Petik Buah Strawberry Putih Pineberry | Berkebun di Balkon Rumah. Pineberry adalah persilangan hibrida dari Fragaria chiloensis dan Fragaria virginiana. Berry ini dijuluki “pineberry” untuk pasar Inggris di mana tersedia pada 2010, rasa seperti nanas wujudnya seperti stroberi.
Akhir tahun 2019 saya beli 3 pot tanaman strawberry putih, yang satu mati karena busuk, dua lainnya saya repotting tanam ulang saat musim semi 2020. Tanaman strawberry tahan dinginya winter asal dilindungi (ditutupi kain atau daun-daun kering).
Awal musim semi 2020 ke garden center lihat rak penuh aneka bibit tanaman dan sayuran termasuk strawberry saya belilah bentuk bare root (tanaman dengan akar saja tanpa media). Gambar kemasan strawberry sangat menarik dengan gambar buah strawberry besar-besar, siapa yang tidak tertarik?. Tiba dirumah harusnya langsung ditanam, lah saya belum ada waktu, ditunda sampai 2 minggu an ya busuk.
Seringkali saya memang kurang beruntung untuk tanaman bentuk bare root begini. Pernah beli bare root pohon Cherry, dan beberapa kali mawar bentuk bare root tidak berhasil numbuh. Bare root sudah direndam sesuai petunjuk, sayangnya tidak tumbuh.
Bare root strawberries. Tanaman strawberry bentuk bare root, tanaman strawberry tanpa media begini jarang sukses numbuh haha. Dijual begini supaya memudahkan transportasinya
Lain waktu beli strawberry bentuk tanaman jadi saja, kalau belum smepat nanam, tinggal taruh diatas polibek (tanah bekas) kapan saya punya waktu baru ditanam ulang.
Saya berkebun di balkon jadi semua yang saya tanam dialam pot atau polibek. Menanam strawberry dalam pot bisa juga berbuah dan rasa strawberry nya manis seperti di supermarket. Tanaman strawberry butuh sinar matahari, 6 jam sedikitnya setiap harinya.
Pineberry adalah kultivar stroberi putih dengan rasa seperti nanas, dan biji warna merah. Pertama kali ditemukan di Amerika Selatan sekitar tahun 2002, kalau baca-baca dari internet sekarang banyak tanaman Pineberry di Belgia dan diekspor dari Belanda.
Pineberry lebih kecil dari strawberry biasa, berukuran antara 15 hingga 23 mm (0,6 hingga 0,9 in). Saat matang, warnanya hampir sepenuhnya putih, tetapi dengan “biji” merah (achenes).
Tanaman Pineberry ini tahan penyakit, tetapi ukuran buah beri kecil dan hasil panen rendah. Harganya sangat mahal (Rp. 4.800/biji), tidak terlalu menguntungkan untuk pertanian skala kecil. Pineberry tersedia di musim semi dan musim panas.
Kalau mau nanan tanaman Pineberry sebaiknya ada pula tanaman strawberrya yang biasa, supaya hasil penyerbukannya bagus.
Video Panen ala kadarnya Buah Strawberry Putih Pineberry
Buat saya yang berkebun di balkon bisa lihat dan petik langsung strawberry putih begini bentuknya unik sudah bikin hati senang, tidak ngarep juga buah berlimpah kalau beli pupuk juga pelit haha pakai pupuk organik buatan sendiri saja. Pupuk tanaman buah berry saya berikan sekali saja saat awal musim tanam.
Jagoanku Benjamin suka bagian petik buahnya kalau makan dia tidak mau. Begitu lihat strawberry matang sedikit langsung ingin petik, ditanya „mau dimakan?” jawabnya buat dikasih adiknya haha. Si Benjamin ini kalau di bawa ke garden center pun sering merengek minta dibelikan tanaman yang ada buahnya, Ben suka bagian merawat, menyiram dan panennya saja, urusan makan hasil petikan jadi kesenangan tersendiri buat adiknya.
si bocah senang sekali kalau dibolehin petik buah di kebun balkon, makannya ogah dia, demen petiknya aja 😀
Demikianlah cerita saya mengenai Petik Buah Strawberry Putih Pineberry | Berkebun di Balkon Rumah. Buat yang pertama kali mampir ke blog saya suka berkebun, subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Tergila-gila Menanam Strawberry (Bagian 2). Ceritanya menyambung kembali postingan sebelumnya (Baca: Tergila-gila Menanam Strawberry). Ada 14 jenis stroberi yang saya punya, 8 sudah diulas dan berikut lanjutannya :
9. Strawberry Florence (Fragaria Vesca Florence)
Saya senang sekali jenis ini datang dengan pot ukuran besar (1 liter), baru kali ini beli tanaman stroberi dapat yang ukuran besar dan sudah banyak bakal buahnya. Buahnya besar dan sudah saya coba manis loh 🙂 . Jenis hibrida dan hingga saat ini bebas penyakit, tidak ada hama yang menempel.
Kiri Strawberry Florence. Strawberry Toni Merambat (Hummi KletterToni) yang tengah. Kanan Strawberry Korona Fragaria vesca Korona)
10. Strawberry Korona (Fragaria vesca Korona)
Saya beli online bersama stroberi florence diatas. Kualitasnya bagus, buahnya besar dan manis.
Pineberry. Ternyata bukan mitos ada stroberi rasa nanas, warnanya putih. Sudah berbuah dan lihat sendiri warnanya benaran putih
Fakta mengenai stroberi: Satu cangkir (144 g) stroberi mengandung sekitar 45 kalori (188 kJ) dan merupakan sumber vitamin C dan flavonoid
Tanpa melihat contekan (seperti mau ujian hehe), yang sudah saya hapal teorinya dan sudah dipraktekkin mengenai perawatan tanaman stroberi adalah sebagai berikut: • Tanaman stroberi butuh sinar matahari 6-8 jam setiap harinya, jadi pastikan stroberi kamu kena matahari. Namun kalau ditempatmu terlalu panas akan membuat stroberi tidak muncul buahnya. Ditempat saya saat sedang musim panas lalu, temperatur paling tinggi sekitar 36-38 derajat c. Kalau terik sekali sinar matahari saya pindahkan ke lokasi yang teduh dulu, setelah sinarnya lewat saya kembalikan potnya ke posisi semula.
• Media tanam jangan sampai kering, kalau kering produksi buah akan berhenti. Supaya tanaman stroberi kuat melawan panas terik matahari, siram pagi-pagi sekali, saat udara masih sejuk. Kalau saya dengan cara merendam potnya dalam ember berisi air. Air akan terserap banyak hingga ke bagian atas. Jangan menyiram stroberi pada tanamannya karena daun dan buah akan busuk. Buahnya harus selalu kering. Kalau potnya tidak bisa direndam, maka siram dari tepi potnya.
• Stroberi tidak suka air yang berlebihan (becek), namun butuh tanah yang lembab (moist). Cara mengecek tanamannya butuh air atau tidak, tekan bagian tanahnya dengan jari. • Untuk menjaga tanahnya tetap lembab, berikan mulsa (jerami) pada bagian atas tanah. Selain menjaga kelembapan, buahnya akan tetap bagus dan kering. • Stroberi suka media tanam yang agak asam PH 5,5-6 . Kalau tidak mau repot bisa beli media tanam khusus stroberi, silakan tanya ke toko pertanian terdekat. Atau beli alat pengukur PH tanah.
• Stroberi tidak perlu pemupukan berlebihan, cukup sekali diawal penanaman (saat daun-daun muda bermunculan). Tahun depannya baru saya pupuk kembali. Pupuk yang berlebih malah merusak buahnya, kelebihan nitrogen membuat stroberi menjadi lembek dan buah cepat hancur.
*mengenai pemupukan sepertinya tiap gardener punya pendapat masing-masing. Ada yang bilang pupuk sekali saja, ada yang dipupuk tiap minggu dll. Klo yang bilang pupuk sekali saja diawal, kemungkinan besar menggunakan pupuk jangka panjang (langzeitdünger), ada yang untuk 3 bulan dan 6 bulan. Saya gunakan yang untuk 6 bulan. Pupuknya melepaskan zat aktifnya tidak sekaligus. Untuk 3 bulan dan 6 bulan harganya berbeda, tentu saja lebih mahal yang untuk 6 bulan.
• Buang bakal buah pertama, supaya muncul banyak bakal buah baru. • Tanaman stroberi adalah perennial (abadi), artinya kalau dirawat dengan baik akan tetap hidup dari tahun ketahun, dan kalau sudah lebat bisa dipisahkan tanamannya.
Video Tanaman stroberi koleksi saya hahaha koleksi tas mewah kali
Demikianlah cerita saya mengenai Tergila-gila Menanam Strawberry (Bagian 2). Buat yang pertama kali mampir ke blog saya suka berkebun, subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Tergila-gila Menanam Stroberi. Siapa yang suka makan stroberi?, yang suka makan apa termasuk suka menanamnya juga?. Bagi saya petik stroberi dari kebun sendiri memberikan rasa kepuasan tersendiri. Baca juga:Tergila-gila Menanam Strawberry (Bagian 2)
Tahun lalu saya sukses menanam stroberi dari bibit (benihnya). Tanamannya saat umur 6 bulan sudah menghasilkan bakal buah. Nah karena kalau dari bibit stroberi terbatas pilihan jenisnya, maka tahun ini saya beli stroberinya yang sudah berupa tanaman.
Jangan dikira tanaman jadinya yang sudah besar ya, masih kecil sekali, makanya harganya tidak terlalu mahal. Bisa hidup dan berbuah saja sudah hebat tuh, karena ada beberapa stroberi yang saya pelihara itu mati menggenaskan *hiperbola 😛 . Saya pilih tanamannya yang sudah ada bunganya, jadi kemungkinan besar akan segera keluar buahnya. Saat-saat musim panas nah tuh banyak stroberinya yang sudah berbunga, syukur-syukur malah sudah ada buahnya.
Stroberi yang paling sering dibiakkan adalah stroberi kebun (Fragaria ×ananassa). Saat ini saya memiliki 10 jenis stroberi. Buahnya ada yang tunggal (satu batang 1 buah), ada yang 1 batang rimbun buahnya alias lebih dari 2 buah, banyak pokoknya 🙂 .
Strawberry atau tepatnya stroberi kebun (juga dikenal dengan nama arbei, dari bahasa Belanda aardbei) adalah sebuah varietas stroberi yang paling banyak dikenal di dunia. Seperti spesies lain dalam genus Fragaria (stroberi), buah ini berada dalam keluarga Rosaceae.
10 jenis Stroberi yang ada dikebun balkon saya seperti berikut :
1. Strawberry Fraise
Lama penyemaian (germination ) 12-20 Hari. Tahun lalu saya beli bibitnya untuk coba-coba nanam stoberi. Bibit ini merupakan bibit proyek berkebun anak kecil (die maus saatgut) . Nah ternyata saya sukses menanamnya. Saya tiga kali memindahkan tanamannya. Umur 6 bulan sudah berbunga dan menghasilkan buah. 1 cabang ada beberapa buahnya. Rasa buah manis, ukurannya kecil.
Pot stroberi sudah saya bungkus supaya tidak mati saat musim dingin
Saat musim dingin, potnya saya tutup rapat dengan kain tebal. Sebelum ditutup tanamannya saya berikan air agak banyak. Tanaman baru dibuka kembali saat musim semi.
Tanaman stroberiku saat dibuka bungkusnya ketika musim semi. Segar bugar hijau dan lebat. Foto bawah setelah dipangkas
Saya bahagia sekali saat membukanya, saya kira tanamannya kering karena sama sekali tidak disiram 3 bulan saat winter, eh ternyata subur dan tetap hijau daunnya.
Menanam Stroberi dari bibitnya
Sayangnya semua tanamannya kini sudah mati huhuhu 😥 *nangis kejer. Saya tidak ke balkon beberapa hari, karena cuaca sejuk dan tidak perlu disiram. Pas mengecek, eh semua tanaman stroberiku tersebut kena kutu (hijau) banyak sekali. Saya semprotlah dengan anti hama minyak canola (rapsöl). Karena sudah 2 kali penyemprotan tidak hilang kutunya, saya kesal, jadi saya pangkas ekstrim. Potnya kena matahari langsung pas terik sekali, ya sudahlah gosong tanamannya.
Pelajaran lain kali, kalau tanaman sedang sakit dan dipangkas ekstrim jangan dijemur dipanas terik, karena daun mudanya tidak tahan panas.
2. Strawberry Elsanta
Saya beli dua tanamannya. Ditanam ditempat stroberi saya yang sudah mati.
Dua tanaman stroberi elsanta, 1 stroberi raspberry. Katanya bentuk stroberinya seperti raspberry
Tempat yang kosong itu bekas stroberi yang kutanam dari biji, mati semua kena kutu, jadi mau tanam stroberi lain
Strawberry Elsanta. Saya punya 2 tanaman. Walaupun buahnya kecil, rasanya manis dan tanamannya bebas hama
3. Strawberry Putih
Saya sih sudah sering melihat dimajalah mengenai stroberi warna putih. Sepertinya asyik juga kalau punya sendiri. Jadilah saya beli satu tanaman saja, saya lihat etiket tanaman, gambar stroberinya putih. Saya yakin saja kalau akan muncul stroberi putih.
Senang sekali karena bakal buahnya banyak sekali. Jenis ini yang satu cabang bunganya bisa lebih dari 5. Tanamannya kena kutu, tidak saya pangkas ekstrim kuatir bernasib seperti stroberi saya yang sudah mati.
Katanya Stroberi putih. Ternyata yang muncul ko malah merah. Kalau putih ya berarti belum matang dong ya haha
Tunggu ditunggu akhirnya bunga menjadi buah. Ternyata buahnya dari putih berubah menjadi merah saat matang. Berarti bohongan dong, bukannya stroberi putih hiks. Hal ini saya ceritakan ke bapakanya Benjamin hanya ditertawakan saja hehe.
4. Strawberry Sweet Mary XXL
Namanya saja yang xxl dan gambar produk buahnya besar, kenyataan buah stroberinya kecil (tidak sekecil stroberi liar). Buahnya mulus dan manis, tanamannya bebas hama. Saya beli 3 tanamannya saat masih kecil.
Stroberi sweet mary xxl. Ada kacang kapri numbuh di pot stroberinya
Strawberry sweet mary xxl. Sesuai dengan namanya, rasa buahnya manis. Ukuran biasa tidak xxl deh
5. Strawberry Raspberry (Erdbeer-Himbeere). Katanya bentuk stroberinya seperti raspberry. Tanamannya belum berbuah. Saya penasaran, beneran atau bohongan lagi nih haha. Kalau lihat dari wikipedia atau dari google terlihat bentuk buahnya seperti Raspberry.
Tidak saya potret karena belum muncul bakal buahnya, kalau lihat daunnya sama saja seperti stroberi lainnya.
6. Strawberry Gantung
Saya beli dua tanaman, ditanam dipost yang sama. Buahnya menurut saya tidak terlalu kecil. Saya sudah beberapa kali mencicipi mnaisnya stroberi gantung ini.
Strawberry gantung Fragaria ×ananassa. Disatu pot ada 2 tanaman
7. Strawberry Toni Merambat (Hummi KletterToni)
Beli satu tanaman saja, ada dijual ditoko dekat rumah. Kalau beli di olshop aslinya hummibeeren.de minimal pembelian 3 tanaman dan kena ongkos kirim. Pas banget ada yang berbunga, saya tidak sabar nunggu buahnya.
Strawberry Toni Merambat (Hummi KletterToni). Senang banget banyak bakal buahnya. Kalau sudah lebat daunnya baru akan saya berikan alat buah merambatnya
Fyi. Stroberi merek Hummi tersebut ada hak ciptanya, kamu bisa beli di webnya langsung https://www.hummibeeren.de atau kalau beruntung cari di toko terdekat.
8. Strawberry Mieze
Awalnya saya pesan stroberi Aroma, beli diolshop itu karena ada jenis yang aroma, ya walaupun sebenarnya saya ingin yang dari Hummi, karena tidak ada saya pikir aroma merek lain okelah yang penting jenisnya sama.
Pas email pengiriman saya terimapun masih tertulis stroberi aroma yang akan dikirim, eh pas nyampe rumah ko datangnya yang jenis Mieze (tertulis ganti yang aroma). Kecewa berat, padahal saya awalnya belanja disitu karena pengen stroberi aroma, jadi banyak beli lain-lain juga 🙁 .
1 paket stroberi Mieze isi 6 tanaman. 2 saya tanam dipot sweet mary dan 4 disatukan di pot gantung. Saya taruh pot gantung karena saya lihat bentuknya yang model buat digantung. 2 tanaman mati huhu, tinggal yang dipot gantung. Kalau lihat daunnya yang kecil, sudah ragulah sama jenis ini. Sampai sekarang belum berbuah.
Strawberry Mieze, sudah sebulan sejak beli sampai saat ini belum berbunga, sudah ada yang mati diseblah kiri tuh huhuhu
Saya ingin banget punya Hummi® Aroma warna buahnya tuh merah maron, katanya sih stroberi paling gelap didunia. Jenis ini tidak ada ditoko terdekat, kalau beli di web hummi minimal pembelian 1 paket isi 12 tanaman, ada ongkos kirimnya juga. Memang murah kalau dihitung satuan, tapi 12 tanaman mau taruh dimana, secara stroberi saya sudah banyak. Seandainya ada teman dekat rumah nih saya ajak beli berdua deh hehe.
*saat tulisan ini diposting, Strawberry Mieze nya sudah tinggal kenangan alias mati 🙁 . Disuatu hari yang gila sekali panasnya, saya lupa menurunkan pot gantung tersebut. Keesokan harinya saya tengok, semua daun-daun stroberi Mieze gosong tidak bisa diselamatkan lagi 😥 .
Demikianlah cerita saya mengenai Tergila-gila Menanam Stroberi, Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta berkebun lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 .
Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Pengalaman Menanam Stroberi dari Bibitnya. Menurut salah satu website gardening yang pernah saya baca, katanya stroberi adalah buah paling mudah ditanam dari bibitnya. Kenyataannya tidak benar tuh. Ya setidaknya pengalaman saya menanam stroberi dari bibitnya susah alias saat itu belum berhasil. Waktu berlalu dan hilanglah keinginan menanam sendiri. Saat musim stroberi tiba, saya bisa tinggal beli dan langsung santap. Jadi buat apa toh susah-susah menanam sendiri? hehe 😛 .
Sukaa banget kalau sudah musimnya stroberi. Manis banget, puas-puasin makan stroberi selama musim panas
Saat musim semi tahun lalu, saya pergi ke toko tanaman. Saya melihat bibit stroberi untuk proyek anak kecil. Di Jerman pernak pernik berkebun (gardening) untuk anak-anak juga banyak loh. Mulai dari sepatu, baju, alat berkebunya dan bibit-bibitnya ada yang khusus untuk anak-anak. Jadi ceritanya saya mau coba dulu, kalau berhasil barulah saya akan nanam dari bibit stroberi bukan punya anak-anak, soalnya bibit proyeknya anak-anak tidak mahal hehe 😀 .
Bibit stroberi ukurannya kecil sekali seperti pasir, jadi kemungkinan besar tidak akan bisa tumbuh langsung kalau hanya disebar saja ditanah, atau langsung disebar bibitnya di pot besar susah tumbuhnya. Sebaiknya gunakan tray penyemaian, atau pot wadah kecil untuk menyemainya. Wadah kecil untuk penyemaian paling mudah ditemui dan murah adalah bekas air mineral.
Untuk media penyemaian stroberi saya gunakan coco peat (bahasa Jermannya : kokos pellets) yakni sabut kelapa yang dipadatkan dan dibentuk kecil. Media tanam ini bagus sekali menyimpan air, saya tidak perlu menyiramnya setiap hari.
Saat mau digunakan Coco peat direndam dalam air hingga mengembang. Setelah mengembang (bisa 3 kali lipat bentuk awal) beri lubang ditengahnya lalu masukkan bibit stroberi dan tutup perlahan lubang Coco peat nya. Bibit stroberi ambil sejumput (seujung jari) pokoknya sedikit sekali, sangking kecilnya bibit stroberi tidak bisa hanya ambil 1 bibit/benihnya. Kalau misal nantinya dalam satu media tanam tumbuh lebih dari satu, ya bisa pilih tanaman yang paling baik tumbuhnya, lainnya dibuang.
media penyemaian stroberi saya gunakan coco peat. Benih stroberi di sebelah kiri dalam kemasan cantik ya
Coco peat yang sudah berisi bibit stroberi saya taruh dalam pot-pot kecil, karena pikir saya kalau hanya dalam Coco peat saja kuatir media ini akan hancur.
Saya menyemai bibit stroberi 12 April 2014 lalu saya cek pada 25 April 2014 mulai tumbuh, cepat juga ya hanya sekitar 2 minggu. Numbuh bibitnya saja saya sudah girang sekali hehe.
Menanam bibit Stroberi 12 april 2014, dua minggu kemudian mulai kelihatan titik hijau
2. Penyiraman (Pemberian Air)
Keliatan dong kalau daun bibit stroberinya kecil sekali. Nah kuatir rusak saat penyiraman, jadi pot-pot kecilnya saya taruh di wadah plastik (bekas wadah daging giling). Jadi air saya taruh di wadah plastik tersebut hingga tinggi separuhnya, nanti akan terserap ke coco peatnya. Saya tidak berikan air setiap hari, bisa 3 hari sampai seminggu sekali. Kalau terlihat coco peatnya kering baru saya berikan air.
Bibit Stroberi yang saya tanam setelah satu bulan seperti ini makin besar
3. Kebutuhan sinar matahari tanaman strawberry
Selama masih kecil stroberi yang telah tumbuh tersebut saya taruh ditempat teduh, tidak kena matahari langsung.
Bibit stroberi yang saya tanam per 26 Mei 2014
Bibit stroberi yang saya tanam per 7 Juni 2014
stroberi yang disemai sudah tumbuh. Saya taruh di lokasi tidak kena matahari langsung. Pada gambar itu saya taruh disamping green house mini
Beli Stroberi Petik Langsung dari Ladangnya. Salah satu kegiatan mengasyikkan ketika musim panas adalah beli stroberi petik langsung dari ladangnya 🙂 . Kegiatan ini dalam bahasa Jerman disebut “erdbeere selber pflücken” . Dua kali saya mengajak suami ke ladang stroberi, sayangnya doi tidak mau “ngapain cape-cape petik sendiri, kalau pas musim panas begini stroberi banyak dijual dan murah” katanya 😛 .
Ketika awal-awal stroberi keluar dipasaran harganya 2,5 euro setengah kilo (kalau dirupiahkan kira-kira Rp.40.000), harga tersebut masih mahal. Walau mahal ga nyesel deh karena rasanya manis sekali dan buahnya besar-besar.
Oh ya strawberry yang saya maksud ini bukan stroberi dari supermarket, melainkan dari ladang stroberinya lalu dijual di kios stroberi. Stroberi dari supermarket, umumnya stroberi yang dibudidaya di rumah kaca, rasanya tidak semantap (semanis) yang dari ladangnya langsung.
Sukaa banget kalau sudah musimnya stroberi. Manis banget, puas-puasin makan stroberi selama musim panas
Sabtu 21 Juni minggu lalu, suami dan saya mengunjungi seorang teman kuliahnya pak suami di Besnheim. Sekitar 40 menitlah naik mobil dari rumah kami di Sinsheim. Kata suami, kota Bensheim dikenal sebagai tempat yang duluan hangat ketika musim semi (Frühling), nah mungkin salah satu alasan cuaca bagus tersebut makanya di Bensheim cocok berkebun Stroberi.
Saya pergi ke ladang stroberi bersama Layla, putri temannya suami. Dari rumah Layla ga sampai 5 menit jalan kaki ke ladangnya. Ketika di jalan saya tanya Layla berapa harga setengah kilo stroberi, Layla bilang 90 cent petik sendiri. Walahhh beneran harga segitu ???. Murah sekali !!! 😀 teriak saya dengan hebohnya. Secara baru minggu lalu saya beli 2,20 euro (harga tersebut sudah turun nih, awalnya 2,5 euro).
Kami tiba di kios Stroberi, saya baca rincian harganya : Stroberi Petik Sendiri 1 kg 1,8 euro (Rp.28.000) Stroberi sudah dipetikkin 1 kg 2,3 euro (Rp. 36.800)
Layla mengambil keranjang yang disediakan kemudian kami pergi ke ladang stroberinya.
Ikuti tanda ini untuk Jalan Menuju Ladang Stroberi
Sebelum sampai di ladang stroberi, kami melewati dahulu hamparan ladang gandum (Weizen). Di bagian pinggir jalan gandumnya sudah mengguning, sedangkan pada bagian tengah masih hijau.
Ladang Gandum di Bensheim Jerman
Orang Jerman Banyak makan roti, makanya disini banyak ladang Gandum
Gandum di bagian ini sudah Mengguning siap dipanen nih
Katanya Layla dibagian sini sudah habis stroberi yang matangnya, jadi lainnya masih kecil dan hijau, kita ke bagian sebelah yukk ➡
Layla bilang Stroberi dibagian ini sudah habis yang matangnya, jadi kami menuju ke bagian sebelah
Layla cepatttt bangett jalannya, bumil jalan pelan-pelan kaya ondel-ondel hahaha
Nah kami tiba di bagian yang tepat, ada beberapa orang yang sedang asyik memetik stroberi.
Di bagian ini banyak yang gede-gede stroberinya
Video Beli Strawberry petik langsung di ladangnya
Sebelum Layla dan saya pergi berburu stroberi, mamanya Layla bilang yang petik stroberi hanya boleh Layla, saya disuruh melihat-lihat saja, karena saya sedang hamil tua tidak bisa jongkong untuk petik stroberinya. Kebetulanlah saya jadi punya banyak waktu untuk potret sana sini dan buat video singkat, maklum ini kali pertama saya ke ladang stroberi .
Orang-orang yang asyik Petik Stroberi. Kalau dari bahasa yang mereka pakai sptnya orang-orang Rusia
Eh padahal saya beberapa kali jongkok jugal oh buat cari stroberi dan langsung melahapanya 😀 . Kapan lagi bisa melakukan kegiatan asyik begini ya hanya bisa ketika musim panas saja. Layla bilang “makan saja sepuasnya, lahap 1 stroberi satu stroberi lain taruh keranjang buat kita beli”. “huahahaha dari tadi juga sudah saya lakukan ko” .
Walau ada beberapa stroberi bentuknya berantakan namun buahnya besarr dan manisnya mantapp
Beberapa kali Layla menyodorkan stroberi yang besar untuk saya lahap, padahal sih sambil potret sana sinipun saya nyambi ngemilin stroberinya yang saya petik sendiri 😉 .
Asyiknya Petik Stroberi. Lahap satu, yang satu lagi masuk keranjang 😀
Hasil Perburuan kami 😆
Keranjang Stoberinya hampir penuh
Video Stroberi hasil Perburuan kami
Ketika mau pulang kami berpapasan dengan 2 ibu bersama anak mereka yang masih kecil, asyik nih bikin anak kecil bergerak (olahraga) ngumpulin stroberi 😀 .
Petik Stroberi kegiatan mengasyikkan juga buat anak-anak
Ini yang kami beli. Berat total stroberi yang Layla Petik 2,4 kg kami bagi dua deh
Musim panas begini asyiknya petik apa lagi yaaa 💡
Demikianlah cerita saya mengenai Beli Stroberi Petik Langsung dari Ladangnya, Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta berkebun lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 .
Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Menanam Strawberry di Halaman Rumah. Sudah beberapa kali saya coba menanam strawberry dari bibitnya, entah karena cuaca yang masih belum cocok dengan si bibit atau entahlah karena faktor apa, sampai 3 bulan bibit strawberrya yang saya tanam tidak tumbuh 🙁 .
Tanaman Strawberry mulai berbunga
Kira-kira bulan Maret lalu, saya beli dua tanaman strawberry, masih kecil sekali, harganya 0,99 euro per pohon. Satu jenis strawberry„Elsanta“ dan satunya lagi jenis „Senga Sengana“. Tanaman strawberry rajin saya siram, karena cuaca mulai semakin panas kalau tanaman strawberry kurang air tentu saja buahnya akan sedikit keluarnya.
Saya pernah melihat dari internet mengenai petunjuk perawatan strawberry, lalu saya kasihlah jerami disekeliling tanamannya, katanya sih untuk menghindari evaporasi. Setelah buah strawberry mulai bermunculan, jerami-jerami tersebut sangat berguna loh! Jadi buahnya tidak menyentuh tanah langsung, buah stroberi tidak kotor kena tanah.
Ternyata belakangan ini, di sekeliling kebun rumah saya, bermunculan banyak tanaman seperti pohon strawberry yang saya beli, saya bertanya ke suami, wah ternyata di sekeliling sepetak kebun rumah kami, banyak strawberry liar. Hmm sebenarnya bukan liar kali ya, sepertinya dari pengontrak rumah sebelum kami yang menanam 😉 . Nah beberapa tanaman strawberry liar tersebut saya pindahkan, dan saya satukan di kebun saya, supaya tidak berserakan agar rapih begitu.
23 Mei saya buat video singkat, karena saya liat sudah ada satu strawberry yang buahnya mulai berwarna merah. Walau ukuran kecil, warnanya sudah merah, berarti dalam beberapa hari siap dipanen ya ;-).