Benjamin dan Oma Mewarnai Telur Paskah dengan Cat Air

Benjamin dan Oma Mewarnai Telur Paskah dengan Cat Air. Mewarnai telur rebus merupakan tradisi Paskah. Kegiatan mewarnai telur Paskah ini adalah saat yang menyenangkan untuk anak-anak. Anak-anak bersama orang tua atau kakek neneknya menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang disaat Paskah. Kita bisa memakan telur ini, memberikan sebagai hadiah, atau bisa juga sebagai dekorasi Paskah.

Benjamin dan Oma Mewarnai Telur Paskah dengan Cat Air

Pada hari Jumat Agung 30 Maret 2018, pertama kalinya jagoanku Benjamin menghias atau mewarnai telur paskah bersama omanya. Anaknya sangat antusias dari sehari sebelumnya 😎 .

Oma sudah membeli paket warna telurnya, ada 5 warna dan sudah termasuk wadah plastik untuk proses pewarnaannya. Pewarna telurnya tentu saja untuk pewarna makanan ya.

Proses mewarnai telur paskah:

  • Tempat atau meja untuk proses pewarnaan berikan alas koran atau kain bekas, kalau ada cat menetes supaya tidak mengotori meja.
  • Telur direbus dahulu sampai matang (airnya mendidih), diamkan beberapa saat sekitar 10 menit, lalu keluarkan telur dan didinginkan (taruh disuhu ruang saja).
  • Siapkan wadah plastik untuk proses pewarnaan.
  • Masukkan cat warna telur ke wadah.
  • Tambahkan 2 sendok makan cuka (di Jerman disebut essig). Semakin banyak cuka yang dimasukkan ke pewarna, warna telur akan semakin menyolok.
  • Tambahkan air sampah separuh wadah, atau lebih sedikit juga bisa.
  • Setelah telur tidak panas lagi, masukkan ke wadah yang sudah berisi campuran warna.
  • Diamkan 5-7 menit sampai warna melekat sempurna.
  • Angkat telur dan taruh diatas kertas.

 

Video Benjamin dan Oma Mewarnai Telur Paskah

 

Mama mertuaku bilang tahun ini warna hijaunya jelek (pucat), ternyata setelah saya browsing di internet, harus tambahkan cuka lebih banyak supaya mencolok warna telurnya. Tahun depan kita buat ngejreng warnanya 😉 .

Kalau telur belum mau dimakan, sebaiknya disimpan dikulkas. Telur matang ini bisa bertahan sampai 4 hari.

Coloring Easter eggs

Coloring Easter eggs

Benjamin tidak makan telurnya karena dia punya alergi terhadap telur. Waktu umur 18 bulan drama bangetlah waktu saya coba berikan telur rebus dicampur makanannya. Seperti makan cabai, tidak sampai setengah jam sekeliling bibirnya merah. Saya juga tidak ngeh, nih anak alergi, semakin lama makin parah sampai bentol-bentol badannya, lalu muntah juga. Kita bawa ke rumah sakit deh. Ceritanya bisa baca Benjamin yang alergi telur dan kacang.

 

PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

↑ Grab this Headline Animator

 

Frohe Ostern! 😎

Baca juga: Aneka Aneka Ucapan Selamat dalam Bahasa Jerman

Advertisements
Advertisements

36 Comments

  1. niee May 28, 2018
      • niee May 31, 2018
  2. jessmite May 17, 2018
      • jessmite May 23, 2018
  3. Una April 21, 2018
  4. adelinatampubolon April 17, 2018
      • adelinatampubolon April 24, 2018
  5. Glentina Pasaribu April 6, 2018
  6. Monda Siregar April 4, 2018
  7. just A April 3, 2018
  8. mayang koto April 3, 2018
      • mayang koto April 5, 2018
          • mayang koto April 11, 2018
  9. Arman April 2, 2018
  10. Anna April 2, 2018
  11. Anna April 2, 2018
  12. inlycampbell April 2, 2018
  13. adelescarlet April 2, 2018
  14. Oma Kiarra April 2, 2018

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: