Tag: Schengen Visa

  • Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui

    Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui

    Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui. Terbukti benar, kalau sekarang pengurusan visa schengen lebih mudah dan tidak pakai ribet, asal semua syarat-syarat dipenuhi. Kalau dulu pengurusan visa schengen memakan waktu 12 hari kerja, maka per Januari 2012 pengurusan visa schengen hanya butuh 3 hari kerja.

     

    Ceritanya orangtua dan adikku, Roy mengurus visa schengen tujuan Jerman. Sebulan sebelumnya suamiku membuat surat undangan istilah bahasa Jermannya verpflichtungserklarung dari kantor imigrasi Jerman (kami apply di Rathaus), kemudian booking penginapan tempat keluargaku akan tinggal selama di Jerman. Saya yang melakukan reservasi secara online untuk apply visanya. Untung masih ada hari dimana ada tiga jam berurutan yang kosong, jadi keluargaku bisa datang bersamaan 😉 .

    Konon rumornya pengurusan visa schengen itu susah dan ribet, banyak yang ditolak, apalagi yang paspornya masih polos, apalagi ibu rumah tangga yang tidak bisa bikin surat keterangan kerja. Ternyata semua itu tidak benar tuh: mama, ayah dan adikku paspornya masih kosong, polos belum ada satupun lembaran visa tertempel di paspor mereka.

    Mereka menghadap ke kedutaan di hari senin 12 Maret 2012, barusan ini saya cek visa Jerman mereka (dari scan-annya) wah suprise banget pas lihat, ketiganya dikasih “Multipel entry” visa. Baru pertama kali ke Eropa mereka sudah dikasih “Multipel entry”, saya bilang deh ke adikku Roy, “eh bisa keluar masuk negara schengen tuh, kalau mau ke London (urus visa UK) trus masuk Jerman lagi atau negara-negara luar schengen lainnya“. Can’t wait to meet them! 😉 .

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg

    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg

    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg. Saya baru mengetahui informasi ini setelah membaca milis backpacker, kemudian saya coba cek langsung ke website kedubes Belgia, ternyata benar bahwa untuk pengurusan visa ke Belgia dan Luksemburg sekarang pengurusannya dialihkan (ditangani) oleh kedubes Belanda di Jakarta. Peraturan ini berlaku per 1 September 2011.

    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg
    Apply Schengen Visa (Foto: gettyimages)

    Website kedubes Belgia http://www.diplomatie.be/jakarta menuliskan all applications for Schengen visas will be handled by the Netherlands Embassy

    Aturan untuk pengajuan visa belgia ataupun Luksemburg sama dengan pengajuan schengen visa Belanda, yakni HARUS mendaftar secara online dahulu, setelah mendapat tanggal baru Anda membawa semua dokumen yang diperlukan ke kedubes Belanda di Jakarta

    Daftar Online (Appointment online Netherlands Embassy) : klik –> http://jakarta.embassytools.com/en/index

    Antara bulan Mei hingga September pembuatan janji untuk permohonan visa sangat padat. Perlu diingat bahwa untuk membuat janji pada periode tersebut sangat sulit, jadi sebaiknya Anda persiapkan jauh-jauh hari. Visa sudah bisa diajukan pengurusannya tiga (3) bulan sebelum keberangkatan.

    Pada umumnya syarat sama dengan pengurusanvisa Belanda. Berkas yang harus disertakan dengan permohonan visa Belgia dan atau Visa Luksemburg :

    1. Paspor, harus berlaku minimal 3 bulan terhitung dari tanggal keberangkatan dari wilayah Schengen.
    2. Pasfoto, persyaratan sesuai paspor Belanda, klik http://indonesia-in.nlembassy.org/01.11.2011%20Pasfoto%20informatie.pdf
    3. Biaya pengurusan visa.

    EUR 60 untuk orang yang usianya diatas 12 tahun

    EUR 35 untuk anak2 yang usianya 6 – 12 tahun

    Gratis untuk: anak2 dibawah umur 6 tahun, beberapa kategori mahasiswa, dosen dan perwakilan, dan beberapa kategori anggota keluarga – untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi website atau bertanya di loket (pembayaran dengan rupiah).

    1. Formulir permohonan visa, diisi lengkap dan ditandatangan dua kali. Form nya silakan klik –> http://indonesia-in.nlembassy.org/VISUMCODE-VisumaanvraagformulierEN.pdf

    2. Asuransi, asuransi perjalanan yang belaku selama masa perjalanan di seluruh wilayah Schengen dengan pertanggungan minimal sebesar € 30.000,- termasuk biaya pengobatan dan repatriasi. Bukti kepemilikan asuransi ini harus diperlihatkan pada saat pengajuan permohonan visa.

    3. Bukti keuangan

    Bagi pemohon visa yang melakukan perjalanan atas biaya sendiri harus mempunyai uang sebesar € 34,- / per hari.

    Penjamin atau pihak ketiga (sponsor) di Belgia harus mempunyai pendapatan bersih sebesar minial € 1230,32 per bulan, yang masih harus berlaku selama minimal 12 bulan pada saat pengajuan permohonan visa.

    Keuangan bisa dibuktikan dengan fotokopi buku bank dari 3 bulan terakhir dan/atau slip gaji 3 bulan terakhir serta surat keterangan kerja atau fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

    1. Reservasi penerbangan

    Status pemesanan tiket pesawat harus sudah dikonfirmasi, tetapi JANGAN bayar tiket anda sebelum visa telah disetujui.

    Berkas tambahan yang harus diserahkan tergantung tujuan perjalanan.

    Pariwisata:

    -pemesanan hotel yang telah dikonfirmasi untuk seluruh masa perjalanan dan seluruh wilayah Schengen

    -surat keterangan kerja atau SIUP

    -fotokopi paspor pihak sponsor dan suami/istri sponsor dan izin tinggalnya (kalau ybs bukan warga negara Belanda)

    Kunjungan keluarga dan teman:

    • Jika penjamin tinggal di BELGIA: surat jaminan yang disebut dengan “verbintenis tot tenlasteneming” (juga disebut dengan Lampiran 3bis), yang dapat diperoleh di kota/wilayah dimana penjamin tinggal, atau;

    • Jika penjamin tinggal di LUXEMBURG: undangan resmi engagement de prise en charge yang dilegalisasi oleh pemerintah kota dimana penjamin tinggal dan ditandatangani oleh Kantor Visa Luxemburg.

    • Surat undangan dari pihak yang akan dikunjungi (dengan informasi tentang latar belakang tentang hubungan antara pemohon dan pihak referensi, informasi tentang kunjungan dan pernyataan yang menjelaskan pihak mana yang akan membiayai perjalanan dan hotel)

    • Bukti kemampuan secara finansial diri sendiri dan/atau sponsor ; seseorang yang membiayai perjalanan anda (kopi rekening bank/buku tabungan 3 bulan terakhir dan/atau slip gaji 3 bulan terakhir)

    • Fotokopi paspor sponsor dan/atau keluarga yang akan dikunjungi dan izin tinggalnya (kalau ybs bukan warga negara Belanda)

    • Surat keterangan kerja atau SIUP

    • Pemesanan hotel yang telah dikonfirmasi (kalau menginap di hotel)

    • Berkas-berkas yang menunjukkan hubungan keluarga

    Kunjungan bisnis
    • surat undangan dari pengundang (dengan informasi tentang latar belakang tentang hubungan antara pemohon dan pengundang, informasi tentang kunjungan dan pernyataan yang menjelaskan pihak mana yang akan membiayai perjalanan dan hotel)
    • surat keterangan kerja atau SIUP

    Jika permohonan visa anak di bawah umur:

    • Surat persetujuan dari kedua orang tua yang telah dilegalisir

    • Kopi paspor atau kartu identitas kedua orang tua

    • Akte kelahiran anak di bawah umur

    • Bukti hak asuh anak dan akte perceraian (kalau orang tua sudah cerai)

    Informasi lebih detail silakan menghubungi :

    Kedutaan Belanda :
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3
    Kuningan – Jakarta 12950
    Tel : +62-21-527 1904
    Senin s/d Kamis: 13.00-16.00
    Jumat: 13.00-14.00
    *Khusus untuk mendapatkan informasi
    Email : [email protected]

    Kedutaan Belgia
    Deutsche Bank Building – 16th floor
    Jalan Imam Bonjol 80
    10310 Jakarta

    Tel : + (62) 21 316.20.30
    [email protected]

    Sumber : Kedubes Belgia dan kedubes Belanda di Jakarta

    Catatan : Tulisan ini juga saya posting di http://wisata.kompasiana.com

  • Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta). Ini kali kedua saya apply Schengen visa, tahun 2009 saya apply via kedutaan Belanda karena pengundang saya dari sana, nah pada kesempatan ini sponsor saya bermukim di Swiss, jadi saya datang ke kedutaan Swiss untuk proses pengajuan visanya.

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)
    Apply Schengen Visa (Foto: gettyimages)

    Swiss bergabung menjadi anggota Schengen Country per 12 Desember 2008, dan pada umumnya persyaratan untuk pengurusan visanya kurang lebih sama untuk Negara Schengen.

    Menurut saya perbedaannya mengenai asuransi. Di kedutaan Belanda, asuransi perjalanan kita tunjukkan pada saat pengambilan visa, sedangkan kalau di kedutaan Swiss, asuransinya harus sudah disertakan atau dibeli sejak awal pada saat pengajuan visanya, kalau visa ditolak berarti resiko polis asuransinya ya hangus!.

    Adapun Visa Schengen berlaku untuk negara-negara yang disebut di bawah ini:

    1. Austria
    2. Belanda
    3. Belgia
    4. Ceko
    5. Denmark
    6. Estonia
    7. Finlandia
    8. Hongaria
    9. Islandia
    10. Italia
    11. Jerman
    12. Latvia
    13. Lituania
    14. Luksemburg
    15. Malta
      16.Norwegia
    16. Perancis
    17. Polandia
    18. Portugal
      20.Slovakia
    19. Slovenia
    20. Spanyol
      23.Swedia
      24 Yunani
    21. Swiss
    22. Liechtenstein (per 19 Desember 2011)

    Baca juga: Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Visa sudah bisa diajukan 3 bulan sebelum keberangkatan, dan kalau tidak ada masalah apapun (semua dokumen atau syarat sudah lengkap) maka visa sudah bisa diperoleh dalam waktu 10 hari 3 hari kerja (beberapa orang mungkin membutuhkan waktu lebih lama, berkenaan pengecekan host family/pengundang di Swiss). Saran saya sebaiknya visa diurus jauh – jauh hari, karena kita tidak pernah tahu hambatan apa yang bisa kita hadapi ketika pengurusan berlangsung.

    *Mulai tahun 2012 pengajuan visa ke Swiss harus membuat perjanjian dahulu melalui email [email protected] (info dari Wazzen yang sedang apply Swiss lagi).

    Dokumen yang harus dipersiapkan untuk Pengajuan Visa :
    1. Form Schengen Visa yang telah diisi lengkap (form bisa di download dari website kedutaan Swiss), atau silakan klik disini.

    1. Paspor yang masih berlaku (minimal 3 atau 6 bulan untuk amannya). Jika Anda sudah ganti paspor, maka paspor lama harus disertakan juga. Sertakan fotokopi halaman data pribadi paspor Anda.

    2. 2 (dua) lembar pasfoto berwarna terbaru ukuran 35*45mm ( 3X4 cm) ditempel diform aplikasi visa. (wajah Anda harus tampak 70-80% nya) bisa dilihat ketentuannya pada website kedutaan, atau silakan klik disini.

    3. Bukti tiket / booking tiket PP (saran saya jangan beli tiket dulu karena kalau visa ditolak maka tiket Anda bisa saja akan hangus, jadi cukup minta print out booking nya dari travel).

    4. Bukti kemampuan secara finansial diri sendiri (kopi rekening bank/buku tabungan / deposito 3 (tiga) bulan terakhir).

    5. Surat keterangan kerja (menerangkan berapa lama Anda telah bekerja, posisi, gaji Anda dan juga berapa hari Anda akan cuti bekerja).
      Contoh surat keterangan kerja (rekomendation-letter) silakan lihat blog teman saya Kei http://travellingwithkeishinta.wordpress.com/2012/05/28/recommendation-letter/

    6. Asuransi Perjalanan, yang berlaku di wilayah Schengen dengan pertanggungan minimal sebesar € 30.000,-. (saya gunakan AXA platinum 15 hari 43USD jangan lupa di fotokopi). Asuransi saya beli di SIRIUS TOUR alamat : Rukan Tanagamas Jl. Tanah Abang III/19 Blok C No.19 F Jakarta Pusat 10160 Telp : 021 – 3447338 ; fax : 021 – 3447330 Email : [email protected]

    7. Jika Anda tidak memiliki keuangan yang memadai untuk membiayai perjalanan Anda, maka bisa saja host person di Swiss menjadi sponsor Anda, untuk ini proses visa bisa beberapa minggu karena butuh pengecekan di Imigrasi/bagian terkait di Swiss.

    8. Membayar biaya pengurusan Visa sebesar Rp.750.000 (cash).

    Dokumen pembuatan visa yang diperlukan dari Pengundang (Host person di Swiss)

    1. Kopi paspor pihak pengundang (dan juga fotokopi izin tinggal, dalam hal ini jika pengundang bukan warganegara Swiss).

    2. Bukti kemampuan secara finansial sponsor (kopi rekening bank/buku tabungan 3 (tiga) bulan terakhir dan/atau slip gaji 3 (tiga) bulan terakhir).

    3. Saya juga menyertakan surat kontrak kerja Sponsor (ybs WN Jerman).

    4. Surat Undangan dari Sponsor (menerangkan periode Anda akan berada di Swiss, dan pihak sponsor akan menanggung semua kebutuhan Anda).

    *Catatan : Untuk pengajuan visa di kedutaan Swiss pihak kedutaan hanya berikan masa tinggal dua minggu (sampai 15 hari), kalau Anda mau tinggal lebih dari 2 minggu maka Anda harus ajukan 2 bulan sebelumnya karena harus ada proses khusus dengan pihak di Swiss. Untuk Asuransi yang mau tinggal lebih dari dua minggu bisa disertakan menyusul.

    Dua hari sebelum saya datang ke kedutaan, pihak sponsor saya mengirimkan via email untuk dokumen bagian dia (bisa juga kirim via fax). Kemudian saya datang membawa semua dokumen (bagian saya dan sponsor) tersebut diatas ke kedutaan Swiss pada 21 Desember 2010 (Langsung datang saja, tidak perlu telepon atau buat janji). Lokasi kedutaan ada di samping kedutaan Hongaria, deretan kedutaan Belanda, kalau Anda bawa kendaraan (motor) bisa parkir di kedutaan Belanda.

    Alamat kedutaan Switzerland di Jakarta :

    Jl. H.R. Rasuna Said
    Blok X 3/2, Kuningan
    Jakarta-Selatan 12950
    Phone: +62 21 525 60 61,
    Fax: +62 21 520 22 89
    E-mail :

    Informasi Umum: [email protected]

    Email Informasi Visa: [email protected]
    Website: www.eda.admin.ch/jakarta

    Saya tiba di kedutaan sekitar jam 08.40 pagi, tidak ada siapapun disana, dan petugas keamanan katakan loket baru di buka jam 09.00 beberapa saat kemudian datang 2 orang lagi,

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!

    Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!. Pagi ini, 31 Desember 2010 dipenghujung tahun 2010 saya mendapat kado tahun baru, yakni visa saya disetujui kedutaan Swiss, Hoorreee!!! Praise the Lord! :).

    Antara niat gak niat sebenarnya untuk pergi ke Swiss, mengingat saya masih harus kursus bahasa Jerman setiap sabtu (5 jam) dan kalau bolos lebih dari 3 kali berarti saya tidak lulus, bolos satu kali pelajaran saja sudah bikin pusing :-(, lalu rasanya sayang kalau hanya tinggal 2 minggu mengingat harga tiket yang mahal, pasporpun harus diperpanjang dulu, belum ini.. belum itu.. banyak pertimbangan kala itu yang membuat saya tidak nyaman untuk pergi, malah saya bilang ke “dia” kalau hati ga tulus mau pergi nanti pesawat saya bisa jatuh loh! 😛 Hahahah ..

    Setelah berpikir berulang kali, timbang sana sini dan berbicara dengan pujaan hati nun jauh disana hehehe .. saya putuskan perpanjang paspor (dengan setengah hati :D), setelah paspor selesai di awal Desember, mulailah saya mengumpulkan surat-surat yang dibutuhkan untuk mengurus visa. Tujuan saya kedutaan Swiss.

    Sedikit komplain pada keadaan “Kenapa ya kalau orang asing mau berkunjung ke negeri kita begitu mudahnya, tinggal apply visa on arrival di bandara ketika mereka tiba, sedangkan kalau kita ke luar negeri (Eropa/barat) ribettttt dengan urusan tetek bengek surat-surat yang bikin pusing”.

    Saya jadi ingat lagi kejadian Agustus 2009, kala itu saya dapat masalah dikedutaan Belanda, dimana jadwal saya untuk bisa apply visa dibuat jauh sekali, padahal saat itu saya sudah beli tiket, kalau saya tidak berangkat pada tanggal yang tertera maka tiket saya hangus, sekali lagi “Praise the Lord!” akhirnya semuanya beres ..

    Nah kejadian tahun 2009 tersebut bikin nyali saya sedikit ciut untuk apply visa di kedutaan Swiss.

    Saya baca tulisan seorang mengenai pengalaman dia, karena dari luar kota, maka jam 7 pagi dia sudah sampai di kedutaan (padahal baru buka jam 09.00) dan dia dapat antrian nomer 2. Lalu baca lagi mengenai pengalaman orang-orang ada yang diterima atau ditolak visanya dll.

    Ketika itu 21 Desember 2010 saya gunakan cuti terakhir saya untuk apply visanya. Beberapa minggu sebelumnya sudah sibuk cari-cari informasi mengenai bagaimana prosedur apply visa di kedutaan Swiss, saya baca-baca websitenya dan juga rajin berkomunikasi dengan rekan-rekan milis travelling yang sudah punya pengalaman sebelumnya.

    Saya sampai di kedutaan jam 08.40 saya pikir pasti sudah orang ngantri deh! (mengingat cerita rekan di milis yang datang jam 7 no. antriannya kedua), tapi ko sepi, saya tengok kanan kiri hanya saya dan adik saya saja yang berada di depan gerbang kedutaan, saya bilang ke satpam yang berdiri disana “mau apply visa” dibilang tunggu jam 9 baru buka. Ooo ternyata saya orang pertama loh! 😀

    Oh ya 2 hari sebelumnya pengundang/sponsor saya sudah mengirimkan semua surat-surat melalui email ke kedutaan, termasuk surat undangan yang dibutuhkan sebagai persyaratannya, jadi saya datang ke kedutaan dengan kopian semua surat-surat dan paspor asli saya.

    Pintu gerbang dibuka, tas dan barang-barang harus disimpan di loker, hp titip di satpam, tinggalkan ktp, dan saya diberi tanda pengenal untuk bisa masuk, sebelum masuk ke area kedutaan ada petugas yang memeriksa seluruh badan dengan suatu alat.

    Saya masuk suatu ruangan “deg-deg an euy! dihadapan saya ada ruangan yang dipisahkan kaca besar, lalu seorang wanita bule yang fasih berbahasa Indonesia menanyakan keperluan saya, dia salah satu konsularnya, dia memeriksa semua berkas surat saya sambil tanya macam-macam. Lalu saya disuruh keruang sebelah untuk proses interview. Kali ini petugasnya wanita Indonesia, saya di tanya buanyaakkkkk sekali pertanyaan sambil sekali sekali dia mengisi suatu form dari jawaban yang saya berikan.

    Tahun 2009 waktu apply visa dikedutaan Belanda, wawancara singkat deh! Kira-kira 10 menit saja, nah kalau di kedutaan Swiss makan waktu 45 menitan, ya mungkin karena hanya saja saja yang apply visa saat itu, jadi saya sekalian diajak ngobrol kali yaaaaa 😀

    Selesai interview saya kembali keruang pertama dan diberikan selembar kertas, tertera tanggal kapan saya bisa kembali untuk menanyakan visa saya, kalau visa ditolak maka biaya pengurusan visa Rp.750.000 akan hangus.

    Ternyata sorenya pihak kedutaan menelepon sponsor saya di Swiss, ditanya buanyakkkk hal juga seperti saya, mau di kros cek kali ya apa perkataan kami berdua sama heheheh .. entah semua kedutaan melakukan hal yang sama atau tidak, namun ini kali pertama saya tahu kalau pihak kedutaan sampai sedetail itu menghubungi pengundang di Swiss.

    Kalau di hitung-hitung berarti dalam 8 hari kerja saja visa sudah saya peroleh, padahal setahu saja paling tidak 10 hari kerja visa baru bisa diperoleh dan itu juga belum pasti dapat.

    Nah karena visa sudah saya peroleh, maka saya segera meluncur ke travel agent untuk bayar tiket yang telah saya booking. Tenanglah kini hatiku, tinggal ngurus koper dan isinya 🙂 🙂 :).

    Switzerland here I come! 😉

  • Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda

    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda

    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda. Baru pertama kali ke luar negeri (LN) ko ya agak ribett (saya ulas di blog saya sebelumnya) namun thanks God semuanya telah berlalu dan berjalan dengan baik, disini saya ingin memberikan panduan mengenai langkah-langkah pengurusan Schengen Visa berdasarkan pengalaman saya yang lalu (untuk saya saat itu di kedutaan Belanda).

    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda. Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda
    Apply Schengen Visa (Foto: gettyimages)

     

    *update 20 Juli 2013. Saya dapat info dari teman saya yang mau urus visa. Jika kamu sulit mendapat tanggal kosong (hijau) untuk buat janji di kedutaan Belanda. Coba buka websitenya mulai jam 6 sore wib. Jam segitu biasanya pergantian tanggal (tersedia yang hijau). Cuma ya harus rebutan, karena banyak saingannya yang juga ingin buat janji. Jadi beberapa menit sebelum jam 6 sore harus sudah stand by buka websitenya. Silakan disini https://jakarta.embassytools.com/en/index


    Secara garis besar akan sama saja untuk kedutaan Schengen Country (Prancis, Jerman, Belgia dll), saya harap pengalaman saya bisa berguna bagi Anda yang akan apply Schengen Visa.

    Tulisan Terkini

    Negara tujuan utama saya adalah Belanda, saya sudah booking tiket sejak awal Mei 2009 untuk keberangkatan 4 September 2009. Karena Tiket promo Malaysia airlines jadi tiket harus dibayar penuh dalam waktu seminggu setelah saya booking, nominalnya USD 888 nett Jakarta-Schipol-Jakarta. Wah ternyata ada teman saya di bali bisa dapat tiket lebih murah lagi loh! :D, menggunakan promo lufthansa Jakarta-Frankfurt-Jakarta USD 615. Fyi kalau tidak menggunakan tiket promo harga tiketnya berkisar mulai USD 1200, so beruntunglah kalian jika mendapat tiket promo tapiii harus bayar tiketnya beberapa bulan sebelum keberangkatan hehehe .. 😛 😀

    Visa sudah bisa diajukan 3 bulan sebelum keberangkatan, PALING LAMBAT 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan, saran saya sebaiknya urus jauh – jauh hari deh! karena kita tidak pernah tahu hambatan apa yang bisa kita hadapi ketika pengurusan berlangsung.

    Ada catatan PENTING yang diberikan website kedutaan Belanda, yakni antara bulan Mei hingga September pembuatan janji untuk permohonan visa sangat padat. Perlu diingat bahwa untuk membuat janji pada periode tersebut sangat sulit, apesnya saya tidak mengetahui hal tersebut :(, pihak kedutaan menginformasikan bahwa pada periode tersebut banyak mahasiswa yang akan daftar kuliah jadi mereka harus diutamakan.

    Berdasarkan informasi yang saya dapat dari teman-teman milis, jika akan ke Luar negeri (LN) maka kita harus menyiapkan sejumlah dana di rekening tabungan kita, yang nantinya bisa memperkuat pemberian visa, pihak kedutaan memerlukan bukti kalau kita bisa membiayai perjalanan kita dan kita tidak akan terlantar di negara asing. Nominal yang saya dengar bermacam-macam dan tidak ada patokan resminya, ada yang mengatakan harus ada 50 juta atau. 30 juta rupiah di rekening kita atau ada juga yang mengatakan jumlahnya tidak penting, asal bisa membuktikan bahwa kita punya uang.

    Saya tidak punya uang sebanyak yang diatas, jadi pada akhir bulan Juni 2009 saya pinjam ke ayah saya sejumlah 25 juta rupiah, saya masukkan rekening saya selama dua bulan (ada yang bilang 3 bulan) sampai visa saya dapatkan, kemudian uang saya kembalikan 😉

    Saya mendapat surat undangan (istilahnya Gemeente, kalo di sini mungkin seperti kantor walikota) dari teman satu marga yang sudah jadi warga negara Belanda, namanya ka Ephie Silaen. Maka jenis visa yang saya gunakan adalah kunjungan family and friends. Jika ada surat undangan semacam ini akan lebih mudah dapat visanya ;-), bagi mereka yang tidak mempunyai saudara atau kenalan yang bisa memberikan surat undangan tidak masalah kok, kalian bisa booking hostel di booking.com atau hostelworld.com

    Syarat bagi penggundang harus berpenghasilan minimal 800 Euro per bulan, kontrak kerja berlaku minimal 1 tahun dan si pengundang harus datang ke kantor balaikota (Gementee) untuk mengisi formulir undangan, dan juga si pengundang harus membuktikan secara finasial bahwa dia mampu mengundang Anda. *syarat keuangan bisa saja setiap tahun naik.

    Per 1 Juli 2016 Kedutaan Belanda menunjuk VFS Global sebagai pihak agent untuk mengurus Visa

     

    Untuk singkatnya dokumen yang harus dipersiapkan dan dibawa untuk permohonan :

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

error: Content is protected !!