Jalan-jalan ke Pasar Malam Kota Tua. Pada hari minggu 1 Juli lalu, sekitar jam 5 sore kami jalan-jalan ke pasar malam di kota tua Bad Wimpfen, nama pasar malamnya Talmarkt. Kalau di Jakarta seperti PRJ (pekan raya Jakarta), tapi yang di daerah kami ini versinya lebih kecil. Saya pergi ke Talmarkt bersama suami tercinta, mama mertua dan adik ipar.
Talmarkt berlangsung seminggu, dari tanggal 28 Juni hingga 3 Juli 2012. Pasar malam ini adalah salah satu acara yang paling tua diadakan di kota Bad Wimpfen ini, tahun ini adalah yang ke 1047 kali. Setiap tahun hanya diadakan satu kali yakni saat musim panas.
Walau sepanjang hari hujan, kami tetap mantap mengunjungi Talmarkt. Sulit sekali mendapatkan tempat parkir sangking ramainya pengunjung yang berdatangan dari pagi hingga malam hari, ditambah gerimis yang membuat jalanan menjadi becek dan licin, lengkaplah sudah kemacetan yang timbul 😛 .
Suasana Talmarkt Bad Wimpfen 2012
Di lokasi ini kita bisa naik kincir raksasa, komidi putar, mobil-mobilan (bom-bom car) dan banyak aneka permainan lainnya yang bisa dimainankan baik oleh anak-anak maupun untuk orang dewasa.
Tahun lalu 2011 suami dan saya juga mengunjungi Talmarkt. Tahun lalu cuaca lebih bersahabat. Hanya gerimis kecil ketika kami akan pulang. Sebaiknya datang pagi atau sore hari saat cuaca masih bersahabat dan belum panas sekali.
Pasar Malam di Bad Wimpfen
Banyak stand-stand yang menjual beraneka macam dagangan mereka: mulai dari stand permen permen herbal, cemilan-cemilan (snacks) khas yang hanya ada ketika pasar malam setiap tahunnya, bumbu-bumbu masak, pakaian, peralatan dapur, mainan anak dan lainnya.
Cuci Gudang Tanaman dan Bunga-bungaSuasana Talmarkt 1 Juli 2012
Tanggal 16 dan 17 Juni 2012 di daerah tempat tinggal saya di Bad Rappenau berlangsung city Festival. Festival tersebut adalah yang 36 kalinya diadakan di kota ini.
Acaranya berlangsung di sekitar balai kota di pusat kota. Sayang suami dan saya hanya bisa hadir pada hari pertama saja. Beberapa rute jalan ke pusat kota ditutup, maka kami berjalan kaki dari rumah. Kami tiba di lokasi hampir jam 4 sore. Saat itu lokasinya belum terlalu ramai, karena memang acaranya baru dimulai jam 3 sore. Pada hari kedua acara berlangsung sejak jam 10 pagi.
Macam-macam stand bisa kita jumpai, antara lain: stand makanan dan minuman, kerajinan tangan, baju-baju, pernak pernik untuk mempercantik taman dan stand lainnya. Selain stand-stand tersebut, ada juga hiburannya seperti: panggung musik, olahraga dan pertunjukan tari.
Jalan Sehat untuk Robin. Sebenarnya sudah dua minggu lalu kegiatannya berlangsung, namun rasanya ko sayang kalau ceritanya tidak di luncurkan di halaman blog, mengingat kami (suami & saya) sudah foto-foto saat itu dan juga kegiatan ini menarik untuk diceritakan ;-).
Pada 08.10.2011 lalu kami (suami & saya) mengikuti acara Jalan Sehat yang diselenggarakan Klinik Vulpius Sebulan sebelumnya, pendaftaran sudah mulai dibuka. Ketika awal-awal suami bilang dia ikutnya yang “lari”, sedangkan saya yang “Jalan Sehat” saja. Saya mikir, ko ya agak-agak malas ah kalau jalan dengan orang-orang tidak dikenal, maksudnya tidak ada teman ngobrol sepanjang jalan hehehe, apalagi 6 KM, pikiran saya busyettt jauhh bangett, cape!. Saya bilang suami, “..saya belum katakan “ya” mau ikut, saya pikir-pikir dulu ya 😉“.
Singkat cerita katanya sih ayah mertua saya berminat ikut, makanya saya katakan okelah saya ikut program Jalan Sehat, apalagi ini untuk program amal, untuk menolong seorang anak kecil yang butuh dana. Pas hari H, ternyata ayah mertua tidak jadi ikut, dan suami akhirnya ikut program yang sama dengan saya, yakni Jalan Sehat bukan lari, Hoorraayy :D.
Acara semacam ini (Jalan Sehat) untuk penggalangan dana diselenggarakan setiap tahun oleh Vulpius Klinik, yang pertama kali diadakan pada tahun 2006.
Acaranya diikuti kalangan orang dewasa, anak-anak pun tidak mau kalah, termasuk anak-anak yang di kursi roda, dan banyak para lansia (*red. lanjut usia) bersemangat juga mengikutinya. Foto anak-anak klik disini Foto lansia klik disini
Hampir 1.300 peserta mengikuti acara pada sabtu, 08.10.2011. Motto tahun ini, 2011 : “Wir laufen für Robin” artinya kami berjalan untuk Robin. Setiap peserta dihargai 8 Euro, dari kantor suami ada 10 orang peserta termasuk saya, peserta dari kantor suami mengenakan seragam berwarna merah ;-).
Robin adalah seorang anak berusia 7 tahun, menderita Cerebral Palsy sejak lahir. Melalui acara ini berhasil terkumpul 13.000 Euro untuk pengobatan Robin. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian peralatan dan pengobatan untuk melonggarkan otot-otot Robin.
Lokasi untuk acara lari dan jalan sehatnya adalah di hutan, dekat klinik Vulpius. Walau semalamnya sempat hujan, untungnya lokasi tidak becek. Walaupun jalannya sudah super santai, 6 KM ternyata bikin gempor juga, hiks! Kami berdua ada di barisan-barisan peserta terakhir he-he-he, karena kalau ada objek menarik saya minta berhenti dulu untuk mengabadikannya. Oh ya untungnya suami bawa satu buah apel (besar banget dan manis sekali) dikasih salah satu pasiennya (sebelum kami pergi ke acara), jadi apel tersebut yang kami berdua makan untuk menghilangkan rasa haus sekaligus menyegarkan diri ;-).
Jalan tanpa henti, ditengah cuaca dingin, pasti membuat kita mau buang air kecil dong. Mau berhenti, ya ko kuatir benar-benar jadi peserta terakhir yang sampai finish, mau berhenti agak malu juga, buang air di tengah hutan he-he-he. Kalau pria sih gampang, tinggal berdiri, bisa pantau kanan kiri, ternyata ada beberapa pria melakukannya ha-ha-ha.
Untunglah ada satu peserta (wanita), ibu ini duluan buang air, setelah dia selesai, beberapa meter di depan, saya gantian deh, cari pohon besar yang rimbun sekelilingnya … plooonggg!!! :D. Setelah saya selesai ada juga ibu lain yang datang, melakukan seperti saya ;-).
Ada satu ibu-ibu berhenti dan bertanya dengan petugas yang kebetulan berjaga, wanita ini bertanya “.. boleh merokok ga?”, ya pasti dijawab “tidak boleh!”. Ditengah hutan mau mengotori udara, kasihan pohon-pohonnya dong, kalau yang saya lakukan diatas termasuk ga ya? Semoga bikin subur tanamannya he-he-he. Ternyata setelah beberapa meter di depan si wanita ini sudah tidak tahan, dia berhenti sejenak dan menikmati mengisap rokok, ehh datang satu wanita lain, melakukan hal yang sama. Olahraga ko sekaligus mengotori tubuh sih, saya cuma bisa *tepok jidat deh! :P.
Saya sempat dua kali minta berhenti, sekitar 1 sampai 2 menit tarik nafas panjangg, benar-benar tidak tahan, nafas rasanya mau putus. Senangnya suamiku baik hati, mau mengikuti ritme jalanku yang sangat santai :D. Akhirnya sampai garis finish, 6 KM ditempuh dalam waktu 1 jam 28 menit, pakai di umumin segala lewat penggeras suara ketika suami dan saya tiba :P. Setelah sampai garis finish, nomer peserta yang ditempel di dada, di arahkan alat sensor petugas, untuk memasukkan data kalau kami sudah tiba di garis finish. Beberapa hari kemudian kami dapat sertifikat sudah mengikuti acara jalan sehat, tertera juga durasi jalan kami.
Acaranya ada yang upload di youtube
*Frank and Nella menit ke 04:10, sedangkan Robin 07:01
It was a great day for Robin and for all of us! Semoga lekas sembuh Robin 🙂