Bahaya Tidur Berlebih (Oversleeping).
Kalau sulit tidur disebut insomnia, “lawannya”, yakni oversleeping (kelebihan tidur) atau hipersomnia, ternyata juga tak kalah buruk untuk tubuh.
Menurut halaman Idiva, sebuah studi menunjukan bahwa durasi tidur ideal adalah delapan jam sehari. Tidur lebih dari 6-8 jam sehari justru mempercepat kerusakan sel tubuh yang berpotensi mengurangi harapan hidup hingga 17 persen.
Meskipun tidur merupakan kegiatan yang harus terpenuhi untuk membantu proses peremajaan tubuh, jika dilakukan berlebihan, hal itu akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Para pakar pun menganjurkan untuk tidak tidur lebih dari sembilan jam tiap malam.
Seorang pakar kesehatan di Mumbai, Dr Prakash Lulla, mengatakan, tidur berlebih memicu sejumlah penyakit seperti diabetes, hipertensi, migrain, dan meningkatkan risiko penyakit radiovaskuler seperti serangan jantung dan gangguan hormonal.
Penyebab oversleeping atau hipersomnia :
• Stres dan depresi. Dua hal ini memang harus dihindari karena dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan jiwa, juga mental, tak terkecuali oversleeping.
• Kelelahan. Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, kehamilan, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. Ketika merasa lelah, Anda cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba agar segar kembali.
Apa dampak oversleeping bagi kesehatan?
• Diabetes. Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.
• Obesitas. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.
• Sakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.
• Sakit kepala. Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.
• Nyeri punggung. Ketika Anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.
• Kematian. Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).
Tips agar terasa segar dan tak ingin menambah waktu tidur :
1. Pastikan makan malam terakhir Anda setidaknya tiga jam sebelum tidur. “Cobalah membiasakan diri makan buah atau segelas susu sebelum makan malam dan hindari minum teh atau kopi sebelum tidur.”
2. Olahraga rutin. Tak hanya akan membuat Anda tidur nyenyak, tapi juga membuat badan segar.
3. Usai aktivitas melelahkan sepanjang hari, mandi di bawah pancuran bisa membuat diri lebih rileks dan tidur pun nyenyak.
4. Hindari tidur siang terlalu lama. Tidur siang sekitar 45 menit tak masalah, asal jangan sampai 2-3 jam karena akan merusak pola tidur malam.
5. Hindari pikiran buruk menjelang tidur. Saat stres melanda, gunakan sejumlah trik menenangkan diri seperti meditasi atau mendengarkan musik santai atau musik instrumen.
6. Stel alarm dengan ukuran tidur 7-8 jam di pagi hari. Tidur selama waktu itu adalah yang terbaik untuk melakukan regenerasi sel-sel tubuh yang rusak. Sebab tidur kurang dari itu juga berbahaya bagi kesehatan.
Jika semua trik sudah dilakukan, namun masih selalu merasa mengantuk meski sudah tidur lebih 12 jam, mungkin saatnya Anda mengunjungi dokter. Selalu mengantuk meski sudah cukup tidur bisa menjadi penanda sejumlah penyakit serius.
Sumber: VIVAnews dan lifemojo
Tulisan Terkini
- Kenapa Beras Bisa Berulat? Pengalaman di Dapur dan Penjelasan Tentang Larva Kutu Beras
- Nastar Keju Lumer yang Saya Buat Bersama Benjamin Saat Usianya 5 Tahun
- Baking Soda untuk Cuci Baju: Kenapa Bisa Bikin Gatal? (Pengalaman 2 Tahun Baru Sadar)
- Setiap Hari Minum Energy Drink? Ini Bahayanya untuk Ginjal yang Jarang Diketahui!?
- Gloriosa Kembang Sungsang: Bunga Cantik, Beracun, dan Berharga Mahal | Panduan Lengkap Perawatan & Fakta Kolkisin
- Beli Anggrek Bulan Impian Phalaenopsis Wild Cat dan Daun Lurik di Orchibias Jerman
- Penipuan Permintaan Uang Paypal Tahun 2023 Apa yang harus dilakukan
- Moss Hitam Kadaka dan Moss Putih Spagnum Mana yang Bagus Buat Media Anggrek
- Hapalkan Kode Huruf Abjad Alfa Bravo Charlie Delta Echo Agar Komunikasi Nyambung
- Pohon Hujan Emas Laburnum Beracun Namun Membantu Orang berhenti Merokok
