Tag: pemandangan musim dingin

  • Akhirnya Turun Salju yang Awet

    Akhirnya Turun Salju yang Awet

    Memenuhi permintaan ibu hamil yang namanya Fenny, maka saya buatlah postingan tentang salju. Walau saljunya tidak terlalu tebal seperti di negara lain, ya paling tidak semoga bisa membuat penyuka salju bahagia dengan cerita saya ini 🙂 .

    Sebenarnya dari November 2015 tahun lalu sudah turun salju, tanggal 25 dan tanggal 28 Nov 2015 tepatnya dua kali turun salju (tahu pasti karena lihat tanggal video 😀 ) .

    Pada dua hari tersebut hanya salju tipis yang turun dan itupun salju basah yakni salju bersama air hujan jadi saat siang hari langsung cair saljunya.

    Video salju 28 Nov 2015

     

    Setelah hampir 5 tahun tinggal di Jerman, saya sudah tidak antusias lagi dengan salju karena lebih banyak ribetnya saat turun salju, tanaman saya juga banyak yang akan mati saat musim dingin 😥 . Kalau mau lihat salju tebal pengennya langsung ke gunung paling tinggi di Jerman saja ke Zugspitze, saat musim panaspun bisa melihat salju disana.

    Zugspitze adalah titik tertinggi negara Jerman. Tingginya 2.962 m. Puncak ini adalah bagian dari rangkaian Pegunungan Alpen yang membentang di perbatasan Jerman dan Austria (sumber : wiki).

    Buat kamu yang penasaran mau lihat salju saat jalan-jalan ke eropa, jangan datang saat musim dingin tidak asyik buat traveling, datanglah saat musim semi atau awal musim gugur, kalau tahan panas sampai 40 derajat c silakan datang saat summer 😀 . Bagi yang penasaran mau lihat salju ya pergi ke gunung es di Jerman atau Swiss 😀 seharian berdingin ria diatas puncak es dan hari lainnya bisa menikmati jalan-jalan tanpa perlu menggigil kedinginan .

     

    Video Salju Pertama di bulan Januari 2016

     

    Salju biasanya turun bulan desember sampai bulan Februari. Kalau sudah akhir februari tidak turun juga si salju, ya say goodbye berarti tunggu tahun depan hehe. Tahun 2015 lalu tidak ada white christmas, tahun lalu hangat sekali suhunya.
    Akhirnya salju yang lumayan awet datang di bulan Januari ini. Selain saljunya awet, suhu minusnya juga awet berhari-hari. Setiap kali mau keluar rumah saya selalu lihat termometer ruang dulu supaya tahu cara berpakaian yang tepat.

    Video Salju nya semakin tebal

     

    Hampir setiap hari Benjamin dan saya keluar rumah untuk menghirup udara segar. Si Ben akan kesal kalau sehari saja tidak melihat jalanan dan bus hehe, namun kalau suhunya minus ya kita keluar rumah setiap 2 hari sekali saja. Pernah kami jalan-jalan suhunya 3 derajat c sudah jam 12 kami berangkat, nih anak semakin rewel saat kami menunggu bus pulang. Ben sudah tidak bisa lagi duduk tenang di strollernya, lalu saya gendong depan berontak melulu, dibelakang saya ada dua orang yang sedang tertawa cekikikan tidak tahu menertawakan siapa, ngetawain anak saya yang tidak bisa diam? 😡 .

    Musim dingin begini saya bisa juga sensi haha. Anak rewel, cuaca dingin ditambah bus yang datangnya telat adalah kombinasi yang tepat buat mengeluh toh? 🙁 .

    Untung saja saya cepat sadar tidak lama mengeluhnya 😆 . Saya segera membayangkan orang-orang yang tinggal di Rusia atau Finland sana dimana lebih parah musim dinginnya, minus 20 minus 30 mereka tetap beraktifitas keluar rumah. Pekerja yang memperbaiki jalanan dekat rumah saya sudah beberapa hari masih bekerja juga, bagaimana rasanya berjam-jam bekerja di luar ruangan pada suhu minus?. Jadi rasanya tidak bijak toh kalau saya mengeluhkan keadaan saya yang cuma merasakan minus 5 ini 🙄 .

