Cerita Melahirkan Melalui Operasi Caesar

Sudah rapih pakai baju operasi, saya diajak ke kamar sebelah oleh bidan. Saya dipertemukan dengan seorang ibu yang baru selesai menjalani operasi. Bidan mempertemukan saya dengan ibu tersebut supaya saya tidak tegang, dan yakin kalau melahirkan dengan cara operasi akan baik-baik saja. Si ibu yang baru dioperasi tersebut sedang menggendong bayinya, disebelahnya ada suaminya. Keliatannya si lancar jaya alias si ibu tidak merasakan sakit pasca operasi. Sedangkan saya .. ? gileee bangett dah!..hampir mati sangking menahan rasa sakitnya, nanti saya ceritakan berikutnya.

Saya kembali ke ruangan, dan naik ke tempat tidur siap di dorong ke ruang operasi. Mirip di filem-filem deh ya hehehe 🙄 tempat tidur di dorong keluar masuk ruangan oleh bidan dan Frank. Naik lift keluar lift, lalu saya melihat orang-orang di lorong menuju ruang operasi.

Saya sampai disatu ruangan dimana Frank disuruh masuk ke ruang lain untuk ganti baju khusus dan dia disuruh tunggu sampai diizinkan masuk ke ruang operasi. Saya didorong ke ruang operasi, ada banyak petugasnya loh antara 5-8 oranglah pantesan biaya operasi mahal yak 😛 . Puji Tuhan biaya saya seluruhnya ditanggung asuransi.

Saya disuruh duduk di tepi tempat tidur, lalu beberapa perawat/petugas mempersiapkan obat dan peralatan untuk membius saya. Untuk operasi melahirkan ini yang dilakukan adalah bius lokal, kalau bius lokal tidak berhasil baru dibius menyeluruh. Didepan saya ada perawat pria, saya diminta rileks sambil kedua tangan saya taruh di bahu si perawat. Jadi seperti memeluk gitu deh, lalu kepala saya disuruh menunduk melihat bawah. Si perawat pria ini menekan bahu saya sedemikian rupa, supaya perawat dibelakang saya bisa memasukkan cairan anestesinya ke punggung bagian bawah saya (rongga spinal).

Coba yaaa kepala dan bahu saya sudah ditekan gitu pegelll boo, pokoknya ga nyaman deh, lalu nih orang berulang kali bilang rileks aja tidak perlu tegang. Pemberian anestesi pertama gagal (karena harus benar-benar masuk ke ruang spinal, lihat gambar dibawah deh).

Gambar pemberian anestesi Spinal dan Peridural

Gambar pemberian anestesi Spinal dan Peridural

Perawat pria didepan saya ini, ngoceh-ngoceh ke para rekan kerjanya katanya saya tidak mengerti yang dia katakan. Ggrrrr minta di jitak nih orang! 😡 . Akhirnya datanglah bidan Susanne menggantikan posisi perawat pria tersebut. Bidan Susanne mengajak ngobrol saya dengan bahasa Indonesia, sambil bilang lagi kalau saya harus rileks, kepala menunduk kebawah dan harus benar-benar rileks. Bersama bidan Susanne ini akhirnya cairan biusnya bisa masuk ke ruang tubuh yang diinginkan 😉 .

Saya disuruh rebahan lagi, lalu di oleskan cairan dingin di lengan kiri, perut tengah dan perut bagian bawah, sambil ditanya apakah saya merasakan dingin dan merasakan posisi di oleskan cairan tersebut. Paling penting supaya saya hilang rasa mulai perut hingga jari-jari kaki. Sampai 2 kali ditanya, saya masih merasakan alias belum bekerja obat biusnya. Pas ditanya ke tiga kali barulah saya tidak merasakan perut bagian bawah dan tidak bisa menggerakkan kaki saya, berarti anestesinya sudah bekerja.

Akhirnya Frank datang dan duduk di samping kiri saya (dekat bahu saya), lama loh baru dia diperbolehkan masuk, pokoknya sampai operasi baru akan dimulai, barulah Frank diperbolehkan ke tempat saya. Frank dan saya tidak bisa melihat proses operasi, karena mulai perut ke bagian bawah ditutupi supaya kita tidak bisa melihat, lagipula Frank duduk jadi ya dia tidak bisa melihat perut saya dibelek 😀 . Saya hanya merasakan seperti perut saya di goyang-goyang, eh tahu-tahu terdengar lengkingan keras bayi. Kalau mau lihat gambar pas operasi caesar ada nih dari wikipedia klik bedah sesar.

Setelah plasenta dipotong, bayinya langsung di taruh di dada saya. Masih berdarah-darah belum dibersihkan pokoknya fresh from the oven 😛 . Tangisan Benjamin sungguh melengking :D, pas dia berada didada saya anteng deh 🙂 . Sayang tidak bisa potret diruangan operasi, jadi tidak ada kenangannya hiks.

Karena air mata keluar melulu jadi kacamata saya lepas, saya malah jadi burem melihat Benjamin hehe. Tangis bahagia senang akhirnya si bayi yang selama 40 minggu saya bawa-bawa diperut sekarang sudah bisa saya pegang langsung dihadapan saya. Frank juga seperti saya hehe saya lihat sudah burem ajalah kacamata dia 😛 .

Benjamin di ambil oleh bidan dan dibersihkan dan dibawah keruang sebelah, saya bisa melihat dari tempat saya. Diukur panjangnya, ditimbang berat badan dan ukuran kepalanya. Belum pakai baju kan masih di ruang operasi, jadi hanya di selimuti handuk saja. Keluar dari ruangan operasi kami menuju ruang pemulihan, setelah kamar inap siap barulah saya dan Benjamin dibawah kesana.

Sejak dari ruang operasi hingga ke kamar pemulihan ini Bayi bersama ibunya dong

Sejak dari ruang operasi hingga ke kamar pemulihan ini Bayi bersama ibunya dong. Bentar lagi bayinya akan di pakaikan baju. 15 juli 2014 jam 6.14 sore

 

 

Nama saya Benjamin Emanuel
Lahir pada selasa 15 Juli 2014 ; jam 15.10 waktu Jerman
Panjang 54 cm, lingkar kepala 36 cm
Berat saat lahir 3.730 gram

bayi lucu baru lahir. Bayi bule baru lahir

Halo ich bin Benjamin Emanuel

Cerita selanjutnya selama saya 6 hari di rumah sakit nyusul entah kapan ya hehe soalnya sampai saat ini masih sibuk setengah modar ngurus ini itu. Mungkin akan diselak postingan tanaman dululah yaa :mrgreen: .

Mau nanya dong kamu yang dioperasi pas melahirkan, apa bisa langsung beraktifitas? bekas jahitan berapa lama baru hilang sakitnya?. Saya pulihnya 3 minggu loh 🙁 saat ini mulai bisalah jalan cepat 😀 .

 

 

PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

↑ Grab this Headline Animator

 

Artikel terkait:
Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3
Jurnal Kehamilan (Screening Test / Amniocentesis )
Jurnal kehamilan (Pemeriksaan di Dokter di Jerman)
Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan
5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman

Advertisements

134 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: