Tag: visa schengen

  • Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman. Pada postingan sebelumnya saya menceritakan pengalaman mama mengurus visa schengen sendiri (Baca : Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri) maka kali ini saya ingin menjelaskan mengenai berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen (melalui kedutaan Jerman). Jenis visa kunjungan masa tinggal hingga 90 hari.

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Visa kunjungan bisa kunjungan teman atau keluarga jadi yang apply visa menyertakan Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan dari Jerman.

    Walau tidak ada surat undangan, saat ini urus visa turispun tidak susah ko, asal berkas yang dibutukan disiapkan dengan lengkap. Syarat Visa Turis tujuan Jerman klik : Visa Schengen Jerman – Turis .

    Berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen melalui kedubes Jerman:

    Yang disiapkan mamaku:

    Paspor. Minimal masa berlakunya 6 bulan. Kalau punya paspor lama harap dibawa juga karena petugas akan melihat riwayat perjalanan sebelumnya.
    Kopi KTP
    Foto Biometris berwarna dengan latar belakang putih atau abu-abu muda, ukuran 3,5cm x 4,5 cm. Wajah harus sebesar 80% dari ukuran foto. 1 foto ditempel di formulir permohonan visa sebelah kanan atas dan 1 foto disisipkan.

    Contoh Foto Biometris bisa lihat di (klik): https://www.bundesdruckerei.de/sites/default/files/sample_photos_for_id-documents.pdf

    Mama bikin foto biometris di Jalan Haji Agus Salim, Menteng Jakarta Pusat. Pokoknya dekat Gondangdia dan Sarinah. Di lokasi tersebut banyak studio foto untuk berbagai kedutaan.

    Baca juga: Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Asuransi Perjalanan (Asuransi kesehatan perjalanan). Jumlah pertanggungan harus minimal 30.000,- Euro berlaku di wilayah Schengen. Polis berlaku selama ybs melakukan perjalanan. Mama saya akan tinggal di Jerman selama 90 hari, kami beli polis asuransi AXA. Travel tempat beli asuransi menyarankan lebih baik beli polis yang berlaku 1 tahun karena harganya lebih murah, yakni 135 USD, sedangkan asuransi yang berlaku 90 hari saja harganya 160 USD. Hanya kopiannya yang disertakan di berkas apply visa, aslinya pegang dan diperlihatkan saja ketika wawancara.

    Tujuan perjalanan. Keterangan mengenai tujuan perjalanan harus ditunjukkan dengan berkas-berkas yang sesuai, terutama:
    I. Untuk kunjungan keluarga atau saudara: Bukti hubungan keluarga : Akte lahir, akte nikah atau buku nikah, kartu keluarga.
    II. Untuk kunjungan kerabat / teman: Petunjuk mengenai hubungan kekerabatan atau pertemanan: Surat menyurat antara pemohon dengan pengundang Keterangan mengenai lamanya atau jenis pertemanan (melalui telefon, keterangan mengenai pertemuan dll).

    Baca juga: Cerita Seru Tinggal di Jerman
    Untuk hal ini saya memberikan kopi akte nikah saya untuk mama sertakan dalam berkas visanya. Sebagai pengundang adalah Frank suamiku. Mama kalau tidak salah bawa kartu keluarga juga, jadi tertera saya sebagai anaknya yang menikah dengan wn. Jerman.

    Tulisan Terkini

    Reservasi tiket pesawat yang belum dibayar. Sudah beli tiket dari Januari 2014 padahal berangkatnya Juli. Riskan banget kan kalau visa tidak disetujui, repott ngurus tuh tiket, Puji Tuhan sih visa mama disetujui. Soalnya kalau beli tiket dekat tanggal keberangkatan ya mahal banget! 😀 .
    Foto kopian rekening tabungan 3 bulan terakhir. Sebenarnya kalau sudah ada surat jaminan dari Jerman (Verpflichtungserklärung) tidak butuh lagi rek tabungan mama, ya disiapkan saja daripada di tanya petugas “mau ke luar negeri ko tidak punya duit???” saya pernah nguping ada petugas nyindir begitu .
    Surat keterangan kerja dengan keterangan gaji (asli dan fotokopi). Mama tidak menyertakan ini karena statusnya ibu rumah tangga.
    Bukti aset tidak bergerak (sertifikat rumah). Kalau punya bawa saja sebaga bukti pendukung finansial.
    Mengisi formulir Visa Schengen Jerman http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4004566/Daten/3547935/C0__Formulir_Pemohonan.pdf

    Jika linknya patah/tidak berfungsi. Silakan masuk ke :
    http://www.jakarta.diplo.de
    • Pilih bahasa Indonesia (lihat bagian atas tengah)
    • Ketentuan-ketentuan Visa (lihat sisi kiri)
    • Pilih visa yang Anda inginkan (lihat sisi kiri)

    Berkas yang disiapkan pihak pengundang di Jerman (jenis visa kunjungan):

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Mengurus visa selalu membuat saya ketar-ketir, baik mengurus visa anggota keluarga maupun saya sendiri. Ketakutan sendiri kalau visanya tidak disetujui 😀 jadi sering de javu ingat pengalaman buruk pertama kali apply visa Belanda tahun 2009 (Baca: Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda). Bukan hanya sekali namun dua kali pengalaman deg-deg an menunggu kepastian apakah visa saya disetujui atau ditolak.

    Pertama kali yang visa Belanda tersebut tahun 2009 pengalaman buruk kedua ketika mengurus long stay visa Jerman melalui kedutaan Jerman di Swiss. Saat itu saya kan ogah harus pulang ke Indonesia untuk mengurus visa Jerman (mahal tiket PP Indonesia – Jerman nya). Ketika itu izin tinggal di Swiss hampir berakhir mepet banget (izin tinggal saya sisa 2 minggu an). Petugasnya judes bilang untuk long stay visa butuh waktu 2-3 bulan memang benar sih kalau urus dari Jakarta ya butuh waktu tersebut 🙁 .

    Puji Tuhan, ajaib dalam waktu seminggu atau 10 hari kerja, pokoknya sebelum izin tinggal di Swiss saya berakhir tuh visa Jerman keluar 😉 .

    Jadi saya sudah 3 tahun belum pernah mudik ke tanah air 😳 .

    Segitu ya sedikit cerita pembukaan mengenai mengurus visa. Kali ini saya mau menceritakan pengalaman mama saya mengurus visa schengen melalui kedutaan Jerman di Jakarta. Status mamaku ibu rumah tangga, sehari-hari mengurus (mengawasi 2 cucu yang usianya 5 dan hampir 2 tahun). Jadi walau hanya ibu rumah tangga bukan pegawai kantoran bisa tembus ko tembus visa schengennya. Tidak pakai surat keterangan kerja, wong ibu rumah tangga 🙂 .

    Seperti yang kalian tahu saya akan melahirkan pertengahan Juli ini. Nah pengen dong mama tercinta ada disampingku, menemani saya selama saya lahiran dan mengurus si kecil. Jadi mama akan tinggal selama 90 hari Jerman. Waktu 90 hari tersebut batas maksimum visa schengen. Kalau mau tinggal lebih dari 90 hari ribet tetek bengeknya harus ada sertifikat lulus ujian A1 Bahasa Jerman, pusing deh mamaku kalau harus kursus bahasa asing. Jadi ya 90 hari juga sudah bagus lah ya.

    Mama saya sudah pernah datang ke Jerman 2 tahun lalu, bersama ayah dan salah satu adik saya Roy. Saat itu mereka hanya tinggal 2 minggu di Jerman untuk menghadiri pemberkatan pernikahan saya. Saat itu sih lancar jaya mengurus visa schengennya, dalam 3 hari visa sudah ditangan. Mungkin karena durasi tinggal juga tidak lama kan hanya 2 minggu, jadi gampang deh disetujui :mrgreen: .

    Nah mengurus visa yang baru ini yang pengen tinggal 90 di Jerman pakai sedikit drama. Saya heran dong biasanya kan hanya butuh 3 hari, lah ko si mama disuruh datang ambil visanya setelah 4 hari kerja.

    Datanglah mama di tanggal yang disuruh 18 Juni 2014, mamaku menunggu selama 2 jam dengan berpanas ria di depan kedutaan. Petugas bilang visanya belum selesai gubrakk.com . Saya beneran ketar-ketir selama beberapa hari karena sudah beli tiket dan 2 minggu lagi tanggal keberangkatan.

    Malamnya saya minta Frank email ke kedutaan, pakai bahasa Jerman intinya supaya cepat gitu hehe. Kali aja kalau orang Jermannya (pengundang) yang nanyain status visa akan dapat jawaban.

    Isi emailnya seperti dibawah ini. Oh ya form buat kirim email petugas visa ada di website kedutaan Jerman http://www.jakarta.diplo.de

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Surat Cinta untuk nanyain visa mamaku
    Surat Cinta untuk nanyain visa mamaku

     

    Isi emailnya bilang kalau mama saya datang di tanggal yang ditentukan untuk ambil visa, ternyata visanya belum selesai. Padahal mama saya sudah bawa semua berkas yang dibutuhkan, termasuk Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tempat tinggal pengundang.

    Besoknya kami dapat jawaban emailnya, yang jawab orang Jerman (ketahuan dari namanya). Intinya mama harus menunggu karena kedutaan Jerman belum dapat jawaban dari Berlin apakah visa disetujui atau tidak. Belakangan banyak sekali yang apply visa ke Eropa dan harus di diperiksa dahulu apakah visa layak dikeluarkan bagi ybs atau tidak.

    Jawaban Email dari Kedutaan Jerman. Disuruh Nunggu visanya
    Jawaban Email dari Kedutaan Jerman. Disuruh Nunggu visanya

     

    Catatan dari kedutaan: Dokumen yang sudah lengkap tidak memberikan jaminan diperolehnya Visa Schengen

    Waktu kan tidak bisa menunggu, makin mepet ke tanggal keberangkatan 5 Juli. Saya makin senewen ketika mama nanyain „bagaimana sudah dapat jawaban belum dari kedutaan?“. Koper mama sudah penuh dengan titipan-titipan saya hehe sayang banget kan kalau gagal terbang, termasuk bingung ngurus tiket yang sudah dibeli, entah di potong separuh atau hangus belum cari tahu pasrah.com .

    Frank mengirim email pertanyaan ke kedutaan tanggal 19 Juni 2014. 2 atau 3 hari kemudian saya minta email lagi nanyain, eh doi tidak mau “sudahlah nunggu aja, kata petugasnya tunggu jawaban dari Berlin” . Ada satu hari saya tidak bisa tidur semalaman. Mana ada di kamus petugas di Indonesia akan baik hati menghubungi kita? Ada juga kita yang harus aktif ngejar-ngejar jawabannya, iya kan??? 😀 Ya kalaupun ada petugas (baik hati) yang telp berapa persenlah.

    Daripada stres melulu tidak bisa tidur nyenyak, saya kirim emaillah (pakai bahasa Indonesia) pilih form bahasa Indonesia. Kalau sudah dapat status misal visa ditolak, kalau ada waktu 2-3 hari kan bisa cancel pesawat dengan harapan tiket tidak hangus. Pikiran positif negatif, saya usahakan lebh besar pikiran positifnya ya doong 😀 .

    Surat Cinta kedua untuk nanyain status Visa mama. isinya agak lebay gpp yang penting tenang kalau sudah dijawab
    Surat Cinta kedua untuk nanyain status Visa mama. isinya agak lebay gpp yang penting tenang kalau sudah dijawab

     

    Kenapa mepet ngurus visa dengan tanggal keberangkatan?.
    Sebenarnya ga mepet loh, saya sudah perkirakan waktunya ko. Bisa mulai mengurus visa 3 bulan sebelumnya. Saya pikir dua bulan sebelumnya ngurus cukuplah.

    • Frank urus surat Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tanggal 17 April 2014. Bayar 25 Euro.

    • 22 April 2014 kirim dokumennya ke Jakarta (ke alamat mama) bersama kopi paspor Frank, slip gaji doi 3 bulan terakhir, surat kontrak rumah kita. Dokumen kirim menggunakan pos tercatat (einschreiben) jadi kalau hilang/berkas tidak sampai tujuan bisa komplain dan dapat penggantian uang. Soalnya tuh surat Verpflichtungserklärung bikin 25 euro kalau hilang apes dong 😛 . Gile baru sampai 2 minggu kemudian. Sebelum berkas sampai saya belum berani daftarin mamaku secara online untuk bikin visa. Ntar sudah dapat tanggal repot kalau berkas dibutuhkan belum ditangan.

    • Kangettt waktu lihat jadwal bikin janji online bulan Mei hingga awal Juni sudah penuh tanggalnya. Orang-orang banyak duit ya pada mau jalan-jalan ke Jerman ? hahaha atau yang mau sekolah ?. Akhirnya ada satu tanggal nyempil masih kosong, yakni 12 Juni 2014 jam 9 pagi. Puji Tuhan dapat daftarin mamaku.

    • Mama datang/ngurus visa sendiri ke kedutaan, diantar adikku Andre yang sekalian pergi kerja. Kata mama petugasnya tidak banyak nanya. Cuma ditanya tujuan ke Jerman, ada siapa di Jerman?. Petugas bilang visa bisa diambil tanggal 18 Juni 2014.

    • Rencana keberangkatan 5 Juli 2014, kembali ke tanah air 2 Oktober 2014. Tanggal 18 Juni belum keluar visanya stres lah saya 😥 .

    Beberapa hari kerjaan saya google mengenai pengalaman orang-orang yang mengurus visa Jerman :
    Walaupun ada Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan. Surat sakti tersebut tidak menjamin visa disetujui.
    • Ada yang minta masa berlaku visa 14 hari, cuma disetujui 7 hari. Padahal ybs sudah booking tiket dan penginapan di Eropa.

    • Ada wanita yang apply visa stay 90 hari. Ditanya petugas „memang bisa cuti kerja 3 bulan?“. Di Indonesia jatah cuti cuma 2 minggu kan?. Nah ybs bilang dia kerja sama abangnya, jadi bisa dong. Jujur itu menyakitkan yaaa hehe ternyata visa ybs di tolak. Eh ada pacarnya (orang Jerman) nunggu di luar kedutaan, pengen ngomong langsung dengan petugas. Awalnya kaga boleh masuk. Biar kata ada pacar orang Jerman ga jaminan loh visa disetujui. Yang dikuatirkan petugas yg bikin visa kaga balik lagi bo ke tanah air klo blang status pengundang pacar. Tapi ada juga yang lolos sih, entahlah tergantung mood petugasnya kali yaa.
    • Ada yang apply visa 90 hari ditolak alasannya “alasan kedatangan ke Jerman tidak jelas”. Padahal ybs sudah pegang surat sakti Verpflichtungserklärung dari keluarga di Jerman.

    • Kalau ada pengalaman kalian boleh ditambahkan ya.

    Dalam kasus penolakan visa, pemohon akan diberitahu alasan dasar penolakan visanya. Pemohon bisa mengajukan keberatan secara hukum atas keputusan penolakan dari Kedutaan tersebut. Capee ngurus lagi dari awal.

    Visa ditolak

    Penolakan – apa yang harus dilakukan? silakan baca http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01_20Visa/04ablehnung/ablehnung.html

    Jadi saudara-saudara visa mama saya sudah disetujui. Puji Tuhan! Tanggalnya persis seperti yang kami inginkan (masa tinggal di Jerman 90 hari) jadi tidak perlu ubah tiket. Senangg bangettt!. Email lebay saya ke petugas visa dijawab keesokkan harinya, dibilang visa sudah bisa diambil. Baru bisa tenang dengan sempurna pas mamaku sudah pegang paspornya dan visanya tertempel manis 🙂 . Mamaku dikasih jenis visa multiple entry, artinya kalau mau keluar wilayah schengen misal mau jalan-jalan ke London nah bisa masuk lagi ke negara schengen. Tidak sempat lagi mengurus visa selain schengen, udah dapat ini saja sudah senang deh.

    pengalaman mengurus visa schengen
    Visa Schengen Jerman. Mama Tercinta kunanti kedatanganmu hehe

     

    sorry fotonya burem, adikku potret pakai hp

     

    Mengenai syarat-syarat membuat visa Schengen melalui kedutaan Jerman, nanti akan saya susul postingannya ya. Sebenarnya bisa juga baca di website kedutaan sudah jelas sih disana http://www.jakarta.diplo.de

    Oh ya beberapa hari lalu saya baca ketentuan baru pengurusan visa schengen. Awalnya hanya butuh 3 hari kerja, mulai akhir Juni 2014 untuk pengurusan visa schengen membutuhkan waktu 10 hari kerja. Entahlah hanya berlaku di kedutaan Jerman atau juga di kedutaan negara lain. Untuk musim panas begini jadwal bikin janji (online) padat sekali, jadi yang mau urus visa usahakan urus jauh-jauh hari.

    Mengurus Visa Schengen Jerman Butuh 10 hari kerja. Ketentuan baru per akhir Juni 2014
    Mengurus Visa Schengen Jerman Butuh 10 hari kerja. Ketentuan baru per akhir Juni 2014

     

    Baca juga:
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)
    Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D)
    Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia
    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg
    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda

  • Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen

    Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen

    Liechtenstein Kini Termasuk Negara Schengen. Kebetulan lagi melihat-melihat website salah satu kedutaan, baru tahu ternyata kini ada anggota baru negara-negara Schengen, yakni negara yang bernama Liechtenstein. Liechtenstein mulai bergabung menjadi anggota negara-negara Schengen pada 19 Desember 2011. Maka total anggota negara-negara Schengen kini menjadi 26 negara. Negara-negara tersebut adalah :

    1. Austria
    2. Belanda
    3. Belgia
    4. Ceko
    5. Denmark
    6. Estonia
    7. Finlandia
    8. Hongaria
    9. Islandia
    10. Italia
    11. Jerman
    12. Latvia
    13. Lituania
    14. Luksemburg
    15. Malta
    16. Norwegia
    17. Perancis
    18. Polandia
    19. Portugal
    20. Slovakia
    21. Slovenia
    22. Spanyol
    23. Swedia
    24. Yunani
    25. Swiss
    26. Liechtenstein

    Kini jika Anda punya visa schengen, Anda bisa berkunjung ke 26 negara-negara diatas, dan juga silakan kunjungi Liechtenstein ya ;-).

    Beberapa point yang menarik untuk disimak mengenai Liechtenstein, antara lain:

    • The Rhine in Balzers; view on the Gonzen (Foto: wikipedia.org) Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen
      The Rhine in Balzers; view on the Gonzen (Foto: wikipedia.org)

      Liechtenstein beribukota kan Vaduz, adalah negara terkecil keempat Eropa, setelah Vatikan, Monako, dan San Marino. Liechtenstein adalah sebuah negara pegunungan ganda terkurung daratan di Eropa Tengah. Luas negaranya kurang lebih 120 kilometer persegi yang, terletak di tepi timur Sungai Rhein, di antara negara Austria dan Swiss. Diperkiraan populasi penduduknya hanya 35.000 jiwa. Kota terbesar di Liechtenstein adalah Schaan. Liechtenstein memiliki utang eksternal terendah di dunia. Liechtenstein juga memiliki tingkat pengangguran terendah kedua di dunia sebesar 1,5% (Monaco adalah pertama).

    • Segala urusan luar negeri negara berbahasa Jerman ini diurus oleh Swiss. Liechtenstein terkenal pula dengan jasa perbankan dan mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata, terutama penjualan prangko. Mata uang negara ini sama dengan Switzerland, yakni Swiss franc (CHF).

     

    • Government Building, Vaduz, Liechtenstein – Seat of Government and Parliament. (Foto: wikipedia.org)

      Liechtenstein adalah negara kecil, namun kaya (berdasarkan GDP per kapita). Dikenal sebagai negara kerajaan karena merupakan monarki konstitusional yang dikepalai oleh seorang pangeran. Liechtenstein dibagi menjadi 11 kotamadya. Kebanyakan dari wilayahnya adalah pegunungan, sehingga olahraga musim dingin menjadi yang utama. Negara ini memiliki sektor keuangan yang kuat terletak di ibukotanya, Vaduz, dan telah diidentifikasi sebagai surga pajak. Liechtenstein adalah anggota dari Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa dan bagian dari Wilayah Ekonomi Eropa, dan anggota Wilayah Schengen tetapi tidak tergabung dengan Uni Eropa.

    • Pajak usaha yang sangat rendah (terendah di Eropa), tarif pajak maksimum 20% Liechtenstein juga menghasilkan pendapatan dari Stiftungen (“yayasan”), yang merupakan entitas keuangan diciptakan untuk meningkatkan privasi kepemilikan keuangan asing bukan penduduk. Yayasan ini terdaftar atas nama sebuah Liechtensteiner.
      • Äule Street, Vaduz, Liechtenstein (Foto: wikipedia.org)

        Liechtenstein adalah produsen besar keramik dan merupakan produsen terbesar di dunia dari pembungkus / kulit sosis, unit penyimpanan kalium dan gigi palsu. Industri lainnya termasuk elektronik, tekstil, manufaktur logam, peralatan listrik, baut jangkar, kalkulator, farmasi, dan produk makanan. Perusahaan internasional dan perusahaan terbesar adalah Hilti, produsen sistem pengikat langsung dan high-end alat-alat listrik. Liechtenstein memproduksi gandum, barley, jagung, kentang, produk susu, peternakan, dan anggur. Pariwisata menyumbang sebagian besar perekonomian negara.

     

    Heliport in Balzers, Liechtenstein. In the background the castle Gutenberg and Liechtenstein Alps (Foto: wikipedia.org)

     

    Liechtenstein tidak memiliki bandara. Bandara besar terdekat adalah Zürich Airport di Swiss (130 km/80 mil melalui jalan darat). Bandara kecil terdekat adalah St Gallen Bandara (50 km/30 mil). Ada heliport kecil di Balzers di Liechtenstein yang tersedia untuk penerbangan helikopter carteran.

     

    • Kepolisian Liechtenstein bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban dalam negeri. Badan kepolisian terdiri dari 87 petugas lapangan dan 38 staf sipil, sebanyak 125 pegawai. Semua petugas dilengkapi dengan senjata ringan. Negara ini memiliki salah satu tingkat terendah di dunia kejahatan. Penjara Liechtenstein sedikit, jika ada, narapidana dengan masa tahanan lebih dari dua tahun akan ditransfer ke yurisdiksi Austria. Kepolisian Liechtenstein mempertahankan perjanjian trilateral dengan Austria dan Swiss yang memungkinkan kerja sama lintas perbatasan antara pasukan polisi dari tiga negara.Moto negara Liechtenstein : Für Gott, Fürst und Vaterland (For God, Prince and Fatherland). Jadi kepengen tinggal di Liechtenstein, sepertinya negaranya tenang, tenteram, damai sentosa. Kira-kira ada warga Indonesia yang menetap disanakah? 😉 .Sumber: wikipedia.org

       

      Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui

    Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui

    Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui. Terbukti benar, kalau sekarang pengurusan visa schengen lebih mudah dan tidak pakai ribet, asal semua syarat-syarat dipenuhi. Kalau dulu pengurusan visa schengen memakan waktu 12 hari kerja, maka per Januari 2012 pengurusan visa schengen hanya butuh 3 hari kerja.

     

    Ceritanya orangtua dan adikku, Roy mengurus visa schengen tujuan Jerman. Sebulan sebelumnya suamiku membuat surat undangan istilah bahasa Jermannya verpflichtungserklarung dari kantor imigrasi Jerman (kami apply di Rathaus), kemudian booking penginapan tempat keluargaku akan tinggal selama di Jerman. Saya yang melakukan reservasi secara online untuk apply visanya. Untung masih ada hari dimana ada tiga jam berurutan yang kosong, jadi keluargaku bisa datang bersamaan 😉 .

    Konon rumornya pengurusan visa schengen itu susah dan ribet, banyak yang ditolak, apalagi yang paspornya masih polos, apalagi ibu rumah tangga yang tidak bisa bikin surat keterangan kerja. Ternyata semua itu tidak benar tuh: mama, ayah dan adikku paspornya masih kosong, polos belum ada satupun lembaran visa tertempel di paspor mereka.

    Mereka menghadap ke kedutaan di hari senin 12 Maret 2012, barusan ini saya cek visa Jerman mereka (dari scan-annya) wah suprise banget pas lihat, ketiganya dikasih “Multipel entry” visa. Baru pertama kali ke Eropa mereka sudah dikasih “Multipel entry”, saya bilang deh ke adikku Roy, “eh bisa keluar masuk negara schengen tuh, kalau mau ke London (urus visa UK) trus masuk Jerman lagi atau negara-negara luar schengen lainnya“. Can’t wait to meet them! 😉 .

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

error: Content is protected !!