Tag: must to go in Netherlands

  • Volendam Part II

    Volendam Part II

    Volendam Part II. Berikut ini adalah lanjutan cerita tentang Volendam, oh ya kalau Anda belum membaca cerita sebelumnya klik Liburan ke Negeri van Oranje.

    Belanda identik dengan para pengguna sepeda, dibawah ini beberapa foto hasil bidikan kamera digital saya.

    Volendam Part II
    Kota Volendam Belanda

     

    Kota Volendam Belanda
    Volendam Belanda

     

    Unik ya sepeda dorong sekaligus buat angkut anak. Kota Volendam Belanda
    Unik ya sepeda dorong sekaligus buat angkut anak. Kota Volendam Belanda

     

    Banyak sekali yang bersepeda di Volendam Belanda
    Banyak sekali yang bersepeda di Volendam Belanda

     

    Bus di Volendam Belanda
    Bus di Volendam Belanda

     

    Saya suka sekali melihat taman-taman, saya coba bandingkan antara taman-taman di Jerman dan Belanda.

    Model rumah di Volendam Belanda
    Model rumah di Volendam Belanda

     

    Model rumah yang unik di Volendam Belanda
    Model rumah yang unik di Volendam Belanda

     

    Taman depan rumah di Volendam Belanda
    Taman depan rumah di Volendam Belanda

     

    Gaya model rumah di Volendam Belanda
    Gaya model rumah di Volendam Belanda

     

    Indahnya Taman depan rumah di Volendam Belanda
    Indahnya Taman depan rumah di Volendam Belanda

    Lanjutannya baca: Jalan-jalan ke Tong tong Fair Pasar Malam di Belanda

     

    *(Foto-foto: dok. pribadi)

    Baca juga:

  • Liburan ke Negeri van Oranje

    Liburan ke Negeri van Oranje

    Liburan ke Negeri van Oranje. 26 hingga 29 Mei 2012 lalu, Frank dan saya liburan ke Belanda. Berangkat pagi-pagi sekali, jam 4.30, katanya sih menghindari macet, padahal tidak ada macet sama sekali. Ada Peter si GPS yang memberikan petunjuk jalan mana yang terbaik kami harus lalui. Ngantuk berat selama perjalanan Hoaaammm.

    Liburan ke Negeri van Oranje.
    Otw ke Belanda. (Foto: dok. pribadi)

     

    Jam 8.30 sudah masuk wilayah Belanda, selanjutnya menuju Volendam. Jauh banget harus 2 jam lagi di mobil, lanjut!. Tengah hari akhirnya sampai di Volendam, sang mentari pas bersinar dengan teriknya, Panas!.

    Volendam sebuah desa yang indah, merupakan nama kota di Belanda. Letaknya di bagian barat. Tepatnya di provinsi Noord-Holland, Belanda. Frank dan saya berkunjung ke pusat perbelanjaan, yang berada pelabuhan. Kiri kanan jalan yang kami lalui berderet toko-toko; mulai toko-toko dekorasi, toko-toko suvenir, toko pakaian, termasuk juga restoran-restoran. Toko-toko di pelabuhan Volendam buka 7 hari dalam seminggu.

    Kota Pelabuhan Volendam (Foto: dok. pribadi)

     

    Volendam sangat ramai oleh para wisatawan, yang paling mencolok wisatawan Asia, kalau mau bertemu warga Indonesia atau Malaysia, ya silakan ke tempat ini :D. Di volendam kita bisa berwisata dengan kapal, mau duduk-duduk di tepi pantai, atau makan-makan di restoran-restoran tepi pantai, bisa menjadi hal yang menyenangkan.

    Volendam merupakan objek wisata populer di Belanda, terkenal dengan perahu atau kapal-kapal memancing dan juga pakaian tradisional masih dipakai oleh beberapa warga. Volendam juga memiliki museum kecil tentang sejarah dan gaya pakaian.

     

    Museum Volendams (Foto: dok. pribadi)

     

    Jangan lupa, di toko-toko pelabuhan kita bisa berfoto dengan kostum tradisional Belanda. Cobalah jalan dulu cek harga-harganya, karena beberapa studio foto yang di ujung jalan lebih murah loh. Foto Frank dan saya ukuran 20×30 cm harganya 17,50 Euro, di beberapa studio lain harganya 20 Euro. Di etalase studio fotonya banyak foto-foto artis, ya tentunya untuk menarik perhatian pengunjung. Foto artis Indonesia yang berfoto dengan kostum tradisional Belanda antara lain: Melly Manuhutu, Kris Biantoro, Maya Rumantir, Miing β€œBagito Grup” dan lain-lain (*lupa nama-namanya he-he-he)

    Berfoto dengan Kostum Tradisional Belanda (Foto: dok. pribadi)

    Oh ya kalau mau membeli souvenir semacam gantungan kunci, magnet (tempelan) kulkas, keramik-keramik, di Volendam tempat termurah yang saya temui.

    Oleh-oleh dari Volendam (Foto: dok. pribadi)

     

    Untuk Taman saya, beli Bibit Bunga Tulip: Warna Biru, Pink dan Hitam (Foto: dok. pribadi)

     

    Bye bye Volendam. Kincir Angin, ciri khas Belanda (Foto: dok. pribadi)

    Bagian 2: Volendam part 2

     

    Baca juga:

  • Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam . Sampailah saya dan teman saya di dekat Museum Lilin Madame Tussaud, wahhhh ramaiii sekali, oh ya pantaslah 12 September 2009 hari ini kan sabtu, jadi banyak orang-orang yang berwisata :D.

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam. Ramainya Amsterdam
    Ramainya Amsterdam

    Entah apa nama tempat ini, lokasinya persis di depan Madame Tussaud, saat itu lapangan ini selain diramaikan oleh pengunjung, banyak pula pertunjukan jalan raya, seperti sirkus ukuran kecil, atraksi sulap kecil kecilan, akrobat atau orang yang berpantomin, oh ya tak kalah seru ada gerobak yang mempertunjukan sandiwara boneka dengan musik khas Belanda, sayangnya saya hanya mengambil gambar versi video dari handphone jadi hasilnya tidak bagus hikss :’(.

    Kereta Boneka dengan Musik Khas Belanda
    Kereta Boneka dengan Musik Khas Belanda

    Sudah hampir jam tiga sore, yuk! siap siap ke Madame Tussaud, sebelum itu berfoto dulu sekali aja ko hehe

    Berpose sebelum masuk museum
    Berpose sebelum masuk museum

    Museum Madame Tussaud buka setiap hari dari jam 10:00 pagi sampai 5:30 sore. Museum ini terletak di Dam Square, di jantungnya kota Amsterdam. Lokasi ini bisa dicapai dengan berjalan kaki kurang lebih 10 menit dari stasiun kereta Amsterdam atau jika Anda menggunakan transportasi umum bisa lihat Peta ke Museum Madame Tussaud

    Didalam museum ini Anda akan diajak kurang lebih 1 jam 15 menit menyaksikan glamornya dunia para politisi, artis, atau orang terkenal lainnya dan Anda akan takjub karena Anda merasa sedang berdiri dihadapan orang-orang ternama tersebut ;-).

    Oh ya kalau mengunjungi museum ini, satu hal yang tidak boleh dilupakan bawalah kamera Anda! bagus juga kalau ada handycam supaya Anda bisa merekam momen – momen Anda bersama patung lilin favorit ;-).

    Museum Lilin Madame Tussaud Amsterdam
    Museum Lilin Madame Tussaud Amsterdam

    Huhuhuhuhu, atrian masuk museum panjanggg sekali πŸ™ hiks! masuk ngga ..? ..ngga masuk ..? tapi kalau tidak masuk kapan lagi bisa berkesempatan mengunjungi tempat ini..

    Setelah mengantri (berdiri!) selama 1,5 jam akhirnya masuklah kami. Beberapa hari sebelumnya saya lihat di website museum ini ada diskon, namun pas datang langsung petugasnya bilang tidak berlaku diskon hikss .

    Harga tiket dewasa € 21,- Anak – anak (usia 5-15) € 16,- yang gratis untuk bayi sampai anak usia 4 tahun, kalau di rupiahkan dengan kurs saat itu sekitar Rp.270.000, pertama kalinya saya masuk museum dengan tiket semahal itu!, ya tak mengapalah daripada penasaran dan kapan lagi punya kesempatan langkah seperti ini, jadi tak perlu dipikirkan harganya, dan kalau lagi jalan-jalan jangan sering meng-kursnya pengeluaran Anda ke Rupiah karena pasti akan syok, dengan komentar β€œmuahall bangettt ..” he-he-he.

    Marie Tussaud atau yang lebih dikenal sebagai Madame Tussaud (lahir 1761, wafat 1850), lahir sebagai Marie Grosholtz di Strasbourg, Perancis. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam pembuatan patung lilin. Curtius mendidik Tussaud dalam seni patung lilin. Di tahun 1765, Curtius membuat patung lilin Marie-Jeanne du Barry, selir dari Raja Louis XV dari Perancis. Cetakan dari patung tersebut adalah benda tertua yang masih ada dari sejarah museum patung lilin ini.

    berfoto dengan Patung lilin Madame Marie Tussaud
    berfoto dengan Patung lilin Madame Marie Tussaud

    Tussaud membuat patung lilin pertamanya, yaitu patung Francois Marie Arouet de Voltaire, atau yang lebih dikenal hanya dengan Voltaire, di tahun 1777. Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dipatungkannya antara lain Jean Jacques Rousseau dan Benjamin Franklin. Selama Revolusi Perancis ia membuat penutup wajah jenasah bagi para tokoh yang menjadi korban. Ia rela untuk mencari kepala-kepala para korban yang terputus ini di tengah-tengah timbunan jenasah agar bisa menyelesaikan penutup wajah jenasah ini dengan sempurna.

    Patung Lilin George Bush, Lady Diana dan Justin Timberlake
    Patung Lilin George Bush, Lady Diana dan Justin Timberlake

    Ketika Curtius meninggal di tahun 1794, ia meninggalkan koleksi patung-patung lilinnya pada Tussaud. di tahun 1802, Marie Tussaud pindah ke London. Sebagai konsekwensi Perang Inggris-Perancis, ia tidak bisa kembali ke Perancis sehingga untuk hidup ia harus berkeliling Inggris dan Irlandia memamerkan karya-karyanya. Sekali waktu karya-karyanya itu pernah dipamerkan di Lyceum Theatre. Ia akhirnya memiliki tempat pameran permanen buat karya-karyanya di Baker Street, London, di tahun 1835 (di tempat yang disebut “Baker Street Bazaar”).

    Berfoto dengan Patung Lilin Tokoh-tokoh Terkenal. Patung Lilin menakjubkan
    Berfoto dengan Patung Lilin Tokoh-tokoh Terkenal. Patung Lilin menakjubkan

    Museum lilin Madame Tussaud kini telah berkembang menjadi sebuah tujuan wisata di London, berdampingan (hingga baru-baru ini) dengan London Planetarium di sisi baratnya. Museum ini telah memiliki cabang di Amsterdam, Las Vegas, New York City, Hongkong, Shanghai, Hollywood-Los Angeles, dan Washington D.C. Kini, patung-patung lilin Madame Tussauds terdiri atas tokoh-tokoh sejarah, keluarga kerajaan, bintang film, atlet tenar dan tokoh-tokoh kriminal yang tenar.

    Patung Lilin Pierce Brosnan, Jacko, Nicolas Cage & Marilyn Monroe
    Patung Lilin Pierce Brosnan, Jacko, Nicolas Cage & Marilyn Monroe

    Museum Madame Tussauds saat ini dimiliki oleh sebuah perusahaan wisata bernama Merlin Entertainments setelah mengakuisisi Tussauds Group pada bulan Mei 2007.

    Masih di Madame Tussaud
    Masih di Madame Tussaud

    Inilah pemandangan dari atas Madame Tussaud ..

    View dari atas Madam Tussaud
    View dari atas Madam Tussaud

    Saya temukan satu patung yang unik dengan ukuran besar, letaknya diatas pintu keluar museum. Menurut Anda mengenai apa patung ini …? πŸ˜€ .

    Patungnya Unik sekali
    Patungnya Unik sekali

    Sumber :
    id.wikipedia-Madame_Tussauds
    dan www.madametussauds.com/amsterdam

    Baca juga: Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

  • Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

    Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

    Penasaranku akan Red Light District Amsterdam . Kami naik kereta dari stasiun s’-Hertogenbosch tujuan Amsterdam, pemandangan sepanjang perjalanan buat saya sangatlah menyenangkan, jadi seperti anak kecil yang senang diajak jalan-jalan orangtuanya he-he-he. Untungnya nih kami dapat tempat duduk di kereta, karena kalau di jam – jam sibuk (kantor) kadang kereta penuh, tapi tenang saja, kondisi dalam kereta di Belanda ini tidak seperti kereta di Jakarta ko yang penuh sesak plus bau :D.

    Banyak juga loh orang – orang yang naik kereta membawa sepeda mereka tapi kebanyakan yang sepeda lipat, jadi ketika turun kereta bisa lanjut dengan sepeda ke tempat tujuan berikutnya. Udara di Belanda bersihhh sekali, karena banyak bangetttt orang-orang disini yang naik sepeda mulai dari anak kecil sampai para manula, jadi jangan heran banyak parkiran sepeda di mana – mana (kebalikannya kalau di Jakarta yang banyak malah parkiran motor πŸ˜› ).

    Amsterdam adalah ibu kota Belanda secara de jure, tertulis di dalam undang-undang dasar. Secara de facto, pusat pemerintahan, parlemen, mahkamag agung, ratu dan perwakilan negara asing berkedudukan di Den Haag.

    Kota Amsterdam memiliki penduduk sebanyak 742.951 jiwa dengan wilayah sebesar 219,07 km2. Kota ini secara administratif dibagi menjadi 15 bagian yang kurang lebih bisa disamakan dengan kecamatan di Indonesia tetapi disebut dengan istilah deelgemeente. (sumber id.wikipedia).

    Sekitar jam 11 pagi sampailah kami di Amsterdam, cuacanya hangattttt, ambil satu foto dulu ah buat kenangan, Ouuuww silauuu kena sinar matahari, sampai mataku merem merem :D.

    Penasaranku akan Red Light District Amsterdam. Depan Stasiun Amsterdam
    Mejeng dulu di depan Stasiun Amsterdam

    Kalau Anda lihat papan atau triplek triplek berwarna biru disepanjang stasiun Amsterdam, itu karena stasiun ini sedang direnovasi, konon renovasinya tidak kunjung selesai entah sudah berapa tahun dan entah sudah menghabiskan berapa banyak biaya.

    Saat itu Amsterdam ramai sekali, oleh penduduk lokal dan para wisatawan, trem yang lewat juga hampir semuanya terisi penuh. Kami (teman saya dan saya) menyusuri jalanan depan stasiun, dengan tujuan awal ke Red Light District (RLD).

    (RLD) ini bisa dicapai dengan berjalan kaki, sambil jalan teman saya tersebut menerangkan tempat – tempat yang kami lewati. Kami berhenti di satu toko souvenir (masih dekat stasiun), melihat lihat kalau ada barang yang murmer (murah meriah). Ditoko ini kami hanya beli dua atau tiga gantungan kunci, karena ditoko tersebut sebagian besar barangnya mahal! Jadi cukup puas untuk cuci mata.

    Lanjuttt jalan lagi :D, eh ada toko souvenir lagi, entah ada empat atau lima toko souvenir yang kami singgahi, pokoknya sepanjang jalan tersebut (masih area stasiun) banyakkkk sekali toko souvenirnya, jadi ditiap toko saya melihat – lihat kalau ada barang murmer saya beli dua atau tiga buah sovenir.

    Ada sesuatu yang unik, klompen ukuran besarrr, di toko ini saya tidak membeli apapun, tapi numpang mejeng dengan klompennya saja, sebelum dilihat pemiliknya, ayoooo ngaburrrr :D.

    Di toko Souvenir, klompennya jumbo euy
    Di toko Souvenir, klompennya jumbo euy

    Akhirnya sampai di Red Light District Amsterdam …

    Maapppp kalau nantinya ada gambar yang mungkin bagi Anda tampak agak vulgar, sekedar berbagi informasi he-he-he.
    PERHATIAN!!! Anak dibawah usia 17 tahun, DILARANG!! Baca tulisan ini .. segera tutuppp! πŸ˜€ :P.

    untuk ke halaman berikutnya klik β‡’ Next/Lanjut

  • Kincir Angin Belanda lanjutan Host family

    Kincir Angin Belanda lanjutan Host family

    Kincir Angin Belanda lanjutan Host family

    3. Host family di S’-Hertogenbosch

    Tempat ketiga yang menjadi tempat saya menginap selama di Belanda adalah kota S’-Hertogenbosch, singkatnya orang orang menyebutnya Den Bosch, jika dilihat dari jadwal perjalanan saya dan dihitung hitung maka saya berada empat hari disana, namun tidak full empat hari karena saya lebih sering bolak balik antara Breda, Helmond dan Den Bosch yang tentunya menguras kantong untuk tiket bolak balik dengan kereta hehe πŸ˜€

    Jadwal Liburan Belanda 2009. Kincir Angin Belanda lanjutan Host family
    Jadwal Liburan Belanda 2009

     

    Saya akan cerita mengenai Den Bosch belakangan ya, karena sebelum pergi ke Den Bosch saya dan teman saya pergi jalan jalan dulu ke tempat lain ;-).

    Di Den Bosch ada seorang teman inisialnya LM yang menjadi guide selama beberapa hari saya bersamanya,. Karena saya baru pertama kali ke luar negeri (LN) jadi belum berani berpetualang sendiri maka saya meminta teman saya tersebut untuk menjemput saya di Breda pada 7 September 2009.

    Saya telah bersiap diri untuk dijemput, semua barang barang yang diperlukan selama menginap di Den Bosch sudah saya persiapkan hari sebelumnya supaya teman saya tidak menunggu lama πŸ˜‰ . Pagi itu LM datang datang sambil membawa seikat bunga mawar (kali kedua dalam hidup saya dapat bunga dari pria, yang pertama waktu ultah ke 25 πŸ˜€ )

     

    Hari itu pertama kalinya saya pergi lebih jauh keluar Breda, jadi bersemangat euy! πŸ˜€ .
    Kami berjalan kaki sedikit ke halte bus, menunggu bus tujuan stasiun kereta, sebelumnya saya diberikan semacam tiket berlangganan ( Strippenkaart ) oleh ka Ester yang bisa digunakan di bus, jadi saya tinggal menunjukkan kartunya nanti akan diberi cap oleh supirnya, jumlah cap yang diberikan berdasarkan jaraknya, ke stasiun kereta tidaklah terlalu jauh, kalau tidak salah di kasih 2 atau 3 cap. Jadi tidak perlu bayar lagi ketika di dalam bus, namun kalau tidak mempunyai Strippenkaart, maka penumpang langsung beli karcis di supirnya.

    strippenkaart. Karcis bus di Belanda
    strippenkaart. Karcis bus di Belanda

     

    Selama saya di Belanda kalau naik bus belum pernah lihat ada kenek bus he-he-he jadi untuk urusan pembayaran bus langsung ke supirnya.

    Sampailah kami di stasiun kereta β€œBreda”

    Stasiun Kereta di Breda Belanda
    Breda_station en.wikipedia.org

    Ceritanya nih teman saya dan saya tidak mau langsung ke Den Bosch namun kami ingin terlebih dahulu mengunjungi Kinderdijk, di tempat ini banyak sekali windmill alias kincir angin dalam bahasa Belanda Windmolen yang menjadi seperti maskotnya Belanda selain bunga tulip πŸ˜€ .

    Dari stasiun Breda, kami membeli karcis kereta tujuan Rotterdam, nanti dari Rotterdam naik bus lagi untuk sampai ke Kinderdijk, lalu setelah dari Kinderjik akan pulang ke tempat teman saya di Den Bosch.

    Tiket tujuan Breda Rotterdam Breda seharga 16.10 Euro lalu dari Breda ke Den Bosch 7.80 Euro Hiksss baru nyadar saat ini kalau di rupiahkan mahal juga yaaaa πŸ˜› .

    Tiket Kereta Breda Rotterdam ; Breda - Den Bosch
    Tiket Kereta Breda Rotterdam ; Breda – Den Bosch

     

    Teman saya si LM ini ternyata belum pernah sama sekali ke Kinderdijk walaupun dia asli orang Belanda, ya mungkin sama seperti kalau kita orang Indonesia belum pernah mengunjungi Bali ya hehe .. alhasil setelah sempat nyasar naik turun bus dan bertanya ke beberapa orang, Yippieee!!! sampailah kami di Kinderdijk πŸ˜€ πŸ™‚ . Rasanya belum lengkap kalau ke Belanda tidak ke tempat kincir angin berada hehe.

    Kincir Angin di Kinderdijk (sumber en.wikipedia.org)
    Kincir Angin di Kinderdijk (sumber en.wikipedia.org)

     

    Kinderdijk adalah salah satu tempat yang terkenal dengan kincir anginnya, disini terdapat 19 kincir angin tua (kuno) yang dibangun sekitar tahun 1740, disinilah terdapat jumlah terbesar kincir angin tua di Belanda.

    Kincir angin di Kinderdijk adalah salah satu tujuan wisata terkenal di Belanda, dan pada tahun 1997 oleh UNESCO dimasukan dalam daftar situs peninggalan bersejarah yang dilindungi.

    Selain Kinderdijk daerah lain yang juga terdapat kincir angin antara lain di : Drenthe, Friesland, Gelderland, Groningen, Limburg, Noord Brabant, Noord Holland dan Overijssel.

    Di Belanda kincir angin memegang peranan penting yakni sebagai alat untuk mengalihkan dan membendung air, juga untuk menangkap dan mengalihkan banyak angin. Dengan adanya perkembangan teknologi kini kincir angin pun fungsinya lebih berkembang antara lain digunakan sebagai salah pembantu dalam bidang pertanian dan industri.

    Waktu saya berada di Kinderdijk daerah tersebut sedang sepi dari pengunjung, kami sampai sekitar jam 4 atau 5 sore dan matahari bersinar sangat cerah, menurut saya rasanya sih panas he-he-he makanya saya juga agak malas berjalan jauh untuk berfoto ria, ditambah dengan sepatu boot yang saya gunakan yang bikin komplit deh cape dan pegelnya.

     

    Baca juga:
    Cerita dari s’-Hertogenbosch Belanda
    Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda

error: Content is protected !!