Category: Media Tanam Anggrek

  • Moss Hitam Kadaka dan Moss Putih Spagnum Mana yang Bagus Buat Media Anggrek

    Moss Hitam Kadaka dan Moss Putih Spagnum Mana yang Bagus Buat Media Anggrek

    Moss Hitam Kadaka dan Moss Putih Spagnum Mana yang Bagus Buat Media Anggrek. Beberapa hari lalu saya dapat pemberitahuan di Youtube kalau ada yang re-upload video saya tentang beda moss hitam dan putih.

    Moss Hitam Kadaka dan Moss Putih Spagnum Mana yang Bagus Buat Media Anggrek

    Entahlah apa yang bersangkutan tidak tahu kalau di Youtube DILARANG upload ulang video bukan punya sendiri. Saya lihat pemilik akun tersebut ada re-upload beberapa video berkebun Youtuber lainnya.

    Mungkin juga dia yang re-upload video tersebut buat koleksi sendiri? Karena kulihat juga subscribernya dibawah 10 orang sih. Harusnya kalau mau simpan buat sendiri kamu bisa buat playlist saja, jadi kumpulan banyak video yang kamu sukai. Kamu tinggal masukkan url video tersebut dan jadilah playlist kamu sendiri yang bisa kamu lihat kapan saja, tanpa kamu download video orang lain dan di upload ulang.

    Karena pemberitahuan Youtube tersebut, akhirnya saya memutuskan membuat stempel waktu (chapter) video tersebut, sedangkan deskripsi yang panjang lebih baik kupindah saja ke postingan buat di blog setelah saya rapikan tulisannya.

    Tulisan Terkini

    Spagnum moss atau moss putih sudah lama saya gunakan sebagai media tanam anggrek, kalau media tanam akar kadaka saya baru beli saat liburan ke Indonesia tahun 2019. Sampai awal April 2023 ini masih banyak moss hitam nya.

    Saya mau membahas mengenai perbedaan kedua moss tersebut yakni moss hitam akar kadaka dan moss putih spagnum moss.

    Moss hitam berasal dari akar paku-pakuan atau kadaka. Jenis tumbuhan tersebut melekat di batang pohon besar di hutan.

    Keunggulan moss hitam akar kadaka sebagai media anggrek:

    • Daya mengikat dan menyimpan air sangat baik.
    • Aerasi dan drainase udara baik.
    • Rongga udara banyak sehingga akar dapat tumbuh dan berkembang dengan leluasa.
    • Tidak cepat lapuk.
    • Mengandung unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman,

    Moss hitam kadaka bisa langsung kita gunakan karena dari penjualnya biasanya sudah di strerilkan ataupun direndam dengan antifungi (obat anti jamur), kalau ragu ya kamu bisa mengulangi lagi rendam dengan fungisida.

    Kalau tidak mau direndam fungisida lagi, rendam air sebentar sambil ditarik-tarik moss hitamnya agar tidak terlalu bergumpal.

    Moss kadaka sangat bagus untuk media bibit anggrek dendrobium, cymbidium, cattleya ataupun grammatophylum.

    Spagnum moss, disebut juga moss putih. Moss ini mirip busa (spons) makanya disebut spagnum adalah moss yang berasal dari lumut genus sphagnum. Spagnum moss sejenis lumut yang yang hidup di pegunungan dengan ketinggian 2500 dpl, sphagnum moss, lumut atau gambut ini hampir terdapat di semua pegunungan sub tropis

    Sama seperti moss hitam akar kadaka, spagnum moss memiliki sifat yang baik menyimpan air.

    Kelebihan sphagnum moss untuk anggrek antara lain:

    • Ringan.
    • Poros (tidak membuat air tergenang).
    • Dapat menyerap air dan mempertahankan air dengan baik.
    • Menjaga kelembapan media dan lingkungan sekitar anggrek.
    • Dapat menyerap dan menyimpan pupuk (kalau mau rendam dengan pupuk sebelum dipakai)

    Video Perbedaan Bentuk Moss Hitam Kadaka dan Moss Putih Media Anggrek

    Media tanam anggrek spagnum moss ini sangat baik menyerap air dan porous. Biasanya digunakan pada seedling anggrek bulan sampai tanaman dewasa. Selain untuk anggrek bulan, moss putih ini bisa dijadikan alas pada anggrek yang ditempel pada kayu.

    Buat kamu yang baru mulai merawat anggrek sebaiknya tidak menggunakan moss putih sebagai media tanam karena kalau kamu rajin siram anggrek akan membuat busuk akar!.

    Cara penggunaan Moss Putih (spagnum moss):

    • Direndam air sampai mengembang
    • Rendam moss putih sesuai kebutuhan.
    • Peras sedikit jika terlalu banyak airnya.

    Perbedaannya moss hitam dan moss putih berdasarkan pengalamanku, kalau moss putih spagnum lebih banyak menyimpan air dibanding akar kadaka. Akar kadaka lebih banyak rongga dibanding moss putih.

    Baca juga: 5 Macam Media Tanam Anggrek Bulan yang Bagus Bikin Subur

    Jenis moss putih:

    • Chili moss – Spagnum moss putih. Biasanya bentuk padat/press.
    • Moss Selandia Baru – New Zealand Sphagnum Moss. Biasanya bentuk padat. Selain digunakan untuk media anggrek, lumut ini untuk terarium dan vivarium.
    • Pila Moss, mirip spagnum moss namun yang pila moss ini tidak dipadatkan. Penggunaannya langsung taruh ke pot anggreknya (jangan di rendam air!. Lengket kalau direndam dulu).

    Beda Pila moss dan spagnum moss, kalau spagnum moss menyatu sedangkan pila moss stabil secara struktural, lembab tetapi tidak terlalu basah dan tidak menyatu seperti spagnum moss. Jelaskan lihat video ku dibawah ini:

    Video Pila Moss Putih Media Anggrek

    Kalau anggreknya butuh kelembapan tinggi dan tidak perlu disiram tiap hari seperti pada anggrek bulan, saya pakai moss putih spagnum. Penggunaan moss putih saya campur dengan media lain seperti cacahan pinus, kalau pakai full spagnum moss saja untuk angbul dewasa saya tidak berani kuatir terlalu basah.

    Untuk anggrek yang butuh lembab namun tidak suka media terlalu basah bisa pakai moss hitam.

    Kedua moss yang saya jabarkan ini tidak dianjurkan digunakan didaerah yang kelembapannya tinggi atau sering hujan seperti Bogor misalnya, karena kemampuannya menyimpan air jika waktu lama medianya basah dapat membuat busuk akar pada anggrek.

    Kalaupun mau kita gunakan bisa kita kombinasi dengan media lainnya seperti arang, atau dijadikan alas buat menempel anggrek pada kayu, atau jarangkan penyiraman anggreknya.

    Bagi yang merawat anggrek di negara 4 musim seperti saya spagnum moss cocok digunakan kalau kamu tipe tidak rajin siram anggrek haha. Kita jadi tidak perlu menyiram anggrek setiap hari. Kebanyakan anggrek di 4 musim dirawat indoor, tidak perlu disiram setiap hari.

    Perlu perhatian kalau rawat anggrek tidak suka banyak air seperti anggrek cattleya, dendrobium, dan oncidium (dan anggrek tidak suka air lainnya) jangan terlalu banyak pakai moss putih, sebaiknya dicampur dengan media lain, atau letakkan moss putih dibagian atas dimana bagian atas ini cepat sekali keringnya.

    Baca juga: Kapan dan Bagaimana Cara Menyiram Anggrek Bulan yang Benar Agar Tidak Busuk

    Demikianlah pengalaman saya mengenai Moss Hitam Kadaka dan Moss Putih Spagnum Mana yang Bagus Buat Media Anggrek Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta anggrek lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini ๐Ÿ™‚ .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Tertarik mengenai merawat anggrek lebih lanjut? silakan lihat – . Saya berterima kasih kalau kalian subscribe juga ke saluran berkebun saya ๐Ÿ™‚ .

    Klik disini semua postingan blog tentang anggrek emak Benjamin

     

  • Fakta Menarik Serangga Springtail Hewan Putih Kecil di Media Anggrek

    Fakta Menarik Serangga Springtail Hewan Putih Kecil di Media Anggrek

    Fakta Menarik Serangga Springtail Hewan Putih Kecil di Media Anggrek. Hai sobat berkebun saya mau berbagi pengalaman mengenai hewan putih kecil di media anggrek. Selama 2 tahun belakangan saya penasaran dengan mahluk putih kecil ini yang kerap saya jumpai saat saya merendam pot anggrek (memberikan air untuk anggrek). Saya bingung apakah mahluk kecil ini hama atau bukan?.

    Fakta Menarik Serangga Springtail Hewan Putih Kecil di Media Anggrek

    Media tanam anggrek yang umumnya digunakan di negara 4 musim adalah cacahan kulit pinus (bark). Pada media anggrek tersebutlah sprintail menetapnya. Saya perhatikan tanaman anggrek saya baik-baik saja, namun saya penasaran juga apakah itu mahluk kecil tersebut yang kerap kali loncat di permukaan air rendaman anggrek.

    Akhirnya penasaran saya terjawab oleh Hendra Chaidrata pada salah satu video anggrek saya menulis komentar memberi tahu mengenai serangga putih ini.

    Tulisan Terkini

    Ekor pegas atau Collembola adalah hewan dari tiga garis keturunan dari hexapoda modern yang tidak lagi dianggap serangga (dua lainnya adalah Protura dan Diplura).

    Springtail. Ekor pegas pot bunga Folsomia candida
    Ekor pegas pot bunga Folsomia candida sering kali dapat ditemukan di dalam pot tanah atau kompos. Sebagai spesies yang hemat, mudah dipelihara dengan reproduksi yang cepat (partenogenetik), spesies ini juga menjadi organisme uji standar dalam uji laboratorium, misalnya pada ekotoksikologi

    Hewan putih kecil ini berwarna putih atau putih pudar dengan tubuh memanjang dan pelengkap kenyal yang menonjol dari ujung punggung mereka.

    Video Springtail Hewan Putih Kecil di Media Anggrek Apakah Berbahaya?

    Berikut ini Fakta menarik serangga springtail hasil baca-baca beberapa website:

    • Springtail sebenarnya adalah arthropoda, dan jika kita lihat lebih dekat, hewan ini mirip dengan lipan. Dengan 6 hingga 12 kaki, dan panjang hanya 1/8 inci, (0,3 cm) makhluk putih kecil ini memiliki kerangka luar yang mereka ganti seiring waktu. Jika daging putih tidak bergerak, kamu mungkin melihat kerangka luar yang mereka tinggalkan.
    • Peningkatan aktivitas dapat dilihat segera setelah menyiram tanaman. Springtail dewasa dan larvanya biasanya hanya memakan bahan organik di dalam pot tanah dan jarang merusak tanaman hias. Namun, beberapa spesies memakan akar halus dan daun tanaman semai.
    • Cara mengatasi springtails dengan repotting tanaman dan agar akar tanaman terpapar sinar matahari, berarti pakai pot transparan atau merawat anggrek dengan cara semi hidroponik.
    • Serangga putih springtail ini baik atau buruk buat anggrek?, hasil baca orchideria.com kondisinya 50-50, disatu sisi hewan ini membersihkan media pot dari jamur dan disisi lain hewan in juga memakan akar baru yang sedang berkembang (mungkin jika sudah tidak ada bahan organik mati sumber makanannya?).
    • Springtail sebenarnya bermanfaat untuk media pot karena mereka memakan materi lama yang membusuk di dalam media anggrek. Kulit batang anggrek sangat cocok untuk springtail karena membutuhkan hidrasi, aerasi, dan banyak air.
    • Hewan putih ini mudah dikenali karena mereka adalah makhluk yang gugup dan merasa tidak aman. Kalau kita lihat sangat dekat, mereka akan menjadi gelisah, seperti kutu kecil yang ingin segera pergi. Mereka melompat cepat, tinggi dan sangat aktif.
    • Jika media anggrek (kayu pinus atau cacahan pinus/bark) ada hewan putih ini katanya kita beruntung, alasannya seperti yang disebutkan diatas springtail ini memakan jamur pada media tanam.
    • Cara mengatasi serangga springtail jika terlalu banyak jumlahnya dengan cara membuang semua daun mati dari atas tanah dan biarkan tanah pot benar-benar kering sebelum menyiramnya kembali. Tatakan pot dicuci bersih lallu dikeringkan, dan tempatkan tanaman dibawah air mengalir wastafel saat mau memberikan air. Tunggu sampai tidak ada air menetes dari pot lalu kembalikan pot ditempat semula.
    • Serangga springtail ini ada dijual online, seperti Hendra bilang hewan ini berguna untuk terranium untuk mengatasi fungi /jamur mold (jamur yang seperti kapas) dan algae. Kalau masukkan kata kunci โ€žbuy sprintailsโ€œ (tulis negara mana) atau di Indonesia dengan kata kunci โ€žjual sprintailโ€œ ; โ€žbeli sprintailโ€œ akan muncul website atau deretan online shopnya. Selain untuk terranium, springtail berguna juga untuk kandang reptil dan yang pelihara serangga seperti tarantula misalnya.
    Serangga Springtail Hewan Putih Kecil di
    Komentar Hendra membuat penasaran saya terjawab apa itu serangga putih kecil yang loncat-loncat di air rendaman anggrek

    Baca juga: 5 Macam Media Tanam Anggrek Bulan yang Bagus Bikin Subur

    Demikianlah pengalaman saya mengenai Fakta Menarik Serangga Springtail Hewan Putih Kecil di Media Anggrek Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta anggrek lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih ๐Ÿ™‚ .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Tertarik mengenai merawat anggrek lebih lanjut? silakan lihat – . Saya berterima kasih kalau kalian subscribe juga ke saluran berkebun saya ๐Ÿ™‚ .

    Klik disini semua postingan blog tentang anggrek emak Benjamin

    Sumber bacaan:

     

  • Bikin Subur Media Anggrek Coco Chip dari Sabut Kelapa

    Bikin Subur Media Anggrek Coco Chip dari Sabut Kelapa

    Bikin Subur Media Anggrek Coco Chip dari Sabut Kelapa. Hai sobat berkebun, saya ingin share mengenai media tanam anggrek yang saya gunakan yakni sabut kelapa dalam bentuk coco chip. Saya merawat anggrek di negara 4 musim. Saya tahu media coco chip ini bikin subur anggrek setelah lihat website cattleya blue.de waktu itu mau beli seedling cattleya jadi beli media coco chip juga.

    Bikin Subur Media Anggrek Coco Chip dari Sabut Kelapa

    Sabut kelapa dalam bentuk cacahan (Coconut Husk Chips) lebih bagus menyerap dan menyimpan air, ketimbang sphagnum moos dan cacahan kayu pinus (bark) yang saya gunakan selama ini.

    Tulisan Terkini

    Pertama beli coco chips Juli 2018, saya gunakan untuk semua seedling cattleya dan cocok juga untuk cattleya dewasa, bahkan oke banget untuk anggrek bulan dewasa ada yang saya berikan semuanya coco chips anggreknya tumbuh subur.

    Saat saya bikin postingan ini Feb. 2021 sudah dapat pengalaman baik dan buruk dari media coco chip ini hehe. Pengalaman buruknya ternyata coco chip ini tidak cocok untuk anggrek selop (Paphiopedilum).

    Padahal coco chip nya sudah saya rendam beberapa hari, namun semua anggrek paphio yang saya berikan media ini berakhir tragis! (mati semua ada 4 atau 5 pot). Salah saya juga sih menunda-nunda mengganti medianya.

    Anggrek Paphio dewasa dan seedling kelihatan tidak sehat, daunnya jadi lemas, menjuntai ke bawah dan timbuk bercak di daunnya. Padahal ya anggrek Paphio suka lembab, dan media coco chip ini oke banget menyimpan air.

    Lihat forum anggrek Indonesia ada yang pakai media sabut kelapa atau pot dari sabut kelapa untuk anggrek selop oke aja, lah kenapa pengalaman saya berbeda? Haha. Jadi kapok pakai coco chip untuk anggrek Paphio.

    Baca juga: Anggrek Dikerubungi Semut Ini 5 Cara Mengusir Semut Pada Tanaman Anggrek

    Sebelum menggunakan media tanam coco chip harus direndam air dulu karena adanya kandungan tannin dan garam yang tidak baik untuk pertumbuhan anggrek.

    Video Bikin Subur Media Tanam Coco Chip dari Sabut Kelapa Untuk Anggrek

    Tanin pada sabut kelapa adalah salah satu dari beberapa zat yang terkandung di dalam sabut kelapa. Zat tanin pada sabut kelapa dapat menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman anggrek yang ditanam disabut kelapa menjadi kerdil, bahkan mati.


    Lengkapnya copas tulisan โ€ŽMansur Tompoโ€Ž dari forum Sahabat Berkebun

    January 4

    Tanin Pada Sabut Kelapa

    “Zat Anti Gizi”

    Senyawa anti gizi adalah suatu senyawa yang terdapat dalam beberapa bahan pangan yang dapat mengganggu penyerapan zat gizi di dalam tubuh pada saat pangan tersebut dikonsumsi. Zat anti gizi yang biasa terdapat dalam bahan makanan antara lain adalah fitat, tannin, gosipol, saponin, mimosin, dan protease inhibitor.

    Sabut kelapa sebagai media anggrek sudah sangat populer bahkan menjadi salah satu media yang paling banyak digunakan karena selain mudah didapat penggunaanya relatif tidak memerlukan perlakuan khusus.

    Di desa-desa khususnya masyarkat yang berada disekitar hutan kerap menggunakan sabut kelapa untuk menanam anggrek alam yang dipekarangan. Umumnya anggrek-anggrek tersebut adalah temuan pada pohon yang tumbang, atau saat clearing aktifitas tambang atau perkebunan.

    Cara menghilangkan zat tanin pada sabut kelapa

    Cara pertama:

    Setelah di potong-potong masukan sabut kelapa kedalam kaleng atau apapun yang bisa digunakan untuk merebus. Isi air dan rebus sabut kelapa hingga 2-3 jam, buang air yang berwarna kemerahan, rendam lagi sabut kelapa kedalam air bersih dan beri sedikit fungisida, kemudian keringkan.

     

    Cara kedua:

    Sabut kelapa diurai, kemudian direndam dalam air yang dicampuri tawas dengan perbandingan 1 sendok tawas/20 liter air. Kemudian diamkan selama 1 hari, selanjutnya pisahkan sabut dan larutan air tawas.

    Rendam kembali sabut kelapa kedalam air bersih dan lakukan pengulangan beberapa kali sampai air rendaman sudah tidak begitu merah lagi biasanya memerlukan waktu 2-3 hari. Kemudian keringkan atau bisa langsung di gunakan sebagai media anggrek.

     

    Jika Anda tidak memiliki waktu untuk melakukan proses untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan tanin pada sabut kelapa maka Anda bisa menggunakan sabut kelapa yang sudah lama (bukan yang baru di kupas) karena sabut kelapa yang sudah lama dikupas akan berkurang kandungan taninnya secara alami akibat siraman hujan dan sebagainya.

    Namun tentu saja penggunaan sabut kelapa ini lebih pendek umurnya sebab akan lebih cepat lapuk. Umumnya ketahanan media sabut kelapa tanpa pengolahan yang baik termasuk pemberian pengawet atau fungisida hanya bisa bertahan 5-6 bulan saja.


    Baca juga: Daun Anggrek Menguning Inilah 4 Penyebabnya

    Demikianlah pengalaman saya mengenai Bikin Subur Media Anggrek Coco Chip dari Sabut Kelapa, semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini mendapat pencerahan yaa mengenai media coco chip.

    Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta anggrek lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih ๐Ÿ™‚ .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Tertarik mengenai merawat anggrek lebih lanjut? silakan lihat – . Saya berterima kasih kalau kalian subscribe juga ke saluran berkebun saya ๐Ÿ™‚ .

    Klik disini semua postingan blog tentang anggrek emak Benjamin

  • 5 Macam Media Tanam Anggrek Bulan yang Bagus Bikin Subur

    5 Macam Media Tanam Anggrek Bulan yang Bagus Bikin Subur

    5 Macam Media Tanam Anggrek Bulan yang Bagus Bikin Subur. Hai sobat berkebun, khususnya pecinta anggrek kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai media tanaman anggrek bulan yang saya gunakan, juga media lain yang mungkin akan saya coba tahun depan.

    5 Macam Media Tanam Anggrek Bulan yang Bagus Bikin Subur

    Semua anggrek bulan saya tanam didalam pot, medianya pernah saya ganti-ganti sambil eksperimen mencari media tanam anggrek bulan yang paling cocok dengan keadaan saya tinggal di negara 4 musim.

    Tulisan Terkini

    Berikut media tanam anggrek bulan dalam pot yang bisa dipilih:

    1. Cacahan kayu pinus (bark) merupakan media tanam anggrek yang sangat popular digunakan di negara 4 musim. Cacahan pinus adalah media pot dengan drainase yang baik yang memungkinkan sirkulasi udara di sekitar akar anggrek, dan juga memiliki kemampuan menyimpan air (tidak sebanyak moss putih/coco chips). Selain itu, kulit pohon pinus membusuk secara perlahan sehingga dapat repotting (penggantin media anggrek) dapat dilakukan 2 sampai 3 tahun sekali.

    Anggrek bulan (Phalaenopsis) dapat tumbuh dengan baik pada kulit pohon pinus karena akar angbul memiliki kemampuan fotosintesis dan dapat menyerap kelembapan dari udara. Hal terbaik yang adalah menggunakan campuran sphagnum moss dan cacahan kulit kayu pinus.

    Sebagian besar sumber perawatan anggrek merekomendasikan media anggrek dengan pH antara 5,5 dan 6,5 yang sedikit asam. Kulit kayu pinus, media tanam anggrek yang populer, secara alami bersifat asam dengan pH sering berkisar antara 4,0 – 5,0.

    Kalau saya gunakan media anggrek (bark) siap pakai yang saya beli online, kalau media anggrek yang dijual di garden center hanya tersedia satu macam untuk semua anggrek, padahal tiap jenis anggrek butuh ukuran media yang berbeda, itu makanya saya lebih suka beli online. Cacahan pinus sebagai media anggrek tersedia dalam berbagai ukuran, tergantung jenis anggreknya, jika untuk anggrek seedling ukuran cacahan pinusnya sangat kecil.

    Baca juga: Uniknya Bunga Anggrek Bulan Hitam Phalaenopsis Blackjack

    2. Arang untuk media anggrek bulan. Arang adalah media pot yang sangat baik untuk anggrek karena menghilangkan bau, menyerap residu garam (untuk mengurangi risiko akar terbakar) dan dapat menyerap zat beracun. Arang bersifat kering, tidak mudah hancur, dan tidak mudah menyerap air, sehingga perlu penyiraman lebih sering untuk menjaga kelembaban medianya.

    Pada dataran rendah media anggrek yang menggunakan arang kayu biasanya disiram dua kali sehari. Gunakan arang yang ukurannya tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil. Penggunaan arang memungkinkan pertumbuhan akar lebih baik, meningkatkan drainase, dan memungkinkan udara masuk ke dalam pot.

    Saya sendiri sampai saat ini belum pernah pakai arang dalam jumlah banyak sebagai media anggrek bulan alasannya karena di Jerman kelembapan udaranya sangat rendah, jika saya pakai arang anggreknya akan lebih kering lagi. Arang dalam bentuk serbuk saya dapatkan saat membeli beli coco chips.

    Saya kepikiran ingin mencoba media arang ini untuk ambil keuntungan seperti dapat menyerap bau, menyerap kelebihan garam (dari air penyiraman) dan menyerap zat racun. .

    3. Spagnum moss atau disebut juga moss putih sebagai media tanam anggrek bulan. Moss putih ini bagus untuk menyimpan air, sehingga anggrek bulan tidak perlu disiram setiap hari. Anggrek bulan juga suka media yang lembab namun tidak becek dan jangan terlalu lembab/basah juga ya.

    Spagnum moss adalah substrat yang halus, dan dapat menahan air lebih baik daripada kulit kayu (pinus). Kemampuan menyimpan air menjadikannya mediat yang sangat baik untuk anggrek seedling. Namun, moss putih tidak dapat memberikan aerasi yang tepat untuk respirasi akar jika terlalu banyak digunakan.

    Beberapa anggrek yang cocok menggunakan sphagnum moss (atau campurannya): Cattleya, Oncidium, anggrek bulan (Phalaenopsis), dan Paphiopedilum.

    Cara menggunakan sphagnum moss untuk anggrek adalah rendam kering di air selama 30 menitan atau sehari sebelumnya lalu peras air yang berlebih dan taruh moss di pot ratakan dengan jari sehingga terlihat seperti spons.

    Sphagnum moss dapat digunakan untuk anggrek dalam pot gantung, juga untuk anggrek yang ditempel di kayu atau papan pakis, dimana kayu/pakis dilapisi spagnum moss secukupnya lalu taruh akar anggrek diatas lapisan moss tersebut.

    Spagnum moss membantu menjaga media tetap hangat dan menahan kelembapan, menjaga media agar tidak cepat kering. Kadang-kadang, moss putih dicampur dengan media lainnya seperti arang atau saya gunakan campuran cacahan pinus.

    4. Coco chips / coconut husk untuk anggrek / cacahan sabut kelapa sebagai media tanam anggrek bulan. Coco chips adalah potongan sabut kelapa, tersedia dalam berbagai ukuran dari potongan yang sangat kecil hingga gumpalan yang lebih besar.

    Coco chips memiliki kapasitas menahan air yang besar. Coco chips dapat mengumpulkan air hingga 9 kali dari beratnya. Media Coco chips ini tersedia dalam bentuk yang dipadatkan dan tidak dipadatkan.

    Tonton juga: Video Anggrek Bulan dengan Media Tanam Sabut Kelapa Coco Chips

    Saya pakai Coconut Husk Chips karena sabut kelapa lebih bagus menyerap dan menyimpan air, ketimbang sphagnum moos dan cacahan kayu pinus yang saya gunakan selama ini.

    Hal ini saya tahu saat mau membeli anggrek cattleya bentuk seedling, ternyata di olshpnya di jual Coconut Husk Chips.

    Sebelum digunakan metan coco chips ini harus direndam air dulu 1-2 hari atau lebih karena adanya kandungan garam dan Tanin (zat anti gizi) dalam sabut kelapa.

    Zat Tanin ditandai dengan warna merah bata yang keluar saat serabut kelapa direndam air. Sebelum Coco chips digunakan rendam air selama sehari atau di rebus sampai warna merah yang keluar berkurang.

    Tanin pada sabut kelapa adalah salah satu dari beberapa zat yang terkandung di dalam sabut kelapa. Zat tanin pada sabut kelapa dapat menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman anggrek yang ditanam disabut kelapa menjadi kerdil, bahkan mati.

    Selain ada kandungan tanin, coco chip memiliki konsentrasi garam yang tinggi (terutama jika pohon kelapanya tumbuh dekat dengan laut). Tanaman Epifit dalam hal ini anggrek sensitif terhadap garam, makanya bagus loh kalau kombinasi dengan arang (baca keuntungan penggunaan arang diatas).

    Saya menggunakan coco chips untuk anggrek bulan dan cattleya, bahkan ada anggrek bulan besar semua media pot nya full pakai coco chips dan pertumbuhan anggreknya sangat baik.

    Namun saya punya pengalaman buruk mengenai coco chips ini pada anggrek selop (Paphiopedilum). Salah saya juga sih kenapa semua anggrek selop saya pakaikan coco chips dan tidak coba satu anggrek paphio dulu.

    Akibatnya ada 4 atau 5 paphio saya mati serentak haha .. salah saya lagi menunda repotting/ganti medianya padahal anggreknya terlihat tidak sehat. Anggrek-anggrek paphio yang menggunakan full coco chips tumbuh bercak hitam pada daun dan bagian dekat akar, tanamannya juga tidak sehat (kusam).

    Tonton juga: Sabut Kelapa Coco Chips Tidak Cocok Sebagai Media Anggrek Paphiopedilum saya?

    5. Cocopeat serbuk serabut kelapa untuk media anggrek, merupakan serabut kelapa yang sudah disterilisasi. Coco peat bersifat baik menyimpan air, 10 kali lebih baik ketimbang media tanah.

    Cocopeat menyerap kelembapan, tetapi juga cepat mengering, sehingga akar anggrek mengalami kondisi pertumbuhan yang lembab tetapi tidak basah. Cocopeat selain digunakan untuk anggrek juga untuk tanaman pakis, bromeliad dan anthurium.

    Saya belum pernah menggunakannya cocopeat untuk anggrek, jadi belum biasa berikan review bagus atau tidak untuk tanaman anggrek, kemungkinan tahun depan ingin saya mencoba cocopeat.

    Bentuk cocopeat ini sudah hampir mirip tanah, halus sekali serbuk sabut kelapanya. Biasanya saya menggunakan coco peat sebagia media untuk semai benih bunga, benih sayuran dan bibit tanaman lainnya.

    Video Media Tanam Anggrek Bulan yang Bagus Bisa dipilih Sesuai Lingkungan mu

    Baca juga: Anggrek Dikerubungi Semut Ini 5 Cara Mengusir Semut Pada Tanaman Anggrek

    Demikianlah pengalaman saya mengenai 5 Macam Media Tanam Anggrek Bulan yang Bagus Bikin Subur Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta anggrek lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih ๐Ÿ™‚ .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Tertarik mengenai merawat anggrek lebih lanjut? silakan lihat – . Saya berterima kasih kalau kalian subscribe juga ke saluran berkebun saya ๐Ÿ™‚ .

    Klik disini semua postingan blog tentang anggrek emak Benjamin

  • Mengganti Media Tanam Anggrek Bulan Phalaenopsis

    Mengganti Media Tanam Anggrek Bulan Phalaenopsis

    Mengganti Media Tanam Anggrek Bulan Phalaenopsis. Anggrek bulan atau Phalaenopsis orchid adalah anggrek yang membutuhkan sedikit perawatan. Anggrek jenis ini katanya merupakan anggrek yang paling mudah dirawat, cocok untuk pemula yang mulai menyukai bunga anggrek dan mau belajar merawat anggrek.

    Tulisan ini adalah pindahan dari blog khusus berkebunku yang sudah tidak aktif lagi.

     

    Mengganti Media Tanam Anggrek Bulan Phalaenopsis

    Setelah sukses merawat anggrek bulan, bisalah kita mencoba merawat anggrek jenis lainnya, seperti dendrobium, cattleya, paphiopedilum, vanda, dll.

    Tulisan Terkini

    Pada video dibawah ini, saya repotting dua anggrek bulan. Repotting anggrek adalah mengganti media tanam anggrek dan menaruhnya di pot baru yang bersih.

    Sejak dibeli kedua anggrek bulan ini belum pernah saya ganti media tanamnya. Saya menunggu sampai masa berbunga selesai dulu, kuatir bunganya berhenti mekar kalau saya ganggu (repotting) bikin anggreknya stres.

    Tonton juga: Video 4 Penyebab Kuntum Anggrek Layu Sebelum Berkembang

    Anggrek bulan yang kuning saya lihat tidak ada masalah, daun baru sudah tumbuh, akarnyapun bagus besar, sedangkan yang anggrek bulan black jack harus segera diganti medianya, karena saya lihat lumayan banyak calon bunga yang gagal mekar, menjadi layu dan rontok sendiri. Anggreknya terlihat stress ๐Ÿ™ .

    Sebenarnya saya mau membeli media tanam khusus anggrek bulan, namun karena saya pikir anggrek bulan black jack ini dalam keadaan gawat darurat, jadi saya gunakan media tanam universal, yang katanya bisa digunakan untuk semua jenis anggrek. Saya tidak terlalu suka media tanam anggrek universal ini, walaupun mereknya bagus, karena metannya terlalu halus, dan banyak serpihan halus nyaris seperti pasir.

    Cara untuk mengganti media tanam Anggrek:

    • Rendam potnya selama 10-15 menitan supaya akar-akar anggreknya mudah dilepaskan dari medianya, kalau potnya besar mungkin saja butuh waktu lebih lama untuk merendamnya.
    • Buang/gunting akar yang rusak/kopong/kosong kalau ditekan. Sterilkan gunting dengan alkohol atau Hidrogen peroksida 3%.
    • Gunakan pot yang baru (bukan baru beli ya, tapi pakai pot bersih). Pot anggrek jangan terlalu besar, sesuaikan dengan ukuran anggreknya, karena pot yang terlalu besar akan membuat akar anggreknya numbuh banyak sekali dan tidak keluar bunganya. Akar anggrek suka berlekatan satu dan lainnya, kalau potnya terlalu besar maka akar akan terus numbuh sampai memenuhi pot dan baru akan terjadi pembuangan.
    • Buang media tanam yang lama, jangan dicampur dengan media baru.
    • Kalau saya gunakan media tanam sudah jadi beli di nursery anggrek. Ada metan khusus anggrek cattleya, anggrek bulan, paphiopediulum dan lainnya.

    Video Repotting Anggrek Bulan Phalaenopsis

     

    Baca juga: Beli Anggrek Online Begini Penanganannya Saat Diterima

     

    Demikianlah pengalaman saya mengenai Mengganti Media Tanam Anggrek Bulan Phalaenopsis, semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini mendapat pencerahan yaa.

    Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta anggrek lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih ๐Ÿ™‚ .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Tertarik mengenai merawat anggrek lebih lanjut? silakan lihat – . Saya berterima kasih kalau kalian subscribe juga ke saluran berkebun saya ๐Ÿ™‚ .

