Berkebun di Musim Dingin

loading...

Berkebun di Musim Dingin. Semua kerjaan rumah tangga sudah beres saya kerjakan, mulai memasak, cuci, nyetrika, bersih-bersih rumah sudah saya selesaikan semuanya. Nonton tv bosan, lagipula acara-acara favorit sudah saya setting untuk direkam, jadi kapan pengen bisa nonton deh. Internetan? juga lagi bosan, baca buku lebih bosan lagi, trus ngapain dong?.

Berkebun aja yukk!. Berhubung diluar dingin, kalau suhunya lagi minus mana bisa lama-lama diluar bbbrrrr, nah mari berkebun dalam rumah :-).

Berkebun di Musim Dingin. Rak Bungaku dihiasi Aneka Tanaman. Tanaman-tanaman Tersebut adalah Tanaman yang Khusus Harus di Taruh Dalam Rumah. Bahasa Kerennya House Plant
Rak Bungaku dihiasi Aneka Tanaman. Tanaman-tanaman Tersebut adalah Tanaman yang Khusus Harus di Taruh Dalam Rumah. Bahasa Kerennya House Plant

Satu hal yang saya syukuri dari pindahan ke kontrakan baru, ada satu kamar tambahan, dan dikamar ini saya taruh rak bunga. Pas diatas rak bunga ada kaca jendela yang besar. Saya bilang suami tercinta, kamar ini jadi green house buat hobi saya ya! ;-).

Semua Peralatan Berkebun Sudah disiapkan, Tanaman yang akan di Ganti tanahnya juga sudah di Siapkan
Semua Peralatan Berkebun Sudah disiapkan, Tanaman yang akan di Ganti tanahnya juga sudah di Siapkan

Sebenarnya kalau musim dingin tanaman tidak boleh diganggu-ganggu alias di bongkar-bongkar, karena contohnya kaktus ketika musim dingin lagi masanya tidur. Tapi saya cuma pindahkan satu kaktus ko karena potnya saya mau pakai untuk tanaman lain.

Ketika Musim Dingin jam 4 Sore mulai remang-remang, jam setengah 5 Sudah Gelap, jadi Gunakan Lampu untuk berkebun
Ketika Musim Dingin jam 4 Sore mulai remang-remang, jam setengah 5 Sudah Gelap, jadi Gunakan Lampu untuk berkebun

Ini juga kalau tidak terpaksa, tidak akan saya bongkar-bongkar tanaman. Jadi ada tanaman-tanaman yang kekeringan, ada yang kebanyakan air (lembab) padahal harusnya kering. Ada yang sudah beranak pinak dan hampir rubuh, ada pot nganggur, ada batu hias nganggur, jadi mari berkebun ;-).

Aloe Vera (Lidah Buaya)

Saya beli tanaman ini bulan Mei tahun ini. Saya beli karena niatnya pengen pakai untuk penyubur rambut, dan konon bisa mengatasi rambut rontok. Harganya ketika itu 3 Euro an. Ternyata cuma saya pakai beberapa kali, alasannya ribet, harus dibuka kulitnya, di kerok trus olesin ke rambut, didiamkan beberapa menit, trus keramas. Kalau lagi rajin, ya nanti saya lakukan lagi deh.

Foto Kiri Aloe Vera Beli 20.05.2012. Foto Kanan 14.09.2012 Mulai banyak Anaknya
Foto Kiri Aloe Vera Beli 20.05.2012. Foto Kanan 14.09.2012 Mulai banyak Anaknya

Selain sebagai penyubur rambut, menurut Wahyono E dan Kusnandar (2002), lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker dan penderita HIV/AIDS. (sumber: Wikipedia.org)

Aloe Vera atau Lidah Buaya Siap Dipisahkan dari Anakannya
Aloe Vera atau Lidah Buaya Siap Dipisahkan dari Anakannya

Dibulan desember ini Aloe Vera milik saya sudah banyak anaknya, ada 13 buah. Tanaman ini hampir rubuh karena menopang anak-anaknya. Aloe Vera termasuk spesies Succulent, jadi tidak boleh banyak disiram, dia suka lingkungan kering. Apa sih Succulent? Jelasnya klik disini. Intinya tanaman ini bisa menyimpan air didalam tubuhnya, dan suka media kering. Karena musim dingin, maka Aloe Vera harus di taruh didalam rumah.

Untuk tanahnya yang sudah ada pupuk juga, saya gunakan merek Compo Sana Compo Cactea. Tanah (pupuk) ini khusus untuk kaktus dan Succulent. Isinya lebih dominan pasir dan sudah bercampur pupuk. Merek Compo Sana ini sih memang mahal tapi kualitasnya bagus dan tidak diragunakan.

Kemasan 5 liter harganya sekitar 5 Euro an. Mikir ulang buat beli hehehe. Nah begitu ada diskonan di supermarket langsung borong 5 kemasan, wong satunya cuma 79 cent. Suami dan saya saat itu sempat heran-heran ko diskon nya gede amat ya, kelebihan stok kali supermarketnya πŸ˜› .

Proses Memisahkan Aloe Vera
Proses Memisahkan Aloe Vera

Anak-anak Aloe Vera saya pisahkan hati-hati dari induknya. Pot yang sudah berisi tanah sudah saya siapkan terlebih dahulu. Bagian akar anakan Aloe Vera saya oleskan air dan taburin (totol-totolkan) serbuk kayumanis. Kayu manis berguna sebagai pengganti rooting hormone dan juga membunuh jamur dan bakteri.

Setelah aloe Vera saya pisahkan, pot induk Alove Vera kan masih ada bagian yang kosong maka saya hias dengan Pinecones. Waktu di kontrakan lama, ada jenis pohon cemara disamping rumah, dan seringkali biji-biji Pinecones berjatuhan, saya pungutin deh, terkumpul 2 plastik besar, lumayan buat dekor-dekor gratisan daripada beli Pinecones di supermarket toh :D.

Menghias Pot Aloe Vera dengan Pinecones
Menghias Pot Aloe Vera dengan Pinecones

Yang mau tahu detail Pinecones klik disini, yang mau lihat pohonnya pernah saya posting klik disini.

Potnya Aloe Vera saya lingkari dengan pita merah ada hiasan-hiasan bling-blig warna emas, ya pokoknya bernuansa Natal :).

Video Memisahkan Aloe Vera

 

Biasanya saya cari ide untuk berkebun dan hias menghias tanaman atau pot-pot dari Pinterest. Mau tahu yang saya sukai di pinterest klik disini.

Sahabat blogger saya mau tanya nih, kalau cuaca sedang tidak bagus, misal musim hujan, biasanya kegiatan apa yang kalian lakukan?.

Tulisan lain mengenai berkebun klik my garden

 

Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

81 thoughts on “Berkebun di Musim Dingin

  • January 26, 2013 at 1:06 pm
    Permalink

    wah…salut….sebenernya saya suka tanaman tapi males ngerawatnya hehe… untung ada beberapa tanaman yang kuat banget sebagai tanaman dalam ruangan seperti anggrek, ini jelas jadi pilihan favorit. Saya juga suka aloe vera buat penyubur rambut tapi ya itu…ribet yak makenya…Salam kenal πŸ™‚

    • January 26, 2013 at 2:49 pm
      Permalink

      Hai Feli salam kenal juga ya :). Mau tanya dong Anggrek punyamu sudah brp kali berbunga? punya saya hanya daunnya yang tumbuh subur :(.

      • January 26, 2013 at 3:45 pm
        Permalink

        Tergantung jenis anggreknya juga sepertinya, kebetulan saya dikasih anggrek hitam (kayaknya dari Thailand deh). Triknya setiap selesai berbunga maka tangkai bunganya dipotong dan disisakan 2 mata. Trus ada trik buat memberikan airnya juga, mereka suka di ruangan yang lembab. Biasanya berbunga lama banget berbulan2x trus rontok, trus muncul lagi.

        • January 26, 2013 at 3:56 pm
          Permalink

          Iya anggrek saya sudah diperlakukan seperti yang Feli bilang.
          Berarti harus sabar nunggu berbunga :D. Terima kasih ya.

    • January 11, 2013 at 2:27 pm
      Permalink

      tapi duri-durinya mengerikan, kalau rumah kita berdekatan, saya kasih deh anak-anak katus saya banyak nih.

      • January 11, 2013 at 2:33 pm
        Permalink

        haduuuuuh…. pingin Banget Mbak….

        ya kayak ulat bulu Mbak, kl dari jauh kayaknya lembut, tapi jangan sekali2 di pegang hehee

  • January 9, 2013 at 4:51 am
    Permalink

    Salut atas semangatnya, di musim dingin masih semangat untuk berkebun, kalau di sini kapan aja bisa berkebun, haha,,,

    Teman saya di Jerman bahkan berkebun Cannabis sativa dengan cara modern di dalam ruangan 6×4 meter, hebatnya dia bisa menjadikannya sebagai usaha sampingan, entah di sana legal atau illegal?

