Tag: cerita hari-hari dari Jerman

  • Random dibuang Sayang (Edisi Natal di Jerman)

    Random dibuang Sayang (Edisi Natal di Jerman)

    Random dibuang Sayang (Edisi Natal di Jerman). Halooo teman-temanku, buat yang sudah sering mampir ke blog saya dan tidak menemukan postingan baru, maafkan yaa soalnya yang punya blog lagi edisi malas luar biasa :mrgreen: . Saya sering blogwalking sih tapi lagi menikmati jadi silet reader hehe, kasih komentar paling di beberapa blog.

    Sudah menjelang tahun baru, malah saat ini saya mau cerita tentang Natal yang lalu, basi kali yaa hihi.

    Kami (Frank & saya) Natalan di rumah mama mertua (mamer). Kita menginap sejak malam Natal kemudian baru pulang Jumat siang tanggal 27 Desember. Selama di rumah mertua saya paling buka-buka tablet sesekali aja, paling cek email dan cek statistik blog tetep hihi. Ga bisa lama-lama internetan karena kalau lagi kumpul keluarga ga enak ya kita malah sibuk dengan gadget. Pernah kapan ya, lupa pas perayaan apa, anak-anak mudanya pada sibuk sama gadget, nah si mamer ngomel dong, untung saya ga ikut-ikutan.

    Baca juga: 7 Hal Mengenai Natal di Jerman

    1. Natalan ke Gereja
    Awalnya Frank dan saya niatnya mau ke gereja pas malam Natal, trus kita ubah jadi perginya pas hari Natalnya aja tanggal 25 Desember. Jadi malam Natal Frank bisa minum wine deh pas makan-makan.

    Frank dan saya mau ikut ibadah yang jam 10 pagi pada 25 Desember, kita mau ke gereja tua yang umurnya sudah 900 tahun an lokasinya di Heinsheim, namanya Bergkirche . 2 tahun lalu kita ikutan ibadah malam Natal pas tengah malam. Nah ternyata saudara-saudara pada 25 Desember 2013 tuh gereja tidak ada ibadah yaelahhh pengunjung kecewa 😥 . Ya salah kita juga sih kenapa tidak cek websitenya dulu, cek jadwal ibadah 😛 .

    Saya bilang ke Frank ya sudahlah ke gereja tempat pemberkatan kita dulu aja, kan masih ada waktu 15 menit sebelum jam 10. Kata Frank tidak sempat, pasti telat. Yaelah „.. ga apa-apalah yang penting niat ibadahnya kan“ haha. Jadinya kita ke gereja Katolik di dekat Bergkirche namanya St. Johannes der Baptist. 2 menit naik mobil sampai deh, tidak pakai telat. Hari itu adalah kali pertama saya ke gereja Katolik (saya Kristen Protestan, Frank Katolik dan kita menikah di gereja Protestan).

    Gereja Katolik St
    Gereja Katolik St. Johannes der Baptist di Heinsheim Jerman. Ini pas bubaran ibadah. 25 Desember 2013

     

    Selama ini saya hanya melihat di film-film aja mengenai tata acara di gereja Katolik. Ya ampunnn 🙁 lutut perih nyut-nyutan pas berlutut (cuma 2 kali berlutut sih), padahal pas dibangku saya ada bantal untuk berlutut, tapi bantalnya tipis hiks, trus Frank ga ada bantal hahah kesakitan dia. Ya namanya pertama kali ya jadi pasti sakit, padahal banyak anak kecil dan para lansia bisa lama loh berlututnya dan tidak pakai bantalan lutut. Lihat nih anak kecil di foto dibawah ini.

    Anak kecil disebelahku nih hebattt berlutut lama ga sakit lututnya ya hihi jadi malu saya. Gerja Katolik di Heinsheim
    Anak kecil disebelahku nih hebattt berlutut lama ga sakit lututnya ya hihi jadi malu saya. Gerja Katolik di Heinsheim

    Ibadah berlangsung selama 1,5 jam. Saya ingat banget kata pendetanya Natal bukan heboh atau sibuk cari kado dan membungkus seindah mungkin untuk keluarga, relasi dan teman, bukan pohon Natalnya, bukan hiasan-hiasannya, bukan makanannya, namun apakah Tuhan Yesus ada di hatimu?. Jleb untung saya ga minta kado dan ga ngasih kado juga sih hihihi.

    2. Makanannya

    Santap bersama ketika malam natal, menunya sosis dengan salad kentang, pencuci mulutnya es krim. Banyak kue-kue dan buah-buahan juga malas potret karena hasil foto malam hari jelek banget *minta kamera baruuu.

    Makan bersama pas hari Natalnya seperti foto-foto dibawah ini. Menunya daging dan mie, ada salad dan ditutup dengan es krim dan cemilan yang banyak bikin buncit hehe.

    Tanggal 27 siang Frank dan saya pulang, sebelumnya kita ke mall mampir ke toko elektronik lihat-lihat kulkas pengen beli akhir Januari 2014 jadi survey harga ke beberapa tempat, kemudian makan siang di mall.

    Baca juga: 4 Jenis Kue Natal Khas Jerman

    Frank dapat beberapa hadiah-hadiah dari pasien-pasiennya, tahun ini ga banyak dapat duit cuma 10 euro 😀 yang banyak ya kue-kue, wine dan coklat-coklat. Saya tidak berminat makan coklat-coklatnya, semua Frank yang makan.

    Coklat-coklat Natal bentuk Santaklaus
    Coklat-coklat Natal bentuk Santaklaus

    3. Lain-lainnya

    Tahun lalu saya masih sedikit rajin menghias rumah dengan hiasan-hiasan Natal. Nah tahun ini tidak sama sekali, padahal ada beberapa sudah beli, trus dari tahun lalu ya barang-barangnya tersimpan rapi di gudang. Malah sehabis natal nih saya berburu barang diskonan banyak bangett.

    Kursus Bahasa Jerman libur 2 minggu (5 kali pertemuan), jadi banyak santai-santainya dirumah dan nonton tv melulu 😎 .

    Nanam-nanam bibit-bibit bunga musim semi seperti tulip, krokus dan lain-lain, semuanya belum tumbuh, karena harus sabar sekitar 3-4 bulan melewati cuaca dingin baru bibit-bibitnya akan tumbuh.

    Antara lain bibit-bibit bunga musim semi yang sudah mulai kutanam dari bulan Oktober, tumbuh dan mekar setelah 3-4 bulan lagi
    Antara lain bibit-bibit bunga musim semi yang sudah mulai kutanam dari bulan Oktober, tumbuh dan mekar setelah 3-4 bulan lagi

    Saya kirim paket untuk ponakanku di Jakarta, buat Kiarra dan Galen. Paket kirim 6 Desember dalam 13 hari sudah sampai, padahal paket biasa ko. Berat paket 1,7 kg. Paket sampai maksimum 2 kg bisa dikirim sebagai jasa surat, jadi ongkos kirimnya lebih murah, kalau dirupiahkan sekitar Rp.288.000 harga belum termasuk kardusnya ya. Kalau kirim sebagai paket mahal 1 kg bisa 260rb.

    Isi paketnya cemilan doang hehe, ada kripik-kripik, biskuit-biskuit, stiker, kartu ulang tahun untuk Kiarra dan Galen dan kartu Natal tentunya.

    At least but not last, setiap kali Frank nanya saya mau hadiah Natal atau hadiah tahun baru apa? Saya bilang tidak butuh hadiah dan sambil mengelus perut, bilang “sudah ada hadiah terindahnya nih” hehe. Thanks God!. Pada musim panas 2014 akan hadir bayi kecil menemani hari-hari Frank dan saya. Saat ini usia kandungan saya 12 minggu. Cerita mengenai kehamilan dilain postingan saja yaa 😉 .

    Thanks God. Usia Kehamilanku 12 minggu.
    Thanks God. Usia Kehamilanku 12 minggu.

    Write it on your heart that every day is the best day in the year.” – Ralph Waldo Emerson

    Selamat Tahun Baru 2014.

     

    Edisi dibuang sayang:
    Random Story Dibuang Sayang Part 6 – Musim Panas Berlalu
    Random Dibuang Sayang – Musim Gugur
    Random Story Dibuang Sayang Part 5 – Cuaca Cerah Musim Semi
    Random Story dibuang Sayang Part 4 – Gak Penting kale

  • Random Dibuang Sayang (2)

    Random Dibuang Sayang (2)

    Random Dibuang Sayang (2). Berhubung belum ada cerita-cerita seputar tanaman (musim dinging tidak ada bunga atau tanaman diluar rumah), jadi harap maklum kalau saya jarang posting di blog ya 😐 . Bagi yang kangen dengan saya, iya deh saya mau cerita beberapa kegiatan harian yang saya lalui beberapa waktu lalu.

    1. Bahagia itu sederhana

    • Sesederhana bisa makan nasi pakai kecap dan bakwan udang bikinan sendiri. Udangnya mahal, tutup mata jangan lihat harganya :mrgreen: .

    Random Dibuang Sayang (2). Bikin Bakwan Udang. Nikmat Bangett
    Bikin Bakwan Udang. Nikmat Bangett

    • Sesederhana bisa ngemil kerupuk sepuasnya. Untung pas ke Belanda September lalu dianterin ka Ephie ke toko Asia, saya borong banyak kerupuk, mie instan dan sambel botolan. Belanja hampir sejuta rupiah kalau di kurskan, biarlah persediaan juga kan. Berapa banyakpun kerupuk digoreng tetap aja langsung habis, jadi belakangan saya goreng sedikit-sedikit saja 😀 .

    Bisa makan kerupuk di negri orang tuh sesuatu banget hehe. Kerupuk mie, kerupuk tempe, kerupuk udang, klo harga tutup mata pas mau beli
    Bisa makan kerupuk di negri orang tuh sesuatu banget hehe. Kerupuk mie, kerupuk tempe, kerupuk udang, klo harga tutup mata pas mau beli

    • Sesederhana makan nasi dengan ayam goreng dan sayuran.

    Sedap banget makan nasi entah dengan ayam goreng atau pangsit pokoknya harus ada sayurnya
    Sedap banget makan nasi entah dengan ayam goreng atau pangsit pokoknya harus ada sayurnya

    • Sesederhana bisa nyambel dan bikin bihun goreng.

    Nyambel sendiri, cabenya dari hasil kebunku. Kanan Bikin Bihun goreng pakai buncis sedapp
    Nyambel sendiri, cabenya dari hasil kebunku. Kanan Bikin Bihun goreng pakai buncis sedapp

    Cabenya hasil kebun sendiri dong 😉 . Cabe spanyol dapat 372 gram, kemudian ada cabe cherry, ya lumayanlah bisa buat 3 kali bikin sambel.

     

    2. Berburu Barang Bekas di Flohmarkt

    Flohmarkt atau Pasar loak adalah jenis pasar yang berisi lapak orang yang ingin menjual / barter berbagai barang mulai dari barang berkualitas rendah sampai barang berkualitas tinggi dengan potongan harga atau barang bekas pakai (wikipedia).

    Flea Market in Sinsheim Germany
    Flea Market in Sinsheim Germany

    Flohmarkt ini di adakan sekolahan di kota tempat tinggal saya. Berlangsung hanya dua hari, sabtu dan minggu 30 Nov dan 1 Desember lalu. Saya pergi ketika hari minggunya. Tahun ini saya pergi sendirian, karena Frank tidak mau ikut, pusing dia melihat orang-orang berdesakan berburu barang bekas hehe. Kalau musim panas biasanya pasar loak lainnya banyak diadakan di tempat terbuka.

    Di Pasar Loak ini Keramik-keramiknya banyak yang berupa barang antik peninggalan para oma tempo dulu
    Di Pasar Loak ini Keramik-keramiknya banyak yang berupa barang antik peninggalan para oma tempo dulu

    Kalau ke Flohmarkt yang disekolahan ini membuat lapar mata, terutama keramik untuk pajangan atau peralatan makan. Harganya sangat murah, asal jeli mengecek kita akan dapatkan barang-barang yang kualitasnya masih bagus, malah beberapa barang masih baru dalam kemasannya.

     

    3. Mengunjungi Pasar Natal

    Pasar Natal awalnya merupakan tradisi di Jerman dan Austria, namun sekarang meluas ke berbagai negara di dunia. Dalam bahasa Jerman, tradisi ini disebut Christkindlmarkt, Christkindlmarket, atau Weihnachtsmarkt. (wikipedia)

    Pasar Natal di Jerman. Christmas market 2013 in Bad Wimpfen Germany
    Christmas market 2013 in Bad Wimpfen Germany

    Lokasinya di kota tua Bad Wimpfen. Saya sudah tiga tahun berturut-turut ke pasar Natal ini. Sepertinya tahun depan malas kesini lagi, karena semuanya sama saja 🙄 . Lokasi stand-standnya sama, penjualnya sama, yang didagangkan sama, bahkan ramainya ampun deh sama!. Pengennya sih bisa ke pasar Natal di kota besar seperti di Berlin, Munchen, Stuttgart, Hamburg dll, pasti lebih meriah 😉 .

    Stan-stan di pasar Natal berbentuk kios kecil yang dibangun dari kayu. Selain makanan dan minuman, di stan-stan pasar malam tersebut juga dijual mainan, kerajinan tangan, dan hiasan Natal. Ada pula panggung hiburan, paduan suara dan dansa. Komidi putar dan kincir merupakan permainan di pasar Natal yang digemari anak-anak (wikipedia). Di Bad Wimpfen hanya ada komidi putar, ramai melulu, banyak anak-anak merengek ke orangtuanya untuk naik berulang kali.

    Saya keliling sendirian selama 2 jam, Frank turunin saya dilokasi jam 5 sore (sudah gelap gulita) lalu dia kerja mengunjungi pasien-pasiennya. Setelah lelah saya telp Frank untuk jemput saya. Tahun lalu saya juga jalan-jalan sendirian. Untung jugalah pergi sendirian, jadi tidak takut hilang atau saling mencari sangking ramainya lokasi.

    Ke pasar malam begini membuat lapar mata, baru sampai beli Bratwurst sosis pedas pakai roti, lanjut jalan beli gebrannte mandeln (kacang bersalut gula), lanjut lagi beli magenbrot (roti jahe) jajan melulu 😆 . *maaf tidak ada foto makanannya, jalan sambil makan ya tidak bisa leluasa memotret.

    Christmas Gift Suggestions:
    To your enemy, forgiveness.
    To an opponent, tolerance.
    To a friend, your heart.
    To a customer, service.
    To all, charity.
    To every child, a good example.
    To yourself, respect.”
    Oren Arnold

     

    You may also like:
    Random Dibuang Sayang bagian I
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
    Brezeln, salah satu kesukaan saya di Jerman
    Taman Mawar di Lottum, Belanda
    Orang Jerman itu

  • Random Dibuang Sayang

    Random Dibuang Sayang

    Random Dibuang Sayang. Sahabat blogger, saya mau cerita beberapa hal yang sudah saya lalui bulan lalu, bahkan bisa 3 bulan lalu kali 😀 . Awalnya saya ingin cerita pas bulannya, apa daya saya lagi sok sibuk mengurusi kebun alias bongkar-bongkar tanaman.

    1. Ganti plat nomer mobil (03.09.2013)
    Setelah hampir setahun pindahan rumah, kita baru ganti plat mobil. Katanya kalau kena razia polisi bisa di denda, untungnya tidak pernah tuh di razia hehe. Mobil lebih banyak diparkir di kota tempat tinggal kita sebelumnya (Bad Rappenau), supaya dekat kerjaan Frank. Kalau Frank tidak ke kejar kereta pas pulang malam, jadi ya bisa naik mobil.

    Kota tempat tinggal sekarang dan sebelumnya padahal cuma jarak dekat ko, 30 menit naik mobil, naik kereta 18 menit. Berhubung kita pilih (ganti) nomer sendiri jadi nambah 10 Euro (kurleb Rp.150.000), yang baru jadi FN2004 ; F=Frank N=Nella ; kemudian 20-04 Hari dan bulan pemberkatan pernikahan Frank dan saya. Mengurus pergantian plat ini di Landratsamt. Total biaya ganti plat mobil 42 Euro. Prosesnya cepat sekitar 15 menit, karena Frank sudah mendaftar secara online dahulu beberapa hari sebelum kami datang.

    Berhubung Pindah kota Tempat Tinggal jadi Ganti Plat Mobil. Random Dibuang Sayang
    Berhubung Pindah kota Tempat Tinggal jadi Ganti Plat Mobil

    2. Tes kelayakan kendaraan (30.09.2013)

    Di Jerman kendaraan harus di tes kelayakannya setiap 2 tahun sekali. Mobil kita sekarang ini pemberian bapak mertua. Mobilnya sudah tua kira-kira 14 tahun, mereknya keren sih Audi. Berhubung mesinnya masih bagus, sayang juga di jual, lagipula Frank dan saya tidak banyak bepergian menggunakan mobil, paling belanja mingguan ke supermarket, jadi ya tidak boros bensin juga. Pas serah terima mobil dari bapak ke anak, 2,5 tahun lalu biaya benerinnya bikin jut jut terkejut iya kena 2.000 Euro (kurs Rp.15rb berarti sekitar 30 jeti rupiah) gile deh disini kalau mobil masuk bengkel. Oh ya itu biaya sudah termasuk pajak 19%.

    Ini tes pertama kali saat mobilnya jadi milik kita.

    Banyak yang dites, antara lain rem, mesin, lampu, ban, asap knalpot dll. Tesnya tuh seperti mobilnya di tonjokin rame-rame haha, beneran saya yang melihat aja tepok jidat. Mobil tua malah di banting-banting ngetesnya. Contohnya mobil di nyalakan di ban berjalan, kemudian dikendarai ngebut lalu tiba-tiba direm, kemudian gas setinggi-tingginya. Lalu bagian bawah mobil juga dicek, ban mobil digoyang-goyang keras sekali.

    Tes kelayakan biayanya 94,5 Euro (sekitar 1,4 juta rupiah), prosesnya sekitar 20 menit. Hasil tes GAGAL!. Mobil harus ada yang diperbaiki, yakni rem tangan dan lampunya. *gambar paman Gober langsung muncul dikepala saya haha. Siap-siap sport jantung kalau mobil masuk bengkel. Mobil diperbaiki di bengkel biayanya 194 euro sekian cent, Puji Tuhan cuma segitu ya.

    2 minggu kemudian kembali lagi ke tempat tesnya Dekra Automobil. Kali ini prosesnya cepat paling 5 menit, untungnya biayanya tidak seperti pertama tes. Biaya yang kedua ini 12,8 Euro (sekitar 192 ribu rupiah).

    3. Lanjut Kursus Bahasa Jerman
    Setelah hampir setahun nganggur kursus, akhirnya lanjut lagi. Sebenarnya saya tidak mau nganggur, tapi mau gimana kelasnya belum dibuka. Awalnya mau di tempat kursus sebelumnya, karena disana guru yang mengajar bagus. Teman-teman grup saya juga antusias mau lanjut ke level B2, begitu pula dari grup lain. Eh pas diundang rapat yang datang hanya 2 orang, saya dan 1 orang Korea atau Jepang.

    Alasan yang tidak datang mereka tidak mau lanjut karena biaya kursus mahal sekitar 1.000 euro untuk 400 jam pelajaran. Cape deh pada omdo (omong doang) nih teman-teman hehe. Duit segitu kan tidak dibayar 1 kali toh. Intinya kelas tidak jadi dibuka, karena minimal harus ada 10 orang.

    Akhirnya saya mendaftar di VHS sekolahan di kota tempat tinggal saya, 15 menit jalan kaki dari rumah, naik bus 5 menit doang. Awalnya katanya kelas dibuka bulan Mei, ternyata ditunda dengan alasan murid belum cukup. Menunggu 3 bulan (asyik nambah liburan 😆 ). 23 September 2013 lalu kelas dimulai.

    Buku Kursus Bahasa Jerman Level B2
    Buku Kursus Bahasa Jerman Level B2

    Kursus 2 kali dalam seminggu, hari Senin dan Rabu. Tidak seperti kursus Integrasi yang dulu (4 jam/hari Senin-Jumat), nah kursus B2 ini singkat deh hanya 1,5 jam/pertemuan. Jam kursusnya malam 20.10 sampai jam 21.40 serasa main ke tetangga sangking singkatnya :mrgreen: . Gurunya ada 2 orang, kalau senin yang mengajar pak guru asal Kroasia dan hari Rabu ibu guru yang mengajar. Kedua gurunya baik bangett, kalau ga ngerjain PR ya sudah ga apa-apa tuhh 😎 . Soalnya mereka (guru) mengerti kelas B2 nih siswanya tuh sebagian besar para pekerja kantoran yang mana pasti sibuk sekali kan.

    Kursus B2 ini yang pertama nanti ada lanjutannya B2-2 Per level 30 kali pelajaran. Biaya 174 Euro (sekitar 2,6 juta rupiah). Keseluruhan level B2 kalau saya hitung-hitung totalnya 72 jam, miriplah dengan durasi kursus di Goethe. Nah kenapa di tempat kursus Integrasi saya yang dulu, kelas B2 katanya 400 jam dan biayanya 1.000 Euro??? 🙄 mungkin karena privat kali ya. Untunglah tidak jadi kursus disana, irit duit kan hehe.

    Teman-temanku banyak sekitar 20 orang, yang grup cowo ada 6 orang yang kuingat ada asal Afganistan, dia pelajar, trus dari Turki (pemain bola, ganteng boo 😀 tapi pendek sih hehe), ada dari Spanyol, Itali dan dari Rusia, nah nih cowo asal Rusia (gantengg juga 😀 ), pas awal kelas ditanya guru dan teman-teman yang penasaran, tampang dia seperti orang Jerman ko ikutan kursus bahasa Jerman? Langsung seruangan tertawa dan si cowo jadi merah mukanya.

    Grup cewe ada asal Kosova, Au pair disini, gaya bicaranya mirp Cinta Laura haha, trus ada dari Spanyol, Itali, Rusia dan dari Amerika, nih cewe asal Amrik jago juga (otaknya), ikutan dua kelas sekaligus, ikutan B2 dan jam sebelumnya dia ambil tingkat C1 mabok ga tuh ya, tingkat B2 aja belum lulus sembari jalan level lebih tinggi. Kalau tidak salah tahun depan dia mau kuliah makanya harus dikebut kursus sampai tingkat paling tinggi C2.

    Terus…. Ternyata ada satu teman dong asal Indonesia horee 😉 . Nih cewe Batak, boru Tamba. Awal dia datang ke Jerman sebagai Au pair selama 1,5 tahun. Saat ini dia kerja sosial di panti Jompo, tapi sepertinya diharuskan pulang ke Indonesia dulu karena kerjaan dia sekarang sudah berbeda dengan awal dia ke Jerman, jadi disuruh buat visa kerja.

    Yang penasaran atau belum tahu apa itu Au Pair silakan baca tulisannya Astrid disini.

    4. Menang GA
    Tidak hanya satu, namun dua GA horeee 🙂 .
    Pertama GA yang diadakan oleh T3ph alias Nyonya kecil pada akhir Agustus lalu. Saya suka nih model GA yang dibuat T3ph, ga pakai ribet, gampang aja dong. Trus menang deh fyi pertama kalinya saya menang GA 🙂 . Hadiahnya berupa bandana anak, buat keponakan saya yang no.2 namanya Galen. Bandananya buatan T3ph sendiri Terima kasih T3ph 😉 . Maaf kalau fotonya tidak bagus, itu dadakan pas skype an, maksa nyokap pakaikan bandananya, karena nunggu mamanya Galen susah tidak dikirim-kirim fotonya.

    Bandana Menang GA buat Ponakanku yg imut Galen
    Bandana Menang GA buat Ponakanku yg imut Galen

    Kedua GA yang diadakan Messa pada akhir Oktober lalu. Hadiah yang saya peroleh adalah tas kalimantan. Horeee!! 🙂 Terima kasih Messa 😉 .

    Menang GA lagi hadiahnya Tas Kalimantan. Foto pinjam dari blog Messa
    Menang GA lagi hadiahnya Tas Kalimantan. Foto pinjam dari blog Messa

    Teman-temanku sampai disini dulu ya cerita-ceritanya. Kalau nanti ada cerita yang baru, saya sambung lagi. Terima kasih sudah membaca sampai selesai, ceritanya pajang sekali ya 🙂 .

     

    Baca juga::
    Ladang Bunga di Jerman
    Orang Jerman itu ..
    Indahnya Kota Tua Bad Wimpfen
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
    Aturan Internetan di Jerman

error: Content is protected !!