Tag: Schengen Visa Swiss

  • Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta). Ini kali kedua saya apply Schengen visa, tahun 2009 saya apply via kedutaan Belanda karena pengundang saya dari sana, nah pada kesempatan ini sponsor saya bermukim di Swiss, jadi saya datang ke kedutaan Swiss untuk proses pengajuan visanya.

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)
    Apply Schengen Visa (Foto: gettyimages)

    Swiss bergabung menjadi anggota Schengen Country per 12 Desember 2008, dan pada umumnya persyaratan untuk pengurusan visanya kurang lebih sama untuk Negara Schengen.

    Menurut saya perbedaannya mengenai asuransi. Di kedutaan Belanda, asuransi perjalanan kita tunjukkan pada saat pengambilan visa, sedangkan kalau di kedutaan Swiss, asuransinya harus sudah disertakan atau dibeli sejak awal pada saat pengajuan visanya, kalau visa ditolak berarti resiko polis asuransinya ya hangus!.

    Adapun Visa Schengen berlaku untuk negara-negara yang disebut di bawah ini:

    1. Austria
    2. Belanda
    3. Belgia
    4. Ceko
    5. Denmark
    6. Estonia
    7. Finlandia
    8. Hongaria
    9. Islandia
    10. Italia
    11. Jerman
    12. Latvia
    13. Lituania
    14. Luksemburg
    15. Malta
      16.Norwegia
    16. Perancis
    17. Polandia
    18. Portugal
      20.Slovakia
    19. Slovenia
    20. Spanyol
      23.Swedia
      24 Yunani
    21. Swiss
    22. Liechtenstein (per 19 Desember 2011)

    Baca juga: Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Visa sudah bisa diajukan 3 bulan sebelum keberangkatan, dan kalau tidak ada masalah apapun (semua dokumen atau syarat sudah lengkap) maka visa sudah bisa diperoleh dalam waktu 10 hari 3 hari kerja (beberapa orang mungkin membutuhkan waktu lebih lama, berkenaan pengecekan host family/pengundang di Swiss). Saran saya sebaiknya visa diurus jauh – jauh hari, karena kita tidak pernah tahu hambatan apa yang bisa kita hadapi ketika pengurusan berlangsung.

    *Mulai tahun 2012 pengajuan visa ke Swiss harus membuat perjanjian dahulu melalui email [email protected] (info dari Wazzen yang sedang apply Swiss lagi).

    Dokumen yang harus dipersiapkan untuk Pengajuan Visa :
    1. Form Schengen Visa yang telah diisi lengkap (form bisa di download dari website kedutaan Swiss), atau silakan klik disini.

    1. Paspor yang masih berlaku (minimal 3 atau 6 bulan untuk amannya). Jika Anda sudah ganti paspor, maka paspor lama harus disertakan juga. Sertakan fotokopi halaman data pribadi paspor Anda.

    2. 2 (dua) lembar pasfoto berwarna terbaru ukuran 35*45mm ( 3X4 cm) ditempel diform aplikasi visa. (wajah Anda harus tampak 70-80% nya) bisa dilihat ketentuannya pada website kedutaan, atau silakan klik disini.

    3. Bukti tiket / booking tiket PP (saran saya jangan beli tiket dulu karena kalau visa ditolak maka tiket Anda bisa saja akan hangus, jadi cukup minta print out booking nya dari travel).

    4. Bukti kemampuan secara finansial diri sendiri (kopi rekening bank/buku tabungan / deposito 3 (tiga) bulan terakhir).

    5. Surat keterangan kerja (menerangkan berapa lama Anda telah bekerja, posisi, gaji Anda dan juga berapa hari Anda akan cuti bekerja).
      Contoh surat keterangan kerja (rekomendation-letter) silakan lihat blog teman saya Kei http://travellingwithkeishinta.wordpress.com/2012/05/28/recommendation-letter/

    6. Asuransi Perjalanan, yang berlaku di wilayah Schengen dengan pertanggungan minimal sebesar € 30.000,-. (saya gunakan AXA platinum 15 hari 43USD jangan lupa di fotokopi). Asuransi saya beli di SIRIUS TOUR alamat : Rukan Tanagamas Jl. Tanah Abang III/19 Blok C No.19 F Jakarta Pusat 10160 Telp : 021 – 3447338 ; fax : 021 – 3447330 Email : [email protected]

    7. Jika Anda tidak memiliki keuangan yang memadai untuk membiayai perjalanan Anda, maka bisa saja host person di Swiss menjadi sponsor Anda, untuk ini proses visa bisa beberapa minggu karena butuh pengecekan di Imigrasi/bagian terkait di Swiss.

    8. Membayar biaya pengurusan Visa sebesar Rp.750.000 (cash).

    Dokumen pembuatan visa yang diperlukan dari Pengundang (Host person di Swiss)

    1. Kopi paspor pihak pengundang (dan juga fotokopi izin tinggal, dalam hal ini jika pengundang bukan warganegara Swiss).

    2. Bukti kemampuan secara finansial sponsor (kopi rekening bank/buku tabungan 3 (tiga) bulan terakhir dan/atau slip gaji 3 (tiga) bulan terakhir).

    3. Saya juga menyertakan surat kontrak kerja Sponsor (ybs WN Jerman).

    4. Surat Undangan dari Sponsor (menerangkan periode Anda akan berada di Swiss, dan pihak sponsor akan menanggung semua kebutuhan Anda).

    *Catatan : Untuk pengajuan visa di kedutaan Swiss pihak kedutaan hanya berikan masa tinggal dua minggu (sampai 15 hari), kalau Anda mau tinggal lebih dari 2 minggu maka Anda harus ajukan 2 bulan sebelumnya karena harus ada proses khusus dengan pihak di Swiss. Untuk Asuransi yang mau tinggal lebih dari dua minggu bisa disertakan menyusul.

    Dua hari sebelum saya datang ke kedutaan, pihak sponsor saya mengirimkan via email untuk dokumen bagian dia (bisa juga kirim via fax). Kemudian saya datang membawa semua dokumen (bagian saya dan sponsor) tersebut diatas ke kedutaan Swiss pada 21 Desember 2010 (Langsung datang saja, tidak perlu telepon atau buat janji). Lokasi kedutaan ada di samping kedutaan Hongaria, deretan kedutaan Belanda, kalau Anda bawa kendaraan (motor) bisa parkir di kedutaan Belanda.

    Alamat kedutaan Switzerland di Jakarta :

    Jl. H.R. Rasuna Said
    Blok X 3/2, Kuningan
    Jakarta-Selatan 12950
    Phone: +62 21 525 60 61,
    Fax: +62 21 520 22 89
    E-mail :

    Informasi Umum: [email protected]

    Email Informasi Visa: [email protected]
    Website: www.eda.admin.ch/jakarta

    Saya tiba di kedutaan sekitar jam 08.40 pagi, tidak ada siapapun disana, dan petugas keamanan katakan loket baru di buka jam 09.00 beberapa saat kemudian datang 2 orang lagi,

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!

    Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!. Pagi ini, 31 Desember 2010 dipenghujung tahun 2010 saya mendapat kado tahun baru, yakni visa saya disetujui kedutaan Swiss, Hoorreee!!! Praise the Lord! :).

    Antara niat gak niat sebenarnya untuk pergi ke Swiss, mengingat saya masih harus kursus bahasa Jerman setiap sabtu (5 jam) dan kalau bolos lebih dari 3 kali berarti saya tidak lulus, bolos satu kali pelajaran saja sudah bikin pusing :-(, lalu rasanya sayang kalau hanya tinggal 2 minggu mengingat harga tiket yang mahal, pasporpun harus diperpanjang dulu, belum ini.. belum itu.. banyak pertimbangan kala itu yang membuat saya tidak nyaman untuk pergi, malah saya bilang ke “dia” kalau hati ga tulus mau pergi nanti pesawat saya bisa jatuh loh! 😛 Hahahah ..

    Setelah berpikir berulang kali, timbang sana sini dan berbicara dengan pujaan hati nun jauh disana hehehe .. saya putuskan perpanjang paspor (dengan setengah hati :D), setelah paspor selesai di awal Desember, mulailah saya mengumpulkan surat-surat yang dibutuhkan untuk mengurus visa. Tujuan saya kedutaan Swiss.

    Sedikit komplain pada keadaan “Kenapa ya kalau orang asing mau berkunjung ke negeri kita begitu mudahnya, tinggal apply visa on arrival di bandara ketika mereka tiba, sedangkan kalau kita ke luar negeri (Eropa/barat) ribettttt dengan urusan tetek bengek surat-surat yang bikin pusing”.

    Saya jadi ingat lagi kejadian Agustus 2009, kala itu saya dapat masalah dikedutaan Belanda, dimana jadwal saya untuk bisa apply visa dibuat jauh sekali, padahal saat itu saya sudah beli tiket, kalau saya tidak berangkat pada tanggal yang tertera maka tiket saya hangus, sekali lagi “Praise the Lord!” akhirnya semuanya beres ..

    Nah kejadian tahun 2009 tersebut bikin nyali saya sedikit ciut untuk apply visa di kedutaan Swiss.

    Saya baca tulisan seorang mengenai pengalaman dia, karena dari luar kota, maka jam 7 pagi dia sudah sampai di kedutaan (padahal baru buka jam 09.00) dan dia dapat antrian nomer 2. Lalu baca lagi mengenai pengalaman orang-orang ada yang diterima atau ditolak visanya dll.

    Ketika itu 21 Desember 2010 saya gunakan cuti terakhir saya untuk apply visanya. Beberapa minggu sebelumnya sudah sibuk cari-cari informasi mengenai bagaimana prosedur apply visa di kedutaan Swiss, saya baca-baca websitenya dan juga rajin berkomunikasi dengan rekan-rekan milis travelling yang sudah punya pengalaman sebelumnya.

    Saya sampai di kedutaan jam 08.40 saya pikir pasti sudah orang ngantri deh! (mengingat cerita rekan di milis yang datang jam 7 no. antriannya kedua), tapi ko sepi, saya tengok kanan kiri hanya saya dan adik saya saja yang berada di depan gerbang kedutaan, saya bilang ke satpam yang berdiri disana “mau apply visa” dibilang tunggu jam 9 baru buka. Ooo ternyata saya orang pertama loh! 😀

    Oh ya 2 hari sebelumnya pengundang/sponsor saya sudah mengirimkan semua surat-surat melalui email ke kedutaan, termasuk surat undangan yang dibutuhkan sebagai persyaratannya, jadi saya datang ke kedutaan dengan kopian semua surat-surat dan paspor asli saya.

    Pintu gerbang dibuka, tas dan barang-barang harus disimpan di loker, hp titip di satpam, tinggalkan ktp, dan saya diberi tanda pengenal untuk bisa masuk, sebelum masuk ke area kedutaan ada petugas yang memeriksa seluruh badan dengan suatu alat.

    Saya masuk suatu ruangan “deg-deg an euy! dihadapan saya ada ruangan yang dipisahkan kaca besar, lalu seorang wanita bule yang fasih berbahasa Indonesia menanyakan keperluan saya, dia salah satu konsularnya, dia memeriksa semua berkas surat saya sambil tanya macam-macam. Lalu saya disuruh keruang sebelah untuk proses interview. Kali ini petugasnya wanita Indonesia, saya di tanya buanyaakkkkk sekali pertanyaan sambil sekali sekali dia mengisi suatu form dari jawaban yang saya berikan.

    Tahun 2009 waktu apply visa dikedutaan Belanda, wawancara singkat deh! Kira-kira 10 menit saja, nah kalau di kedutaan Swiss makan waktu 45 menitan, ya mungkin karena hanya saja saja yang apply visa saat itu, jadi saya sekalian diajak ngobrol kali yaaaaa 😀

    Selesai interview saya kembali keruang pertama dan diberikan selembar kertas, tertera tanggal kapan saya bisa kembali untuk menanyakan visa saya, kalau visa ditolak maka biaya pengurusan visa Rp.750.000 akan hangus.

    Ternyata sorenya pihak kedutaan menelepon sponsor saya di Swiss, ditanya buanyakkkk hal juga seperti saya, mau di kros cek kali ya apa perkataan kami berdua sama heheheh .. entah semua kedutaan melakukan hal yang sama atau tidak, namun ini kali pertama saya tahu kalau pihak kedutaan sampai sedetail itu menghubungi pengundang di Swiss.

    Kalau di hitung-hitung berarti dalam 8 hari kerja saja visa sudah saya peroleh, padahal setahu saja paling tidak 10 hari kerja visa baru bisa diperoleh dan itu juga belum pasti dapat.

    Nah karena visa sudah saya peroleh, maka saya segera meluncur ke travel agent untuk bayar tiket yang telah saya booking. Tenanglah kini hatiku, tinggal ngurus koper dan isinya 🙂 🙂 :).

    Switzerland here I come! 😉

error: Content is protected !!