Pengalaman Sukses Menanam Peoni dari Bijinya

loading...

Pengalaman Sukses Menanam Peoni dari Bijinya. Halo sahabat berkebun, saya bahagia sekali karena akhirnya berhasil menumbuhkan biji peoni ๐Ÿ˜Ž . Tahu tidak berapa lama saya menanti biji-biji tersebut tumbuh?. 5 bulan! Haha padahal kalau mau gampangnya kan tinggal beli saja tanamannya yaa, eh tapi mahal sih makanya saya bela-belain pengen cob nanam dari bijinya.

Kalau untuk proyek yang susah begini saya baru bilang pada diri sendiri kalau saya ternyata punya “tangan hijau” hihi . Saya sering banyak gagal juga ko saat nanam berbagai bibit bunga/tanaman, kalau yang susah-susah baru deh menggangap diri si tangan hijau ๐Ÿ˜€ .

Baca juga: Kilas Balik Gagal Totalnya Proyek Berkebun

 

Biji peoni yang saya bikin proyek adalah dari bunga peoni yang di bawah ini:

 

Taman ini di kota tempat tinggal saya 3 tahun lalu, mertua tinggal disana juga. Setelah pindah rumah saya sengaja dua tahun berturut-turut ke taman tersebut untuk menggumpulkan biji peoni. Biji peoni yang telah masak (siap dipetik/dikumpulkan) adalah dari pods bunga yang telah kering (pecah sendiri). Seperti gambar dibawah ini bentuk pods peoni yang sudah matang siap dikumpulkan.

 

Biji peoninya dipanen saat akhir musim panas, atau musim gugur, paling telat awal musim semi (sebelum bijinya berjatuhan). Kumpulkan saat cuaca cerah (tidak hujan). Bersihkan /pisahkan biji dari kulit podsnya. Angin-anginkan selama semingguan, lalu simpan biji-biji peoni tersebut di tempat kering dan terhindar dari paparan matahari. Kalau saya simpanya dikulkas. Saya buat dalam beberapa plastik ziplock, saya tulis kapan dipetik bijinya.

Saya tidak tahu yang berhasil numbuh ini yang warna pink atau putih karena banyak sekali bijinya saya kumpulkan di satu kantong.

Awal saya mencoba nanam biji peoni ini sebenarnya saya ragu sih kalau biji sekeras batu akan numbuh. Setahun sebelumnya saya pernah mencoba nanam di luar rumah tidak ada yang tumbuh. Pokoknya saat itu pesimis mau coba cara lainnya.

Sampai akhirnya eda Medi kasih link Cricket Hill Garden yang sukses nanam peoni dari bijinya. Saya antara tidak percaya, kagum dan pesimis hahaha hoax atau bukan ya ๐Ÿ˜† . Linknya ini ya Starting Peonies from Seed . Cricket Hill Garden menjual biji dan juga peoni asal biji yang sudah numbuh.

Setelah saya mencoba sendiri, mengikuti panduan Cricket Hill Garden dan akhirnya berhasil. Horeeeyyy saya bisa katakan kalau nanam peoni dari bijinya bukanlah hoax ๐Ÿ˜Ž .

Saya membuat postingan ini karena malas bolak balik ketik ulang kalau ada yang nanya cara nanam peoni dari bijinya, pas yang nanya saya kasih link nya Cricket Hill Garden eh dikomentarin “ko bahasa inggris yaa” hehe .

Syukurlah akhirnya selesai postingan saya ini semoga berguna bagi yang mau menanam peoni dari bijinya.

Ada 2 cara untuk menumbuhkan biji peoni:
1. Outdoor serahkan hasilnya pada alam. Setelah di amplas bijinya tanam di kebun saat musim gugur dan akan numbuh saat musim semi. Untuk cara ini saya masih gagal. Banyak biji yang saya tanam tidak satupun tumbuh.

Setelah di amplas biji peoninya  saya tanam di luar. Percobaan Desember  2014 ini GAGAL, tidak ada biji yang tumbuh, semuanya hancur
Setelah di amplas biji peoninya saya tanam di luar. Percobaan Desember 2014 ini GAGAL, tidak ada biji yang tumbuh, semuanya hancur

 

2. Indoor. Biji setelah di amplas, kasih metan lalu simpan di kulkas. Saya lakukan 2 percobaan, ada yang kulit biji saya kupas bersih dan ada yang saya amplas sampai terlihat bagian dalam yang putih (embrio). Kalau yang dikupas bersih bijinya gagal semua, hancur bijinya ๐Ÿ™ .

Biji peoni keras sekali, tanpa perlakuan khusus sulit sekali bisa tumbuh.

Cara menanam peoni dari bijinya, yang saya lakukan begini :

  1. Rendam biji-bji peoni selama 24 jam, malah ada yang bablas sampai 2 hari ๐Ÿ˜€ .
Rendam biji peoni semalaman supaya kulitnya mudah di amplas
Rendam biji peoni semalaman supaya kulitnya mudah di amplas
  1. Setelah direndam maka kulit bijinya akan melunak, dikupas pakai tangan juga bisa. Saran saya biji peoni jangan dikupas bersih karena biji lembaga akan hancur.
Jangan dikupas kulit biji peoninya terlalu banyak, yang saya bikin begini hancur semua busuk
Jangan dikupas kulit biji peoninya terlalu banyak, yang saya bikin begini hancur semua busuk

 

  1. Amplas kulit biji sampai terlihat bagian dalam yang putihnya. Untuk mempersingkat waktu, cukup amplas bagian dimana biji akan tumbuh yakni di ujung biji. cari titik putih dan amplas bagian sekitarnya. Amplas bisa dengan kertas amplas atau kikir.

 

  1. Setelah di ampas, redam biji-biji tersebut selama 1 hari lagi supaya air meresap ke bagian dalam biji (embrio) kalau punya hormon penumbuh akar direndam dengan zat tersebut. Kalau tidak ada hormon akar rendam air biasa saja.
Setelah dikikir saya rendam biji peoni dengan hormon akar, Clonex Rooting Hormon-Gel
Setelah dikikir saya rendam biji peoni dengan hormon akar, Clonex Rooting Hormon-Gel

 

  1. Media tanam saya gunakan campuran tanah dan pasir (metan kaktus), kalau ada perlit bisa dicampur juga.
  2. Masukkan metan tersebut kedalam plastik ziplock, masukkan biji-biji peoninya isi metan sampai penuh. Saya gunakan plastik ukuran kecil. Satu plastik saya isi 3-5 biji
  3. Simpan di kulkas (BUKAN freezer) selama 3 bulan.
  4. Setelah 3 bulanan saya keluarkan selama 1 mingguan. Kalau mengikuti Cricket Hill Garden sistemnya dingin – panas- dingin – panas sampai terlihat pertumbuhan.

Waktu saya keluarkan saat musim dingin. Kalau Cricket Hill Garden menuliskan untuk sistem hangat (panasnya) taruh diatas kulkas (diatas kulkas katanya hangat), nah berhubung kulkas saya ada didalam lemari jadi saya taruh peoninya dalam GH mini yang ada lampu dan pemanasnya, saya taruh termometer juga jadi bisa lihat suhunya dalam GH sekitar 19-24 derajat c.

Greenhouse mini dengan lampu 10 watt dan alat pemanas. Zimmergewรคchshaus
Greenhouse mini dengan lampu 10 watt dan alat pemanas. Zimmergewรคchshaus

 

  1. Setelah plastik berisi biji peoni berada semingguan di luar kulkas, masukkan kulkas lagi.
  2. Tiap bulan saya lihat plastiknya apakah ada pertumbuhan, tidak ada perubahan apapun dalam plastik ya masuk kulkas lagi. Begitu sering dicek berkala.
    11 . Akhirnya pas bulan Mei 2016 saya lihat ko ada titik putih ya, numbuh atau bukan ya.. Mau buka plastiknya belum ada waktu khusus. Ini perasaan seperti saat lihat test pack kehamilan haha lebay ya, beneran gitu perasaannya ๐Ÿ˜† karena 5 bulan penantian loh.
Lihat ada putih-putih ga hehe penasaran nih apakah beneran biji peoninya tumbuh
Lihat ada putih-putih ga hehe penasaran nih apakah beneran biji peoninya tumbuh

 

Akhirnya saya punya waktu khusus buat buka plastik biji peoninya.. taraaaa seperti dibawah ini gambarnya:

Jingkrak girang karena berhasil yaaa menunggu 5 bulan biji peoninya numbuh
Jingkrak girang karena berhasil yaaa menunggu 5 bulan biji peoninya numbuh

 

Walaupun hanya 1 biji yang berhasil tumbuh lumayan panjang, saya bahagia sekali karena percobaan saya berhasil. Beberapa biji lain juga mulai gendut bijinya dan ada biji-biji yang sudah sprout walau hanya baru sedikit.

 

Karena saya belum tahu harus melakukan langkah apa lagi setelah biji peoninya numbuh, jadi untuk amannya saya ganti media tanam dan masukkan lagi biji yang sudah numbuh kedalam kulkas.

Karena belum tahu harus bagaimana lagi ngurus biji yang sudah numbuh,, sementara yg sprout simpan dikulkas lagi
Karena belum tahu harus bagaimana lagi ngurus biji yang sudah numbuh,, sementara yg sprout simpan dikulkas lagi

 

Bunga peoni yang ditanam dari bijinya akan berbunga kira-kira setelah 3 tahunan.

Dulu saya tidak jual bijinya karena males kalau ditanya bagaimana cara numbuhinnya. Jadi beberapa kali saya kasih deh tuh biji-biji peoninya sama mereka yang beli bibit bunga dari saya, anggap sebagai bonus gitu. Berhubung sudah berhasil numbuhin biji peoni, kalau nanti saya berhasil kumpulin lagi biji-bijinya saya mau jual ah hehe ๐Ÿ˜‰ .

Ada yang pernah berhasil juga menumbuhkan biji peoni? share pengalaman kalian dong cara apa yang kalian pakai hingga berhasil sukses? ๐Ÿ™‚ .

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

55 thoughts on “Pengalaman Sukses Menanam Peoni dari Bijinya

  • April 6, 2017 at 10:49 am
    Permalink

    Saya juga pernah nanam biji yang keras, (tapi tudak terlalu keras sih) yaitu bunga pukul empat(four o’clock), bunganya mekar sekitar jam 4 gitu, terus Wangi dan punya saya bunganya warna ping, nah bijinya kalo udah matang warna hitam dan agak keras. Saya nanam bunganya dari biji ,dan tidak direndam langsung ditaroh di tanah. Eh ternyata numbuh ,tapi lama 2-5 mingguan gitu.saya baru tau kalo mirabilis ini berumbi, saya taunya dari mba nella ,langsung saya gali deh mirabilis yang udah satu tahun eh umbinya kaya kentang bulat bulat, lalu saya gali lagi yang umurnya 5 Bulan umbinya panjang kaya ginseng tapi kecil. Saya mau nambah lagi yang warna putih nanamnya pakai biji, dan sekarang belum tau udah numbuh apa belum soalnya saya tanam campur dengan biji mirabilis ping. Mau koleksi yang warna kuning ah. Hehe

    Reply
    • April 10, 2017 at 2:31 pm
      Permalink

      klo biji bunga pukul 4 cepat numbuh pak, bijinya lempar aja klo klo pas musim hujan pada numbuh hehe ๐Ÿ˜€ . Iya ada bentuk umbinya, dari biji lama-lama berbentuk umbi, semakin lama makin besar umbinya, klo di negara 4 musim harus di bongkar umbinya saat winter. Klo ditempatku ga selalu jam 4 mekarnya, klo matahari sdh cerah sekali mekar deh mirabilisnya. Tahun lalu saya beli bibitnya yg bunganya campuran bagus deh. Ini videonya klik Mirabilis Jalapa Broken Colours .

      Reply
  • December 3, 2016 at 3:58 am
    Permalink

    Terima kasih sudah berbagi pengalamannya bunda, saya juga akan coba menanamnya sendiri,,

    Reply
  • August 15, 2016 at 7:08 am
    Permalink

    dari umbi sama dari biji mana yang lebih lama berbunga?

    Reply
    • August 15, 2016 at 7:49 am
      Permalink

      Hai Multi klo dari umbi bisa 3 tahunan, klo umbi/root bisa langsung berbunga asal daunnya sdh banyak, klo maish sedikit daunnya lama juga bisa lewat 2 thn baru berbunga.

      Reply
  • August 9, 2016 at 8:00 pm
    Permalink

    Dirimu telaten banget ya Nel… suka banget bunganya… cantik.
    keren, bisa sukses nanemnya dari biji… hobi mu seru Nel…
    ini kita beli tomat yang udah tumbuh saja, lalu taro di balkon beberapa bulan, senangnya minta ampun setelah ada tomatnya… hahaha…

    Reply
    • August 14, 2016 at 9:05 am
      Permalink

      Hai Den, iyalah senang banget klo yg kita tanam berhasil berbunga/berbuah. Makan hasil yang kita tanam sendiri juga lebih bahagia ๐Ÿ˜† .

      Reply
  • August 8, 2016 at 2:46 am
    Permalink

    Mbaa Nellaaa, cantik banget bunga-bunganyaaa.. aku perhatikan satu-satu prosesnyaa, mba Nellaa telaten banget mulai dari NOL sampaii jadi bungaa yang mekar ๐Ÿ˜€

    Reply
  • August 7, 2016 at 1:54 pm
    Permalink

    Mba Nel telaten banget. Proses dan kesulitannya terbayang. Bagaimana rasanya mba kalau ada proyek berkebun yang gagal, apa istirahat dulu dan ganti tanaman lain atau tetap mencoba dengan tanaman yg sama?

    Reply
    • August 8, 2016 at 8:43 am
      Permalink

      Hai Fiberti klo dalam waktu bersamaan banyak gagalnya saya malas berkebun bisa 1-2 minggu an, apalagi pas summer panas tambah malas berkebun ๐Ÿ˜† . Klo sdh kangen saya mulai lagi nyoba yg pernah gagal. Tiap tahun ada aja bibit yg sama yg saya coba masih gagal juga haha misalnya bunga poppy tuh.

      Reply
  • August 5, 2016 at 1:18 pm
    Permalink

    Kagum dg Jeng Nella. Dormansi biji peony terpatahkan oleh pengamplasan. Air kelapa juga lumayan dg ZPT nya, tapi di Jerman susah ya dapat air kelapa. Tidak dilanjut dg pertumbuhan Jeng, nunggu tahunan ya tuk berbunga. Salam

    Reply
    • August 6, 2016 at 7:43 am
      Permalink

      Hai bu Prih air kelapa mahal banget di Jerman, itupun adanya yg kemasan. Daripda buat tanaman mending buat saya minum ๐Ÿ˜€ . Katanya sih untuk peoni yg ditanam dari biji butuh 3 thn untuk berbunga.

      Reply
  • August 4, 2016 at 8:25 pm
    Permalink

    Aku beli di poundland bijinya udah cakep tumbuh lagi2 di bantai tikus fiyuuhh ?

    Reply
  • August 4, 2016 at 5:43 pm
    Permalink

    itu toh bunga peony… srg dgr namanya mbak.. dulu baca2 buku karangan enid blyton srg disebut2 :D.. tp g prnh ada gambaran sperti apa.. ini kyknya bunga yg srg dijadiin bunga tiruan utk dipajang2 yaaa…

    Reply
    • August 6, 2016 at 7:49 am
      Permalink

      Hi mbak Fanny iya nih peoni sering disebut-sebut di buku cerita, pas lihat langsung kagum karena bagus banget dan ada yang besar sekali bunganya. Klo ditempatku bunga tiruan/plastik banyak banget jenisnya.

      Reply
  • August 4, 2016 at 5:00 pm
    Permalink

    itu wujudnya bunga peoni yaak, baru tau, hehehe…

    tangan dingin banget yaah dirimuh soal tanam2an…

    btw, tulisan tangannya keren lohh… :

    Reply
    • August 6, 2016 at 8:03 am
      Permalink

      Hai Firsty jangan salah sayapun masih sering gagal ko, dan nanam biji peoni ini pernah gagal juga, makanya pas berhasil ya bahagia banget hehe ๐Ÿ˜€ .
      Masah sih tulisanku biasa aja deh, sampai buka postingannya lihat ulang hahah, btw makasih ya ๐Ÿ™‚ .

      Reply
      • August 8, 2016 at 5:20 am
        Permalink

        iya yak, itulah salah gunanya ‘kegagalan’ supaya kita bisa merasakan manisnya keberhasilan… ๐Ÿ™‚ *quoate by firsty, hahahaha…

        iyaa, tulisan tangannya baguss… ๐Ÿ™‚

        Reply
  • August 4, 2016 at 3:51 pm
    Permalink

    salut kak aku jadi pengen punya kebun juga tp di jakarta nemu tanahnya susahnya minta ampun

    Reply
  • August 4, 2016 at 3:47 pm
    Permalink

    kak telaten banget ya….aku baru belajar berkebun nanem dari biji, tapi Setelah berdaun kecil banyak yang mati mba…..hikkkkkzzz tangan ku ha sedingin kakak. Kak mau nanya dunk aku kesulitan nyari vetsin di Jerman. Apa kakak Ada Saran di mana aku bisa beli vetsin di Jerman. Danke schรถn.

    Reply
  • August 4, 2016 at 1:07 pm
    Permalink

    Salut buat emak Ben deh,, sabar dan telaten banget. Kebayang rasa senangnya saat berhasil,, pasti Ben jadi sasaran ciuman bagi emaknya yg bahagia ๐Ÿ˜€

    Reply
  • August 4, 2016 at 9:55 am
    Permalink

    Aku nyerah duluan dech kak, baca urutan kerjanya hehehe.. Kakak termasuk sabar bangat dech, salut. Tapi bunganya cantik yach.

    Reply
  • August 4, 2016 at 8:59 am
    Permalink

    Nella selain kagum sama ketelatenanmu menanam bunga, aku juga salut sama kesabaranmu buat dokumentasi.., padahal mungkin waktu itu tak ada niat buat posting nanam peony ya

    Reply
    • August 8, 2016 at 8:57 am
      Permalink

      Hai kak Monda, aku dokumentasikan pengalamanku supaya kalau ada yang nanya cara nanam peoni tinggal aku kasih link tulisannya hehe ๐Ÿ˜€ jadi bisa hemat waktu ga ngetik2 / jawab pertanyaan yg sama. Btw sampai saat ini aku masih belum bisa komen di blog kk, kolom komennya gak ada kak ๐Ÿ™ .

      Reply
  • August 4, 2016 at 8:05 am
    Permalink

    Huf,, saya elap keringat membayangkan perjuangan nanamnya, tapi begitu lihat bunganya pasti semuanya akan terbayar.

    Reply
  • August 4, 2016 at 3:38 am
    Permalink

    Wowww, nunggunya 5 bulan. 4 jempol untuk kesabaran dan keuletannya.
    Diana jadi pembaca blog dan lihat-lihat foto bunganya aja deh. Ga yakin bisa sabar dalam penantian melihat bunga peoni yang ditanam dari biji. Hehehe.

    Reply
    • August 4, 2016 at 8:21 am
      Permalink

      Hai mbak Diana silakan kalau mau lihat2 foto2nya saja, siapa tahu suatu hari ada teman yg pengen nanam peoni dari bijinya bisa bilang mampir ke blog saya hehe ๐Ÿ˜€ .

      Reply
  • August 4, 2016 at 2:38 am
    Permalink

    yang ungu cantik banget ya da.. semoga tumbuh berkembang sampai besar da..
    mau deh diajakin nongkrong di taman, metikin biji Peoninya hahaha

    Reply
    • August 4, 2016 at 8:23 am
      Permalink

      Hai eda Nia kalau mau ngumpulin biji peoni ayoo datanglah saat musim gugur mulai sept – okt klo nov cuaca sdh jelek hujan melulu sebulanan tuh. Paling telat kumpulin bijinya awal musim semi sekitar maret – april ๐Ÿ™‚ .

      Reply

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: