Berkebun di Musim Dingin (Bagian 2)

loading...

Tulisan ini masih mengenai berkebun di musim dingin, dan saya lakukan didalam rumah. Cerita sebelumnya klik disini. Tulisan sengaja saya bagi beberapa bagian, supaya tidak bosan membacanya ;-).

Tanaman kedua saya operasi alias saya bongkar adalah Zamio Palme, nama latinnya Zamioculcas Zamiifolia.

Tanaman Hias Zamio atau Zamia Palme Siap di Bongkar
Tanaman Hias Zamio atau Zamia Palme Siap di Bongkar

Beberapa bulan lalu, saya mendapat tanaman ini dari mama mertua saya. Karena milik beliau sudah banyak sekali, jadi dipisahkan beberapa dan diberikan ke saya. Oh ya dulu saya juga pernah dikasih tanaman ketimun oleh mama mertua saya. Ceritanya klik disini.

Saya penasaran dengan Zamio Palme milik saya, kalau punya orang lain atau sering lihat di supermarket ko cepat sekali beranak pinak, punya saya cuma 3 batang saja sejak beberapa bulan lalu. Maka saya sering siram, ternyata salah, coba taruh di tempat terang, tempat gelap, taruh di kamar mandi dll. Pokoknya macam-macam eksperimen sudah saya lakukan terhadap Zamio ini. Akhirnya setelah mencari informasinya melalui internet, jadi lebih paham mengenai sifat Zamio ;-).

Beginilah Rimpang Zamio Palme Bentuknya Seperti Kentang
Beginilah Rimpang Zamio Palme Bentuknya Seperti Kentang

Beberapa informasi mengenai Zamio Palme
• Tanaman ini adalah jenis tanaman tropis dan cocoknya berada dalam rumah sebagai tanaman hias.
• Perawatannya mudah sekali. Zamio Palme suka media kering, jadi cukup disiram seminggu sekali.
• Berasal dari Afrika tepatnya dari Kenya Selatan. Pada tahun 1996 perdagangan secara komersial di pelopori negara Belanda.

• Tinggi tanaman 45-60 cm, bentuk daunnya menyirip, warna daun hijau tua, daunnya mengkilap, ranting-ranting tanaman rata-rata mempunyai 6-8 pasang daun, panjang batang-batangnya antara 7-15 cm.
• Zamio Palme tumbuh dengan baik pada suhu 18 hingga 26 derajat Celcius. Suhu panas akan meningkatan produksi daun.
• Kelebihan air bisa merusak Zamio Palme, umbinya akan menjadi busuk.

• Menurut informasi tanaman ini ada bunganya, akan keluar bunga ketika musim panas hingga musim gugur. Berhubung belum pernah melihat bunganya jadi penasaran tunggu tahun depan.
• Suka cahaya matahari langsung, namun juga toleran terhadap suasana gelap.
• Untuk pemisahan, dari umbinya, bentuknya seperti kentang jadi gampang dipisahkan
PERHATIAN! semua bagian dari tanaman ini BERACUN, jadi jangan dimakan ya :D.

Karena tanah Zamio Palme kering sekali maka saya bongkar dan kasih tanah baru, wah ternyata sudah ada 5 anaknya. Horeeee! ;-).

Ternyata Zamia Palme Milikku Sudah ada 5 Anakannya
Ternyata Zamia Palme Milikku Sudah ada 5 Anakannya

Oh ya, perlu hati-hati juga loh terhadap Zamio Palme, kalau potnya kekecilan bisa meledak hehehe alias pecah potnya, karena tanaman ini cepat sekali beranak pinaknya.

Zamioculcas zamiifolia sudah selesai di permak
Zamioculcas zamiifolia sudah selesai di permak

Video Memisahkan Zamio Palme.

Berikutnya bongkar tanaman hias yang namanya Spider Plant
Spider Plant dalam bahasa Jerman dikenal sebagai die Grünlilie. Dalam bahasa Indonesia tanaman laba-laba gitu? Kenapa dinamakan Spider Plant ya? Apa mungkin karena bentuk daunnya yang memanjang dan bergaris-garis mirip kaki laba-laba? :D.

Spider Plant atau die Grünlilie. Ujung daun-daunnya Kering dan Rusak alias Berwarna Coklat
Spider Plant atau die Grünlilie. Ujung daun-daunnya Kering dan Rusak alias Berwarna Coklat

Karena dalam satu pot sangat padat, maka beberapa waktu setelah membelinya saya pisahkan. Satu tanaman saya taruh pot yang besar dan satu dalam pot kecil. Nah yang dalam pot besar tumbuh subur dan daun-daunnya panjang-panjang, sedangkan yang di pot satunya lagi ko ujung daun-daunnya jadi berwarna coklat dan mengering. Jadi saya gunting ujung-ujungnya, lah malah warna coklatnya menjalar ke pangkalnya :(.

Saya tanyalah ke teman saya Iluh yang juga memiliki spider plant, ternyata daun yang ujungnya mengering (warna kecoklatan) jangan digunting, tapi daun-daunnya harus dicabut sampai ke akarnya, nanti juga akan tumbuh yang baru.

Spider Plant. Die Grünlilie kalau yang di Pot Besar tumbuh Subur dan sudah ada 3 anaknya Menggantung
Spider Plant. Die Grünlilie kalau yang di Pot Besar tumbuh Subur dan sudah ada 3 anaknya Menggantung

Beberapa informasi mengenai Spider Plant :
• Spider plant berasal dari Afrika selatan. Nama latinnya Chlorophytum comosum.
• Bentuk ujung daunnya menyempit, pada tengah daun berwarna (garis) putih, dan kiri kanannya hijau. Panjang daunnya antara 20-40 cm. Daun-daunnya tumbuh dari pusat, dalam jangka waktu tertentu akan menghasilkan anakan yang memanjang dan menggantung pada daun induknya.
• Jangan terlalu banyak disiram, tanaman ini bisa menyimpan air, cukup dua atau seminggu sekali disiram, atau ketika tanahnya sangat kering.

• Kalau daunnya timbul bintik-bintik hitam atau daunnya berwarna kuning, kemungkinan karena kebanyakan air. Kalau daun-daunnya merunduk berarti dia butuh air. Kalau daun-daunnya menjadi warna kecoklatan coba kasih air suling, karena tanaman ini peka akan zat-zat kimia dalam air.
• Tanaman ini suka tempat terang, tapi jangan langsung terkena sinar matahari.
• Merupakan tanaman yang populer sebagai tanaman hias, umumnya ditaruh dalam pot gantung di taruh ditempat yang tinggi, jadi kalau anakannya sudah panjang jadi cantik ;-).
• Tanaman laba-laba ini dapat mengurangi polusi udara dalam ruangan khususnya mengurangi konsentrasi formaldehyde di dalam ruangan.

Ketika membuat tulisan ini, saya baru menemukan jawaban kenapa spider plant ujung-ujung daunnyanya menjadi berwarna coklat. Sebab pertama adalah karena udara dalam ruangan terlalu kering, alasan kedua kemungkinan air (keran) yang saya kasih banyak mengandung kapur (kalk), sebab ketiga karena tanaman kurang cahaya. Iya sih sempat beberapa waktu saya taruh di tempat gelap :D.

Tanaman Hias Spider Plant (di Indonesia namanya Lili Paris) milik saya sudah ada 3 anaknya menggantung pada induknya
Tanaman Hias Spider Plant (di Indonesia namanya Lili Paris) milik saya sudah ada 3 anaknya menggantung pada induknya

Setelah daun-daun yang berwarna coklat di cabut semua, kemudian saya ganti dengan tanah baru berpupuk, saya taruh Spider Plant pada pot yang menggantung di depan jendela. Yang di pot ini belum ada anaknya, dulu sempat muncul (kecil), sayangnya karena ada masalah pada beberapa daunnya, jadi anaknya juga kena masalah dan mati.

Spider plant Cantik kalau di gantung seperti ini
Spider plant Cantik kalau di gantung seperti ini

Biasanya saya cari ide untuk berkebun dan hias menghias tanaman atau pot-pot dari pinterest. Mau tahu yang saya sukai di Pinterest klik disini.

Kalau di Jerman bayak sekali tanaman hias dalam rumah. Nah sahabat blogger apakah kalian mempunyai tanaman hias?. Ada yang di taruh didalam rumah kah?.

Bersambung ..

Tulisan Terkini

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

49 thoughts on “Berkebun di Musim Dingin (Bagian 2)

    • January 25, 2013 at 4:17 pm
      Permalink

      Iya saya sdh berkunjung ke blognya pak Teguh, saya follow juga spy dapat ilmu dari pak Teguh :).

    • January 25, 2013 at 4:21 pm
      Permalink

      Pak Teguh juga sudah kasih tau saya, saya sudah berkunjung blognya, makasih ya :).

  • January 11, 2013 at 2:24 pm
    Permalink

    Zamia palme, dulu guiru saya pernah tertipu dengan bunga Ini Mbak, dulu harganya dibuat mahaaal banget…..

    Spidernya bagus ya Mbak, kl saya sudah pulang kerumah pingin pelihara bunga juga Mbak….

    • January 11, 2013 at 2:29 pm
      Permalink

      Kalau tidak tahu harga pasaran ya bisa tertipu, biasanya saya cari survey pasar dulu kalau mau beli tanaman. Zamio Palme saya sih dikasih mama mertua, karena sudah banyak anak-anaknya, jadi dipisahkan dan dikasih ke saya.

      • January 11, 2013 at 2:34 pm
        Permalink

        seharusnya gitu Mbak,. bahkan saya dengar kemarin itu berjuta2 ketipunya….

        • January 11, 2013 at 3:49 pm
          Permalink

          lah ko sampai jutaan sih?, mungkin yang dimaksud Anthurium emang mahal, saya belum punya.

          • January 17, 2013 at 4:05 pm
            Permalink

            wah, saya kurang tau juga Mbak…
            tapi bentuknya sama kok heheeee

  • January 6, 2013 at 12:58 pm
    Permalink

    Perlu disiram atau cuma dipercik air kaya anggrek gitu?

  • Pingback: Sunshine Award | My sToRy

  • December 29, 2012 at 1:20 pm
    Permalink

    ya ampuuuun. gue paling buta deh soal kebun mengkebun dan selalu salut sama orang yang rajin berkebun. kayak ngeliat nyokap sendiri 😆 tapi semisal dikasih kesempatan buat berkebun alias tanam bunga-bungaan, gue semangat pengen nanem bunga matahari 😆

    url randompeps.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 29.01.2017

    • December 29, 2012 at 5:14 pm
      Permalink

      Saya juga pengen tanam bibit bunga matahari tahun depan :D.

  • December 29, 2012 at 11:45 am
    Permalink

    di rumah aku ada pohon zamio itu mbak, tapi nanemnya di pekarangan seh gak di dalem rumah. bunganya yang seperti terompet itu kan yak? *takut salah* hehehehe

    • December 29, 2012 at 5:13 pm
      Permalink

      Kalau di Indonesia ya selalu hangat Niee jadi bisa tanam di luar, disini dingin bisa mati deh :D. Punyaku belum berbunga tunggu tahun depan ga sabar liat bunganya :).

  • December 27, 2012 at 12:30 am
    Permalink

    Kalau mau memperbanyak zamio bisa pakai daunnya lho mbak, kalau dengan daunnya kita bisa mendapatkan anakan dalam jumlah yang banyak. Saya punya zamio dirumah banyak sekali dan saya tanam disepanjang tembok pagar rumah.

    • December 27, 2012 at 6:52 am
      Permalink

      Hai mas Teguh, terima kasih buat informasinya, akan saya coba praktekkan :).

  • December 25, 2012 at 10:41 am
    Permalink

    Jadi pengen ikutan berkebun, minimal siramin tanaman tetangga depan rumah, hehehe

    • December 26, 2012 at 8:53 pm
      Permalink

      hahhaha Arief bisa aja deh! :D. Boleh juga tuh idemu :).

  • December 24, 2012 at 5:28 am
    Permalink

    Artikel yg menginspirasi… sukaa sekalii… 🙂
    *Senang ketemu blogger yg hobi tanaman hias*

  • December 24, 2012 at 12:39 am
    Permalink

    Warna hijau zamia sungguh cantik. Think I’ll get one soon.:)

  • December 23, 2012 at 12:29 pm
    Permalink

    Ternyata Zamio Palme tidak boleh kelebihan air ya Nel cukup seminggu sekali karena memang asalnya dari afrika.
    Nah lo saya baru tau namanya Spider Plant, di rumah saya juga ada Nel. Dan ketika diperhatikan benar juga daun-daunnya yang panjang terlihat seperti kaki-kaki spider 🙂

    • December 24, 2012 at 2:39 pm
      Permalink

      Benar pak Ded, dulu saya belum tahu jadi sering disiram, lah ko ga numbuh2 anak2nya, stl jarang disiram baru mulai muncul anak2nya :D.
      Menurut mbak Andani spider plant di Indonesia namanya Lily Paris :).

  • December 23, 2012 at 2:58 am
    Permalink

    Zamio Palme mirip ama kamboja jepang daunnya, spider plant kek lidah mertua

    url kasamago.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 17.01.2017

    • December 24, 2012 at 2:35 pm
      Permalink

      Garis-garis daun spider plant mirip lidah mertua ya? kalau lidah mertua daunnya keras.

  • December 22, 2012 at 1:53 am
    Permalink

    Saya suka kedua jenis tanaman itu Mbak. Punya juga sih di rumah. Memang menyenangkan sekali melihat daun Zamio itu ya Mbak.. tapi kalau di Indo,bukannya Spider Plant itu biasanya disebut Lily Paris ya, Mbak Nella? – Walaupun Lily Paris jenisnya banyak banget sih he he..

    • December 22, 2012 at 10:16 am
      Permalink

      Setelah cek di google benar mbak Andani kalau di Indonesia namanya Lili Paris. Thanks ya mbak jadi tambah informasi lagi :). Saya juga punya peace lily tapi belum cerita di blog :D.

  • December 20, 2012 at 5:14 pm
    Permalink

    Telaten banget kamu Nel bisa ngurus taneman.. Aku ga bisa loh.. Suami juga ga ngasih beli taneman.. Sigh

    • December 20, 2012 at 8:17 pm
      Permalink

      Kalau aku ga dikasih pelihara hewan peliharaan di rumah, padahal di Jakarta punya anjing kecil jadinya disini juga pengen tapi ga dibolehin :D.

  • December 20, 2012 at 5:54 am
    Permalink

    Ehhhh tanaman2 itu kayaknya ada deh di rumahku tapi tentuuuuuu punya nyokap hehe

  • December 20, 2012 at 3:47 am
    Permalink

    Jadi penasaran nih dengan Zamio Palme. Kalo semua bagiannya adalah beracun. Lantas apa manfaat umbi-umbinya yang mudah beranak-pinak itu?
    Mohon pencerahannya 🙂

    • December 20, 2012 at 10:59 am
      Permalink

      Hai pak Iwan, Zamio Palme hanya sebagai tanaman hias saja, manfaatnya untuk dinikmati keindahannya saja :).

  • December 20, 2012 at 3:37 am
    Permalink

    tanamannya bagus-bagus yah. tapi kalo beracun ya…serem juga. kalo kemakan sama peliharaan, ayam misalnya, kan repot. Eh, tapi di jerman ada yang di rumahnya pelihara ayam nggak ya? hehehe

    • December 20, 2012 at 10:58 am
      Permalink

      Hai Riga, saya tidak punya hewan peliharaan ko :D. Ayam-ayam di kandangin. Kalau peliharaan dalam rumah kebanyakan kucing, anjing, kelinci.

      • December 20, 2012 at 2:04 pm
        Permalink

        asyik yah berkebun…aku impiannya punya kebun sayur atau buah2an gitu… ngumpulin duit beli tanah dulu, sekilo demi sekilo…hahahaha

        • December 20, 2012 at 8:15 pm
          Permalink

          Sebelum beli tanah buat kebunnya, kenapa ga coba bercocok tanam dulu di pot atau poly bag :D.

  • December 20, 2012 at 2:44 am
    Permalink

    kalau buat di kantor bagus juga ya mbak? kebetulan di kantor ada semacam taman kecil di dalam ruangan.. lagi nyari tanaman yang bagus..
    naksir yang spider plant 😀

    kalau tanaman hias ada di halaman rumah, ada anggrek dll. kalau yang di ruang tamu juga ada.. tapi nggak tahu namanya, itu mamah yang ngurusin hehe..

    • December 20, 2012 at 10:55 am
      Permalink

      Iya ‘Ne Spider Plant bagus loh buat dalam ruangan :). Nanya dong anggrek mu sudah berbunga belum ya? punyaku banyak daunnya doang :D.

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: