Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda

Saya tiba di kedutaan sekitar jam 08.40 pagi, tidak ada siapapun disana, dan petugas keamanan katakan loket baru di buka jam 09.00 beberapa saat kemudian datang 2 orang lagi, sepertinya mereka akan apply visa untuk kuliah di Swiss. Ternyata apply visa lewat kedutaan Swiss tidak ramai loh! πŸ˜€ kalau kedutaan lain misal Belanda harus buat janji dulu atau beberapa kedutaan lain harus antri (berdiri) di luar kedutaan malah ada yang antri dibawah terik matahari hehehe..

Gerbang kedutaan dibuka tepat jam 09.00 tas harus disimpan di loker khusus, hanya berkas dokumen dan dompet yang boleh dibawah masuk, untuk hp titip di pos keamanan lalu saya diberi tanda pengenal untuk masuk dengan nomer antrian Nomer. 01 πŸ˜‰ sebelum lewat gerbang kedua ada pemeriksaan badan dengan alat khusus.

Masuk counter layanan, saya didatangi seorang wanita bule yang fasih berbahasa Indonesia, saya berikan nomer antrian saya lalu ditanya maksud kunjungan ke Swiss dan apa hubungan dengan pihak pengundang, sambil berkas saya diperiksa dengan teliti.

Beberapa saat kemudian saya disuruh ke ruangan sebelah, dan diruangan ini sudah menunggu wanita muda (Indonesia) saya di wawancara lebih detail lagi karena saya katakan apply visa dengan status pengundang adalah calon suami, dan saya berniat berkunjung ke Swiss dan Jerman dan tinggal selama dua minggu untuk bertemu keluarga calon saya tersebut. Alhasil jadilah saya di wawancara panjang lebar dari A-Z (kira-kira 40 menit). Mirip diinterogasi polisi he-he-he ..

Saya kuatir juga karena beberapa kali saya baca atau dengar pengalaman orang lain yang masuk blog saya yang status pengundangnya adalah pacar atau calon suami pihak kedutaan menolak visanya (ada kedutaan Belanda, Belgia dll, saya sih belum dengar kasus via kedutaan Swiss), dan entah apa alasan penolakannya saya juga belum pernah dengar, Apakah memang kita tidak berhak mengetahui alasan penolakan visa kita??.

Selesai wawancara saya di suruh kembali keruang sebelumnya, dan saya membayar Rp.750.000 lalu saya diberikan secarik kertas diminta datang kembali tanggal 31 Desember 2010 petugas bilang belum tentu visa dapat, harus di proses dulu. Kalau visa ditolak maka uang pengurusan yang Rp.750.000 tidak akan dikembalikan (hangus deh!).

Ternyata sore harinya sponsor saya di Swiss ditelepon pihak kedutaan, menurut sponsor saya yang telepon seorang pria bicara Swiss German. Di kedutaan untuk layanan visa memang saya lihat 3 orang, dua wanita (1 bule dan 1 Indonesia) dan 1 laki pria bule. Menurut saya mungkin pastilah pria tersebut yang telepon he-he-he. Sponsor saya di wawancara panjang lebar juga dari A-Z. Untungnya sponsor saya sudah pernah berkunjung ke Indonesia dua kali bersama adiknya dan mereka tinggal di rumah orangtua saya, dan jawaban wawancara yang saya dan sponsor saya berikan juga sama, jadi setelah mereka bicara panjang lebar, pihak kedutaan menyatakan kalau visa saya disetujui.

31 Desember 2010 saya tiba dikedutaan sekitar jam 09.30 sedikit deg-deg an tapi saya yakin juga visa saya dapatkan karena sponsor saya katakan pihak kedutaan sudah menyetujui visa saya. Saya bertemu lagi dengan si ibu bule lalu saya berikan lembaran untuk ambil visa, Praise the Lord, Puji Tuhan! Visa saya disetujui, si ibu bilang nanti begitu kembali ke Indonesia harus datang lagi ke kedutaan untuk lapor diri. Selesai dengan urusan kedutaan lalu saya pergi ke travel untuk bayar bookingan tiket saya.

Untuk informasi lebih lanjut bisa buka website kedutaan Swiss https://www.eda.admin.ch/eda/en/home/reps/asia/vidn/embjar.html

Semoga pengalaman saya berguna bagi Anda yang kebetulan singgah ke blog saya dan membaca tulisan ini πŸ™‚ .

Baca juga:
β€’ Paris je t’aime
β€’ Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
β€’ Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

 

PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

↑ Grab this Headline Animator

error: Content is protected !!