    Klik disini semua postingan blog tentang anggrek emak Benjamin

  • Media Tanam Anggrek yang Ditempel Java Moss Lumut Hidup

    Media Tanam Anggrek yang Ditempel Java Moss Lumut Hidup

    Media Tanam Anggrek yang Ditempel Java Moss Lumut Hidup. Hai sobat berkebun, khusunya pecinta anggrek saya ingin cerita mengenai merawat anggrek yang ditempel pada kayu dan papan pakis.

    Media Tanam Anggrek yang Ditempel Java Moss Lumut Hidup

    Sejak tahun lalu saya tertarik mau coba mounted orchid, menempelkan anggrek pada kayu. Wah ternyata tidak seindah yang saya bayangkan haha..

    Anggrek yang ditempel pada kayu atau papan pakis begini butuh perhatian setiap hari untuk menyiramnya, padahal saya tidak bisa tiap hari ngurus anggrek. Selain mounted orchids penyiraman saya lakukan seminggu sekali, kalau musim dingin malah bisa 10-14 hari sekali baru saya siram anggrek.

    Saya tinggal di negara 4 musim dan saya merawat anggrek secara indoor. Saat musim panas, ada jenis anggrek yang tahan panas bisa ditaruh diluar rumah, seperti cattleya, dendro, dan vanda.

    Sekitar 6 bulanan sudah saya merawat mounted orchids, ada saatnya saya mau nyerah pengen nanam semua mounted orchidsnya di pot saja, tapi ada 2 anggrek dendrobium remaja yang kalau ditaruh dipot, daunnya jadi menguning, hmm saya galau jadinya haha..

    Baca juga: Manfaat Air Cucian Beras untuk Tanaman Anggrek

    Kelembapan udara di Jerman sangat rendah, didalam ruangan paling sekitar 30-40% an kelembapakan udaranya, padahal anggrek butuh kelembapan sekitar 60-70%.

    Saya secara tidak sengaja liat postingan orang Jerman, mengenai merawat anggrek di ruang kaca kecil/ala teraninum gitu, anggreknya atau kayu buat nempelin anggreknya dilapisi lumut hidup Java moss supaya lebih lembab.

    Jadilah saya dapat ide dan semangat lagi mau merawat mounted orchids. Java moss ini biasanya buat akuarium atau buat yang pelihara reptile, kandang reptile nya di kasih lumut hidup supaya lembab, mirip suasana habitat asli hewan reptile nya.

    Tulisan Terkini

    Lalu saya google dengan kata kunci tissue culture java moss keluar daftar online shopnya. Niat awal mau beli dari Inggris, eh akhirnya ketemu yang di Jerman, ya sudahlah ngapain beli impor kalau ada lokal, toh harga tidak terlalu beda jauh.

    Bagi yang di Jerman dan negara sekitar kalau mau beli lumut hidup Java moss seperti saya beli:

    • Java Moss dari Moos Design. https://amzn.to/2VlzxQj harga 6,50 Euro. Ini bentuk besar 1 utuh tidak dipotong. Premium Terrarium Bodengrund Moos fรผr Reptilien in Terrarien (1-Lage) Terra Substrat Untergrund Dekoration Moosmatten Moosplatten Plattenmoos echtes natur Moss.
    • Java Moss dari Moos Design https://amzn.to/3c72t52 harga 6,50 Euro. Ini bentuk sudah dipotong. Flachmoos Moosmatte Moosplatte Plattenmoos Natur Deko Moos echtes Moss Osterdeko Frรผhlingsdeko Deko-Moos frisches Natur Moos

    Java Moss Lumut hidup kalau di Indonesia cari di Shopee banyak jual saya sudah google, tapi saya tidak tahu juga apa merawat anggrek di Indonesia butuh lumut hidup juga, karena kelembapan udara di Indonesia sudah tinggi.

    Video Java Moss Lumut Untuk Media Tanam Anggrek yang Ditempel

     

    Tips ini kalau sudah beli Java Moss nya lalu belum ada waktu buat nempelin ke papan media anggreknya, taruh lumut hidupnya di kulkas. Saya terima lumut hidupnya tidak basah dan dalam kemasan plastik rapat, tanpa saya buka saya langsung taruh kulkas.

    Baca juga: Daun Anggrek Menguning Inilah 4 Penyebabnya

    Waktu saya terima lumut hidupnya saya kuatir bakal mati itu lumut karena saya belum ada waktu ngurus anggrek dan belum ada waktu ngurus Java moss nya kan harus ditaruh ditempat sejuk dan lembab, ya saya tidak tahu dimana ruangan lembab dan sejuk begitu dirumahku, jadilah tanpa pikir panjang saya simpan dikulkas. Eh ternyata aman sampai 1,5 bulan kemudian baru saya punya waktu nemeplin moss nya ke papan media anggreknya ๐Ÿ™‚ .

    Demikianlah share saya mengenai Media Tanam Anggrek yang Ditempel Java Moss Lumut Hidup, semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini suka anggrek juga jadi kepengen mengunjungi TAR juga yaa.

    Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta anggrek lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih ๐Ÿ™‚ .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Tertarik mengenai merawat anggrek lebih lanjut? silakan lihat – . Saya berterima kasih kalau kalian subscribe juga ke saluran berkebun saya ๐Ÿ™‚ .

    Klik disini semua postingan blog tentang anggrek emak Benjamin

  • Kelebihan Merawat Anggrek dengan Media Hidroton

    Kelebihan Merawat Anggrek dengan Media Hidroton

    Kelebihan Merawat Anggrek dengan Media Hidroton. Hai pehobi anggrek, kali ini saya ingin berbagi pengalaman menggunakan hidroton sebagai media tanam bunga anggrek. Pertama kali menggunakannya tahun lalu pada bulan November 2019. Saat itu saya coba media hydroton ini pada dua seedling anggrek bulan dan anggrek Lycaste.

    Kelebihan Merawat Anggrek dengan Media Hidroton

    Selang 2 atau 3 minggu saya lihat keadaan anggrek Lyactase menjadi sangat kering dan bulb nya banyak kerutan yang artinya kekurangan air. Saya tempatkan anggrek Lycaste tersebut pada pot yang diberi banyak lubang pada sisi pot nya dengan maksud supaya sirkulasi udara lebih baik, ternyata yang saya lakukan tidak bagus, anggreknya kekeringan!.

    Tulisan Terkini

    Saya ganti pot Lycaste dengan pot tanpa lubang, tetap pakai media hidroton namun pada bagian tengah saya berikan banyak moss putih (spagnum moss), sampai saat ini setelah 4 bulan anggrek Lycaste saya tumbuh subur.

    Dalam perawatannya anggrek Lycaste ini butuh banyak air yang nantinya bulb nya makin besar, nah kalau bulb nya banyak kerutan artinya anggreknya kekurangan air, atau bisa juga karena kita salah menaruhnya ditempat terlalu panas.

    Baca juga: Daun Anggrek Menguning Inilah 4 Penyebabnya

    Video Setelah 4 Bulan Penggunaan Begini Keadaan Anggrek Bulan Dengan Media Tanam Hidroton

    Hydroton adalah media tanam terbuat dari agregat tanah liat/lempung yang dalam pembuatannya dipanaskan hingga 1200 derajat C. Hidroton atau LECA (light expanded clay aggregate) bentuknya biasanya bulat dan oval, cocok untuk tanaman hidroponik (bercocok tanam tanpa menggunakan tanah).

    Saya terinspirasi ingin mencoba merawat anggrek dengan media hidroton ini karena melihat banyak pehobi anggrek asing yang merawat anggrek mereka dengan cara hidrodoponik.

    Harga LECA/Hydroton di tempat saya, Jerman 5 liter 4 Euro (Rp. 64.000) untuk pehobi anggrek di Indonesia mulai banyak juga yang menggunakan hidroton media tanam anggrek ini, saat saya live streaming mengenai anggrek ada beberapa yang berkomentar mengenai hidroton ini.

    Baca juga: Manfaat Air Cucian Beras untuk Tanaman Anggrek

    Kalau di Indonesia tertarik mau cari hidroton bisa cari online seperti Tokopedia dan Shopee saya cek banyak yang jual, masukan kata kunci โ€žmedia tanam hydrotonโ€œ.

    Cara menggunakan hidroton sebelum saya gunakan sebagai media anggrek cukup di rendam beberapa jam atau semalaman dengan tujuan menghilangkan debu hydroton.

    Kelebihan menggunakan Hidroton/hydroton/LECA sebagai media Anggrek:

    • Mampu menyimpan air dengan baik, sehingga kelembapan anggrek terjaga baik.
    • PH netral dan tidak disukai serangga. Sejauh ini (4 bulan pengunaan bebas hama).
    • Bersifat porous. Anggrek suka porositas untuk membungkus akar.
    • Stabil tidak berubah bentuk dalam jangka waktu lama.
    • Mudah digunakan dan dapat digunakan kembali setelah dibersihkan (dicuci). Hidroton bertahan lama. Cukup cuci dan gunakan kembali sebanyak yang kita mau.
    • Menghasilkan ion negatif dan meningkatkan pertumbuhan tanaman, aman untuk tanaman

     

    Kekurangan menggunakan Hidroton sebagai media anggrek adalah karena sifatnya ynag porous drainase yang baik juga bisa menjadi masalah, membuat media ini cepat kering, nah jadi masalah pada anggrek yang butuh lembab sekali seperti pengalaman saya dengan anggrek Lycaste jadi perlu di tambah spagnum moss untuk meningkatkan kelembapan jadi lebih baik lagi.

    Baca juga: Suka Bunga Anggrek? Ayo Mengunjungi Taman Anggrek Ragunan

    Video Mengganti Media Anggrek Lycaste Lasioglossa | Anggrek Hidroponik Media Hydroton

    Setelah saya coba hidroton pada anggrek bulan dan Lycaste lalu saya coba juga pada 2 seedling anggrek Catasetum. Untuk Catasetum belum ada yang bisa saya ceritakan banyak karena salah satu Catasetum saya baru bangun dari masa dorman (istirahat/berhenti tumbuh), satu catasetum lain masih masa dorman, saya sudah coba siram banyak sekali saja, ternyata belum ada perubahan apapun, jadi saya biarkan si anggrek lanjut istirahat dan tidak menyiramnya lagi.

    Video Anggrek Bulan Hidroponik dengan Media Hydroton

    Pada anggrek hitam Kalimantan Coelogyne Pandurata saya juga gunakan media hidroton ini, namun tidak sepenuhnya hidroton, nasibnya sama seperti Lycatse, si anggrek Coelogyne P. ini suka nya media yang lembab sekali makanya saya campur spagnum moss juga.

     

    Demikianlah pengalaman saya mengenai Kelebihan Merawat Anggrek dengan Media Hidroton, semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini sedang mencari alternatif lain media anggrek kalian mendapat pencerahan yaa.

    Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta anggrek lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih ๐Ÿ™‚ .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Tertarik mengenai merawat anggrek lebih lanjut? silakan lihat – . Saya berterima kasih kalau kalian subscribe juga ke saluran berkebun saya ๐Ÿ™‚ .

    Salam Anggrek.

    Klik disini semua postingan blog tentang anggrek emak Benjamin

error: Content is protected !!