     

    Sampai saat ini, berikut ini adalah foto paling saya suka:

    Akhirnya Turun Salju yang Awet. Foto ini yang paling indah buat saya. Matahari bersinar cerah membuat hamparan salju terlihat manis kan :)
    Foto ini yang paling indah buat saya. Matahari bersinar cerah membuat hamparan salju terlihat manis kan 🙂

     

    Masih ada beberapa foto lainnya ..

     

    Postingan ini saya tutup dengan videonya Benjamin saat kami jalan-jalan 😉 .

    Video Benjamin jagoanku

  • Salju Tebal Akhirnya Datang Juga

    Salju Tebal Akhirnya Datang Juga

    Salju Tebal Akhirnya Datang Juga. Pada postingan sebelumnya, saya menuliskan kalau tidak ada white Christmas, hangat loh saat itu suhunya gggrrrr gregetan masah iya dua tahun salju ga sudi mampir ke daerah saya 😳 . Saya ingin cerita-cerita sih ngapain saja saya bersama keluarga di Jerman saat malam Natal dan pas hari Natal, hmm tapi nanti saja ya awal Januari 2015 ceritanya. Saya kumpulin foto-foto dan buat draftnya dulu.

    Lebih seru cerita mengenai salju tebal yang sedang melanda Eropa dulu nih. Pasti banyak yang penasaran pengen lihat salju kan? hayoo ngakuu. Walau hanya sebatas melihat foto-foto dan video singkat yang saya buat semoga kalian senang yaa 😀 .

    Salju Tebal Akhirnya Datang Juga. Mama ko norak sih ngapain potret Ben melulu, trus potret hujan es segala memang belum pernah lihat salju ya makk
    Mama ko norak sih ngapain potret Ben melulu, trus potret hujan es segala memang belum pernah lihat salju ya makk

     

    Jujur ya, entah mengapa banyak sekali orang-orang yang sangat antusias pengen melihat salju, pengen liburan pas salju tebal, pengen main ski, main perosotan di salju plus ajang foto-fotonya doong? hehe. Bahkan mama saya beberapa kali mengatakan pengen datang bersama adik saya pas musim dingin. Oh ya bahkan tadi pagi saya terima email dari Cudi di Medan, „Haaaiii Cudi sahabat berkebun saya“ 🙂 . Cudi katanya pengen jalan-jalan pas musim dingin.

    tepok jidat dulu . Yang pada pengen jalan-jalan pas salju tebal coba latihan dulu buka kulkas pegang es dalam freezer tuh selama 10 menit tahan ga? Saya yakin telapak tangan akan terasa terbakar hahaha. Saya bilangin ya „enaknya tuh jalan-jalan pas salju tebal hanya 2 hari, 3 hari ya mungkin seminggu masih enak kali ya“. Lain harinya mau ngapain aja males, pengennya meringkuk dibawah selimut tebal, atau nonton tv sambal ngemil yang hangat-hangat seperti wedang jahe, teh manis, kopi pahit, singkong goreng, tempe goreng, apa lagi cemilan khas Indonesia yaa.

    Saya mengharapkan salju karena tahun lalu tidak turun salju, tapi saya ingin saljunya jangan lama-lama karena males beresin sisa-sisa salju yang berantakan dan kotor hehe, ko saya yang ngatur cuaca ya 😛 .

    26 Desember 2014

    Salju yang diharapkan datang, malah hujan es yang turun. Butiran batu es yang lumayan besar beterbangan ke segala arah.

    Hujan Es, bakalan turun salju ga ya. 26.12.2014 hampir jam 6 sore
    Hujan Es, bakalan turun salju ga ya. 26.12.2014 hampir jam 6 sore

     

    I can’t wait for winter…the snow, the ice skating, hot chocolate, days off school, snowball fights, winter clothes. Agh I love it. -Unknown quotes

     

    27 Desember 2014

    Benjamin adalah weker saya setiap pagi, kalau dia teriak baru saya bangun. Hari itu tumben sepi saja tidak ada teriakan jagoanku dari kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 9.30. Saya naikan rolladen (rolling door pintu dan jendela). Saya melihat serba putih di semua tempat. Seperti ini pemandangan balkon belakang terlihat dari kamar tidur saya:

    Horeeee salju tebal banget akhirnya datang
    Horeeee salju tebal banget akhirnya datang

     

    Benjamin masih tidur jadi saya mau potret-potret sebentar edisi emak norak karena tahun lalu tidak turun salju, jadi saya begitu senang melihat salju tebal.

    Dari dapur kami tembus ke balkon depan, beginilah pemandangan dari balkon depan jam 9.30 pagi. Mataharinya masih malu-malu, masih agak gelap langitnya.

     

    “Every winter, When the great sun has turned his face away, The earth goes down into a vale of grief, And fasts, and weeps, and shrouds herself in sables, Leaving her wedding-garlands to decay – Then leaps in spring to his returning kisses.” – Charles Kingsley

     

    Video Lihat Salju dari balkon Depan

     

    Sekarang kita ke balkon belakang yuk, yang ini balkonnya lebih luas. Mumpung salju tebal saya ajak Ben foto-foto. Pertama kali nih Benjamin lihat salju 😉 .

    Maen saljunya di balkon aja yaa Ben
    Maen saljunya di balkon aja yaa Ben

     

    Nunjukkin Ben pot-pot isi berbagai bibit musim semi ketutup salju semua, tanahnya membatu
    Nunjukkin Ben pot-pot isi berbagai bibit musim semi ketutup salju semua, tanahnya membatu

     

     

    Video Berdingin ria bersama Benjamin

     

    28 Desember 2014

    Saya beresin sedikit balkon yang berantakan. Saya tutupi pot-pot berbagai bibit musim semi dengan plastik, supaya salju tidak semakin menumpuk di pot. Tanahnya sudah membatu. Semoga bibitnya akan tetap tumbuh baik saat saljunya mereda. Waktu belum ada Benjamin saya bisa masukkan pot-pot tanaman ke dalam rumah, sekarang kamar tanamannya sudah jadi kamar Benjamin 😀 .

     

    Untuk mencairkan salju di jalanan dilakukan dengan meleburkan garam dapur atau urea. Penambahan garam dapur akan menyebabkan titik beku (titik lebur) air akan turun di bawah 0° C. Air murni akan membeku pada 0° C, sehingga bila suhu udara mencapai 0° C air hujan akan berubah menjadi -10° C, maka pada suhu -6° C air hujan berubah menjadi salju, dan salju yang ada di jalanan akan segera mencair bila di taburi garam dapur. Referensi (indonesiakutercinta.wordpress.com link tidak aktif lagi. 02.09.2016 )

     

    Bagaimana cara bersihkan salju tebal begini
    Bagaimana cara bersihkan salju tebal begini

     

    Video mengecek keadaan tanaman saat salju tebal

     

    29 Desember 2014

    Saya keluar rumah mau ke kantor pos, bank dan pergi ke dua supermarket. Ketinggalan bus, saya keluar rumah busnya sudah lewat hiks begitulah kalau pergi mepett jadwal busnya toh 😛 . Terpaksa jalan kaki. Total pergi pulang 2,5 jam jalan kaki karena bus pulang yang saya tunggu 20 menit tidak datang. Huhu kaki sakit, tangan sakit lupa bawa sarung tangan, jadi bergantian saya masukkan ke kantong jaket. Satu tangan pegang dorongan belanjaan, satu tangan masukkin kantong jaket. Topipun ga bawa. Suhu luar rumah minus, cakep banget kan sok hebat hahaha.

    Slide show foto pergi keluar rumah

     

    Akhirnya sampai juga dirumah. Sepanjang jalan saya ngomel. Kesal cuaca jelek, jalan licin karena salju yang mencair, kesal bus ga datang, lapar, nyampe rumah harus masak dulu. Berhubung sudah masuk rumah yang hangat ahh harus mengucapkan syukur dong ya Puji Tuhan! <3 .

    Puji Tuhan!. Akhirnya sampai juga dirumah
    Puji Tuhan!. Akhirnya sampai juga dirumah

     

    Sampai disini dulu laporan cuaca dari saya, bagaimana cuaca ditempatmu?.

     

    Ps. sepertinya ini akan jadi postingan terakhir ditahun 2014. Jadi saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2015 .

  • Menggigil di Musim Dingin

    Menggigil di Musim Dingin

    Menggigil di Musim Dingin. Hari ini saya bangun jam 6.50 pagi, tepatnya dibangunin jam weker :mrgreen: . Biasanya jam 9 pagi, bahkan lebih baru bangun hehe. Kalau bisa memilih maunya ditempat tidur yang hangat lebih lama deh, namun apa daya ada urusan ke luar rumah (ke kota sebelah) jadi dipaksain saja.

    Kalau bangun lebih awal dari biasanyan, saya tidak selera sarapan. Jadi tadi pagi hanya makan sepotong croissant yang beli kemarin sore.

    Menggigil di Musim Dingin. Pagi tadi 27 Nov 2013 jam 7.21 Suhunya minus 4,3 brrrr
    Pagi tadi 27 Nov 2013 jam 7.21 Suhunya minus 4,3 brrrr

    Saya lihat termometer, nyali langsung ciut. Di luar suhunya minus 4,3. Saya berpikir mana lebih baik, „naik bus dari depan rumah, tapi harus berdingin ria di stasiun kereta selama 25 menit, atau jalan kaki ke stasiun dan cuma nunggu 2-3 menit sampai kereta datang?“. Frank sampai saya bangunin dan minta pendapatnya, dan dia bilang jalan kaki saja pelan-pelan.

    Saya punya waktu 10 menit nonton berita pagi 🙂 .

    Waktunya berangkat, saya gunakan dua lapis kaos kaki (wol), baru kemarin coba (biasanya hanya satu lapis), ternyata nyaman banget. Untungnya boot saya masih longgar, jadi bisa pakai 2 lapis kaos kaki. Syal, penutup kepala, jaket, sarung tangan, sudah lengkap berani keluar rumah.

    Pemandangan depan Rumah. Genteng rumah-rumah putih karena salju semalam. 27 Nov 2013 Jam 7.42 pagi
    Pemandangan depan Rumah. Genteng rumah-rumah putih karena salju semalam. 27 Nov 2013 Jam 7.42 pagi

    Saya butuh kurang lebih 20 menit jalan kaki ke stasiun kereta, kalau jalan kan badan bergerak sehingga tidak terlalu terasa dingin. Udara sangat dingin membuat nafas yang keluar dari mulut berasap, seperti nafas naga 😎 hahaha.

    Turun dari kereta, saya masih harus berjalan kaki lagi sekitar 15 menit sampai di tempat tujuan. Dalam perjalanan saya potret bunga-bunga mawar yang masih terlihat keindahannya dan kekuatannya menghadapi udara dingin.

    Sampai di tempat bikin satu foto dulu ah 😉 .

    Pemandangan di Bad Wimpfen
    Pemandangan di Bad Wimpfen

    Jam 12 siang selesai urusannya, mari pulang. Jalan kaki cepat-cepat karena kereta balik jam12.21. Oh ya saya sudah pernah cerita belum ya, kalau pejalan kaki disini diutamakan loh. Pencet tombol lampu penyeberangan, maka semua mobil berhenti khusus untuk saya seorang haha. Sebenarnya kalau tidak sedang buru-buru, saya lebih suka menunggu jalanan sepi, baru pencet tombolnya, karena kasihan yang naik mobil mungkin banyak kepentingan toh.

    Mau Nyebrang jalan ga perlu kuatir deh bagi pejalan kaki, asal nyebrang ditempatnya. Wihhh Kabutnya Tebal di Bad Wimpfen
    Mau Nyebrang jalan ga perlu kuatir deh bagi pejalan kaki, asal nyebrang ditempatnya. Wihhh Kabutnya Tebal di Bad Wimpfen

    Sambil menunggu kereta sekitar 2 menit, saya potret pohon yang diatasnya banyak bentuk bulat-bulat seperti bola-bola dari jaring atau rumput. Nah itu adalah sarang-sarang burung, unik ya bentuknya 😀 .

    Bentuk bulat-bulat di pohon tsb adalah sarang burung loh
    Bentuk bulat-bulat di pohon tsb adalah sarang burung loh

    Sampai di sini dulu cerita musim dinginnya, akan saya sambung di lain hari 🙂 .

     

    I love the look of Winter, but hate the temperature. -Unknown quotes

     

    Baca juga:
    Musim Dingin 2012 di Jerman
    Beberapa Cara Mengatasi Rasa Dingin
    Indahnya Warna Musim Gugur
    Kota Tua Bad Wimpfen

error: Content is protected !!