    • January 9, 2013 at 5:13 pm
      Permalink

      Kalau di Amsterdam di Red lightnya, saya pernah liat ada toko khusus yang menjual semacam tanaman seperti Cannabis. Setau saya asal tidak merugikan orang lain sih bebas saja disini, jadi untuk dipakai sendiri.

  • January 6, 2013 at 5:00 am
    Permalink

    Rajin Ya Mbak… πŸ˜€ Leider war ich nicht fleißig wie die. Jaman di Bremen dulu, kalo udah minus2 suhunya, malas banget keluar rumah πŸ˜€

  • December 27, 2012 at 9:49 pm
    Permalink

    Menurutku, rumah mbak Nella tetap bercita rasa Indonesia, meskipun di negeri orang. Sip sip sip

  • December 27, 2012 at 9:11 pm
    Permalink

    Meskipun di jerman, rumah mbak rasa Indonesia banget. Sip sip sip

  • December 26, 2012 at 1:16 pm
    Permalink

    waahhh,, lidah buaya itu tanaman khas Pontianak loh mbak. disini banyak dijadikan makanan ringan dan minuman. πŸ˜€

    • December 26, 2012 at 9:06 pm
      Permalink

      Oh gitu ya Niee, baru tau kalau tanaman khas Pontianak :D, buat makanannya juga? aq taunya buat minuman heheh.

      • December 27, 2012 at 2:42 am
        Permalink

        iya,, ada dodol dan manisan gitu deh mbak yang terbuat dari lidah buaya

        • December 27, 2012 at 6:53 am
          Permalink

          Ooo gitu ya, makasih buat infonya Niee, nambah pengetahuan nih mengenai lidah buaya :).

  • December 23, 2012 at 6:47 pm
    Permalink

    I love the photos and your passion for your garden… and I wish I could read the words! (Also, thank you for liking my blog — saya sunung)

  • December 23, 2012 at 3:04 am
    Permalink

    lidah buaya emang serba bs neh..
    Pinecones denger2 bs dimasak jg yah

    url kasamago.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 17.01.2017

    • December 24, 2012 at 2:36 pm
      Permalink

      Belum pernah dengar Pinecones bisa dimasak, itu kan spt biji tanaman, keras :D.

  • December 21, 2012 at 9:04 am
    Permalink

    Sebenarnya kalo lagi hujan inginnya akang hujan-hujanan kayak masih kecil dulu, kalo sekarang malu takut diketawain anak-anak tetangga :mrgreen:

    • December 21, 2012 at 9:22 am
      Permalink

      Hai Akang supaya tidak ketawain ajak anak2 tsb main bola sambil main hujan :D.

  • December 20, 2012 at 5:24 am
    Permalink

    Mbak Nella, aku juga lagi mulai berkebun. Ternyata seru juga berkebun…tapi sedih banget saat tanaman layu. Thanks mbak artikel-artikelnya tentang berkebun..jadi pengen punya surga tanaman di rumah.

    • December 20, 2012 at 11:02 am
      Permalink

      Hai mbak Dewi, seru dong ya :), saya juga sedih kalau tanaman saya bermasalah langsung cari informasinya di internet atau tanya sana sini, atau pas mulai musim dingin akhir November semua tanaman di taman mati semua, besoknya saya bongkar deh.

  • December 20, 2012 at 3:16 am
    Permalink

    wah, maaf mbak itu mainan tanah di dalam rumah apa nggak ribet ya, kayak mindah taneman dari pot ke pot, *bingung mau nanya, sekali, nanya nyeleneh sendiri*

  • December 20, 2012 at 12:25 am
    Permalink

    wow..dapat info baru nih, serbuk kayu manis bisa untuk pengganti hormon rooting hormone. Besok ku coba deh untuk cangkok apel indiaku. Thank’s mbak..

  • December 19, 2012 at 6:39 pm
    Permalink

    cuaca tidak menghalangi hobi berkebun hehehehe

  • December 19, 2012 at 3:01 pm
    Permalink

    Mba Nella ternyata rajin juga berkebun nih…
    Kapan-kapan pengen nyobain juga nih bertanam. Sepertinya asyik ya…
    Salam,

    • December 19, 2012 at 4:55 pm
      Permalink

      Iya mas Asa berkebun sungguh mengasyikkan, silakan dicoba :).

  • December 19, 2012 at 12:00 pm
    Permalink

    Wuihh,
    cantik juga ya mba kebun mini gitu!
    Jadi pengen punyaaa, tapi gak bisa telaten kayak mba Nella hehehehe

    • December 19, 2012 at 4:54 pm
      Permalink

      Hai Mas Gusman peliharanya tanaman yang perawatannya mudah, alias ga sering-sering disiram, contohnya kaktus :D.

