Desperate Mom dan Anak Cowonya. Akal Siapa yang Paling Jitu?

Desperate Mom dan Anak Cowonya. Akal Siapa yang Paling Jitu?. Saya mau cerita kisah jagoanku Benjamin dan saya dimana kita tidak mau kalah dalam banyak hal. Namanya ortu ya jangan sampai dikadalin anak kicik (kecil) dong πŸ˜€ .

1. Rapatkan badan ke pojok tembok, pasti mamak tidak bisa meraihku kan?.

ini akal bulus Benjamin dari bisa berdiri sampai usia hampir 25 bulan ini, setiap kali mau di ganti diaper atau pakaiannya, dia akan langsung lari ke pojokan meja ganti. Catet ya SETIAP KALI hikss desperate mom banget sih saya haha, bagaimana tidak putus asa kalau Benjamin melakukan hal tersebut cuma ke saya aja loh! iyaa ke saya aja πŸ˜₯ sedangkan kalau diganti sama bapaknya, begitu ditidurin ya si bocahnya anteng, nurut dan tidak sekejap mata lari ke pojokan seperti dilakukan ke saya.

Saya beberapa kali ngintip dari luar kamar mandi, dan saat proses ganti mengganti selesai masuklah saya lalu saya komplain dong ke bapaknya “ko kalau ke kamu si Benjamin anteng, pasrah nurut diganti bajunya?, saya ga terima, gak terima!” dengan tampang serius haha. Bapaknya Benjamin bilang “sesama lelaki memang harus saling pengertian, saling memahami“. Jawaban suamiku tersayang tersebut tetap tidak masuk akalku sebagai seorang ibu (protes ceritanya πŸ˜› ) .

Video tingkah Benjamin saat mau diganti baju (nih saya minta bapaknya turut tangan deh, saya nyerah!)

 

Saya tidak terima Benjamin bertingkah begitu karena saya kan kecil imut-imut tentu saja tangan saya tidak sepanjang bapaknya untuk meraih Benjamin dipojokan haha. Nah saat bapaknya di rumah, saya pasti teriak minta bala bantu “Ich brauche hilfe sofort! (saya butuh bantuan secepatnya!)” lalu saya kasih bajunya Ben ke bapaknya dan serahkan tugas mulia tersebut sebelum baterai kesabaran saya berada di level merah.

Baca juga: Peran Ayah Dalam Keseharian Bayi

2. Kejar daku kau kutangkap di ranjang

Sebelum ritual ganti baju tersebut ada dulu pembukaannya, Benjamin lari-lari ke ruang tamu atau tempat favorit dia kamar tidur bapak mamaknya. Kan ranjang kami seluas samudra tuh hahaha, maka Ben nungguin saya tangkap di satu sisi ranjang, saya kejar ke situ naiklah dia ke ranjang dan lari turun ke sisi seberangnya, kalau saya kejar Ben pasti lari lagi pindah ke sisi satunya.

Bersorak gembira si bocah karena mamaknya ini berhasil di kadalin dan tidak bisa tangkap dia. Saat bapaknya dirumah teriak saya minta bantuan lagi, namun saat bapaknya tidak dirumah ya saya harus cari akal supaya bisa menangkap jagoanku yang cerdik ini.

Desperate Mom dan Anak Cowonya. Akal Siapa yang Paling Jitu?. Benjamin dan saya. Nih Benjamin ketika usia 21 bulan. April 2016

Benjamin dan saya. Nih Benjamin ketika usia 21 bulan. April 2016

 

3. Mau langsing? ajak anak usia 2 tahun keluar rumah jalan kaki!.

peraturan saya buat Benjamin “Jalanan bukan tempat bermain!“. Sayangnya peraturan saya tersebut tidak pernah satu kalipun dipatuhi! πŸ˜₯ . Ada kalanya saya mengajak jalan-jalan Benjamin tanpa membawa kereta dorong. Saya bawa dorongan Benjamin kalau misal mau belanja ke garden center atau belanja agak banyak ke supermarket.

Tidak boleh meleng sedikitpun terhadap Benjamin ini. Saya bilang: “jalan di kiri ya Ben, lurus jalannya, pelan-pelan seperti mamak nih jalan santai πŸ™‚ ” . 5 menit pertama nurut sambil si bocah memainkan mobil-mobilan yang dia bawa dari rumah, seterusnya mulai ajang kejar-kejaran ibu dan anak. Saat jalan-jalan tanpa kereta dorong kalau perginya jalan kaki, pulangnya kami naik bus.

Pernah suatu hari kami jalan tanpa kereta dorong, kami nunggu bus ko tidak datang juga, jadi kami jalan kakilah ke supermarket (hanya mau beli beberapa kebutuhan dapur). Benjamin beberapa kali saya bopong supaya kami cepat sampai dengan harapan kami bisa dapat bus terakhir saat mau pulang.

Di supermarket paling hanya 5 menit, saya pasrah pasti Benjamin protes kenapa jalan-jalannya cepat sekali. Lap keringat akhirnya sampai di halte bus. Tunggu ditunggu ko bus tidak datang. Saat saya merenung sebentar, tersadarlah betapa bodohnya saya, “hari ini hari sabtu, bus beroperasi hanya sampai jam 15 dan saat kita nunggu itu 19.45” hahaha . Parah deh lupa hari dan saya harus menelan pil pahit ajang kejar-kejaran ibu dan anak di jalanan berlangsung kembali. Hari itu saya mandi keringat :/ .

Entah kenapa anak ini suka sekali berlari ke tengah jalanan, ya memang sih jalanan kampung kami ini tidak seperti di Jakarta dimana mobil bersliweran terus menerus. Di tempat kami ini bisa 10 menit kosong, lalu lewat satu mobil, kosong lagi 20 menit lewat dua mobil. Saya harus tetap waspada karena tidak bisa prediksi kapan mobil lewat, sayapun tidak boleh terlalu jauh jarak jalannya dengan Benjamin karena takut tidak bisa secepat kilat tangkap dia.

Jalanan perumahan memang dipasang rambu maksimal kecepatan 30 km, sayangnya orang-orang akan taat kalau ada kamera pengintai jalan, dan seringkali mobil-mobil melaju diatas batas yang diwajibkan.

Saat keluar rumah saya fokus ke Benjamin. Hp saya tidak ada internetnya, memang tidak mau pasang karena ogah nambah biaya 20 euro per bulan, dan hp sayapun hp hadul. Beberapa kali bapaknya Benjamin nawarin “mau ganti hp ga?” saya selalu menolak (mending kasih mentahnya deh hehe πŸ˜€ ). Sepertinya bagus begitu (punya hp jadul) buat saya jadi waktu saya bersama anak benar-benar fokus tanpa pusing atau tergoda ngintip sosial media πŸ˜‰ .

Saya tidak sanggup mengendong Benjamin lebih dari 5 menit, sering tidak bawa kereta dorong juga. Saat anaknya bikin ulah yang membuat kesabaran saya jatuh di level habis baterai.. ulah apalagi kalau bukan si bocah lari-larian ke tengah jalan, atau lari terlalu jauh jaraknya dengan saya, bahaya kalau ada mobil melaju kan.

Maka saya akan bopong Benjamin di pundak saya, dengan cara ini saya bisa jalan cepat bahkan bisa lari dan bisa melakukannya kira-kira 10 menitan, lalu berhenti sebentar Benjamin boleh jalan lagi, bikin ulah lagi, lanjut bopong anaknya.

Benjamin saya taruh pundak kiri saya, posisi badan dia lurus horinzontal. Kaki dia rapatkan keduanya, saya kunci dengan tangan kanan saya supaya tidak bisa menendang. Pasti anaknya cari akal supaya segera diturunkan, misal dia akan gigit lengan saya hahaha minta dikasih tulang guguk nih bocah 😑 .

Sepanjang jalan dia akan teriak-teriak, saya kelitikin ketawa bahagia sambil teriak, sering juga nangis meraung-raung. Ah saya sudah tidak peduli dengan orang-orang disekeliling saya, harapan saya cuma satu supaya segera sampai dirumah.

Cerita seru jalan kaki sama bapaknya?, pernah dong. Suatu hari bapaknya Ben mau ke Rathaus semacam kantor kecamatan kali ya, mau fotokopi dokumen dan minta stempel. 10 menit bapak dan anak pergi eh ko balik lagi, saya tanya dong “ko cepat sekali ya?”. Bapaknya ngomel “Benjamin bikin ulah, lari ke tengah jalan, merusak tanaman (pagar) orang-orang sepanjang jalan“. Tuh anak di masukkin ke ruamah, pergi bapaknya deh. Anaknya meraung-raung minta ikut. Hahaha baru tahu suamiku tersayang penderitaan saya hampir setiap hari.

  1. Pegang tangan mamak dong Ben, takut jalan sendiri kan” .

ini skenario jitu yang sudah tiga minggu belakangan ini saya pakai dan ternyata berhasil πŸ˜€ . Masih mengenai jalan kaki Benjamin dan saya, beneran deh saya kuatir sekali karena Benjamin suka sekali lari ke tengah jalan. Kalau bersama bapaknya gampang langsung di gendong bocahnya. Nah masalahnya saya tidak kuat gendong Ben lebih dari 5 menit, dan bopong Benjamin sudah tidak saya lakukan sejak usia 2 tahun karena skenario baru ini sukses sih hehe.

Saat keluar rumah saya gandeng tangan Benjamin, belum 5 menit jalan dia lepas tangannya dan lari. “Benjamin kalau tidak mau pegang/gandeng tangan mamak, mau pulang ah, mama takut jalan sendirian, nanti mamak ditabrak mobil“. Nih saya bicara lemah lembut namun gaya serius 😎 .

Anaknya tidak melakukan yang saya minta, lalu saya balik badan ngomong hal yang sama “Benjamin gandeng tangan mamak dong, takut ah jalan sendiri nih, kalau tidak mau gandeng yang mamak pulang deh“. Nanti si Benjamin loncat kesal karena dia tetap mau jalan-jalan, dan tidak mau pulang tapi ogah juga pegang tangan saya haha.

Daripada gagal jalan-jalan, akhirnya Benjamin dengan kesadarannya sendiri (walau kesal kali ya hihi) dia pegang tangan saya. Tidak masalah dia loncat-loncat selama kita jalan asal dia pegang tangan saya. “nah gitu dong sayang, kan kalau tangan mamak di pegang tidak takut lagi kalau ada mobil lewat, bagaimana nanti kalau mama ditabrak coba?“. “Benjamin kan jagoan mamak ya sayang, bodyguard mama jadi ya harus selalu disamping mama dong <3 ” . Begitulah kalimat yang saya katakan berulang kali setiap kali akhirnya Benjamin menggandeng tangan saya.

Skenario ini saya dapatkan (baca) dari FB nya om NH. Beneran jitu banget loh, makasih ya om πŸ™‚ . Kalau pada status om NH ceritanya tentang ibu dan anak cowonya ketika di supermarket, intinya sih sama ko supaya anak tetap dekat ibunya tidak ngacir jauh. Semoga terbaca statusnya dibawah ini:

Skenario jitu ini berhasil ku terapkan buat jagoanku

Skenario jitu ini berhasil ku terapkan buat jagoanku

 

Ada desperate mother juga seperti saya? ceritain tingkah lucu putra putri kalian dong? yang usianya antara 2-5 tahun kasih satu contoh saja,Β kalau ada dengan penyelesaiannya juga, mungkin pengalamanmu bisa diterapkan buat Benjaminku πŸ™‚ .

Advertisements
Advertisements

53 Comments

  1. bluepurplegarden October 4, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen October 8, 2016
      • bluepurplegarden October 10, 2016
  2. BukuHarian August 27, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 30, 2016
      • BukuHarian August 31, 2016
        • Emaknya Benjamin br. Silaen August 31, 2016
  3. Oma Kiarra August 25, 2016
  4. cumilebay.com August 21, 2016
  5. rynari August 21, 2016
  6. Wien August 19, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 21, 2016
      • Wien August 24, 2016
  7. Ria Angelina August 18, 2016
  8. Clara Croft August 18, 2016
  9. fanny fristhika nila August 16, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 21, 2016
  10. just A August 16, 2016
  11. Pypy August 15, 2016
  12. coretandenina August 14, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 15, 2016
      • coretandenina August 15, 2016
  13. Melissa Octoviani August 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 14, 2016
  14. Lenny Purba August 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 14, 2016
  15. Lenny Purba August 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 14, 2016
  16. Arman August 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 14, 2016
  17. MS August 13, 2016
  18. imavandam August 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 14, 2016
      • imavandam August 14, 2016
  19. shiq4 August 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 13, 2016
  20. ysalma August 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 13, 2016
  21. Crossing Borders August 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 13, 2016
  22. rumahkubahagiaku August 13, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 14, 2016
  23. n1ngtyas August 13, 2016
  24. gustina August 13, 2016
  25. Hwa hwa wong August 13, 2016
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: