Jurnal Kehamilan Screening Test

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Berapa biaya amniocentesis alias Fruchtwasseruntersuchung? Apakah asuransi menanggung semua biaya?

Hasil penelusuran saya (cari di google dan ke beberapa forum) untuk di Jerman, test Amniocentesis atau Fruchtwasseruntersuchung biayanya antara 1.000 -1.400 euro (kira-kira 16,5 – 23 juta rupiah). Seorang wanita di forum ini tahun 2012 dia menjalani test tersebut biayanya 1.400 Euro, si wanita memiliki asuransi pribadi (privat versichert).

Biaya Amniocentesis, Fruchtwasseruntersuchung di Jerman Jika bayar sendiri

Biaya Amniocentesis, Fruchtwasseruntersuchung di Jerman Jika bayar sendiri

Sebelum menyetujui mengikuti test ini, saya google dulu mengenai biayanya, kalau mahal ya Fank dan saya juga tidak mau menjalaninya (saya pribadi sih yang tidak mau 😳 ). Duit dari mana sejumlah tersebut, beneran tidak ada budget ke situ. Pas tanya ke dokter kandungan saya, dibilang gratis karena saya hamil di diatas usia 35 tahun jadi termasuk berisiko dan harus menjalani tes tersebut. Puji Tuhan bangett gratis! πŸ˜‰ .

Wanita yang hamil dibawah usia 35 tahun dan tidak memiliki gangguan kesehatan atau tidak memiliki risiko kelainan genetik seperti yang saya jabarkan diatas, namun ingin ikut Amniocentesis bayar sendiri karena asuransi tidak menanggung.

Setiap Asuransi berbeda kebijakannya, lebih baik ibu hamil tanya dulu ke pihak asuransi yang Anda miliki. Misalnya ada saudara di Jerman sini yang bilang, tiap kali tes (pemeriksaan) darah dia harus bayar sendiri. Puji Tuhan asuransi yang Frank dan saya miliki menanggung biaya tiap kali pemeriksaan ke dokter kandungan termasuk ketika menjalani Amniocentesis (Fruchtwasseruntersuchung), hanya vitamin yang beli sendiri, tidak mahal ko hanya beberapa Euro.

Kelainan apa yang dapat ditemukan setelah menjalani amniosentesis?
Pada awal kehamilan, amniocentesis dapat mendiagnosa berbagai penyakit genetik yang berbeda seperti kromosom dan masalah janin antara lain (*detailnya silakan klik teksnya):

β€’ Down Sindrom (trisomi 21)
β€’ Patau Sindrom (trisomi 13)
β€’ Edwards sindrom (trisomi 18)
β€’ Martin–Bell sindrom atau Fragile X
β€’ Jarang, gangguan metabolisme bawaan
β€’ Cacat tabung saraf (anencephaly and spina bifida) oleh kadar alpha-fetoprotein kerusakan pada jalur saraf seperti spina bifida (tulang belakang terbuka)

Apakah ada risiko (pada ibu dan janin) saat dan setelah menjalani amniosentesis?

Mengetahui risiko pemeriksaan tertentu, merupakan prioritas bagi wanita hamil. Setiap calon ibu pasti ingin yang terbaik bagi janinnya dan pastinya perlu tahu apakah tes tertentu pengaruh terhadap buah hati yang dikandung).
β€’ Kontraksi rahim
β€’ Risiko pada cairan ketuban, perdarahan minor karena beberapa cedera atau infeksi rahim.
β€’ Risiko cedera pada bayi saat jarum masuk ke rahim. Dokter / petugas kesehatan yang melakukannya profesional ko, dilakukan pemantauan USG dulu baru jarum masuk. (*tenang saja, bayi tidak terganggu, kecuali kalau bayi aktif bergerak, repot juga ambil carian ketubannya πŸ˜€ ).

β€’ Amniosentesis bisa menyebabkan infeksi serius atau komplikasi lain, risikonya sangat kecil 1:1000 wanita.
β€’ Sayangnya, diperkirakan sekitar satu dari 100 wanita mengalami keguguran sebagai akibat langsung dari amniosentesis. Tentunya harus cari tahu kualitas dari rumah sakit atau klinik tempat dilakukan pemeriksaan.
β€’ Amniosentesis yang dilakukan pada trimester ketiga, menunjukkan risiko yang jauh lebih kecil dari komplikasi dan tidak terkait dengan persalinan prematur.

β€’ Jika Anda positif HIV, ada risiko Peningkatan virus yang dipancarkan ke bayi Anda pada tes amniosentesis. Untuk alasan ini, prosedur ini sebaiknya dihindari, terutama pada trimester ketiga. Jika Anda masih ingin untuk terus maju maka Anda membutuhkan pengobatan dengan terapi antiretroviral (ART), ini Menurunkan risiko penularan ke bayi Anda.
β€’ Hepatitis B dan hepatitis C adalah pembawa infeksi virus, namun, tidak ada bukti penularan penyakit yang ditemukan bayi setelah menjalani amniosentesis.
β€’ Wajar jika Anda kuatir apakah perlu menjalani amniosentesis ini ?. Jika Anda cemas silakan konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan Anda. Tenaga medis tersebut akan memberikan penjelasan mengenai pro dan kontra amniosentesis.

Berapa lama amniosentesis berlangsung dan bagaimana prosedurnya, sakit kah?

Proses Amniocentesis alias Fruchtwasseruntersuchung. Cairan Ketuban diambil menggunakan jarum, ga sakit ko. Foto dari 9monate.de

Proses Amniocentesis alias Fruchtwasseruntersuchung. Cairan Ketuban diambil menggunakan jarum, ga sakit ko. Foto dari 9monate.de

β€’ Prosesnya sekitar 20 menit bisa juga lebih cepat.
β€’ Menjelang pemeriksaan jangan pipis yaa (buang air kecil) karena akan mengurangi jumlah cairan. Saya disuruh minum teh dulu. Dari wawancara ke pemeriksaan menunggu sekitar 30 menitan, kebelet pipis ditahan! Karena ga boleh pipis lagi hiks πŸ™ .
β€’ Ibu berbaring di tempat pemeriksaan. Perut diolesi cairan (dinginn πŸ˜€ ) lalu dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat posisi janin.
β€’ Dokter mencari posisi yang tepat untuk jarum masuk (kita bisa lihat langsung dimonitor). Jarum akan dimasukkan ke ruang kosong rahim dimana janin tidak akan terganggu (anakku antengg).
β€’ Cairan ketuban diambil kira-kira 15- 30 ml (prosesnya 5 menitan) saya dikasih lihat 2 tube yang diambil, warna kekuningan.
β€’ Kalau cairan yang diambil (dibutuhkan) untuk pemeriksaan tidak mencukupi, akan dimasukkan jarumnya dua kali. Kalau hari itu tidak cukup juga, maka Anda harus datang dilain hari. Puji Tuhan, saya hanya satu kali disuntik langsung dapat jumlah cairan yang dibutuhkan.
β€’ Prosenya tidak sakit, yang membuat tidak nyaman pas perut diolesi cairan dingin, sempat kanget, lalu disuruh minum air yang banyak trus nahan pipis itu yang tidak enak 😐 .

Proses Amniocentesis tidak sakit (*kalau ibu hamilnya takut lihat jarum suntik atau takut lihat dokter ya repot juga sih hehe :mrgreen: ). Awalnya sempat kuatir mau ikut tes ini atau tidak. Ada beberapa anggota keluarga dan teman disini bilang prosesnya sakit, berisiko buat janin. Nella kan sehat ngapain tes gituan, cancel aja bla bla bla (bagaimana mau cancel sudah bilang iya ke dokter, sudah bikin janji ke klinik. Mereka yang berkomentar tidak pernah menjalani Amniocentesis, sebatas berkomentar karena kata sih a sih b sih c, dengar gosip sana sini. Makanya saya jadi malas cerita-cerita kehamilan, malas dengar omongan yang sebatas nakut-nakutin aja, lebih baik cerita setelah melakukan pemeriksaan deh supaya tidak mendengar komentar yang negatif.

Kenapa sebelum pemeriksaan disuruh minum yang banyak?
Karena Scan USG menggunakan gelombang suara (An ultrasound scan) yang memperlihat gambaran bayi di layar komputer. Gambar menunjukkan posisi dan gerakan bayi Anda.

Alat USG di Mannheim ini lebih canggih dari yang ada di dokter kandungan tempat saya tiap bulan memeriksakan kandungan. Kalau yang di dokter kandungan alat USG nya istilah kelas 3, yang di klinik Mannheim kelas 2 dan yang no.1 paling bagus ada di universitas (kedokteran kali ya).

Jurnal Kehamilan (Screening Test). Scan USG saat Amniosentesis. 3 Februari 2014

Scan USG saat Amniosentesis. 3 Februari 2014

No. 1 itu gambar kepala anakku, no. 2 kakinya, no.3 telapak (jari) kakinya

Hasil pemeriksaan cairan yang diambil akan diketahui setelah dua minggu, kalau mau lebih cepat harus bayar. Jika tes amniosentesis ini masih dianggap kurang oleh si dokter, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Oh ya fyi kalau Anda ragu-ragu menjalani amniosentesis, dokter mengatakan bisa menjalani pemeriksaan darah saja. Namun ini tidak ditanggung asuransi, biaya sekitar 500 euro (sekitar 8 juta rupiah). Sampel darah yang diambil akan dikirim ke Amerika, alat disana lebih canggih. Ketika saat itu saya di klinik, ada pasangan yang tadinya mau menjalani amniosentesis, trus jadinya diambil darah saja, trus gesek kartu kredit buat bayar pemeriksaan tersebut.

Hasil pemeriksaanku sudah keluar. Dokter kandunganku telepon, saat itu deg-degan ko dokter telp ya, kenapa tidak kirim surat? kenapa-napa nih, sudah takut duluan. Frank yang angkat pertama, lalu dikasih ke saya karena Frank tetap ingin menjadi rahasia akan jenis kelamin anak hehe. Dokter bilang anakku sehattt, jenis kelaminnya … (rahasia dulu yaa) soalnya Frank rajin baca-baca blog saya hihi.

Sampai disini dulu ya cerita-ceritanya, kalau ada yang baru akan saya ceritain lagi πŸ˜‰ .

Ps. : terima kasih tidak terhingga buat teman-temanku semuanya, teman-teman bloger dan pembaca blogku yang rajin berkunjung kesini dan mengucapkan selamat atas kehamilanku, mendoakan yang terbaik buat kehamilanku termasuk yang berkirim email dan berkirim pesan di media sosial. Terima kasih yaa buat perhatian kalian πŸ™‚ .

Sumber:
β€’ http://www.babycentre.co.uk/a327/amniocentesis
β€’ http://www.treffpunkteltern.de/schwangerschaft/Schwangerschaftsvorsorge/fruchtwasseruntersuchung-amniozentese_671.php
β€’ http://en.wikipedia.org/wiki/Amniocentesis
β€’ http://www.huggies.co.id/kehamilan/panduan-kehamilan/pemeriksaan-khusus-selama-masa-kehamilan.aspx
β€’ http://www.academia.edu/5025540/Amniosentesis_Makalah_Ini_Ditulis_untuk

 

Baca juga: Cerita Melahirkan Melalui Operasi Caesar

Advertisements

114 Comments

  1. Niah Wardhani
  2. Lulu
      • Lulu
          • Lulu
  3. Dewi
  4. t3ph
  5. Nadia
  6. edy
  7. ronal
  8. ladeva
  9. dian_ryan
  10. Ria angelina
  11. Gita
  12. Juwita
  13. Primerinamer

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: