May 30, 2020

Petunjuk Melakukan Pernikahan di Swiss

Sebelum melakukan perjanjian melalui email, pemohon harus memastikan kelengkapan dokumen yang diperlukan. Permohonan yang tidak lengkap akan ditolak.

Berkas yang sudah diterima akan diteruskan ke Kantor Catatan Sipil yang berwenang di Swiss untuk di proses. Kantor Catatan Sipil tersebut kemudian akan menerbitkan Surat Izin untuk Menikah.

Permintaan akan dokumen tambahan yang diajukan oleh Kantor catatan Sipil yang berwenang mungkin saja akan terjadi apabila dibutuhkan.

Seluruh proses memakan waktu 3 bulan (Puji Tuhan untung saya cuma 2 bulan 🙂 ), kemungkinan memakan waktu lebih lama bisa saja terjadi apabila dibutuhkan dokumen-dokumen tambahan dari negara lain.

Surat izin untuk Menikah selanjutnya akan diteruskan ke Kedutaan Besar Swiss di Jakarta untuk di terjemahkan.

Biaya minimum untuk terjemahan, pengesahan dan pengiriman dokumen ke Swiss adalah kurang lebih CHF 215. Untuk biaya Pembuatan Surat Izin Menikah akan dikenakan biaya tambahan minimum sebesar kurang lebih CHF 200. Pembayaran dalam bentuk IDR dengan kurs yang ditentukan oleh kedutaan (biaya tersebut tahun 2011 ya).

Setelah pernikahan dilangsungkan, warga negara Indonesia harus mendaftarkan pernikahan tersebut di kedutaan besar republik Indonesia di Bern (Legalisasi Akta Nikah Luar Negeri di KBRI Bern) .

Semoga informasi ini berguna buat kamu. Sebagai penutup mau kasih nasehat nih.:
• Banyak berdoa.
• Rasa mual, mau muntah, tidak nafsu makan, mau marah, mau cekek orang akan timbul, siapkan dirimu dengan baik :mrgreen: .
• Siapkan mental buat bolak balik mengurus surat-surat, kalau ogah mengurus sendiri kasih ke agen, biaya ngurus 2 surat hingga legalisir sekitar Rp.3 juta, saya tidak tahu kalau sekarang. Saya juga tidak tahu agennya.
• Miliki kesabaran yang gedee. Kepala boleh panas 👿 , tapi hati harus adem. Hati boleh dongkol menghadapi petugas di kantor kelurahan, kementerian termasuk petugas di kedutaan tapi wajah harus tetap tersenyum menghadapi mereka, mulut harus manis mengucapkan kata-kata kepada mereka supaya surat cepat selesai.
• Beli banyak materai di kantor pos supaya murah.
• Foto kopi semua surat-surat yang penting di tempat murah.
• Semua berkas asli termasuk KK kamu akan dikirim ke Swiss, jadi jangan tanya ke petugas di kedutaan, karena kamu akan di maki-maki 🙄 . Tanyain KK kamu ketika sudah di Swiss (catatan sipil), minta aslinya kalau hilang repot toh.
• Dokumen tidak perlu di terjemahkan ke bahasa Jerman, karena kedutaan Swiss Jakarta yang akan melakukannya, kita cuma bayar saja, terima beres deh.
• Kalau ada duit lebih, akan dibalikkin kedutaan. Lumayan saya dapat balik 100 an CHF.
• Semua surat sudah selesai, sudah ditangan, sudah beli tiket pesawat, siap terbang ke Swiss. Sujud sykurlah perjalanan panjangmu berakhir. Teriak sekuat-kuatnya, bersyukur nafsu makan balik lagi 😀 .
• Dongkol di hati dengan petugas, saatnya maki-maki mereka, yang mau laporin, silakan laporin curhat ke email kantor-kantor diatas. Pokoknya kalau semua dokumen sudah beres dulu yaa 😉 .

Kalau pernikahannya akan dilakukan di Indonesia, persyaratannya sama saja seperti diatas. Untuk detailnya klik disini.

Note: pada saat mengurus surat izin untuk menikah di Swiss, saya juga mengurus Long Stay Visa ke Swiss (visa D) jadi begitu pernikahan selesai saya tinggal selamanya di Swiss dan urus izin tinggal disana, tidak perlu balik lagi ke Indonesia. Pengajuan pengurusan Long Stay Visa ke Swiss (visa D) silakan klik disini.

Oke sampai disini ya cuap-cuap saya. Dibawah ini foto-foto saya ketika menikah ya 😆 .

Our Civil Marriaged (Foto: dok. pribadi)
Our Civil Marriaged. Menikah di catatan Sipil Swiss (Foto: dok. pribadi)

Met online April 1st 2010
Met in Real Life June 26th 2010
Official Proposal November 26th 2010
Civil Marriage July 20th 2011
Holy-matrimonial April 20th 2012
We made it Frank.
I love you,
-Nella-

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Artikel Terkait:
Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D).
Pengalaman Pusingnya Apply Long Stay Visa Jerman.
Legalisasi Akta Nikah Luar Negeri di KBRI.

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany. However, I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom of two. I have a lot of passions for gardening.

View all posts by Emaknya Benjamin br. Silaen →

71 thoughts on “Petunjuk Melakukan Pernikahan di Swiss

  1. Mba sangat membantu…apakah bisa melangsungkan pernikahan dan stay di Zurich tp calon suami wn italia dan kerja di Zurich baru 3 bulanan..maaf soalnya ax baca suami mbak dulu udah stay di Swiss 5 tahun…terimakasih.

  2. Kak terima kasih byk utk sharenya, kebetulan saya juga sedang mengurus dokumen utk pernikahan dengan org Swiss….sangat membantu saya….Kak mau nanya, paspor asli apa ikutan dikirim juga? Kalau ditengah proses saya harus berangkat keluar negeri bagaimana?

  3. mbak gimana kalau nikah dgn org swiss tapi nikah nya di langsungkan di indonesia…bagaimana pula prosedurnya mbk?

  4. Kalau mau nikah memang ribet ya urusannya.
    Bisa kebayang yang gak kuat ngurus malah mundur hahaha…..

    Dan meski gaji di sana gede, biaya hidup juga gede ya. Pantas orang bule suka sekali kalau liburan ke Indonesia, murah soalnya…

    1. Mbak,ceritakan kehidupan beribadah umat beragama umumnya,khususnya ber gereja di Swiss.Tks

  5. klo kesana jadi guide saya ya hahaha..pemandangannya indah sekale kayak di tawangmangu 😀

  6. biarpun gak masuk dalam wish list ku untuk pensiun dan hari depan (lebay deh hahaha) tapi aku juga pengen banget kalau ada waktu liburan ke Swiss. dulu sempat ke Europe tapi pas masih kecil sih jadi kagak ngerti banget dan gak inget. plus, kayanya Swiss dan Jerman gak masuk itinerary 😛 tapi bener deh Nella, suka banget sama Swiss terutama alam dan udara nya. biarpun negara maju tapi pariwisata pegunungan nya bagus bisa di maintain. satu lagi, aku pecinta cheese so fondue cheese nya Swiss kudu jadi one of my ultimate wish list. lol

    kayanya kalau udah menyangkut pemerintahan, jadi serba ribet ya Nel. gak urus surat menikah, urus surat legalisir, urus surat pindahan dsb dsb…lama banget gitu. 😀

  7. Dari atas sampe bawah yg paling melekat di otak adalah “Dilokasi mahal” mueeeheheh :p

    Beughh.. Hebat deh kak bisa sabar bener ngadepin birokrasi kita.. Emang harus sih yah 😀

  8. Kakak …. rumah yg di swisss keren bener. Btw tapi biaya hidup di swiss mahal banget yaa. Temen ku jalan ke swiss cuman 2 hari, kata nya habis 3 juta dan segera memutuskan kabur kenegara berikut nya

    1. Haha iyaa ku pernah ke Zurich dg teman2, naik mobil trus parkir kita jalan kaki ke pusat kota. Pas mau bayar kaget dong parkir sejam 5 euro an, pdhl di negara lain paling 1 euro 😀 .

  9. Jangankan mau nikah di luar neheri ya Mba, di sini yang cuman ngurus sampe KUA aja kadang ribetnya ampun-ampunan. Belum lagi biaya yang di-upgrade. Makanya banyak juga warga yang kurang mampu secara dokumen kependudukan ga lengkap…yaaa karena ribetnya birokrasi dengan tambahan fulus plus-plus itu 🙁
    Tapi namapknya Mba Nella bener-bener dilapangkan jalannya ya pas lagi ngurus-ngurusnya 🙂

  10. mba nel aku ngiler nih liat pemandangan depan rumahnya,,hhehe
    sayang biaya hidup disana mahal banget yaa,,tapi sesuai sii sama pendapatannya kalau kerja disana juga,,

  11. ok lah..
    thanks buat semua infonya.
    iya aku berdoa semoga kita bisa bertemu, salam buat frank..
    aku senang kalau aku kesana punya teman.
    bagi info info_nya terus ya.

    aku Ria angelina_yogya.

  12. nikahnya di swiss tinggalnya di Jerman hehe.. indah banget mbak itu rumah yang di swiss. pantesan betah, udaranya juga kayaknya seger banget ya 😀

  13. Aku cuma mau komentar soal Swiss-nya aja ah.
    Swiss merupakan salah satu negara yang pengen aku kunjungi, dan kalau bisa pensiun di sana. Rasanya koq asyik ya 🙂

  14. Paling males itu ngurus dokumen dikantor pemerintah ya mba.. apalagi dokumennya sebanyak itu ya, kebayang deh ribetnya huhu.. Tapi worth it kok ya pas udah sah hihihi..

  15. proses yg panjang ya Nel..,
    pasti akan berguna bagi yg lainnya…
    Swiss lebih dingin tapi cantik ya Nel…, moga2 bisa balik ke sana lagi ya

  16. Hmmmmmmm…..
    proses yang panjang ya Mbak 😉

    tapi kl untuk org yg dicinta, why not. 🙂

    yang menancap di ingatan saya ‘fotocopy dilokasi mahal’ 🙂

    Semoga langgeng ya Mbak…
    bacanya aja udah senang saya…

    saya simpan link ini Mbak… penting iki 🙂

  17. hampir sama urutan prosesnya mbak. bedanya cuma gak pake KK dan berkas2 yg dikirim ke jerman harus diterjemahin sendiri.

    mbak nela rapi deh mendokumentasikan prosesnya. nanti kalau ada yg nanya2 saya kirim kesini boleh ya.

    salam
    /kayka

    1. Iya mbak Kayka, klo ke Jerman harus urus terjemahannya juga ya. Nah klo ke Swiss tidak perlu sertifikat kemampuan dasar bahasa Jerman. Untungnya sih saya sudah sempat kursus dan ikut tes A1 jadi waktu urus long stay visa Jerman dari Swiss tidak perlu balik ke Indonesia dulu.
      Iya boleh saranin ke sini klo ada yg mau nikah di Swiss. Klo ada yg butuh info menikah di Jerman, saya saranin mereka ke blog mbak ya 😉 .

  18. Nella salam kenal yaaaaa. Ini bia jadi link kalo nanti ada anakku yang merit sama orang luar hihihi. Dan aku ngikik baca nasihatnya. Kayaknya dari dua persyaratan yang ternyata gak segampang keliatannya itu, lebih susah menjalankan nasihatnya hahaha

  19. Proses penyatuan tulang rusuk yang indah dikenang. Salut untuk kejelian mencatat shg bisa sharing yg pastinya bermanfaat bagi sahabat2 pembaca. Salam

  20. ok nay..
    aku punya teman dekat dia tinggal di mangrove. kata dia ke rumah kamu paling 3 jam naik mobil.
    kalau ada rejeki dan kita berjodoh sapa tahu nanti kita bisa bertemu..
    kalian sangat hangat

  21. wow… bertele-tele banget, ribet, juga butuh duit banyak , gimana kalau kita ini bukan tinggal di jakarta, pasti lebih ribet lagi, kira-kira bisa abis brapa ya pengeluaran keseluruhan kurang lebihnya, dalam hitungan rupiah, sampai semua beres trus tinggal ke negara itu tuk menikah ? bahasa inggris anda juga mungkin menjamin kelancaran dalam mengisi formulir ini dan itu di kantor kedutaan dan lain-lain. kira-kira ada ndak orang yang bersedia ngurus itu hingga tuntas, kemudian kita tinggal trima beres, tinggal bayar saja khususnya bagi yang tinggalnya bukan di jakarta ? aduhhhh butuh banget nih jawaban anda, share ke email saya lagi ya… aku suka akan kebaikan anda yang telah berbagi dengan semua orang, agar semua orang tahu, termasuk saya secara pribadi. Semoga Tuhan memberkati pernikahan anda, anda sangat beruntung. tolong di jawab ya pertanyaan saya ke email saya lagi, thank you very much friend…by Yun

    1. Hai Yun, diluar Jakarta bisa pakai agen. Terakhir dengar dari teman untuk urus legalisir 3 juta. Ga tau skrng. Saya ngurus semua sendiri tidak sampai 1 juta kan transport juga pakai bus umum :). Nanti saya email, klo lupa mohon tanyain saya lagi yaa 🙂 .

      1. ok, trims ya, but.. 3 juta itu udah semuanya ya ? trus biaya yang harus di bayar ketika ngurus di kedutaan saat berkas-berkasnya mau di kirim ke Swiss, saya coba convert itu, nggak tahu salah apa benar biayanya wow banget ? saya langsung KO

      2. o iyaaa saya mau bilang juga nih… sepertinya selera kita ada samanya, aku juga suka tuh pemandangan depan rumah kalian ketika di Swiss, itu lokasi favorite saya. nyaman lho rasanya..Kamu beruntung banget, Tuhan memberkatimu, Selamat ya ..!

  22. Wah mantap mantap.
    tapi kan dirimu di jakarta.
    kalau posisi saya diluar jakarta mungkin agak ribet juga ya..
    selamat ya neyla lam kenal..

  23. HHaaahhhh… ikut bernafas lega, Nella..perjalanan panjang ya…

    Akhirnya bisa berbahagia secara resmi disana, dan berlanjut untuk selamanya… Amin.

  24. wah…. panjangggghh…. ribettttttt, mbak Nella…

    Tp harus berjuang juga ya biar bisa happy ending … 🙂

    Thanks infonya, mbak 🙂 jd tau sebegitunya ngurusin legalisasi nikah n jadi warga negara d sana … hehehe 🙂

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: