Tag: suka duka ngeblog

  • Serasa Jadi Customer Service Blog

    Serasa Jadi Customer Service Blog

    Selama blog saya ditutup komentarnya dari agustus 2015 tahun lalu, setiap hari saya menyediakan waktu 2-3 jam di pagi hari untuk membalas email masuk. Saya bangun jam 6.10 saat bapaknya Benjamin pergi kerja, ambil segelas kopi yang sudah disediakan suamiku tersayang dan langsung duduk manis didepan komputer untuk kerja online.

    Kalau Benjamin bangunnya lebih awal ya bubarlah kerjaan saya. Biasanya saya angkat Ben dari tempat tidurnya sekitar jam 8 atau 9, kalaupun dia sudah bangun jam 7 seringnya tenang main sendiri sampai saya datang. Di boks nya Ben memang saya taruh beberapa mainan supaya dia main sendiri dulu sampai saya ke kamarnya.

    Thanks God Ben seringnya jadi anak manis jadi saya bisa mengerjakan aktifitas saya dulu. Tidak melulu jadi anak manis sih, kalau sedang suka peran pemberontak, si Ben akan minta naik ke atas meja, ya pasti saya tidak bisa kerja, karena dia akan ganggu pegang segala macam benda diatas meja.

    Lain waktu dia akan tarik baju saya atau tarik tangan saya dan bilang: “mamam mamam..” sambil mengajak saya ke dapur, entah minta biskuit, minum atau sekedar caper (cari perhatian) saja supaya saya bermain bersamanya.

    Saat saya membaca atau membalas email masuk, sebisa mungkin saya ingin suasana hati saya sedang bagus (bahagia), karena banyak sekali yang ditanyakan tema itu lagi .. itu lagi, yang sering membuat saya jenuh.

    Sebisa mungkin saya membalas email masuk, namun maafkan untuk balasan ketiga, keempat dan seterusnya kadang saya sering lupa atau bahkan lebih mengutamakan mereka yang baru pertama kali mengirimkan email kepada saya.

    Untuk email minta bule langsung saya delete haha. Saat saya sedang baik hati ya sering juga saya arahkan untuk membaca tulisan saya mengenai online dating dimana saya dan bapaknya Benjamin bertemu.

    Pertanyaan mengenai visa, sekolah ke Jerman, kerja ke Jerman, cari jodoh orang asing dan bahkan mengenai hobi berkebun yang menjadi tema begitu banyak email masuk setiap harinya. “.. Kenapa ga cari jawabnya di google sih, pasti ada deh, ga perlu tanya saya kan untuk pertanyaan begitu aja !. Begitu kadang saya ngedumel sendiri.

    Sepertinya google selalu berpihak ke saya kali ya, menaruh artikel saya pada halaman depan, jadi banyak orang itu masuknya ke blog saya ini. Jujurlah saya pasti mengalami fase jenuh untuk urusan membalas email *jenuh tapi bahagia <3 .

    โ€ข Tema pertanyaan kerja ke Jerman itu topik saya tidak tahu bagaimana menjawab dengan baik supaya kalian mengerti karena saya datang ke Jerman bukan untuk bekerja dan saat inipun tidak bekerja, jadi tidak tahu bagaimana kalau ada yang ingin kerja ke Jerman. Kalau kalian (pembaca) ada yang bisa jawab mohon informasinya dong, siapa tahu saya bisa buat rangkuman singkat buat yang nanya-nanya.

    โ€ข Tema sekolah/kuliah ke Jerman saya sudah buat rangkuman hasil dari membaca kaskus di forum khusus Jerman, jadi kalau ada yang nanya ya saya suruh baca linknya.

    Baca juga: 101 Tips Kuliah Kuliah ke Jerman

    โ€ข Tema berkebun, belum lama ini saya pernah kesal. Berkebun itu kan berdasarkan pengalaman masing-masing orang ya, namun ada benang merahnya, misal kalau kaktus ditanam di negara manapun pasti sama perawatannya, yakni tidak boleh banyak disiram!. Setelah saya bolak balik menjawab pertanyaan dia di inbox sosmed, ujungnya ko saya baru sadar sudah menghabiskan waktu untuk berdebat. Coba masah bunga petunia disamakan dengan tanaman kangkung dan adenium? Yang katanya tidak masalah disiram banyak.

    Tema berkebun ini sangat amat luas, seluas samudra, kalau saya punya pengalaman ya saya kasih tahu, kalau tidak punya pengalaman ya silakan cari sendiri jawabannya. Suka berkebun HARUS rajin upgrade ilmu bisa lewat internet atau majalah berkebun ๐Ÿ™‚ .

    Baca juga: daftar postingan berkebun saya

    โ€ข Tema visa. Pertanyaan mengenai visa juga macam-macam, ada visa turis ybs mau mengunjungi pacar, dengan visa turis bisa tidak untuk menikah?, jujur atau bohong kalau ditanya atas undangan pacar ke Jerman? Eh jujur ternyata visanya ditolak. Bagaimana kalau visa ditolak. Asuransinya bagaimana, dan 101 pertanyaan lainnya.

    Baca juga: category/pengajuan visa paspor dokumen lainnya

    โ€ข Tema mix marriage, tergantung suasana hati saya nih, kalau lagi bad mood ya kesal kalau saya dianggap paranormal, misal cowo Jerman itu pelit ya? saya jawab dalam hati saja: “katanya cewe asia mata duitan?”. Pria Jerman cuek ya kak?. ” .. ya kalau sudah ditolak kamu nya masih nyosor ya dicuekin aja toh“. Bagaiman tahu bule yang baik, bagaimana tahu bule serius sama kita, bagaimana tahu bule scammer atau tidak, bagaimana kekep si bule haha, kalau penghasilan sekian cukup bagus ga?. “.. yaelah mana ada penghasilan/duit yg cukup, gaji besar pengeluaran juga tidak kalah besar“. Kenalin dengan teman kk dong, bosan join online date ketemu scammer melulu, “yaelah teman saya nenek-nenek semua tuh, apa saya tanya aja ke para nenek tsb kali aja punya cucu?” ๐Ÿ˜€ . Banyak pertanyaan unik-unik mengenai tema ini saya sampai bikin banyak catatan khusus pengen membahasnya di blog, cuma satu kekurangan saya KURANG WAKTU hahaha.

    Baca juga: category/mixed marriage

    โ€ข Tema suka sama blog kk, suka sama tema berkebun, tema Jerman dll, nah email model begini saya suka deh, gampang kan menjawabnya, dimana saya tidak dianggap paranormal atau agen konsultasi ๐Ÿ˜€ .

    Makanya diatas saya bilang sebisa mungkin saat saya membaca dan ingin membalas email, saya ingin suasana hati saya lagi baik, karena kalau lagi bad mood saya bakalan jadi pemilik blog yang judes. Puji Tuhan seingat saya belum pernah judes saat membalas email kecuali ke anak muda yang namanya E tobat deh kalau sama kamu Eddd. Saya tidak perduli kalau ke dia, kalau mau marah ya pasti saya marah besar haha.

    Belakangan saya berpikir, para blogger otomatif ada satu yang saya ingat sehari blogger ini dapat pageviews 1 JUTA, apa dia dapat surat pembaca yang lebih gilaa banyaknya dari saya?.

    Kata bapaknya Benjamin saya disuruh minta 1 eur tiap kali balas email, haha saya bisa kaya raya kalau lakukan hal tersebut. Suamiku ini bilang layani aja yang mau beli bibit tanaman, yaa saya nyengir tiap kali dia ngomong begitu ๐Ÿ˜† .

    Sangking banyaknya email yang saya balas, saya tidak pernah memikirkan apakah yang menerima balasan bilang terima kasih atau tidak, ya saya anggap saya sudah melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan. Lagipula buat apa bilang terima kasih kalau ternyata email panjang lebar saya tidak dibaca teliti dan langsung nanya lagi dan lagi. Bayangkan dong saya sudah kasih tahu link dimana dia bisa cari jawabannya dan dia nanya hal yang sama lagi ๐Ÿ™ . *emailnya sudah agak lama, yang baru kirim email jangan merasa tertuduh ya ๐Ÿ˜€ .

    Iya sih sekarang internet sudah murah ya jadi tidak masalah berulang kali kirim pesan, namun buat saya hal kecil begitu menjengkelkan karena menulis/membalas email butuh waktu loh.

    Januari 2015 saya baru buat form kontak blog. Email-email yang masuk melalui form kontak blog ternyata masuk jadi satu. Kalau saya buka dari tablet bisa buka satu persatu tapi saat dari komputer semua yang belum terbaca akan otomatis ikut terbuka, hal ini yang paling membuat pusing. Seperti pada foto dibawah lihat angka 300 itu semua dari form kontak. Kalau saya balas email ke dua atau ketiga saat ingat saya gunakan halaman baru jadi kalau dibalas masuk tersendiri.

    Serasa Jadi Customer Service Blog. Email-email yang masuk melalui form kontak blog ternyata masuk jadi satu
    Email-email yang masuk melalui form kontak blog ternyata masuk jadi satu

     

    Terkadang rasanya ingin menghilangkan form kontak dari blog saya ini, untuk sekedar break dan bisa fokus ke hal lain misal waktunya saya gunakan untuk menyapa para blogger yang sudah lama tidak saya sapa.

    Namun saya ingat tweet nya seorang blogger cumilebay.com yang intinya sih tanpa pembaca (pengunjung) blog, kita pemilik blog bukan apa-apa, daku lupa persisnya isi tweet dia, tapi begitu intinya. Makanya ya bener juga sih kalau bisa saya layani para fans yang email haha ya kenapa tidak kan.

    Bulan apa tepatnya saya lupa (tahun 2015), ada pria Jerman yang kirim email dalam bahasa Jerman, intinya katanya berkat blog saya pacarnya (orang Indonesia) jadi tahu tentang Jerman dan adat istiadatnya, ya tidak sampai detail banget pastinya ya, saya toh nulis dari sudut pandang saya sendiri dan yang saya lihat dalam keseharian.

    Nah itu email tidak saya balas, karena saya bingung setelah menulis 2 kalimat terima kasih mau bilang apa lagi. Bapaknya Benjamin saya suruh balas banyak tingkahnya gggrrhh, kalau yang nulis dalam bahasa Indonesia biar yang email dari pria sepertinya saya bisa aja ketemu topik buat ditulis daripada hanya ucapan terima kasih.

    Pas bapaknya Benjamin tanya lagi kalau saya sudah sebulan belum balas email si orang Jerman tuh doi agak marah, katanya itu yang email dari fans loh yang suka sama blog kamu, iihh intinya mirip banget kan sama tweet cumilebay kalau pembaca tuh adalah raja.

    Karena saya sudah terlalu banyak ngoceh, kalimat penutup nih ya. Terima kasih buat kalian yang sudah meluangkan waktu mengirimkan email buat saya. Sebisa mungkin akan saya balas, namun maaf kalau selalu lama baru dibalas, kalau saya tidak tahu yang ditanyakan sebisa mungkin saya carikan jawabannya, kalau tidak ketemu ya silakan cari sendiri ya.

    Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, terima kasih buat yang sudah setia mengikuti blog saya. Terima kasih sudah share tulisan-tulisan saya ke sosial media. Doakan saya selalu bahagia dan tulus hati menjawab pertanyaan (email/komentar) ke blog saya ini ๐Ÿ™‚ .

  • Ditunggu Kunjungan Baliknya yaaaa

    Ditunggu Kunjungan Baliknya yaaaa

    Ditunggu Kunjungan Baliknya yaaaa. Saya mau curhat, mau nyampah disini boleh ya. Pengen numpahin unek-unek biar plong ๐Ÿ˜€ .

    Dulu sekali tahun 2009 waktu saya mulai ngeblog, 2 tahun pertama siapa sih yang ngelirik blog saya ini. Siapa pula yang sudi berkomentar di blog ini, bahkan yang memberikan “like” juga tidak ada.

    Kemudian saya mulai baca-baca artikel tutorial blog, bagaimana meningkatkan trafik, bagaimana supaya blog ramai pembaca dan ramai yang kasih komentar juga. Ringkasan kemajuan blog saya tulis di trafik blog.

    Rajin blog walking, mulai dapat teman-teman baru dimana kami saling mengunjungi, saling berkomentar. Makin hari makin banyak teman-teman blogger saya. Trafik makin naik dari teman blogger maupun dari mesin pencari yang mengantarkan banyak sekali orang ke blog saya ini. Saat ini sekitar 800 page views (tiap hari kerja) saya dapatkan dari mesin pencari. 2000 Page views setiap hari sudah biasa.

    Ditunggu Kunjungan Baliknya yaaaa.
    Friendship (Foto: gettyimages)

    Senang? tentu saja!. Namun belakangan jadi beban juga loh buat saya. Apalagi postingan ramai komentar saya senang sekaligus stres hahaha. Blog saya tentunya belum seramai yang komentar di blognya Arman atau Bebe sih ๐Ÿ˜€ .

    Stresnya knapa?:
    โ€ข Banyak komentar tentunya harus dibalas satu persatu. Untuk menunjukkan penghargaan “rasa terima kasih” kepada yang sudah berkomentar. Iya kalau saya punya banyak waktu akan saya balas langsung semua komentar, bagaiman kalau saya tidak banyak waktu untuk nongkrong di depan komputer atau tidak punya cukup waktu memegang tablet berlama-lama?.

    โ€ข Stres karena tiap hari pasti terima email pribadi yang banyak. Kalau hanya butuh jawaban singkat gampanglah ya, bagaimana kalau email curhat yang butuh jawaban panjang lebar dari saya. (Kadang saya “sim salabim tidak ada email, jangan ada email masuk pleasee” ๐Ÿ˜† )

    Tipe email yang jadi sarapan atau makanan siang saya tiap hari:
    1. Misal curhat bagaimana cari jodoh bule, ko pacar bule (atau gebetan) saya begini, begitu, harus bagaimana nih kak?. Sudah join online datingnya, cara kerjanya bagaiamana?, cari bule yang baiknya bagaimana? Karena ketemu scammer melulu. Sudah ketemu jodoh lalu mau nikah, nanya cara ngurus suratnya ke saya juga, sudah saya kasih tahu buka tulisan ini, baca sebaik-baiknya disana, nanti dia nanya lagi!. Ko saya jadi seperti konsultan cari jodoh?.

    1. Bagaimana cara sekolah, kuliah dan kerja di Jerman. Ini kalau di jabarin macam-macam pertanyaannya bikin saya stres tingkat tinggi berkepanjangan. SAYA TIDAK SEKOLAH, TIDAK KULIAH BIDANG FARMASI dan TIDAK KERJA BIDANG FARMASI DI JERMAN. Kalau saya curhat (cerita) di blog mengenai tema tersebut ya itu impian saya, dan belum terwujud makkkk ๐Ÿ˜ฅ . Saya stress kalau ditanya-tanya melulu hiks. Sudah saya kasih tahu baca disini, disana. Join forum ini itu, nanti orangnya nanya lagi hiksss.

    Kalau mau kerja atau pindah ke Jerman, kamu tidak akan dapat visa kalau hanya โ€žya datang aja dulu ke Jerman, numpang si A, B atau C. Ada om saya bisa nampung katanya tinggal sama dia dulu, sekaligus bantu-bantu kerjaan dia di klinik. Urusan kerjaan nanti baru cariโ€œ. Hellooo saya kasih tahu ya, kamu tidak akan dapat visa. Visa PASTI DITOLAK kalau situasinya seperti itu. Kalau mau kerja harus sudah dapat surat kontrak kerja dulu dari perush di Jerman. Kalaupun sudah dapat kontraknya kamu akan berurusan dengan pihak tenaga kerja โ€œArbeitsamtโ€ Akan ditanyain ke kamu dan perusah yang terima kamu. โ€œKenapa ambil tenaga kerja dari luar Jerman? Apakah tenaga kerjanya tidak ada di Jerman? Kalau tidak ada baru dipertimbangkan keluarnya visaโ€.

    Belakangan banyak tenaga kerja perawat lansia didatangkan dari Cina kalau Vietnam banyak yang magang ke sini, karena Jerman kekurangan tenaga kerja.

    Saat ini 2,4 juta warga membutuhkan perawatan lansia, dan angka ini diperkirakan naik menjadi 3,4 juta pada tahun 2030 – dan lebih dari 100.000 pekerja terampil diperlukan. Menurut Badan Statistik Jerman, sekitar 950.000 orang saat ini bekerja untuk perawatan geriatrik di Jerman.

    (ngutip DW lengkapnya baca Jerman Tengok Imigran untuk Kerja di Panti Jompo dan Perawat Lansia dari Mekong)

    Jadi perawat lansia memang enak? tidakkk, sering sekali Frank bilang “..dasarr kerjaan brengsekkk”. Lain waktu saya ceritain kerjaan suamiku tercinta deh ya ๐Ÿ˜‰ . Kalau berminat cari kerja di Jerman silakan cari tahu sendiri ya, saya tidak akan jawab kalau ada yang nanya-nanya. Ko saya jadi seperti konsultan sekolahan atau kerja?.

    1. โ€œBerapa kelembapan udara di Jerman tiap musimnya?โ€œ (ditanyakan seseorang yang mau expansi bisnis ke Jerman kali ya). โ€žKalau bulan Februari sekitar jam 7 pagi masih gelap kah, soalnya mau kursus pagi atau siang aja baiknya ya?โ€œ. โ€žDari bandara Frankfurt ke Berlin, ke Belanda, ke Swiss naik apa, berapa lama, nginep dimana?โ€œ. โ€žContoh toko-toko dijalan ini jualan apa saja aja ya?โ€. Bahkan yang mau nulis novel nanya-nanyanya ke saya gubrak.com.

    2. Nanya-nanya visa, kenapa ditolak (kalau ditolak hanya petugas visa dan Tuhan yang tahu, knapa nanya ke saya hikss). Nanya-nanya cara nikah di Jerman, di Swiss, dan Negara lain, baiknya nikah di Indonesia atau di luar negeri?. Nikah beda agama tempatnya dimana, dinegara mana, bagaimana caranya?, bahkan contact personnya nanya ke saya juga. Padahal di tulisan dan website yang saya tunjukkan sudah ada informasinya, dibagian atas kiri atau kanan website.

    3. Nanya-nanya mengenai tanaman, kenapa begini, kenapa begitu. Didaerah panas cocoknya nanam apa?. Nah tipe email begini masih bisalah saya layani karena sesuai hobi saya. Itupun kalau yang ditanyakan sudah pernah saya alami (pengalaman).

    Masih banyak tipe emailnya, nanti kalau ingat saya tambahin deh ya, atau buat bagian II ๐Ÿ˜€ .

    Tipe-tipe email yang saya jelaskan diatas itu sebenarnya bisa cari jawabannya di google ko. Mengesalkan itu kalau kamu termasuk tipe yang malas membaca dan malas cari tahu sendiri. Gampang langsung nanya saja beres toh?.

    Saya sering curhat ke Frank, dan Frank tahu ko saya mauuuu yaaa balasin satu persatu email begitu ๐Ÿ™„ . Frank sampai berulang kali nanya loh โ€œkamu dapat duit ga kalau jawab-jawab email begitu banyak? Minta banyaran 1 euro kek per emailโ€. Bahkan pernah saya sindir seseorang yang berulang kali nanya-nanya melulu bahkan nanya tempat tinggal saya “mau kirim parcel kesaya?”. Sumprit deh saya tidak pernah menarik bayaran dari email yang saya jawab. Bahkan tidak menerima ucapan terima kasih juga tidak masalah kooo tapi sebel kan kalau ada yang email diujung kalimat “di tunggu segera balasannya!”. Kalau saya dibayar ya saya segera balas, tipe email seperti itu malah saya cuekin!.

    โ€ข Stres kalau yang berkomentar di blog saya menuntut โ€œditunggu kunjungan baliknyaโ€. โ€žMampir yaโ€œ sampai dikasih link tulisannya supaya mata saya bisa melihat jelas?? ๐Ÿ˜ฏ . Saya jawab komentar ybs, nanti begitu lagi โ€žditunggu kunjungannyaโ€œ.

    Padahal ya menurut saya โ€žkalau kamu sudah bisa berkomentar di blog seseorang apalagi blog yang ramai pengunjung dan tinggi trafiknya, itu sudah memberikan kesempatan orang lain untuk melihat id kamu toh? Bukan hanya si pemilik blogโ€œ.

    Belakangan kalau saya blog walking, beneran yaaa saya TIDAK MENGHARAPKAN segera dikunjungi balik dan dikomentari postingan saya oleh blogger dimana saya sudah berkomentar. Jika saya bisa berkomentar, maka saya sudah menitipkan id saya, nama blog saya di blog tersebut.

    Saya kasih tahu ya, saya menerima banyak sekali trafik dari blog yang saya komentari misal blog Bebe, Melissa, Noni, Arman, Sondang, Fascha, dll, silakan lihat foto dibawah ini, banyak sekali backlink yang mampir ke blog saya.

    Url atau Perujuk Penyumbang Trafik ke Blog Pursuingmydreams.com. Data 3 bulan Terakhir, data yang teratas saja ya, terlalu pajang hingga ke bawah
    Url atau Perujuk Penyumbang Trafik ke Blog Pursuingmydreams.com. Data 3 bulan Terakhir, data yang teratas saja ya, terlalu pajang hingga ke bawah

    Apakah dari yang punya blog? Apakah yang punya blog punya waktu mampir ke blog saya? TIDAK, mungkin yang punya blog sedang sibuk mengurus rumah tangga, sibuk kerja, sibuk mengurus bayi yang baru lahir dan kesibukan lainnya. Saya TIDAK mengharapkan dikunjungi balik, tapi teman-teman yang punya blog penasaran pengen tahu siapa sih saya dan saya mendapat banyak trafik lohhh ๐Ÿ˜‰ .

    Per 2 Maret 2014 follower blog saya berjumlah 1.017 (kalau teman-teman sosial media tidak termasuk angka tersebut ya) entah dari mana saja mereka hingga berjumlah 1.017 hehe. Saya senang banyak yang mengikuti blog saya, namun disisi lain saya harus berhati-hati menuliskan sesuatu yang pribadi, bahkan nama lengkap suami dan saya sudah saya hapus dari “About me” untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    Kalau kamu bertanya-tanya kenapa saya belakangan ini sering menutup akses komentar blog. Jawabannya karena saya tidak punya waktu banyak nongkrong di depan komputer, tidak punya banyak waktu untuk blog walking. Stres karena banyak yang sudah berkomentar di postingan saya BERHARAP kalau saya sesegera mungkin 1X24 jam segera berkomentar juga di blog mereka. Serasa saya berhutang ๐Ÿ˜ .

    Heloo apakah saya meminta kamu berkomentar di blog saya?. Nah daripada pusing jadi saya tutup akses komentar postingan saya. Padahal banyak juga teman-teman blogger yang tulus komentar di blog saya tanpa mengharapkan kunjungan balik kan? Hanya ingin berkomunikasi dengan saya bener kan? ๐Ÿ™‚ .

    Sepertinya nantinya disetiap akhir postingan tulisan akan saya berikan kalimat begini: โ€žSilakan berkomentar, namun yang mengharapkan kunjungan balik atau berharap saya akan berkomentar balik di blog kamu. JANGAN BIKIN KOMENTAR di postingan saya ini yaโ€œ salamdamai ๐Ÿ˜† .

    Baca Juga:
    โ€ข 5 Tips Etika Berkomentar di Blog
    โ€ข 3 Tipe Komentar yang โ€œGa banget deh!โ€
    โ€ข Tips Mendapatkan Lebih Banyak Trafik Blog

  • 3 Tipe Komentar yang โ€œGa banget deh!โ€

    3 Tipe Komentar yang โ€œGa banget deh!โ€

    3 Tipe Komentar yang โ€œGa banget deh!โ€. Tiba-tiba lagi dapat ide untuk membuat tulisan dengan judul diatas, karena sudah ada beberapa bukti pendukung juga. Bagi yang suka silakan di baca, yang tidak suka ya ditutup saja tulisan saya ini. Bagi yang tersinggung mohon maaf, yang santai-santai anggap sebagai hiburan dan lanjut membaca ๐Ÿ˜‰ .

    1. Promosi Diri

    3 Tipe Komentar yang Ga banget deh. Contoh Komentar Promosi Diri yang tidak akan saya loloskan. Inappropriate Commenst 2013
    Contoh Komentar Promosi Diri yang tidak akan saya loloskan. Inappropriate Commenst 2013

    Gile deh, dikira blog saya kolom biro jodoh?. Total komentar dari orang yang bernama Andy ini kira-kira ada 20 atau 30 ah saya lupa. Tidak satupun saya loloskan untuk tayang. 2 atau 3 kali, saya masih tertawa-tawa membacanya, sudah lebih dari 10 komentar mulai naik darah ๐Ÿ˜ฎ (untung tidak keluar tanduk dikepala) hihi.

    Saya email dong ybs (langsung bikin email baru karena tidak mau email pribadi saya di kotori dari orang tidak penting, kalau misal dijawab). Saya email beberapa kali tidak pernah dapat balasan, sepertinya email yg dia cantumkan fiktif.

    Komentar tidak layak tayang. Dimana Harga dirimu Andy, harusnya wanita yg cari pria mapan, lah kamu malah sebaliknya
    Komentar tidak layak tayang. Dimana Harga dirimu Andy, harusnya wanita yg cari pria mapan, lah kamu malah sebaliknya

    Saya cari di google untuk data dari email dan ip lokasi/internetnya. Kalau ip address sih tidak menjamin ybs tinggal di lokasi tersebut, bisa saja yang bersangkutan menggunakan ip address luar negeri, dan memang benar, ip address di Amerika tidak ada keterangan lain. *saya lagi kurang kerjaan kalau ngecek-ngecek begini haha

    Saya temukan data mengenai email dia, ketemu dimana? Di website esek-esek hahaha parah!. Ya dilihat dari komentar-komentar dia ketahuan lah tipe orangnya seperti apa.

    Hahaha saya sudah seperti detektif mencari tahu si pembuat komentar aneh. Foto kiri data ip address, kanan data email ybs dari google
    Hahaha saya sudah seperti detektif mencari tahu si pembuat komentar aneh. Foto kiri data ip address, kanan data email ybs dari google

    Tidak mau menerima komentar lagi dari si Andy ini, maka saya tandai dia sebagai โ€žspamโ€œ dan masukkan namanya ke โ€žDaftar Hitam Komentarโ€œ (dari Dasbor –> pengaturan/setting –> Diskusi). Saya juga menutup tulisan saya dimana si A ini gencar berkomentar.

    2. Komentar Terselubung

    Komentar Terselubung karena komentarnya masih relevan dengan tulisan maka saya loloskan
    Komentar Terselubung karena komentarnya masih relevan dengan tulisan maka saya loloskan

    Akhirnya saya meloloskan komentar diatas. Walaupun ybs mencantumkan toko online dia, bahkan namapun tidak nama sebenarnya, melainkan nama toko dia. Ya sudahlah saya loloskan komentarnya, karena ybs sudah menuliskan komentar yang panjang dan isinya juga sesuai dengan tulisan yang dikomentari.

    Komentar terselubung ini juga banyak macamnya, misal hanya kasih komentar โ€žartikel yang bagus Gan, ditunggu kunjungan baliknya ke lapakgue.wp.com atau โ€žPertamax, titip lapak ya nitiplapak.wp.comโ€œ ada lagi: โ€žboleh nih, salam blogging omโ€œ rumahlapak.wp.com yaelah dikira saya (pemilik) blognya om om??, haloo coba lihat โ€žaboutโ€œ pemilik blog dong sebelum komentar!. Saya sudah malaslah baca komentar begini, langsung saya tandai spam! ๐Ÿ˜ .

    3. Komentar yang Menyerang

    Komentar yang Menyerang. Terkadang saya jumpai banyak orang mau jadi dosen di dunia maya, salah tempat pak
    Komentar yang Menyerang. Terkadang saya jumpai banyak orang mau jadi dosen di dunia maya, salah tempat pak

    Maaf ya, saya minta maaf dulu nih. Kenapa banyak orang berlagak seperti dosen di dunia maya? ๐Ÿ™„ . Mau menilai tulisan orang lain, โ€œapakah tulisan Anda sudah lebih baik?โ€. Mau sok hebat apakah blog Anda sudah hebat?. Berapa PR blog Anda, berapa Alexa blog Anda?. Berapa komentar yang Anda terima pada tulisan-tulisan Anda?.

    Ciri-ciri / tipe orang yang suka menyerang tulisan blogger lain:

    untuk ke halaman berikutnya klik โ‡’ Next/Lanjut

error: Content is protected !!