Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku. Sungguh tidak terasa mama sudah hampir tiga bulan di Jerman, visa 90 hari mama akan berakhir awal Oktober nanti. Sedih banget mama akan segara kembali ke tanah air 🙁 . Keluarga di tanah air tentunya kebalikan dari keadaan saya, mereka pasti tidak sabaran menanti kedatangan mama, apalagi kedua cucu mama lainnya (Kiarra dan Galen). Hiks tinggal Benjamin dan saya deh yang nantinya akan sedih bangettt. Bahkan saat saya menulis ini air mata tak terbendung lebay.com .
Bulan lalu saya iseng cari di google mengenai „memperpanjang visa kunjunga 90 hari“ . Saya mencari dengan kata kunci „visum verlängern, schengen visum auf 90 tage verlängern, besuchervisum verlängerung deutschland“ .
Pengen banget mama bisa tinggal lebih lama bersama saya. Nah saya temukan beberapa link mengenai perpanjangan visa. Saya langsung simpan link-link tersebut dan hanya membaca sekilas saja. Begitu ada Frank saya ajak diskusi dong.
Ternyata setelah artikel mengenai memperpanjang visa kami baca teliti, baru saya tahu mama tidak bisa memperpanjang visanya.
Tulisan Terkini
- Kenapa Beras Bisa Berulat? Pengalaman di Dapur dan Penjelasan Tentang Larva Kutu Beras
- Nastar Keju Lumer yang Saya Buat Bersama Benjamin Saat Usianya 5 Tahun
- Baking Soda untuk Cuci Baju: Kenapa Bisa Bikin Gatal? (Pengalaman 2 Tahun Baru Sadar)
Visa kunjungan 90 hari dapat diperpanjang dengan kondisi :
• Pemegang visa sakit keras, dirawat misalnya jadi ybs tidak bisa naik pesawat.
• Alasan kemanusian, misal di negara ybs terjadi konflik, perang dsbnya.
• Alasan pekerjaan atau sekolah yang sangat mendesak yang tidak diketahui sebelumnya ketika apply visa.
Kalau memenuhi kondisi diatas, maka visa dapat diperpanjang hingga 90 hari lagi, jadi total masa tinggalnya 180 hari.
Point kedua diatas untuk alasan kemanusiaan kan ya, jadi ibumertua pas kita ceritain mengenai hal ini komentar dong dia bilang „iya memang untuk alasan kemanusiaan ko, menjaga Benjamin ya tepat kan alasan kemanusian“ hahaha.
Kalau mama ingin kembali berkunjung ke Jerman dan tinggal 90 hari juga, maka harus ada jeda 6 bulan dari kunjungan terakhir ini. Mama pengennya sih lihat salju, trus saya bilanglah kalau winter cuma dingin aja, tidak ada istimewanya tidak bisa kemana-mana dengan bebas dan nyaman. Jadi kalau mau berkunjung paling enak awal musim semi hingga musim panas, cuacanya bagus buat jalan-jalan.
Frank menyarankan supaya mama kursus bahasa Jerman dulu di Jakarta, ikut ujian A1 (ujian tingkat dasar bahasa Jerman) jadi nantinya bisa apply visa tinggal lebih dari 90 hari. Nah mama saya kan tidak muda lagi yaa, bagaimana mungkin belajar bahasa asing. Saya aja yang sudah 3 tahun di Jerman tidak pintar nih hahaha 😆 .
Oh ya saya pernah email kedutaan Jerman di Jakarta loh, menanyakan bisa ga visa 90 hari diperpanjang, saya bilang kalau saya butuh mama buat menemani Benjamin, soalnya saya kan sekarang ikut kursus intesiv (B2) senin sampai Jumat selama 4 jam tiap harinya. Emailnya kaga dibalas saudara-saudara 😛 .
Ya saya sadar diri saja kalau petugas-petugas Indonesia memang super sibuk buat membalas email yang tidak penting kan? Hehe. Beda loh kalau emailnya di tujukan ke petugas visa yang orang asingnya, besoknya langsung dibalas (pengalaman Frank nanya kapan visa mamaku selesai) di tulisan Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Jadi intinya mama saya tidak bisa memperpanjang visa 90 hari.

3 bulan mama di Jerman apakah tidak bosan? Jawabannya tidakkk 😀 . malah mama kalau bisa pengen tinggal lebih lama. Mama bilang suka udara bersih di sini, serba teratur, lingkungan dan jalanannya bersih dll.
Apa yang membuat mama tidak bosan?
1. Bisa tetap mengikuti sinetron dan tayangan favorit mama. Nonton melalui MIVO Tv melalui tablet saya. Sering banget si mama ketawa-tawa ngakak kalau nonton misalnya sinetron tukang bubur naik haji, lalu ada juga istri yang soleha judul lainnya saya lupa
. Saya yang dulu tidak tahu sinetron top saat ini jadi kadang ikutan nonton 😛 . Selain sinetron mama juga mengikuti berita politik di Indonesia termasuk berita selebritis haha.

2. Bisa tetap sms an ke tanah air. Awalnya kan mama bawa no simpati dan axis, entah kenapa tiap kali ada yang telp ko menguras pulsa, padahal tidak di jawab loh, aneh banget!. Setahu saya kan roaming internasional sudah otomatis bukan ya? tanpa perlu daftar lagi ke provider?.
Hp jadi dimatikan supaya pulsanya tidak terkuras melulu, lalu si mama lupa menambah pulsa axisnya jadi mati deh tuh nomer. No axis sayapun bernasib sama, saya lupa kapan batas akhir harus isi ulang, hanguslah 150rb pulsanya hiks.
Jadi saya belikan no hp Jerman, pakai telekom. Untuk sms ke tanah air biayanya 19 cent (sekitar Rp. 3.000 ) . Oh ya kalau dari Indonesia mau sms ke no luar negeri, jangan lupa tambahkan tanda plus + di awalnya. Ayah saya berulang kali kirim sms ke no Jerman saya katanya tidak pernah terkirim, ya iyalah karena ayah lupa menambahkan tanda plus tersebut.
Jadi kalau mau sms no luar negeri ketik : +49 0160 452 380 49 adalah kode negara Jerman tapi kalau mau telp jangan langsung begitu nomernya, pulsa kamu bisa langsung terkuras loh !. Supaya murah telp ke LN bisa gunakan skype misalnya, atau gunakan kode voip. Bagi yang perlu silakan lihat Kode-kode Telepon Selular (Indonesia) Untuk Menelepon ke Luar Negeri.
3. Jalan-jalan melulu bersama Benjamin dan saya. Dirumah melulu bosan dong ya, nah jadi kami sering keluar rumah. Dari depan rumah ada bus yang selalu lewat setiap 30 menit sekali, kadang kami juga jalan kaki, atau pernah juga ke kota sebelah naik kereta.

Jalan-jalan ke pusat kota, ke supermarket cari diskonan, keliling melihat-lihat toko-toko cari diskonan juga hehe. Ke taman, saya ajak ke toko/retail tanaman ah pokoknya tiada hari tanpa keliling kota. Kalau pegel ya besoknya istirahat dulu dirumah 😛 .

Di taman bermain di Bad Rappenau
Kemana lagi yaaa 🙂
Mama was my greatest teacher, a teacher of compassion, love and fearlessness. If love is sweet as a flower, then my mother is that sweet flower of love.
-Stevie Wonder

Baca juga: Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping

