, dua kali majemuk.
Seperti yang saya baca di Wikipedia kalau Peoni Ludlowii bunganya berwarna kuning, dan memang setelah saya lihat langsung warnanya kuning. Bunganya hanya satu lapis.
Plang Nama Bunga Peony. Taman Bad Rappenau
Cantik ya Kuningnya Bunga Peoni Ludlowii
Banyak juga kelopak bunganya yang sudah rontok, dan tampak buah/bakal biji/bibit pada bagian bunga yang telah rontok. Namun bakal biji tersebut masih hijau.
Bakal Biji Peoni Ludlowii ada dibagian dalam, bisa lihat bijinya kalau buahnya sudah hitam
Harus tunggu musim gugur hingga awal musim semi, dimana warnanya hitam dan bongkol bunganya terbuka sendiri, barulah kita bisa ambil biji bunga Peonynya.
Kalau punya taman rumah yang luas silakan deh tanam Bunga Peoni Ludlowii
Paeonia ludlowii, Strauch-Pfingstrose
Penanaman
Paeonia ludlowii kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias, kebanyakan karena dedaunannya yang halus. Dalam budidaya, ia tumbuh paling baik di tanah yang subur, netral hingga agak basa, dengan drainase yang baik. Spesimen lebih suka ditanam dalam dan tidak menyukai terlalu banyak air.
Di awal musim semi dan selama musim panas, pemberian kalium tinggi merangsang pembungaan yang lebih subur. Saat menumbuhkan spesies dari biji, sebaiknya pertama-tama direndam, dicampur dengan vermikulit lembab, dan disimpan pada suhu kamar sampai akar muncul setelah satu sampai tiga bulan.
Ludlow’s Tree Peony Species tanaman berkayu Peoni Ludlowii
Bagi yang ingin melihat biji/bibit Bunga Peoni Ludlowii ketika siap diambil silakan baca Pohon Bunga Peony Ludlowii. Pada halaman tersebut kamu juga bisa mengetahui bagaimana Cara Menumbuhkan Biji Peony (peony seed germination).
Pemandangan Taman Bad Rappenau pada Musim Semi. Awal Mei 2014
Demikianlah cerita saya mengenai Cantiknya si Kuning Bunga Peoni Ludlowii. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Suasana Musim Semi Salah Satu Kota di Jerman. Sahabat blogger, ini postingan terakhir mengenai suasana musim semi sekitarku. Berdasarkan perhitungan kalender memang masih musim semi, namun kenyataan di lapangan, cuacanya sudah terlalu panas untuk musim semi, tanaman-tanaman musim semipun sudah berakhir masanya.
Tanaman musim panas seperti mawar, dahlia, gladiol dll malah semakin lebat saja tumbuhnya. Mawar-mawar malah sudah banyak yang berbunga. Hebatt bangett deh belum musimnya sudah mekar 😉 .
Oh ya suasana musim semi postingan saya kali ini, berada di salah satu taman di Bad Rappenau. Kalau dari tempat tinggal saya sekitar 15 menitan naik kereta. Dulu saya tinggal di Bad Rappenau, dua sahabat Indonesia saya tinggal disana, suami juga kerja di Bad Rappenau, jadi ya saya masih seringlah jalan-jalan kesana.
Taman Kota di Bad Rappenau, Jerman. Mobil yang didepan tersebut adalah Petugas Taman yang akan menyiram Tanaman. Selain Petugas tidak boleh mobil lewat sini
Ada bunga apa saja di taman ini?
Tulip dimana-mana
Tulip-tulip di Taman Bad RappenauCantik-cantik perpaduan Warna tulipnya
Tamannya luas sekali, jadi bunga-bunganya buanyak banget. Masih tulip nih yaaa
Yang Mana Tulip Favoritmu
Indah sekali tulip Orange berikut
Kombinasi tulip orange dan Daffodil dobel flower
Hampir Pingsan sangking TERPESONA dengan Warna Orange tulipnya
Sudah separuh taman saya jalani
Pemandangan di Taman Bad Rappenau
Video Suasana Musim Semi di Taman Bad Rappenau
Di depan sana masih banyak tulip dan tanaman lainnya, tapi ada hyacinth dan daffodil yang tak kalah cantiknya. Jadi kita lihat dulu ya 😉 .
Hyacint kuning Pucat. Penanamannya dikombinasi dengan tulip dan daffodil
Cantik ya Bentuk bunga Daffodil nya
Senangnya Melihat Banyak bunga-bunga Indah begini. Ada Daffodil, Hyacint, tulip dll
Cape, ya udah duduk dulu yukkk 😀
Yang cape silakan duduk dulu, saya lanjut potret tanaman yaa. 14.04.2014 jam 11.35
Walau tulip putih bukan favorit saya, tetap suka memandanginya 😉 .