  • December 19, 2012 at 12:00 pm
    Permalink

    kalau aku edit-edit foto trus nulis di blog kak, makanya lagi rajin banget apdet blog terus haha πŸ™‚ mungkin tahun baru nanti aku mau menambah mawarku kak, untuk mengganti suplir yg udah tamat riwayatnya. ternyata aku tak cocok memelihara suplir. mawarlah yg cocok, tahan matahari soale haha πŸ™‚

    • December 19, 2012 at 4:53 pm
      Permalink

      Iya mawar tahan matahari, tahan musim dingin juga nih .. paling daun-daunya saja yg rontok, kalau cuaca bagus lagi akan tumbuh kembali πŸ™‚
      Btw Messalin punya tanaman anggrek ga? saya mau tanya2 :D.

      • December 21, 2012 at 10:09 am
        Permalink

        waaah nggak punya kak, ngurus mawar aja bisa selamat sampe sekarang sudah alhamdulilah, boro-boro ngurus anggrek πŸ˜€ mungkin kapan-kapanlah kak, soale lebih ribet lagi ngurus anggrek toh? πŸ™‚ btw, selamat natal ya kak

  • December 19, 2012 at 10:14 am
    Permalink

    Kalo pas musim dingin tanamannya butuh penyinaran lampu sebagai ganti matahari apa tidak ya

    • December 19, 2012 at 10:31 am
      Permalink

      Hai Ika, kalau tanam cabe, tomat, sayur2 atau buah2an ya harus ada lampu khusus yang sifatnya seperti pengganti sinar matahari :). Ketika winter seperti ini saya tidak nanam2 sayuran. Jadi yang dalam rumah hanya tanaman hias, cukup ditaruh ditempat terang, misalnya dekat jendela.

  • December 19, 2012 at 8:28 am
    Permalink

    Kalo cuaca lagi nggak bagus… saya biasanya ngumpet aja di kamar, dengan buku atau komputer atau tugas-tugas sekolah. Cuaca nggak terlalu berpengaruh sama kegiatan saya, soalnya sebagian besar kegiatan saya itu dilakukan di dalam ruangan.

    Lidah buaya emang multimanfaat banget ya. Berguna banget nih tulisan tentang lidah buaya, berhubung saya punya satu tanaman lidah buaya dan pengen ngembang-biakin dan belum tau banyak tentang lidah buaya.

    • December 19, 2012 at 10:29 am
      Permalink

      Wah bagus dong ya Prita kalau kegiatan bisa tetap jalan walau cuaca buruk :D.
      Iya lidah buaya banyak manfaatnya, ya paling simpel buat menyuburkan rambut :).

      • December 19, 2012 at 3:05 pm
        Permalink

        Haha, mungkin itu karena kegiatan saya monoton πŸ˜€
        Dan buat kulit, kerasa banget perubahannya setelah saya rutin kasih lidah buaya selama semingguan (setelah itu nyerah)

  • December 19, 2012 at 4:17 am
    Permalink

    wash sayangnya sejak 10 tahun lalau dirumah saya ngga ada tanaman lidah buaya lagi, pun juga dirumah tetangga2 saya, sulit ya sekarang menemui rumah yang ada tanaman lidah buayanya

    • December 19, 2012 at 10:25 am
      Permalink

      Masa sih? mamaku di Jakarta punya banyak tanaman lidah buaya.
      Saya juga sering lihat tanaman ini ko di Jakarta.
      Yos tinggal di mana?

  • December 19, 2012 at 3:14 am
    Permalink

    Enak yah ada tanaman dalam rumah, didalm kamar pula. Kalau di Indonesia bisa runyam tuh.

    • December 19, 2012 at 10:24 am
      Permalink

      Wah ko bisa runyam pak? πŸ˜€
      iya sih di Indonesia jarang saya lihat tanaman ditaruh dalam rumah.

  • December 19, 2012 at 3:10 am
    Permalink

    Wiiiihh seru banget mbak nela,.. saya juga suka dengan bunga2, tanaman2, tapi kurang tlaten kalo untuk berkebun. kalo cuaca di luar rumah sedang tidak mendukung saya biasa menghabiskan waktu nonton film, main internet, bercanda & bercerita dengan pacar saya, atau tidur, hehehee πŸ˜€

      • December 19, 2012 at 10:49 am
        Permalink

        ada beberapa macem mbak, bunga matahari, anggrek, rose, krisan, rosela sama wrnanya hijau bulat tapi ringan gtu (gak tau namanya) πŸ˜€

        • December 19, 2012 at 10:50 am
          Permalink

          Wah punya anggrek juga toh? kamu yg merawat atau mama mu Chris? bgm sih supaya anggrek keluar bunganya :D.

          • December 19, 2012 at 10:52 am
            Permalink

            Yang merawat semua tanaman ayah saya mbak πŸ˜€
            saya kurang tau gimana biar anggreknya terus berbunga, soalnya yg dirumah jarang2 berbunga mbak

          • December 19, 2012 at 11:12 am
            Permalink

            punyaku juga belum keluar bunganya, yg tumbuh malah daunnya :D.

          • December 19, 2012 at 11:13 am
            Permalink

            Wkwkkwk,… yg penting masih hidup mbak, soalnya terakhir waktu aku pulang ke rumah daunnya udah tinggal beberapa lembar aja, mengenaskan.. akhirnya aku belikan kaktus & jambu dolar yg di kemas pot mini utk ayah πŸ˜€

          • December 19, 2012 at 11:14 am
            Permalink

            Namanya lucu jambu dolar? daunnya spt uang dolar gitu? atau krn hrgnya mahal jd dinamakan begitu? :D.

  • December 19, 2012 at 2:36 am
    Permalink

    ah, yisha ngga bisa………. πŸ™

  • December 19, 2012 at 2:26 am
    Permalink

    namanya juga cinta berkebun mbak, jadi pasti kalau disuruh berkebun mbak Nella nggak bosen ya hehe..
    saya nggak telaten mbak kalau suruh ngurus tanaman, paling mamah aja.

    kalau cuaca lagi nggak bagus untuk keluar rumah biasanya baca buku, atau nulis atau nonton film. kadang sekali nonton bisa dua film berurutan πŸ˜€

    • December 19, 2012 at 10:19 am
      Permalink

      Kadang kalau bosen berkebun saya teruskan besokannya ‘Ne, trus berantakan gitu deh karena langsung saya tinggal untuk melakukan hal lainnya :D.

  • December 19, 2012 at 1:22 am
    Permalink

    Ternyata lidah buaya(aloe vera) bisa tumbuh juga di sini ya Nel. gimana kalau “lidah mertua”.
    He3x …pernah dengar ga ada tanaman namanya lidah mertua ?

    • December 19, 2012 at 10:17 am
      Permalink

      Tapi Aloe Vera disini mahal pak :D. “Lidah mertua” sering lihat di supermarket khusus tanaman, berhubung belum diskon2 jadi saya belum niat beli pak :D.

  • December 19, 2012 at 12:21 am
    Permalink

    Wah, asyik sepertinya ya Mbak. Berkebun berkebun. Di dalam rumah.
    Pinecones-nya juga kelihatan cantik pas digabungin sama tanaman lainnya.

    url wholesketch.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 10.01.2017

  • December 19, 2012 at 12:05 am
    Permalink

    baru tau lho serbuk kayumanis bisa dioles untuk luka baru, untuk fungisida gitu ya…,
    selama ini sih aku nggak pakai apa2, meskipun di teori bilamg harus pakai, tp males beli2nya he..he..

    • December 19, 2012 at 10:14 am
      Permalink

      Hai mbak Monda, saya juga tahunya hasil browsing sana sini :D.

  • December 18, 2012 at 11:20 pm
    Permalink

    Sibuk ngangkatin ember mba karena banjir hehe. Biasanya musim ujan malah tetep aja kayak biasa, cuman dapet extra kerjaan karena baju susah keringnya. Kalau lagi santai bgt bisa nonton ujan sambil liatin anak2 kecil main bola di depan rumah, nonton dvd sama browsing hehe

    • December 18, 2012 at 11:49 pm
      Permalink

      Jadi ingat pas dulu aq di Jakarta, kalau hujan siap2 taruh2 ember dikamarku buat nadangin bocor :D.

  • December 18, 2012 at 10:36 pm
    Permalink

    kalo ujan ya.. kalo emang gak mesti kemana2 mendingan di rumah aja. kruntelan atau nonton tv atau kalo bisa ya tidur! hauahahha…

  • December 18, 2012 at 9:43 pm
    Permalink

    Kreatif juga nih, pinecones bisa jadi bahan hiasan, dan kesannya alami.

    Kalau cuaca sedang tidak bagus, misal musim hujan, biasanya kegiatan yang saya lakukan adalah cukup dengan membaca buku atau bermain piano bareng anak-anak sampai bosan πŸ™‚

    • December 18, 2012 at 9:56 pm
      Permalink

      Hai Pak Iwan, saya coba berhemat dan memanfaatkan yang ada disekitar saya, contohnya pinecones tersebut.
      Terima kasih buat komentar pertama di tulisan ini :).

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: