11 Tanda kalau saya sudah terlalu Lama di Jerman

11 Tanda kalau saya sudah terlalu Lama di Jerman. Dalam rangka menyambut 4 tahun saya tinggal di Jerman jadi saya coba menggumpulkan beberapa tanda kalau saya terkadang sudah seperti orang Jerman, bagus dong ya, berarti saya sudah berbaur dengan kebiasaan orang disini 😀 .

Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. 4 tahun lalu mendarat di Swiss, cuma seminggu disana karena suamiku sudah pindah kembali kerja di Jerman. 4 tahun sudah saya tinggal di negara orang

Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. 4 tahun lalu mendarat di Swiss, cuma seminggu disana karena suamiku sudah pindah kembali kerja di Jerman. 4 tahun sudah saya tinggal di negara orang

 

1. Cinta lingkungan. Dalam hal ini adalah memisahkan sampah (Mülltrennung) .
• Restmüll (sampah campuran. Misalnya puntung rokok, popok, kain kotor, debu isapan vacuum cleaner, abu, sisa bekas masak, tapi minyak tidak masuk ke bagian ini). Terkadang saya masih bingung apa saja yang masuk Restmül.
• Sampah Bio beda lagi tongnya. Bio itu misalnya sisa sayuran, buah, tanaman, pokoknya organik.
• Sampah kering, kalau ditempat saya tong sampah untuk sampah plastik dan kertas disatukan. Di kota lain dipisah.
• Sampah botol khusus tempatnya,
• Pakaian bekas ada tempat untuk menaruhnya, maksudnya supaya nantinya bisa disumbangkan ke yang membutuhkan, ada petugas khusus yang datang ke lokasi untuk ambil pakaian tersebut. Sayangya ko malah tempat ini dijadikan tempat buang sampah (pakaian) 🙁 .
• Baterai bekas ada tempat pembuangannya di supermarket tidak boleh dibuang di tempat sampah biasa.
• Dan lain-lain pusing banyak sekali yang perlu dipisahkan hehe.

2. Bawa kantong belanja sendiri. Saya tidak rela tiap kali belanja harus beli kantong plastik atau tas kresek. Paling murah 10 cent (Rp. 1500) biar nilai duitnya kecil tetap duit kan, bayangin aja kalau sekali belanja butuh 3 kantong, tiap minggu belanja, dalam sebulan, setahun. Numpuk sampah kantong dirumah!. Ujungnya sih turut cinta lingkungan juga kan. Di tas saya selalu ada 2 tas kain/kantong belanjaan.

3. Abendbrot (kaltessen). Makan malam ala Jerman, roti dengan sedikit daging (sosis), atau sedikit keju. Asyik kan ibu rumah tangga tidak perlu repot masak melulu, cukup sediakan menu abendbrot (roti malam) untuk suami tercinta.

4. Pecinta Jadwal. Jadi akrab sekali dengan jadwal kereta dan bus. Paling hapal jadwal bus karena hampir tiap hari naik bus. Bapaknya Benjamin hapal jadwal kereta. Saya jadi kesal kalau bus nya datang lebih awal sehingga saya ketinggalan, kesal juga saat busnya telat 2 menit. Bisa berujung ketinggalan kereta.

5. Bersalaman. Ketemu orang lupakan cipika cipiki (cium pipi). Ala Jerman cukup salaman, praktis kan 😀 .

6. Waktu tenang (Ruhezeit) jam 10 malam sampai jam 7 pagi jangan bikin bising, kalau mau bikin pesta izin tetanga dulu. Kalau ada yang merasa terganggu bisa telp polisi, kamu bisa kena denda. Saya pernah nonton liputan di tv, gila aja jam 2 pagi bikin pesta, yang bikin pesta di denda 200 atau 300 euro sama polisi. Karena pertanyaan Arman apakah Resto tutup atau buka hari minggu saya jadi menemukan jam belanja di 16 negara yang tertarik silakan di https://en.wikipedia.org/wiki/Shopping_hours

7. Bikin Janji (termin). Tidak bisa semaunya langsung datang. Semuanya harus bikin janji. Mau ketemu orang Bank, dokter gigi, dokter kandungan dll, bahkan mau ketemu keluarga harus bikin termin dulu *ini sih teman saya yang cerita 😀 .

8. Taat rambu lalu lintas. Jalan kaki, naik sepeda, motor atau naik mobil harus taat rambu lalu lintas. Kalau lampu merah masih menyala tunggu sampai hijau, walau jalan sepi taat rambu lalulintas ya. Paling tidak hormati dong tiang lampu merah sudah 24 jam kena hujan panas tetap setia bekerja toh haha. Menyebrang di zebra cross adalah hak pejalan kaki, mobil harus berhenti ketika ada yg menyeberang. Untung zebra cross di Jerman bukan hanya pajangan penghias jalanan

9. Straight to the point (ngomong langsung ke tujuan, jangan basa-basi) tidak perlu pakai kalimat pembukaan sampai 2 halaman, langsung bilang maunya apa. Jadi bagi yang merasa pernah kirim email ke saya, lalu saya jawab singkat jelas dan padat, karena waktu adalah uang. Intinya saya tidak bisa seperti dulu seharian di depan komputer. Sekarang ada anak yang harus diurus. Anaknya tidur, saya kebut mengerjakan kerjaan rumah, bisa nengok kebun sebentar sudah syukur deh :mrgreen: .

Yang pada nanya id chat saya, sorry bukan sombong, chat itu buang waktu. Ngobrol, berjam-jam dengan 1 orang cuma lewat teks singkat, duuhh mending ketemuan deh haha. Kalau dulu saat saya single ya suka sekali chat, maklum cari jodoh juga haha, sekarang sudah berkeluarga, ada anak, tidak sanggup menggaji pembantu, ya jadi harus memaksimalkan waktu dengan baik.

10. “Scheisse! (shi)” kalau kesal, marah, ketinggalan kereta, ketinggalan bus padahal sudah lari dari rumah, hujan tidak bawa payung, pengen jitak orang. Langsung meluncur “SCHEISSE” (“ ta”). Saya sampai bikin list kejadian yang diakhiri dengan kata Scheisse haha nanti kalau daftar yang saya buat sudah banyak saya posting deh.

11. Minggu tenang. Toko-toko dan pusat perbelanjaan tutup semua. Pusat kota sepi, kebanyakan orang lebih suka menghabiskan waktu untuk beristirahat atau berkumpul bersama keluarga. Para pegawai toko juga butuh kumpul keluarga toh, makanya minggu libur dong, termasuk tanggal merah (hari raya).

Fyi. Saya masih wni belum berniat sama sekali berganti kewarganegaraan, walaupun pas memperbarui izin tinggal sudah ditawari ganti kewarganeraan, saya belum melihat keuntungan luar biasa pindah kewarganegaraan.

Jadi katanya blusukan.de saya sudah mengalami transformasi menjadi deustcher haha. Bagi yang tinggal di Jerman pada senyum-senyum deh ya ngaku sama kan? 😀 .

Sumber: blusukan.de

 

Baca Juga :
Orang Jerman, etika dan kebiasaannya
Kecantol bule Jerman ogah pulang
Aturan Internetan di Jerman
Postingan kategori tinggal di Jerman

 

*per 14 juni 2015 jam 16.15 waktu setempat kolom komentar dinonaktifkan. Terima kasih buat teman-teman yang sudah berkomentar. Bagi yang mau komentar tidak bisa lagi, semoga di postingan berikutnya kita bisa bertegur sapa ya 😉 .

Advertisements
Advertisements

56 Comments

  1. dianryan June 14, 2015
  2. mkstories4life June 14, 2015
  3. ellykurnia June 14, 2015
  4. niee June 14, 2015
  5. Firsty Chrysant June 14, 2015
  6. wulanwahyudi June 14, 2015
  7. Ira June 14, 2015
  8. bawangijo June 14, 2015
      • bawangijo June 14, 2015
  9. fee June 13, 2015
  10. rizzaumami June 13, 2015
      • rizzaumami June 13, 2015
  11. Ria Angelina June 13, 2015
  12. Lia Harahap June 13, 2015
  13. Febriyan Lukito June 13, 2015
      • Febriyan Lukito June 13, 2015
  14. adhyasahib June 13, 2015
      • adhyasahib June 13, 2015
  15. Puji June 13, 2015
      • Puji June 13, 2015
          • Puji June 14, 2015
  16. Dita June 13, 2015
  17. Susleni June 13, 2015
    • mudagrafika June 13, 2015
  18. ayanapunya June 13, 2015
  19. Arman June 13, 2015
  20. Messa June 13, 2015
  21. gegekrisopras June 13, 2015
  22. monda June 13, 2015
  23. shiq4 June 13, 2015
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: